What is Love?

what is love _ poster

Tittle : What is Love?

Author: byeol7

Main Cast:

– Choi Ahra

– Oh Sehun

– Kim Jong In a.k.a Kai

Genre: Friendship, Romance

Length: Oneshoot

Ini FF pertama saya yang saya kirim ke exofanfiction. Mohon kritik dan sarannya. Bisa kunjungi blog pribadi saya di http://beylicious7.wordpress.com. Gomawo~

***

Ahra POV

“kenapa kau lama sekali Thehunie? Aku bosan”

“mianhae Ahra, tadi pelatih basket mengajakku ngobrol sebentar”

Aku hanya memanyunkan bibirku mendengar pernyataan Sehun. Sehun adalah sahabatku, kami begitu dekat. Rumahku berada tak jauh dari rumah Sehun. Entah sejak kapan kami berteman, sejak kami masih sangat kecil. Kami selalu bersama, bermain bersama, bersekolah di sekolah dan kelas yang sama.

Sehun POV

Ahra terlihat begitu lucu ketika sedang marah. Setiap hari kami selalu berangkat ke sekolah dan pulang bersama-sama. Bahkan ketika aku ada latihan basket, ia rela menungguku meski aku tau itu adalah hal yang membosankan.

Aku sangat menyayanginya sebagai sahabat, meski aku tau rasa sayang ini mulai tak wajar. Aku mencoba untuk membendung perasaanku karna takut akan merusak persahabatan kami.

Author POV

Mereka berdua berjalan bersama sampai di depan rumah Ahra

“aku pulang dulu Thehunie, jangan lupa kerjakan PR matematikamu!” ucap Ahra seraya membuka pagar rumahnya.

“untuk apa aku mengerjakan PR jika ada kau yang sudah menyelesaikannya” jawab Sehun meledek.

“dasar kau namja pemalas yang pabo, aku tak akan mau mengerjakannya lagi untukmu” jawab Ahra ketus.

“jinjja? kau kan tau aku sangat payah dalam pelajaran matematika”

“sudahlah, akui saja kau memang namja Pabo! Pabo!” ledek Ahra yang kemudian berlari masuk sambil melambaikan tangan.

“YA! berani kau ya, lihat saja besok!”

-keesokan harinya-

Ahra POV

Kemana Sehun, bel sudah berbunyi kenapa dia belum muncul juga? Tidak biasanya dia terlambat seperti ini. Biasanya setiap pagi dia slalu menjemputku dan berangkat ke sekolah bersamaku. Tadi pagi aku sudah menunggunya tapi karna Sehun tak kunjung datang jadi aku putuskan untuk berangkat terlebih dahulu.

Songsaenim sudah masuk ke kelas, ‘dimana Sehun?’ aku terus bergumam dalam hatiku.

Songsaenim masuk bersama seorang namja. Siapa dia? Aku tak pernah melihatnya sebelumnya.

“silahkan perkenalkan dirimu” ucap songsaenim kepada namja tinggi itu. Kuakui dia lumayan tampan.

“annyeonghaseo, aku murid baru disini. Kim Jong In Imnida, Kalian bisa memanggilku Kai.” ucap namja itu lalu membungkukkan badannya.

“sekarang kau boleh duduk. Carilah bangku yang kosong.” ucap songsaenim yang hanya dibalas anggukan oleh namja itu.

Dia berjalan kearahku dan kemudian duduk dikursi sebelahku. Aku hanya membulatkan mataku ketika ia duduk disampingku. ‘Itu tempat duduk Sehun’ batinku. Tapi dia sudah terlanjur duduk, tak mungkin aku mengusirnya.

Namja itu tersenyum kepadaku dan mengulurkan tangannya.

“Kai imnida”

“Choi Ah Ra, kau bisa memanggilku Ahra” aku membalas uluran tangannya dan memperkenalkan diri.

Author POV

‘tok tok’

Sehun mengetuk pintu seraya mengatur nafasnya yang tersengal karena tergesah-gesah.

“jam brapa ini?” ucap songsaenim sambil mengerutkan keningnya dan melihat ke arah arloji di tangan kanannya.

“mi-mianhae songsaenim aku terlambat”  jawab Sehun lalu menghela nafas panjang.

“ya sudah cepat duduk ketempatmu”

Sehun POV

Aku menghela nafas panjang setelah berlari dari rumah karena kesiangan. Sesaat aku terdiam melihat ada seorang namja asing yang sedang duduk dikursiku, disamping Ahra.

‘hey siapa dia?’ tanyaku dalam hati. Dia terlihat akrab dengan Ahra. Semakin membuatku bertanya-tanya. Ahra menatapku seolah ingin mengatakan sesuatu, namun aku langsung memalingkan wajahku dan berjalan menuju sebuah bangku yang kosong dibelakang.

‘Hari ini aku benar-benar sial’ gumamku sambil merobek kertas yang ada dihadapanku.

Pagi ini aku kesiangan hingga datang terlambat dan kemudian aku melihat Ahra duduk dengan seorang namja yang tak ku kenal.

Author POV

Bel istirahat telah berbunyi, semua murid berhamburan keluar kecuali Sehun, Ahra dan Kai.

Sehun masih terpaku ditempat duduknya, kemudian Ahra mendekatinya berniat mengajaknya ke kantin bersama.

“Thehunie ayo kita ke kantin.” Ajak Ahra

“aku sdang tidak lapar, kau pergi saja sendiri” jawab Sehun tanpa melirik kearah Ahra.

“jinjja? Padahal aku mau mengajakmu ke kantin bersama Kai. Oh iya kau kan tadi terlambat, dia murid baru disini”

“annyeong, aku Kai” Kai mengulurkan tangannya, tapi Sehun malah mengacukannya.

“ehm, sepertinya Sehun sedang tidak enak badan, kalau begitu kita pergi ke kantin berdua saja Kai, kajja!” ucap Ahra mengajak Kai.

Sehun semakin geram, dan akhirnya ia gebrakan meja dengan keras.

Sepulang sekolah Sehun berjalan sendirian keluar dari gerbang. Kemudian tiba-tiba Ahra menarik tangan Sehun dan menggenggamnya.

“hey kau ini kenapa Thehunie, tidak biasanya.” ucap Ahra, namun Sehun tak membalas ucapannya.

“kau marah padaku karena aku berangkat terlebih dulu tadi pagi?”

“…”

“tadi pagi aku sudah menunggumu, tapi kau tak juga datang. Jadi kuputuskan untuk berangkat sendiri.” Ahra terus menggoyang-goyangkan tangan Sehun.

“sudahlah” jawab Sehun kemudian mengibaskan tangan Ahra. Namun Ahra kembali menggenggam tangan Sehun, semakin erat.

“kau ini seperti anak kecil sekali. Tidakkah kau bisa bersikap lebih dewasa? Masa hanya karna itu kau marah.”

“bukan karna itu pabo! Lagi pula usiaku hanya terpaut 3 bulan lebih tua darimu, jadi jangan menyuruhku bersikap lebih dewasa.”

“lalu kenapa? Akui saja kalau kau memang tua. Atau jangan-jangan kau marah karna Kai?”

“untuk apa aku marah pada namja itu?”

“hanya karna kursimu di duduki olehnya kau sampai semarah ini? Aishh, kau kekanak-kanakan sekali Oh Sehun.”

“sudah diam kau!” Sehun kemudian melepaskan genggaman Ahra dan melingkarkan tangannya ke leher Ahra.

“kau ini apa-apaan? Lepaskan aku!” pinta Ahra mencoba melepaskan pitingan tangan Sehun.

“aku tak akan melepaskanmu, ini pembalasan untukmu karna sudah membuatku jengkel hari ini.”

“cepat lepaskan aku! Sampai kapan kau akan memitingku seperti ini hah?”

“sampai kita sampai di depan rumahmu!”

“lihat saja akan ku laporkan kau pada eommamu!”

Ahra POV

‘drrrt drrrt’

Ku lihat handphoneku bergetar, saat ku buka ada sebuah pesan dari Kai. Dia memintaku mengajarinya soal matematika yang tak ia mengerti sepulang sekolah besok.

‘hmm baiklah sepulang sekolah temui aku di perpustakaan’

jawabku singkat.

-keesokan harinya

Author POV

Sehun dan Ahra berangkat ke sekolah bersama seperti biasa. Sehun kembali duduk di kursi yang ada disamping Ahra. Dan Kai terlihat anteng duduk dikursi belakang.

Sepulang sekolah,

“Thehun hari ini aku tak bisa pulang bersamamu, tak apa kan?” tanya Ahra pada Sehun.

“ne gwaenchana, memangnya kau mau kemana?” jawab Sehun.

“aku mau ke perpustakaan sebentar.”

Sehun POV

‘dasar anak rajin’ gumamku dalam hati. Sebenarnya tadi aku juga ingin mengatakan bahwa aku ada latihan basket siang ini, tapi sepertinya dia terburu-buru.

Ahra POV

Aku bergegas menuju perpustakaan, Kai pasti sudah menungguku disana. Dan firasatku benar, dia sudah duduk dengan beberapa buku yang sudah ia siapkan.

“menunggu lama?” ucapku yang langsung duduk disampingnya.

“baru saja. Memangnya kau dari mana?”

“aku hanya berpamitan kepada Sehun agar pulang terlebih dulu.”

“hmm, apa dia kekasihmu?”

Sontak aku tertawa dengan pertanyaan Kai. Banyak orang yang mengira bahwa aku dan Sehun berpacaran, jadi aku tak terlalu kaget dengan pertanyaan itu.

“bukan, dia sahabatku. Kami berteman sejak kecil. Wajar saja kalau aku dan Sehun terlihat begitu dekat.”

“ya aku lihat memang kalian sangat dekat.”

“tapi dia tidak sepertimu, dia sangat malas belajar. Dia hanya tertarik pada basket.”

“setiap orang memang berbeda-beda. Apa kalian tak pernah memiliki kekasih?”

Kali ini aku cukup terkejut dengan pertanyaan Kai, aku hanya menjawab seadanya.

“ti-tidak, kami tidak tertarik.”

Lalu kami melanjutkan mengutak-atik beberapa soal. Pertanyaan yang aneh.

Sehun Pov

Hari ini latihannya hanya sebentar, aku sudah bisa pulang sekarang. Tapi aku teringat akan Ahra, apa dia masih di perpustakaan? Aku akan melihatnya. Setidaknya jika dia masih disana mungkin kami bisa pulang bersama.

Aku berjalan menuju perpustakaan. Belum sampai masuk, langkahku terhenti disamping jendela perpustakaan. Jantungku terasa berdetak lebih cepat ketika ku melihat Ahra sedang berdua dengan Kai di dalam perpustakaan. Aku mencoba meredam amarahku. Aku berlari keluar dari sekolah. Entahlah dadaku terasa begitu sesak.

Mungkin perasaan ini memang sudah terlalu berlebihan. Aku tak mengerti, apa ini yang dinamakan cinta? Rasa sayangku kepada Ahra mulai terasa berbeda. Aku ingin mengungkapkannya, tapi aku tak ingin merusak persahabatan kami.

Beberapa hari berlalu, aku mencoba bersikap seperti tak terjadi apa-apa. Tapi aku tak bisa memungkiri tetap saja ada yang bergejolak dalam hatiku.

Akhir-akhir ini aku sibuk dengan latihan basketku, karna tim sekolahku akan mengikuti turnamen nasional. Dan akhir-akhir ini pula aku tau Ahra selalu pulang bersama Kai. Menyebalkan. Sekuat tenaga aku berusaha untuk menahan perasaanku, meski aku tau ini begitu menyakitkan.

Ahra Pov

Aku merasa ada yang aneh dengan sikap Sehun. Aku tau dia sedang sibuk latihan untuk turnamen mendatang. Tapi sesibuk apapun dia, dia pasti ada waktu untuk kami. Aku hanya mencoba mengerti.

Author Pov

‘drrrt drrt

Handphone Ahra berbunyi, ia mendapat sebuah pesan singkat dari Kai.

‘apa kau ada acara malam ini? Ada yang ingin aku sampaikan.’

‘sepertinya tidak ada. Baiklah, temui aku di cafe dekat kompleks rumahku jam 7.’ Jawab Ahra

Sehun Pov

Hari ini entah aku begitu merindukan Ahra, aku putuskan untuk datang ke rumahnya malam ini tanpa memberitahunya. Aku ingin memberinya kejutan.

Tapi ketika aku baru keluar dari rumahku, kulihat Ahra berjalan keluar dari rumahnya dan berjalan menuju taman. Dia mau kemana batinku. Kemudian aku lihat dia masuk ke dalam cafe. Aku terus mengikutinya dari jauh.

Lagi-lagi dadaku terasa sesak, aku tak mengerti. Aku melihat Ahra menuju sebuah meja, dan kulihat Kai sudah menunggunya.

Aku tak terlalu mendengar apa yang mereka bicarakan, karena suara musik yang cukup keras di dalam cafe. Dadaku terasa semakin sesak ketika melihat Kai menggenggam tangan Ahra. Mataku membulat ketika kulihat Kai mencium lembut jari-jari Ahra. Hey apa yang dia lakukan! Aku semakin geram ketika melihat Kai mulai membelai wajah Ahra.

Author Pov

‘BUKK!’

Sehun sudah tak bisa lagi menahan emosi dalam dadanya, ia menghantamkan sebuah pukulan ke pipi kiri Kai. Kai sedikit terkejut, namun kemudian ia pun tak kalah keras membalas tonjokan Sehun. Mereka terus beradu. Beberapa pengunjung cafe hanya terdiam seolah tengah menonton film laga. Ahra berusaha melerai, namun ia tak kuasa karena dia hanya seorang wanita.

“HENTIKAN!”

“KALIAN INI APA-APAAN? SUDAH CUKUP, KU MOHON HENTIKAN!!!” teriakan Ahra, namun tak dihiraukan oleh kedua namja itu.

‘PLAKK!’

Sebuah tamparan mendarat dipipi kiri Sehun. Seketika Sehun langsung bangkit, dan kemudian berlari menuju taman meninggalkan Kai dan Ahra yang masih terpaku di dalam cafe.

Ia tak menyangka Ahra akan menamparnya. Rasa sakit ketika Kai memukul wajah Sehun seperti lenyap. Tamparan dari seorang yang sangat ia sayangi lebih menyakitkan. Jantungnya seolah tergores samurai yang tajam. Hingga tanpa sadar sebuah cairan bening mengucur dari kedua  kelopak mata Sehun. Ia terisak menahan sakit di dadanya. Ini yang selalu sehun takutkan. Rasa sayangnya begitu besar kepada Ahra membuatnya kehilangan kendali.

“aku hanya takut kehilanganmu Ahra, maafkan aku.” ucap Sehun lirih ditengah tangisnya.

Sehun Pov

Aku sangat menyesal. Ku genggam erat dadaku mencoba mengurangi rasa sakit ini. Namun tiba-tiba ku rasakan sebuah tangan hangat melingkar di perutku, memelukku dari belakang.

“bukan maksudku untuk menamparmu Thehunie, maaf. Aku hanya tak tau bagaimana caranya untuk menghentikan kalian berdua. Kenapa kau jadi seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi padamu?”

Ku tarik tangannya dan berbalik menatapnya, mendekatkan wajahku dengan wajahnya.

“Kau tau, aku benci melihatmu bersamanya!”

Ku lihat Ahra memejamkan matanya. Aku tak tega melihat ia meneteskan air mata.

“aku slalu cemburu melihatmu berbicara ataupun dekat dengan namja lain. Aku tak pernah menginginka yeoja lain selain dirimu. Aku ingin hanya aku yang bersamamu, bukan dia! Semua itu karna aku mencintaimu Ahra. AKU TAKUT KEHILANGANMU!! Harusnya kau tau itu”

Kulihat Ahra semakin terisak.

Ia memelukku erat. Air mataku ikut mengalir. Rasanya lega setelah mengatakan semua. Sesak di dadaku kini mulai berkurang.

“maafkan aku yang tidak peka Thehunie. Aku mencintaimu lebih dari siapapun, ku mohon percayalah.”

Ku belai lembut rambutnya yang halus. Bisa ku rasakan hembusan nafasnya bercampur dengan air matanya di dadaku.

“berjanjilah untuk tetap jadi sahabatku. Temani aku seumur hidupmu. Dan jangan pernah tinggalkan aku Ahra-ah!”

“SARANGHAE CHOI AHRA, JEONGMAL SARANGHAE!!”

-END-

Mohon commentnya^^! Gomawo yang udah mau baca J

Iklan

11 pemikiran pada “What is Love?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s