How to Forgive Me? (Chapter 4)

“… How to forgive me?”

(Part 4)

 

Author  : @triZa28

Genre   : Romatic, friendship,

Cast       :

– Lee Yoonhee

– Park Chanyeol

– Xi Luhan

– Do Kyungsoo

– Byun Baekhyun

– Kris

 

Note      : This FF is inspired of K-Dramas ‘Reply 1997’. Selebihnya adalah ide saya ^^. Harap dimaklumi     kalau ada typo ya.. ^^ Happy Reading and don’t forget to coment !! >.<

 

———————————————————-

“Aku.. menyukaimu..

sangat menyukaimu.. “

 

 

“wae? Wae? Kenapa kau harus bersama kakakku? Kau tak tahu betapa perihnya hatiku ketika kau bersamanya? Kau tak tahu bagaimana sakitnya aku ketika kau menerima Kris hyung? Hari itu.. hari disaat aku mengajakmu makan, itu adalah hari D-Day ku. Hari pada akhirnya aku mengungkapkan perasaanku padamu. Seharusnya hari itu aku menyatakan semuanya padamu.. mengungkapkan bagaimana perasaanku padamu, tapi hari itu hancur..”

Yoonhee terbelalak mendengar pengakuan Chanyeol. Kaget..

 

Chukae Lee Yoonhee! Kau telah membuat luka yang paling dalam disini..”,ujar Chanyeol sambil menepuk-nepuk dadanya. Yoonhee diam, terlalu shock karena terjadi dengan tiba-tiba..

“Sejak umur 6 tahun kita bersama.. tapi aku terlalu bodoh untuk menyadari bahwa aku menyukaimu daridulu. Aku menyukai senyummu, aku menyukai rambut hitammu yang acak-acakan, aku menyukai mata coklatmu, aku menyukai tawamu, aku menyukai setiap kata-kata yang keluar dari mulutmu walau itu kata makian untukku, aku menyukaimu yang gila pada Super Junior, aku menyukai setiap hal yang ada dalam dirimu, Yoonhee-ah.. wae? Wae? Kenapa kau tak pernah melihatku sebagai namja? “. Yoonhee hampir menangis mendengar semua kata-kata itu dari mulut Chanyeol yang bergetar, suaranya parau.. menandakan dia sangat sakit..

Hanya ada suara orang yang lalu lalang dan angin musim semi yang dingin yang menemani kebisuan diantara mereka ber 2. Keduanya saling menghela nafas..

Tiba-tiba Chanyeol berbalik, siap meninggalkan tempat itu. Yoonhee menatap punggung Chanyeol dengan kacau.

Dan benar saja Chanyeol berjalan menjauhi Yoonhee.

“Dan setelah kau mengungkapkan semuanya kau pergi begitu saja? Benar-benar pengecut..”,tiba-tiba sederet kata-kata itu keluar dari mulut Yoonhee dengan reflek.

Chanyeol berhenti berjalan, “Lalu apa yang harus kulakukan? Menyuruhmu untuk memutuskan hyungku? Tidak.. aku bukan adik yang jahat yang akan merenggut kebahagiaan hyungku,, Kris hyung adalah satu-satunya keluargaku, walaupun ini sangat sakit.. aku lebih memilih melihatmu bersama hyung daripada bersama orang lain yang tidak aku kenal. Hanya hyung yang bisa aku percaya. Dan aku percaya hyung bisa menjagamu..”,ucap Chanyeol sambil menatap Yoonhee. Yoonhee menatap Chanyeol tak percaya. Menatap Chanyeol supaya menarik kata-katanya saat itu juga tapi..

“Ini adalah hari terakhir kita.. annyeong,Lee Yoonhee..”, Chanyeol berbalik lagi dan berjalan menjauhi gadis itu. Dia ingin secepatnya berlari menjauhi gadis itu.

 

 

“Terakhir sebelum masuk universitas kan?”, diam-diam gadis itu berharap bertemu Chanyeol lagi.

Chanyeol berhenti lagi, kali ini tanpa berbalik.

Dia menggeleng, “Tidak.. terakhir untuk selamanya.. aku punya pepatah sendiri “Jika seorang namja menembak yeoja yang tidak menyukainya, seperti orang bodoh.. “, Chanyeol menghela nafas beratnya, menahan semua emosinya yang ingin meluap saat itu juga.. Dia menahannya, “ jika dia memberitahu gadis itu semuanya.. artinya dia tak ingin bertemu dengan gadis itu lagi..”(quote : KDrama ‘Reply 1997’) . Kali ini Chanyeol benar benar meninggalkan gadis itu. Meninggalkan Yoonhee yang berusaha menahan air matanya agar tidak keluar.

Yoonhee menatap kotak kecil yang ditinggalkan Chanyeol begitu saja di jembatan ini. Dia meraih benda kecil itu dan membukanya..

Cincin..

Cincin simpel yang berwarna perak ada didalam kotak kecil itu. Yoonhee mengingat-ngigat lagi ketika dia tadi bertemu dengan Chanyeol. Yoonhee baru ingat Chanyeol sedang akan membuang kotak kecil itu ke sungai sebelum akhirnya namanya dipanggil oleh Yoonhee. Dan Yoonhee ingat apa yang ia katakan pada Chanyeol beberapa bulan yang lalu.

“Ulang tahunmu yang ke 19, kau mau apa, Yoonhee-ah?”,

“Wae? Kau mau memberiku hadiah?”,tanya Yoonhee yang dibalas dengan anggukan Chanyeol.

“Mmm.. hadiah.. hadiah.. “,Yoonhee memikirkan hadiah yang ia inginkan.. tiba-tiba wajahnya menjadi ceria lagi. Membuat Chanyeol terheran.

“Jangan bilang kau mau barang yang berbau Super Junior..”,dijawab dengan gelengan kepala Yoonhee.

“Bukan.. aku ingin… banji (cincin) yang simpel tapi manis.. seperti.. cincin couple mahasiswa! Aku ingin cincin seperti itu!”

Yoonhee menatap cincin yang ada di genggamannya itu. Hatinya benar-benar kacau. Apa yang harus dia lakukan sekarang? Sahabat kecilnya meninggalkannya karena menyukainya..

 

 

Ya Yoonhee-ah, melamun apa huh? Kenapa sampai mencueki pacarmu?”, Yoonhee melengos kearah suara.

“Oh.. oppa-ya..”, Yoonhee tersenyum melihat kemunculan Kris.

“Habis pesta perpisahan kan? Pantas lama, oppa menunggumu lho..”,tiba-tiba senyum Yoonhee pudar mengingat Chanyeol..

Oppa-ya, ada yang mau aku katakan..”, Kris menatap Yoonhee dengan penasaran. “katakanlah..” jawab Kris kemudian.

Yoonhee menatap laki-laki di depannya itu. Dia tak ingin menyakiti laki-laki lagi.. tapi dia sadar dia harus mengungkapkan semuanya sebelum laki-laki jangkung di depannya ini mendengarnya dari orang lain..

Oppa-ya,.. Ba.. bagaimana kalau ternyata hatiku berdegup kencang dengan laki-laki lain bukan oppa?”, Kris terlihat terkejut.

“Kau menyukai laki-laki lain?”, tanya Kris kemudian.

Yoonhee terdiam agak lama, “Ya oppa, dan kurasa aku salah memahami isi hatiku.. Waktu oppa menembakku perasaanku benar-benar campur aduk, aku salah menyadari siapa yang sebenarnya aku sukai.. Mianhae oppa-ya, aku tak ingin kau mendengarnya dari orang lain karena itu aku mengatakan ini..”.

Kris terdiam sambil menatap gadis di depannya. Ba..bagaimana bisa??

“Jadi.. dari dulu kau tak pernah menyukaiku?”, tanya Kris lagi dan Yoonhee hanya menunduk, “Maafkan aku oppa..”. Kris menarik nafas yang entah keberapa kali, dia ingin ini semua cuma mimpi.. tapi.. sayangnya bukan.. ini nyata..

Tiba-tiba Kris tersenyum lalu mengacak-ngacak rambut Yoonhee,

“hahaha, arraseo dongsaeng-ah! Aahh, sebentar.. Ini aku hadiah kelulusanmu!”, Kris menarik tangan Yoonhee dan memberikannya sesuatu di tangan Yoonhee.

“Sebuah apartemen yang lumayan di Seoul dan.. banji , yang terakhir kalau kau tak suka.. kau bisa membuangnya.. jaljayo Yoonhee-ah..”, Kris memberanikan dirinya untuk memeluk gadis itu untuk terakhir kalinya. “Sekarang masuklah ke rumah..”, perintah Kris yang dituruti Yoonhee. Kris melambaikan tangannya. Yoonhee menatap Kris sedih.. dia tahu dia telah membuat hati oppa-nya itu hancur. Mianhae oppa..

 

———————————————————

#Seoul – 7 tahun kemudian#

 

Sunbae, aku hanya perlu menata arsip yang belum jadi kan?”,

eo, dan tolong kau ketik serapi mungkin dan tanpa salah ketik! Setelah selesai antarkan arsip itu ke penerbit, ne?,

ne, arraseo sunbae!”, ujar wanita yang berusia 26 tahun itu sambil berkutat di tumpukan arsip dan di depan laptopnya. Dia Lee Yoon Hee. Setelah lulus dari Universitas Dongkook, dia bekerja sebagai salah satu asisten penulis ternama. Pekerjaannya bisa dibilang tidak terlalu sulit juga tidak terlalu mudah. Sebagai penulis kau harus banyak ide dan imajinasi, Yoonhee punya segudang imajinasi.. tapi kalian pasti tahu kan apa yang ada dalam imajinasinya?? Yapp, yang ada dalam imajinasinya hanyalah Super Junior. Maka dari itu dia sering kena marah ketika dia sedang mengetik,pikirannya kemana-mana dan akhirnya ketikannya berubah menjadi ff (fanfiction).

“Taxi!”. Yoonhee menyetop taxi dan langsung naik taxi itu.

“Ke perusahaan penerbit ‘xxxx’ ahjussi!”, dan setelah terdengar suara menyanggupi dari supir taxi, Yoonhee memandang keluar jendela.

“Haahh.. aku rindu Busan..”, ujarnya pelan.

“ohh.. agasshi dari Busan??”, supir taxi itu bertanya pada Yoonhee,

“ahh..ne..”, jawabnya singkat,

“Wahh.. aku iri sekali dengan agassi.. Busan kota yang indah bukan??”, kata supir taxi itu ramah.

“haha..ne ahjussi.. sangat indah..”, ujar Yoonhee sambil menerawang jauh disana..

 

————————————————————–

Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling. Setelah mengantarkan arsip ke penerbit. Sahabat lamaku, Luhan,mengajakku makan siang.

“Ohh..Luhan-ah!! Disinii!!”, teriakku sambil melambai-lambai pada Luhan yang baru datang.

“Lama menungguku?”,

Aku tersenyum jahil, “Eo.. lama sekali.. kau tahu punggungku jadi sakit menunggumu,,”. Dia tertawa mendengarku, “Dasar kau Lee Yoonhee, baiklah, aku akan menraktirmu hari ini.. pilihlah kesukaanmu..”.

Dan aku bahagia memiliki sahabat seperti Luhan yang selalu mengertiku, hehe.

“Bagaimana kabar baekhyun?? Wahh.. aku rindu bertengkar dengannya,,”, ujarku sambil makan dengan tertawa.

Yaa.. makan dulu baru bicara.. kau sibuk kah? Masih ada pekerjaan?”, aku menggeleng pelan.

“Pekerjaanku puncakku hanya sampai ke penerbit,.”,

“Tuhh..punya banyak waktu kan?? waktu untuk bercerita masih banyak.. makanlah dulu..”. Luhan benar, aku memang kelaparan, hehe.

—————————————————————

“Aku.. terakhir bertemu Baekhyun 3 bulan yang lalu , ya kau tahu fashion nya?? Gila! Dulu dia gak pernah pakai make-up macam eyeliner dan waktu ketemu sama dia aku sampai teriak-teriak kaget gara-gara eyelinernya tebal baget!!”, Luhan tertawa mendengarkan cerita Yoonhee. Bagaimanapun menurutnya.. gadis ini benar-benar abnormal.

“Yahh.. mau bagaimana lagi, dia jadi artis sekarang.. dulu kan kau sering mengejeknya gara-gara dia masuk SMA kita gara-gara suaranya?”,Yoonhee hanya cengar cegir mendengar kata-kata Luhan. Dan emang bener sih, dia kan sering mengolok-ngolok Baekhyun dulu. Hah,, kalau saja dia tahu Baekhyun akan jadi artis pasti dulu dia tak akan sekejam itu padanya,,

“Luhan-ah.. kapan-kapan kita mampir yuk ke restaurant nya D.O, siapa tahu gara-gara kita teman + Sahabat lama makan disana jadi gratis deh..”,belum sempat dia membayangkannya, Luhan berkata ,“tak mungkin..bisa-bisa kita dibunuh sebelum masuk restaurantnya.. dia pasti tahu kita bakal minta gratis..”. Yoonhee merengut. “Do Kyungsoo pelit.. “.

Seperti yang Luhan prekdisikan, gadis di sampingnya ini sama sekali tak bertanya tentang Park Chanyeol. Sejak 7 tahun yang lalu, gadis ini tak pernah mengatakan nama ‘Park Chanyeol’ keluar dari mulutnya. Luhan pernah bertanya sekali dulu “kenapa kau tak pernah bertanya tentang Chanyeol,, Yoonhee-ah?”, Yoonhee tersenyum tipis dan menjawab “untuk apa aku bertanya tentang seseorang yang selalu menghindariku? Lagipula aku juga tak yakin dia bertanya tentangku padamu.. benar kan?”. Dan ya, setelah 7 tahun ini, baik Yoonhee ataupun Chanyeol sama –sama tidak tahu apa-apa satu sama lain. Miris mengetahui bahwa mereka berdua adalah sahabat dari kecil yang dulu tahu semua rahasia satu sama lain.

Tanpa Yoonhee sadari, tangan Luhan menggapai badan Yoonhee yang ada di tepi jalan kemudian menyeretnya perlahan ke tempat pejalan kaki, Yoonhee tetap  saja bercerita. Diam-diam Luhan bersyukur, untung saja Yoonhee dilahirkan agak lola kalau tidak bisa-bisa Yoonhee mengerti apa yang selama ini dia lakukan pada gadis itu bukan perhatian terhadap sahabat tetapi.. lebih..

Lampu lalu lintas berganti dengan warna merah itu berarti warna hijau bagi pejalan kaki. Karena takut tenggelam diantara puluhan manusia yang menyeberang, Yoonhee menggandeng tangan Luhan erat. Luhan tentu saja kaget, tapi dia berusaha bersikap biasa saja, padahal dia tak ingin gadis itu lepas dari genggamannya. Disaat  Yoonhee berlindung di lengan Luhan, Yoonhee tak menyadari bahwa Luhan tersenyum lepas.

Wae?? Kenapa kau tersenyum seperti itu??”,

Crap! . Maki Luhan dalam hati. Gadis ini tahu dia tersenyum lepas!!

“Tidak. Wae? Memangnya aku tidak boleh tersenyum??”, Untung saja Luhan diberkahi sifat tenang yang membuatnya selalu tenang dalam situasi apapun, dan Yoonhee mempercayainya. Fyuuhh..

“hmmm… 13 tahun kah?? Atau 12 tahun??”, Yoonhee menggumam-gumam dengan tangan satunya yang masih lengket melingkar di lengan Luhan.

“Apanya??”, tanya Luhan.

Yoonhee menatap Luhan , “Aku menghitung berapa tahun aku mengenalmu.. “. Membuat Luhan juga ikut-ikut berpikir.. kalau tidak salah..

“13 tahun , dari umur 13 tahun sampai sekarang..”, ujar Luhan. Yoonhee tersenyum, “Wahh.. lama juga ya!”.

Luhan termenung lagi.13 tahun.. berarti sudah 13 tahun aku menyukaimu, Yoonhee-ah… batin Luhan dalam hati. Dan akan selalu seperti ini.. melihat gadis disampingnya ini bahagia, sudah cukup baginya..

—————————————————————

Di pagi hari yang sedikit mendung itu, Yoonhee berlari sekuat tenaga. Berhenti di pemberhentian bus. Terengah-engah. Ini salahnya kenapa begadang menonton DVD konser Super Junior padahal sudah jelas-jelas dia ada pekerjaan jam 7 pagi. 10 menit kemudian, bus datang. Yoonhee langsung menaiki bus itu dan membayar karcis lewat kartu otomatisnya. Dia duduk di dekat jendela. Di pagi hari , Seoul selalu saja ramai..

Bus selalu berhenti di setiap pemberhentiannya. Dan tahu-tahu Bus ini sudah penuh. Bangku sebelah yang tadinya kosong sudah diduduki seseorang..

Yoonhee sedikit melirik ke sebelahnya. Ohh, sepertinya seorang pekerja kantoran. Terlihat dari tas yang dipangkunya. Mata Yoonhee beralih lagi ke jendela, belum 1 menit memandang keluar, Yoonhee memandangi tas itu lagi. Itu… gantungan kunci dari sedotan berbentuk huruf ‘Y’. seingatnya dulu dia membuat gantungan ini. Seingatnya dia memberikan ini pada…. Sebagai hadiah ulang tahun.

 

 

 

 

Perlahan, Yoonhee menatap penumpang di sebelahnya.. Yoonhee menatap wajah itu lama sampai kemudian penumpang disampingnya juga memandangnya.. Mereka sama-sama memandang..

 

Chan..yeol.. batin Yoonhee.

—————————————————————-

To be Continue…~

Terimakasih buat admin yang sudah menerima ff saya dan mengepostnya di blog ini.. terimakasih juga buat readers yang sudah meluangkan waktunya membaca ff ini. Khamsa hamnida !! *bow*. Dan untuk nextnya ditunggu ya… ^^

 

 

Iklan

28 pemikiran pada “How to Forgive Me? (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s