One Sided Love (Part 1)

one-sided love copy

OneSided Love

Author           : GaemLin

Genre                        : Sad, Angst

Cast                :

  • Park Hyojin
  • Park Chanyeol

Author nyoba gaya baru dalam dunia tulis menulis nih, semoga aja gak nyeleneh dan gak mbosenin ya. Jangan lupa kalo udah baca ninggalin jejak, 1 jejak kalian sangat berarti bagi author.

FF ini juga udah pernah di post di blog author www.ourkpopfanfiction.wordpress.com

Hyojin POV

Di sinilah aku, bersembunyi di balik tiang di koridor sekolah. Kalian pasti berfikir jika aku murid yang akan di bully ataupun murid yang akan kena hukuman dan kabur, tapi bukan itu alasan kenapa aku berdiri di balik tiang ini. Aku sedang mengikuti sesorang, bukan mengikuti sebenarnya aku sudah terbiasa membuntutinya.

Kemana anak itu? Aish, kenapa jalannya secepat kilat?

Sudah hampir 2 tahun aku menjalani kehidupanku yang seperti ini. Awal pertemuan kami memang tak spesial, tapi itu sangat berkesan bagiku.

Flashback

“Aish, nasi goreng kimchi lagi. Bosan, eomma bosan” gerutuku sambil mengambil sendok dan baru saja akan memulai memakan nasi goreng ini.

“Wah, nasi goreng kimchi! Boleh aku minta sedikit? Eomma-ku jarang memasak.” Seseorang mengagetkanku. Aku mendongak dan….

OMONA! Seorang makhluk yang tampan nan tinggi menjulang berambut coklat berada di hadapanku. Oh God! Kenapa jantungku ini? Aku belum ingin mati, kenapa jantungku berdetak cepat sekali? Setahuku tidak seorangpun dari keluargaku yang mempunyai garis penyakit jantung, akupun sehat sehat saja.  Wae?

“Boleh tidak?” namja itu menyadarkanku dari ketakutanku terhadap penyakit jantung.

“Eoh? Kau mau? Ambillah separuh! Eomma memberiku makanan seolah aku kuda nil.”

“Jinjja? Gomapta. Untung ada kau, kalau tidak aku bisa mati.” Katanya dengan gaya yang cukup berlebihan.

“Ah ya, Park Chanyeol imnida. Nuguya?”

“Park Hyojin imnida. Panggil saja Hyojin”

“Ah Hyojin-ssi?”

“Hyojin saja.”

“Hyojin saja?! Ne, Hyojin saja. Kajja kita makan!”

“Hyojin. Just Hyojin”

“Just Hyojin? Boleh boleh, Just Hyojin aku minta separuh ya? Hehe” dia tertawa tergelak. Omona! Dia bertambah mempesona saja dengan tawa lepasnya, neomu kyeopta! Sangat polos, seperti tidak mempunyai beban.

“Just Hyojin? Okeelah. Terserah kau mau memanggilku apa. Lalu aku harus memanggilmu apa? Tiang listrik berjalan?”

“Tiang listrik? Aku tahu aku itu tinggi dan tampan, tak usah kau beri tahupun aku seluruh dunia tahu kalau aku ini makhluk paling tampan. Huhu~” dia terlalu berbangga diri, tapi akui itu memang benar.

“Haha~ percaya diri sekali Park Chanyeol ini.” Kataku sambil menyendok nasi goreng. Kami berduapun makan.

“BABY DON’T CRY TO NIGHT~~~”

“Upss… mian aku  menganggu kalian?” kok perasaanku gak enak ya? Aku tahu itu si Byun Baekhyun, tukang gosip kelas kakap. Bisa habis aku kena bahan ledekan seluruh kelas.

 

*** One-Sided Love ***

 

Benar dugaanku, di papan tulis tertulis ‘PARK HYOJIN DAN PARK CHANYEOL CINTA SEPANJANG MASA’ dengan huruf besar besar dan dengan kapur berwarna MERAH! Ingat MERAH! Aku segera menghapus tulisan norak itu, apa banget! Ini tahun 2011! Bukan tahun 70-an yang tren pake begituan. Setelah aku berkonsultasi dengan Do Youngra –sebenarnya bermarga Lee, tapi aku lebih suka memanggilnya begitu, karena pipinya akan bersemu merah jika aku mengingatkannya tentang Do Kyungsoo dan itu sangat lucu- , itu ternyata bukan penyakit jantung tetapi itu FALL IN LOVE. Jelas saja aku tak tahu, aku bahkan belum pernah menyukai seorang namja. Jadi kau tak tahu bagaimana rasanya FALL IN LOVE itu dan aku tak tahu itu anugerah atau musibah karena Park Chanyeol, FIRST LOVE AT FIRST SIGHT-ku adalah orang yang HYPER!

***

Biasanya aku hanya bisa melihat Chanyeol dari jauh. Ya, kadang kadang aku mendekat, sekedar penasaran saja dengan apa yang di tertawakan. Jika Chanyeol sudah tertawa biasanya aku menghampiri dan mulai menunjukkan bakat terpendamku ‘MELAWAK’. Kalian tahu, Chanyeol tertawa paling keras saat aku melucu. Kalian tahu bagaimana perasaanku? Walaupun aku harus bertingkah konyol di depan kelas, aku senang karena bisa membuat Chanyeol tertawa. Walau harus di cap sebagai yeoja tak punya malu, tak masalah bagiku asal Chanyeol tertawa karenaku.

 

*** One-Sided Love ***

 

Choi Junhee, seorang yeoja pindahan dari Busan membuat posisiku tergantikan. Yeoja itu jauh lebih lucu dan lebih cantik di bandingkan aku. Chanyeol lebih sering tertawa bersamanya daripada tertawa bersamaku. Aku senang, walaupun Chanyeol tidak tertawa karenaku tapi Chanyeol masih bisa tertawa. Itu lebih baik dari pada melihatnya bersedih seperti minggu lalu. Dulu, jika aku maju ke depan kelas biasanya seluruh kelas akan menyorakiku dengan kata ‘HYOYEOL’.  Sekarang bahkan tidak ada seorangpun yang menyorakiku ‘HYOYEOL’ walaupun aku bertingkah aneh seaneh apapun. Kini Junhee yang mendapat julukan ‘JUNYEOL’. Junhee, duduk sebangku denganku dan aku akrab dengan Junhee. Itu yang membuat hatiku agak sakit. Temanku sendiri dekat dengan orang yang kucintai.

Flashback End

Tuhan sangat baik kepadaku, aku bahkan di beri kesempatan untuk sekelas dengan Chanyeol. Walau hanya setahun, itu sudah lebih dari cukup. Bisa mendengarnya tertawa saja aku sudah senang.

NEOGATEUN SARAM TTO EOBSEO~~

Aigoo, bel sudah berbunyi. Aku harus segera masuk sebelum Mr. Jung memakanku hidup hidup.

“KYA!!! AWAS!!!” aku berlari menerobos rintangan yang ada. Aku lupa kalau Mr. Jung memberiku tugas minggu lalu dan aku belum mengerjakannya. Kalian tahu? BELUM MENGERJAKANNYA!!! Aku bisa gila! Hancurlah Image-ku di mata eomma dan appa.

CITTT

Aku meluncur menggunakan sepatuku layaknya penari ice skating profesional.

TERLAMBAT!!!

Aku benar benar terlambat! Seharusnya aku sadar kalau Mr. Jung selalu datang 10 menit sebelum bel istirahat berbunyi, oke aku akui guru ini memang menyebalkan. Mengorupsi waktu istirahat muridnya.

“PARK HYOJIN! Dari mana saja kau?!” kata Mr. Jung penuh amarah.

Tuhan kirimkan aku mukjizat-mu agar bisa lolos dari maut.

“A…aku…”

“Dia tadi bersamaku, Seongsaengnim. Membantuku mengerjakan soal yang Seongsaengnim berikan di perpustakaan. Iya kan Hyojin?”

Tuhan, kau sangat baik. Aku bahkan belum selesai mengamini doaku, Engkau sudah mengirimkan bala bantuan yang sangat membantu.

“Benarkah itu, Hyojin?”

Aku hanya menangguk, aku tak bohong. Aku memang mengikuti Park Chanyeol di perpustakaan, tapi untuk membantunya itu adalah kebohongan kecilku.

“Kemarikan tugasmu, Chanyeol. Dan kau Hyojin! Ingat! 10 menit sebelum istirahat selesai kau harus masuk dalam kelas!” apa apaan guru ini? Sudah waktu istirahat hanya 15 menit, dipotong 10 menit lagi. Apa guru itu tak tahu bagaimana mengantri di kantin? Rasanya seperti tawuran. Ingat TAWURAN! Kalau begitu kenapa tak ganti saja bel masuk istirahat dengan kata kata

‘  juggo, jugigo ssaugo oechigo igeon jeonjaengi aniya ‘

Aku duduk di samping Youngra.

“Pabo! Kenapa kau lupa?”

“Lupa apa?”

“Aish! Pabo! Ige. Aku berusaha keras menyamakan tulisanku dengan tulisanmu, tapi tak bisa. Kau tahu? Aku terlahir untuk menulis dengan indah, tidak sepertimu tulisan seperti seismograf.”

“Ah~ gomapta, kyungsoo~” OMO! Liatlah! Ada apa deengan yeoja ini? Padahal aku hanya menyebutkan nama Kyungsoo, tapi kenapa mukanya memerah. Hahaha… tell me what is love?

*** One-Sided Love ***

Oh no! Aku seperti terkena serangan jantung saat aku mendengar bahwa Junhee dan Chanyeol berpacaran. Pabo! Seharusnya kau senang! Bukan sedih! Hyojin pabo! Hyojin pabo!!!! Kau kuat Hyojin! Kau pasti bisa merelakannya.

Baru beberapa langkah dari tempatku berpijak, aku melihatnya.

Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.

CHANYEOL BERCIUMAN DENGAN JUNHEE!

Aku berlari menuju atap sekolah, mencoba menenangkan emosiku. Aku menahan air mataku sekuat yang aku bisa, kenapa sesesak ini? Aku bahkan tidak bisa bernapas dengan baik. Aku mencoba memukul mukul dadaku, berharap bisa melegakan sesaknya. Itu bahkan tidak berarti apa-apa, tidak ada efeknya. Ini malah membuatku semakin sesak. Park Chanyeol, kau sukses membuatku terlihat menyedihkan di mata Tuhan dan malaikat-Nya.

GREP

Kurasakan seseorang memelukku dari belakang, mengusap kepalaku dengan lembut. Dari aromanya aku tahu siapa ini.

“Wae? Kenapa kenyataan begitu menyakitkan? Aku sudah mencoba untuk berbahagia untuknya, tapi tak bisa. Kenapa terasa sesak sekali, Youngra? Kenapa? Aku bahkan tidak bisa mengontrol air mataku ini. Aku tak tahu Youngra, ini sungguh rumit.” Aku masih memukul mukul dadaku dalam pelukan sahabatku, mencoba meradakan sesak itu. Pertahananku runtuh. Aku menangis karena seorang namja.

“Apa yang terjadi? Ceritakan padaku?” katanya sambil berusaha menenangkanku lewat usapan lembutnya di punggungku.

“Aku melihatnya, Youngra-ya. Aku melihatnya. Dengan mata kepalaku sendiri. Aku melihat mereka.”

“Melihat apa? Kau melihat ap… Astaga Hyojin! Hyojin, sabar Hyojin. Aku tahu ini sangat berat bagimu. Apa kau tahu? Aku juga sama, Kyungsoo sudah berpacaran dengan Soyeon. Kau harus menenangkan dirimu Hyojin-ya. Bukankah kau bertekad untuk membuat Chanyeol bahagia? Aku ingat dulu ada seorang yeoja manis, dengan bangganya dia berkata ‘Aku akan membuatnya bahagia, walaupun aku harus terluka, walaupun air mataku turun, aku tak peduli, asalkan Chanyeol bahagia akupun ikut bahagia.’” aku terhenyak mendengar kata kata Youngra, ya dia benar! Aku tak boleh begini. Seharusnya aku tahu konsekuensi dari ‘mencintai dalam diam’.

“Youngra, mianhae. Mianhae” aku semakin mengeratkan pelukanku dengan Youngra, Youngra menangis denganku.

“Kau tidak bersalah, tidak ada yang salah. Ini hanya takdir. Dan jangan pernah salahkan takdir. Karena takdir akan membawa kita ke dalam kebahagian yang sesungguhnya.” Dia menangis sambil mengeluarkan kata kata mutiaranya. Setelah sekian lama menangis bersama…

“Youngra, ini jam pelajaran siapa?” aku mulai tersadar.

“OMO! PABO! Ini MR. JUNG!!!!” aku bisa gila!!! Baru saja aku bangkit dari keterpurukanku, sekarang bencana yang lebih besar menantiku.

“JINJJA?!”

“NE!!!” aku dan Youngra segera menyeka air mata kami dan berlari menuju kelas.

“Lho? Hyojin? Kata Youngra kau sakit? Kenapa sekarang lari lari? Kau sudah sembuh?”

“Eh? Begini Songsengnim, tadi.. saya agak pusing jadi saya memutuskan untuk menghirup udara segar dulu.” Jelasku dengan, yah sekenanya.

“Bukannya istirahat di UKS seperti kata Youngra?”

“Ehh….  uhmm… iya, Songsaengnim. Tadi setelah dari UKS saya baru menghirup udara segar.”

“Oh… syukurlah kalau begitu. Jangan lupa belajar. Arrasso?”

“Ne, songsaengnim”

***

Aku berjalan di koridor bagian belakang sekolah, iseng lebih baik daripada menangis. Iyakan? Aku benarkan?

Dari kejauhan aku melihat sesorang, sosok yang sangat kukenal.

BRAAKKK

Dia terjatuh. Kenapa dia? Walaupun dari jarak yang lumayan jauh tapi aku bisa memastikan tidak ada apapun yang bisa membuatnya terjatuh atau terpeleset.

Aku berniat menolongnya. Namun, seseorang membuatku tak bisa mendekat.

Junhee

Yeoja itu sudah menolong Chanyeol dan di sinilah aku. Melihat pemandangan yang amat menyakitkan.

***

Jam olahraga adalah jam yang paling ku benci setelah pelajaran Mr. Jung. Aku bahkan tak memiliki bakat walaupun hanya sekedar berlari. Huh, menyebalkan. Aku bahkan tak bisa bermain basket.

Hey! Bukankah itu Chanyeol? Dengan lihainya dia memainkan bola sebentar lagi dia pasti akan memasukkan bola itu ke dalam ring. Fighting Chanyeol!!!

BRAKKK

MWO? Dia terjatuh? Bahkan tak ada siapapun yang menghalanginya. Berani bertaruh, lapangan itu tidak licin. Kenapa Chanyeol sering jatuh akhir akhir ini?

Kemarin di belakang sekolah, Rabu lalu dia terjatuh sewaktu berjalan di perpustakaan, Selasa lalu di jatuh di dekat laboratorium, Senin aku melihatnya jatuh saat pembubaran upacara dan aku melihatnya jatuh di depan gerbang sekolah, apakah Park Chanyeol seceroboh itu?

Aku berlari menolongnya, tapi karena kemampuan lariku di bawah rata rata maka aku hanya bisa melihat Chanyeol di bopong oleh temannya.

PABO!!!! HYOJIN PABO!!!

Aku mengikuti teman teman Chanyeol ke UKS.

“Hyojin! Kau kan yeoja, obati Chanyeol ya? Aku akan memintakan izin ke Songsaengnim dulu. Gomapta” kata Baekhyun, sebelum aku menjawab dia sudah melesat layaknya pesawat.

“Chanyeol-ssi? Mana yang sakit?”

Dia menunjuk kakinya, mungkin terkilir. Aku memeriksanya, ternyata benar kakinya terkilir. Oke, akan aku tunjukkan bakat terpendamku lainnya.

“Aigoo, ini terkilir. Tahan sebentar,ne? Mungkin ini agak sakit.”

KRAAAKK

AARRGGGHHHHH!!!

Aku menarik kaki Chanyeol setelah memijatnya. CHANYEOL BERTERIAK KENCANG SEKALI!

“YA! Kau harus menahannya, sebentar lagi selesai.” Kataku  sambil mengoles kakinya dengan minyak apa aku juga tak tahu namanya.

“Arrghhh, sakit sekali Hyojin-ya.”

“Tahan sebentar, tak akan lama. OMO! Lututmu!” aku kaget melihat celananya robek dan tereksposlah luka di lutut Park Chanyeol. Aku mengobati lutut Chanyeol, agak ngeri memang melihat lututnya yang berlumuran darah.

“Apa ini sakit?” tanyaku hati hati.

“Pabo! Tentu saja sakit, dasar Hyojin! Haha…” di saat seperti ini dia masih bisa bercanda, CHANYEOL-SSHI JJANG!!!

“Aish, kau ini. Nah, selesai!” aku memamerkan hasil kerjaku.

BRAKKK

“OMO! Chanyeol?! Kenapa kau bisa begini?” junhee muncul dengan wajah paniknya.

“Uhmm… sebaiknya aku kembali ke lapangan. Annyeong Junhee-ya, annyeong Chanyeol-sshi!” aku keluar dari UKS, mengapa rasa sesak itu ada lagi? Aku harus kuat. Fighting Hyojin!!!

***

Siang yang terlalu indah untuk hatiku yang mendung, eomma tidak memberiku uang saku. T-T

Loh? Bukannya itu Chanyeol?  Mau apa dia di tangga menuju atap?

Aku merasa ada yang aneh dari gerak gerik Chanyeol, seperti akan jatuh?!

“Chanyeol-sshi!” aku memanggilnya, tepat saat Chanyeol mulai oleng dan jatuh terguling guling di tangga.

“Chanyeol-sshi!!!!” aku mencoba menolongnya, UKS tidak mungkin bisa menolongnya. Tuhan berikan hamba-Mu ini pertolongan, kumohon.

“Astaga! Nona Hyojin, kenapa dengan tuan ini?” Tuhan terima kasih, Kau telah mengabulkan doaku.

“Ahjussi, tolong bawa ke rumah sakit sekarang juga.”

“Tapi bagaimana dengan sekola…”

“Gwaenchana, nanti saya akan menjelaskan pada sekolah.”

***

At Hospital

“Uisa-nim, apakah Chanyeol sudah sadar?”

“Tenanglah, lukanya tidak parah.”

“Khamsahamnida, Uisa-nim.”

Habis rasanya hatiku melihat kejadian tadi, bagaimana tidak? Melihat orang yang kau cintai terkapar berlumuran darah, itu sangat mengerikan.

Chanyeol POV

Park Uisa menyuruhku untuk menemuinya.

“Hyojin-ya, Gomapta.” Kataku pada Hyojin yang menolongku.

Aku berjalan menuju ruangan Park uisa.

***

Aku keluar dari ruang Park uisa.

“A..apa itu semua benar?” Hyojin sudah ada dihadapanku.

“Apa?” aku tak mengerti apa yang dibicarakannya.

“Seberapa parah?” aku terdiam.

To be continued….

Tinggalkan jejeak, please..

Khamsahamnida^^

Iklan

12 pemikiran pada “One Sided Love (Part 1)

  1. Annyeong chingu! ^^ daebakk! Nice ff! Ide ceritanya kereeen bikin penasaraan omonaaa park chanyeol *—,* geregetan ih bacanya.-. Hyojin aaaaa baik bangett._. ffnya jjang! Daebakk bahasanya enak (?) cuma satu chingu kekurangannya ^^ alurnya terlalu cepet, coba kalau alurnya lebih diperlambat dan diperjelas pasti tambah seru terus tambah bikin penasaran ^^ ditunggu next partnya chinguuu ^^

  2. Kereeenn…
    Apalagi tokoh cowoknya pacar saya (baca:PARK CHANYEOL)
    Kyahahahahaha XD
    Aku penasaran nih..FFnya juga seru banget..
    Ayo, yang cepet lanjutannya..
    Jangan lama2 lho thor, hahahaha XD
    Aku tunggu lho ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s