Mascot Destiny (Chapter 1)

MASCOT-DESTINY [chap. 1]

Genre        : Romance, drama
Rate        : T
Disclaimer    : –
Cast        :
Kim Kaeun    [OC]
Xi Luhan         [EXO-M]
Byun Baekhyun    [EXO-K]
Kim Taeyeon    [SNSD]
Author        : (@ayahsuho/@BW_EXOKris. Panggil aja ayah/bewe #prffttmaksa)
Warning    : Readers, mungkin anda akan menemukan beberapa typo pada ff ini. Mohon maklum jika tata bahasanya masih berantakan. Saya author yang masih teramat sangat newbie. Jadi jika anda enggan menerima karya dari seorang amatir, silahkan close tabnya, shut down-kan pc/hpnya, lalu lempar ke empang. Hakhakhak canda n_n FF ini idenya murni muncul dari otak si penulis. Maaf juga kalau antara judul dan isi cerita benar-benar tidak nyambung. Inspirasi sudah mentok. Setelah selesai baca, tinggalkan jejak comment anda. Siapa tau bisa jadi bahan evaluasi. Ngehe bacotnya kepanjangan -_- Tah, happy reading saja weh~
xxx

 

_______________________________________

[Author pov]

“Kim Kaeun! Sampai kapan kau akan berada dibawah selimutmu? Ini sudah jam setengah tujuh lebih. Bisa-bisa kau terlambat!” teriakan Taeyeon, eomma Kaeun yang berasal dari dapur membahana diseluruh penjuru rumah.
“Eomma..tapi aku masih mengantuk..Lagipula ini masih jam setengah tujuh pagi” seru Kaeun yang hampir berupa bisikan. “Ha?! Jam setengah tujuh?! astaga” mendadak mata Kaeun terbuka seutuhnya. Ia lemparkan selimutnya keujung tempat tidur secara sembarangan. Ia sambar handuk dan seragam yang tergantung dibalik pintu kamar dengan terburu-buru dan asal.
Setelah selesai membersihkan badan dan memakai seragam sekolah, ia segera melesat keluar rumah tanpa mengisi perut.
“Eomma aku berangkat!”
Begitu pamitnya kepada eommanya. Yang dipamiti hanya bisa mengelus dada.
*
“aish…aku terlambat lagi!”
Gumam seorang gadis bernama Kaeun yang tengah berlari disepanjang koridor sekolah. Penampilanya saat ini sudah sangat berantakan akibat ‘kegiatan olahraganya’ dipagi hari itu. Namun meski demikian, parasnya tetap terlihat manis. Apalagi ditambah mata elangnya yang sangat khas. Tidak heran jika ia menjadi sorotan bagi para namja, terutama para sunbaenya.
Hari ini adalah kali ketiga ia terlambat masuk sekolah. Bukan karna malas bangun pagi. Tetapi karna malamnya ia harus begadang untuk bekerja sebagai bartender disebuah club malam didaerah Gangnam.
“A-annyeong haseyo seosangnim.” Seru Kaeun terbata sambil menundukan badanya begitu sudah sampai dikelas.
“Kau terlambat lagi Kim Kaeun. Sebenarnya apa yang membuatmu begitu sulit bangun pagi? Hm?” Tanya Park seosangnim dengan nada yang agak tinggi.
“Mi-mianhae seosangnim. Alarmku… mati” seperti biasa, Kaeun akan menjadikan alarm yang tidak berfungsi secara benar sebagai alasan mengapa ia bisa terlambat. Tentu saja ia berbohong. Tak ada satupun yang mengetahui profesinya dimalam hari. Kecuali seseorang.
“Alarm lagi, alarm lagi. Keluar dan berdiri didepan koridor. Sekarang!”
Tanpa mengucapkan satu kata-pun Kaeun menuruti perintah gurunya itu meski dengan berat hati.
Namun… Brakk
“aduh! Yaa!”
Sial bagi Kaeun karna ternyata ia menabrak seseorang tepat setelah ia membuka pintu kelas, hendak keluar untuk menjalani hukuman dari gurunya.
“Apa kau buta huh?! Cih” umpat Kaeun pada namja yang masih terduduk akibat tabrakan tadi.
“Ma-maaf, kumohon maafkan aku. Aku sedang terburu-buru sehingga tidak melihatmu. Kau tidak apa-apa kan? Mana yang sakit?” ujarnya kikuk sambil berjongkok didepan Kaeun dan berusaha mengecek keadaanya.
“Tidak apa-apa katamu? Hey, kau menabrakku begitu keras tadi. Dan lagi, kenapa kau tidak berusaha membantuku berdiri?” kata Kaeun dengan sedikit emosi. Kaeun memperhatikan wujud namja dihadapanya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tampan, berwajah oriental, bersih, blonde, wangi, namun sangat cupu dengan hiasan kacamata dan caranya memakai seragam yang kelewat rapi. Style macam apa itu? gumam Kaeun dalam hati.
“Ah ma-maaf lagi. Kemarikan tanganmu,” seru namja itu sambil mengulurkan tangan, hendak membantu Kaeun berdiri. Namun Kaeun justru menepis tangan sang namja. Masih kesal dengan kejadian tadi rupanya.
“Terlambat, pabo.” Kata Kaeun galak sambil berlalu pergi meninggalkan namja tadi dengan tampang yang sulit dideskripsikan.
“Xi..Xi Luhan imnida! Kau?”
Mendengar hal itu Kaeun mendengus keras dan berbalik. “Apa katamu?”
“Namaku Xi Luhan. Umm..sebenarnya aku sedang kebingungan mencari kantor kepala sekolah. Apa kau bisa membantuku?”
“Mwo?”
*
“Ah gamsahamnida Kaeun-shi. Berkat kau aku jadi tidak tersesat lagi” ucap Luhan setelah menyelsaikan urusanya dikantor kepala sekolah, ditemani Kaeun tentunya.
“Hm..gwaenchana. Tapi setelah ini kau harus mentraktirku dikantin. Ara?”
“…..Apa? Ya! Kau ini..” Luhan melongo sejenak sebelum memprotes permintaan Kaeun yang kelewat berlebihan.
“Hahaha aku hanya bercanda. Ngomong-ngomong, kenapa kau pindah dari China? Sekolahmu yang lama kan lebih bagus.”
“Aku hanya mengikuti ayahku yang dipindah tugaskan kekorea. Lagipula disini tidak terlalu buruk.” Jawab Luhan santai sambil memilih-milih buku perpustakaan yang sekiranya menarik untuk dibaca.
“Begitu ya? Memang apa pekerjaan ayahmu?”
Luhan tampak berpikir sejenak. Ekspresinya mendadak berubah menjadi kurang mengenakkan.
Kriing… seketika bel tanda pergantian pelajaran berbunyi tepat saat Luhan hendak menjawab pertanyaan terakhir dari Kaeun.
“Sudah bel. Sebaiknya kau cepat masuk.”
“Lalu? Kau mau kemana?” Tanya Kaeun pada Luhan.
“Aku? aku mau pulang saja. Mungkin baru besok aku mengikuti pelajaran. Kajja”
Sesuatu seperti mengganjal dipikiran Kaeun. Kenapa Luhan mendadak jadi seperti itu? Namun Kaeun berusaha menyingkirkan pikiran-pikiran negative tentang namja yang baru satu jam dikenalnya itu.
“Ne. kajja”
*
[Kaeun pov]

“Huahh akhirnya sudah bel pulang” kataku sambil menguap lebar-lebar. Hari ini aku sangat mengantuk. Seharian ini tak ada satupun materi pelajaran yang aku perdulikan. Semuanya membosankan.
“Hey hey, kau ini. Kapan kau bisa dapat pacar kalau kelakuanmu seperti ini hah?” seru seseorang sambil menjitak kepalaku pelan. Ya, siapa lagi kalau bukan sahabatku, Byun Baekhyun?
“Aiss..berhentilah menjitak. Kau pikir kepalaku ini apa?!” kataku pura-pura kesal.
“Sampai kau berubah menjadi wanita anggun tentu saja.” Ledek Baekhyun sambil tertawa dan menarik kursi untuk duduk disebelahku. “Bagaimana pekerjaanmu? Kau begadang lagi?”
Tanya Baekhyun cemas. Mungkin ia sadar ada lingkaran hitam dibawah mataku. Dialah satu-satunya yang mengetahui semua tentangku. Pekerjaanku, keluargaku, semuanya. Beruntung sekali memiliki sahabat seperti dia.
“Baik-baik saja. Tak perlu berlebihan. Aku sudah menjalaninya lebih dari setahun, Bacon. Aih sejak kapan kau menjadi secerewet eomma?”
Pletak~
“Auch! Yaa Byun Baekhyun! Sudah kubilang berhenti menjitak kepalaku. Ish..”
“Kau ini. Seharusnya bersyukur karna aku mengkhawatirkanmu bodoh. Sudah, ayo pulang. Kau tidak ada kegiatan lain kan?”
“hm.. sebenarnya aku ada sedikit urusan. Kau pulang saja duluan. Ne?”
“Baiklah kalau begitu. Hati-hati, jaga dirimu. Aku pulang dulu. Annyeong~”
“Annyeong Baekhyun-ah”
*
[Author pov]

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 9  malam. Seperti biasa, Kaeun sudah bersiap dengan seragam bartendernya. Setelan kemeja putih dengan blazer hitam dan celana senada. Tak lupa ia kenakan mantel tebal mengingat cuaca yang sangat dingin. Rambutnya yang panjang berwarna kecoklatan ia biarkan tergerai begitu saja. Simple,dan santai. Style favorite Kaeun. “Eomma, aku pamit dulu”
“Kim Kaeun, tunggu sebentar.” Seru eomma yang tiba-tiba menahan Kaeun.
“Ne? waeyo eomma?”
“Ani. Hanya ingin mengingatkan. Jangan terlalu memaksakan diri. Eomma tak mau sekolahmu terbengkalai. Dan lagi eomma masih sanggup membiayai hidup kita berdua.”
Mendengar perkataan eommanya Kaeun hanya menggeleng dan menghembuskan nafas perlahan.
“kita sudah membicarakan ini berkali-kali eomma. Bukankah kita sudah membuat kesepakatan? Apapun yang terjadi aku akan membantu eomma. Memperbaiki keuangan keluarga kita. Jangan khawatir.”
“Anak eomma memang keras kepala. Ya sudah, hati-hati dijalan. Ara?” pesan eomma sambil mengecup puncak kepala Kaeun penuh kasih sayang.
“Ne eomma”
*
Seperti biasa, club ramai dikunjungi orang yang hendak melepas stress mereka karna pekerjaan. Ada yang berdansa ditengah lantai dansa, ada yang pesta minum-minuman sampai mabuk, ada pula yang hanya sekedar datang dan menyaksikan gemerlap lampu disko. Semua bersenang-senang, kecuali Kaeun. Bagaimana bisa? Gara-gara percakapanya tadi dengan eomma, ia kembali mengingat masa lalunya. Yang pahit tentu saja.

-FLASHBACK-
“Appa! Kenapa appa begitu jahat meninggalkan eomma seperti ini?! Appa tidak sayang pada eomma? Padaku?! Jawab!” teriak seorang bocah berumur 12tahun kepada pria berwajah garang didepanya. Wajahnya terlihat angkuh. Namun bisa ditemukan garis-garis keriput frustasi disetiap lekukkanya.
“Kaeun-ah, sudah cukup! Eomma tidak pernah mengajarkanmu untuk meneriaki appamu sendiri seperti ini! Cepat minta maaf!”
“Eomma! Jangan berpura-pura didepan Kaeun. Kaeun mendengar semuanya! Eomma sudah diselingkuhi! Appa menghamili wanita lain! Iya kan?!”
Plakk!
Sebuah tamparan sukses mendarat dipipi mulus milik Kaeun kecil. Semua yang ada diruangan itu hening secara tiba-tiba. Kecuali Kaeun yang tangisanya mulai pecah.
“Appa..kau bukan appaku lagi!”
-END OF FLASHBACK-

“Hey kau. Kau tidak mendengarku? Kubilang Vodka dan cooktail 3gelas. Cepat buatkan pesananku”
“A-ah baik ahjushi. Tunggu sebentar”
Lamunan Kaeun seketika buyar saat seorang pelanggan yaitu pria botak bertubuh kekar muncul dihadapanya. Kaeun berusaha menghilangkan ingatanya tentang kenangan pahit bersama appanya yang sudah bertahun-tahun menghilang, meninggalkan eomma dan dirinya dalam keterpurukan. Beruntung saat itu ada eomma Baekhyun yang menolong. Itulah mengapa Kaeun bisa bersahabat dengan Baekhyun.
Kaeun-pun mulai ‘meracik’ minuman yang baru saja dipesan. Diclub itu, Kaeun lah bartender paling hebat. Meski seorang yeoja yang notabene berasal dari kalangan menengah kebawah, kemampuanya memadu-padankan resep minuman tidak pernah diragukan. Tak heran jika ia dijuluki ‘The Mascot’.
“Nona Kaeun, bos memanggilmu.” Ujar Kris, pria jangkung tampan blasteran Canada-China yang merupakan teman seprofesinya.
“Bos? Mr. sooman? Memang ada apa?”
Mendapat pertanyaan seperti itu, Kris hanya mengedikkan bahu.
“Entahlah. Temui saja”
“Baiklah. Emm Kris, apa kau bisa menggantikan pekerjaanku sebentar?”
“As your wish ma lady” serunya sambil mengedipkan sebelah mata. Jika wanita didepanya bukan Kaeun, pasti sudah meleleh karna diserang dengan kedipan dahsyat dari seorang namja setengah bule yang parasnya kelewat perfect.
“Iuh. Thanks.”
*
Ruangan Mr. Sooman ada dilantai 3. Ruanganya sengaja ditempatkan jauh dari ruang utama club karna Mr. Sooman tidak mau diganggu dengan suara hingar binger music disko.
Mata Kaeun sudah menangkap daun pintu ruangan Mr. Sooman yang separuh terbuka.Dari dalam, terdengar suara bosnya yang sedang bercakap-cakap dengan seseorang.
Tanpa mengetuk terlebih dahulu, Kaeun membuka pintu dan masuk.
“Yaa ahjushi. Tumben sekali ka-“
Kalimat Kaeun mendadak terpotong begitu matanya melihat sosok yang menjadi lawan bicara bosnya.
“….Kau?!”
“Ah! Miss Kaeun, bartender kesayanganku. Apa kau mengenal tuan ini? Berarti bagus. Mulai besok, kalian akan menjadi rekan kerja.”
“Mwo?! Orang ini?!”

TBC

Sorry kalo berantakan. sorry juga kalo chapter 1 terlalu singkat dan sama sekali ngga greget. Chapter 2 bakalan terbit kalo comment melebihi 50 n_n
Bukan maksa. Cuma nyari motivasi biar gue semangat nulisnya. bhahaha Thanks n_n

Iklan

4 pemikiran pada “Mascot Destiny (Chapter 1)

  1. thir.. eh salah..
    thor maksudnya hehe.. 😀
    lanjut dong… kepo kelewat akut nih..
    kalo eFeF main castnya Luhan ma siap sedia ajah buat baca….

    meski harusy jdi culun, gila, mati(oh no) pun gpp… #justkidding

    lanjut GPL yah thor… :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s