Kris is Mine (Chapter 3)

Tittle                      : Kris is Mine Chapter 3 [Sequel KRIS(is) Love]

Author                  : @mararatunss

Cast                       : Wu Yi Fan/Kris, Shin Hyera, Kim Min Young, Ahjussi Park.

Genre                   : Romance.

Length                  : Chaptered.

Note                      : Anyeoong chapter 3 dataaaang. Permohonan maaf author sebesar-besarnya buat ff yang telat ini karena author sibuk sama kuliah. Semoga kalian senang ya sama chapter ini. Kalo ada yang lupa sama chapter sebelumnya bisa baca aja dulu. Itu udah author kasih linknya hehe

Chapter 1 , Chapter 2

krisis mine3

Previous Chapter

Kualihkan pandangaku kearah kiri dan itu sukses melebarkan mataku yang tadinya segaris bisa terbuka lebar. AWAN?

“YAAAA!!!! KRIS, INI DIMANAAAAA!!!!!” teriakku panik.

Hyera POV

Aku benar-benar panik kali ini dan aku baru sadar bahwa sekarang aku sedang tidak berada dikamarku lagi. Aku yakin seratus persen saat ini aku sedang berada di pesawat. Tapi kenapa aku bisa berada disini? Aish jinjja apakah aku masih berada dalam mimpi? Rasanya sangat mustahil sekali, karena ini sangat nyata. Kucoba untuk membangunkan Kris yang sedari tadi tidak bergeming mendengar teriakanku.

“Kris ireona!!! Ireona!!! Krissss!” kugoncangkan dia agar segera bangun. Dan bingo! Angry bird itu akhirnya bangun juga. Ia mengerjapkan matanya yang belum terbuka sepenuhnya.

“Wae huh? Aku masih ingin tidur Hyera-ya” ucap Kris sambil mengusap matanya.

“Jangan tidur Kris! Kita sedang berada dimana huh?” tanyaku.

“Ya Shin Hyera! Apa kau membangunkanku hanya untuk menanyakan hal itu huh? Apa kau tidak pernah naik pesawat? Atau kau terpana ketika bangun mendapati aku berada disampingmu, huh? Sudah jelas-jelas ini di pesawat”

PLETAK!

Kujitak saja kepalanya. Seenaknya saja dia bilang aku tidak pernah naik pesawat.

“Ish Kris aku serius menanyakan ini padamu. Haaaah menyebalkan sekali. Sudahlah! Tidur saja lagi jika kau mau!” kataku kesal.

Apa-apaan ini baru saja kemarin malam dia bertingkah manis padaku tapi sekarang sudah seperti ini lagi, dasar Angry Bird bodoh. Aku menanyakan padanya baik-baik, kenapa dia menjawab seenaknya seperti itu? Menyebalkan sekali.

“Jangan cemberut, itu hanya akan membuat wajahmu semakin jelek nona Shin” ejek Kris.

“Jika aku jelek kenapa kau mau dengan gadis jelek sepertiku, huh? Sudahlah tidur saja lagi jika kau mau. Aku tidak peduli mau dibawa kemana aku ini!” cibirku padanya. Entah kenapa saat ini rasanya aku kesal sekali dengan ucapan-ucapannya. Maka, kualihkan saja pandanganku dari si bodoh itu.

Beberapa detik berikutnya kami berada dalam keadaan hening. Kris bahkan tidak membalas ucapanku. Entahlah mungkin dia memang sedang malas berbicara atau bahkan sudah tertidur lagi, aku tidak tahu karena aku sedang tidak ingin melihatnya. Namun aku terkaget saat tidak lama berselang Kris membuka mulutnya.

“Aku menyewa pesawat ini khsusus untuk membawamu ke suatu tempat Hyera-ya. Dan kau tidak bisa tidak peduli dengan tempat tujuan kita. Jangan tanyakan padaku tempat itu karena ini masih bagian dari kejutanku untukmu. Pakaian dan segala macam kebutuhanmu sudah disiapkan oleh Min Young tadi malam” Kudengar hembusan nafasnya, sepertinya ia masih akan melanjutkan perkataannya.

“Jika kau ingat sampai saat ini, sekalipun aku belum pernah memberi kejutan padamu saat kau bertambah umur karena jarak kita selama ini. Dan ini adalah kali pertama aku memberikan kejutan padamu secara langsung Hyera. Jadi aku mohon diamlah dan jangan buat kejutanku gagal lagi. Kau sudah mengerti huh?” jelas Kris panjang lebar.

Aku ternganga mendengar semua penjelasannya seraya menoleh padanya. Saat ini yang kulihat bukan lagi sosok Kris yang menyebalkan seperti beberapa menit lalu tapi Kris yang berubah menjadi seseorang bermata tajam, mata itu tertuju pada manik mataku. Dan inilah kelemahanku, aku selalu tidak bisa mengatur detak jantungku ketika tatapannya seperti ini. Haaah kenapa selalu seperti ini ketika dia menatapku seserius itu?

Jujur, aku tidak tahu tempat yang dimaksud olehnya tapi yang ada dipikiranku adalah ‘apakah dia benar-benar sudah kebanyakan uang sehingga harus menyewa pesawat khusus seperti ini untuk memberikan kejutan padaku?’ Aish jinjja Angry Bird ini benar-benar tidak bisa diduga-_-

“Apa sudah jelas nona Shin?” tanya Kris membuyarkan lamunanku.

“Ne” jawabku singkat.

“Baguslah, jika kau membutuhkan sesuatu kau tanyakan saja pada Min Young dibelakang”

“Mwo? Min Young ikut dengan kita? Kenapa kau tidak bilang dari tadi Kris? Aku kan jadi bi—“

“Jangan bawel, kau ini berisik sekali. Sudah aku ingin tidur lagi”ucap Kris seraya memposisikan tubuhnya untuk kembali tidur.

“Cih dasar tukang tidur”

Author POV

Bosan dengan lamunanannya yang memikirkan akan dibawa kemana oleh Kris, Hyera akhirnya memutuskan untuk ke kursi belakang dan membangunku Min Young.

“Min Young-ah, ireona!”

“Hyera, kau ini mengganggu tidurku saja” keluh Min Young. Hyera hanya bisa memamerkan senyuman manis pada sahabatnya itu.

“Wae huh?” tanya Min Young.

“Tadi Kris bilang padaku, jika aku membutuhkan sesuatu bilang saja padamu hehe” jawab Hyera dengan kekehannya.

“Dan sekarang apa yang kau butuhkan?”

“Umm…. Aku lapar Min Young”

“Aigoo Shin Hyera. Haaaish, ayo ikut aku”

Min Young yang sudah mengerti betul langsung mengajak Hyera ke belakang dan begitu terkejutnya Hyera ketika ia melihat ruangan yang bisa dibilang mewah bisa berada didalam pesawat seperti ini.

“Jangan terperangah seperti itu. Kris orang yang punya uang banyak, jadi jangan heran dia menyewakan pesawat mewah ini untukmu. Kajja, duduk dan makan apa saja yang kau mau” ucap Min Young. Mendengar itu Hyera langsung duduk disebelah Min Young dan mengambil beberapa makanan yang ia sukai.

Gadis bermarga Shin itu memakan dengan lahapnya, Min Young yang melihatnya hanya bisa tersenyum. Ini kali pertama ia melihat Hyera makan seperti layaknya manusia normal setelah Kris kembali ke Seoul, sebelumnya jika mereka makan bersama Hyera selalu makan dengan malas-malasan, seperti orang yang kehilangan selera makan.

Min Young beranjak dari tempatnya untuk mengambil minum untuk Hyera dan tanpa diketahui Hyera, ia mengeluarkan satu bungkus serbuk putih dari kantongnya dan menuangkan serbuk tersebut ke minuman Hyera. Ia tersenyum dan mengaduk minuman itu lalu kembali menghampiri Hyera.

“Ini minumlah” ucap Min Young seraya menyodorkan gelas.

“Gomawo sahabatku tercinta. Kau ini benar-benar sahabat terbaikku” Hyera yang sudah selesai makan langsung meminumnya.

“Maaf Hyera, ini demi kebaikanmu. Sekali dalam hidupku aku membuat salah padamu, tidak apa-apa kan? Hehehe” batin Min Young.

“Min Young-ah, apa kau tahu kita akan pergi kemana?” tanya Hyera

“Aku tahu, tapi Kris tidak mengijinkanku untuk memberitahu padamu”

“Cih, lagi-lagi bersekongkol dengan namja itu. Diberi apa kau olehnya sampai-sampai bisa seperti ini?”

“Kau benar-benar ingin tahu nona Shin?” ucap Min Young menyeringai.

“Ya! Ya! Ya! jangan menunjukkan tampang menjijikkanmu itu didepanku”

Min Young hanya bisa tertawa mendengar ocehan dari sahabatnya itu, ia memang jarang sekali menunjukkan seringai menjijikkan pada Hyera.

Beberapa detik setelahnya Hyera merasa mengantuk sekali padahal belum lama ia terbangun. Mata gadis itu sayu seolah memaksa untuk segera ditutup tapi pikirannya masih janggal kenapa ia bisa tiba-tiba mengantuk seperti ini.

“Hoaam Min Young-ah, kenapa rasanya kepalaku pusing sekali. Aku ingin tidur hooaaa” keluh Hyera.

“Gwenchana? Biar kubantu kau kembali ke tempatmu” ucap Min Young sambil menuntun Hyera.

Langkah Hyera gontai, wajah kantuknya sudah tidak bisa dideskripsikan lagi. Ia benar-benar merasa pusing dan mengantuk sehingga sesampainya ditempat duduk Hyera langsung menghempaskan tubuhnya dan tertidur dengan lelap.

Namun ekspresi berbeda terlihat dari wajah Min Young. Ia tersenyum puas karena tugasnya terselesaikan. Asal kalian tahu, bubuk yang dimasukkan ke minuman Hyera adalah obat tidur. Dan siapa lagi yang menyuruhnya melakukan hal ini jika bukan Tuan Wu yang tampan itu. Dan sepertinya yang dibicarakan panjang umur, baru saja Min Young ingin kembali ke tempatnya namun satu suara menghentikan langkahnya.

“Min Young-ah, apakah sudah beres?” Min Young menoleh pada asal suara itu.

“Tidak ada yang tidak terselesaikan olehku Kris” jawab Min Young lalu pergi kembali ke tempatnya.

Kris yang berada disamping Hyera tersenyum dengan puas. Sepertinya rencana dia selanjutnya akan berhasil. Bubuk yang ditaruh Min Young pada minuman Hyera adalah obat tidur untuk jangka waktu beberapa jam. Kris menyuruh Min Young untuk memberikannya pada Hyera, bukan untuk hal jahat tapi ia hanya ingin kejutannya berhasil karena jika mereka tiba dibandara, Hyera pasti tahu kemana Kris akan membawanya.

“Mianhae chagi, tidak apa-apa kan sekali-kali aku mengerjaimu?” Kris mengelus lembut rambut Hyera. Senyum bahagia tertampang jelas diwajahnya, sebentar lagi kejutan untuk gadisnya akan sempurna.

***

Paris, Perancis….

Kris, Ahjussi Park, Min Young dan Hyera yang masih dibawah sadar karena efek obat tidur kini telah sampai di paris. Yap, ini adalah tempat yang dimaksud oleh Kris. Ia sengaja membawa Hyera ke tempat ini untuk sebuah kejutan yang bahkan tidak terpikirkan oleh Min Young.

Dari bandara mereka pergi ke tempat tujuan menggunakan mobil yang sudah disiapkan oleh anak buah appa Kris. Di perjalanan mata mereka tidak lepas dari indahnya pemandangan kota paris, andai saja Hyera tidak terlelap pasti ia tahu betul akan dibawa kemana ia saat ini. Mobil yang membawa mereka akhirnya tiba disebuah rumah yang cukup mewah, tentunya dengan dekorasi rumah yang berbeda di Seoul.

Kris langsung menggendong Hyera dan masuk ke dalam rumah tersebut. Didalam rumah sudah ada dua orang yang menunggu mereka. Seorang suami-istri yang bisa diperkirakan sudah menginjak kepala empat namun masih terlihat muda. Yap, mereka adalah appa dan eomma Hyera.

“Omo! Syukurlah kalian sudah sampai” ucap ahjumma Shin.

“Ne, ahjumma. Kamarnya dimana? Dia berat sekali”

“Biar kubantu. Kajja!” kata ahjussi Shin. Appa Hyera.

Ahjussi Shin langsung menunjukkan arah kepada Kris dan sesampainya dikamar Kris langsung membaringkan gadisnya dengan hati-hati agar tidak membangunkan gadis itu.

“Kau menjaganya dengan baik, Kris. Gomawoyo” ucap appa Hyera.

“Ah ne cheonmayo, itu sudah menjadi kewajibanku juga untuk menjaganya”

***

Kediaman keluarga Shin di paris malam ini terkesan berbeda dari biasanya. Semua orang seisi rumah sudah siap dengan urusan masing-masing hanya tinggal menunggu gadis kesayangan mereka semua untuk keluar dari kamarnya. Yap, Hyera masih belum tersadar dari tidurnya. Agaknya Kris merasa sedikit bersalah karena sepertinya pengaruh obat tidur itu cukup lama.

Saat ini appa dan eomma Hyera serta Kris dan appanya sedang menunggu Hyera di ruang tamu. Inilah kejutan yang telah direncanakan matang-matang oleh Kris. Jangan merasa heran kenapa Kris terlihat biasa sekali berjumpa dengan appa dan eomma Hyera, karena memang sebelumnya tanpa sepengetahuan Hyera, Kris dan appanya selalu menyempatkan waktu untuk bertemu dengan orangtua gadisnya itu.

Dulu, ketika Kris mendapat liburan semester saat ia kuliah di New York ia dan appa bertemu dengan orangtua Hyera. Secara gamblang Kris menjelaskan bahwa dia adalah namjachingu dari anak satu-satunya keluarga Shin tersebut. Bukan tanpa alasan ia berani melakukannya, itu semua karena ia benar-benar serius menjalani hubungannya dengan Hyera. Ia sudah menunggu lama untuk mendapatkan Hyera, maka sekali ia mendapatkan gadis itu dengan susah payah, ia tidak akan main-main tentang hubungannya. Itulah yang ada didalam pikiran Kris.

Saat itu, orangtua Hyera memang mengetahui bahwa anaknya sudah memiliki namjachingu di Seoul tapi Hyera tidak memberitahu siapa nama namja itu dengan alasan belum saatnya. Tapi melihat tindakan Kris yang bisa terbilang nekat, mereka senang karena Hyera tidak salah memilih namja. Setidaknya mereka tahu bahwa Kris memang benar-benar serius dengan anak mereka lagipula appa Kris adalah rekan lama bisnis mereka ketika mereka masih merintis usaha di Seoul. Dan malam ini adalah malam yang penting bagi mereka semua, terlebih bagi ahjussi dan ahjumma Shin yang sudah lama sekali tidak bertemu dengan anaknya. Secara tidak langsung, rencana kejutan Kris kali ini bukan hanya akan menguntungkan Hyera saja, tetapi juga orangtua Hyera yang memang belum memiliki waktu luang untuk bertemu anaknya di Seoul.

Min Young yang sedari tadi menunggu Hyera terbangun akhirnya lega juga saat ia melihat mata Hyera terbuka. Bisa dipastikan kali ini Hyera semakin bingung dengan keberadaannya, karena jelas ini bukanlah lagi di pesawat.

“Akhirnya kau bangun juga Hyera” tanya Min Young. Hyera bangun dengan memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing karena obat tidur yang tidak ia ketahui.

“Min Young-ah, kita dimana?”  tanya Hyera.

“Nanti juga kau akan tahu. Kajja bangun, segeralah mandi dan pakai baju yang sudah kusiapkan”

“Maksudmu apa? Dimana Kris?”

“Sudah kau lakukan saja apa yang kukatakan nona Shin, nanti kau akan mengerti” Min Young segera mendorong Hyera untuk bangun dari tidurnya dan beranjak ke kamar mandi. Tidak mungkin bukan jika kejutan sebagus ini dia harus mengenakan baju yang sudah lusuh dipakai tidur?

Selesai dengan semuanya hingga kini Hyera terlihat cantik sekali dengan gaun yang simpel tetapi elegan. Hyera yang tidak tahu apa-apa sedari tadi hanya bisa menuruti perkataan Min Young untuk melakukan ini dan itu. Karena ia memang sudah tahu ini pasti bagian dari kejutan yang dikatakan Kris di pesawat.

“Sudahkah? Apalagi yang harus aku lakukan Min Young?” tanya Hyera

“Terakhir, kita hanya perlu keluar dari kamar ini lalu turun kebawah dan menemui seseorang. Kajja”

Akhirnya Min Young dan Hyera keluar dari kamar dan menuruni tangga. Dibawah sana sudah ada empat orang menunggunya. Kris, Ahjussi Park dan orangtua Hyera. Hyera terbelalak saat baru saja ia menuruni tangga pertama. Bukan terbelalak karena melihat begitu tampannya Kris memakai tuxedo, bahkan ia sudah tahu memakai t-shirt biasa saja namjanya itu memang sudah tampan. Tapi matanya kali ini terbelalak melihat dua sosok yang berada disamping Kris sedang tersenyum padanya. Senyuman yang sangat dirindukan olehnya, senyuman yang sudah lama sekali tidak mampu ia lihat oleh kasat mata.

Hyera langsung beranjak mendekati orangtuanya dan memeluk mereka dengan erat. Mencoba meluapkan rasa rindu yang sudah lama itu. Bukan satu atau dua tahun ia tidak berjumpa dengan orangtuanya. Semenjak Hyera memilih kuliah di Seoul dan orangtuanya pindah ke paris untuk mengurusi bisnisnya, sejak saat itu pula gadis kesayangan keluarga Shin ini tinggal sendiri di Seoul tanpa keluarganya. Untung saja selalu ada Min Young yang menemaninya. Tapi saat ini ia dapat merasakan lagi pelukan hangat dari orangtuanya. Ia bersyukur, sangat bersyukur sekali.

Hyera menangis tersedu. Bukan… Itu bukan sebuah tangis kesedihan melainkan sebuah tangis bahagia karena akhirnya orangtua dan anak ini bisa berjumpa lagi.

“Eomma.. Appa.. Aku hiks rindu kalian hiks” rengek Hyera dipelukan eommanya.

“Ra-ya, kau sudah dewasa sekali sekarang. Eomma dan appa bangga ternyata anak kami bisa mandiri” ucap Ahjumma Shin.

“Ayo anak appa sudah dewasa, tidak boleh menangis lagi. Kajja kajja cepat usap airmatamu. Kau tidak malu dilihat oleh Kris, huh?” Hyera tersadar dengan ucapan appanya. Betapa bodohnya ia bisa lupa dengan keberadaan Kris yang jelas-jelas jika bukan karena kejutan namjanya itu, ia tidak akan bisa bertemu dengan orangtuanya.

Eomma Hyera mengusap airmata anaknya, berusaha agar anaknya tetap terlihat cantik didepan kekasihnya karena ia tahu malam ini akan menjadi malam yang penting bagi anaknya.

“Kris, tuan Park dan kau Min Young. Terima kasih telah memberi kejutan seperti ini kepada putri kami, setidaknya kami lega di Seoul ada banyak orang yang sayang dengan putri kami” ucap Appa Hyera

“Itu sudah menjadi kewajiban kami semua tuan Shin” kali ini ahjussi Park angkat bicara.

“Tenang ahjussi, selama Hyera bersamaku ia pasti tidak akan bisa macam-macam. Dan Hyera juga akan terlindung jika ada aku hehe” ucap Min Young dengan percaya dirinya dan dibalas dengan tawaan semua orang yang berada diruangan itu.

Sedangkan Kris hanya bisa tersenyum bahagia melihat gadisnya saat ini. Jiwanya tenang saat melihat Hyera memeluk sosok seorang appa dan eomma yang ia rindukan. Ia sangat terharu terlebih daritadi Hyera tidak melepaskan genggaman eommanya. Sepintas perasaan rindu Kris kepada eommanya mencuat melihat pemandangan itu, sedikit angan terlintas dibenaknya bahwa mungkin ia akan sangat bahagia jika eommanya kini masih ada di dunia dan  bisa menjadi bagian di malam yang penting bagi dia.

“Kris, jeongmal gomawo. Ini adalah hadiah terindah ulangtahunku” ucap Hyera membuyarkan lamunan Kris.

“Ne” jawab Kris singkat dan tersenyum pada gadisnya.

“EKHEM EKHEM! Yasudah bagaimana jika kita mulai saja makan malamnya” ajak appa Hyera pada semuanya.

***

-Suasana Makan Malam-

Mereka menikmati hidangan makan malam hasil masakan eomma Hyera sendiri. Sebenarnya mereka semua sudah tahu ini bukan hanya sekedar makan malam biasa terkecuali Hyera. Dipikirannya sekarang tidak ada lagi kejutan untuknya tapi bagi orang-orang disekelilingnya yang sudah mengetahui apa yang akan terjadi, ini menjadi malam yang krusial bagi mereka semua terutama bagi Kris.

Akhirnya mereka selesai dengan hidangan makan malamnya dan tanpa basa-basi lagi Tuan Shin mulai membuka pembicaraan penting malam ini.

“Kris ayo cepat katakan saja”

Kris memang sudah gugup mengenai hal ini, namun sebagai lelaki ia harus bisa membuktikan pada orang disekelilingnya bahwa ia bisa menepati janjinya beberapa tahun lalu. Sedangkan Hyera yang tidak tahu apa-apa hanya bisa menunjukkan mimik muka yang heran. Ia bahkan baru sadar sekarang bahwa Kris dan orangtuanya seperti bukan orang yang pertama kali bertemu.

Kris menarik nafas dan membenarkan posisi duduknya. Orang-orang disekeliling mereka terlihat tegang, terlebih appanya sendiri.

“Shin Hyera” panggil Kris.

“Waeyo Kris?” Hyera heran dengan orang-orang disekelilingnya, apalagi melihat Kris yang serius seperti ini.

“Tujuanku membawamu kesini bukan hanya untuk mempertemukanmu dengan appa dan eommamu tapi ada satu hal lain yang lebih penting dari itu” Kris beranjak dari tempat duduknya menuju Hyera yang duduk disebelah eommanya.

“Berdirilah” ucap Kris serius disertai dengan tatapan mata yang tidak biasanya dilihat Hyera.

“Kris, ada apa denganmu? Aku tidak mengerti. Apa kau saat i—“

“Aku mohon berdirilah Shin Hyera”

Hyera berdiri. Jujur, ia tidak pernah mendapati Kris yang seserius ini, bahkan kali ini ia ragu jika yang didepannya sekarang bukanlah seorang Kris yang dikenalnya.

Tiba-tiba saja Kris mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Sebuah kotak kecil berwarna silver, tampak elegan. Kemudian tangannya membuka kotak itu dan terlihatlah sebuah cincin yang sangat indah.

“Kris apa maksudmu?”  Ucap Hyera, ia benar-benar tidak bisa menormalkan pikirannya, akhir-akhir ini banyak sekali kejutan yang didapatkannya dari Kris tapi kali ini ia benar-benar tidak mengerti maksud Kris.

 

“Saat ini, didepan orangtuamu, didepan appaku dan didepan sahabat terbaikmu. Aku Wu Yifan melamarmu untuk menjadi istriku Shin Hyera. Maukah kau menikah denganku?” Lega. Itulah yang dirasakan Kris saat ini, kalimat yang tertahan sekarang sudah keluar.

Tapi berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan Hyera. Baginya itu seperti petir yang menyambarnya pada saat yang tidak tepat. Seolah menjadi perusak suasana. Kenapa? Kenapa harus sekarang? Apakah dia sedang bercanda kali ini?

“M-m-m-maksudmu? Ya! Kris kau jangan bercanda hahaha” Hyera yang terkejut dan belum siap menerima sebuah lamaran saat ini hanya menganggap semua yang diucapkan Kris adalah sebuah candaan.

Sontak ucapan Hyera juga menimbulkan reaksi yang tidak terduga bagi appa dan eommanya, terlebih juga ahjussi park dan Min Young yang tahu betul bahwa hal ini tidak mungkin terjadi.

“Apa kau bilang? Aku bercanda? Aku melamarmu Hyera, aku serius ingin menikahimu. Aku tidak bercanda Shin Hyera. Kau bisa tanyakan pada eomma dan appamu, kami sudah membicarakan hal ini dari jauh-jauh hari” jelas Kris.

Hening…. Detik-detik berikutnya tidak ada jawaban dari Hyera. Gadis itu masih mencoba untuk menyadari bahwa ini bukanlah mimpi.

“Hyera-ya  Ak–“ ucapan Kris terpotong oleh Hyera.

“Aniyo. Maaf Kris tapi tidak. Ah ani, maksudku bukan… bukan sekarang waktunya. Aku.. aku hanya.. ” Hyera tidak bisa menahan tangisnya, satu tetes airmata turun membasahi pipinya. Semua orang diruangan ini tidak habis pikir dengan apa yang baru saja Hyera katakana. Itu artinya ia menolak lamaran Kris.

“Shin Hyera, apa kau sudah gila!!!!” itulah suara hati Min Young yang tahu betul bagaimana besarnya rasa sayang Hyera pada Kris tapi ia tidak habis pikir bahwa sahabatnya itu bisa menolak lamaran kekasihnya. Benar-benar diluar dugaan.

Sedangkan Kris yang terkejut tidak bisa berkata apa-apa. Susah payah ia merencanakan ini semua tapi inikah hasilnya? Inikah hasil dari usahanya yang mati-matian menyelesaikan kuliah tiga tahun?

“Ne, aku mengerti” Kris tidak bisa lagi menahan amarahnya. Ia pergi begitu saja meninggalkan orang-orang yang ada disana, bahkan cincin yang tadi dipegangnya kini jatuh ke lantai. Jangan tanyakan bagaimana Hyera saat ini, ia hanya bisa menangis. Entah apa yang ada dipikiran gadis itu saat ini.

 

TBC

 

Selesaiiiiiiiii. Gimana gimana? Komen sama sarannya ditunggu. Author terima dengan senang hati kok. Oiya mau jelasin aja tentang umur Kris-Hyera disini. Anggap aja Kris beberapa bulan lebih tua dari Hyera. Dadah sampai ketemu di chapter selanjutnya 😀

47 pemikiran pada “Kris is Mine (Chapter 3)

  1. Great bikin deg-degan sendiri. Hyera gila nolak kaya gitu. Kris udh buang-buang duit nyewa pesawat pribadi segala. Ke Paris pula. Ah gila… Kalo saya sih langsung bilang iya terus meluk Kris… Wkwkwk abaikan.. Author ini FF kerennn!

  2. Emejiiingg!! Ceritanya enggak pasaran, kalo biasanya kayak gitu pasti ceweknya cengar-cengir teru bilang iya *jadi curhat* xD

    MORE THAN DAEBAK!!! lope lope buat mimin (?)

Tinggalkan Balasan ke Niken Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s