Please, Stop The Time (Chapter 1)

Title : Please, Stop The Time (CHAPTER 1)

Author : Hayamira (HayashiMirai)

Genre : Romance, Friendship, Married Life Story

Rating : PG-15

Length : Chaptered

Cast :

Jung Na Eun/Nana (Ocs)

Kris (EXO-M)

Oh Se Hun (EXO-K)

Kim Jong Hyun (SHINee)

Choi Min Ho (SHINee)

Other cast will be appear soon ~~ XD

Summarize :

 

Please Stop the time

I wanna be with you always

I looked up the sky searching for you

please stop the time

 

-oOo-

 

 

#AUTHOR POV#

 

Tokyo, 2 Years Ago

 

“Oh Se Hun, Oh Se Hun”

“Iya? Ada apa ?”

“Ini, handphonemu tertinggal”

“Oh, Gomawo”

 

Se Hun melihat layar handphonenya, ada 14 missed call. Se Hun kaget melihatnya, siapa yang menelponnya 14 kali seperti ini. Dia membuka menu missed callnya, ternyata Onew, teman satu klub perpustakaannya.

 

Trrrt… Handphonenya berdering lagi, dan Se Hun hanya tersenyum tipis mengangkatnya

 

“Harus 14 kali Hyung menelponku? Hyung seorang Fans ya?”

“Aku sedang tidak ingin bercanda. Aku serius! Ini gawat !”
“Ada apa?”

“Nana… Jung Na Eun… dia…kau”

“Kenapa Nana? Dia baik-baik saja kan disana?”

 

Se Hun tersenyum cerah mengingat gadis bernama Nana. Gadis itu adalah gadis yang Se Hun sukai sejak SMA dulu. Seorang gadis yang sangat sederhana.

Se Hun melihat boneka beruang berukuran sedang yang memegang tulisan ‘NANA’ dan bunga mawar. Dia sudah berencana mengatakan kalau dia menyukai Nana sejak dulu. Rasanya Se Hun ingin kembali ke Seoul secepatnya, setelah urusannya di Tokyo selesai.

 

“Ini bukan kabar baik bagimu”

“Maksud Hyung?Hyung… Aku kan sudah bilang sepulang dari Tokyo aku akan menyakatan kalau aku…”

“Kau terlambat. Kris, temanmu itu… akan menikah dengan Nana”

 

Se Hun merasa seperti mimpi. Kris dan Nana…. apa? Mereka tidak saling mengenal, tapi kenapa?

“Hyung, kau tidak bercanda, kan?”
“Tidak, aku serius. Kris, aku tidak tahu jalan pikiran Kris, tapi Kris melamarnya barusan”

 

Hadiah untuk Nana Jatuh dari tangan Se Hun. Se Hun terpaku ditempatnya berdiri. Seketika semuanya terhenti pada waktu itu. Se Hun tidak tahu, apakah dia bisa pulang ke Seoul atau tidak. Semuanya terhenti pada waktu itu.

 

***

2 Years Later

 

Kris terbangun dengan harum masakan dari dapur rumahnya. Dia pun bangkit dan berjalan dengan malas mengambil handuk.

 

“Pagi, Kris. Mau Sarapan?”tanya seorang gadis bercelemek sambil memegang spatula. Kris memandangi gadis itu malas.

“Nanti saja, sesudah aku mandi”jawab Kris sambil berlalu. Gadis itu sedikit cemberut, namun kembali tersenyum cerah dan kembali melanjutkan masakannya.

 

Seusai mandi, Kris masuk ke kamar dan agak kaget karena semua pakaiannya telah rapi, dan tersusun di tempat tidurnya.

“Gadis bodoh” ujar Kris sambil memakai baju. Setelah memakai baju dan bersiap, gadis periag tersebut muncul lagi.

 

“Nah, Kris, kau mau apa, aku sudah masak nasi goreng kimchi, japchae, atau kau mau roti?”tanya gadis periang itu.

“Nana, berisik! Aku bisa mengurusnya sendiri, cerewet!” omel Kris sambil duduk dan mengambil selembar roti, mengoleskannya dengan selai stawberry dan menuangkan segelas susu.

“Kris, kau mau aku ambil…”

“Berisik “ ujar Kris dingin memotong kata-kata gadis periang itu. Gadis itu tersentak kaget, lalu menunduk

“Baiklah, aku tidak akan menganggumu””ujar gadis itu lalu masuk ke dalam kamarnya.

 

Kris menghela napas, tersenyum sinis dan menghabiskan sarapannya.

 

“Kris, ini bekal untukmu. Kumohon, jangan dibuang”mohon gadis periang itu. Kris yang memandang sinis gadis itu,mengambil dengan tidak rela makanan tersebut, lalu pergi, tanpa mengucapkan salam.

 

Gadis itu cemberut, matanya berkaca-kaca

 

 

#Nana POV#

 

Hah, aku menerima omelan  Kris lagi hari ini. Hampir setiap hari, sejak kami menikah, aku menerima omelannya. Apa salahku? Aku tidak cerewet, menurutku. Aku memperhatikannya, karena dia suamiku. Jadi, wajar kan? Merepotkan

 

“Nana, Nana, NANA!”panggil seseorang. Aku menoleh dan tersenyum lebar, Amber datang. Aku geser sedikit tempat dudukku, menyisakan tempat untuknya.

“Hey, Selamat pagi, Amber”sapaku ramah.

“Pagi, Nyonya Kris”katanya. Aku mencubit lengannya.

“Aauuuu, sakit!”keluhnya. Aku hanya tertawa melihatnya.

 

“Nana, apa kau dengan Kris baik-baik saja?”tanya Amber. Wajahku pucat pasi mendengarnya. Aku menarik napas pelan, memikirkan jawabannya.

“Hmm. Daijoubu”jawabku sekenanya.

 

Sebenarnya, walaupun Kris bertindak dingin padaku, dia tidak pernah memukulku. Tapi, semenjak aku menjadi istrinya, menyentuhkupun saja tidak. Kami tidur di ranjang, kamar yang berbeda. Aku pun tidak terlalu mengerti pikiran suamiku, tapi apa boleh buat. Aku turuti semua kata-katanya, karena aku mencintainya.

 

Flashback

 

“Hey, JUNG NA EUN, atau NANA, KEMARI” panggil Kris di tengah lapangan kampus. Aku berjalan sedikit canggung, ada apa ini.

Aku sampai, menunduk, tidak berani melihat apa yang akan dilakukan oleh Kris, sang idola kampus.

 

“Menikahlah denganku”katanya. Nyaris tidak kedengaran.

“Apa?”kataku

“Aku bilang, menikahlah denganku, Nana”pintanya. Aku terbelak kaget

 

 

 

“Nana, Nana, heh, Jung Na Eun NANA!!!”teriak Amber. Aku kaget, ternyata aku menghayalkan kejadian 2 tahun yang lalu.

“Ya?”

“Kita sudah sampai. Ayo turun”tarik Amber.

 

***

 

Badanku rasanya capek sekali. Remuk, seharian melayani klien. Tapi, aku senang, karena mereka semua puas dengan kinerjaku. Aku jadi ingin memasak enak buat   Kris nanti.

 

“Aku pulang”ujarku.

Sepatu Kris? Berarti dia sudah pulang. Saatnya bertanya apa yang mau kumasakkan untuknya. Aku berjalan ke kamarnya, mengetuk pintunya.

 

“Apa?”sambut Kris.

“Kris, hari ini aku mau masak spesial karena aku senang, kau mau aku masak apa?”tanyaku ceria. Kulihat raut muka Kris, sepertinya sebal denganku.

“Terserah denganmusaja” jawab Kris.

“Kumohon”ujarku lagi sambil memelas. Kris terlihat jengkel padaku.

“Masakkan aku Spaghetti seafod Pesto,  Cheese Cake dan Orange Soda. Jangan lupa, sup tomat”ujar Kris, lalu menutup pintu.

 

Aku pun berganti baju, dan meraih celemk ku unutk memasak.

 

#Author POV#

 

Rasakan, kau pikir mudah membuat semua nya, pikir Kris..

 

Di dalam kamar, Kris hanya melihat sekilas ke arah pintu, lalu kembali meneruskan pekerjaannya.

 

Dari tadi, Kris termenung didepan layar laptop, dia tidak punya ide untuk menulis lagu atau menggubah lagu, yang selama ini menjadi pekerjaannya. Otaknya kosong, pikirannya hampa. Kris memejamkan matanya, berusaha mencari ide untuk lagu barunya.

 

Ada apa ini, pikirnya. Tidak biasanya dia sepereti ini. Selama 2 tahun terakhir, dirinya,   Kris sudah menjadi penulis dan penggubah lagu yang populer di industri musik korea. Berbagai lagu populer di industri musik korea, sebagian besar dialah penulisnya, atau dia penggubah lagunya.

 

Kris menghela napas, kembali lagi mencoba mencari ide lagunya. Kali ini, ada proyek besar untuknya. Sebuah boyband populer di Korea, sedang menrancang rencana comeback mereka. Dan Kris dipilih menjadi composer lagu mereka juga penulis lagu mereka. Temanya tidak susah, hanya seorang laki-laki yang jatuh hati pada kelembutan figur seorang wanita. Tema itu sudah berkali-kali Kris angkat untuk menjadikan lagu, sebelumnya. Namun, kali ini pikirannya macet.. Tangannya tidak bisa menyalurkan idenya, walaupun hanya sebuah kata. Tidak ada. Sudah 2 jam dia terpatung seperti ini. Dia menggemertakkan giginya, sebal sekali.

 

“Akh!” gerutu Kris kesal, sambil mengacak-acak rambutnya. Kris mengoyak kertas yang ada dihadapannya, lalu membuangnya sembarangan dikamarnya. Suasana hatinya tidak karuan saat ini

 

Trrrrttt…. Trrrtt

“Yoboseyo? Kris disini”

“Hai, Kris. Ini aku, Min Ho, apa kabar?”

“Tidak baik jika harus tinggal dengan gadis bodoh nan polos seperti Nana. Kenapa kau menelponku? Kau punya gadis untuk dijadikan pasangan?”

“Hey, kau ini bicara apa, kau sudah punya Nana. Istrimu, haha”

“Jangan bicara sembarangan”

“Ayo kita hang out lagi, dengan Jong Hyun dan Se Hun. Mau?”

“Tentu saja. Aku mau mencari pasangan pengganti Nana. Kapan?”

“Terserah”

“nanti kukabari kapan ada waktuku”

“Ya ya, karena selalu bersama Nana”
“Diam”

 

Kris menutup pembicaraannya dengan Min Ho , sesama gengnya pada saat kuliah. Dia mendongak, melihat foto pernikahannya dengan Nana. Di foto tersebut, Kris sama sekali tidak tersenyum, sementara Nana tersenyum lebar dengan balutan gaun berbahan dasar silk dan putih. Cantik.

Nana cukup cantik mengenakkan baju tersebut. Senyumnya terkembang, dengan lesung pipinya yang semakin mempermanis dirinya.

 

“Apa yang kupikirkan?”ujar Kris, memukul kepalanya sendiri.

 

Pernikahannya dengan Nana sebenarnya tidak dilandasi dengan cinta. Tidak, Nana mencintainya, sementara dirinya, Kris, tidak mencintai Nana. Kris menikahi Nana hanya karena taruhan dengan temannya, Jong Hyun, dan Min Ho . Nana tidak mengetahui ini, dan terus berpikir bahwa Kris mencintainya, sungguh bodoh.

 

Sudah dua tahun dia menikah dengan Nana. Tidak ada yang spesial, Kris seperti mendapatkan pembantu yang bersedia melakukan apapun demi dirinya.

Tapi, kenapa Kris bisa tega sekali melakukan ini kepada Nana? Perang batin terjadi di dalam dirinya

 

“AHHHHH!!!!” teriak Kris mengacak acak rambutnya.

 

 

“Kris, semuanya sudah siap”ujar Nana dari luar. Kris terbelak, hebat juga Nana, batinnya. Dengan enggan, Kris keluar dari kamarnya. Nana memandanginya heran

“Kris, sejak kapan kau menulis lagu di wajahmu sendiri?”ujar Nana menahan tawa.

“Apa maksudmu?”tanya Kris sebal

“Wajahmu, lihat wajahmu. Juga badanmu, tanganmu. Ha Ha Ha”tunjuk Nana tertawa. Kris segera berlari ke arah cermin, dan sangat kaget karena apa yang dilihat Nana benar.Mungkin noda ini karena tadi dia mengacak-acak rambutnya saat memikirkan Nana. Sial, gara gara Nana aku begini, batin Kris.

 

Kris pun berlari,berniat mengambil handuk namun dicegat oleh Nana.

“Kau mau kemana, Kris? Sini kubersihkan”kata Nana pelan. Kris hanya mengangguk saja, dan mengajak Nana duduk.

 

Nana mengambil handuk, air hangat dan air bilasan. Dia mencelupkan handuk ke dalam air hangat, lalu mengusapkan perlahan ke wajah Kris. Nana melakukan itu dengansangat hati hati, dan penuh perhatian. Melap seluruh noda spidol di wajah dan tangan  Kris. Penuh perhatian, dan kasih sayang.

 

Kris melihat Nana, termenung melihat Nana. Dengan penuh perhatian, dia melap wajah dan tangannya yang kotor. Melap dengan hati-hati. Ekspresi wajah Nana belum pernah dilihat oleh Kris. Begitu lembut, penuh dengan kasih sayang dan cinta.   Kris terus memperhatikan ekspresi wajah Nana, cukup lama sampai   Kris hanyut dalam pikirannya dan pikirannya buyar ketika Nana mengucapkan sesuatu.

 

“Nah, aku sudah membersihkannya, sini aku membilasnya”ujar Nana, menambil handuk yang lain, dan membilas dengan pelan wajah Kris. Kris menikmati sentuhan Nana, yang lembut dan nyaman diwajahnya.

 

Nana membersihkan daerah pipi, yang paling banyak coretan. Tanpa sadar, wajah   Kris menjadi merah semu. Sementara Nana masih serius membersihkan wajahnya,   Kris juga masih terus memperhatikan Nana. Nana beralih ke arah bibir dan hidung Kris. Wajah   Kris semakin merah semu, ketika Nana melap bibirnya lembut. Jantungnya juga terus berdegup kencang dari sejak Nana membersihkan mukanya.

 

Nana kemudian membilas tangan Kris. Sentuhan jemari Nana semakin membuat   Kris semakin tak karuan. Nana menunduk,   Kris melihat ekspresinya dan membuat wajahnya semakin merah.

 

“Kris, kenapa wajahmu merah?” tanya Nana. Kris menggeleng

“Air itu panas sekali, membuat wajah dan badanku menjadi merah saja”ujar ketus Kris, menyembunyikan faktanya. Nana menunduk

“Maafkan aku, ayo makan, aku sudah masak semua yang kau inginkan”ujar riang Nana.

 

Kris duduk di meja makan. Nana menyiapkan semuanya. Sekali lagi, Kris memperhatikan wajah Nana yang serius menyiapkan makan malamnya.

 

Ekspresi apa ini… mengapa terlihat indah sekali? Batin Kris. Kris terbuyar dari lamunanya, apa yang dia pikirkan sungguh tidak masuk akal.

 

“Ini. Spaghetti Seafood Pesto, Orange Soda, Cheese Cake. Aku sengaja memasak special, karena hari ini aku senang sekali”ujar Riang Nana. Kris hanya memandang dingin menu, yang terlihat lezat.

 

“Aku makan, ya”ujar Kris.

 

***

 

“Enak sekali masakanmu, Nana”puji Kris setelah menghabiskan semuanya. Nana tersenyum lebar

“Gomawo-yo” ujar Nana senang.

 

Lagi-lagi perasaan ini, menyebalkan, batin Kris. Satu tahun bela an ini, sering muncul.

 

“Aku tidur duluan, Kris. Selamat Tidur”senyum Nana sambil masuk ke dalam kamarnya.

 

Kris masih duduk termenung. Kris lalu memegang dadanya,

“Apa aku jatuh cinta pada Nana? AH tidak mungkin. Tipeku bukan gadis bodoh kayak dia. Tapi, Ah tidak mungkin Kris, tidak mungkin. Seorang Kris, tidak mungkin menyukai gadis bodoh, lugu, menyebalkan, cerewet seperti dia. AH TIDAK MUNGKIN!!!”ujar Kris sendiri.

 

“Kris, kau bicara dengan siapa?”tanya Nana keluar karena mendengar teriakan Kris.

“Tidak, aku hanya bernyanyi”ujar Kris menghindar.

“Kau tidak terdengar menyanyi, tapi bicara, sungguh”

“Berisik!” bentak Kris. Nana kaget, tanpa kata-kata masuk ke dalam kamarnya.

 

***

 

#Nana POV#

 

Aku tidak bisa tidur jadinya. Memikirkan perlakuan Kris yang selalu membentakku, marah, bahkan tidak pernah tersenyum sedikitpun. Apa dia memang tidak ikhlas menikahiku? Lalu kenapa dia menikah denganku?

 

“Ampuni hambamu ini, ya Tuhan”gumamku pada diriku sendiri.

 

Kris, tidak ada satupun mimpiku yang menandakan kalau aku akan menjadi istrinya kelak. Dia, Kris, lansung saja melamarku dengan lantang di tengan lapangan kampus. Aku juga heran, untuk apa dia lansung melamarku. Namun, kutepis semua pikiran konyol itu.

 

Diantara mereka berempat, Kris MinHo JongHyun dan Se Hun, aku hanya akrab dengan Se Hun. Ya, satu-satunya lelaki yang menurutku paling baik. Percaya atau tidak, aku dulu menganggap Kris itu jahat. Namun, lelaki jahat itu, sekarang aku justru menyayanginya.

 

Handphoneku berbunyi. SMS dari Amber.

 

Hey, Nana…

Jangan lupa besok ya, traktir aku dan Onew di kedai Ramen dekat kantor. Selain itu, selamat karena proyekmu yang terpilih…

 

NB : Jangan hiraukan kata-kata manusia papan es seluncur itu, J

 

Hah? Manusia Papan Es Seluncur? Langsung saja, aku tersenyum membacanya. Tapi kalau dipikir, dia memang dingin. Juga galak. Jutek, sombong.

 

“Kenapa aku membahas ini? Nana Tottemo Bakka”kataku , lalu beranjak tidur.

 

 

 

 

 

16 pemikiran pada “Please, Stop The Time (Chapter 1)

  1. genrenya .. ak suka. married life.

    cara penulisan? bagus ..
    typo? kuaknya hampir gk ada ‘-‘)?
    cman .. pas pergantian POV, ada # . sedikit mengganggu pemandangan, mungkin (?) ehehe ._.v
    fighting for next chapter ^^9

Tinggalkan Balasan ke sasasasa Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s