Dear Dairy (Chapter 3)

Dear Dairy part 3 (END)

 

Author: Nur RyeoRi0694

Title: Dear Dairy

Main cast:       Heo Woori (Self Insert>_<)

EXO K’s Byun Baekhyun

Support cast: Gyuri (OC)

EXO’K Suho

F(x)’s Sulli

F(x)’s Krystal

Genre: Romance, Fantasy

Rating: PG-15

Length: Chaptered

Disclaimer: FF murni karya saya sendiri, jika ada kesamaan cerita dengan FF lain,, wah saya tidak tahu sama sekali. 100% ide dari kepala saya 😀

Ff ini author kirim di dua tempat, yaitu READ FANFICTION & EXO FANFICTION

uuuu

*****

**Cerita sebelumnya**

‘Mwo ?!Kai !!!’Kai, korban uji cobaku dan Baekhyun masih ada dimuka bumi ini.

***

“Baekhyun sudah menghilangkan Jaejoong sunbaenim.”

***

“tidak ada nama Jaejoong sunbae dibuku absensi. Dibuku daftar informasi siswa kelas ini juga tidak ada.”

see ?diary itu benar-benar bisa melenyapkan seseorang dari muka bumi ini. Dari ingatan orang sekitarnya juga.”

***

Dari kejauhan, tanpa mereka sadari terdapat sepasang mata indah yang terus memperhatikan gerak-gerik mereka.

“mianhae nona.”

*****

Author POV

Sudah sekitar dua minggu setelah kejadian Woori melenyapkan Krystal. Dan belum juga ada titik terang cara pengembaliannya, tentu begitu juga dengan Jaejoong. Sehingga dua minggu jugalah Woori merasa tidurnya tidak senyenyak dulu.Setiap malam dirinya dihantui rasa bersalah. Terlebih lagi jika ia disekolah bertemu Jessica yang merupakan eonni-nya Krystal.

Namun Woori heran, mengapa Baekhyun tidak merasa bersalah sedikitpun atas lenyapnya Jaejooong ??

“Kkaja !kita pulang, aku sudah sangat lelah berada disekolah.” Ajak Baekhyun pada Woori yang baru memasuki kelas mereka setelah kembali dari ruang guru bersama Suzy.

“ne.” Woori kemudian membereskan buku-buku dan perlengkapan tulisnya yang masih berserakan diatas meja.

Sulli sudah menghilang sedari tadi.Woori yakin Sulli saat ini berada diruang club drama.Karena memang hari ini Sulli ada jadwal kegiatan club.Dan yang Woori tahu, hari ini ada rapat penting untuk seluruh anggota club drama, sehingga begitu Luhan songsaengnim keluar kelas, Sulli-pun secepat kilat keluar kelas juga karena takut terlambat dalam pertemuan club.

“bahkansay good bye aja tidak. Pasti pertemuan club drama hari ini sangat penting.” Gumam Woori seorang diri.

Kemudian  dia bergegas menuju Baekhyun yang sudah siap menunggunya didepan pintu kelas.

“Mian lama.” Ucap Woori dengan senyum manis pada ‘namjachingu’-nya itu.

Baekhyun hanya mengangguk dan berjalan keluar kelas.Mereka kemudian berjalan berbarengan, menelusuri lorong-lorong kelas menuju tangga untuk turun.

“Baekhyun-ah !!” tiba-tiba sebuah suara yang mereka kenal terdengar dari arah belakang.

Terlihat Suho –ketua kelas mereka– ngos-ngosan menghampiri mereka, sepertinya namja itu berlari menyusul mereka.

“Wae ?”

“Ikutlah denganku !”Suho siap menarik Baekhyun dengan paksa, bagai seorang polisi yang menangkap penjahat.

“Wae ?!” Baekhyun berusaha mengelak tarikan Suho.

“aish.. ikutlah denganku ! kita harus segera menemui Kim songsaengnim. Ada nilai yang perlu kita dan beberapa chingu perbaiki.Kau tahu sendirikan wali kelas kita itu sangat perhatian masalah nilai harian kita.Kkaja !sudah banyak waktu terbuang.” Akhirnya Baekhyun dan Woori mengerti tujuan Suho mengejar mereka.

Baekhyun memandang Woori sejenak.

“aish.. yeojachingu-mu  itu akan baik-baik saja. Dia sudah dewasa.Dia bisa pulang sendiri.”Suho mulai sedikit kesal dengan sikap Baekhyun. Sepertinya sangat sulit untuk  Baekhyun membiarkan Woori pulang sendiri.

“Gwenchanayo.Aku bisa pulang sendiri.Urusan nilai mu lebih penting.Begitu sampai dirumah, aku akan segera mengabarimu.”Woori berusaha menyakinkan Baekhyun.

Setelah yakin, Baekhyun mengikuti langkah Suho menuju ruang guru. Tidak lupa ia mendadah pada yeojachingu-nya yang melepas kepergiannya (?) dengan senyum diwajah cantiknya.

“huft. Harus pulang sendiri hari ini.”Woori menghela nafas.

Semenjak menyandang status sebagai yeojachingu-nya Baekhyun, sekitar seminggu lebih ini mereka selalu pulang bersama.Terkadang bertiga dengan Sulli yang kebetulan satu arah juga.Walau Sulli sering menghindar karena merasa tidak enak menjadi orang ketiga diantara dua insan itu.

Woori sebenarnya lebih senang jika pulang bertiga dengan Sulli. Setidaknya ia bisa duduk bersebelahan dengan Sulli, dan Baekhyun duduk sendiri saat dibus. Karena, Woori tidak bisa menghentikan detak jantungnya yang selalu berdetak tidak karuan jika berduaan dengan Baekhyun.

“Woori-ah ! Bye bye !!” teriak Sulli dari depan pintu ruang club drama.

“Bye bye.”

“eh ?namjachingu-mu, eoddiga ? tidak pulang bersama ?” Sulli menyadari ketidak adaan Baekhyun disisi Woori.

“Begitulah.Baekhyun ada urusan dengan Kim songsaengnim.Jadi aku pulang sendirian.”

“ooww.. hati-hati. Bye !”

“ne. good luck ! bye bye !”

Begitulah akhir percakapan Woori dan Sulli sambil mendadah satu sama lain.

*****

Woori POV

Beberapa menit lagi akhirnya aku bisa bersantai, beristirahat dirumah.

Kulangkahkan kakiku dengan riang gembira, walau perasaanku sedikit sedih karena merasa kesepian karena berjalan seorang diri menuju rumah, dan lagi jalanan menuju rumahku entah mengapa terasa begitu sunyi.

“aish.. Woori-ah, waeyo ?sekarang merasa kesepian berjalan seorang diri. Tapi saat diantar Baekhyun malah merasa gugup sendiri. Aish..” aku mengomel tidak jelas.

Kuterus langkahkan kakiku.Hingga aku merasa ada yang sedari tadi terus mengikutiku.

Ku berhenti.Dan berbalik kebelakang.Tengok kanan kiri. Tengok sana sini. Namun tidak ada tanda-tanda kehadiran orang lain selain diriku.

Karena takut, kupercepat langkah kakiku.Namun kuberusaha memastikaan sekali lagi.Sehingga ku berhenti dan berbalik lagi. Namun masih tidak ada orang lain lagi.

“Hagh !!” aku terkejut ketika kembali ingin melangkahkan kakiku maju menuju rumah.

“waeyo ?terkejut ?”Tanya salah seorang yeoja yang tiba-tiba berada dihadapanku.

Aku hanya diam. Melihat dengan seksama tiga orang yeoja yang entah sejak kapan bisa berada dihadapanku, mereka tiba-tiba muncul ketika aku sibuk berbalik badan memperhatikan kebelakang tadi.Sangat aneh.

Tidak seorangpun dari mereka yang kukenal.Jelas, karena seragam yang mereka kenakan berbeda denganku.Mereka merupakan siswi salah satu sekolah yang cukup kutahu.

“Jadi ini yeojachingu-nya Baekhyun ?tidak lebih cantik dariku. Bagaimana bisa menjadi yeojachingu dari seorang Byun Baekhyun ?tidak pantas.” Komentar yeoja yang berada ditengah.

Hatiku panas mendengar ucapannya. Ok ku akui, dia memang cantik. Tapi aku merasa akupun tak kalah darinya.

“Wae ?tak terimakah ? aku yakin, Baekhyun mempunyai alasan yang kuat sehingga lebih memilihku sebagai yeojachingu-nya.” Aku tak mau kalah darinya.

Alhasil sebuah tarikan kuat pada rambutku lah hasil dari ucapanku barusan. ‘akh. Apo !’

“berani menantangku hah ?! aku sudah mengenal Baekhyun lebih dahulu ! hajar !!!” komando yeoja sialan yang menarik rambut indahku pada dua orang rekannya.

“Kya lepaskan !!” aku terus meronta saat kedua orang itu menyeretku dengan paksa kearah sebuah lorong buntu nan gelap gulita, padahal hari belum terlalu sore. Karena mereka berdua dengan tubuh yang lebih berisi dariku —yang seorang diri pula—, sehingga meronta sekuat tenaga pun percuma.

‘braagggkk !’ mereka menghempaskan tubuhku dengan paksa kearah kardus-kardus yang ada dilorong itu, cukup sakit kurasakan punggungku.

“sudah tiga tahun aku mencintai Baekhyun. Dan dia tidak pernah mau menerima cintaku sedikitpun. Sedangkan kau !!belum setahun kau mengenalnya, tapi kau sudah bisa merebut hatinya !! aku tidak terima !!” teriak jeoya yang berada ditengah tadi. Mendengar teriakannya membuatku takut juga. Awalnya aku bernyali tak akan kalah darinya, akhirnya nyaliku ciut juga. Sehingga aku hanya terdiam dan berfikir sejenak, mencerna setiap kata-katanya.

‘selama tiga tahun Baekhyun menolak cinta dari yeoja secantik dia.’

“Jika aku tidak bisa memiliki Baekhyun, maka tidak ada yeoja lain juga yang akan memilikinya ! Habisi yeoja ini !”

Aku yang tadi takut kini semakin takut, keringat dingin mengalir deras dari seluruh tubuhku.Terlebih saat yeoja itu mengeluarkan sepucuk (?) pisau lipat dari balik rok sekolahnya.

“Tt—ttoo—toloongg !!!” bahkan lidahku sulit untuk bergerak, meneriakkan kata ‘tolong’. Sayangya berteriakpun sepertinya percuma. Tidak ada orang yang akan melihatku dilorong segelap ini. Dan lagi, sepertinya tidak ada orang yang melintas dijalan sana.

“aghk !” sakit, pipiku sakit akibat luka sayatan yang diberikan yeoja jahat itu. Sakit, kedua lenganku sakit akibat cengkraman dua yeoja lainnya.Sakit, hatiku sakit akibat perlakuan mereka.Aku tidak bisa melawan.

Inilah hal yang tidak kusukai.Pem-bully-an, penganiayaan, kekerasasan, dan tindak kriminal lainnya hanya karena alasan-alasan seperti itu.

‘Tuhan berilah aku kekuatan. Dan siapa saja tolong aku !!! BAEKHYUN tolong aku !!!’

*****

Baekhyun POV

“omo, sudah jam setengah 6 !” aku terkejut melihat jam digital yang menjadi widget handphone android ku.

Ku utak atik sebentar handphone ku, namun tidak kutemukan pesan atau missedcall dari Woori. Bukankah dia berjanji akan segera mengabariku begitu sampai dirumah ?dia tidak mungkin melupakan ucapannya itu, aku tahu sifat Woori.

Tiba-tiba perasaanku menjadi tidak enak. Kenapa ini ?

Akhirnya kuputuskan segera menemuinya saja untuk memastikan bahwa dia baik-baik saja.

Karena sangat khawatirnya, bahkan begitu turun dari bus aku langsung sekuat tenaga berlari menuju rumah Woori.Dan untungnya jalanan menuju rumahnya sore ini sepi, sangat sepi.

“host.. host.. aduh capek juga.” Aku mengatur nafasku yang sesak karena berlari ketika hampir sampai dirumah yeojachingu-ku itu.

Didepan pagar rumah Woori kulihat Gayoon noona tengah siap memasuki sebuah mobil sport hitam yang pintunya sudah dibukakan seorang namja, aku yakin namja itu namjachingu Gayoon noona.

“annyeonghaseyo noona.” Sapaku padanya.

“oh Baekhyun-ah annyeong.” Balasnya sapaanku dan membatalkan niatnya memasuki mobil sport namjachingu-nya.

“Apa Woori nya ada ?”

“eh ?noona pikir kau datang untuk mengantarkan dongsaeng noona itu seperti biasanya, karena Woori belum pulang dari tadi.”

“Mwo ?! Woori belum pulang ?” seharusnya Woori sudah pulang sejak tadi, karena dia tadi duluan pulangkan ?!

“otthokae ?dongsaeng-ku belum juga pulang.” Gayoon noona berkata pada namjachingunya dengan wajah khawatir.Sepertinya aku datang membawa sesuatu yang buruk.

Semakin lama perasaanku semakin tidak enak. Kemana sebenarnya Woori ?

“noona tenang saja, aku akan mencari Woori. Noona silahkan lanjutkan acara noona.” Aku berusaha meyakinkan Gayoon noona.

“jika tidak menemukan Woori, segera hubungi aku.” Pintanya masih dengan raut khawatir.

“ne noona.”

Aku segera berbalik arah, siap kembali menuju sekolah.Mungkin Woori masih berada disekolah, fikirku.

Sesaat kemudian aku teringat tentang Sulli, sahabat Woori yang terkadang ikut pulang bersama kami juga.Mungkin juga Woori pergi bersama Sulli.

“aissh. Aku tidak punya nomer handphone Sulli.Berfikir Baekhyun berfikirlah dimana kau bisa mendapatkan nomer handphone nya.”Aku berfikir keras, hingga akhirnya otakku menangkap pada siapa aku bisa meminta nomer Sulli.Suho.

“yeobosseyo.” Terdengar suara Suho, sang ketua kelas yang merupakan orang  yang telah membantuku mengetahui soal informasi alamat rumah, dan nomer handphone Woori sebelumnya dari ujung sana.

“Suho-ah, ppali kirimi aku nomer handphone Sulli !” sekali lagi aku meminta info padanya.

“weh weh. Baekhyun-ah kau sudah berpacaran dengar Woori tapi masih mengincar Sulli ?! yah.. berbagilah pada diriku ini.” Goda Suho yang salah paham padaku.

“aishh.. aku tidak seperti itu. Ppali kirimi aku, dan jangan berfikir macam-macam !!”

“kekeke arasseo.”

Tak beberapa lama setelah aku memutuskan saluran telephone kami, Suho sudah mengirimkan nomer handphone Sulli.Dan secepatnya aku menghubungi Sulli.

Dengan terkejut Sulli menerima telephone ku.Yah di terkejut karena memang sebelumnya aku tidak pernah berurusan dengannya melalui telephone maupun pesan singkat.

Dan akupun terkejut saat mendengar kata-katanya mengenai Woori.

“aku tidak pulang bersamanya karena hari ini mengikuti club. Tapi kami sempat bertemu saat jam pulang, dan aku yakin Woori pasti akan langsung pulang saat itu.”

Woori tidak pulang bersama Sulli.Tetapi Sulli melihat Woori benar-benar pulang dari sekolah.Seharusnya Woori sudah berada dirumah, tapi sekarang kenyataanya tidak begitu.

‘Woori-ah eoddiga ?jangan membuatku semakin cemas.’

Dengan otak yang terus berfikir, dan handphone ditangan yang terus mencoba menghubungi nomer Woori yang sedari tadi tidak diangkat, kumelangkah menyusuri jalan-jalan yang pasti dilewati Woori dengan penuh harap dapat menemukannya.

“Shireo !!aku tidak akan melakukannya !! aa—kkuu tidak bisa melakukannya.. hikss.. hiks..”

Mungkin Tuhan mendengar do’aku yang meminta segera mempertemukan ku dengar Woori, karena dari sebuah lorong yang gelap aku dapat mendengar suarnya.Aku YAKIN itu suaranya.

*****

Author POV

‘ddrrrttt…ddrrrrrtt’ sudah tak terhitung berapa kali handphone Woori bergetar hebat tanda ada panggilan masuk, namun yeoja itu tak sanggup menghapiri tasnya yang berada beberapa langkah dari tubuhnya yang tergeletak lemah tak berdaya.

Sebuah luka gores dipipi kanannya yang mulus, rambut yang acak-acakan, rasa sakit disekujur tubuhnya dan tak lupa pakaiannya yang sangat berantakan karena hasil peninggalan tiga yeoja jahat yang telah menyiksanya. Woori benar-benar terlihat menyedihkan sekarang dan hanya menangis yang bisa dia lakukan sekarang.

“Kyyyaaa !!!” tangisan Woori terhenti sejenak saat dia sadari bahwa diary merah darah pembawa kesialan baginya itu tiba-tiba melayang kearahnya, seakan-akan dilempar sesorang  dari dalam tasnya itu.

Takut.Woori semakin takut pada benda mati yang tiba-tiba dapat hidup menghampri dirinya itu.

Benda itu begetar hebat, diiringi tangisan Woori yang semakin hebat (?) juga. Apakah benda mati itu dapat merasakan pedih yang Woori rasakan ?

“Shireo !!aku tidak akan melakukannya !! aa—kkuu tidak bisa melakukannya.. hikss.. hiks..” teriak Woori pada diary itu.

“akkk—uuu tii—ddaakk akan menuliskan siapapun lagi didalam sana ! aku tidak akan hiks.. tiidakk akan melenyapkan mereka.. jangan memintaku me.. hikss.. melakukannya. Jebal. Hiks..”

Woori memohon pada diary itu karena diary itu seakan meminta ditulis  –diary itu bergetar hebat dengan keadaan terbuka, siap untuk dituliskan kata-kata–

“Woori-ah !!” terdengar suara Baekhyun dari ujung lorong. Semakin lama semakin mendekat hingga tepat berada didekat Woori.Dan dengan sigap Baekhyun memeluk erat Woori, yeoja itu hanya bisa kembali menangis dalam pelukan Baekhyun.

Hati Baekhyun benar-benar miris melihat keadaan yeojachingu nya itu sekarang.

“Woori-ah gwenchanayo ?malhaebwa, siapa yang melakukan ini ?” tanya Baekhyun dengan suara sendu sambil mengelus rambut Woori.

“Baekhyun-ah, akkk—kkuu taakuutt..hiks..” hanya itu jawaban yang keluar dari bibir Woori.

“tenanglah, kau tak perlu takut lagi. Aku disini sekarang.Kau tidak perlu takut lagi pada mereka, ada aku.”

“ani, aku tidak takut pada mereka. Aku takut pada diary itu Baekhyun !!pada diary itu !!” kini Woori mencengkram lengan Baekhyun kuat.

“diary itu bisa bergerak, diary itu meminta aku menuliskan mereka didalamnya. Diary itu memintaku melenyapkan mereka Baekhyun !!” yeoja itu berhasil membuat takut Baekhyun, karena yeoja itu terlihat seperti pasien rumah sakit jiwa yang sedang kambuh penyakitnya.

“percayalah padaku ! diary itu bergerak sendiri, memintaku menulis didalmanya !” Woori menunjuk diary yang kini tergeletak tidak bergerak sedikitpun, kembali menjadi sebuah diary biasa.

Karena bingung harus menjawab apa, akhirnya Baekhyun hanya kembali menarik Woori dalam pelukannya, berusaha menenangkannya.

“Annyeong.”Sapa seseorang dari arah sudut tergelap lorong ini.Woori dan Baekhyun menyipitkan mata mereka berusaha mengenali sipemilik suara.

“aa—aanda ?” Tanya Woori mengenali sipemilik suara yang kini sudah terlihat wajahnya.

“panngil Gyuri saja. Jika dipanggil ‘anda’ terdengar sangat tua kekeke.Umurku tidak jauh dari kalian koq.” Ucap Gyuri dengan senyum manis yang masing sama seperti ditoko aksesoris dua minggu lalu.

“mianhae nona, ehm maksudku Woori  sepertinya diary pemeberian ku itu telah merepotkan mu.”

Woori terkejut, bagaimana bisa Gyuri tahu namanya.

“pasti bingung darimana aku mengetahui namamu. Aku bisa tahu karena aku sudah lama mengamati dan memperhatikan mu.”

“sebelumnya perkenankan aku memperkenalkan diri. Agar kalian tidak terus bingung.” Gyuri menarik nafas sejenak kemudian menjelaskan,

“Gyuri imnida.Aku dari MAGICAL KINGDOM.Sebuah negri yang dipenuhi kekuatan magic.Dan diary yang kuberikan padamu itu salah satu dari koleksi magical diary dari tokoku di Magical kingdom.”

“selain diary pelenyap orang yang dibenci, ada juga diary membuat sesorang yang kita sukai menyukai kita juga, ada juga diary pembuat seseorang melupakan hal-hal yang pernah dilakukan bersama kita dan orang tersebut kemudian seakan baru pertama kali bertemu kita, ada juga diary..” Gyuri menjelaskan dengan nada mempromosikan diary-diary ajaib miliknya, namun terhenti saat Woori memotong kata-katanya.

“mian, aku tidak peduli pada diary-diary yang kamu miliki. Yang aku inginkan adalah bagaimana cara mengembalikan dua orang yang telah dilenyapkan. Jebal.” Dengan nada memelas Woori meminta pada Gyuri.

“kekeke tenanglah, itu masalah gampang. Sepertinya diary itu sudah benar-benar membuatmu tertekan Woori-ssi.Mianhae.”

‘clik’ dengan sekali menjentikkan jarinya, sebuah diary berwarna putih nan suci muncul ditangan Gyuri. Kemudian diary merah darah yang tadi tergeletak dilantai terangkat dan menghampiri Gyuri.

Woori dan Baekhyun benar-benar disajikan sebuah magic didepan mata mereka.

“diary ini adalah pasangan dari diary pelenyap, tuliskan alasan mengapa orang yang dilenyapkan patut untuk dikembalikan.” Gyuri mengangkat diary putih bergambar dua orang yeoja yang terlihat bahagia bersama.

“apakah Krystal dan Jaejoong sunbae akan segera kembali ? dan selama mereka lenyap, dimana mereka sebenarnya ?” Tanya Baekhyun yang penasaran.

“aku jamin mereka berdua akan kembali. Dan selama ini mereka dipindahkan ke gudang pembuangan jiwa di Magical Kingdom.Saat mereka dilenyapkan, mereka seakan dibuat tertidur lelap di gudang pembuangan jiwa.” Jelas Gyuri

“ada tepat seperti itu ?” Baekhyun masih sulit untuk percaya.

“ne. di Magical kingdom ada tempat seperti itu, dan hanya ada di Magical kingdom.”

“apa jadinya jika jiwa-jiwa yang dilenyapkan tidak dikembalikan ? pasti gudang seperti itu akan penuh.”

“kekeke. Namjachingu mu ini sangat penasaran sepertinya Woori-ssi. Baiklah akan kujelaskan. Diary pelenyap itu memiliki kekuatan yang terbatas. Jadi dalam waktu satu atau dua bulan kekuatannya akan lenyap, dan si korban akan kembali hidup dan keluar dari gudang pembuangan jiwa. Karena pada dasarnya di Magical Kingdom tidak ada sorangpun yang bisa benar-benar meleyapkan orang lain.”

“dan aku serahkan kedua diary ini padamu Woori-ssi, gunakanlah dengan bijaksana.” Gyuri menyerahkan kedua diary itu pada Woori.

“kamsahamnida.”

“Ah !satu hal yang hampir terlupakan.” tiba-tiba Gyuri menjentikkan jarinya lagi ‘clik’, dalam sekejap keadaan Woori kembali seperti semula. Tidak ada luka gores dipipi kanannya, dan pakaiannya sudah rapi kembali.

“aagh !jeongmal kamsahamnida Gyuri-ssi. Tta—pii..”

Belum sempat Woori menyelesaikan kata-katanya, Woori terhenti karena sadar sosok Gyuri sudah menghilang secara tiba-tiba.Woori dan Baekhyun menoleh kesana-kemari, namun sosok Gyuri sudah benar-benar tidak dapat mereka lihat.

“yeoja itu benar-benar dari magical kingdom. Aku yakin itu.” Gumam Baekhyun.

*****

Dear diary…

Aku ingin Krystal kembali kemuka bumi ini.Aku tahu Krystal memang sangat menyebalkan, tapi bagaimanapun dia tetap teman yang berharga bagiku dan lainnya.

Aku ingat bagaimana Krystal berjasa untuk kelas kami.Saat diadakan pertandingan olah raga antar kelas beberapa bulan yang lalu, karena kemampuan Krystal dalam bermain bola voly jugalah yang mampu membuat kelas kami menjadi juara 1. Jika tidak ada Krystal, pasti kelas kami tidak akan memenangkannya.

Jebal kembalikan Krystal.Karena kehadirannya pun sangat berarti untuk keluarga, teman, dan orang sekitarnya.

Woori menutup diary putih yang baru satu jam yang lalu diberi Gyuri, yeoja cantik dari Magical Kingdom.

“aku harap diary ini benar-benar bekerja untuk mengembalikan Krystal.” Ucap Woori pelan, terlihat wajah yeoja itu benar-benar cemas penuh harapan.

“gwaenchanayo, percayalah pada kekuatan diary ini.” Baekhyun menyentuh pelan pundak Woori, memberikan semangat pada yeojachingu nya itu.

Saat ini mereka sedang duduk berdua dibangku halaman rumah Woori, seperti biasa.

“lalu, bagaimana dengan Jaejoong sunbae ?”

“setelah diary ini terbukti ampuh mengembalikan Krystal, aku akan segera mengembalikan Jaejoong sunbae juga.” Baekhyun berkata dengan mantab.Dan Woori tersenyum melihatnya.

“tapi, apa yakin kamu tidak ingin menuliskan tentang yeoja-yeoja yang telah mem-bully mu ? beritahu aku ciri-ciri mereka, aku akan segera tahu siapa yeoja-yeoja yang melakukan itu pada mu. Dan kita dapat melenyapkan mereka.”Entah setan darimana yang tiba-tiba menyusup dalam pikiran Baekhyun saat ini.

“tidak perlu. Aku tidak akan melenyapkan siapapun lagi. Sudah cukup dua orang yang menjadi korban.” Jawab Woori bijaksana.

“bercanda kan ?”

“aniyo. Aku sangat yakin dengan pilihanku ini.Wae ?tidak terima jika aku tidak ingin berbuat jahat dengan melenyapkan lagi Baekhyun-ah ?”

“ani, hanya saja aku tidak ingin yeojachingu-ku disakiti lagi oleh mereka.” Dengan malu-malu Baekhyun menatap Woori.

“bercanda kan ?” kali ini Woori yang mengucapkan pertanyaan yang sama dengan Baekhyun.

“jadi kamu selama ini menganggap ku bercanda ? jadi kamu kira sikapku selama seminggu ini hanya bercanda ? aigoo. Tidakkah kau merasakannya ?”

Woori hanya menggeleng.

“ok. Akan ku buat kau percaya dan tidak menganggapku bercanda lagi.”

Setelah menyelesaikan kalimatnya, Baekhyun dengan tiba-tiba langsung menarik wajah Woori kemudian mendekatkan wajahnya, hingga bibirnya tepat menyentuh bibir Woori. Dan Woori hanya membatu, tidak percaya apa yang dilakukan Baekhyun sekarang.

“sudah percaya dengan perasaanku sekarang ?” Tanya Baekhyun setelah melepaskan bibirnya.

“aku percay..” bahkan belum sempat Woori menyelesaikan kalimatnya, Baekhyun sudah memberikan ciuman hangat lagi. Dan sekarang Woori hanya memejamkan mata dan menikmatinya.

‘aku percaya kau adalah namjachingu-ku Baekhyun-ah. You’re mine and only mine’

*****

Woori POV

Keadaan kelas saat ini tidak terlalu ramai.Ya wajar sajalah, karena memang jam masuk masih sekitar 45 menit lagi.Tapi aku sengaja berangkat lebih cepat, karena aku ingin segera membuktikan kemampuan diary putih ini, diary yang menurut Gyuri adalah diary pengembali orang yang telah dilenyapkan.

“hoaaamm.. aku masih mengantuk. Kenapa harus secepat ini sih berangkat ?”Baekhyun merebahkan kepalanya dimeja, matanya setengah terpejam.

“mianhae, karena tulisan ku semalam sudah lenyap di diary putih ini, makanya aku ingin segera membuktikannya. Ku pikir Krystal akan segera kembali terlihat pagi ini.” Aku ikut merebahkan kepalaku dimeja, dan tepat menghadap wajah Baekhyun yang sudah terpejam.Dan akhirnya aku ikut memejamkan mata juga.

‘brraaggkkk !!!’ suara nyaring membuat ku terkejut dan segera mengangkat kepalaku, begitu juga Baekhyun.

“yah !kalian berdua jangan tidur dikelas.” Ucapa yeoja yang telah menggeprak mejaku barusan.

“Krystal ?!”

“Krystal !!”

Bersamaan aku dan Baekhyun berkata.Walau dengan nada yang berbeda, aku lebih pada nada tidak percaya, sedangkan Baekhyun dengan nada emosi.

“annyeong !mianhae, aku hanya bercanda. Aku tidak bermaksud mengganggu tidur kalian berdua, wahai dua sejoli.Kekekke” Krystal tertawa ramah.

Aku hampir meneteskan air mataku, aku benar-benar terharu.Akhirnya yeoja yang ku lenyapkan kembali kemuka bumi ini. Krystal. Korbanku sudah kembali.Aku tidak seperti pembunuh lagi.

“Woori-ah, mianhae.Dua minggu yang lalu aku sudah berbuat jahat padamu.Karena perbuatan jahatku itu, aku jatuh sakit selama dua minggu.Mungkin itu balas atas perbuatan jahatku. Jeongmal mianhae.” Sesal Krystal dengan tulus.

“gwenchanayo, aku tidak marah lagi. Dan senang dapat bertemu dengamu lagi.”

“gomawo. Aku berjanji tidak akan berbuat jahat lagi padamu dan yang lainnya.”Ucap Krystal kemudian memelukku erat.Aku tersenyum bahagia.Kulihat Baehyun tersenyum juga. Begitupun Amber, Luna bahkan Sulli yang baru memasuki kelas.

‘terima kasih Tuhan, Kau telah mengembalikan salah seorang temanku yang berharga. Dan terima kasih telah menyadarkannya’

*****

Author POV

“Annyeooonnggg..bye bye diary” Woori mendadah pada sepasang diary cantik yang siap dikubur dihalaman depan rumahnya ini.

“yakin tidak ingin menghilangkan mereka yang telah mem-bully mu ? bukankah diary pelenyap ini sudah terlihat hasilnya, membuat orang yang dilenyapkan menyesal dan menjadi berkribadian yang baru. Yah lihat saja Krystal, dia sudah tidak jahat seperti dulu.Dan sekarang kalian menjadi akrab.”Baekhyun kembali bertanya pada Woori sebelum siap mengubur sepasang diary itu dengan tanah.

“yakin !meski setelah dilenyapkan mereka dapat dengan mudah dikembalikan, aku tetap tidak ingin melakukannya. Biarlah mereka menyesali perbuatan mereka dengan sendiri.Menurut hati nurani mereka.”

Baekhyun tersenyum mendengar jawaban Woori.Dia benar-benar bangga pada yeojachingu-nya itu.

Dan tertutup rapat dengan tanahlah sekarang sepasang diary peneyap dan pengembali itu.

“chamkamman !tidak kah kita melupakakn sesuatu ?”

“mworago ?sepertinya tidak ada.” Ucap Baekhyun setelah meneguk orange juice miliknya.

“hagh !kita belum mengembalikan Jaejoong Sunbae.”

“oh.”

“ya !bagaimana bisa kamu hanya berkata ‘oh’ ? ini menyangkut seseorang yang kamu hilangkan. Ppali bongkar dan kembalikan Jaejoong sunbae !”Woori menarik-narik lengan Baekhyun.

“shireo.biarkan saja Jaejoong sunbae digudang jiwa. Bukankah begitu sebulan akan kembali. Jadi biarkan saja.”Baekhyun hanya mengelak.

“aisshh.. tetap saja, lebih cepat dikembalikan lebih baik. Ppali !”Woori menarik-narik Baekhyun lagi.

“shireo. Biarkan saja.”

“aisshh..”

Dari kejauhan Gyuri hanya terawa melihat kedua sejoli itu.

“Woori-ssi, kau terlalu baik untuk memiliki diary pelenyap itu, karena kau tidak suka menghilangkan orang lain, walau orang yang kau benci sekalipun.Tidak salah aku pernah memberikannya padamu.Setidaknya, diary itu tidak jatuh ketangan yang salah.”

*****

THE END

*****

~Author talks~

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Annyeonghaseyo

Hallo

Masih ingatkah pada author ini dan FF author ini ??

#g ingat thor, ini FF zaman kapan..gubrak..

♥pertama-tama author ucapkan terima kasih banyak untuk yang sudah membaca dan comment FF ini dari part 1 sampai part 3 ini. Jeongmal kamsahamnida ^_^  T_T #terharu

♥jeongmal mianhae karena FF ini lama banget baru author kirim ke EXO fanfiction,, padahal part 2nya sudah di publish sebulan yg lalu. Jeongmal mianhae, author sedang sibuk-sibuknya praktikum, bahkan untuk mencek ff author udh publish apa belum aja susah T_T

Jeongmal mianhae readers.. #bow T_T

♥nado mianhae, jika part 3 ini tidak memuaskan, karena author ngebut hehehehe V^^

♥jangan lupa comment nya juga ya untuk part ini, kritik sangat author terima juga.

♥do’akan semoga karya-karya author berikutnya dapat lancar ya hehehe

OK JEONGMAL KAMSAHAMNIDA yang udah mau nunggu FF ini..annyeong.. bye bye.. sampai jumpa di karya author berikutnya

30 pemikiran pada “Dear Dairy (Chapter 3)

  1. Ne,aku prnh baca cerpen ttg diary. Skilas konflikx sama ttg mengabulkan sesuatu yg ditulis tp ceritax jelas beda. Yg kubilang itu diary tsb membuat siapa yg memegangx jd brgntung smcam hipnotis gitu, setiap pengabulan dibayar dg nyawa jd ad tumbal. Kalo ini seh awalx aq sempat waswas jgn2 ad misterix lg tp terxta dikemasx jd romantis hehehe jd suka ceritax. Mianhae gak maksud blg plagiat ya krn memang brbeda. Annyeong author.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s