Still Loving U

Still Loving U

Author             : Sugar^^ (@1234Yuditha_)

Title                 : Still Loving U

Cast                 : Luhan [EXO-M] and Jung Eun Ra [OC]

Genre              : Romance, Sad *maybe*

Length             : Ficlet (about 2160 words)

Rating             : T and G

Summary         :

 

“Because I can’t life without You. Don’t ever leave Me.

 Please…”

Declaimer        : This story just Fiction. Plot and Story are mine. Cast except OC’s are not mine. Biggest thanks to Sasphire for COVER FF. Your Cover is GOOD!

Ini FF pertama yang saya kirim kesini. FF yang panjangnya hanya Ficlet, sorry ya otak saya lagi nge-drop. Comment yah…

 

Hati hati masih ada typo bertebaran!

+++++++++

Author POV

Tampak sepasang kekasih sedang duduk termenung disalah satu bagku Café itu. Namja itu hanya memandang kejendela disamping tempat ia duduk, memandang orang orang berlalu lalang dijalan itu. Sedangkan si Yeoja memandang gelasnya yang mulai hampir habis. Mereka tetap termenung, tetap berada dipikiran mereka masing masing. Sudah beberapa jam mereka terdiam seperti itu. Hingga mulai sedikit orang yang berlalu lalang dijalan dekat Café itu.

“Aku tak bisa terus seperti ini,” ucap Namja itu mengakhiri kebisuan diantara mereka.

“Kita harus mengakhiri hubungan kita.”

Yeoja itu tetap diam. Dia ingin sekali bertanya kenapa, tetapi jawabannya selalu sama. Ingin sekali ia berteriak sekencang mungkin, bertanya kepada Tuhan kenapa hidupnya seperti ini. Dia begitu mencintai kekasihnya. Dia tak ingin berpisah, dia masih ingin bersama Namja nya.

Wae? Aku begitu mencintaimu, kenapa harus diakhiri?”

“Kita tak ditakdirkan bersama Eun Ra-ya. Aku tak menyukaimu dari awal kita berpacaran. Hal itu sudah lama kupendam, kumohon mengertilah,” ucapnya memohon.

“Bagaimana aku bisa mengerti? Jika dari awal kau tak mencintaiku, kenapa kau mau menerimaku saat kunyatakan perasaanku padamu? Bagaimana aku bisa mengerti Oppa?” ucap Eun Ra mulai meninggikan suaranya.

Dengat sekuat tenaga ia menahan air matanya yang murni itu terjatuh dari mata indahnya. Ia memang sangat tak mengerti dengan sikap kekasihnya itu, jika dia tak mencintainya bagaimana mungkin sikap Luhan begitu manis saat mereka berpacaran. Rasanya Luhan begitu tulus memberikan perasaannya pada dirinya.

Jika Luhan tak mencintainya dari awal mereka berpacaran, harusnya Luhan sudah mengakhiri hubungan mereka saat itu juga. Dan ia sudah berpacaran dengan Luhan hampir 3 tahun, apa itu bukan cinta? Bagaimana bisa Luhan bertahan berpacaran dengannya selama itu?

“Aku tak tahu caranya. Yang penting kita harus mengakhiri hubungan kita,” ucap Luhan.

Shirreo. Aku tak mau.”

“Itu terserahmu. Aku pergi, kita sudah terlalu lama disini,” ucap Luhan sedikit ketus.

Sedetik kemudian mulai keluar setetes air mata dari mata indah Eun Ra. Dia sudah tak kuat. Benteng pertahanannya sudah hancur berkeping keeping. Bahkan seenaknya Luhan pergi meninggalkan dia.

Sebelum Luhan meninggalkan bangkunya, Eun Ra menahan lengan Luhan agar ia berhenti melangkah. “Jangan pergi, Oppa. Jangan tinggalkan aku sendiri,” pintanya.

Luhan hanya memandangnya sekilas. Memandang air mata nan cantik itu terus mengalir dipipi Eun Ra. Tapi Luhan sudah menetapkan hatinya untuk pergi. “Aku harus pergi. Carilah pria yang lebih baik daripada diriku Eun Ra-ya,” ucap Luhan sambil melepaskan genggaman tangan Eun Ra dilengannya. Dia mulai berjalan santai menuju pintu keluar Café itu.

“Jangan pergi Oppa,” ucap Eun Ra yang hanya ia seorang yang dapat mendengarnya.

Diotak Eun Ra sudah mem- Flashback  masa masa ia bersama Luhan dulu. Disaat ia membuat surat cintanya pertama kali untuk Luhan. Dan tiba tiba saja Luhan menerimanya dengan senyuman manis khasnya. Disaat mereka bersepeda bersama ditepi Sungai Han. Bersama sama memakan Ice Cream kesukaanya. Ice Cream rasa Strawberry kesukaannya yang selalu Luhan belikan untuknya.

Disaat ia jatuh sakit dan tak ada orang dirumahnya, Luhanlah yang merawat, menjaga, dan menemaninya hingga keesokan harinya. Itu semua Luhan lakukan dengan senang hati, dengan senyumannya. Ia tak bisa melupakan hal itu dengan mudahnya. Ia juga tak bisa menggantikan sosok seorang Luhan dihatinya. Hanya Luhan yang ia mau. Hanya Luhan yang bisa memiliki hatinya seorang, tak ada orang lain.

“Kau tak boleh meninggalkanku sendiri Oppa.”

“Aku tak bisa berpisah denganmu. Aku harus mengejarnya, walaupun tak ada harapan sama sekali. Aku harus tetap mengejarnya,” benak Eun Ra.

“Ya.. Benar. Aku harus mengejarnya. Tunggu aku Oppa!

Dengan sekejap Eun Ra berlari sekencang mungkin untuk mengejar kekasihnya itu. Dia tak peduli hal lain, dia hanya fokus berlari. Berusaha mencari sosok Luhan yang meninggalkannya. Dia terus berlari tanpa henti. Dia hanya ingin sosok Luhan dihadapannya. Hanya Luhan.

Waktu terus berjalan. Tapi ia belum menemukan sosok Luhan. Dia terus mencari hingga ia menemukan sosok itu. Sosok yang sangat ia cintai. Dengan sekencang mungkin Eun Ra berlari mengejar Luhan, ia tak ingin Luhan pergi lagi. Dengan sekejap ia memeluk Luhan dari belakang, memeluknya erat seolah tak menginginkan Luhan pergi. Tapi itu memang benar, Eun Ra tak akan membiarkan Luhan pergi dari sisinya.

“Jangan pergi Oppa, kumohon,” isaknya. Ia memeluk Luhan erat sambil menangis. Hingga baju Luhan sedikit basah.

“Tak bisa Eun Ra. Mengertilah sedikit, apakah kau tak bisa menghilangkan sifatmu yang egois itu? Dan mungkin sifat egois mu itulah yang membuatku mengakhiri hubungan kita ini.”

Mendengar hal itu, Eun Ra mulai melonggarkan pelukannya dari Luhan. Luhan pun membalikkan badannya, lalu ia mulai menghapus air mata Eun Ra dipipinya. “Jangan menangis Eun Ra-ya. Kau terlihat jelek kalau kau menangis,” ucap Luhan sambil tangannya tetap menghapus air mata itu.

Eun Ra terdiam. Tangan hangat Luhan memegang pipinya lembut. Mengahapus air matanya, itulah hal yang akan dilakukan Luhan jika melihatnnya menangis. Hingga mata mereka menatap satu sama lain. Eun Ra mulai mencari ketulusan dari mata indah milik Luhan, dan mata indah Luhan tetap menunjukkan kasih sayang kepada dirinya. Mereka terus menatap satu sama lain. Hingga tangan Luhan berhenti mengusap pipi Eun Ra.

“Baiklah aku pergi dulu. Selamat tinggal Eun Ra-ya,” ucap Luhan karena melihat lampu untuk pejalan kaki telah berwarna hijau. Ia pun mulai menyebrang jalan itu yang kendaraannya berhenti semua.

Oppa! Kajima… Jebal!”teriak Eun Ra keras.

Tapi Luhan tetap berjalan. Ia tak ingin melihat kebelakang, melihat kearah yang sekarang berstatus mantan kekasihnya. Tetapi Eun Ra tak patah semangat, ia terus berteriak teriak sekencang-kencangnya agar Luhan mau melihat kebelakang. Banyak orang menganggapnya gila karena berteriak teriak seperti itu. Tapi Eun ra tak mau tahu, ia terus berteriak memohon agar Luhan tak meninggalkannya hingga sosok Luhan tak lagi ada dipandangannya. Luhan sudah benar benar pergi meninggalkannya.

Oppa. Please Don’t Go,” ucap Eun Ra yang tak mungkin didengar oleh satupun mahkluk hidup didunia ini. Akhirnya Eun Ra tak mampu lagi berteriak, ia hanya menangis. Menangis sesendu mungkin hingga ia jatuh terduduk. Terduduk sambil menatap nasibnya yang naas. Ditinggalkan oleh cinta sejatinya. Ditinggalkan oleh Luhan.

Hingga hujan mulai mengguyur daerah itu. Tetap saja Eun Ra masih duduk termenung sambil menangisi dirinya. Orang-orang yang melihatnya hanya menaruh belas kasihan kepadanya, tapi tetap Eun Ra hanya membutuhkan Luhan bukan yang lainnya. Dia terus menangis hingga seseorang memayungi dirinya. Dia bergegas mengadah keatas, melihat siapakah gerangan orang yang berbaik hati melindunginya dari hujan yang deras ini.

Terlihat sosok orang yang sangat ia kenal. Sosok yeoja manis itu adalah yeodongsaeng nya sendiri. “Sudahlah Eonnie, kita pulang sekarang. Jika Eonnie sakit bagaimana nanti?” ajak adiknya itu.

“Aku masih ingin disini Euna. Jangan paksa aku pulang. Kumohon, dengan sangat,” ucap Eun Ra sangat memohon.

Yeodongsaeng nya itu hanya menurut, ia tahu Eonnie nya begitu keras kepala. Tapi ia tak akan meninggalkan Eonnie nya itu kehujanan disitu seperti orang tak waras. Ia tetap berdiri sambil memayungi Eonnie nya dari hujan yang tak tahu kapan akan berhenti. Sedangkan Eun Ra terus menangis tak tahu sampai kapan.

Eonnie aku tahu itu sakit. Tapi cobalah mengerti dan berpikir positif,” ucap Euna.

Tapi Eun Ra tetap diam. Tak menggubris omongan yeodongsaeng nya itu. Akhirnya adiknya itu berjongkok sambil memeluk kakaknya dari belakang, melepas paying yang dari tadi ia pegang. Ia mengikuti kegiatan kakaknya itu. Sambil memeluk kakaknya itu, Euna terus menghibur kakaknya. Ia juga merasakan apa yang dirakan Eonnie nya itu, itu pasti sangat sakit. Ditinggal orang yang sangat kita cintai itu sakit sekali.

Eonnie ayo kita pulang. Kau sudah kedinginan dari tadi. Kumohon,” bujuk Euna.

“Aku tak akan pulang dari sini, pulanglah du—” ucapan Eun Ra terpotong karena ia langsung tak sadarkan diri. Samar samar ia melihat yeodongsaeng nya yang panik entah kenapa lalu menjadi gelap.

++++++___++++++

Matahari mulai menyinari bumi. Seorang yeoja baru terbangun dari tidurnya yang lumayan panjang. Tetapi wajahnya menunjukkan jika ia begitu lelah dan masih perlu tidur.

Eonnie! Bangun sampai jam berapa mau tidur te—. Eh, ada apa dengan wajah Eonnie? Kok kayak lelah sekali? Apa perlu Eonnie tak kuliah hari ini, biar aku izinkan,” ucap yeodongsaeng nya.

“Tak perlu Euna, aku akan tetap kuliah hari ini.”

Eun Ra pun bersiap siap untuk kuliah hari ini. Ia bergegas sarapan sedikit roti dan berangkat kekampusnya. Ia masih ingat hal itu. Dimana Luhan mengakhiri kisah cinta mereka yang sudah mereka jalani hampir iga tahun. Hingga ia sampai dikampusnya, dan benar saja ia telat. Untuk hari ini Eun Ra berniat tak ingin menemui Luhan. Atau mungkin juga Luhan tak ingin menemuinya.

Sampai dikelas ia, mulai mengikuti materi yang diberikan oleh dosennya. Dia benar benar tak konsen dengan materi yang sedang dijelaskan oleh dosennya hingga sampai jam istirahat ia tak mendapatkan materi apapun untuk ia pelajari nanti. Disaat semua teman temannya beranjak keluar ruangan tempat mereka belajar, Eun Ra hanya duduk termenung. Ia begitu lelah hingga akhirnya ia tertidur dikelas.

Eun Ra POV

Entah kenapa hari ini aku begitu lelah. Aku tak dapat mengikuti materi yang diberikan oleh dosen itu. Aku begitu lelah dan aku memutuskan untuk tidur sebentar sambil menunggu jam istirahat selesai. Entah kenapa hatiku dapat menerima perpisahanku antara Luhan Oppa. Tak seperti biasanya, jika kemarin hatiku begitu sakit tapi sekarang aku tak merasakan hal itu. Hanya lelah, itu yang dapat aku rasakan.

-skip-skip-skip-

Akhirnya jam kuliahku usai. Aku benar benar lelah, aku ingin pulang dan cepat cepat tidur sekarang. Aku melangkah terus hingga sampai disekitar gerbang sekolah, tiba tiba seseorang yang tak kukenal datang menghampiriku dengan tergesa-gesa. Dari semburat wajahnya terlihat jika ia takut sekali.

Chogiyo, apa kau yang bernama Eun Ra?” tanyanya sambil ngos-ngosan.

Keurae. Ada apa kau mencariku?”

Matanya terus memandang kearah mataku. Seakan sedang mencari sesuatu yang terpendam didalam mata ini. “Yak! Cepat beritahu aku! Kenapa kau malah menatapku seperti itu,” ucapku sedikit membentaknya.

“Lu- Luhan, dia… dia…” ucapnya terputus-putus.

Wae? Luhan kenapa? Ada apa dengannya? Hah,”

“Lihat saja ditaman belakang kampus ini,” ucapnya.

Tanpa pikir panjang, segera kulangkahkan kakiku menuju Taman Belakang kampusku. Aku benar benar khawatir padanya. Sampai disana, aku hanya menemukan setangkai bunga mawar merah beserta- mungkin surat. Kulangkahkan kakiku untuk melihatnya, kuambil setangkai bunga mawar itu dan mulai membaca surat itu. Kubaca surat itu perlahan sambil duduk dibangku taman itu.

Hi my dear…

Every time I see your eyes, my heart feel happy

Your smile make me going crazy

And I really loving U

But please tell me if you love me too

And please look at behind you….

Ketika kubaca kalimat terakhir disurat itu, segeraku alihkan pandanganku kebelakang. Dan seketika itu juga aku melihat balon yang banyak terbang dengan bebasnya diangkasa. Terbang menuju ketempat yang ia suka. Saat balon terakhir itu terbang diangkasa, aku dapat membaca sebuah tulisan. “Love You So Much, Eun Ra!”

Apa maksudnya semua ini. Dan dimana Luhan berada? Mengapa orang itu menyuruhku kesini? Apa dia ingin mengerjaiku? Betapa bodohnya aku yang menurutinya begitu saja. Seharusnya aku sadar bahwa statusku hanya lah ‘Mantan’ pacar Luhan. Tapi kenapa kata hatiku menyuruhku kesini dan menyaksikan semua ini. Dan memang ini begitu romantis.

“Ehem.”

Mendengar seseorang yang berdehem segera kubalik posisi badanku menghadap seperti semula. Dan batapa kagetnya diriku saat melihat seseorang yang sedang berdiri didepanku. Namja berkulit putih mulus dengan senyuman khasnya membawa sebuket bunga mawar merah kesukaanku. Apa maksudnya ini? Bukan kah aku dan dia sudah berpisah.

Dia terus tersenyum dan melangkah mendekatiku. Aku hanya bisa membuka lebar mataku melihat hal yang sudah terjadi saat ini. Dia tetap tersenyum sumringah, dan aku tahu senyuman itu ditujukan kepadaku. “Masih ingat kah kau bahwa ini hari jadi kita yang ketiga?” tanyanya yang membuatku refleks memangapkan mulutku.

“Apa maksudnya? Hari jadi yang ketiga? Bukankah kita sudah ber—”

“Ternyata kau cepat sekali lupa. Ini kan hari jadi kita, ahhh lebih tepatnya hari dimana aku menerimamu menjadi pacarku. Masa kau tak ingat?”

Ya Tuhan. Tolong aku, apa maksud dari semua ini? Bukankah kemarin ia yang memutuskan hubungan ini, dan sekarang ia terus tersenyum dan mengingatkanku pada hari jadi kami. Dan tentu aku tak pernah melupakannya.

“Luhan, bukankah kau yang telang memintaku untuk berpisah darimu? Tapi sekarang kenapa kau…”

“Apa? Kapan aku berbicara begitu padamu. Mana mungkin aku memutuskan yeoja secantik dirimu Eun Ra-ya. Kau jangan berbicara yang aneh aneh,” ucapnya masih tetap menampilkan senyumannya.

Ya Tuhan, jadi kejadian kemarin malam itu apa? Aku masih ingat akan hal itu, dimana ia memutuskan hubungan kami dan dimalam hujan deras itu. Aku masih dapat mengingatnya. Ya Tuhan kumohon katakana jika kejadian kemarin malam itu hanya mimpi. Aku sudah terlalu senang bersama namja yang mencintaiku tulus ini.

“Jadi benarkah ini? Apa benar aku tak bermimpi? Oppa tak pernah memutuskanku kan?”

Tatapan mata Luhan menjadi aneh. Tapi beberapa detik kemudian senyum khasnya kembali seperti semula. Ia menganguk perlahan. “Tidak mungkin, ini pasti mimpi,” ucapku masih tak pecaya.

“Ini bukan mimpi Eun Ra-ya. Cepat bangun!” katanya sambil mencubit pipiku gemas.

Segera kupeluk tubuhnya, yang membuatnya sedikit terdorong kebelakang. Dengan segera ia balas memelukku. Di pelukannya aku menangis perlahan. Aku memang berharap kejadian kemarin malam tidak pernah terjadi. Dan sepertinya mimpiku itu benar. Luhan mulai mengelus rambutku perlahan.

“Jangan menangis Eun Ra-ya. Kau terlihat jelek kalau kau menangis,” kata Luhan yang benar benar persis dengan ucapannya saat menghapus air mataku kemarin. Tapi aku tak peduli, aku sudah terlanjur bahagia berada disisi Luhan.

Oh Tuhan hanya satu pintaku. Jangan pernah memisahkan Luhan Oppa dari sisiku. Karena aku tak dapat hidup tanpanya. Dan biarkan Luhan tetap mencintaiku. Selama – lamanya.

{Fin}

Lalalala…. Aku tw kok pasti komen kalian itu kayak gini …

“Ih FF nya suer gaje banget”

Harap dimaklumi yah, saya aja buatnya Cuma sehari bro… *sokk*

Jadi rada-rada hancur, gaje, gak terasa feel nya, dsb bahkan judul gak nyambung sama ceritanya.

Sudahlah pokoknya Comment yaw… masa baca gak ninggalin jejak O;O

 

THANK YOU FOR READ AND BIGGEST THANK’S FOR

READ+COMMENT+LIKE

MUAH

With ♥,

Sugar^^ #still

Iklan

10 pemikiran pada “Still Loving U

  1. Bacanya tadi sore tapi baru nyempetin comment sekarang, kekekeke~ *ketahuanbangetsidersnya-_-*
    FF-nya daebak!~
    Agak bingung thor, itu Luhan yang minta putus bener ato enggak? :O kok gak dijelasin? Eh, dijelasin gak ya? (?) *LOLA*
    Tapi keren sih, suka sama bahasanya XD gak ribet + enak dibaca (?)
    Luhannya kyaaaaaaaaaaaaa :*
    Romantis amat sih, mau dong digituin (?) juga ❤
    Ini beneran buatnya sehari? :O gila thor! Sehari bikin udah keren banget (Y)
    Gue aja yang bikin berhari2 hasilnya jelek mulu, kagak nyambung pula heu =_=" #curcol
    buat lagi dong thor XD
    Castnya Luhan lagi, ya ya ya?? *ngerayu*
    I luv u thor :* #ditendang ._.

  2. okay thor,dapet kok feelingnya
    pas dia tibaa2 kasih sebuket bunga itu paling kerasa thor feelingnya ak ikut2an binggung juga, sampai ekpresi benggongku muncul,oh ya thor yg diputusin itu nyata apa kagak ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s