Valsheid (Chapter 2)

exo_hd2

Title: Valsheid (Chapter 2)

Author: cym121

Genre: Action, Thriller, Friendship, a bit Romance

Rating: PG-18

Cast:

~ EXO

~ SNSD

Other Cast: temukan sendiri!

Disclaimers: Semua cast punya Tuhan dan orangtuanya masing-masing! *member EXO punya author juga XD*

WARNING!! A BIT EXOSHIDAE MOMENT IN HERE!!!

IF YOU DISLIKE THE CAST, PLEASE DON’T READ!!

Perhatian, tolong dibaca ya.

  1. Karena disini banyak bahasa asing yang diucapkan, author mohon maaf kalau ada yang ngga ngerti.
  2. Memang banyak bahasa yang digunakan tapi bahasa nasional *?* mereka sebenarnya hanya Korea. Jadi jangan khawatir. Bahasa asing selain korea ga bakal dimunculin terlalu banyak.
  3. Author sengaja menyamakan umur-umur mereka jadi 20 tahun (Int. A)  semua biar easy aja. Enak dibaca juga. Jadi, kalau misalnya ada yang gasuka, mianhae ne?

Happy Reading^.^

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Seoul, South Korea 4:00 AM

Suara ponsel berdering dengan nyaring di sebuah kamar hotel di pusat kota Seoul. Seorang lelaki yang tengah tertidur terbangun oleh bunyi ponselnya itu. Ia mengangkat panggilan masuknya tanpa melihat siapa yang meneleponnya di dini hari itu.

Ya! Neo michyeosseo?! Aku baru tertidur beberapa jam lalu. Apa kau bisa mengerti? Aku masih mengantuk!” seru lelaki itu. Matanya masih terpejam pertanda ia memang masih mengantuk.

Ya! Byun Baekhyun! Apa-apaan kau ini?! Kalau membunuh ya membunuh saja jangan memakai akting seperti itu!!!” orang yang berada di seberang itu balik menyerui lelaki yang bernama Byun Baekhyun.

“Eh? Stephanie? Mianhae, kupikir siapa. Waegeurae?” lelaki itu tersadar setelah orang yang di seberang sana menyeruinya.

Waegeurae?! Sudah lupakan!” orang yang dipanggil Baekhyun Stephanie itu memutuskan sambungan teleponnya.

“Shhh~ aku salah apa?” gumam Baekhyun pada dirinya sendiri.

Osaka, Japan 7:00 AM

“Jadi kita akan memburu mereka sekarang?” tanya seorang lelaki berkulit putih mulus.

Hai. Kita harus mulai mencarinya sekarang” jawab seorang lelaki berkulit agak gelap dan tinggi.

“Aku akan mengejar Luhan!” seru wanita yang berpostur tubuh tinggi.

Andwae! Kau melihat ketampanannya kan? Kau akan jatuh cinta padanya nanti!” tolak lelaki yang pertama berbicara.

“Suho-senpai, aku bisa mengatur emosiku. Sore o reikyaku” ucap wanita itu

“Sekali tidak ya tidak” lelaki bernama Suho itu tetap bersikukuh untuk melarang wanita itu.

“Sudahlah senpai, biarkan Sooyoung mengejarnya. Kita harus mengejar Zhang Yixing” lerai lelaki bertubuh tinggi.

Akhirnya, Suho mengizinkan Sooyoung untuk mengejar orang yang bernama Luhan. Kai, lelaki yang bertubuh tinggi itu serta Suho akan mengejar Yixing. Mereka berangkat menuju Beijing dan sesampainya disana, Sooyoung berpencar dengan Suho dan Kai.

“Kita kemana sekarang?” tanya Suho pada Kai

“Kita duduk-duduk sebentar saja disana sambil mencari informasi tentang Yixing” jawab Kai

Mereka mencari beberapa informasi tentang pemilik Avex Chinese itu. Dari beberapa situs di internet sampai menghack beberapa data yang mengunci tentang informasi pribadi Zhang Yixing.

“Ketemu” gumam Suho

Kajja!” ucap Kai

Chankkaman!” seru seorang lelaki paruh baya seraya menghampiri Suho dan Kai.

“Jungsoo sonsaeng?” ucap Suho heran

Jaba! Kalian akan membutuhkannya” ucap lelaki paruh baya itu seraya melemparkan sebuah kunci mobil dan menunjuk mobil yang sudah terparkir di belakang lelaki itu.

Kamsahamnida” ucap Kai. Lelaki paruh baya itu tersenyum melihat Suho dan Kai berlari dan masuk ke dalam Ferrari F430.

Disisi lain, Sooyoung menjelajahi salah satu sisi di kota Beijing seraya meletakkan iPadnya di tangan kanannya. Ia memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah taman seraya mencari informasi tentang lelaki yang bernama Luhan.

Jiluhan!” gerutu Sooyoung. Ia memasang kamera dari iPadnya dan bermaksud untuk berfoto-foto sejenak. Tapi, matanya tiba-tiba tertuju pada bayangan seseorang yang tertangkap di kameranya. Orang itu sedang berada di bawah pohon yang rindang seraya melihat iPadnya.

“Bukankah ini..” Sooyoung tersentak dan membalikkan badannya. Ia menyipitkan matanya, berusaha untuk mengenali lelaki yang tertangkap oleh kamernya tadi.

Keu..” belum sempat Sooyoung menyelesaikan kata-katanya, lelaki itu bangkit dan berjalan menjauhi taman tersebut. Sooyoung pun mengikutinya.

Anio, anio. Aku harus ambil jalan yang lain” gumam Sooyoung. Matanya tak lepas dari targetnya yang kini sudah berada di depan mata.

Matta! Aku melihatnya sekarang” ucap Sooyoung. Sooyoung berjalan mendekati targetnya. Luhan. Ia sengaja menundukkan kepalanya. Saat targetnya sudah mendekat, Sooyoung sengaja menubrukkan badannya dengan Luhan sehingga terdengar rintihan dari mulut Sooyoung.

“Ah, ni hai hao ma?” tanya Luhan. Sooyoung menegakkan kepalanya dan menatap Luhan. Bukannya ia menjawab pertanyaan Luhan, ia hanya memandangnya saja.

Xiaojie, ni hai hao ma?” Luhan mengulang pertanyaannya dan itu membuat Sooyoung sadar.

“Ah, shengbing” Sooyoung sengaja berakting di depan targetnya itu

Dui bu qi, aku tak sengaja” ucap Luhan seraya membantu Sooyoung untuk berdiri.

“Kau bukan orang China ya? Kau mau kemana? Apa ada yang bisa kubantu?” tanya Luhan pada Sooyoung.

“A..aku orang Jepang ya Jepang. Aku mau toko aksesoris. Boleh, tolong tunjukkan jalan untukku. Apa kau tak keberatan?” ujar Sooyoung

Meiyou. Aku senang membantu orang lain. Ni hao, xiaojie…” ucapan Luhan menggantung tiba-tiba karena ia tak tahu nama Sooyoung.

“Aiko” Sooyoung menyembunyikan identitas namanya dengan menyebut nama karangannya.

Xiaojie Aiko. Aku Luhan. Kau bisa Chinese juga?” tanya Luhan. Sooyoung mengangguk.

Shunbian shuo yixia, kau manis juga Aiko” ucap Luhan dan itu berhasil membuat wajah Sooyoung memerah.

Xiexie” ucap Sooyoung malu-malu.

Osaka, Japan 10:00 AM

Damn! Dia sudah pergi ke Beijing!” gerutu seorang lelaki ketika memasuki sebuah rumah yang sudah ditinggal penghuninya beberapa jam lalu.

“Sudahlah Chen, kita harus pergi ke Beijing sekarang juga” ucap seorang wanita yang tengah bersamanya.

“Kau tidak lelah Seohyun? Kita bisa beristirahat sejenak disini kalau kau mau” ujar Chen

“Tidak perlu. Kajja!” ucap Seohyun

Sementara, 3 orang secret agent baru saja melandai beberapa menit lalu di Osaka.

“Kita berpencar” ucap namja yang bertubuh paling tinggi. Tao. Tanpa aba-aba lagi mereka segera berpencar mencari target mereka. Tao menuju arah barat, sedangkan Sehun temannya ke arah timur dan satu lagi, Hyoyeon menuju arah utara.

Hyoyeon memegang iPadnya seraya berlari. Tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu bergetar di tasnya. Ternyata ponselnyalah yang bergetar. Pesan singkat itu menyuruhnya untuk membuka iPadnya.

“Sial di sudah berangkat ke Beijing!” gerutu Hyoyeon. Hyoyeon segera menghubungi kedua temannya. Tao dan Sehun.

Shenzhen, China

“Jadi kemarin kau gagal membunuhnya?” tanya seorang wanita berpostur tubuh mungil.

“Dia menghilang begitu saja di belokan, Taeyeon” jawab temannya “Ohya, Bugatti Veyron itu milik siapa?” lanjut temannya kemudian.

“Jongwoon sonsaeng memberikannya pada kita” jawab Taeyeon

“Oh” ucap temannya singkat.

“Sshh~ Jessica, menurutmu apa chingu K.Li itu tampan?” tanya Taeyeon

“Maksudmu yang kemarin memanggilnya itu?” tanya balik Jessica

“Yeah~ siapa lagi?” ujar Taeyeon

“Mmmm~ biasa saja. Hanya, wajahnya itu sangat..funny. Hahaha” Jessica tertawa

Ya! Kau ini. Seleramu seperti apa sih? Susah sekali kau menyukai seorang namja” gerutu Taeyeon

Cool, manly, dapat melindungiku, menerima aku apa adanya, dan tentu saja menyayangiku” ujar Jessica

“Bukankah K.Li itu seperti itu? Cool dan manly” ucap Taeyeon. Jessica menatap Taeyeon sejenak dengan heran dan mengalihkan pandangannya ke tempat lain.

Disisi lain, 2 orang lelaki sudah mulai menjalankan misinya. Kris dan Chanyeol. Mereka mencari informasi tentang target mereka, Im Yoona yang berprofesi sebagai Direktur utama Xiuxiu Photo Editor. Mereka menaiki Lamborghini Reventon milik Kris.

“Bagaimana jika kita ke kantornya pada malam hari?” usul Chanyeol

Mwo?” tanya Kris heran

“Nggg~ Im Yoona sering sekali menginap atau lembur di ruang kantornya. Kita bisa memanfaatkan itu” ujar Chanyeol.

“Baiklah, kita makan siang dulu saat ini” Kris membelokkan mobilnya ke sebuah restoran yang terletak di pinggir jalan.

“Shh~ Ya! Wufan, kemarin aku berpapasan dengan 2 orang yeoja, salah satu dari mereka sungguh cute. Kau melihatnya? Kau juga berpapasan dengan mereka bukan?” ujar Chanyeol seraya mengunyah makanannya. Kris hanya menggeleng dan itu membuat Chanyeol sedikit kesal.

“Ohya, kemarin kenapa kau tiba-tiba menarikku ke sebuah gang kecil itu?” tanya Chanyeol

Feeling-ku tidak enak. Seperti ada yang mengikuti kita kemarin” jawab Kris. Chanyeol hanya ber-oh ria.

“Taiyin, kau mau makan apa?” tanya Jessica ketika memasuki sebuah restoran dan menyebutkan nama Chinese Taeyeon.

“Terserah” jawab Taeyeon. Chanyeol dan juga Kris menoleh kearah sumber suara. Ya, karena suara mereka yang sedikit keras, mereka dapat menarik perhatian semua orang yang berada di restoran itu tak terkecuali Chanyeol dan Kris.

“Cih~ pamer” ujar Kris

Ya! Yeoja itu yang kumaksud” bisik Chanyeol

Mwoya? Nuguya? Yang berwajah seperti orang sombong itu?” tanya Kris

“Aish~ neo! Bukan yang itu, yang satunya” ujar Chanyeol

“Ah~ biasa saja” ucap Kris dingin

“Sica, itu..” Taeyeon menunjuk kecil seseorang. Mata Jessica mengikuti arah tunjukan Taeyeon.

“Taeyeon, itu-“ “K.Li” potong Taeyeon.

“Ayo kita pindah tempat duduk” ujar Jessica. Jessica dan Taeyeon berpindah tempat duduk menjadi tepat disamping Kris dan Chanyeol.

“Maaf mengganggu. Ni hao” ucap Taeyeon. Chanyeol membalas ucapan Taeyeon dengan anggukan disertai senyumannya.

“Jung, bagaimana kalau besok kita latihan menembak?” usul Taeyeon

Joesonghaeyo, apa kalian hanguk?” tanya Chanyeol

“Eh?” Taeyeon bingung

Ne” ucap Jessica singkat dan dingin.

Na ddo. Bangapseumnida, aku senang bisa bertemu orang hanguk disini. Aku juga hanguk” ujar Chanyeol

“Apa aku bertanya?” tanya Jessica ketus

Mianhae, dia memang seperti itu” ucap Taeyeon

Seoul, South Korea 10:00 PM

2 orang misterius telah menemukan targetnya. Mereka berusaha untuk mengikuti targetnya itu tanpa targetnya ketahui. Pandangan mereka tak lepas dari targetnya itu. Beberapa saat kemudian, targetnya itu menaiki sebuah Aston Martin Coupe. Kedua orang itu segera menaiki Lamborghini Murcielago LP640 untuk mengejar targetnya. Hampir setengah jam untuk mengikuti targetnya berhenti. Targetnya tersebut berhenti di sebuah rumah besar dan terlihat desain exteriornya sangatlah modern.

 

“Kita harus susun rencana kita, Soonkyu” ucap seorang lelaki yang tak lain adalah Xiumin.

“Sshh~ kita harus memastikan di rumahnya hanya ada dia sendiri” Soonkyu mengambil ponselnya dan menekan tombol dial speed.

Ya! Apa yang kau lakukan?” tanya Xiumin. Soonkyu menempatkan jari telunjuknya di bibir untuk memberi aba-aba pada Xiumin untuk diam. Soonkyu meloudspeaker-kan sambungan teleponnya. Seseorang dari seberang sana mengangkat sambungan tersebut.

Yoboseo?” ucap suara yang berada di seberang sana. Soonkyu maupun Xiumin tak membalas sapaannya.

Yoboseo? Dangsin nuguya?” tanya suara yang di seberang sana lagi dan lagi-lagi Xiumin dan Soonkyu tidak menjawabnya.

“Kalau anda tidak menjawab akan kututup” ucapnya. Akhirnya karena Soonkyu dan Xiumin tidak menjawab satupun sapaan dari orang tersebut, orang itu menutup sambungan teleponnya.

 

Listen? Di rumahnya hanya ada dia sendiri” ucap Soonkyu setengah berbisik

“Oh, Soonkyu-yah, kau pintar sekali” ujar Xiumin. Mereka berdua mulai memasuki rumah targetnya. Kedua orang itu menekan tombol bel yang terpasang di depan pintu rumah itu. Tak lama mereka menunggu, seorang lelaki keluar membukakan pintu untuk mereka berdua.

“Oh, mianhae. Apa ada yang bisa kubantu?” ucap lelaki itu

“Tentu, sonsaeng” jawab Soonkyu

“Ah, masuklah dulu” ujar lelaki itu

 

“Jadi, apa yang bisa kubantu untuk kalian?” lelaki itu mengulang lagi pertanyaannya. Sejenak Soonkyu dan Xiumin saling berpandangan. Ya, mereka berkomunikasi lewat pandangan. Setelah itu Xiumin mengeluarkan Glock 19 nya dan tentu saja lelaki itu menjadi shock.

“A..apa yang kalian mau?” tanya lelaki itu gugup. Soonkyu tersenyum dan menurunkan pistol yang dipegang Xiumin.

“Maaf dia sedikit gila. Hahaha~” ucap Soonkyu. Soonkyu mendekati lelaki itu dan duduk di sebelahnya.

“Namamu siapa..sonsaeng?” tanya Soonkyu

“Do Kyungsoo panggil saja D.O” jawab lelaki yang bernama Do Kyungsoo sedikit gugup menerima perlakuan dari Soonkyu.

“Ah, berarti kami benar” ujar Soonkyu

“Benar apa?” tanya Kyungsoo

“Benar kalau kau adalah..target kami!!” Soonkyu mengeluarkan HS2000 nya dan bersiap untuk menarik pelatuknya.

“Kalian gila? Apa yang kalian mau?” seru Kyungsoo gugup ditambah dengan ketakutan.

“Matilah untuk kami dan kami takkan mengganggumu lagi!” seru Xiumin seraya menembakkan pelurunya. Tetapi D.O berhasil menghindar. Soonkyu segera mengeluarkan HS2000 nya lagi, sehingga ditangannya kini ada dua pistol. Ia terus menembakkan pelurunya tetapi nihil D.O selalu berhasil menghindar. D.O terus berlari ke lantai dua dan tentu saja Soonkyu dan Xiumin terus mengejarnya juga. D.O masuk ke sebuah ruangan dan mengunci pintunya. Xiumin dan Soonkyu terus menembakkan pelurunya sehingga melubangi pintu tersebut. Akhirnya mereka menghentikan tembakannya. Xiumin mendekati pintu tersebut dan memutar knop pintunya.

Damn! Ini terkunci dari dalam” ujar Xiumin. Xiumin menjauhi pintu tersebut lalu ia berlari dan berhasil mendobrak pintu tersebut.

“Menyerahlah Do Kyungsoo!” ucap Xiumin

Dangsin nuguya? Kalian ini mau apa?” tanya D.O

“Itu bukan urusanmu!!” seru Soonkyu seraya menembakkan pelurunya tanpa sadar D.O. Akhirnya D.O tertembak tepat di bagian dadanya. Itu karena tadi D.O tak sadar Soonkyu datang dan pandangan D.O hanya pada Xiumin yang sudah bersiap menarik pelatuknya.

“Wow, Soonkyu you’re the best!” ujar Xiumin. Xiumin mendekati tubuh D.O yang berlumuran darah dan terkapar.

“Apa ia sudah mati?” tanya Xiumin seraya menendang tubuh D.O. Setelah dirasa tubuh D.O tak berkutik kembali Xiumin membalikkan badannya. Belum sempat ia melangkah, kakinya di genggam oleh seseorang yang ternyata itu D.O.

“Ah ya! Damn!!” seru Xiumin. Ia menarik pelatuk pistolnya dan itu membuat D.O menerima tembakan untuk yang kedua kalinya. Kini tembakan tersebut tepat di kepalanya dan itu membuat D.O mati seketika di tempat.

“Xiumin!! Kajja, sepertinya ada yang datang” ujar Soonkyu.

Beijing, China 10:30 PM

“Ah, bagaimana Sooyoung? Dia dimanapun kita tak tahu” ucap Suho

“Sudahlah, dia pasti bisa menjaga dirinya” ujar Kai

“Aiko, kita sudah berkeliling dari tadi tapi kau belum menemukan aksesoris yang cocok. Ini sudah malam, kau menginap dimana?” ujar Luhan

“Emm~ Dui bu qi, sebenarnya aku belum menyewa tempat istirahat. Tapi tenanglah, aku akan mencarinya” ujar Aiko yang tak lain adalah Sooyoung.

“Tidak, lebih baik kau menginap di apartementku saja. Aku akan khawatir padamu jika kau mencari kamar sekarang” ucap Luhan

Mwoya?! Neon aparteumaenteu?” seru Sooyoung kaget dan otomatis Sooyoung menutup mulutnya. Ya, ia salah bicara, ia malah berbicara dengan bahasa Korea.

“Oh, kau bisa hanguk juga?” tanya Luhan. Sooyoung tersenyum dan mengangguk.

“Oh, Luhan. Banyak sekali barang seperti ini” ucap Sooyoung ketika sampai di apartement Luhan.

“Kau..seperti seorang secret agent saja” ucap Sooyoung lagi

“Aku memang secret agent. Bimil ne?” Luhan berbicara bahasa Korea

Eo? Luhan..” Sooyoung keheranan karena Luhan bisa berbicara Korea juga.

“Tidurlah. Semoga mimpi indah” Tanpa menunggu lama, Sooyoung sudah terlelap dalam tidurnya.

“Haish~ Choi Sooyoung, pintar sekali kau menyamar. Tapi sayang aku sudah mengetahuinya, neon naui targeteu” ujar seseorang ketika sudah memastikan bahwa orang yang ia sebut tadi benar-benar sudah tertidur lelap. Orang itu mengambil FN FNP-45 nya dan bersiap menarik pelatuknya. Ia memposisikan sudut tembakannya agar tepat sasaran. Tapi kemudian, ia menurunkan pistolnya.

“Sshh~ kupikir kau terlalu sayang untuk dibunuh, Sooyoung-sshi” Orang itu menaruh kembali FN FNP-45 nya dan mendekati Sooyoung.

Wae neo neomu yeppeoseo? Aish~ jeongmal ?! Apa kau menyukai yeoja ini? Cih~” orang itu menggumam sendiri.

Keurae..aku akan melenyapkanmu nanti” orang itu bangkit menjauhi Sooyoung yang tertidur di sofanya.

“Chen! Sepertinya Xiumin dan Soonkyu berhasil membunuh Do Kyungsoo” ujar Seohyun

“Mereka pintar juga ternyata” ucap Chen seraya tetap fokus menyetir, menatap jalanan malam kota Beijing.

“Apa kau mendapat informasi tentang Kim Jongin lagi?” tanya Chen kemudian

Anio. Eobseoyo” jawab Seohyun

“Dia benar-benar sulit sekali” ujar Chen

“Jika seorang direkturnya saja sudah menganggap ini susah, apalagi menurut anak buahnya?” ujar Seohyun seraya tersenyum pada Chen.

Ya! Kau mengejekku Seo Joohyun?” tanya Chen seraya menanggapi senyuman dari Seohyun itu.

Anio” Seohyun kini tertawa kecil.

“Baiklah, kita cari tempat menginap dahulu malam ini. besok kita lanjutkan mencari Kim Jongin” ucap Chen

“Oh Sehun! Uri pigonhaeyo” ucap Tao

Ya! Apa kalian semudah itu menyerah?” ujar Sehun

Ya! Kita terbang dari Daegu menuju Osaka dan hasilnya ternyata Chen sudah terbang ke Beijing. Lalu kita terbang lagi ke Beijing dan sekarang kita belum istirahat sama sekali. Apa kau tidak lelah huh?! Kita harus mempersiapkan tenaga kita untuk besok” seru Tao

“Jika kau ingin tidur, tidurlah atau bahkan tidur selamanya juga tak masalah bagiku” ucap Sehun ketus.

Mworago?!!” Tao menarik kerah baju Sehun dan bersiap memukulnya.

Keumanhae! Sehun, apa yang dikatakan Tao benar. Kita harus beristirahat dulu walaupun sebentar” Hyoyeon memisahkan Tao dan Sehun.

Ne, ne! Kita istirahat sekarang!” ucap Sehun

Shenzhen, China 5:00 AM

Seorang lelaki baru saja memasuki sebuah kamar hotel yang ditempati seorang wanita. Lelaki itu mendekati tubuh wanita yang sedang tertidur itu lalu ia menggoncangkan tubuh wanita itu.

“Stephanie, ireonaseyo” bisik lelaki itu tepat di telinga sang wanita. Wanita itu menggeliat dan membuka kecil matanya. Ia tidak bisa melihat dengan jelas wajah lelaki itu karena kamar dalam keadaan gelap. Ia mencoba menyalakan lampu dinding dan ia melihat seorang lelaki yang sangat familiar di matanya itu.

“Baekhyun-ah, bagaimana kau bisa tau aku disini? Bagaimana kau bisa masuk?” tanya wanita yang tak lain adalah Stephanie alias Tiffany itu.

“Aku selalu tau dimanapun kau berada, honey~~” ucap Baekhyun

“Berhenti menyebutku honey, itu menjijikan!” ujar Tiffany

“Itukan hakku, honey~” ucap Baekhyun

“Ya! Byun Baekhyun, keumanhae” ucap Tiffany dengan nada manja.

Ok, ok. Jadi, kau sudah menemukan Jessica Jung?” tanya Baekhyun

“Emm~ kemarin aku tak sengaja menubruknya dan aku baru sadar kalau itu Jessica Jung setelah ia menaiki sebuah Bugatti Veyron” jawab Tiffany

Pabo, pikiranmu hanya ada aku terus sih jadi kau lupa wajah Jessica Jung itu” ucap Baekhyun.

Ya! Untuk apa aku memikirkanmu Mr. Byun? Kurang kerjaan sekali” sanggah Tiffany

“Akuilah itu Mrs. Byun” ujar Baekhyun

Ya! Berhenti menggodaku seperti itu Byun Baekhyun!!” seru Tiffany

7:30 AM

“Hey!” seru Taeyeon pada Jessica

Yea? What’s up?” tanya Jessica dengan logat USAnya.

Tangan Taeyeon mengisyaratkan agar Jessica membalikkan badannya. Jessica menurutinya dan membalikkan badannya dan ia mendapatkan Chanyeol dan Kris yang sudah ada di hadapannya.

“Sejak kapan kalian ada disini?” tanya Jessica

“Hmmm~ beberapa detik yang lalu” jawab Chanyeol. Jessica menatap heran Chanyeol dan ia mengalihkan pada targetnya, Kris.

“Ada yang salah denganku?”  tanya Kris. Jessica menggeleng. Ia berjalan menjauhi Taeyeon, Kris dan Chanyeol. Sepertinya ia merasakan gugup jika bertemu dengan Kris. Taeyeon segera mengejar Jessica.

Waegeurae?” tanya Taeyeon

Na ddo molla, Taeyeon-ah. Rasanya aku gugup” jawab Jessica

“Gugup? Kris?” Taeyeon mencoba menebak permasalahan kenapa Jessica gugup dan benar saja, Jessica langsung menoleh pada Taeyeon dengan tatapan terkejut.

Neon johahae?” tanya Taeyeon.

Ani, mana bisa? Dia targetku. Karena pertemuan di restoran itu kita sering bertemu dengan mereka dan itu mempermudahku untuk melenyapkannya” jawab Jessica.

“Shh~ aku tak yakin kau bisa membunuhnya, Sica. Aku yakin kau sedang jatuh cinta pada K.Li” ucap Taeyeon.

Ya!” seru Jessica

Chogiyo!!” seru seseorang di belakang mereka. Karena terkejut, Jessica langsung mengeluarkan Walther  P99 nya dan itu membuat orang yang mengejar mereka terkejut.

“Ah, neo. Waegeurae?” tanya Jessica setelah melihat orang yang menghampiri mereka adalah Chanyeol dibelakangnya ada Kris yang menyusulnya.

“Kenapa kau bisa memiliki itu?” tanya Chanyeol curiga

A..anio. Aku hanya sengaja membawanya. Takut-takut ada orang jahat yang tiba-tiba menyerangku” jawab Jessica gugup.

“Ah, aku belum sarapan” ucap Taeyeon seraya memegang perutnya yang kelaparan.

Kajja, kita sarapan bersama” Chanyeol menarik lengan Taeyeon menjauhi Kris dan Jessica.

“Ah! Ya!!” seru Jessica

“Tenanglah, aku akan menemanimu” ucap Kris. Akhirnya, Kris dan Jessica berbincang seraya mengelilingi daerah hotel yang cukup luas. Mereka sama-sama bersifat dingin sehingga ada suatu kecocokan diantara mereka.

“Aku Wu Fan, panggil saja Kris” ucap Kris

“Oh, Sooyeon imnida” ucap Jessica

“Jadi, kau kesini ada keperluan apa Sooyeon-sshi?” tanya Kris. Jessica sedikit bingung harus menjawab bagaimana.

“Aku kesini sedang menge-“ “Ssstt~” Kris membawa Jessica ke balik pohon besar dan mengisyaratkan Jessica untuk diam.

Waegeurae?” bisik Jessica

“Kau lihat wanita itu?” tanya Kris seraya menunjuk seorang wanita yang sedang bermain di lapangan tenis sendiri. Jessica mengangguk.

Jebal! Apapun yang terjadi jangan berteriak” ucap Kris. Kris mengeluarkan Heckler&Koch USP nya dan itu membuat Jessica membulatkan matanya. Kris menempatkan pistolnya pada posisi yang benar lalu menarik pelatuknya dengan perlahan. Jessica semakin terkejut ketika dari jarak sejauh itu, Kris bisa menembak dengan tepat. Ia melihat wanita itu kini terkapar berlumuran darah.

Wae..neo..” “Dia targetku” potong Kris seraya menaruh kembali Heckler&Koch USPnya.

“Kita harus cepat pergi dari sini” ucap Kris. Dengan reflex, Kris menggenggam pergelangan tangan Jessica dan membawa Jessica menjauh dari lapangan tenis itu.

“Siapapun yang bertanya tentang ini, kau jangan katakan pada siapapun, arraseo?” ujar Kris. Jessica mengangguk. Kris melepaskan genggaman tangannya dan Jessica langsung berbalik dan menjauhi Kris. Tetapi Kris mengejar Jessica dan menggenggam tangannya kembali.

Waegeurae? Bukankah sudah selesai bicaranya?” tanya Jessica

Anio. Belum. Kau..kau..Sooyeon-sshi sepertinya a-“ “Oh, kalian disini rupanya” seru kedua orang seraya menghampiri Jessica dan Kris.

“Oh! Tangan kalian?” Kedua orang itu yang tiada lain adalah Taeyeon dan Chanyeol sama-sama menunjuk tangan Kris yang menggenggam tangan Jessica. Sontak Kris langsung melepaskan itu.

“Eiy~ aku curiga ada hubungan yang lain diantara kalian sekarang” ucap Chanyeol disertai anggukan Taeyeon.

Ya! Kalian jangan asal bicara. A..apanya yang disebut hubungan?” ujar Jessica gugup lalu berjalan menjauhi mereka bertiga.

Ya! Chankkaman!!” seru Taeyeon

“Kris, waegeurae?” tanya Chanyeol

Yeoja itu, sangat berbeda dengan yeoja kebanyakan” jawab Kris

Neon joha?” tanya Chanyeol menggoda

Maybe” jawab Kris

“Woaa~ akhirnya kau. Tapi kurasa dia terlalu dingin dan..” Chanyeol melirik Kris dan mendapatinya sedang menatap tajam kearahnya.

Arraseo arraseo. Sifat kalian memang sama” ujar Chanyeol

“Aku sudah membunuh Im Yoona” ucap Kris

Mwo? Eonje?” tanya Chanyeol terkejut.

“Tadi, saat aku dan dia berjalan-jalan di lapangan tenis” jawab Kris

“Hah! Kenapa kau membunuhnya tanpa ada aku? Kenapa kita tak ke kantornya nanti malam? Haish” gerutu Chanyeol.

Mwo? Kau ini bicara apa sih? Bukankah kita harus cepat-cepat membunuhnya?” ucap Kris

“Iya tapi..aku kan mau lihat kantornya” jawab Chanyeol malu-malu.

Neo! Dasar!” ujar Kris

“Jadi, dia melihatmu menembak? Kau yakin dia akan mengunci mulutnya?” tanya Chanyeol

“Aku yakin dia bisa menjaga rahasia ini. Gokjeongmalyo” ucap Kris

“Kris, aku curiga kalau mereka itu secret agent juga” ucap Chanyeol

Eo?” Kris terheran

“Kau lihat saat wanita itu mengeluarkan Walther P99nya?” tanya Chanyeol

Anio. Kurasa dia bukan secret agent. Itu hanya kebetulan belaka” ujar Kris

Hajiman, mana mungkin dia..baik baik, whatever!” ucap Chanyeol

Beijing, China

Sooyoung menggeliat diatas sofa dan membuka matanya. Ia sontak bangun dan menatap sekelilingnya. Luhan tak ada di dekatnya. Ia menatap selimut yang kini menutupi tubuhnya itu. Ya, kemarin malam Luhan memakaikan selimut itu pada Sooyoung.
“Oh, kau sudah bangun ternyata” ucap seseorang yang baru saja keluar dari kamar mandi seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk. Sooyoung mengangguk. Sebuah ponsel tiba-tiba berbunyi yang ternyata itu adalah ponsel Sooyoung. Sooyoung menatap layar ponselnya itu. Tertera disana nama ‘Suho-senpai’ dengan jelas. Sooyoung menatap sejenak Luhan yang sedang keheranan karena Sooyoung tak kunjung mengangkat panggilan masuk tersebut. Sooyoung menarik nafasnya dan ia mengangkat panggilan masuk tersebut.

Ne?” ucap Sooyoung

Neo eodigayo?” tanya orang yang berada di seberang sana.

Gokjeongmalyo, nan gwaenchana” jawab Sooyoung pelan

“Aiko, apa kau mau roti?” tanya Luhan

Ya! Nuguya?” tanya Suho terkejut “Kau sedang bersama seorang namja? Nuguya?” lanjut Suho

Ne!” Sooyoung menjawab Luhan. “Keu saram..uri targeteu” bisik Sooyoung

Mwoya? Kau sedang bersama Luhan? Kenapa kau belum melenyapkannya?” tanya Suho terkejut.

“Eumm..itu..” ucap Sooyoung bingung

“Sooyoung, jangan bilang kalau menyukainya ne?” ujar Suho

A..anio! Ma..mana mungkin aku menyukainya” Sooyoung terus memelankan nada bicaranya.

“Cepatlah selagi kau bersamanya!” titah Suho kemudian Suho memutuskan sambungan teleponnya.

“Hfftt~ eotteokkangeoya? Nan michingeoni! Ahh~!!” Sooyoung mengacak-acak rambutnya sendiri.

“Chen, aku sudah menemukannya!” seru Seohyun

“Mwo?” tanya Chen bingung karena ia baru saja bangun dari tidurnya.

“Jongin, aku berhasil menemukan posisinya sekarang dimana”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~To Be Continued~

18 pemikiran pada “Valsheid (Chapter 2)

  1. Confusse ….. Yg baru aq tangkap …. Yg punya target D.O – kwon yuri – yoona udah selesai …. Lalu gmn kris – sica yg diam2 saling suka … Trus sol young – luhan …?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s