Home Screams (Chapter 2)

Home Screams Chapter 2

Author : Hwang Min

Cast :

– All Member Of EXO

– Kim Min Rin

– Kim Jung Hee

Genre : thiller, tragic, Murder, Mystery, angst, horor

Rating : Multi Chapter (Prolog, Chap 1, Chap 2, chap 3 (end))

Karya ini adalah fiksi. Tidak berhubungan dengan tokoh dan kelompok yang sebenarnya. Ini karya asli dari pemikiran author.. tak ada unsur memplagiati karya orang jika ada kesamaan, mianhamnida.. dan maaf juga jika ceritanya jelek, terlalu berlebihan atau tidak baik, author hanya hobi menulis cerita sadis jika tidak suka jangan dibaca,  happy reading ^^

m (1)

Mendaki gunung, sesuatu hal yang sangat menyenangkan bukan? Awalnya sangat menyenangkan, sebelum kejadian itu terjadi

Normal P.O.V

“tenang kan dirimu baekhyun..” ucap suho

“hyung.. kenapa? Kenapa harus chanyeol.. aku berharap dengan sangat semoga aku selanjutnya..” ucap baekhyun lalu meninggalkan mereka, tak mampu lagi melihat mayat chanyeol

“baekhyun” tegur tao tapi sama sekali tidak di dengarkan oleh baekhyun yang menghilang masuk kedalam kamarnya

“biarkan dia sendiri, kalian tau kalau chanyeol dan baekhyun itu sangat dekat.. mungkin yang sekarang baekhyun rasakan sama dengan apa yang D.O rasakan saat kai meninggal” jelas suho agar yang lain tidak mengganggu baekhyun

“siapa lagi selanjutnya? Aku tau pelakunya pasti ada disini, disekitar kita.. bunuh saja aku, aku sudah tidak tahan dengan semua ini” bentak lay

“hentikan! Kita urus dulu chanyeol” saran suho, suho juga tau kalau pelakunya pasti salah satu dari mereka.. bukti kuat ada di min rin, ia yang terlihat paling mencurigakan

Semua selesai begitu juga dengan chanyeol.. baekhyun masih mengurung diri di kamar tak mau keluar walau perutnya sudah sangat lapar..

“baekhyun-ssi, kumohon buka pintu nya apa kau tidak lapar?” bujuk chen agar baekhyun mau makan

Tak ada jawaban dari kamarnya, chen memustuskan untuk menyerah..

Sementara itu..

“min rin-ah bisa kita bicara sebentar” ucap suho lembut

Min rin yang sedang asik memakan apel sambil bermain dengan kucingnya menghentikan aktifitasnya, suho bahkan tidak tau kalau min rin mempunyai kucing

“waeyo?” ucap min rin dingin

“aku hanya ingin bertanya, kau pasti tau kenapa semua ini terjadi kan?” tanya suho langsung pada pokok pembicaraan

“kalian mulai lagi, bukan kah sudah kubilang pada temanmu bahwa aku tak ingin kalian ada disini.. pulanglah jika kalian ingin selamat, memilih selamat atau beku dalam lemari es itu” ucap min rin lalu pergi, suho yang mendengar ucapan min rin bisa merasakan ada yang tak beres di rumah ini

Suho yang merasa sudah tak nyaman memutuskan untuk meninggalkan rumah ini dan turun ke kota..

“semuanya.. dengarkan aku.. sebaiknya kita pulang malam ini” ucap suho kepada temannya, teman yang tersisa, kecuali baekhyun yang masih mengunci diri..

“suho-ssi, jebbal kajima.. kalau kalian pergi aku bagaimana?” pinta jung hee

“mianhae jung hee-ah tapi aku sudah muak dengan semua kejadian ini” sambung lay

“tapi, kumohon malam ini menginaplah semalam lagi, jebbal”

“hhmm.. baiklah, semua setuju jika kita menginap semalam lagi?” tanya suho

Semua hanya mengangguk pasrah, menunggu esok hari ditemani rasa takut

Tepat pukul jam 2 tengah malam, semua orang dirumah itu sudah tertidur lelap, kecuali baekhyun yang merasa lapar, perutnya minta diisi sejak siang tadi

Baekhyun melangkah berat menuju dapur, saksi bisu kematian namja yang sangat spesial.. jatuh lagi setetes air mata baekhyun..

Kkrriieeettt…

Sepertinya ada yang keluar kamar.. tapi siapa?

Sedikit takut baekhyun mengintip ke arah koridor lantai 2 dari arah dapur, min rin yeoja itu keluar kamar , menuruni anak tangga, lalu menuju ke arah gudang di bawah tanah.. mau apa dia?

Merasa aman baekhyun bermaksud kembali ke kamarnya, melewati kamar min rin

Terkejut bukan main, melihat darah menghiasi kasur putih min rin.. tergeletak disana kucing hitam yang terpenggal.. ulah min rin kah?

“mau apa kau?” baekhyun terlonjak kaget melihat min rin memergoki dirinya..

“min rin? Kau.. apa kau pembunuhnya?” ucap baekhyun lirih

“kau tanyakan saja pada dirimu sendiri.. menurutmu apa aku dalang dari semua ini” ucap min rin sembari mengganti spraynya yang kotor dan membungkus bangkai kucing itu

Baekhyun berlari menuju kamarnya tetapi langkahnya berhenti ketika melihat kebalik jendela balkon lantai 2, disana suho yang duduk di halaman belakang sendirian

baekhyun menuruni anak tangga dan sedikit berlari menuju suho dihalaman belakang..

“suho hyung, kau belum tidur?” ucap baekhyun.. menggoyangkan sedikit badan suho yang tak kunjung menjawab pertanyaannya

Pluk..

“HYUNG!!! ANDWE!!!” teriak baekhyun membangunkan semua penghuni dirumah itu

Suho sang leader.. meninggal dengan kepala yang patah seperti ada yang memutar kepalanya ke belakang, dengan baju yang terbuka.. disekitar dada dan perutnya tertulis

Who Next? YOU..

Ditulis memakai tubuh suho sebagai kertas dan alat semacam pisau sebagai kuasnya.. melukis tulisan itu dengan cat darah.. darah segar dari tubuh sang leader

Baekhyun untuk ke 3 kalinya menjadi orang pertama yang melihat mayat temannya, tubuh baekhyun kaku tak dapat bergerak sementara yang lain untuk yang kesekian kalinya menangis menyumpahi diri mereka atas apa yang terjadi

“satu per satu ya?” ucap min rin yang sudah ada dibelakang semua namja..

“NEO! Bunuh aku sekarang.. itu yang kau mau kan? Biar kau puas, makanlah bangkai daging kami minumlah darah segar kami.. AYO LAKUKAN!” bentak lay sambil meremas piyama min rin.. hingga kaki min rin tak dapat menyentuh tanah.. sesak yang min rin rasakan, hingga air matanya terjatuh tak terbendung lagi

“HYUNG HENTIKAN” teriak baekhyun

Luhan menarik paksa tangan lay menatap tajam kepadanya.. sedangkan min rin, dia menangis.. aneh bukan?

“hah.. baiklah, kalian berdua sudah mulai jatuh cinta pada iblis ini rupanya.. baguslah, dengan begitu kita bisa tau siapa yang berikutnya mati.. iya kan? Luhan? Baekhyun?” ucap lay tetap dengan nada bicara yang tinggi..

“min rin-ssi kajja” ucap baekhyun disusul dengan luhan meninggalkan yang lain tak peduli dengan ucapan lay yang membuat tubuh masing masing orang menggigil ketakutan

“jadi.. katakan siapa pelaku ini semua.. neo?” tanya baekhyun saat mereka bertiga sampai dikamar min rin.. mengunci diri membiarkan suasana tenang..

“bukan kah teman kalian mengatakan aku pembunuhnya.. kalian tak percaya?” ucap min rin sambil menghapus air matanya

“KATAKAN SEJUJURNYA.. jika aku mati, aku akan tenang karena sudah mengetahui siapa yang membunuhku” ucap baekhyun..

“baekhyun-ah tenang.. kita tidak akan bisa menyelesaikan masalah jika terus mendesak min rin seperti ini” ucap luhan lembut

“min rin-ssi jebbal.. jika memang kami akan mati.. setidaknya kami tidak mati penasaran” ucap luhan mengigil karena perkataannya sendiri..

Min rin hanya tersenyum pahit lalu mulai menangis..

“aku bukan pelakunya.. aku juga akan mati, sudah kubilang sejak awal.. aku tidak suka jika ada yang datang ke neraka ini, mianhae.. harusnya aku membawa kalian keluar dari sini tapi aku sendiri tidak bisa melakukan apapun” jelasnya lirih..

“j-jadi.. pembunuh-nya.. di-dia?” tanya luhan terbata bata

Min rin mengangguk lalu kembali mengusap pipinya yang basah karena tangisannya.. hening sesaat

“ANDWE.. baekhyun-ah yang lain masih dibawah.. bagaimana jika..”

Tanpa aba aba baekhyun, min rin, dan luhan berlari secepat mungkin.. menuruni anak tangga dengan cepat.. menuju ke halaman belakang, namun ketiga orang itu berhenti di ruang makan..

Mereka bertiga membelalak mata ketakutan, min rin mulai mengeluarkan air mata.. baekhyun dn luhan berusaha tetap berdiri walau sebenarnya lutut mereka lemas..

Mereka ingin menutup mata, mencoba menolak melihat pemandangan pilu ini namun mata mereka memaksa mereka untuk melihatnya, jeritan kini kembali menghiasi rumah itu..

Bukan jeritan min rin, atau pun baekhyun.. bukan berasal dari luhan.. tapi jeritan dari yeon chan

“KYAAA.. apa yang terjadi? Kenapa semua teman teman mu mati seperti ini? Baekhyun-ssi? Luhan-ssi?” ucap lirih yeon chan namun terdengar sangat mengerikan..

Di ruang makan.. semua namja tampan itu terduduk disana dengan mata yang membelalak, namun.. tak bernyawa.. tubuh kai dan D.O sudah mulai membiru, begitu juga dengan chanyeol.. semua bersimbah darah.. yang lain mati mengenaskan.. penuh luka di sekujur tubuh.. kulit yang mulai sobek.. disudut tubuh mereka lebam.. mulut mereka terbuka lebar.. pemandangan menyeramkan yang harus disaksikan ketiga orang itu

“min rin-ah.. kau pembunuhnya? HAHAHAHA.. ya kau pembunuhnya.. KAU PEMBUNUH” ucap yeon chan yang mulai menggila

“ANDWE!! lay-ssi.. oh kasian diri mu mati seperti ini.. aaahh tapi bukan kah ini yang kau mau.. HAHAHAHA MATI” ucap yeon chan sambil menjambak rambut lay..

“JANGAN SENTUH TEMANKU DENGAN TANGAN KOTORMU IBLIS” teriak baekhyun

To be continue..

48 pemikiran pada “Home Screams (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s