MY HEART for MONEY (Prolog)

MY HEART for MONEY(PROLOG)

Author : ranm_yeonnn (twitter : @ranm_yeonnn)

Genre : Romance, Family, Teen School

Main cast :

·         Kim Jung Yeon

·         Oh Se Hun

Other cast ~

Summary : “Hanya dengan uang, aku merasa dunia ini menjadi lebih baik”

Don’t Like, don’t read!

Happy Reading

.

.

.

|Jung Yeon POV|

“Ini gaji pertamamu, Jung Yeon-a.. Chukkae”

Aku menerima amplop putih ukuran sedang itu dengan mata berbinar. Gaji pertama. Ini gaji pertamaku. Aku bahagia sekali saat ini.

Aku melangkah keluar ruangan bosku dengan langkah ringan . Ingin rasanya aku berteriak keras pada siapa saja yang kutemui , bahwa aku baru saja menerima gaji pertamaku. 

 Sejak sebulan yang lalu aku bekerja paruh waktu di cafe dekat taman di Seoul ini . Aku terpaksa bekerja keras karena tuntutan kehidupan. Appa dan Eomma  meninggal 3 bulan yang lalu. Otomatis sekarang aku menjadi yeoja yatim piatu.

Kini aku hidup sendirian di Seoul, tinggal di sebuah apartemen yang  cukup mewah milik Appa. Tapi aku bersyukur karena secara tidak langsung Tuhan telah memintaku menjadi yeoja yang mandiri, yang tidak tergantung pada orang lain, sekalipun itu keluargaku sendiri.

Sebenarnya aku masih memiliki keluarga dari pihak Appa maupun Eomma. Namun mereka semua tinggal di Busan.  Sedangkan aku tidak mau meninggalkan Seoul hanya demi tinggal bersama mereka. Aku masih ingin tinggal dan sekolah disini, di samping bekerja juga. Beberapa kali mereka memintaku agar mau tinggal bersama mereka, tapi aku menolak.

.

.

.

Satu hal yang identik denganku adalah..aku tidak bisa lepas dari ‘uang’. Entah kenapa aku tidak bisa hidup tanpa uang. Alasan mengapa aku mau bekerja pun  semua karena uang.

Aku punya pemikiran seperti ini, ‘Selama ada uang, orang akan bahagia..’ . Kuakui aku merasa bahagia jika memiliki banyak uang. Mungkin sebagian orang akan berpendapat kalau aku adalah yeoja materialistis. Tapi sebenarnya bukan. Aku hanya merasa bahwa saat kita memiliki uang, dunia ini akan terasa lebih baik. Dan saat aku tidak mempunyai uang, aku merasa dunia menjadi sebuah tempat dan waktu yang mengerikan.

Entah sejak kapan aku memiliki pemikiran seperti itu. Yang jelas aku harus selalu bekerja keras agar tidak sampai menemui masa-masa ‘mengerikan’ itu.

|POV end|

.

.

.

Kim Jung Yeon, cucuku..

Aku.. kakekmu, ingin sekali bertemu denganmu..

Bisakah kau pulang sebentar Jung Yeon-a? Ada hal penting menyangkut orangtuamu..

Hal yang menyangkut dirimu yang kini hidup sendiri..

Aku mohon kau bisa datang ke rumah kakek..

Kim Jung Yoon

 

Jung Yeon mengernyitkan alisnya bingung. Bingung setelah membaca surat yang dikirimkan kakek untuknya. Kakeknya tidak menulis secara rinci apa yang akan disampaikannya nanti jika Jung Yeon datang kesana.

‘Untuk apa kakek menyuruhku menemuinya? Tumben’ pikir Jung Yeon. Jika ia menyetujui untuk pergi, itu sama saja ia harus merelakan waktu sekolah dan pekerjaannya untuk beberapa hari.

‘Ah, tidak ada salahnya jika aku pergi sebentar kesana, sekalian menjenguk kakek’ batin Jung Yeon akhirnya.  

.

.

.

Jung Yeon akhirnya tiba didepan rumah besar milik Kakeknya. Ia sempat tercenung melihat pemandangan mewah didepannya. Kakek dari pihak Ayahnya ini memang seorang pengusaha kaya. Tidak heran jika Ayahnya sendiri juga ikut merasakan ‘kekayaan’nya.

Jung Yeon berpikir, padahal jika ia mau ia bisa dengan mudahnya menikmati kekayaan kakeknya ini. Tidak perlu bekerja keras sendirian di Seoul, seperti yang ia lakukan sampai saat ini.

“Oh, Kim Jung Yeon-sshi. Silakan masuk. Mengapa tidak memberitahu akan datang hari ini? Kami akan menjemput Nona” sambut sang Pelayan namja ramah. Jung Yeon hanya tersenyum kaku, lalu buru-buru masuk ke dalam tanpa mengucapkan apa-apa pada pelayan tadi.

.

.

.

“Sebenarnya apa yang ingin Kakek bicarakan? Kelihatannya penting sekali” kata Jung Yeon di depan meja kerja kakeknya.

Laki-laki berusia hampir 60 tahun itu, hanya tersenyum melihat ekspresi wajah cucunya yang terlihat tak berminat. Ia memainkan pulpennya sekedar mengulur waktu.

“Kudengar kau bekerja demi bisa hidup di Seoul, apa benar?” tanya Kim Jung Yoon, kakek Jung Yeon.

“Keadaanlah yang menuntutku untuk melakukan itu, Kek”

Lagi-lagi kakeknya hanya tersenyum mendengar jawaban Jung Yeon yang terkesan dingin.

“Baiklah, mulai sekarang seluruh kekayaanku, akan kuwariskan semuanya padamu..” kata Kakeknya tiba-tiba.

Jung Yeon tersentak kaget. “M-WO? Kakek bilang apa barusan?”

“Seluruh kekayaanku akan kuwariskan padamu, Kim Jung Yeon.. tapi ada syaratnya”

Mendengar kata ‘syarat’ dalam kalimat kakeknya, membuat Jung Yeon yang tadinya senang  berubah murung.

“Syarat? Syarat apa?”

“Kau harus menemukan tunanganmu di Seoul. Tapi karena kalian berbeda sekolah, terpaksa kau harus pindah ke sekolah dimana tunanganmu berada”

“MWO??”

.

.

.

# Piuhh, pertama kalinya bikin prolog. Susahnya minta ampun. Prolognya nggak jelas ya? Bikin bingung? Memang, saya aja bingung bacanya -__-

Intinya, Jung Yeon harus mau menemukan tunangannya supaya bisa mendapatkan warisan kakeknya. Emang saya baru pertama kali bikin prolog, eh malah jadinya kayak gini.. Mianhae ^^ *bow

Sebenarnya Sehun belum resmi jadi main cast di ff ini. Saya masih bimbang antara mau milih Sehun , Kai, Chanyeol atau Baekhyun? Kalo ada yang mau milih diantara 4 kandidat tadi, bilang aja nggak papa kok ^^

Kalau setuju, saya bakal post chapter 1 nya..

RCL Yah? Gamsahamida *cipok* #

48 pemikiran pada “MY HEART for MONEY (Prolog)

Tinggalkan Balasan ke Puji Bestfriend Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s