Home Screams (Chapter 1)

Home Screams Chapter 1

Author : Hwang Min

Cast :

– All Member Of EXO

– Kim Min Rin

– Kim Jung Hee

Genre : thiller, tragic, Murder, Mystery, angst, horor

Rating : Multi Chapter (prolog, chap 1, chap 2 (end))

m

Karya ini adalah fiksi. Tidak berhubungan dengan tokoh dan kelompok yang sebenarnya. Ini karya asli dari pemikiran author.. tak ada unsur memplagiati karya orang jika ada kesamaan, mianhamnida.. dan maaf juga jika ceritanya jelek, terlalu berlebihan atau tidak baik, author hanya hobi menulis cerita sadis jika tidak suka jangan dibaca,  happy reading ^^

Mendaki gunung, sesuatu hal yang sangat menyenangkan bukan? Awalnya sangat menyenangkan, sebelum kejadian itu terjadi

Normal P.O.V

“D.O cukup.. kita tidak bisa menyalahkannya” ucap suho dengan tenang sambil berusaha melepaskan cengkraman D.O terhadap min rin

“apa maksud mu? Karena aku yang tidak ada di antara kalian, karena aku memisahkan diri dari kalian.. lalu kau menyalahkanku? Hhaah dramatis sekali kelakuanmu” min rin membentak balik D.O yang sembarangan menuduhnya melepas paksa cengkraman D.O lalu melangkah menjauh ke arah halaman..

“kau sudah keterlaluan” ucap luhan kepada D.O lalu menyusul min rin ke halaman belakang rumah

“luhan hyung” panggil sehun tetapi tak di dengar oleh luhan

Sekarang suho menatap D.O dengan tatapan sendu..

“mwo? Sekarang kalian memojokkan ku?” ucap D.O kesal

“D.O tenang lah, tidak ada yang memojokkan mu.. kita pecahkan masalah ini” ucap baekhyun

“D.O berhentilah bersikap seperti ini, sifatmu memuakkan” kini semua mata tertuju pada chanyeol, jarang sekali chanyeol berkata kasar seperti itu lalu.. hening

Sementara di halaman belakang..

“mau apa kau? Oh.. aku tau, kau mau menyalahkan ku? Ya aku pelakunya.. puas kalian, sejak awal aku sudah bilang aku tidak suka jika rumah kami kedatangan tamu” ucap min rin menahan pilu

Luhan hanya tersenyum simpul mendengar perkataan min rin, ia tau kalau bukan min rin pelakunya

“kenapa kau terseyum? Sekarang kau anggap aku orang gila.. ya aku memang orang gila dan kau sedang berbicara dengan orang gila”

“aku tau bukan kau pelakunya, tenanglah dan maaf kan atas kelakuan temanku tadi..” ucap luhan lembut

“pergilah aku ingin sendiri” pinta min rin

“hhmm.. baiklah”

Luhan pun meninggalkan min rin disana, melangkah menuju ruang tengah.. dimana semua teman temannya termasuk jung hee berkumpul

“kami sudah membersihkan kamar itu dan kai juga” ucap xiumin kepada luhan yang baru datang

“lalu sekarang kai dimana?” tanya luhan

“di kamar.. kami masih bingung ingin menempatkannya dimana” ucap sehun dengan wajah putus asa

“hhmm.. sebenarnya di rumah ini ada tempat yang cukup dingin untuk mencegah mayat kai membusuk” usul jung hee

“odiseo?” kini giliran chanyeol yang bertanya

“lemari pendingin, tapi… pasti yang lain tidak akan setuju, lupakan usulku tadi” ucap jung hee

“tunggu dulu, bukan kah tak ada salahnya.. lebih baik seperti itu kan, sekarang kalian pilih.. tubuh kai membusuk atau mempertahankan kai agar tetap utuh” tanya chen

Dan semua mengangguk mengartikan semua setuju usul dari jung hee.. walaupun ada sedikit ketidaknyamanan di hati mereka masing masing, membiarkan jasad teman mereka berada di lemari pendingin

“baiklah kalau begitu, chanyeol-ssi, Suho-ssi bisakah kalian bantu aku?” pinta jung hee

Kedua orang yang dimintai tolong hanya mengangguk, D.O orang yang sangat terpukul atas kematian kai, D.O dan kai sangat dekat..

Dikamar itu saksi buta kejadian tragis kematian kai, kini tubuh kai benar benar dingin, sangat pucat.. suho dibantu chanyeol memindahkan kai ke lemari pendingin yang berada di ruang bawah tanah.. lemari pendingin memang cukup luas, tempat segala macam bahan makanan ada disana.

“maaf boleh aku pinjam kamar mandinya” ucap chanyeol yang tidak tahan dengan udara di sekitar lemari pendingin, seperti aroma daging busuk

“oh tentu, di sebelah kanan ruang ini” ucap jung hee

“nde gomawo..” chanyeol pun segera pergi dengan mimik muka aneh

“oh iya suho-ssi aku mau mengambil kain di kamar tadi ya, sebentar oke?” ucap jung hee

“baiklah” suho berucap sambil tersenyum simpul

Tak sampai 3 menit jung hee sudah kembali dengan kain putih yang baru, entah berapa banyak ia punya kain putih polos

7 menit berlalu tapi chanyeol belum kembali juga dari kamar mandi, tiba tiba

“ANDWE!!!” suara jeritan baekhyun membuat semua orang di dalam rumah itu kaget termasuk min rin

Sekali lagi suara jeritan menghiasi rumah itu, namja tampan yang sangat pintar memasak kini tergantung di balkon pintu keluar utama

D.O meninggal dengan keadaan yang tak kalah mengenaskan, tergantung tali yang mencekik dirinya. Bunuh dirikah?

“aku ingin kembali ke seoul, aku ingin kembali!!” teriak sehun yang memang sudah sangat ketakutan

Chanyeol yang tadi sempat tak kunjung keluar dari kamar mandi akhirnya bergabung dengan mereka menyaksikkan teman mereka tergantung bagai mainan

Chanyeol terduduk lemas, berdiam diri lalu menangis..

Mayat D.O sekarang telah ada tepat di samping kai, di lemari pendingin.. ironis bukan 2 teman mereka meninggal tanpa sebab yang jelas, bingung, takut, sedih, perasaan itulah yang menghinggapi mereka, semua orang dirumah itu berkumpul di ruang tengah, ruangan yang paling luas dan paling menakutkan

“aku tak tahan lagi, mungkin kematian kai itu bisa jadi ulah hewan, tapi kematian D.O? masuk akalkah kalau itu perbuatan hewan?” ucap lay

“salah satu dari kita..” bisik luhan

“mwo?” tanya suho kepada luhan

“mungkin kah.. salah satu dari kita pelakunya?”

Semua terkejut, menatap satu sama lain.. tatapan menuduh, mencari bukti kuat dan terbebas dari misteri ini

“itu tidak masuk akal hyung, bagaimana bisa?” ucap baekhyun

“aku, kris hyung, dan lay hyung sedang ada di kamar tamu..” ucap sehun membela diri

“chen, aku, baekhyun dan tao juga sedang menenangkan diri di ruang musik.. tapi baekhyun keluar sebentar lalu selang beberapa waktu aku mendengarnya berteriak” jelas xiumin

“aku, min rin dan chanyeol kalian tau sendiri kan” ucap luhan, min rin hanya menatap luhan dingin

“kami bertiga mengurus mayat kai.. lalu siapa pelakunya?” ucap suho

“baekhyun? Kau yang pertama kali melihat mayat D.O?” lanjut sang leader

“ne” ucap baekhyun lirih

“bukan kah chanyeol-ssi tadi juga lama berada di kamar mandi?” tanya jung hee

“ah iya benar, chanyeol kenapa kau begitu lama di dalam kamar mandi?” tanya suho

“aku hanya melakukan hal yang kulakukan ketika di kamar mandi” jawab chanyeol

Semua mata menatap chanyeol tak percaya..

“kalian semua kenapa? Kalian mau menyalahkanku? Bukan aku pelakunya, Aish hentikan acara tuduh menuduh ini”

“chanyeol bukan kah kau yang dari tadi berkata kasar kepada D.O?” tanya kris mengintrogasi

“SUDAH KUBILANG BUKAN AKU, sudah lah aku lelah” bentak chanyeol lalu bergegas pergi meninggalkan mereka

Memang saat itu waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, dan suasana di rumah itu memang mencekam

“sepertinya chanyeol-ssi lelah, sebaiknya kita lanjutkan besok.. kalian beristirahatlah” ucap jung hee lembut

Min rin dengan kasar meninggalkan tempat itu dan pergi menuju kamarnya dan yang lain mengikuti jejak chanyeol ke arah kamar tamu,  satu orang satu kamar.. bisa kalian hitung berapa luas dan banyaknya ruangan di rumah ini

Esok paginya..

Suasana pagi memang sudah menghiasi rumah itu tapi matahari masih enggan menunjukkan sinarnya, perlahan baekhyun membuka matanya sekedar untuk melakukan kebiasaan paginya.. berlari kecil di pagi buta

Berjalan gontai meninggalkan kamar yang luas.. membuka pintu melihat sekeliling pemandangan yang baru dijumpainya sejak kemarin pagi.. saat semua masih normal

Matanya kini terpaku pada kamar di sebelah kanan kamarnya.. kamar paling pojok melihat ke arah lantai kamar itu menutup mulutnya agar tidak berteriak, jejak seretan darah memenuhi lantai itu

Langkah demi langkah baekhyun berjalan kearah kamar yang dituju, membuka pintu itu pelan pelan walau ia tau firasat buruk selalu memperingatinya

Membukanya pelan agar tak ada satu orang pun yang mendengarnya, menatap tak percaya pada apa yang ada di balik pintu kamar itu

Kamar penuh darah, bau amis menghinggapi hidung baekhyun, kasur putih berubah warna menjadi merah, di dinding banyak sekali percikkan darah, lalu baekhyun.. tetap menutup mulutnya, memberanikan diri mengikuti jejak seretan yang mulai mengering itu

Kini jejak itu berhenti di dapur tepat di depan lemari es mahal yang satu manusia pun dapat masuk kedalamnya

Sekali lagi baekhyun memberanikan diri membuka lemari es itu, dan..

Tubuh pucat beku penuh darah terduduk di dalam lemari es itu, park chanyeol.. namja itu meninggal dengan tubuh penuh sayatan sama seperti kai hanya saja di leher chanyeol sudah tertusuk pisau tajam.. menembus ke kerongkongan nya..

Tubuh baekhyun jatuh terduduk tetap tak mengeluarkan suara, masih setia dengan posisi menutup mulutnya.. perlahan mulai menggerakan kedua tangannya

Baekhyun mengelus pelan pipi namja bertubuh tinggi itu, dingin.. tubuh chanyeol sudah ada dalam lemari es dari tadi malam, baekhyun tak tahan lagi menahan pilu di dadanya, sakit melihat namja yang sangat mengerti akan dirinya melebihi dirinya sendiri, namja yang selalu ada jika ia membutuhkan..

Tangis itu pecah menghiasi rumah, kini bukan teriakan yang terdengar, tapi tangisan. Bukan tangisan takut, tapi tangisan pilu.. tangisan seorang namja yang kehilangan seseorang yang spesial untuknya

Suho dengan tergesa gesa keluar kamar dan segera menuju ke asal tangisan itu berasal, begitu pula dengan yang lain

“chan.. chanyeol hyung” ucap sehun lirih menahan teriakkan yang ingin mencekik lehernya

“kenapa seperti ini lagi” ucap kris sambil membenturkan pelan kepalanya ke dinding

Baekhyun mengeluarkan tubuh chanyeol dari lemari es itu, menarik paksa pisau yang menusuk lehernya, memeluk chanyeol erat sambil menangis histeris tak peduli dinginnya badan chanyeol, tak peduli darah yang mulai mengotori pakaian nya..

“jangan seperti ini.. park chanyeol buka matamu, jangan bercanda ini tak lucu.. PARK CHANYEOL.. kumohon..” teriak histeris baekhyun

 

To Be Continue..

29 pemikiran pada “Home Screams (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan ke KaniaFidelia98 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s