My Cutie Bastard, Luhan

Author : Mrs. Chanyeol

Genre : Romance, school life

Cast : Park Jiyeon

Xi Luhan

Other cast : Jung Krystal

Kim Jong In

Byun Baekhyun

Hyomin

tumblr_m5juii69hH1r9e2xyo5_500

Namaku adalah park jiyeon. Aku dilahirkan dan dibesarkan di seoul. Tapi dua tahun lalu aku dan keluargaku pindah ke amerika karna bisnis ayahku, dan sekarang aku kembali lagi ke seoul. Bisa dibilang aku sangat beruntung karna aku memiliki harta yang melimpah, kasih sayang orangtua sepenuhnya, dan wajah yang cantik.

*jiyeon POV*

Aku sedang kebingungan mencari kelas ku. Karna aku murid baru sehingga aku belum mengenal sekolah ini. Dan tiba tiba saja aku menabrak seseorang.

“Gwenchana? Mian aku tidak melihatmu”

“Gwenchana. Aku tidak pernah melihatmu, kau murid baru?”

“Ah ne, kau tau dimana kelas 2-6?”

“Wah itu kelasku, kita bisa menjadi teman. Namaku hyomin, kau?”

“Senang berkenalan denganmu, namaku park jiyeon”

********

“Jiyeon aah~ Kau mau ku antar kerumahmu?”

“Ah tidak perlu, aku berjalan kaki saja hyomin aah~”

“Baiklah aku akan berjalan bersamamu sampai gerbang”

Saat kami berjalan, lewat sebuah mobil sport. Dan karenanya bajuku pun basah terkena cipratan air.

*luhan POV*

“Ya! Berhenti kau!”

Akupun menghentikan mobilku setelah mendengar suara yang memanggilku.

“Wae?”

“Apa kau tidak lihat akibat perbuatanmu? Kalau kau tidak bisa menyetir lebih baik kau naik bis saja”

Aku hanya tertawa sinis mendengar ocehannya itu. Wah hebat juga dia berani melawanku.

“Mwo? Bis? Itu hanya kendaraan untuk orang miskin sepertimu. Tidak ada alasan bagi orang kaya seperti kami untuk naik bis, arra?”

Krystal yang mendengar ocehannya itupun angkat bicara.

“Hah selalu saja kelas sosial. Aku sudah muak mendengarnya. Itu harta orangtua mu, bukan hartamu. Kau tidak pantas membanggakannya”

“Apa? Beraninya kau membantahku”

Mereka berdua pun terlibat adu mulut. Tapi itu tidak berlangsung lama, karna temannya langsung menariknya.

*jiyeon POV*

“Jiyeon aah~ kenapa kau berbicara begitu pada mereka?”

“Wae? Mereka yang salah, bukan aku”

“Tapi mereka orang yang paling berpengaruh disini. Lebih baik kau jangan berurusan dengan mereka”

“Karna mereka kaya? Sudahlah aku pulang dulu”

********

“Jiyeon aah~ kenapa kau tidak membawa mobilmu?”

“Eomma, aku hanya ingin berjalan kaki”

“Mwo? Jalan kaki? Kau tidak apa apa? Apa kau lelah?”

“Sudahlah eomma, aku ke kamar dulu”

Eomma selalu saja begitu, terlalu berlebihan padaku. Aku hanya ingin menjadi orang biasa tanpa harus memakai fasilitas dari orang tuaku.

********

“Jiyeon aah~ ayo ke kantin aku lapar”

“Ayo, aku juga lapar”

Kami berdua pun ke kantin dan memesan makanan. Tapi saat aku memesan makanan, ada 3 orang namja yang memotong antrianku.

“Ya! Apa apaan ini?”

Aku langsung berteriak kesal pada mereka.

“Bukannya kau yeoja semalam?”

Salah satu namja itu berbicara padaku. Aah aku ingat, ternyata mereka namja semalam yang mencipratkan air ke bajuku.

“Ooh kalian namja sombong semalam? Ayo pergi hyomin aah~ selera makanku tiba tiba langsung hilang”

Akupun mengajak hyomin pergi dari kantin. Selera makanku benar benar hilang melihat mereka itu.

“Jiyeon aah~ aku sudah bilang jangan berurusan dengan mereka”

“Sudahlah aku tidak takut pada mereka. Tapi mereka itu siapa?”

“Namja yang semalam menyetir mobil itu bernama Xi Luhan. Yang berbicara padamu tadi Kim Jong In, tapi dia biasa dipanggil kai. Dan yang satu lagi Byun Baekhyun. Mereka namja yang paling populer dan tampan disekolah ini”

“Tampan? Aish jinjja. Lalu yeoja itu?”

“Yeoja itu Jung Krystal. Dia juga yeoja populer disekolah ini. Tapi sifatnya sangat sombong. Dan dia selalu mengejar ngejar luhan sunbae, tapi sepertinya luhan sunbae tidak menyukainya”

*luhan POV*

“Tidakkah kalian berpikir kalau yeoja itu sangat menarik?”

“Benar. Dia bahkan berani melawan luhan, sangat menarik”

“Tapi kenapa kau tidak melakukan sesuatu padanya, luhan?”

“Mmm untuk apa? Kalian benar, dia sangat menarik”

“Tunggu, apa kau menyukainya?”

“Haha baekhyun aah~ mana mungkin luhan menyukainya. Dia hanya yeoja sederhana tanpa status sosial yang jelas”

“Memangnya kenapa kai-ssi? Mungkin aku memang menyukainya”

“MWO??!!”

Mereka berdua seakan disambar petir mendengar kata kataku tadi. Aku memang tidak pernah menyukai yeoja sebelumnya, karna itulah mereka terkejut sekali. Tapi itu bukan karna aku tidak normal, aku hanya muak melihat gadis gadis centil yang menjerit histeris melihatku.

*jiyeon POV*

Sialan karna lupa mengerjakan pr, aku jadi dihukum berdiri di luar kelas. Hah menyebalkan sekali.

“Annyeong”

Tiga orang namja menyebalkan itu, menghampiriku yang sedang dihukum.

“Hah mau apa? Mengejekku? Pergilah. Kalian membuat mood ku semakin turun drastis”

“Jadi namamu park jiyeon?”

Namja yang ku ketahui namanya luhan itu membaca tag namaku. Aku tidak memperdulikan mereka. Aku hanya terus berdiri melanjutkan hukumanku.

“Aku xi luhan. Kau bisa memanggilku luhan”

“Kalau aku kim jong in atau panggil aku kai saja”

“Dan aku baekhyun”

Aku masih saja tidak memperdulikan kata kata mereka. Dan tiba tiba saja handphoneku berbunyi. Ternyata dari tifanny, temanku di amerika. Akupun hanya berjalan menghindari mereka agar aku bisa leluasa mengangkat telfon.

“Mau kemana? Bukankah kau dihukum? Lebih baik kau angkat telfonmu disini saja, atau akan ku adukan pada gurumu kalau kau kabur saat dihukum”

Luhan ini menyebalkan sekali. Mana bisa aku mengangkat telfon disini. Aku tidak suka jika ada orang yang mengganggu privasi ku.

“Wae? Apa itu namja chinggu mu sehingga kau tidak ingin kami mendengarnya?”

Akhirnya akupun menyerah mendengar celotehan namja menyebalkan ini.

“Hello, dont worry I’ll be fine. Sorry I have a class now, talk to you later, bye”

Aku langsung menutup telfonku. Aku sangat tidak nyaman jika ada mereka disini.

“Wah bahasa inggrismu hebat juga. Apa kau orang kaya?”

“Aniya. Bisakah kalian tidak menggangguku? Jebal, aku sedang tidak ingin berbicara”

Namja yang bernama luhan itupun tersenyum kepadaku. Deg….. Senyumnya begitu manis. Wajahnya benar benar tampan sekarang.

*luhan POV*

“Oppa kau sudah mau pulang? Aku boleh pulang bersamamu?”

“Andwe, aku akan pulang bersama baekhyun dan kai”

“Oppa jebal”

“Krystal-ssi, bisakah kau tidak menggangguku? Itu sangat melelahkan”

Saat aku ingin pulang dan menghindari yeoja gila ini, aku menabrak seorang yeoja dan membuat minumannya tumpah membuat sepatuku basah. Aku sangat emosi, tapi tidak saat aku melihat wajah yeoja itu.

“Mian, aku sungguh tidak sengaja…….kau? Hah aku tidak jadi meminta maaf”

“Ya! Kau selalu saja mencari masalah pada luhan oppa”

Krystal yang sedang mengikuti ku langsung memarahi jiyeon.

“Kenapa kau yang marah? Aku tidak ada urusan denganmu”

“Kau tau sepatu ini sangat mahal? Orang miskin sepertimu tidak akan bisa menggantinya. Sepatu ini dibuat di paris dan harganya itu $1000, arra?”

“Haha kau mengaku orang kaya tapi tidak tau ttg barang barang bermerk mahal? Sepatu itu bermerk burberry dan dibuat di milan. Harganya pun bukan $1000, tapi $850. Dasar yeoja pabbo”

Kenapa dia bisa tau? Dia bahkan tau harga sepatuku. Dia juga mahir berbahasa inggris, sepetinya dia bukan yeoja biasa. Yeoja itu sungguh mengagumkan.

*jiyeon POV*

“Bagaimana kau bisa tau hal seperti itu?”

“Aniya, kau mau kerumahku hyomin aah~? Aku bosan sendirian dirumah”

“Ayo akan kutemani”

Akupun naik ke mobil hyomin dan menuju kerumahku. Sesampainya disana kulihat hyomin cukup terkejut melihat rumahku. Rumahku memang sangat besar dan mewah, dia pasti tidak menyangkanya

“Jiyeon aah~ ini rumahmu?”

“Wae? Kau tidak percaya?”

“Wah ini besar sekali. Kau pasti orang yang sangat kaya. Tapi kenapa kau tidak pernah memperlihatkannya? Kau malah diam saja saat krystal mengatakan kau orang miskin”

“Karna ini bukan punyaku. Semua uang itu milik orangtua ku”

“Waaah jinjja daebak jiyeon aah~”

*luhan POV*

Aku hanya berdiri di depan gerbang sambil menunggu seorang yeoja.

“Annyeong jiyeon aah~”

“Luhan-ssi aku tau maksudmu. Baiklah aku akan mengganti sepatumu”

“Aniya, ayo ikut”

“Ya! Lepaskan!”

Aku menarik tangannya menuju mobilku. Walaupun berkali kali dia mencoba melepaskan tanganku, tapi tetap saja tenaga ku lebih kuat darinya.

“Temani aku makan, otte?”

“Kenapa aku harus melakukan itu?”

“Mengganti sepatuku. Aku tidak butuh uangmu, temani aku saja”

*jiyeon POV*

“Ini makanlah sepuasnya, aku yg traktir”

Aku pun memakan makanan yang sudah tersedia di depan mataku. Tapi dia hanya memandangiku, itu membuatku risih.

“Mwoyya? Kenapa kau memandangku seperti itu?”

“Kau cantik”

Cantik? Jantungku pun langsung berdegup kencang sekali. Entah kenapa aku seperti ini. Aku hanya mencoba bersikap normal dan mengontrol diriku di depannya.

*******

“Rumahmu dimana?”

“Eh?”

“Kau mau kita terus berputar putar di jalan? Apa kau tidak mau pulang?”

“Aah ne. Itu rumahku disana”

Dia pun menurunkan aku di depan sebuah rumah yang cukup sederhana.

“Disini rumahmu?”

“Ne, wae? Kau mau mengejekku karna rumahku jelek?”

“Aniya”

Aku membuka pintu mobilnya dan langsung berjalan menuju rumah itu.

“Ya! Kau tidak berterima kasih padaku?”

“Untuk apa?”

“Mentraktir dan mengantarmu pulang”

“Kan kau yang menarikku. Sudahlah aku mau masuk, kau pulang saja”

Dia hanya tersenyum dan pergi meninggalkanku. Akupun berjalan menuju rumahku yang sebenarnya yang tidak jauh dari tempat tadi. Sepanjang jalan aku hanya memikirkan namja itu. Senyumnya yang manis, wajahnya yang tampan telah berhasil membuatku tidak bisa melupakannya. Jiyeon aah~ apa kau menyukainya?

*luhan POV*

Aku tidak pernah berteman dengan orang biasa, tapi kenapa sekarang aku malah menyukainya? Aku harus menyatakan perasaanku. Aku ingin dia menjadi milikku.

*******

Aku pun mendatangi kelasnya. Semua yeoja melihat ke arahku.

“Waah luhan oppa sangat tampan”

Aku sudah biasa mendengar hal itu. Banyak yeoja yang tergila gila padaku. Tapi aku malah tertarik pada jiyeon yang hanya yeoja biasa.

“Jiyeon dimana?”

“Itu disana”

Aku langsung menghampirinya yang sedang mengobrol dengan hyomin. Aku langsung menarik tangannya dan mengajaknya keluar.

“Oppa apa hubunganmu dengan yeoja ini?” tanya salah satu yeoja yang ada di kelas itu.

“Kalian ingin tau? Baiklah, dia ini yeoja ku. Jadi jangan berani mengganggunya, arra?”

“Mwo??!!”

Yeoja yeoja itu tampak terkejut dengan perkataanku.

“Ya! Apa yang kau katakan pada mereka?”

“Kenapa? Seharusnya kau senang bisa menjadi yeoja ku”

“Kau! Kenapa kau bisa seenaknya pada wanita? Kau tidak memikirkan perasaanku? Kau jahat sekali! Aku membencimu!”

Kenapa dia malah marah dan membentakku? Apa aku salah bicara?

*jiyeon POV*

Kenapa dia seenaknya begitu? Jujur saja, aku memang sudah menyukainya. Tapi dia harusnya mengerti perasaanku. Seharusnya dia menyatakan perasaannya dan memintaku menjadi yeoja nya. Bukan langsung menjadikan ku miliknya seperti itu.

********

“Jiyeon aah~ cepatlah bersiap siap”

“Untuk apa appa?”

“Rekan kerja appa akan makan malam disini”

“Ah ne, baiklah”

*luhan POV*

“Luhan kau harus bersikap baik pada keluarga park, arra?”

“Baiklah eomma, aku mengerti”

Kami pun masuk ke sebuah rumah mewah. Rumah ini bahkan lebih besar dari rumahku.

“Ah sudah lama tidak bertemu, ayo masuk”

Eomma dan appa ku pun langsung mengobrol dengan keluarga park itu. Aku yang daritadi mendengar obrolan mereka hanya makan menghilangkan rasa bosan.

“Aigoo luhan sudah sangat besar dan tampan”

“Ah ne gamsahamnida ahjumma”

Nyonya park pun berkali kali memuji ku. Aku sampai tidak tau harus bagaimana menanggapinya.

“Oh ya dimana dia?” tanya eommaku menyela pembicaraan aku dan nyonya park.

“Aah dia memang selalu membutuhkan waktu lama untuk berdandan”

“Dia pasti sangat cantik sekarang”

Siapa yang dibicarakan eomma?

“Annyeong haseyo, maaf aku terlambat”

Akupun melihat sumber suara itu. Jiyeon? Bagaimana dia bisa disini?

“Kau? Kenapa kau disini?” tanyanya padaku.

“Jadi kalian sudah saling mengenal?”

“Luhan adalah sunbae ku disekolah, ahjussi”

Dia pun juga terlihat terkejut melihatku. Dia pun duduk tepat didepanku. Wajahnya benar benar sangat cantik.

“Luhan, dia ini adalah anak dari keluarga park”

“Mwo? Jinjja?”

“Kenapa kau terlihat terkejut?”

“Aniya, dia bilangnya rumahnya….”

Dia langsung menendang kaki ku sebagai tanda menyuruhku menghentikan kata kata ku.

*jiyeon POV*

“Kenapa kau berbohong padaku?”

“Wae? Aku tidak sombong seperti mu yang membuat orang lain basah karna mobil mahal mu itu”

“Ya! Aish kau ini”

Kami hanya duduk di samping kolam renang sambil berdiam diri. Aku pun memperhatikan wajahnya, sangat tampan. Aku makin menyukai namja ini.

“Kau masih marah padaku?”

“Eh?”

“Tentang kejadian tadi aku minta maaf. Aku tidak bermaksud melukai hatimu. Aku sungguh tidak tau cara memperlakukan wanita. Jinjja mianhae”

“Gwenchanayyeo”

“Tapi aku serius dengan ucapanku”

“Maksudmu?”

“Aku mencintaimu jiyeon aah~ bahkan aku sudah tertarik padamu saat kita pertama kali bertemu”

Wajahku memerah, tubuhku kaku. Dia akhirnya menyatakan perasaannya padaku. Aku senang sekali.

“Otte? Bagaimana denganmu?”

Hah sial, lidahku seakan tidak bisa bergerak. Aku cuma menatapnya penuh arti.

“Kau tidak mencintaiku? Baiklah tidak apa apa. Lupakan saja”

Dia pun beranjak dari kursinya dan pergi. Sial! Kenapa aku tidak menjawab pertanyaannya itu. Jiyeon ayolah.

“Ya, aku mencintaimu”

“Ne?”

“Aku…..aku…..”

“Mencintaiku?”

Aku tidak menjawab pertanyaan nya lagi. Wajahku sudah merah menahan malu. Aaaaa eomma tolong aku.

“Haha kau sungguh lucu”

“Wae?”

Dia langsung memelukku. Pelukan yang nyaman.

“Bilang kalau kau mencintaiku”

“Aniya”

“Kau yakin?”

Mata kami bertemu. Dia menatapku tajam. Aku tidak bisa berbohong, aku memang mencintainya.

“Wo ai ni, oppa”

“Ya aku juga, aku juga mencintaimu”

*luhan POV*

Dia milikku? Apa ini hanya mimpi? Rasanya aku ingin meloncat kesenangan sekarang.

“Luhan, ayo kita pulang”

“Eomma tidak bisakah sebentar lagi?”

Aku masih ingin bersama yeoja ini. Aku belum mau pulang. Rasanya aku hanya ingin bersamanya selamanya.

“Oppa, eomma mu sudah memanggil”

“Aigoo baiklah”

Kami pun kembali ke ruang keluarga untuk menemui eomma.

“Wah ada apa dengan kalian? Kenapa bahagia sekali?”

“Karna kami…..”

Dia pun menginjak kakiku sehingga aku tidak meneruskan kata kataku.

“Ya! Appo!”

“Kau sih menyebalkan”

“Wae? Apa aku salah?”

Melihat kami berdebat seperti itu, keluarga park dan orang tua ku hanya tersenyum.

“Kalian cocok juga”

“Benar juga. Mereka sangat serasi. Nyonya park, bagaimana kalau kita jodohkan saja mereka?”

Dijodohkan dengan jiyeon? Tentu saja aku tidak akan menolak. Kalau bisa sekarang pun akan ku lakukan kekeke.

“Ahjuma, tapi kami masih sekolah”

“Itu bukan masalah. Kami juga tidak menyuruh kalian menikah sekarang kan?”

“Itu benar jiyeon aah~ kalian masih bisa saling mengenal lalu berpacaran dulu. Eomma dan appa mendukung kalian”

“Ahjuma tidak perlu repot repot. Kami memang sedang berpacaran”

“Jinjja? Wah itu sangat bagus”

Senyumku mengambang saat mendengar tentang perjodohan. Orang tuaku dan keluarga park memang daebak!

*jiyeon POV*

Aish apa yang dikatakan luhan? Ini memalukan sekali.

“Aku akan pulang chagi, annyeong”

Aku tidak membalasnya. Aku hanya memasang wajah cemberut.

“Sudahlah jangan cemberut, wajahmu jelek”

“Hah lalu kenapa kalau aku jelek?”

“Haha aku hanya bercanda. Kau cantik, sangat cantik”

*******

“Jiyeon aah~ cepat sedikit, luhan sedang menunggu”

Luhan? Untuk apa dia kesini?

“Annyeong jiyeon aah~”

“Ya! Kau kenapa kesini?”

“Ya! Jiyeon! Kau bicara apa? Tentu saja untuk menjemputmu. Dia kan namja chinggu mu”

Eomma langsung memarahiku dan luhan yang mendengarnya hanya menunjukkan senyum kemenangan. Aku pun langsung menuju keluar tanpa mengatakan apapun.

“Sepertinya ibu mertua mendukungku sepenuhnya”

“Ya ya terserah kau sajalah”

“Ayo cepat masuk”

“Siapa bilang kita naik mobil?”

“Ne?”

“Kita jalan kaki, kalau kau tidak mau ya sudah aku pergi sendiri”

Dia tampak terkejut mendengar ucapanku. Hah rasakan itu luhan, kau pasti tidak akan mau berjalan kaki denganku.

“Mmm baiklah, mungkin jalan kaki juga menyenangkan”

Hah sial sekali. Ternyata dia mau berjalan kaki bersamaku.

“Chagi sini jalan denganku”

Dia langsung menggenggam tanganku. Sepanjang jalan kami hanya berjalan sambil bergandengan.

*luhan POV*

Sesampai disekolah, seisi sekolah terlihat terkejut melihatku dan jiyeon. Aku yang daritadi menggenggam tangannya langsung mengantarnya ke kelasnya.

“Oppa apa yang kau lakukan bersama gadis miskin itu?”

“Ya! Krystal jaga mulutmu itu. Bahkan dia jauh lebih kaya darimu. Jangan pernah berani mengganggu yeoja ku lagi”

Krystal hanya bisa pergi mendengar ucapanku.

“Luhan aah~ mana mobilmu?”

“Dirumah jiyeon, wae?”

“Hah? Bagaimana bisa?”

“Aku berjalan kaki dengannya”

“MWO? Uri prince berjalan kaki?”

“Ternyata tidak terlalu buruk apalagi jika dengan jiyeon. Itu bisa menjadi menyenangkan”

“Kau sudah berpacaran dengannya?”

“Bahkan orang tuaku bilang akan menjodohkan ku dengannya. Kalian tau? Dia ternyata putri dari keluarga park pemilik toserba itu”

“Mwo? Jinjja?”

“Walaupun begitu dia tidak pernah pamer kan? Aah benar benar yeoja yang baik”

*jiyeon POV*

“Jiyeon aah~ kau berpacaran dengan luhan sunbae?”

“Ne, waeyyeo?”

“Wah chukkae. Kalian sangat serasi”

********

“Chagi ayo pulang”

Dia menghampiriku ke kelas sehingga membuat semua mata memandang ke arahku.

“Oppa jangan begitu lagi”

“Wae?”

“Aku risih orang orang membicarakan tentang hubungan kita”

“Tidak perlu pikirkan itu. Kau itu yeoja ku, semua orang harus mengetahuinya agar tidak ada yang mengganggumu lagi”

“Mmm baiklah. Oppa, aku lapar, ayo kita makan di caffe”

“Sirro, kita pulang kerumahmu lalu kau harus memasakkan sesuatu untukku”

“Mwo? Kenapa aku harus melakukan itu?”

“Karna kau calon istriku, yeobbeo kekeke”

*luhan POV*

“Eomma dan appa mu kemana?”

“Mereka pergi ke incheon”

“Wah bagus sekali, jadi aku bisa berduaan dengamu”

“Ya! Jangan macam macam”

“Baiklah. Ayo cepat masakkan aku sesuatu, aku lapar”

“Aishh kau ini”

Aku sudah memimpikan hal ini sejak lama. Mencicipi masakan dari yeoja ku sendiri pasti sangat menyenangkan. Aku tidak perduli rasanya enak tau tidak, aku sudah merasa senang dia membuatkan sesuatu untukku.

“Ini makanannya sudah siap”

“Wah bau nya enak sekali. Kelihatannya lezat”

Aku mencicipi masakannya. Aku tidak menyangka ternyata dia bisa memasak. Aku yang dari tadi berjoget joget di meja makan seperti tidak pernah diberi makan itu membuatnya tersenyum melihat tingkahku.

“Otte?”

“Ini sangat lezat chagi. Aku kira kau tidak bisa memasak”

“Ya! Aku bukan seperti yeoja manja lainnya”

“Ya, karna itulah aku menyukaimu”

“Oppa, aku ingin pergi ke taman bermain”

“Lalu?”

“Ya! Kau ini!”

“Haha chagi apa kau mau kencan denganku ke taman bermain?”

Senyumannya membuatku gila. Cantik sekali yeoja ini.

*********

Di taman bermain kami mencoba semua wahana. Dia terlihat sangat senang. Tidak terasa hari sudah semakin malam. Tapi aku tidak tega mengajaknya pulang.

“Oppa sebentar lagi ada festival kembang api, bolehkah kita disini 10 menit lagi?”

Seakan bisa membaca pikiran ku, dia pun memintaku tinggal dan menunjukkan aegyo nya. Mana mungkin aku bisa menolaknya.

“Mmm baiklah, sebentar saja ya”

“Gomawo oppa”

Kami pun melihat festival kembang api. Tapi disini tidak terlalu ramai seperti biasanya.

“Wah indah sekali”

Entah setan apa yang merasuki tubuhku, tanpa sadar aku sudah menciumnya.

“Oppa kau tidak akan menyakitiku kan?”

“Tidak, tidak sekali pun. Aku akan menjagamu jiyeon aah~ Jjeongmal saranghae”

“Aku juga mencintaimu luhan oppa”

Iklan

56 pemikiran pada “My Cutie Bastard, Luhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s