Candy’s Kiss (Chapter 2)

Author : Fami27

Title : Candy’s Kiss

Length : Chaptered

Genre : School life, Friendship, Romance

Rating : PG 15

Main Cast :

Park Chanyeol

Kim Yunra (Kira) ( OC)

Other Cast :

Kang Sujin (OC)

Byun Baekhyun

Kim Joonmyun

Oh Sehun

 

Ini dia part 2 nya..

Happy reading~~~

 CK

Kira POV

PLAKK

Aku menampar pipinya dengan sangat keras membuatnya meringis dan memegangi pipinya, mungkin ia terkejut dan kesakitan, yahh biarkan lah, aku tak peduli. Dia memang harus diberi pelajaran, seenaknya saja melakukan hal seperti itu padaku. Setelah menamparnya, aku segera berlari, mengambil tas ku dan pergi dari tempat itu. Aku tidak akan pernah kembali  ke sekolah ini.

~~~

“Omma~” teriakku saat tiba di rumah.

“Oh? Kenapa sebentar sekali sayang?” Tanya omma bingung saat melihatku yang sudah berada di rumah.

“Omma, aku tidak mau bersekolah disana, aku mau pindah sekolah.” Kataku sambil berlari ke arah omma kemudian aku memeluknya.

“Huks,huks,, omma jebal, pindahkan aku kesekolah lain” Kataku sambil terisak.

“Yaa, sebenarnya ada apa sayang? Kenapa tiba-tiba kau ingin pindah sekolah eum??” omma mengajakku duduk di sofa ruang tamu. Kemudian aku menceritakan kejadian disekolah tadi pada omma.

“Jinjja?” Tanya omma terkejut setelah mendengar ceritaku.

“Ne, omma. Mana mungkin aku berbohong. Huwaaa~ omma, sekolah itu gila omma, gila. Aku tidak mau bersekolah disana. “

Omma hanya menatapku prihatin.

“Yaa, omma jebal.” Kataku memohon dengan wajah memelas.

“Mianhae sayang, bukankah kemarin kau yang memaksa untuk masuk di sekolah itu, appamu tidak mungkin mengizinkanmu pindah sayang.”

“aku akan bicara langsung dengan appa, appa pasti mengerti dan mau memindahkanku ke sekolah lain. Omma kau mengizinkanku kan?”

“Hmm, apapun untukmu sayang, asal kau senang.”

“Gomawo omma.” Kataku sambil memeluk erat omma. Omma memang sangat mengerti aku, aku benar-benar  beruntung memiliki omma sepertinya.

“Omma, kapan appa pulang?” Aku melepaskan pelukanku.

“Appamu akan pulang sore nanti.”

“Baiklah, aku akan menunggu sampai appa pulang, sekarang aku ingin beristirahat, aku ke kamar ya omma.” Kataku sambil beranjak menuju kamarku.

“Kau tidak makan dulu sayang?” Tanya omma.

“Tidak omma, aku masih kenyang.”

Setibanya dikamar, aku segera merebahkan tubuhku di kasur. Lelah sekali, saat hendak menutup mata, aku teringat sesuatu kemudian aku segera berlari menuju kamar mandi.

“Bagaimana jika sunbae itu memiliki penyakit rabies atau virus berbahaya?” Kataku menatap cermin di hadapanku. Hiii,, aku bergidik ngeri saat membayangkannya. Aku pun segera mengambil sikat gigiku lalu ku oleskan pasta gigi di atasnya dan setelah itu aku menggosok gigiku sampai benar-benar bersih.

“Nah,, selesai, sekarang aku sudah bebas dari virus sunbae itu, hahaha.”

Setelah selesai, aku kembali ke kasur empukku, kubaringkan tubuhku dan tak lama kemudian aku telah larut di dunia mimpiku.

Author POV

@Sekolah

“Siapa diantara kalian yang mengenal yeoja tadi?” Tanya salah seorang sunbae dengan emosi memuncak. Tetapi tak seorang pun yang mau menjawabnya, mereka hanya bungkam karena takut.

“Ya, apa tak ada seorang pun yang mengenalnya huh?” lanjutnya masih sama seperti tadi, terlihat sekali dari ekspresinya, ia sangat marah. Ini pertama kalinya ia di tampar oleh seorang yeoja dan di hadapan umum pula.

“Tenangkan dirimu Park Chanyeol.” Kata seorang namja imut santai. Namja itu merupakan teman dekat Chanyeol, Byun Baekhyun.

“Apakah kalian tidak ada yang mengenal yeoja tadi?” Tanya Baekhyun halus, mungkin itu cara ampuhnya agar ada yang mau bersuara, dan benar saja ada seorang yeoja yang mengangkat tangannya.

“Kau mengenalnya?” tanya Baekhyun lagi.

“Ne, namanya Kim Yunra, tapi dia biasa dipanggil Kira.” Jawab yeoja tadi.

“Kira? Ohh,, gomawo kau sudah mau memberi tau.” Kata Baekhyun lagi sambil tersenyum.

“Ne, sunbae.” Sahut yeoja tadi .

“Kalian semua boleh beristirahat sekarang.” Teriak baekhyun memandu para peserta MOS dan mereka pun berhamburan untuk beristirahat.

Kemudian baekhyun menghampiri chanyeol yang masih berdiri di tempat tadi, ia masih belum bisa percaya dengan kejadian tadi, itu memalukan, menurutnya.

“Kau dengar, namanya Kira, puas kau huh?”

“Kira, kau akan menyesal karena melakukan hal itu padaku.” Kata Chanyeol sambil tersenyum licik.

“Kenapa kau jadi seperti ini eoh?” Tanya Baekhyun heran

“Itu karena dia yang memulainya.”

“Kurasa yang lebih dulu memulainya kau Chanyeol-ah.” Kata Baekhyun jujur, dan itu membuatnya mendapat jitakan keras dari Chanyeol.

“Aisss,,appo. Dasar pabbo.” Kata baekhyun kesal sambil membalas menjitak keras tentunya ia melakukannya dengan sedikit berjinjit karena Chanyeol terlalu tinggi.

“Aisss,, kau ini hyung. Ia bertindak tidak sopan dengan sunbaenya.”

“Yaa, tapi kau tak perlu melakukan hal itu padanya dan jangan panggil aku hyung, kita ini seumuran.” Kata baekhyun kesal.

“Aiss, itu di luar dugaanku hyung dan kau lebih dulu lahir, jadi aku harus memanggilmu hyung.”

“Hanya selisih 6 bulan.” Sangkal Baekhyun.

“Setengah tahun hyung.”

“Yaaa~ sama saja Chanyeol pabbo.” Kata Baekhyun mulai kesal.

“Tetap saja kau lebih tua hyung.” Kata Chanyeol tidak mau kalah.

“Iss, kau ini.” Baekhyun yang kesal pergi meninggalkan Chanyeol sendiri.

“Ya,ya baekhyun-ah kau marah,? aku hanya bercanda.” Chanyeol meneriaki Baekhyun yang mulai jauh dari pandangannya.

“Ck, dasar sensitif.” Gumamnya, kemudian ia pergi menuju ruang osis.

“Yaa, Park Chanyeol kau apakan sepupuku huh??” Tanya Suho tiba-tiba saat Chanyeol memasuki ruang osis.

“Oh?? Maksudmu Kira? Dia sepupumu hyung?” Chanyeol balik bertanya dengan ekspresi terkejutnya.

“Ne, dia sepupuku. Iss kau ini pabbo sekali.” Kata Suho kesal, ia berdiri menghampiri Chanyeol dan,

TUKK. ..

Suho menjitak keras kepala Chanyeol hingga Chanyeol meringis kesakitan.

“Arghh, Appo hyung.” Kata Chanyeol sambil memegangi kepalanya.

“Kau akan berhadapan denganku jika kau berani macam-macam dengannya lagi, arachi??”

“Aiss, aku belum balas dendam dengannya hyung.”

“Mwo? Apa kau bilang? Balas dendam? Jadi kau berniat balas dendam dengannya? Jika kau melakukan itu, liat saja apa yang akan ku lakukan terhadapmu nanti.” Kata Suho dengan tatapan serius.

“Wow,, kau mengerikan hyung. Arraso hyung, aku tidak akan macam-macam dengannya, hanya satu macam saja.”

“Yakk, kau.” Kata Suho marah sambil mengepalkan tangannya ke arah wajah Chanyeol.

“A-arraso hyung.” Kata Chanyeol menyerah.

“Baiklah. Awas kau Park Chanyeol.” Ancam Suho kemudian ia pergi keluar dari ruangan itu.

“Tapi aku tidak janji hyung.” Kata Chanyeol pelan sambil terkekeh.

“Yaak, Chanyeol-ah aku mendengarnya.” Teriak Suho dari kejauhan.

“A-anni hyung.” Balas Chanyeol. *hahahaha, chanyeol sawan. Wkwkwk #plak, abaikan

“Aiss, kenapa aku begitu takut dengan Suho hyung?” Gumam Chanyeol.

“Mungkin karena kau sudah menganggapnya seperti saudara kandungmu sendiri.” Sahut seseorang yang sedang duduk di sebuah kursi di ruangan itu.

“Ohh? Kyungsoo-ya sejak kapan kau di situ?” Tanya Chanyeol bingung, sejak tadi ia tak menyadari bahwa ada Kyungsoo di ruangan itu.

“Aku berada disini bahkan sebelum kau datang.” Jawab Kyungsoo datar.

“Ohhh,, tapi aku tak melihatmu, hehehe.”

“Ckckck, dasar. Yeoja itu,, Kira?” Tanya Kyungsoo, mungkin ia juga penasaran.

“Ne, namanya Kira, yeoja yang mempermalukan seorang Park Chanyeol yang sangat populer ini. Kira, kau akan menyesal.” Kata Chanyeol dengan senyum evilnya.

“Yakk, kau lupa ancaman Suho hyung tadi hah? Lagipula menurutku Kira tidak bersalah.” Kyungsoo mengungkapkan pendapatnya.

“Kyaa~ kau menyalahkanku ya? Aku melakukan itu karna aku kesal, ia sangat lancang dengan ku, sunbaenya, namun ia malah menamparku, aigoo~ sakit sekali dan,, memalukan. Arghhh,, aku malas membahasnya lagi.” Kata Chanyeol frustasi kemudian ia duduk di kursinya . Chanyeol menjabat sebagai Wakil Ketua Osis disekolah itu.

“Kau benar, yeoja itu memang lancang, tapi kau tak perlu melakukan hal itu padanya.” Kata Kyungsoo menasehati.

“Aiss, kau tak jauh berbeda dengan Baekhyun. Tak adakah yang membelaku?” Kata Chanyeol kesal.

“Hanya orang yang tak waras yang membelamu Chanyeol-ah. Hahahaha.” Kyungsoo tertawa dan itu membuat Chanyeol semakin kesal.

“Chanyeol oppa~” Teriak seorang yeoja kemudian masuk ke ruangan osis dan menghampiri Chanyeol.

“Hmm, waeyo Jiyoo-ya?” Tanya Chanyeol malas.

“Oppa kenapa kau mencium yeoja tadi, bahkan kau belum pernah menciumku.” Kata yeoja yang bernama Jiyoo itu kecewa. Kyungsoo hanya terkekeh melihatnya.

“Kau mau kucium?”

“Ne oppa, aku mau.” Kata Jiyoo antusias, ia sangat berharap Chanyeol menciumnya.

“Baiklah, kita putus.” Kata Chanyeol santai kemudian ia pergi dari ruangan itu, tapi Jiyoo mencegahnya.

“Kau gila oppa? Kita bahkan baru berpacaran kemarin, sekarang kau malah meminta untuk putus, jangan bercanda oppa.” Kata Jiyoo tidak percaya.

“Aku tidak bercanda.” Kata Chanyeol tegas lalu pergi begitu saja tanpa rasa bersalah.

“Hiks, hiks, kau jahat Park Chanyeol.” Teriak Jiyoo, ia menangis dan terduduk di lantai. Kyungsoo yang sejak tadi melihat, hanya memandang kasian ke arah Jiyoo.

“Aku turut berduka cita.” Kata Kyungsoo dengan tampang polosnya.

“Isshh,, Kyungsoo-ya, kau ini. Huh.” Jiyoo yang kesal pun kemudian pergi, meninggalkan kyungsoo dengan wajah bingungnya.

~~~

Kira POV

Tidak terasa ternyata aku tertidur cukup lama juga. Ku lirik jam beker di meja belajarku, dan betapa terkejutnya aku ketika tau bahwa jam telah menunjukkan pukul 8 malam.

“Aisshh, kenapa omma tidak membangunkanku.” Kataku kesal.

Aku segera beranjak menuju kamar mandi, tentu saja untuk mandi karna sepulang sekolah tadi aku memang belum mandi. Setelah selesai mandi dan berpakaian aku menuju ruang tamu, ternyata omma dan appa sedang menonton tv berduaan, ckckck, aku merasa seperti tidak di anggap huh.

“Huhh, apa kalian lupa dengan anak kalian yang satu ini?” Kataku sambil mempoutkan bibirku kesal.

“Memangnya kau siapa?” Kata appa menggodaku, kemudian mereka menertawakanku.

“Kyaa, appa kau tega sekali, huh.” Kataku semakin kesal.

“Appa hanya bercanda sayang.” Kata appa yang kini sudah berhenti tertawa.

Ahh, hampir lupa, tujuan utamaku kan untuk meminta appa agar memindahkanku kesekolah lain, semoga saja appa mau.

“Appa, aku memiliki 1 permintaan, hanya 1, appa mau mengabulkannya kan?”

“Memangnya apa permintaanmu hmm?”

“Pindahkan aku ke sekolah lain.” Kataku sambil menunjukkan puppy eyesku.

“Mwo?? Shireo.” Kata appa tegas.

“Aiss, appa jebal, aku berjanji tidak akan meminta yang macam-macam lagi appa, jebal.” Kataku sambil terus memohon. Namun, appa terus menggeleng.

“Appa, kumohon.”

“Tidak sayang, sekarang kau kembali ke kamarmu, karena besok kau harus sekolah.”

“Huwaaa~ shireo, aku tidak mau sekolah disana.” Bantahku sambil berlari ke kamar.

Sesampainya dikamar aku langsung membaringkan tubuhku.

“Liat saja besok, aku tidak akan pergi sekolah, hahahaha.” Kataku dengan penuh kebahagiaan. Aisss, kurasa aku mulai tidak waras.ckck

~~~

“Kira-yaa, kau tidak ke sekolah sayang?” Suara omma membuatku terbangun.

“Shireo, aku tidak mau omma.” Balasku kemudian aku melanjutkan tidurku.

“Ayolah sayang, jangan seperti ini, kau sudah besar kenapa begitu kekanak-kanakan?” Kata omma halus sambil membelai rambutku. Aku pun bangun kemudian memeluk omma.

“Hiks, hiks, mianhae omma mianhae.” Kataku sambil menangis.

“Aigoo, kenapa menangis eoh??”

“Mianhae omma.”

“Hmm.. gwenchana, sekarang kau mandi setelah itu kau harus ke sekolah.” Kata omma sambil melepaskan pelukanku.

“Shireo, aku tidak mau omma.” Kataku sambil menggelengkan kepalaku.

Omma menghela nafasnya pelan, “Baiklah, tapi besok kau harus sekolah. Otte?”

“Ne, siap omma.” Jawabku mantap, tapi terpaksa. Aku tidak ingin mengecewakan omma dan appa.

“Tapi sekarang kau harus tetap mandi, palli.”

“Aiss, omma aku masih mau tidur.” Kataku malas-malasan.

“Ckckck, kau ini yeoja sayang, walaupun tidak sekolah tetap harus mandi pagi.”

“Arraso omma, aku mandi sekarang.” Ku ambil handukku kemudian aku menuju ke kamar mandi.

***

Sujin POV

Hari ini adalah hari terakhir MOS, yaa mungkin kalian berpikir sangat sebentar, tapi memang peraturannya begitu. Aku sedang berbaris di lapangan bersama dengan teman-teman satu kelompokku. Aiis, aku kesepian tidak ada Kira. Aku sudah yakin hari ini tidak mungkin Kira masuk setelah kejadian yang menimpanya kemarin. Aku sangat kasian melihatnya kemarin. Sebaiknya aku berkunjung kerumahnya setelah pulang nanti.

“Sujin-ssi, kemana Kira? Kenapa ia tidak masuk?” Tanya seorang namja disampingku, yang ternyata Sehun.

“Hmm, dia tidak enak badan, makanya tidak masuk. ” Upps, aku terpaksa berbohong, tidak mungkin aku mengatakan yang sesungguhnya kan?

“Ada apa Sehun-ssi, kenapa kau mencarinya?” Tanyaku balik, kulihat ia sedikit salah tingkah.

“A-aniya, aku hanya bertanya saja, tidak ada salahnya bukan?” Katanya sedikit tergagap, hmm aku sedikit curiga.

“Ohh, ku kira kau menyukainya.” Kataku sedikit terkekeh, ia terkejut mendengar ucapanku barusan.

“Yaa, Sujin-ssi kenapa kau malah berkata seperti itu.”

“Hahaha.. aku hanya bercanda Sehun-ssi, kenapa kau menanggapinya begitu serius?”

“A-aani.” Katanya cepat dan setelah itu mengalihkan wajahnya ke arah depan. Aku hanya bisa terkekeh melihat tingkahnya.

“Yaaa, kau yeoja berisik, fokuslah ke depan jangan membuat keributan disini.” Tegur salah satu sunbae yang ternyata sejak tadi berdiri di belakang mengawasi kami. Huh, yeoja berisik? Bahkan aku hanya terkekeh pelan ia mengatakan aku berisik. Iss, jinjja ku tandai kau sunbae.

“Ne sunbae.” Kataku kemudian.

 

Chanyeol POV

“Apa yeojamu masuk hari ini?” tanya Kris tiba-tiba.

“Yeojaku? Siapa? Jiyoo? Dia bukan yeojachinguku lagi sekarang.”

“Aiss, bukan Jiyoo, maksudku yeoja yang kemarin kau..” belum sempat kris melanjutkan ucapannya aku dengan cepat memotongnya.

“Aaa, maksudmu Kira? Dia bukan yeojaku Kris.”

“Ne, Kira. Kemana yeoja itu?” Tanyanya lagi.

“hmm, molla. Sepertinya dia takut untuk masuk sekolah.” Kataku tersenyum evil

“Ckck, kau ini. Perbuatanmu kemarin itu benar-benar kelewatan.”

“Yaa, yaa, aku tau Kris, kau orang ketiga yang berkata seperti itu.”

“Karena kau memang salah Park Chanyeol.” Sahut Baekhyun yang tiba-tiba muncul semakin memojokkanku.

“Aiss, kalian semua sama saja.” Kataku frustasi sambil mengacak-acak rambutku kemudian aku memutuskan untuk pergi dari sana. Aku ingin mencari pencerahan (?).

Ku putuskan pergi ke atap sekolah untuk menenangkan diri, namun aku terhenti saat melihat Jiyoo yang sedang berlari ke arahku. Ahh, sungguh malang nasipku hari ini.

“Oppa~~ apa kau lelah?” Tanyanya sambil menyeka keringatku dengan sapu tangannya.

“Yaa, aku sangat lelah dan aku ingin istirahat jadi jangan mengganguku.” Kataku kemudian pergi berlalu.

“Aisss,, oppa~” Teriaknya kesal, aku hanya tersenyum puas. Aku pun melanjutkan perjalananku menuju atap sekolah, setibanya disana aku membentangkan kedua tanganku dan menutup mataku merasakan hembusan angin yang sangat sejuk. Aku merasa sangat tenang dan damai.

“Hyaa,, Chanyeol-ah cepat ke lapangan sekarang, Jiyoo membuat keributan.” Kata Baekhyun mengagetkanku.

“Aisshh, kenapa kau malah memanggilku? Dia bukan siapa-siapaku sekarang, aku mau disini menenangkan diri.” Kataku lalu duduk di pagar penghalang.

“Yaa,yaa.. kau mau bunuh diri hah?” Tanya Baekhyun panik.

“Kau pikir aku gila, mengakhiri hidup dengan bunuh diri? Bukankah sudah biasa aku duduk di pagar seperti ini?”

“Arraso, sekarang lebih baik kau cepat ke lapangan.”

“Shireo.”

“Ini semua perbuatanmu jadi kau harus bertanggung jawab.” Kata Baekhyun kemudian dia pergi begitu saja. Aisss, merepotkan sekali yeoja itu.

Kemudian aku pun turun ke lapangan.

“Yaa, cepat katakan dimana temanmu Kira itu hah?” Kulihat Jiyoo membentak seorang yeoja.

“Sudah ku katakan dari tadi kalau dia tidak masuk sunbae.” Balas yeoja itu sedikit kesal.

“Kau berani membentakku eoh? Hoobae jaman sekarang tidak punya sopan santun memang, kau dan temanmu itu sama saja.”

“Aku seperti ini karena kau sunbae, aku sudah mengatakan berulang kali kalau Kira tidak masuk, tapi kau terus membentakku, mengatakan aku berbohong dan sebagainya, kau pikir aku tidak kesal?” Sahut yeoja itu semakin kesal. Aku pun segera menengahi mereka.

“Jiyoo-ya apa yang kau lakukan? Kenapa membuat keributan disini, apa kau tidak malu?”

“Aku malu? Untuk apa aku malu? Aku ingin membuat perhitungan dengan yeoja yang bernama Kira itu oppa, jangan halangi aku.”

“Hitungan apa? Matematika atau Fisika? Baiklah aku akan mengajarkanmu nanti, cepat kembali ke kelasmu.”

“Kyaa, oppa aku tidak sedang bercanda.” Kata Jiyoo kesal. Ckck, yeoja ini kenapa selalu membuatku pusing dengan sikap gilanya ini.

“Kajja.” Aku pun menariknya pergi menuju kelasnya, ia memberontak tapi aku terus menariknya.

 

Sujin POV

Akhirnya sunbae gila itu pergi juga. Menjengkelkan sekali .

“Yaa, yeoja berisik ternyata kau menyeramkan juga saat marah.” Celetuk seseorang yang ternyata adalah sunbae yang menegurku saat upacara tadi.

“Issh,, diam kau sunbae.” Bentakku kesal, lalu aku pergi meninggalkan sunbae itu yang masih terkejut karna bentakkan ku. Yaa, saat aku marah atau kesal memang sangat berbeda dari aku yang biasanya. Sujin yang orang-orang bilang cukup pendiam.

“Wow, galak sekali,ckck.” Kata sunbae itu yang masih terdengar olehku. Upps, aku lupa peraturan yang tidak memperbolehkan membentak sunbae. Ahhh, Sujin pabbo. Huff, gwenchana sepertinya sunbae itu tidak menyadarinya, jadi aku aman.

#Beberapa jam kemudian

Tidak terasa akhirnya MOS hari ini pun selesai. Fiuhhh, sekarang saatnya mengunjungi Kira.

Setibanya disana, aku memencet bel rumahnya beberapa kali, tidak lama kemudian pintu pun terbuka.

“Oh? Sujin silahkan masuk. Kau pasti ingin bertemu dengan Kira kan? Naiklah, Kira ada di kamarnya” Kata omma Kira ramah.

“Ne, ahjuma.”

Aku pun segera menuju kamar Kira. Dari luar aku mendengar suaranya, sepertinya ia sedang perform, ckckck.

Dalbit bada dalmeun jeo haneul

Jogagbae cheoreom yeppeun i yeoreum

Tok..tok..tokk

Aku mengetuk pintunya keras karena jika pelan ia pasti tidak mendengarnya.

CKLEKK

“Aaaaa~ Sujin-ah aku merindukanmu.” Katanya lalu langsung memelukku.

“Yaa, jangan berlebihan Kira-ya.” Kataku sambil melepaskan pelukannya.

“Hahaha, biarkan saja memang kenyataannya begitu, kajja masuk.”

“Kenapa kamarmu sampai berantakan seperti ini?” Tanyaku bingung saat melihat kamarnya yang sudah seperti kapal pecah.

“Hehehe, aku menggila seharian ini, bernyanyi menari dan lihatlah hasilnya, hahaha.” Tawanya bangga. Aku hanya menggelengkan kepala melihat tingkahnya ini, ckck.

“Hmm, kenapa kau tidak masuk sekolah?” Tanyaku ragu.

“Iss, kau pasti sudah tau jawabannya, untuk apa kau bertanya lagi?” Katanya sambil mengerucutkan bibirnya.

“Aku hanya memastikan, siapa tau saja kau sakit atau kau terlambat atau yang lainnya. Jadi, besok kau sekolah atau tidak?”

“Yaahh, terpaksa, appa tidak mau memindahkanku ke sekolah lain, apa boleh buat.”

“Mwo? Jadi kau mau pindah sekolah?” Tanyaku tak percaya. Iya hanya menganggukkan kepalanya.

“Waeyo?” Tanyaku lagi.

“Aku tidak mau bertemu dengan sunbae itu lagi Sujin-ah, dia sangat gila.” Katanya frustasi. Aku hanya dapat tersenyum kecil melihatnya.

“Kyaa, kenapa kau malah tersenyum? Kau bahagia melihatku dipermalukan seperti kemarin.”

“Aniyo, lucu saja melihatmu seperti ini.”

“Huh.. kau aneh Kang Sujin.” Katanya mengejekku.

“Dan kau lebih aneh Kim Yunra.” Ejekku balik. Beberapa detik kemudian kami tertawa bersama.

“Eh, tumben kau tidak marah? Biasanya jika aku mengejekmu kau akan marah?” Tanya Kira bingung.

“Sekarang tidak lagi, mulai sekarang aku akan belajar lebih dewasa.” Kataku sok bijak.

“Hahaha.” Kira tertawa mendengar ucapanku barusan.

“Kyaaa, kenapa kau malah tertawa? Huh menyebalkan.” Kataku pura-pura marah.

“Yaa,yaa.. Jangan marah, aku tak bisa mengontrol tawaku ketika kau berkata seperti itu, hehehe Mianhae.”

“Aku tidak marah.” Kataku ketus.

“Ya sudah, kalau kau marah kau bisa pulang sekarang.” Katanya mengusirku. Aiss, tega sekali.

“Mwo? Kau mengusirku? Kau jahat Kira-ya.”

“Yaa, aku memang jahat, sana kau pulang, hush,hush..” Katanya cuek. Kemudian ia berbaring di kasurnya lalu menutupi seluruh badannya dengan selimut.

“Kira-ya.. aku hanya bercanda, aku tidak marah. Kenapa kau malah menganggapnya serius.” Kataku menyesal.

“Hahahaha,hahaha, kena kau Kang Sujin” Ia hanya tertawa sambil memegangi perutnya. Aissh,, ternyata aku dikerjai -,-

“Aiss,, kau ini, padahal aku yang mau mengerjaimu tapi malah kebalikannya.” Kataku kecewa.

“Oh, iyaa, aku lupa kau masuk kelas X-3.” Lanjutku.

“Hoh? Kau?” Tanyanya antusias.

“Kita sekelas.” Jawabku riang.

“KYAAA~” Teriak kami histeris, kemudian kami berpelukan sambil berlompat-lompatan (?)

“Aaaa~ aku sangat senang Sujin-ah.” Kata Kira riang.

“Ne, nado.”

“Besok kita berangkat bersama, otte?” Tawar Kira.

“Hmm, baiklah. Jemput aku ne?”

“Oke.”

“Kalau begitu aku pulang sekarang, ini sudah sore.” Kataku berpamitan.

“hmm, kajja ku antar sampai depan.”

Kira pun mengantarku sampai di halaman rumahnya dan setelah itu aku pun segera pulang.

 

Kira POV

Huwaaa~ beruntung Sujin datang, kini moodku sudah membaik.

“Kira-ya, kau sudah mandi?” Teriak omma dari dapur.

“Ne, sudah omma.”

“Kapan?” Tanya omma lagi.

“Tadi pagi, hehehe.”

“Aigoo, cepat kau mandi, hari sudah sangat sore.” Perintah omma.

“Arraso omma, aku mandi sekarang.”

#Keesokan harinya

Sekarang aku sedang menuju kerumah Sujin, karena kemarin aku sudah berjanji untuk menjemputnya. Dan ternyata Sujin sudah menunggu di depan rumahnya.

“Kajja.” Kataku sambil membuka pintu mobil.

“Apa kau menunggu lama?” Tanyaku.

“Anni, ketika aku keluar beberapa detik kemudian kau sudah ada.”

“Oh, syukurlah. Appa kajja.” Seru ku pada appa.

“Appa sudah seperti supirmu saja.” Sindir appa. Aku terkekeh mendengar ucapan appa.

“Karena appa memang mirip supir, hahaha.” Tawaku lepas begitu saja.

“Awas kau Kira, appa tidak mau mengantarmu lagi.”

“Ahhh, anni appa, aku hanya bercanda. Mianhae.” Kataku menyesal sambil melakukan aegyo andalanku.

“Ckck, kau sangat mirip dengan ommamu ketika muda.”

“Tentu saja appa, aku kan anakknya, appa ini bagaimana sih?” Appa hanya menanggapiku dengan kekehen kecil. Dan Sujin, sejak tadi ia hanya tersenyum melihat tingkah ku dan appa.

“Nahhh, sudah sampai. Cepat turun, nanti kalian terlambat.”

“Ne, appa.”

“Gamsahamnida ahjussi.” Kata Sujin sopan.

“Ne, Cheonmaneyo.” Sahut appa.

“Annyeong appa.” Kataku sambil melambaikan tanganku.

“Kajja Sujin-ah.”

Ketika aku memasuki gerbang, semua mata tertuju padaku dan Sujin. Aisss, ini semua pasti karena kejadian itu. Huff, abaikan mereka semua Kim Yunra.

“Yaak, kau.” Tegur salah satu yeoja yang merupakan sunbaeku.

“Ne, kau memanggilku sunbae?” Tanyaku santai.

“Ck, apa begini cara seorang hoobae kepada sunbaenya.” Katanya lagi sedikit jengkel melihat tingkahku.

“Dan kau.” Ia menunjuk wajah Sujin.

“Kajja Sujin-ah, nanti kita terlambat.” Kataku sambil menarik tangan Sujin.

“Yakk, dasar hoobae kurang ajar.” Teriaknya mungkar.

Tidak jauh dari situ, tiba-tiba…

BRUUKKK

Aku tidak sengaja menabrak seseorang, MWO?? Dia… issshh, kenapa aku malah bertemu dengannya. Aku pun segera pergi dari tempat itu.

“Yaak, monyet kecil, kenapa kau tidak sopan sekali.” Katanya menahan tanganku, aku mencoba melepaskan genggamannya tapi ia begitu kuat.

“Kyaa,, aku punya nama dan lepaskan tanganmu, berani sekali kau menyentuh tanganku.” Kataku ketus. Namun ia malah tersenyum licik.

“Bahkan aku sudah menyentuh bi..” belum sempat ia selesai bicara aku langsung menendang keras tulang kering kakinya, membuatnya kesakitan. Akupun dengan cepat pergi menuju kelas.

“Aiiissh,, menyebalkan.” Keluhku ketika menduduki kursiku.

“Kau harus bersabar Kira-ya.” Kata Sujin menenangkanku.

“Sunbae itu menyebalkan sekali Sujin-ah.”

“Tapi kau tidak boleh bicara kasar dan tidak sopan, bagaimana pun juga kita hoobae disini.” Sujin menasehatiku. Ya, Sujin benar, tak seharusnya aku bersikap tidak sopan. Huff, baiklah akan ku coba untuk lebih sopan.

“Arraso.” Sahutku.

Kemudian bel tanda masuk pun berbunyi. Tidak lama kemudian, guru kami pun masuk. Sebelum pelajaran dimulai kami memperkenalkan diri masing-masing setelah itu pelajaran pun di mulai.

#SKIPP

Tidak terasa akhirnya tiba waktu istirahat.

“Sujin-ah kajja, aku sangat lapar.”

“Ne, kajja.”

@Kantin

Sama seperti tadi pagi orang-orang terus saja memandangiku, ada juga yang berbisik-bisik sambil melihat ke arahku. Sepertinya aku sekarang sudah menjadi salah satu yeoja populer di sekolah ini. Kambuh lagi penyakit percaya diriku. Hahaha.

“Kira-ya kita makan dimana? Sepertinya sudah penuh semua.” Tanya Sujin bingung.

“Hmm… molla.” Kataku juga bingung, meja yang ada sudah di penuhi oleh para siswa.

“Ahh, kajja kita ke sana.” Sujin menunjuk sebuah meja dengan seorang namja yang sedang lahap memakan makanannya.

“Permisi, Sehun-ssi bolehkah kami bergabung denganmu?” Tanya Sujin kepada namja yang ternyata bernama Sehun ini. Ia menoleh dan terlihat terkejut saat melihatku.

“N-ne, Sujin-ssi tentu saja.” Jawabnya sedikit tergagap.

“Kira-ya kau tunggu disini biar aku yang pesan.” Kata Sujin dan kini ia telah pergi untuk memesan makanan, aku pun duduk.

“Hmm, Sehun-ssi gomawo karena telah mengizinkan kami disini.” Kataku membuka perbincangan.

“N-ne Kira-ssi.” Jawabnya dengan tergagap lagi. Aneh apa memang dia gagap? Ckck. Kasian sekali, padahal dia sangat tampan. Tidak lama Sujin pun datang membawa makanannya. Yaahh, aku tak perlu memesan sesuatu padanya. Karena aku akan memakan apapun yang ia pesan. Wkwk.

“Wuaa~ ini pasti lezat.” Kataku sudah tidak sabar menyantap makanan ini, entah aku tak tau ini makanan apa. *sbenernya author yg gak tau -___-

Aku pun segera melahapnya.

“Hmm, mashita.”

“Pelan-pelan Kira-ya, kau bisa tersedak.” Kata Sujin mengingatkanku.

“Jika aku pelan-pelan, sampai besok pun makanan ini tidak akan habis.” Kataku dengan mulut yang penuh makanan. Sujin dan Sehun hanya terkekeh melihatku.

“Sepertinya kau kelaparan monyet kecil.” Kata seseorang yang tiba-tiba muncul entah disamping ataupun dibelakangku aku tidak mau melihatnya. Tapi aku sudah tau siapa orangnya, hanya dia yang memanggilku monyet kecil. Huh, kenapa harus ada orang ini lagi, tapi kau harus sabar Kira, fiuhh.

“Hmm, Sujin-ah Sehun-ssi, apa kalian mendengar sebuah suara?” Tanyaku pura-pura tak mendengar ucapan sunbae itu. Sujin dan Sehun menoleh kearah belakangku.

“Ohh, sepertinya hanya perasaanku.” Kataku lalu melanjutkan melahap makananku.

“Yaa, monyet kecil, apa kau tuli?” Tanyanya kesal.

“Mwo?? Suara itu lagi, apa itu suara hantu?” Tanyaku lagi pada Sujin dan Sehun.

PLETAAKK

“Auuuu..” Aku meringis kesakitan saat sebuah tangan menjitak kepalaku. Aku pun menoleh ke arah pelakunya, menatapnya sambil menahan emosiku.

“Euhhhhh, kenapa kau menjitakku? Sakit, kau tau.”

“Tidak, aku tidak tau. Salahmu sendiri karena berpura-pura tidak mendengarku.” Katanya santai dengan wajah tanpa dosa, selalu.

“Uhh, untuk apa aku mendengarkanmu? Tidak penting.” Kataku acuh, kemudian aku kembali melanjutkan makananku.

“Apa begini caramu menunjukkan rasa hormat kepada seorang sunbae?” Tanyanya menyindirku. Aku mengabaikan ucapan atau lebih tepatnya pertanyaannya itu, aku terus melahap makananku yang sudah dingin ini. Kenapa sunbae ini begitu mengangguku? Dasar parasit.

“Yakk, kau..” Katanya kesal.

Chanyeol POV

“Yakk, kau..” Kataku kesal. Yeoja ini terus saja melahap makanannya dan mengabaikan. Erghhh.. ingin sekali aku menjitak kepalanya lagi dengan sangat sangat keras.

“Yaa~ Park Chanyeol..” Seseorang memanggilku dan dari suaranya pasti Suho hyung. Aku pun menoleh dan benar itu Suho hyung.

“Sedang apa kau disini?” Tanya Suho hyung. Kurasa ia belum sadar bahwa yeoja yang sedang ku belakangi ini sepupunya.

“Hmm, sedang mencari meja yang kosong hyung.” Kataku berbohong.

“Ohh, kajja kita kesana, sepertinya disana ada yang kosong.” Katanya sambil menunjuk ke pojok kantin.

“Ne, hyung.” Aku pun mengikuti Suho hyung.

“Tunggu.” Teriak sebuah suara, yahh suara si monyet kecil itu. Aku dan Suho hyung pun sontak menoleh. Ku lihat ia berdiri berjalan ke arahku, ah tidak, lebih tepatnya ke arah Suho hyung yang berada di belakangku.

“Joonmyun oppa?” Katanya tak percaya.

“Ne, aigoo..kau sudah besar sekarang.” Jawab Suho hyung sambil mengacak-acak rambut monyet kecil itu.

Kira POV

Aku tidak percaya, ternyata Joonmyun oppa, sepupuku bersekolah disini. Setauku dulu ia di Jepang.  Joonmyun oppa masih sama seperti yang dulu, senyumnya benar-benar sangat menyejukkan. Untungnya Joonmyun oppa ini sepupuku jika tidak, hmm aku pasti akan jatuh cinta dengannya, kekeke.

“Tentu saja oppa, bahkan tinggiku hampir sama denganmu, kekeke.” Aku ingin sekali memeluk Joonmyun oppa, aku benar-benar sangat merindukannya. Ia tersenyum lagi kemudian memelukku. Aku terkejut namun akhirnya aku membalas pelukannya.

“Aku tau kau sangat merindukanku kan?” Tanya Joonmyun oppa masih memelukku. Aku hanya menganggukkan kepalaku.

“Yaaa,, disini bukan tempat untuk berpeluk-pelukan.” Kata seseorang, siapa lagi kalau bukan sunbae yang tidak jelas itu. Kami pun melepas pelukan kami.

“Wae? Wajar saja bukan? Kami hanya melepas kerinduan kami.” Kataku kesal.

“Yaa memang wajar, tapi ini tempat umum seharusnya kalian tidak melakukannya disini.” Katanya lagi tidak mau kalah.

“Yaak, kami hanya berpelukan, apalagi kami bersepupu itu hal biasa, kenapa kau terlalu melebih-lebihkan. Dasar tidak jelas.” Balasku.

“Mwo?apa kau bilang?”

“Aigoo, stop stop. Kalian dibiarkan malah semakin menjadi-jadi ckckck. Chanyeol-ah kau duluan saja kesana aku akan menyusul.” Kata Joonmyun oppa menengahi.

“Ck, Arraso hyung.” Katanya pasrah, kemudian ia pun pergi.

“Iss, oppa kenapa kau memiliki teman sepertinya? Dia itu sangat menyebalkan.”

Joonmyun oppa tersenyum “Dia memang menyebalkan tapi sebenarnya dia sangat baik.”

Mwo? Baik? Orang sepertinya bisa berbuat baik juga? Uppss, aku meragukannya.

“Hmm.. yaa aku percaya, tapi tetap saja menyebalkan, huh.”

Lagi, Joonmyun oppa hanya tersenyum kemudian ia mengacak-acak rambutku “ckckck, Kau ini kekanak-kanakan sekali Kira-ya. Belajarlah lebih dewasa lagi.” Katanya menasehatiku.

“Arraso oppa.” Kataku pasrah.

“Aku kembali ya oppa, sepertinya teman-temanku sudah selesai.” Pamitku.

“Ne, baiklah.”

Aku pun menghampiri Sujin dan Sehun “Kalian sudah selesai?” Tanyaku.

“Ne, kajja kita kembali ke kelas.” Jawab Sujin. Aku melihat Sehun hanya diam saja.

“Hmm, Sehun-ssi kau tidak ikut?” Tanya Sujin pada Sehun.

“Kalian duluan saja, aku masih ada urusan.” Jawabnya lancar, jadi dia tidak gagap? Lalu tadi? Ahh, molla.

“Baiklah, kalau begitu kami duluan.” Aku dan Sujin pun pamit kemudian kami pun pergi menuju kelas. Diperjalanan aku bertanya kepada Sujin mengenai Sehun.

“Sujin-ah, hmm..Sehun sebenarnya dia gagap atau tidak? Aku sedikit bingung.” Kataku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Ku lihat Sujin terkekeh pelan.

“Aniyo, dia sama sekali tidak gagap. Sehun memang begitu kepada orang yang belum begitu ia kenali.” Jawab Sujin, aku mengangguk paham “Ohh..”

“Sepertinya kau sangat mengenalinya.” Lanjutku lagi.

“Tidak juga, itu hanya pandanganku saja. Tapi sepertinya memang begitu, kalau kau masih penasaran, tanyakan langsung saja padanya.”

“Hmm, aniyo, jawaban darimu sudah cukup.”

Kami terus mengobrol dan tidak terasa kami pun sampai di kelas. Aku duduk di kursiku dan Sujin tepat berada di samping kananku. Kami duduk bersebalahan. Ketika sonsaengnim masuk, kami pun mulai belajar. Pelajarannya sedikit rumit memang, namun aku harus mengimbanginya.

Tidak terasa, bel pulang pun berbunyi. Sama dengan teman-teman yang lain aku mengemasi buku-buku ku kemudian memasukkannya ke dalam tas. Setelah kami siap, kami berdoa lalu kami pun pulang.

#Keesokan harinya

Sekolah masih begitu sepi, hanya ada beberapa siswa yang datang, salah satunya aku. Aku yang baru memasuki gerbang sekolah berjalan menyusuri koridor sekolah yang sangat panjang dan lebar ini. Aku berhenti di taman dan duduk di sebuah bangku yang berada di bawah pohon yang cukup rindang. Di kelas pasti masih kosong, lebih baik aku disini menunggu bel masuk. Ku ambil salah satu buku di tas ku, kemudian aku membacanya.

Saat aku sedang asik membaca tiba-tiba datang seseorang kemudian ia duduk di sebelahku “Sedang apa kau monyet kecil?” Tanya orang itu, ya siapa lagi kalau bukan sunbae parasit itu.

Aiiss, malas sekali aku meladeni orang ini, ck.

“Kau tak melihat aku sedang membaca buku?” Aku menoleh ke arahnya dengan tatapan kesal.

“Ohh, begitu. Kau mau permen?” Tawarnya sok akrab. Ehh? Ada angin apa orang ini menawari ku permen?

“Hmm, boleh. Mana?” Aku menyodorkan tanganku. Namun ia malah menunjuk permen yang berada di mulutnya. Iss, dasar gila.

“Untuk apa kau menawarkan permen yang ada di mulutmu? Dasar gila.” Kataku kesal, kemudian aku melanjutkan membaca buku ku.

“Kau bilang apa tadi eoh?”

“Tidak ada siaran ulang.” Jawabku ketus. Aku terus membaca tiap-tiap halaman buku ku ini, walaupun konsentrasiku sedikit terganggu oleh orang gila di sampingku ini.

“Iss, berani-beraninya kau mengataiku gila.” Ahh, sepertinya aku membuatnya kesal, hahaha. Lebih baik aku segera pergi dari sini, sebelum ia melakukan hal-hal yang membahayakanku (?). Aku pun menutup buku ku, kemudian segera pergi meninggalkannya.

Ketika aku sedang berjalan menuju kelas, koridor yang ku lewati ini sangat sepi, aku melihat sunbae yeoja kemarin itu, aisss.

“Heyy, kau.” Tegurnya saat aku melewatinya.

Aku menghentikan langkahku “Ne, sunbae. Ada apa?” Tanyaku mencoba untuk lebih sopan padanya.

Ia mengerutkan keningnya, mungkin ia bingung melihat sikapku seperti ini.

“Kau masih berurusan denganku.” Katanya sinis. Niatku yang awalnya baik menjadi hilang karena ucapannya itu.

“Aku tau, tapi aku sedang tidak ingin sekarang.” Aku kembali melanjutkan langkahku, namun ada 2 orang  temannya yang menghalangi jalanku.

“Kau mau kemana hah? Kau tidak akan bisa kabur.” Ia menatapku tajam, sepertinya ia benar-benar dendam denganku. Hanya karena sikapku yang tidak sopan terhadapnya?

“Aku ingin ke kelas.” Jawabku singkat.

“Tapi kau harus menyelesaikan suatu urusan dulu denganku.” Katanya lagi.

“Sebenarnya apa yang kau inginkan sunbae? Jika kau ingin aku bersikap sopan padamu, baiklah aku aku akan melakukannya, sudah selesai bukan?” Kataku menahan rasa amarahku.

“Kau harus menebus kesalahanmu. Karenamu lah namjachinguku memutuskanku.”

“Mwo? Bagaimana bisa?” Aku bingung, memangnya apa yang ku lakukan sampai-sampai namjachingunya memutuskannya??

“Park Chanyeol, dia namjachinguku dan sekarang kami putus itu semua karena kau.” Katanya sambil menunjuk wajahku.

“Ohh, jadi dia namjachingumu? Ahh bukan, maksudku ex-namjachingu.” Kataku memanas-manasinya.

“Kauu..” Ia mengangkat tangannya hendak menamparku dan aku? Hanya diam, biarkan saja dia puas.

“Hentikan.” Cegah sebuah suara. “Jangan pernah menyentuh apalagi melukainya.” Lanjutnya lagi.

Aku menoleh ke arah suara itu dan…

TBC

Hohoho.. Adakah yang menunggu ff abal” ini?? Kalau ada, makasih yaa..
Maaf menunggu lama, author sibuk banget akhir” ini.. hehehe
Ini  part 2nya udah author bkin yang panjang,, gimana gimana?? Makin gaje yaa??
Mian yaa kalau banyak typo, mohon di maklumi.. Buat yang udh komen di part 1 kemaren,, jeongmal gomawo *peluk readers satu”

Kritik & saran di tunggu..

Sampai jumpa di part 3.. byeee~ *lambai” bareng Chanyeol

33 pemikiran pada “Candy’s Kiss (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s