Number One (Chapter 2)

Title :

 Number One! – CHAPTER 2

Cast :

Choi Soora

Kim Jong In – Kai

Oh Sehun

Genre :

Romance

Support Cast :

Luhan – EXO-M

Length :

Chaptered 2 of 4

Author : @Lightsbers

Happy reading! Your comments is my light (•̀_•́)ง

________________________________________________

CHAPTER 2

Author POV

            Satu bulan berlalu, Kai dan Soora cukup berteman baik. Meskipun Kai masih saja menyimpan perasaannya pada yeoja itu. Kai sangat lemah dalam masalah perempuan, ini bahkan pertama kalinya Kai menyukai seseorang. Mungkin Ia sudah gila saat pertama kali merasakannya. Baru hari ini juga Kai berani mengajak Soora makan bersama.

“Kai-ssi, Sehun kenapa tidak masuk hari ini?” ucap Soora yang sedang duduk didepan Kai, memecah keheningan sejak tadi Kai mengajak Soora ke kantin berdua.

Careless, careless.
Shoot anonymous, anonymous.
Heartless, mindless
.

 

“Eo? Ini dia orangnya…” ucap Kai sambil menunjukkan Soora layar HPnya yang baru saja berbunyi, menandakan panggilan masuk dari Sehun.

“Annyeong…” ucap Kai setelah menyentuh layar HPnya.

“…”

“Ne. Aku akan ke ruang absen nanti. Jaga kesehatanmu.” ucap Kai sambil memakan mie didepannya.

“…”

“Ah ne. Aku memang sedang makan.”

“…”

“M-mwo? Kenapa kau bisa tahu? Kau sebenarnya masuk sekolah atau dirumah, huh?!” ucap Kai sedikit tersedak mendengar perkataan Sehun.

“…”

“YA! Aku akan menutup teleponnya!” ucap Kai yang kelihatan memotong perkataan Sehun dan cepat-cepat menekan tombol merah di HPnya.

“Waeyo?” tanya Soora bingung melihat kelakuan Kai yang makin salah tingkah didepan Soora.

“Ah, ani. Sehun bilang dia kurang sehat hari ini. Ayo makan lagi.” ucap Kai menunduk menyembunyikan wajahnya yang kini mulai memerah melihat yeoja yang Ia suka didepannya.

Ya, Sehun baru saja menebak-nebak Kai yang sedang makan bersama Soora. Jelas saja ketahuan, biasanya Kai tidak pernah mau makan saat istirahat. Tidak terkecuali Sehun yang mengajaknya, pasti ditolak. Jam makan Kai memang tidak pernah teratur, Ia lebih memilih didalam kelas mengamankan diri dan tidak makan, daripada berada di kantin dan dikerumuni yeoja-yeoja. Itulah salah satu alasannya mengapa Kai tidak makan.

Mereka berbincang cukup lama setelah makan, banyak yeoja yang iri melihat Soora yang berdua bersama Kai.

“Kai, …” panggil Soora setengah berbisik.

“Ne?”

“Sepertinya semua yeoja disekolah ini menyukaimu?”

“A-aku…” jantung Kai serasa berhenti berdetak, ia terlalu gugup untuk bisa menjawab mengenai para yeoja disekolah ini, terutama didepan yeoja yang Ia sukai. Bisa mati kalau Kai salah bicara.

“Chakanman, kau tidak perlu menjawabnya. Haha mereka seolah akan segera memakanku setelah ini Kai, kau tahu?”

“Ah, jeongmal mianhae Soora-ssi, aku sepertinya salah mengajakmu makan bersama.”

“Ani, ani, kau tidak perlu minta maaf. Aku juga tidak akan menganggap hal ini istimewa arra? Kau hanya mengajakku makan biasa ne?” ucap Soora sambil tersenyum.

“N-ne…” kini rasanya Kai ditusuk beribu panah yang baru saja ditancapkan yeoja yang Ia suka sendiri. Jelas saja ini ‘istimewa’ bagi Kai, ya bagi Kai seorang diri.

 

Keesokan harinya…

            “Kai-ah, kenapa dancemu kacau hari ini?” ucap Sehun disela-sela latihan ekskulnya hari ini.

“Em? Ani…” jawab Kai malas sambil menggerakkan tubuhnya lemas.

“Bukannya kemarin kau baru saja berduaan dengan yeoja itu?”

“La-lalu kenapa?” jawab Kai sedikit gugup mengingat kejadian kemarin.

“Waeyeo?”

“Ani…”

“Waeyeo Jongin?” tanya Sehun lagi sedikit lebih keras, membuat seluruh murid yang ada di ruang dance menoleh ke arah mereka.

“Psst! Sehun kau minta dicekik huh?” dengus Kai sambil menghampiri Sehun yang duduk dipinggir tembok.

“Lalu?”

“Aku, Soora, …”

“Dia tidak menyukaimu? Huh?” ucap Sehun singkat.

“A-ah sepertinya…”

“HAHAHAHA, Kai-ah, kau payah!” tawa Sehun meledak.

“YA! Kecilkan suaramu, atau kau kulempar dari lantai 2!” ucap Kai kesal.

“Bagaimana dia bisa menyukaimu kalau kau baru berani mengajaknya makan bersama kemarin? Pengalaman menarimu sangat luar biasa, tapi pengalaman cintamu hanya NOL, bukan begitu?”

“YA! TIDAK SEPERTI ITU!”

“Lalu?”

“AKU AKAN MEMBUKTIKAN, DIA BISA MENJADI YEOJACHINGU-KU NANTI!” ucap Kai setengah berteriak, membuat seluruh murid di ruang dance kini bertanya-tanya.“Kai sunbae menyukai seseorang?”, “Wah, siapa dia? Beruntung sekali!”.

“Hmppfft…” Sehun mencoba menahan tawanya yang hampir meledak lagi. Kai mengacak rambutnya, mengambil botol minumnya dan berlalu keluar ruang dance, tentu saja diikuti Sehun dibelakangnya.

“Ya, Kai-ah, kau serius?”

“Ne ne ne ne…”

“Kau tahu? Mengejar Soora tidak semudah mengejar yeoja-yeoja disekolah ini yang menyukaimu.”

“Ne… Karena itulah aku menyukainya.” ucap Kai sambil berjalan masuk ke kelasnya karena hari ini ada pelajaran tambahan di sekolah.

“Kenapa harus ada pelajaran tambahan…” ucap Kai sambil berjalan gontai ke kursinya.

“Kita kan sudah kelas 3, tahun depan ujian. Kau sampai kapan mau bermalas-malasan? Setiap hari menahan ngantuk dikelas agar terlihat baik didepan yeoja yang kau sukai. Tapi aku yakin, otakmu itu tetap tak beroperasi.”

“Aku tidak suka materi yang dijelaskan dengan guru yang bicara terus menerus. Aku butuh PRAKTEK. ARRASEO?”

Ya, Kai memang tidak suka dicekoki materi pelajaran. Ia lebih suka praktek, liat saja hobinya, dance, tidak ada materi, tidak perlu membaca. Hanya perlu berlatih dengan praktek, itulah kelebihan Kai yang bisa menyerap sesulit apapun gerakan dancenya.

Hari ini pelajaran tambahan Matematika. Setiap hari Kai selalu menyempatkan diri, memanjakan matanya melihat Soora yang ada disampingnya, walaupun bangku mereka terpisah. Soora selalu serius saat belajar, Kai selalu takut mengganggunya. Padahal Ia sangat ingin bicara dengan Soora.

“Sosaengnim, …” potong Sehun ditengah-tengah penjelasan materi. Selalu seperti itu, bukan bertanya tak mengerti, dia pasti akan menanyakan hal lain menyangkut fakta, bahkan mengacaukan materi yang guru buat dengan pertanyaannya yang bisa dibilang, aneh, gila, sulit dan brilian.

“Ne, Sehun? Wae?”

“Rumus itu… Di buku tidak seperti itu, atas dasar apa kita bisa menggunakannya. Apa itu cara cepat?” tanya Sehun seolah meneror guru didepannya.

“Ah, bisa dibilang seperti itu. Ini rumus cepat, saat olimpiade matematika 2 tahun lalu, anak itu berhasil menemukan cara mudahnya, Luhan… Kalian ingat Luhan?”

Seluruh murid dengan sigap megayunkan kepalanya kearah Soora, kecuali Kai yang sedikit tak acuh dengan suasana sekitar. Soora yang terkejut mendengar nama yang disebutkan gurunya barusan, kini berpura-pura membolak-balikkan halaman bukunya. Satu tangannya mengepal, menahan getaran yang kembali Ia rasakan. Namja itu, Luhan.

 

-TBC-

 

9 pemikiran pada “Number One (Chapter 2)

  1. Hah?! Ada Luhan juga???
    Luhan jadi apa nya?? Mantan nya Soora kah???
    Eh, eh, tunggu bentar, Luhan ikut olimpiade mat?? Waahh, smart boy *mata berbinar*

    Lanjut thor, lanjut!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s