Being Yours (Chapter 1)

Author : Ikhaekey (@phm456)

Title : Being yours [Part 1]

Main cast :
– Byun Baekhyun
– Park Haemin (OC)

Support cast :
– EXO’s member
– Ma Hye Ri

Genre : School-life. Sisanya tentuin sendiri._.

Length : Chapter

Rating : General

Note : All of the main idea from this fanfict is real from god and fall down to my head and my finger(?) wkwk.. half of this fanfict is my real story.

[Poster] Being Yours

Author POV

Haemin. Park Haemin. Gadis itu sedang mengetik tugas akhir yang diberikan oleh Shin Songsaenim. Guru killer itu memang disegani oleh seantero jagad sekolah –Seoul High School. Jari letik gadis itu dengan lekasnya mengutak-atik keyboard laptopnya.

ß!moreà

Gadis itu menghela nafas dan kembali mengetik sesuatu di notebooknya. “Okay, last is………… The End.” Ucap gadis itu seraya tersenyum puas. Seharian ia hanya memikirkan kalimat yang harus ia buat untuk tugas terakhirnya itu.Merobek kertas setiap kali isi ‘naskah’ nya itu tidak masuk akal. Bahkan schedule tidur siangnya pun terbengkalai-_-

Ini bukan pertama kalinya Haemin tidur sampai selarut ini. Setiap hari dimana besoknya akan libur ia akan divonis insomnia dan yang setia menemaninya hingga terlelap hanya ponsel, laptop dan headsetnya.

Gadis itu kini sedang memasang headsetnya dan menyetel beberapa lagu yang masuk di playlist “Before sleep” –nya itu. Hingga akhirnya gadis itu terlelap dengan pulasnya.

 

-Being Yours-

 

Dddrrtt…Dddrrtt…

“…….Eternally love………..”

Getaran dan seruan dari ponsel Haemin sontak membuat gadis itu membelalakkan mata sipitnya. Sembari bergumam, ia menoleh ke arah jam beker dan mengabaikan ponselnya yang kini dengan sabarnya masih bersenandung. Yang terpenting saat ini –bagi Haemin, ia sudah terlihat rapi sebelum jam 7.

Haemin beranjak dari kasurnya dan masuk ke kamar mandi. Tidak butuh waktu yang lama walau hanya sekedar mandi dan berpakaian. Pukul 6.48 KST, Haemin tengah duduk dimeja riasnya, menyisir rambutnya yang akan ia lerai.

Ddrtt…Ddrrtt..

“…………..Eternally love……”

Gadis itu terusik dengan suara ponselnya. Ternyata, sedari tadi ponsel tersebut terus bersenandung. Sesegera mungkin ia meraih dan menerima panggilan itu.

“YA!! Neo eodiga?” suara lantang seorang yeoja diseberang sana membawa gerakan refleks terhadap Haemin. Ya, menjauhkan ponselnya dari telinga sebelum gendang telinganya pecah.

“Sebentar lagi,..” Kata Haemin sembari beranjak dari meja riasnya dan keluar dari kamar kemudian berjalan ke ruang makan.

“Palli…” seru yang menelepon.

“Ne, ini juga sudah mau berangkat!” klik. Haemin memutuskan panggilan tersebut. Dan beralih pandangan ke arah oppanya.

“Oppa… Kajja. Ayo kita kesekolah..” yang diberi seruan dengan asiknya masih mengunyah roti bakarnya.

“PARK CHANYEOLL!!! PALLI!!!”

 

-Being Yours-

 

“HAEMIN!!!!” pemilik suara itu dengan riangnya berlari kearah Haemin, melebarkan tangannya dan meraih tubuh Haemin kepelukannya.
Hal ini sungguh kekanakan dan juga…memalukan!!. Runtuk Haemin dalam hati.

“Hyeri!!……..Lepaskan-_-“

“Kkkk… Aku punya kabar baik!!!!” Ucap Hyeri–sahabat Haemin–dengan senyum pepsodentnya yang melengkapi kecantikan sahabatnya itu.

“Apa itu?” tanya Haemin penasaran.

“Aku……. tapi jangan beritahu teman-teman yang lain ya…” Haemin mengangguk dan menunggu kalimat Hyeri selanjutnya.

Dengan semburat merah di kedua pipinya ia berbisik ke Haemin, “Aku jadian dengan Sehun!” seketika Haemin tertawa.

Merasa dongkol dengan respon Haemin, Hyeri cemberut.

“Hey, bibirmu sudah melampaui batas kerucutan..” Hyeri tersenyum pahit dan meninggalkan Haemin yang dengan setianya masih tertawa terbahak-bahak.

“HEY! MRS. OH!! TUNGGU AKU..HAHA” seru Haemin seraya mengejar Hyeri dengan cepat. Dan ketika berada di koridor kelas sepuluh ia bertabrakan dengan seorang namja.

“Akh..Jweoseonghaeyo..” Ujar Haemin membungkuk dan kembali berlari.

“Tungg..” sang korban hendak menarik tangan Haemin, namun tangan besar yang dimiliki seseorang yang tengah berdiri di belakangnya lebih dulu menahannya dan membawanya entah kemana.

Dan kembali ke posisi Haemin, entah karena Haemin memang seorang pelari atau Hyeri yang kadar kelariannya sudah mulai berkurang (?). Haemin tidak perlu berlari bak seorang pelari marathon-_-

“YA! Jangan marah…tadi itu refleks..aku sungguh tidak percaya kau akan jadian dengan si tinggi itu…” ujar Haemin, menerima respon dengan tatapan sinis dari Hyeri.

Hyeri bergumam. Haemin menghentikan tawanya. Hening.

“Hey..Mianhae chinguya.. hehe..” kata Haemin. Dengan cengiran bercampuraegyo dan tangan berbentuk V berhasil membuat Hyeri mengalihkan pandanganya ke arah Haemin.

“Ne..Hahaha..Mending kau tidak usah aegyo didepanku. Aegyo mu jelek. Hahaha..” gantian Hyeri yang tertawa terbahak-bahak, diikuti tatapan heran oleh penghuni kelas 11 IPA 1.

“Okay.. aku anggap kita impas. Jadi ceritakan padaku bagaimana si tinggi sehun itu menembak mu?”

“Andwae.. aku tidak mau. Aku malu :-p” Kata Hyeri setengah berbisik
dan memandang was-was isi kelas tersebut.

Tepat setelah Hyeri menyelesaikan kalimatnya bel sekolah itu berbunyi dengan nyaringnya. Bersamaan dengan siswa-siswi sekolah itu berbondong-bondong memasuki kelas masing-masing. Termasuk kelas Haemin. Tapi untuk hari ini berbeda. Kali ini setelah siswa-siswi duduk di kelas masing-masing, Shin songsaenim datang bersama seorang namja.

Setelah memasuki kelas, shin songsaenim mempersilahkan namja itu memperkenalkan diri. Namja itu menghirup udara di kelas yang lumayah riuh dan disambut pujian yang diberikan untuknya.

“Annyeonghaseyo yeorobun, Jeoneun Do Kyungsoo imnida..” namja itu menarik nafas sebentar dan kembali melanjutkan, “..kalian bisa memanggilku Kyungsoo.”

Seketika seisi kelas kembali riuh, malah lebih dari sebelumnya. Ada yang terdengar sebagai pujian, ada pula yang terdengar seperti sebaliknya…“O’ namanya Kyungsoo..”

“Iya.. Kyungsoo..”

“Dia tampan yah..”

“Masih tampanan aku..”

“Idih.. “

“Dia lebih tampan dari Jongin sunbae..”

“Nappeun -_-“

“Tapi dia pendek..”

“Setidaknya dia…”

Itulah percakapan singkat seisi kelas saat melihat seorang Kyungsoo. Ketika kelas itu semakin riuh tingkat akut, shin songsaenim yang sedari tadi menyadarinya tapi belum menindaklajuti, akhirnya melerai (?).

“Ssstt!!! DIAM!!! Kyungsoo-ah.. silahkan duduk di bangku keempat dari depanmu..” dan kembali terdengar bisikan saat Kyungsoo melewati celah antara 2 banjar ke belakang.

 

-Being Yours-

 

Kringgg.. Kring…

Bel sekolah elit itu kini kembali berbunyi. Tanda istirahat. Seluruh siswa tampak menghiasi lapangan. Salah satunya Baekhyun.

Namja bermarga Byun itu langsung bermain basket dan beberapa temannya ketika bel itu berbunyi.Ketika dengan asyiknya namja itu bermain bersama bola berwarna orange itu, nampak seorang gadis berperawakan mungil menghampirinya. Dengan membawa rantangan kecil sesekali gadis itu berlari dan tersenyum. Beberapa namja pun tertarik padanya, tapi tidak untuk seorang Baekhyun.

Baekhyun dan gadis mungil itu–atau tepatnya Haemin–adalah teman kecil.Atau mungkin hanya Haemin yang menganggapnya teman kecil.

Berbeda dengan Baekhyun, ia malah menganggapnya pengganggu. Haemin selalu datang menghampirinya dan mengatakan perasaannya secara terang-terangan, dan saat itu pula Baekhyun akan menolaknya. Atau sebenarnya Haemin hanya bercanda dan hal itu membuat Baekhyun marah?

Entahlah, keduanya sama-sama babo–atau harusnya gengsi. Sang gadis dengan wajah berseri-serinya selalu mengungkapkan perasaannya tetapi sang namja merasa itu hanya lelucon..sehingga ia selalu menolak dan menganggap seorang Haemin itu adalah benar-benar pengganggu.

“Baekhyun-ah… I’m comingggg..” Haemin tersenyum kecil dihadapan Baekhyun. Berharap hari ini tidak seperti hari-hari sebelumnya. Dimana ia akan diteriaki oleh Baekhyun untuk tidak mengganggunya hanya untuk sehari saja.

Baekhyun sudah bosan setiap kali bertemu dengan Haemin. Ini sudah tahun kedua belas mereka bertemu setiap harinya.. harap di hitung.. 1 tahun = 365 hari X 12 = …. HARI!! Dan Haemin selalu mencari cara bilamana ia tidak bertemu dengan Baekhyun.

“Sstt.. Stalkermu datang…” Kata namja yang kerap disapa Suho itu seraya melemparkan bola basket kearah Baekhyun.

“Abaikan saja dia..” kata Baekhyun dingin.

“Baekhyun-ah… ayo kemari.. makan bersamakuuu…” tangan Haemin siap mengait lengan Baekhyun tetapi dengan cepat Baekhyun menjauh. Haemin masih tersenyum. Ia tak pernah menyerah setiap kali Baekhyun menolak ajakannya.. ataupun perasaannya?

Bermenit-menit kemudian hal tersebut masih berlangsung. Haemin selalu berada dihadapan Baekhyun dan mengucapkan ajakan yang sama.
Sampai akhirnya yang melihat kejadian itu pun bosan dengan pemandangan yang itu-itu saja. Suho. Ia menarik tangan Baekhyun dan berbisik, “Kau terima saja kali ini, siapa tahu setelah hari ini ia tidak mengganggumu lagi..”

Balik Baekhyun yang berbisik, “Nanti dikiranya aku sudah suka sama dia, jadi mending ditolak.” Yang dibisik hanya mengangguk mengerti. Masuk akal juga penolakan Baekhyun. Pikir Suho.

Ketika seseorang memanggil Haemin dan yang dipanggilpun menoleh mencari sumber suara. Baekhyun CS turut melihat siapa gerangan yang memangil Haemin. Terlebih lagi dapat dipastikan bahwa suara itu adalah seorang namja. Tapi bukan berarti Haemin itu tidak mempunyai teman namja, hanya saja kali ini cara memanggilnya sedikit aneh di telinga Baekhyun cs.

“Annyeong..” Sapa namja tersebut. Haemin tersenyum kecil dan ikut menyapa, “O’..Annyeong..”

Haemin menoleh sebentar kearah Baekhyun, “Yasudah.. mungkin hari ini bukan hari keberuntunganku lagi untuk kesekian kalinya.. aku pergi dulu Baekhyun-ah, suho-ssi..dan kawan-kawan,. Annyeong..” kemudian berjalan meninggalkan Baekhyun CS.

Haemin berlalu lalang diikuti oleh namja yang baru saja ia kenal tadi pagi. Kyungsoo.

“A…Kyungsoo-ssi, aku Haemin. Park Haemin. Hehe.. bangapseumnida..”

“O’.. Ye, Bangapseumnida Haemin-ssi.”
Ada suasana canggung yang menyelimuti Kyungsoo. Tapi tidak untuk Haemin.

“Hmm.. Yang dilapangan basket tadi itu siapa?” tanya Kyungsoo penasaran.

“O? Ah.. itu Baekhyun. Teman kecilku..” wajah Haemin kini berseri-seri saat menyebut nama Baekhyun.

“Wah.. teman kecil sekaligus namjachingu kah dia?” ada nada tidak ikhlas saat Kyungsoo mengucapkan kalimat tanya itu. dengan cepat ia kembali bersuara,

“Ah mianhae.. kita baru kenalan tapi sudah membahas hal yang tidak seharusnya.. mianhae..”

“Gwaechana.. Kyungsoo-ssi. Dia memang hanya teman kecilku..” nada bicara Haemin kini terdengar lirih ditelinga Kyungsoo. Apa gadis ini menyukai Baekhyun? Pikir Kyungsoo.

Kemudian Haemin menoleh kearah Kyungsoo dan melanjutkan, “Bagaimana kalau kita makan saja isi rantang ini bersama? Tidak juga tidak apa-apa, hehe…” disusul dengan cengiran Haemin. Kyungsoo mengangguk dan terpampang jelas senyum Haemin yang makin mengembang.

Sebelum menyuapi mulut kyungsoo, ia bertanya, “Oh ya, mana sahabatmu?” kemudian menyuapi mulutnya. Haemin tersenyum lalu menjawab, “Ia sedang bersama sehun. Pacarnya, hehe..” dio hanya mengangguk dan kembali mengunyah.

Ketika keduanya sibuk dengan makanan masing-masing, dio mencoba mencairkan suasana tersebut.

“Eh.. Tathi padi thau menablhak khu..” hening. Seketika Haemin tertawa. Untung saja, isi mulut Haemin sudah tertelan, kalau tidak
mungkin Kyungsoo akan marah karena muncratan Haemin.

“Habiskan dulu isi mulut mu lalu berbicara.. haha kau ini..” Kyungsoo malu. Lucu sekali wajah namja ini. Seperti anak TK. Batin Haemin.

Tawa kedua insan itu ternyata cukup menarik perhatian namja yang sedari tadi memegang bola basket disertai tatapan heran dari ketiga teman bermainnya –Suho, Kai dan Luhan.

“Jadi apa yang tadi kau bicarakan..?”

“Tadi pagi kau menabrak ku,.” Kening Haemin bertautan. Sesaat memori kepalanya me(-)reka ulang kejadian tadi pagi. Dan ia mengingat saat ia berlari ke arah Hyeri.

“Ah yang mana? O’ ne.. Jadi tadi pagi itu kau, Kyungsoo-ssi? Haha.. mianhae..” manis. Itulah kata yang muncul dikepala kyungso melihat perilaku Haemin. Padahal perilaku itu biasa saja menurut author(?)

Kringgg.. Kring…

Bertepatan setelah bel berbunyi, Haemin juga baru saja menutup rantangnya dan sudah bersiap-siap kembali ke kelas.

“Waktu istirahat sudah habis. Kajja.. kita ke kelas..” keduanya berjalan menuju kelas. Tanpa Haemin sadari, seseorang sedang melihatnya dari kejauhan.

 

-Being Yours-

 

Namja bermarga byun itu sedang berjalan ke arah kelas setelah membolos satu mata pelaran. Kimia. Dan disisi lain gadis bermarga park itu sedang diluar kelas. Tidak. Ia tidak membolos seperti halnya Baekhyun, melainkan baru saja ke kemar kecil –mencuci tangannya usai pelajaran seni –tepatnya menggambar.

Saat Haemin hendak menaiki tangga, ia melihat Baekhyun sedang bernyanyi. Dengan mata tertutup dan telinga yang disumbat dengan sepasang headfone, Baekhyun nampak tampan sekali. Haemin memperhatikannya. Ia hendak menghampirinya, tapi Baekhyun lebih dulu melihat keberadaannya. Kemudian namja itu berdiri, berniat meninggalkan Haemin yang masih berdiri. Haemin tersenyum getir dan kembali ke kelasnya.

Disisi lain, ketika Haemin tengah berjalan menuju kelasnya, Baekhyun memperhatikan tubuh mungil gadis itu hingga punggung itu mengecil dan berbelok ke arah kelasnya. Jikalau Haemin tahu akan hal itu, mungkin hari itu akan ditandai dikalendernya dan menuliskan catatan bahwa Baekhyun tengah memperhatikannya.

Tidak perlu tunggu waktu lama setelah Haemin tiba dikelasnya, bel
pulang telah berbunyi. Beberapa siswa mulai keluar dari kelas mereka termasuk Haemin dan Kyungsoo. Disaat bersamaan, Baekhyun yang melihat kedua orang itu merasa darahnya mendidih. Entah apa yang membuatnya tiba-tiba…errr cemburu?

Arrgh…ada apa denganku? Cemburu melihat Haemin bersama namja lain?
Kau gila Baekhyun!!! Begitulah menurut batin Baekhyun. Lucu sekali. Apa yang membuat Baekhyun berfikir ia cemburu melihatnya bersama namja lain. Gila…

Ditempat parkir, Baekhyun melihat siswa baru itu sedang menyerahkan helmnya kepada Haemin. Dan Haemin menerimanya begitu saja. Dan kembali ke Baekhyun, namja bermarga byun itu merasa kesal. Meruntuki kebodohan Haemin yang terlihat murahan. Mau saja gadis itu diantar oleh seorang siswa baru? Pikir Baekhyun. Dengan malas, Baekhyun menaiki dan melajukan motornya. Tanpa Baekhyun sadari suho, kai dan luhan terlihat heran dengan sikap Baekhyun. Beberapa kali diantara mereka memanggil Baekhyun dan yang di panggil tidak menoleh sama sekali?

 

Haemin POV

 

Saat bel pulang berbunyi, inginnya aku pulang bersama Baekhyun. Tapi,..

“Haemin-ssi..” aku menoleh, kudapati dio sedang tersenyum kepadaku.

“Ne?”

“Bisa kau bantu aku?” aku yakin keningku kini sedang bertautan. Sedikit bingung dengan pertanyaan siswa baru ini. “Apa itu?” Tanyaku.

“Bantu aku membawa buku cetak ini yah, hanya sampai diparkiran saja..” baiklah. Tidak terlalu buruk. Aku mengiyakannya dengan mengangguk.

Mungkin karena keasyikan berbicara dengan siswa baru ini, kami tiba ditempat parkir. Kyungsoo memintaku memegangkan helmnya. Kulihat Baekhyun sedikit aneh. Sahabatnya –suho,kai dan luhan– sedang memanggilnya, tapi.. dia malah menatap ku,…err tajam? Apa dia sedang badmood? Atau aku yang membuat kesalahan?

“Haemin-ssi..” kudengar seseorang sedang memanggilku. Dan ku cari arah sumber suara itu. Ah. Si siswa baru itu. Aku lupa akan keberadaannya-_-

“Aigoo, kau melamun?” Rrr.. bisakah aku pulang sekarang. Aku sudah
ikutan badmood dengan keberadaan makhluk disebelahku. Melihat

Baekhyun yang tadi menatapku tajam, aku jadi malas berbicara dengan orang sekitar-_-

“Hehe, ah iya.. ini buku mu. Aku pulang duluan yah, aku harus siap-siap untuk pergi kesuatu tempat..” dustaku dan tanpa menunggu responnya, aku sudah membawa langkah kakiku yang entah mau kemana.

 

Author POV

 

Baekhyun menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, lalu menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya melayang-layang seiring ia melihat langit-langit kamarnya. Haemin. Bagaimana bisa nama itu tiba-tiba terlintas di pikiran Baekhyun saat ini? Apa karena mereka telah mengenal satu sama lain? Ah tidak. Hanya Haemin yang mengenal

Baekhyun lebih jauh. Baekhyun? mana mau ia tahu seluk-beluk seorang PARK HAEMIN?

Pertemuan Haemin dan Baekhyun dimulai saat keduanya berumur 5 tahun. Haemin adalah tetangga baru Baekhyun saat itu. Dan entah apa yang dilakukan tuan Byun, Haemin datang tiba-tiba, dan mengajak Baekhyun bermain dengannya. Sayangnya, Baekhyun saat itu sedang badmood karena sepedanya rusak dan ia melampiaskannya pada Haemin dengan meneriakinya sebuah kalimat yang tidak dimengerti Haemin.

Esoknya, Haemin datang dan kembali mengajak Baekhyun bermain. Lagi-lagi Baekhyun terlihat cuek, judes, jutek, dan seakan tidak peduli dengan Haemin. Berbeda dengan Haemin yang sangat senang membahas silsilah keluarga byun. Ya. Maka siapa yang babo diantara mereka berdua?

Hingga saat ini Baekhyun masih keukeuh dengan pendiriannya. Dan Haemin pun juga masih kukuh bahwa suatu saat nanti Baekhyun akan menyukai dirinya. Dan tanpa Baekhyun sadari, perasaan yang tidak ia harapkan tumbuh dengan sendirinya.

 

-Being Yours-

 

“Aku pulang!” seru Haemin sembari menutup pintu rumah dan melepas sepatunya asal-asalan.

“Heh, pendek temani aku jalan-jalan.” Ajakan Chanyeol cukup membuat mata Haemin terbelalak.

“Apa katamu? Coba ulangi..”

“Temani aku jalan-jalan..”

“Apa harus?”

“Tidak juga. Hanya saja,..”

“Apa?”

“Sudah kau ikut saja.” Chanyeol menarik tangan Haemin dan menyuruhnya naik ke motor yang cukup tinggi itu –sesuai dengan
postur tubuh pemilik motor tersebut.

“Pegangan.” Itulah sebuah kata yang diucapkan Chanyeol sebelum mengendarai motornya dengan laju kecepatan yang cukup membuat Haemin memeluk pinggang Chanyeol.

Ditengah perjalanan, Haemin meruntuki oppanya yang seenak jidat mengajaknya jalan. Seharusnya oppanya itu bertanya. Apakah Haemin tidak akan bepergian? Apakah Haemin ingin mengerjakan tugasnya dulu?
“Sampai.” Kata Chanyeol.

 

-TBC-

Haloooo ini ff pertama EXO yang gue post. Biasanya saya simpen aja jadi draft. Tapi karena gak puas bacanya sendirian, jadi ngeshare ff ini juga deh ehehe.. oh iya, gimana ffnya? Gaje kah? Membosankan? Pendek? Dilanjut gak ffnya? Apa ada typo? Itu karena saya gak sempet. Keburu jaringan wi-fi saya kejang-kejang. U,U ditunggu kritik dan sarannya^^)/ Maaf juga soal posternya yang Zzzz=_= oh iya, part 2 sedang dalam pengetikan n_n

 

Iklan

16 pemikiran pada “Being Yours (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s