Ice Princess (Chapter 1)

‘Ice Princess’

 

 

Author : Leejeah315/@hyejeong_cho

 

 

Main Cast :

YOU

Byun Baek Hyun

Lee Sung Min ( Super Junior )

 

 

Genre : sad, romance,

 

 

Rating : PG – 17/ NC 17

 

 

Leght : Chaptered

 

 

A/N : Annyeong perkenalkan saya Author baru disini, ini bukanlah FF pertama yang saya buat tapi ini adalah FF perdana saya disini jadi mohon bantuannya. Saya mau ngucapin makasih buat Admin yang mau publish FF saya ini, ya yang pasti banyak kekurangan. Oh ya ini FF tuh judulnya dah banyak banget yang pake alias pasaran -.- hehe, tapi dijamin ceritanya real beda dari yang lain ini juga dari kisah temenku, meskipun banyak yang dirubah jujur di cerita asli gak ada tuh adegan eNCe nya + gak ada embel – embel lain, hehe cukup deh saya bacotnya. Oh ya 1 lagi jangan berharap ada eNCe di Chap 1 ini, tapi mungkin yang berujung ke sana dah ada*plakk hehe ok deh saya minggat dulu, Happy Read diharap RCL dan dilarang keras buat COPAS hehe gomawo.

 

 

`~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

 

 

Chapter 1 (Introducing)

 

 

Author POV

 

 

“chagi kau curang, kemari kau” teriak seorang namja sambil berlari mengejar seorang yeoja yang berlari di depannya, yang tak lain adalah dirimu. Dan dengan tertawa sambil menjulurkan lidahmu kau terus berlari menjauh dari namja itu, “kena kau” ucap namja itu sambil memelukmu dari belakang, kamu tak dapat menahan senyum yang terkembang dari bibirmu kau sungguh sangat bahagia saat ini, bersama namja itu.

 

 

“oppa, apa kau benar – benar akan pergi ke Africa?” tanyamu sambil mengelus lengan namja itu yang sedang memeluk pinggangmu,

 

 

“hmm, ne kau tau kan tugasku di sana. Aku tak mungkin menelantarkan anak – anak disana” jawabnya tetap pada pisisinya, kau menghembuskan nafasmu berat namun berusaha tersenyum.

 

 

“sungmin oppa Saranghae, jeongmal” ucapmu pelan namun masih dapat terdengar oleh Sungmin. Namjamu yang sangat manis, Sungmin tersenyum mendengarnya dan diapun membalikkan tubuhmu menghadap padanya lalu mengelus pipimu pelan.

 

 

“nado chagiya,, kau tau rasa cintaku lebih besar dari yang kau miliki”

 

 

“ne, aku percaya oppa” ucapmu sambil menatap manik mata yang dimiliki oleh Sungmin, tatapannya yang teduh membuatmu tak ingin melepaskan namja ini. Hening kalian tak saling bicara lagi namun kalian sibuk menatap satu sama lain saling berbicara lewat mata kalian. Dan entah siapa yang memulai namun sekarang bibir pink Sungmin telah menyapu permukaan bibirmu yang tipis, lalu dengan perlahan Sungmin mengulum bibirmu lembut. Sangat lembut seakan ingin menikmati setiap inchi bibirmu, sedangkan dirimu yang awalnya dia kini mulai membalas ciuman Sungmin tak kalah lembut, dan dengan perlahan Sungmin menggigit pelan bibir bawahmu kamu yang mengerti akan perlakuannya membuka akses bagi Sungmin dengan membuka sedikit mulutmu, tak ingin melewatkan kesempatan Sungmin pun segera memasukkan lidahnya pada rongga mulutmu mengapsen seluruh gigimu yang rapi dan tak jarang juga menggoda lidahmu untuk ikut permainan yang ia buat. Kau akan merindukan ini.

~

~

~

~

‘BRAKK’

 

 

Suara benda yang terjatuh ah tidak lebih tepatnya pintu yang didobrak menyadarkanmu dari kenangan singkatmu mengenai namja itu. Lee Sungmin, dan tanpa kau sadari sebulir air mata telah meleleh dari kelopak matamu namun kau tak menggubrisnya tapi malah tetap berdiam diri di balkon kamarmu. Kau menutup matamu menikmati udara angin malam yang sangat dingin mengingat karena ini adalah pertengahan musim dingin tahun ini.

 

 

“noona, kenapa kau diluar kau bisa sakit nanti” ucap seseorang namja sambil menghampirimu, kau tetap tak menggubrisnya lalu tanganmu mengadah kearah salju yang turun di sekitar balkon,

 

 

“dingin…” gumanmu pelan, sambil menutup kedua kelopak matamu –lagi- sambil tersenyum miris.

 

 

“noona, apa kau ingat Sungmin Hyung lagi?” tanya namja itu ketika sudah sampai berada di sampingmu,

 

 

“kau tahu Sehunnie, Sungmin….sangat suka salju” ucapmu sambil tersenyum. Senyum yang dipaksakan. Sehun pun segera memelukmu ketika merasakan bahumu bergetar, ya kau menangis mengingat namja itu. Namja yang berjanji akan menikahimu saat musim salju dan akan selalu bersamamu sampai akhir, namun dia malah meninggalkanmu sendirian tahun lalu saat dia akan kembali ke Korea.

 

 

“noona, jangan begini kau tau Sungmin hyung pasti tak akan tenang jika kau terus begini, kau tak ingat pesan terakhir Sungmin hyung yang menyuruhmu untuk mencari penggantinya” ucap Sehun panjang lebar, bukannya membuatmu tenang tapi itu semua makin membuatmu menangis lebih keras. “mianhaeyo noona, sekarang kita masuk kajja” ucap Sehun sambil menuntunmu menuju kasurmu kaupun hanya diam menuruti adikmu,

 

 

“Sehunnie, apa mereka benar – benar akan menyuruhku menikah dengan lelaki itu?” tanyamu ketika Sehun akan mematikan lampu kamarmu, pelan kau dengar hembusan nafas berat Sehun sebelum dia menjawab ucapanmu,

 

 

“ne, sekarang lebih baik noona tidur saja jangan pikirkan hal itu dulu. Noona jaljayo” jawab Sehun lalu pergi keluar dari kamarmu. Lagi kau menangis dalam diam, menangis akan nasibmu yang sungguh menurutmu sangat miris, namun apa mau dikata semua sudah terjadi dan Sungmin? Dia juga tak akan bisa hidup lagi. Setelah puas menangis kaupun tertidur dengan menyisakan bebanmu.

 

 

`~~~~~~~~~~~~~~~~~`

 

 

“cantik sekali yeoja ini” ucap seorang namja sambil tersenyum melihat sebuah foto dirimu yang sedang membaca buku dengan wajah datar, “tapi mungkin akan lebih cantik jika tersenyum, benarkan?” tambah namja itu.

 

 

“ya kau benar Baekhyun – ah, jadi kau setuju kan menikah dengannya?” tanya seorang yeoja paruh baya yang nampaknya adalah ibu dari Baekhyun,

 

 

“mungkin iya, tapi apakah dia sudah mengenalku?”

 

 

“belum, kalian akan langsung menikah”

 

 

“eoh, itu aneh eomma aku ingin melakukan sesuatu sebelum menikah. Jadi bisakah kumulai dari awal? Lagipula gadis cantik ini belum mengenalku maupun melihat wajahku” ucap Baekhyun tegas dan sang eomma awalnya hanya menggeleng – gelengkan kepalanya tanda tak setuju namun karena bujukan Baekhyun  akhirnya mau tak mau sang eomma pun mengangguk pasrah. Tak buruk juga pikir ibu Baekhyun.

 

 

“baiklah, tapi eomma harus minta persetujuan mereka” ucap ibu Baekhyun dan diikuti anggukan dari Baekhyun,

 

 

“ne, kalau begitu aku tidur dulu eomma, jaljayo”

 

 

“ne, jaljayo”

 

 

`Keesokan Harinya’

 

 

@ Your home

 

 

“ANDWAE!!!” teriakmu keras lalu sedetik kemudian kaupun terbangun dengan peluh yang menetes dari dahimu, nafasmu tak beraturan mimpi itu mendatangimu lagi. Mimpi tentangnya. Kau menoleh pada jam kecil di meja dekat kasurmu,

 

 

06.15

 

 

Terlalu pagi bagimu, kaupun segera bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirimu dan tak butuh waktu lama hanya 15 menit kira – kira kau berada di kamar mandi. Celana pendek diatas lutut dan kaus putih polos berlengan panjang menjadi pakaian yang kau pakai hari ini, cukup santai mengingat hari ini hari sabtu.

 

 

“noona, apa aku sudah bangun?” teriak seseorang dari luar kamarmu tanpa aku menolehpun kau sudah tau orangnya, ya adikmu Sehun.

 

 

‘cklekk’

 

 

“noona, kau sudah bangun rupanya. Kajja kita kebawah eomma sudah menunggu kita berdua” ucap Sehun dari ambang pintu kaupun sedikit menoleh lalu menganggukkan kepalamu,

 

 

“ya kau duluan saja, aku akan menyusulmu nanti” jawabmu datar tanpa ekspresi, terlihat Sehun tak puas akan jawabanmu dan akhirnya dia memutuskan untuk menghampirimu yang sedang berada di meja rias

 

 

“ani kita kebawah bersama noona, ada yang akan dibicarakan” ucap Sehun tegas dan dengan sigap dia menarikmu untuk keluar dari kamarmu untuk ke meja makan.

 

 

“Annyeong chagi~ kau pagi sekali hari ini” ucap seorang yeoja paruh baya yang tak lain adalah eomma mu, begitulah semua orang memanggilnya. Eomma? Dia bukan eommamu, tidak lebih tepatnya eomma Sehun. Dimana eommamu? Entahlah dia menghilang tanpa jejak ketika kau masih berumur 10 tahun, disaat perusahaan appa mu mengalami kebangkrutan dia menghilang begitu saja tanpa mengajakmu bersamanya, kau membencinya? Ya, itulah jawabannya itulah juga yang membuatmu menjadi seseorang yang dingin. Namun semua berubah setelah kau mengenal Sungmin dan juga adikmu Sehun mereka yang merubah semua, tapi kau kembali dingin semenjak Sungmin meninggalkanmu. Sehun mencoba untuk mengembalikan semua sifatmu yang manis dan selalu tersenyum setahun terakhir namun nihil.

 

 

“dimana appa?” tanyamu datar

 

 

“dia sudah berangkat tadi pagi, dia akan ke Paris untuk menyelesaikan bisnis baru disana kira – kira 4 bulan lagi dia akan kembali” jawab eomma mu sambil memberikan sepiring nasi goreng kimchi, kau tersenyum tipis sudah biasa bagimu tapi appamu tak melupakanmu begitu saja tak seperti orang lain. Kau sangat menyayangi appamu entah apa yang terjadi padamu jika appamu juga meninggalkanmu.

 

 

“ahh ya eomma, apakah hyung itu jadi kemari?” tanya Sehun, sontak membuatmu mengeryitkan dahimu bingung ‘siapa orang yang dipanggil sehun dengan sebutan Hyung?’ tanyamu dalam hati,

 

 

“ne, dia akan datang pukul 10 nanti dan sebaiknya kau tak kaget melihat calon suamimu karena dia sangat tampan” ucap eommamu sambil melirikmu, kau pun tersedak mendengarnya ‘calon suami?’ tanyamu dalam hati –lagi- entah kau ingin bertanya namun mulutmu hanya diam mendengar percakapan eommamu dan juga Sehun mengenai calon suamimu itu.

 

 

~SKIP~

 

 

Baekhyun POV

 

 

‘BYUN BAEK HYUN IRONAYO IRONAYOO’

 

 

“hoammm,,,, kau terlambat jam wekerku tersayang, aku sudah bangun dari tadi hahaha” ucapku sambil mematikan jam weker dengan suara sahabatku Park Chanyeol, sungguh mengganggu memang namun inilah yang bisa membangunkanku dari tidurku yang seperti orang mati haha. Akupun segera bersiap untuk kerumah yeoja itu, yaampun ini masih jam berapa? Kenapa aku bersemangat sekali ingin bertemu Ice Princess itu.

 

 

“Baekhyun – ah apa aku sudah bangun?” tanya eommaku dari luar kamarku,

 

 

“ne eomma, sebentar lagi aku akan turun” jawabku sedikit berteriak, lalu terdengar langkah eomma yang menjauh dari kamarku. Setelah merasa cocok dengan pakaianku akupun bergegas untuk ke meja makan, namun sebelumnya aku mengambil foto yeoja cantik itu entah untuk keberapa kalinya untuk pagi ini. Tanpa sadar aku mengulas senyum ketika membayangkan bertemu dengannya nanti, kira – kira bagaimana ekspresinya? Apa seperti ucapan eomma tentang yeoja ini? Ekspresi dingin dan juga datar, aku tak tau kenapa ada yeoja seperti itu. Menurut cerita eommaku yeoja itu begitu karena ditinggalkan oleh namjachingunya yang meninggal saat sampai di Korea karena kecelakaan yang disebabkan karena mobil taxi yang ditumpanginya melewati lampu merah dan akhirnya menabrak truk yang sedang melaju kencang. Miris sekali bukan? Oleh karena itu aku ingin menikahinya, aku ingin yeoja ini tersenyum seperti saat namjachingunya masih hidup.

 

 

~SKIP~

 

 

Jam 09.50

 

 

Wow 10 menit lebih awal. Ya sekarang aku telah sampai di rumah yeoja itu, sungguh hatiku berdebar cepat sekali hari ini padahal aku hanya akan menemui seorang yeoja mengingat akan sifatku yang sedikit playboy ini sungguh sangat aneh dan jika ada Chanyeol disini dia pasti akan mentertawaiku dan mengejekku.

 

 

‘ring ding dong, ring ding dong’

 

 

Suara bel rumah ini sangat unik hehe, karena tak ada yang membukakan pintu akupun memutuskan untuk membunyikan bel ini lagi dan lagi sampai pada akhirnya aku berhenti karena suara teriakan kesal seorang yeoja dari dalam.

 

 

“BERSABARLAH SEDIKIT” teriaknya, sontak membuatku meloncat kaget. Suaranya menyeramkan sekali.

 

 

TBC~~

 

 

Huftt gimana? Bagus gak? Kalau jelek maklumi ya cause ini tuh chapter 1 nya ngebut hehe ok deh sekian dan biasakan RCL ya biar saya bisa lanjutin FF nya gomawo untuk readers yang mau baca, dan buat author ma admin yang mau publish FF abalku ini gomawo –lagi- *bow*

Iklan

9 pemikiran pada “Ice Princess (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s