Biggest Secret of Kim Jongin (Chapter 2)

Title:    Biggest Secret of Kim Jongin (chap 2)

Author: A Bubble Tea

Main Cast:       -Kim Jongin EXO K

-Park Dee (OC)

Other Cast:      find them by your self

Note: annyeonghaseyoooo~ author kembali dengan sebuah ff absurd dan gaje lagi^^ kali ini author ngegandeng kai jadi cast di ff author karena ini spesial buat temen author yang biasnya kai. Namanya dea tapi author ubah jadi dee(?) oke ga penting author malah curhat¬_¬ ya ide murni hasil keringat author kalau ada kesamaan ide/cerita itu diluar kehendak author dan tolong hargai hasil kerja keras author dengan tidak mengcopy tanpa izin atau mengklaim ff ini sebagai karya pribadi. I’ll appreciate u guys, sorry for typos and happy reading guys^^

 

***

 

Author’s pov

Disebuah ruangan yang diketahui ruang makan itu seorang namja sedang duduk manis sambil menunggu kedatangan seorang yeoja, yeoja itu langsung duduk dihadapan namja itu dan menatapnya dengan sebal

“sudah kubilang jangan memanggilku chagi” ucap dee dengan kesal sambil mengaduk makanannya, namja didepannya pun hanya tersenyum

“ne ne, mianhae. Kan sudah kebiasaan” ucap namja itu sambil tertawa renyah dan menyantap makanannya

“waaah enak! Kau makin pintar memasak oppa!” ucap dee riang dan namja itu pun segera mengacak rambut yeoja didepannya

“gomawo chagiii”

“YAAA! Sudah kubilang kan…”

“hahaha mianhae, kan hanya ada kita berdua jadi tak apa dong aku memanggilmu begitu”

“aishhh, ne ne arasseo” ucap dee pasrah dengan perlakuan namja didepannya itu.

 

Kai’s pov

Aku masih duduk lemas di lantai kamarku dan merenungi siapa sebenarnya namja itu. suaranya begitu aku kenal tak mungkin orang itu kan? Tapi apa mungkin? Bagaimana bisa mereka saling mengenal? Tidak. Ini tidak mungkin. Aku mengacak rambutku frustasi dan menghela nafas panjang berkali kali.

Aku pun segera mengetik pesan pada kyungsoo hyung yang entah sedang berada dimana dia sekarang.

To: O_O hyung

Hyung, kau dimana? Bisa bertemu tidak? Aku ingin bercerita

Send. Tak berapa lama, sebuah pesan balasan masuk ke iPhone-ku

From: O_O hyung

Nee, aku sedang di perjalanan kembali ke dorm. Aku belikan kau beberapa snack dan bubble tea. Tunggu aku ya kkamjong-ah!

Aku tersenyum melihat balasan dari kyungsoo hyung, dia memang paling tahu apa yang kubutuhkan. Ya aku butuh snack untuk mengalihkan kekalutanku ini. aku pun bersandar dipinggiran kasurku dan menatap langit-langit kamarku dengan hampa. Sekelibat bayangan muncul disana, bayangan seorang gadis, Park Dee. Aku merindukannya, bahkan sangat merindukannya. Tapi entahlah, aku rasa dia memang sudah memiliki kekasih baru yang entah siapalah itu.

“kkamjoooong~” panggil sebuah suara membuatku tersadar dari lamunanku, kyungsoo hyung sudah berdiri diambang pintu dengan membawa beberapa plastik yang kuyakini berisi snack dan bubble tea.

“ah hyung, duduklah” ucapku sambil menepuk tempat disebelahku, segera saja kyungsoo hyung duduk disampingku dan mengeluarkan snack snack itu dari tempatnya.

“ini untukmu. Ohya ada apa?” tanyanya langsung padaku. Aku pun tersenyum miris dan mengambil salah satu snack didepanku

“gomawo hyung sudah membelikanku ini dan mau datang kesini. Hhh…hyung, sepertinya dee sudah punya namjachingu baru” ucapku lemah

“M….MWOOO?!” teriaknya dengan mata O_O sempurna.

“aku tadi menelfonnya…” ucapku lemah, karena mengingat bagaimana aku mendengar lelaki lain memanggilnya chagi selalu sukses merobek hatiku.

“lalu?” tanya kyungsoo hyung

“aku mendengar suara namja yang memanggilnya chagi dan dee langsung memutuskan sambungan telfonku.” Ucapku datar.

“mungkin kau hanya salah dengar kkamjong” ucap kyungsoo hyung berusaha menghiburku.

“mungkin” jawabku sambil menatap kosong ke luar jendela kamarku.

“tapi… rasanya suara namja itu begitu familiar hyung” lanjutku lagi

“eh? Familiar?” tanya kyungsoo hyung

“he em, rasanya aku sering mendengar suaranya. Aku ingin menebak tapi justru takut nanti tebakanku benar dan aku sakit hati sendiri”

“memangnya menurutmu siapa?” tanya kyungsoo hyung lagi dengan penasaran.

“ah ani ani. aku tak mau menuduh orang hyung. Akan kukatakan kalau aku sudah tahu pasti siapa namja itu, oke?” ucapku seraya berdiri dan mengambil jaketku

“oh okee, kau mau kemana?”

“mencari udara segar. Terimakasih ya hyuung!” ucapku sambil mengambil bubble tea dan sebuah snack lalu segera keluar dari kamar, kudengar teriakan kyungsoo hyung

“kkamjong! Pulanglah sebelum makan malam!”

“oke hyung!” teriakku lalu segera bergegas keluar dari dorm yang memang saat itu hanya diisi olehku dan kyungsoo hyung saja.

 

Author’s pov

Kai terus berjalan tak tentu arah, tentu saja dengan penyamaran yang sempurna agar tak ada yang mengenalinya.  Dia melihat kekanan dan kiri seakan mencari cari sesuatu, ya dia berharap bertemu dengannya sekarang. Bingo! Kai menemukan yeoja itu sedang duduk manis di café yang biasa mereka datangi saat masih bersama dulu, tanpa pikir panjang kai pun berjalan dengan agak cepat dan memasuki café itu. dia mengambil tempat duduk yang tak begitu jauh dari tempat dee sehingga dia bisa melihat jelas aktivitas gadis itu, gadis pujaannya.

 

Kai’s pov

Aku mengambil tempat yang tak begitu jauh darinya, dapat kulihat jelas dee sedang menyesap minumannya dan sesekali membetulkan letak kacamata yang membingkai manis kedua mata indahnya. Tanpa sadar aku tersenyum begitu melihatnya, ya aku memang sangat merindukan yeoja ini. yeoja yang sudah dengan bodohnya kutinggalkan. Aku terus memperhatikan apa yang dee lakukan, tiba tiba dia tersenyum dan melambaikan tangannya. Aku pun segera mengikuti arah matanya dan…

DEG!

Seketika itu juga rasanya jantungku seperti ditusuk. Terlihat dengan sangat jelas dee melambaikan tangannya kearah orang yang baru masuk ke café ini, dan dia seorang namja.  Yang lebih mengagetkanku bukanlah karena dee menemui seorang namja, tapi karena jelas sekali namja itu orang yang kukenal. Dia adalah…

 

Dee’s pov

Kuminum sedikit vanilla latteku sambil menunggu kedatangannya, memang sih aku yang terlalu cepat datang jadilah aku yang harus menunggunya, tak berapa lama kulihat sosoknya sudah tiba di café ini aku pun segera melambaikan tanganku sambil tersenyum. Tanpa pikir panjang aku pun sedikit berteriak memanggilnya

“oppa!!” teriakku dan membuat namja itu langsung berlari lari kecil kearahku dan mengacak rambutku lembut

“apa aku lama? Mianhae” ucapnya lembut dan duduk dihadapanku. Aku pun tersenyum dan menggeleng

“ani. aku saja yang datang terlalu cepat. Apakah latihanmu sudah selesai?”

“he em, sebenarnya aku minta izin sih hehe habis kalau aku mengikuti sampai selesai entah kapan aku bisa menemuimu chagi” ucapnya padaku dan tersenyum membuat semburat merah menghiasi wajahku

“yaaa! Sudah kubilang jangan memanggilku begitu…” ucapku namun dia hanya tertawa renyah

“ne ne, arasseo. Tapi kan hanya kita berdua yang dengar.”

“aishhh, terserah kau saja, luhan oppa” ucapku sambil kembali meminum vanilla latteku.

 

Kai’s pov

“aishhh, terserah kau saja, luhan oppa”

DEG

Hatiku seperti ditusuk 3buah pisau sekaligus. Ternyata tebakanku benar, namja itu luhan hyung. Ya, dari suara yang kudengar ditelfon memang itu suara luhan hyung. Tapi…kenapa mereka bisa saling kenal? Dan yah dia memanggilku dee-ku dengan kata ‘chagi’ walaupun dee tadi menolak dipanggil chagi tapi dia juga dulu berlaku seperti itu padaku karena takut ada media massa yang meliput kami. Begitu pun pada luhan hyung kan? Pantas saja beberapa hari ini sehun bilang luhan hyung tak pernah menelfonnya. Jadi begini… jadi mereka memang sudah berniat untuk berpacaran.

Aku pun segera beranjak pergi dari café itu, tak mau memperpanjang sakit hatiku dengan melihat adegan sejoli baru itu. sungguh, sekarang aku benar benar tak tahu apa yang kurasakan dan apa yang harus kulakukan. Gadis yang paling kucintai sekarang sudah menjadi milik orang lain, yang bahkan orang itu adalah hyungku sendiri.

Kulangkahkan kakiku dengan lemah, kukencangkan syal dileherku karena udara hari ini cukup dingin. Kutatap langit yang kian mendung, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Baru saja aku berpikir begitu dan sekarang hujan sudah turun membasahiku. Tak kupedulikan dirku yang basah kuyup, entahlah. Aku hanya berharap air hujan bisa membuatku lebih baik. Aku berdiri di tengah bahu jalan dan menunduk menatap kedua kakiku. Meskipun wajahku sudah sepenuhnya basah oleh air hujan, tapi aku tahu sekarang ada air mata yang juga membasahi kedua pipiku. Aku menangis. Lagi. Kuremas kedua tanganku dan merutuki diriku sendiri yang terlalu bodoh. Kubiarkan hujan yang semakin deras membasahi tubuhku. Aku terus terisak, namun tiba tiba kurasakan sesuatu melindungiku, sebuah payung? Aku pun sontak menoleh ke belakang dan kutemukan sosoknya sedang memayungiku

 

Author’s pov

Gadis baru saja selesai dari pertemuan singkatnya dan hendak berjalan pulang, dia membuka payungnya dan berjalan perlahan agar air yang menggenang tak terciprat ke baju ataupun sepatunya. Namun, langkahnya terhenti begitu melihat seorang namja yang berdiri tertunduk didepannya, namja yang begitu dia kenal. Segera ia berjalan dan memayungi namja itu

“kai? Gwenchana?” tanya yeoja itu sambil menatap khawatir pada namja didepannya.

“d…dee?” ucap kai terbata namun segera setelah itu ia ambruk

“YAAAA!!! Kai??? Kai???” dee sangat panik dan segera memapah tubuh kai yang jelas jauh lebih besar darinya. Tanpa pikir panjang dee segera menyetop sebuah taxi yang lewat dipinggir jalan dan meminta bantuan dari supir untuk membawai kai masuk ke dalam mobil

Di mobil, kepala kai terkulai dipaha dee sesekali dee mengecek panas tubuh namja yang terlihat sangat pucat itu.

“agashi, apa tidak lebih baik kita kerumah sakit?” tawar supir yang melihat prihatin pada keadaan kai tanpa menyadari siapa namja itu sebenarnya

“ani. antarkan saja ke blok e pak. Dia kerabatku kok” ucap dee, dia takut kalau dia membawa kai kerumah sakit namja itu akan terkena skandal. Ya, walaupun dia sangat panik dia masih bisa berpikir dengan jernih.

Begitu sampai di tempat tujuan, dee segera membayar uang taxi dan membawa kai masuk kedalam rumahnya. Kebetulan orangtuanya sedang pergi ke London sampai akhir tahun sehingga dia hanya sendirian di rumah itu. dee dengan susah payah merebahkan kai di tempat tidur kamarnya dan segera mengambil alat pengompres untuk kai.

Dia memandangi wajah kai yang sudah mulai membaik, dia menghembuskan nafas lega karena sekarang dia yakin panas tubuh kai sudah cukup normal. Baru sekali ini ia melihat namja itu jatuh sakit hanya karena hujan.

“apa yang kau lakukan ditengah hujan huh?” tanya dee sambil menopang dagunya dan menatap wajah kai lebih dalam. Wajah namja yang pernah mengisi hatinya, ah tidak. Selalu mengisi hatinya

Tibatiba sebuah tangan mengusap kepala dee perlahan membuat gadis itu sedikit kaget namun segera tersenyum menyadari pemilik tangan itu adalah orang yang paling dia rindukan.

“sudah baikan?” tanya dee pada kai yang masih mengusap pelan puncak kepalanya

“he em, karenamu. Gomawo” ucap kai lembut membuat dee menjadi salah tingkah dan segera menjauhkan tangan kai dari puncak kepalanya membuat namja itu sedikit kecewa.

“cheonma kai. Apa yang kau lakukan tadi hingga berdiri ditengah hujan?”

“heeem ani. aku hanya sedang berjalan jalan dan menikmati hujan”

“yaa. Sejak kapan kau jadi semelankolis itu huh?” tanya dee sambil meninju pelan lengan kai

 

Kai’s pov

Aku meringis kecil mendapati pukulannya dilenganku, pukulan yang begitu kurindukan. Tapi tidak, dia sudah tidak sendiri lagi. Aku tak boleh merebutnya, luhan hyung pasti lebih bisa membahagiakannya dibandingkan aku.

“dee” panggilku membuatnya menatapku dengan kedua bola matanya yang indah berwarna coklat

“ya?”

“nggg….kau….”

“yaa? Kenapa aku?”

“ani. kabarmu baik baik saja?”

“tentu saja aku baik, kau?”

“tidak. Aku merindukanmu…” ucapku pelan takut dia akan marah setelah mendengar ucapanku barusan

“….” Tak ada jawaban darinya, hanya ada keheningan yang mengisi ruangan itu. aku tak berani menatap wajahnya, pengecut? Ya. Aku terlalu takut melihat ekspresinya, takut dia mentertawaiku. Aku takut dia akan memandang jijik pada lelaki sepertiku.

“aku hanya bercanda dee hahaha” ucapku mencoba memecahkan keheningan.

“oh hahaha kukira kau benar benar merindukanku haha” jawabnya. syukurlah setidaknya suasana tidak menjadi canggung.

Aku menatap dee yang tiba tiba sibuk dengan iPhone-nya tanpa melirik kepadaku sedikitpun, dan bisa kutebak pasti dia sedang membalas pesan dari luhan hyung. Namja yang kini sudah menjadi kekasih barunya itu.

“kai, aku harus pergi sekarang. Tak apa kan?” ucapnya sambil mengambil tasnya

“he em, terima kasih. Aku juga harus segera pulang” ucapku, namun dia segera menahan tanganku dan menyerahkan sesuatu padaku

“apa ini?” tanyaku dengan bingung

“kau harus mengganti bajumu. Itu bajumu yang pernah kupinjam dulu. Pakailah itu, sekaligus kukembalikan padamu. Terimakasih yaaa” ucapnya dengan tersenyum dan menunjukkan eye smilenya. Sakit? Ya, hatiku sangat sakit. Aku pun hanya tersenyum dan mengangguk lemah lalu segera menuju kamar mandi dan mengganti bajuku.

 

Author’s pov

Setelah kai selesai mengganti bajunya, mereka berdua pun berjalan bersama keluar dari rumah dee. Kai hanya bisa menatap gadis disampingnya dengan sendu, dia merindukan gadis itu dan ingin sekali memeluknya. Tapi tidak, dee sudah menjadi milik namja lain.

Tak berapa lama dee pun menghentikan langkahnya dan menatap namja disampingnya

“kai, aku mau ke café disana itu. kau mau pulang kan? Berhati hatilah, ara?” tanya gadis itu sambil tersenyum

“nee, arasseo tuan putri. Kau juga berhati hatilah dan bersenang senanglaaah” ucap kai berusaha terlihat senang lalu pergi berlari meninggalkan dee sambil melambaikan tangan.

Dee pun berjalan menuju café yang memang sudah menjadi tempat favoritnya dan duduk di tempat yang memang juga menjadi tempat favoritnya. Dia lagi lagi menunggu seseorang. Tak lama, seorang namja dengan masker pun datang dan duduk dihadapan dee

“annyeong” sapa namja itu sambil tersenyum

“hei oppa” sapa dee dan menyodorkan namja itu menu

“kau tadi bertemu dengannya chagi?” tanya namja itu sambil membolak balik daftar menu didepannya

“he em. Dia tadi sakit.”

Namja itu hanya mengangguk dan membentuk huruf ‘o’ dengan mulutnya. Dan suasana pun menjadi hening kembali. Namja itu tahu persis dee sedang memikirkan kai dan dia tak mau mengganggu yeoja itu. karena menurutnya tak ada yang salah dengan masih mencintai mantan pacarmu.

 

Kai’s pov

Aku bisa melihat jelas dee bersama luhan hyung di café itu, tapi kali ini mereka tak melakukan banyak interaksi. Yang masih mengganjal pikiranku adalah kapan dan bagaimana mereka bisa saling kenal satu sama lain. Bagaimana mungkin hal sebesar ini luput dari perhatianku.

Aku terus menatap mereka dari kejauhan hingga kulihat mereka berdua beranjak pergi dari café itu dan berjalan menuju parkiran. Kujamin mereka akan pergi lagi dengan mobil yang luhan hyung bawa. Aku jelas tahu awan mendung bahkan hujan sudah memenuhi hatiku, aku merindukan gadisku, Park Dee-ku yang selalu dan selalu ketus namun pemalu. Selalu ada untukku. Memarahiku. Mengingatkanku ini dan itu. tanpa sadar aku justru mengikuti mobil luhan hyung yang memang sudah keluar dari parkiran. Aku pun segera memanggil taksi tanpa lupa mengencangkan maskerku. Alasannya? Karena aku KAI. Dan aku member EXO K.

 

***

 

Dee’s pov

Aku hanya menyandarkan kepalaku di jendela mobil milik luhan oppa, sesekali dia mengajakku mengobrol tapi jujur saja aku masih mengkhawatirkan namja itu. apa dia sudah sampai di dorm dengan selamat? Apa dia tidak akan dikenali oleh orang-orang? Semakin aku memikirkannya rasanya kepalaku mau pecah saja

“dee-ah, gwenchana?” tanya luhan oppa membuatku segera tersadar dari lamunanku

“ah? Ne?”

“gwenchana? Kau tidak apa apa kan?” tanya luhan oppa lagi

“ah iya, aku tidak apa apa kok.”

“benarkah? Apa kau ingin main ke dorm?”

“eh? Bolehkah?”

“he em. Mau? Kalau mau aku bisa mengajakmu. Tenang saja”

“tapi kalau ada dia….dan melihatku bersama oppa…”

“aigooo, ayolah. Tak usah khawatir!”

Aku pun hanya bisa mengangguk dan tersenyum. Secara tidak langsung aku mengiyakan ajakan luhan oppa untuk pergi ke dorm exo k. pasti sehun oppa akan sangat senang mengetahui luhan oppa sendirian datang ke korea dan menemuinya, tapi aku? Entah apa yang akan member exo k katakan saat melihat seorang gadis yang-entah-siapa datang ke dorm mereka bersama luhan oppa.

Begitu aku sadar dari lamunanku yang entah keberapa kalinya, kurasakan dengan jelas tangan luhan oppa sudah mengusap kepalaku pelan dan dia tersenyum

“ayo turun, chagi”

“ne oppa” ucapku dan segera turun dari mobil. Kutatap sekitar dorm mantan kekasihku itu, sama seperti dulu. Ketika pertama kali aku diajaknya kesini dan dia memamerkan kamarnya padaku padahal dia harus berbagi kamar dengan d.o oppa. Aku pun tersenyum kecil begitu mengingatnya. Namun seketika senyumku memudar begitu aku menyadari sosok yang sedang berada dihadapanku dan juga luhan oppa.

 

Author’s pov

Luhan dan dee baru saja keluar dari mobil dan berjalan menuju dorm, seorang namja berjalan dengan sangat hati hati takut keberadaannya akan diketahui dua orang didepannya. Dengan sigap dia sedikit berlari dan sudah berdiri di depan kedua orang yang sekarang sedang menatapnya dengan sangat kaget.

“apa yang kalian berdua lakukan disini? Luhan hyung? Dan kau….park dee?” pertanyaannya itu meluncur dari bibir tebal namja itu, kai. Dengan susah payah kai mencoba untuk tidak menunjukkan emosinya didepan hyung dan mantan kekasihnya itu

“kkamjong?” tanya luhan hyung yang memang sangat kaget

“annyeong hyung, kalian berdua? Saling kenal?” tanya kai sekali lagi. Mencoba berpura pura tidak tahu apa apa. Bersikap biasa walau sebenarnya dia sedang benar benar sakit.

“ah ya, aku mengenalnya sudah sangat lama kkamjong. Yaaa chagi, kau tak pernah bercerita tentangku pada kkamjong?” ucap luhan tanpa ragu sedikit pun saat mengucapkan kata ‘chagi’ di depan kai membuat namja itu hanya bisa menggigit bibirnya dan meremas tangannya sendiri

“ah..eng…mianhae oppa.” Jawab dee ragu ragu sambil menundukkan kepalanya. Bukan, dia bukan takut dia hanya mencoba untuk menutupi rasa sakit didadanya melihat kai menemuinya dengan keadaanya dia sedang bersama luhan.

“ah, sudahlah sekarang kan aku sudah tahu hehe. Ayo kalian masuk!” ucap kai sambil menunjukkan senyumnya. Senyum TERPAKSA-nya. Luhan merangkul pundak Dee dan menuntunnya masuk kedalam dorm. Kai pun hanya menghela nafas melihat kedua punggung itu lenyap dari hadapannya dan dia pun berjalan gontai ke dalam dorm.

 

***

 

Kai’s pov

Aku hanya duduk di sofa yang terletak tepat disebrangnya, menatapnya dengan tatapan kosongku dan mencoba memfokuskan pikiranku. Sekarang dee ada dihadapanku tapi dia sudah bukan untukku lagi. Aku harus meminta penjelasan darinya. Aku harus tahu bagaimana bisa dia dan luhan hyung saling kenal dan menjalin hubungan sedekat ini tanpa sepengetahuanku.

Aku pun berdiri dan mendatangi dee yang sedari tadi hanya sibuk dengan I-phonenya. Dia menatapku bingung sekaligus linglung membuatku sedikit bingung juga apa yang harus aku katakan

“bisa…kita bicara sebentar?” tanyaku hati-hati takut yang lain mendengarku

“bicara? Tentu. Bicara apa kai?” tanyanya balik padaku

“maksudku berdua. Diluar.”

Dia pun mengangguk mengerti dan segera berdiri. Aku berjalan duluan namun dapat kudengar jelas suara luhan hyung dibelakang kami

“dee-ah, mau kemana?” tanya luhan hyung

“aku mau mencari udara segar dengan kai, oppa” jawab dee. Oh Tuhan dia bilang mencari udara segar? Apa aku hanya sebatas pemberi udara segar untukmu sekarang?

“oh oke baiklaah” ucap luhan hyung menandakan dia sudah mengizinkan kekasihnya pergi bersamaku. Sakit? Ya. Dulu aku bebas mengajaknya pergi kemanapun dan tak ada yang bisa bertanya ataupun melarangnya kecuali aku dan orangtuanya.

 

***

 

Kami berjalan cukup jauh dari dorm, beruntung sekarang sudah malam jadi aku tak butuh penyamaran. Aku hanya memakai celana pendek dan sebuah kaos berlengan panjang, sedangkan gadis disampingku ini memakai baju yang sama seperti tadi siang. Aku hanya menatapnya, kosong. Aku memalingkan wajahku lurus kedepan dan memutar otakku mencari bahan pembicaraan untuk kami.

“kai” panggilnya membuatku tersadar dari lamunanku dan menoleh kearahnya

“wae?” tanyaku

“apa yang ingin kau bicarakan?”

“nggg….itu…..” ucapku terbata karena sejujurnya aku tak bisa mengatakan apa yang menjadi tujuan utamaku mengajaknya keluar

“apa?”

“kau dan….dia”

“dia? Siapa?”

“lu…han hyung. Kalian hmmm pacaran?” tanyaku sambil memasang muka yang tidak enak, setidak enak perasaanku tiap kali menyadari bahwa posisiku sudah tergantikan oleh seseorang.

“aku tak perlu menjawabnya” ucapnya singkat dan segera memalingkan wajahnya dariku. Aku tahu dee, aku tahu kau masih menyayangiku.

“yaaa! Jawab pertanyaanku”

“ani. tanpa kujelaskan kau harusnya sudah mengerti, lagipula apa urusanmu?”

JLEB!

Aku terdiam dan bengong begitu mendengar kalimat yang meluncur dari bibir kecil milik gadis kesayanganku itu. “lagipula apa urusanmu?” dia benar, apa urusanku? Aku hanya sekedar mantan kekasihnya. Aku tak berhak mempunyai rasa ingin tahu berlebih mengenai kehidupannya lagi. Aku sudah bukan siapa-siapanya lagi.

“ani. aku hanya bertanya kok hehe maaf” ucapku sambil tertawa. Terpaksa.

“yaya, kau hanya ingin bertanya soal itu?” ucap dee santai sambil kembali menatapku. Oh ayolah, tak sadarkah kau seberapa buntunya pikiranku setiap kau menatapku seperti sekarang ini?

“nggg ya….kurasa” jawabku asal

“kalau begitu lebih baik kita kembali ke dalam. Pasti semua khawatir” ucapnya lalu berjalan mendahuluiku. Kau selalu mendahuluiku dee, bahkan dalam hal melupakan kenangan pun sepertinya kau mendahuluiku.

 

Dee’s pov

Aku berjalan mendahuluinya, menahan air mataku dan menarik nafas panjang. Pertanyaannya tadi sudah lebih dari cukup untuk membuatku shock dan menyadari bahwa dia masih memperdulikanku. Lalu kenapa dia memutuskanku? Kenapa dia yang dengan mudahnya mengatakan untuk break? Bukannya aku mau lari dari kenyataan kalau aku yang mengiyakan tapi dia yang memberi tawaran dan sejujurnya aku sudah sangat lelah jadi memilih untuk menyudahi semuanya. Tapi bukan berarti rasa itu sudah benar benar hilang, hanya saja aku tak bisa memungkiri ada seseorang yang lain yang mulai mengisi hatiku dan aku rasa bukan hal yang egois jika aku melupakan kai demi orang itu.

“dee-ah, kenapa kau diam terus?” tanya sebuah suara dengan hangat membuatku tersadar

“mwo? Tidak. Aku tidak kenapa napa oppa hehe”

“eh? Bohong, ceritakan padaku. Kau kenapa? Apa yang tadi kalian bicarakan diluar?” tanyanya. Ya dia Luhan. Sekarang kami sedang dalam perjalanan pulang, sepertinya sedari tadi dia mengajakku bicara didalam mobil tapi pikiranku terlalu penuh dengan masalah.

“oppa… dia bertanya apa kita berpacaran atau tidak” ucapku sambil menatap lurus kedepan

“he? Jinjja? Lalu?” tanyanya dengan excited gaya khasnya

“tidak tahu. Aku hanya menjawab kalau itu hal yang tak perlu aku jawab”

“aish, jahatnya kau ini. kenapa tidak kau bilang saja kalau kita hanya berteman?”

“haruskah?”

“bukannya kau masih menyukainya? Dan pada kenyataannya memang kita hanya berteman”

“tidak. Aku tak mau” kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirku. Ya, aku pun tak mengerti kenapa aku membenci setiap kali luhan mulai menekanku dengan topic aku-kai-masih saling sayang.

“waeee? Apa dia melakukan kesalahan?” tanyanya dengan muka bingung

“ani oppa. Aku yang melakukan kesalahan.”

“apa maksudmu?” tanyanya lagi tapi kali ini dia langsung mengurangi kecepatan mobil dan menatapku

“aku…….terus berpikir bahwa perasaanku pada kai begitu besar hingga aku sendiri lelah untuk menghadapi kenyataan dia yang tak pernah bisa dengan tegas mengatakan pada SM bahwa dia sudah memiliki kekasih. Aku lelah dengan fans fans yang sangat menginginkannya padahal aku sudah memilikinya. Aku tahu aku egois sampai akhirnya aku yang memilih untuk meninggalkannya dan aku tahu aku salah karena saat tadi aku jelas tahu dia masih memikirkanku walaupun mungkin hanya sedikit. Hanya saja…..” kalimatku terhenti, kutarik nafas dalam dalam

“hanya saja?” tanya luhan

“hanya saja…….pikiranku sudah dipenuhi….” Ucapku terbata. Aku tertunduk. Pundakku bergetar. Menangis? Ya aku menangis. Aku hanya merasa semua ini sudah salah sejak awal. Aku menangis dalam diam dan menunduk. Aku tak mau luhan oppa melihatku dalam keadaan lemah begini apalagi jika dia tahu aku sedang memikirkan lelaki selain kai.

GREP!

Kurasakan sebuah tangan meraih pundakku dan memeluknya erat, kuangkat kepalaku dan menyadari luhan oppa memelukku sangat erat. Mataku sukses membulat menyadari apa yang sedang luhan oppa lakukan padaku

“op….oppa….” ucapku masih agak terisak.

“sudah. Sudah cukup dee. Aku juga manusia biasa dan aku juga memiliki perasaan” ucapnya serius sambil terus memelukku membuatku memutar habis habisan otakku untuk mencerna kalimatnya

“apa maksud oppa?”

Luhan oppa mengangkat wajahnya dan mensejajarkannya dengan wajahku, menatapku lurus dengan serius membuatku sedikit bersemu karena tatapannya itu

“aku tahu ini mungkin akan membebani pikiranmu, tapi aku tahu jelas seperti apa dirimu. Aku sudah mengenalmu jauh lebih lama dari kai mengenalmu. Aku tahu ini mungkin akan menjadi awal yang sedikit buruk”

“apa maksudmu oppa? Katakan dengan jelas apa maksudmu?” tanyaku bingung sekaligus tak sabaran dengan apa yang ingin luhan oppa katakan padaku karena terlalu berbelit belit dan membuatku semakin pusing.

Kulihat luhan oppa menarik nafas panjang dan menggenggam tanganku erat. Ada perasaan yang tak jelas mendatangiku, ya aku tahu pasti ini akan menjadi awal dari apa yang paling aku takutkan selama ini. kulihat luhan oppa bersiap melanjutkan kalimatnya aku pun kembali terfokus. Dan kalimat itu pun meluncur dari mulutnya membuatku kaget dan terbengong mendengarnya

“aku mencintaimu. Aku ingin kau menjadi yeojachinguku.”

 

To Be Continued—

 

Annyeong!! Chap 2 akhirnya selesai juga dan mulai gajelas gini hahaha maafin author yaaa abis bingung ya semoga di chap 3 bisa nemuin penyelesaian deh ya. Bytheway jangan segan segan ya comment&like ^^ gomawo for reading chingu<3

 

Iklan

17 pemikiran pada “Biggest Secret of Kim Jongin (Chapter 2)

    • hello, huhuhu aku udah ngirim chap 3 dari lama nih tapi karena email exofanficid eror jadi aku baru bisa kirim ulang chap 3 mian buat lama menunggu 😦

  1. hhhuuuaaa,,,,
    aauutthhoorrr,,,,
    kao harus tanggung jawab karena sudah membuat saia penasaran setengah hidup (?),,,
    d’tgu lanjutan’na,,,
    jgan laammaa lllaaammmaaa,,, 😀

    • halo, maaf ya aku baru kirim ulang chap 3 karena baru sempet huhu mian udah buat nunggu lama gini :((( semoga kamu masih inget ff ini hiks

  2. udah baca part 1 nya dan…..
    hooi..thor….penasaran tingkat dewi saya… #ditimpuk
    kai sama ane aja deh….*ganyambung* *readers minta digaplok(?)*

    next part asap!! hwaiting!!

  3. Waw~ fantastic^^ Amazing~
    weh… si Dee di rebutin dua namja kece 😀
    *coba gue yg di rebutin luhan sama kai* *huss ngawur*.. 😀
    Btw lanjut chingu^-^

  4. author, aku baru baca part 2nya loh. dan keren banget!
    luhan oppa suka ke dee? ckckck kok bisa –”
    aku izin baca pt 1 nya ya author 🙂
    harap cepat lanjut ke pt3 nya. kekekee 😀

    • hayyyy terimakasih yaa! hehehe maaf banget part 3nya baru aku kirim ke sini karena baru tau masalah email mereka yang di hack. dan baru sempet juga mianhaeeee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s