Hopeless in Joy of Love

tumblr_mcs4brUtg91ry7oa9

 [Freelance] Hopeless in Joy of Love

Author : JFA

Main Cast        :

–          Oh Sehun [EXO-K]

–          Yoon Jisoo [OC]

–          And another cast, you can find by yourself

Genre              : Romance

Length             : One-shot

Rated              : PG-16

Hai semua, ini author baru. Ini ff saya yang pertama tentang EXO, setelah puas membaca-baca ff author yang lain dan sukses membuat saya berkeinginan untuk membuat ff-cast EXO khususnya EXO’s Baby-Oh Sehun. Kalau suka mohon di-like dan kalau tidak suka-ya tak masalah bisa di-back. Happy Reading. Kunjungi juga blog saya walaupun gak ada tentang EXO di fanfictioncokelat.wordpress.com. Komen dan Like di tunggu. Asli ini imajinasi author sendiri, pure.

-o0o-

Cinta memang butuh kerelaan untuk membahagiakan pasangan.

3 Years ago…

Sebuah momen yang tidak akan bisa terlupakan, saat seorang gadis cantik harus pindah sekolah ke SMA yang tidak pernah ada di dalam bayangannya maupun mimpinya. Tapi ia terpaksa pindah karena tuntutan orang tuanya yang sama sekali tidak pernah memikirkan kebahagiaanya dan hanya memetingkan kebahagiaan adiknya yang berbeda satu tahun dengannya. Sampai ia tahu pada akhirnya kalau ia pindah ke SMA Yongbae ke sekolah adiknya hanya karena mendekatkan dirinya dengan calon suaminya.

Pria yang sama sekali ia tidak inginkan untuk bersamanya, Oh Sehun. Dan pada akhirnya ia juga menerima untuk menikah dengan Oh Sehun saat ia baru resmi menjadi murid kelas 12 di SMA Yongbae selama 2 hari. Ia ingin menangis, marah, mengamuk, atau memberikan pelajaran kekerasan pada semua orang tapi ia tidak bisa melakukannya hanya karena alasan ia menikah dengan pria tampan seperti Sehun itu adalah keputusan dari almarhum kakeknya dan kakek Sehun. Pria itu benar-benar angkuh karena ketampanannya itu nomor satu, kepopulerannya, bakat pria itu menari dan rap membuat wanita akan tenggelam di matanya, dan yang terakhir modal sombong pria itu adalah kekayaan milik ayahnya.

Alasan kenapa ia sangat membenci hidupnya bersama Sehun hanya karena pria itu pernah membuat dirinya benar-benar malu di mana ada dirinya dan Sehun, bukan sekali tapi berkali-kali saat Sehun bersama teman-temannya. Untung saja Tuhan melindungi dia karena dari sekolah dasar, sampai SMA kelas 11 ia tidak pernah satu sekolah dengan Oh Sehun, biarkan saja Sehun menyiksa dirinya saat ia keluar dari sekolah tapi ia sama sekali tidak bisa bertemu dengan dirinya saat di sekolah.

Cerita cintanya hampir sama seperti Shin Chae Kyung yang berubah menjadi seorang Yang Mulia saat menikah dengan pangeran Lee Shin, tapi bedanya, ia sama sekali tidak tahu kalau Sehun menerima untuk menikahi dirinya karena Sehun sudah lama menyukai seorang Yoon Jisoo. Ia sama sekali tidak bisa menumbuhkan rasa benci pada gadis manis itu hanya karena senyuman gadis itu walaupun ia tahu gadis itu sangat membenci dirinya tapi senyuman itu nampak ikhlas dari dulu. Sehun hanya tidak ingin gadis itu pergi saat mereka sama-sama akan melewati setahun terakhir duduk menjadi pelajar sekolah. Tapi ia berhasil menyembunyikan cintanya kepada gadis itu karena ia memiliki sifat yang dingin dan seolah tidak perduli dengan cinta gadis itu padanya.

Gadis itu benar-benar sangat berkesan bagi dirinya, saat gadis itu mempermalukan dirinya di depan semua orang yang notabene suaminya yang sama sekali tidak pernah melakukan kesalahan saat itu.

Pagi yang cerah saat pelajaran akan dimulai, gadis itu berangkat sendiri dengan sepedanya karena ia berangkat dari rumahnya sendiri, tadi malam pria itu yang menjadi suaminya-Oh Sehun, menyaksikan bagaimana kehidupan gadis tersebut sangat tidak harmonis dengan keluarganya, menyaksikan bagaimana gadis itu marah besar sampai mendapatkan kata-kata keras dan kasar dari kedua orang tuanya saat gadis itu menginginkan ia tetap dianggap menjadi anggota keluarga di keluarganya karena ayahnya seolah-olahnya melepas rasa tanggung jawab terhadap gadis itu hanya karena gadis itu sudah menjadi istri Oh Sehun.

Saat itu Sehun meninggalkan gadis itu di rumah ayah mertuanya karena ia diminta pulang oleh temannya Kyungsoo dan Baekhyun. Ntah gadis itu masih terbawa marah saat itu, ia masuk ke kelas dan mendapati bungkusan koran yang isinya pakaian dalam wanita dan pria yang bisa ditanggapi sebagai hubungan-intim-suami-istri dan ditambah tulisan-tulisan desahan yang tertempel di kursi dan mejanya. Dengan wajah memerah menahan tangisnya ia melepaskan semua tempelan tersebut dan membuang ke tong sampah.

Ia sedih ? Buat apa dia sedih, dia gadis yang kuat dan ceria masalah sedih itu tidak perlu dipermasalahkan. Malu ? Ia gadis yang terkadang tidak tahu malu alias dia selalu bangga dengan dirinya. Marah ? Iya, gadis itu marah, kesal, dan merasa ia direndahkan. Baiklah, Sehun memang pujaan wanita di sekolah ini tapi ejekan itu membuat ia merasa ia hanya bertugas melayani nafsu seorang pria tampan seperti Sehun.

“Siapa yang melakukan ini?!” Serunya dengan suara bergetar di depan semua siswa yang berada di luar kelas. Semua siswa yang melihat benda yang ia pegang hanya tertawa dan menambah tusukan dalam di hatinya. Parahnya, ia tidak memiliki teman di sekolah ini, semua tidak mau berteman dengan dirinya karena dianggap perebut. “Cepat!! Aku bukan penjual diri.!” Teriaknya lagi dan membuat semua siswa makin tersenyum kecil melihatnya membuat air matanya perlahan turun membasahi pipinya, dengan langkah panjang ia menghampiri suaminya Sehun saat berkumpul dengan teman satu sepermainannya baik dari SMA atau Universitas Yongbae yang berada satu lokasi. Sehun, Luhan, Tao, Kai, Baekhyun dan Kyungsoo melihat ke arah datangnya gadis itu sambil mengembangkan senyumannya.

“Kenapa kau menangis seperti itu ?” Tanya Luhan dengan ramahnya. Mereka berenam sendiri bingung kenapa gadis itu diikuti segerombolan siswa lain dibelakangnya. Gadis yang terbawa emosi itu langsung melemparkan pakaian dalam tersebut ke wajah Sehun dengan beraninya dan mendapatkan tatapan benci, kesal, tidak percaya dari semua orang yang melihatnya. “Aku memang istrimu tapi aku bukan penjual diriku, berhentilah mengatur hidupku Oh Sehun!!” Teriaknya kuat sampai dewan guru melihatnya.

“Ya! Apa maksudmu Jisoo onnie ?” Tanya Jihyun yang tiba-tiba muncul bersama Krystall dan Luna. Tak disangka air mata tersebut sukses jatuh membasahi kedua pipinya dan tangannya ia angkat untuk menyeka air matanya,”Kalian senang kan melihatku seperti ini! Aku sangat membenci kalian !!” Teriaknya lagi sampai uratnya tergurat jelas di lehernya. Tidak sampai disitu saja, setelah ia menangis dan membuat Sehun malu, ia mendapatkan hukuman dari kepala sekolah dan dewan guru atas pertimbangan : melakukan pertengkaran keluarga di sekolah, dan parahnya berani berteriak dan membuat seorang anak yayasan dipermalukan. Ia disuruh membersihkan lapangan basket dan lapangan badminton serta ia mendapatkan skor 1 hari.

Yoon Jisoo sangat berarti penting di hidup Sehun, gadis itu terus saja mengurungkan niatnya untuk membalas perbuatan evil  Sehun padanya malah terbaliknya ia dengan sabar menemani Sehun belajar dan mengerjakan PR bersama Sehun. Di sekolah juga, gadis itu selalu memukul pundak Sehun dari belakang saat pria itu kedapatan mengantuk dan tidak memberikan tumpuan perhatian pada songsaenim. Walaupun Sehun adalah pria terpintar di kelasnya, gadis itu sama sekali tidak pernah mau menyerah untuk bisa menyamakan nilainya dengan Sehun.

Sampai pada 9 bulan Jisoo dan Sehun bersama. Sampai pada akhirnya Jisoo tahu kalau Sehun mencintainya setelah pria itu melihat catatan memo yang tertempel di tangan boneka teddy bear besar milik gadis itu. Tapi saat ia menyatakan perasaannya ia dan gadis itu diambang perceraian, gadis itu tetap bersikukuh untuk melanjutkan sekolahnya ke Finlandia sebagai IT-programmer dan tetap menjadi istri seorang Oh Sehun. Akhirnya Jisoo dan Sehun tahu kalau sebenarnya mereka berdua bukanlah pasangan yang selamanya bersama, faktanya Jisoo menikah dengan Sehun hanyalah menjadikan Jisoo sebagai jaminan kepada keluarga pengacara dan pengusaha Oh ayah Sehun.

Saat keluarga gadis tersebut berhasil membayar hutang pada keluarga Sehun, Jisoo akan diceraikan dengan Sehun dan Jisoo dapat melanjutkan sekolahnya kemana saja gadis itu ingin, dan pada akhirnya jodoh yang akan dinikahi oleh Sehun adalah Yoon Jihyun yang notabene adalah adik dari Yoon Jisoo. Itu sudah pernjanjian, Yoon Jisoo hanyalah jaminan dengan alasan keinginan kakek mereka. Hati Sehun benar-benar hancur saat melihat gadis itu berlutut di depan kedua orang tua mereka sambil menangis menginginkan agar ia bisa bersama dengan Sehun walaupun ia akan mengambil beasiswa di luar negeri tersebut. Ingin rasanya Sehun menarik gadis itu dan mencium bibir gadis itu dengan lembut meluahkan semua rasa sayang Sehun padanya yang selama ini ia pendam selama 9 tahun. Sehun menjilat bibirnya saat melihat isak tangis gadis itu sama sekali tidak membuat orang tua mereka berdua bergeming, air mata Sehun terjatuh saat melihat ibu Sehun berlutut menghampiri Jisoo yang mencium lantai dan mengusap kepala Jisoo dengan lembut dan akhirnya pergi meninggalkan Jisoo karena tidak kuat melihat gadis itu sangat-sangat sayang pada Sehun.

“Appa-ya..~ Biarkan aku bersama Sehun..” Isaknya.

“Sirreo, kau harus melanjutkan sekolahmu dan Jihyun yang akan bersama Sehun.”

Sehun menghapus air matanya saat gadis itu berjalan dengan lututnya yang kebas karena semuanya meninggalkannya berlutut terus tapi tidak mendapatkan jawaban apapun. Ia menyunggikan senyuman tipisnya saat melihat Sehun yang menatapnya sendu,”Jisoo-ya.” Panggil Sehun dengan lirihnya dan menarik gadis itu ke pelukannya membiarkan gadis itu kembali menangis di dadanya. Ia ingin hidupnya bahagia bersama gadis yang ia cintai ini, dirasakannya kalau gadis itu terisak lebih kuat lagi dari yang tadi sambil mengatakan,”Sehun-ah, aku ingin bahagia.. Kenapa semua orang membuatku sebagai jaminan ? Apa salahku ?” Sehun mengusap rambut panjang sebahu gadis itu dengan lembut,”Apa aku tidak pantas merasakan dua hal sekaligus.! AKu ingin bahagia Sehun!”

Sehun melepaskan tangannya dari tubuh gadis tersebut, ia rasakan kedua tangan gadis itu mencengkram erat kedua sisi bajunya, ntah bagaimana Sehun memulainya ia sudah menyentuhkan bibir tipisnya ke bibir milik Jisoo, Jisoo menutup matanya merasakan Sehun yang menciumnya dengan penuh hasrat dan itu dapat meluangkan semua rasa sayang Sehun pada Jisoo. Dapat didengar desahan Sehun memanggil namanya,”Jisoo, aku sangat mecintaimu..” JIsoo mengangguk kecil dan menggerakkan bibirnya membalas kecupan lembut Sehun dengan bibirnya. “Jisoo, jangan tinggalkan aku~.” Jisoo melingkarkan tangannya ke tengkuk Sehun dan mulai memperdalam ciuman lembut mereka berdua, tidak ada nafsu yang ada hanya cinta keduanya, musim gugur kali ini sangat hangat bagi tubuh mereka tapi sangat sakit di hati mereka berdua.

“Jisoo~”

“Nado saranghae Sehun-ah.. ~ Mhh..” Ntah kenapa tubuh Jisoo sangat sakit, kakinya benar-benar kebas, lututnya pun sakit. “Uhh..” Saat kakinya melemah dan akan terjatuh, tubuhnya benar-benar tidak seimbang, kepalanya berat. Bibirnya otomatis terlepas dari bibir Sehun, mata Sehun nampak kecewa, Jisoo kembali tersenyum dan menguatkan kakinya berdiri membalas ciuman hangat Sehun. Ia sentuhkan bibirnya ke bibir Sehun sambil memegang wajah Sehun. Ia dapat mengguratkan dan melukiskan Sehun benar-benar tampan sekali, matanya nampak kabur dan saat bibir Sehun membalas ciuamannya, Jisoo terjatuh di pelukan Sehun dan sukses membuat air mata Sehun terjatuh. Jisoo pingsan.. Sehun mengangkat tubuh Jisoo dan membaringkan tubuh Jisoo di sampingnya, ia peluk tubuh Jisoo yang lemah dan sepertinya kehabisan napas karena ciuman bibir mereka tadi. Ia belai wajah Jisoo dengan memandang gadis cantik itu dari dekat.

“Jisoo, kau pernah janji padaku kalau kau akan menari denganku.. Kau tau aku sangat mencintaimu dari dulu, aku sangat menginginkanmu.. INgin memelukmu, ingin menciummu, dan ingin merasakan kau mengatakan ‘sayang’ padaku. Jisoo, keinginanku hanya ingin membuat kau dan aku sama-sama tertawa melihat bintang. Hanya itu.” Sehun kembali mendekatkan wajahnya ke Jisoo dan membiarkan air matanya jatuh ke wajah Jisoo,”Yoon Jisoo, jangan pergi. Aku mencintaimu sangaatt mencintaimu sayang. Jagiya~”

Ia raih tangan Jisoo yang keringat dingin dan mengecupnya,”Kalau begini caranya, bahagialah Jisoo. “ Ia kecup bibir Jisoo dan ia baringkan tubuhnya membelakangi tubuh Jisoo, ia tidak kuat harus menangis di depan gadis itu, ia tutup mulutnya saat ia menangis. Sehun pria dingin dan arogan menangis hanya karena gadis luar biasa seperti Jisoo, gadis yang ceria, gadis yang tidak arogan walaupun ayahnya kaya, gadis yang selalu berusaha menjadi yang pertama tapi tidak bisa, gadis yang tidak pernah memiliki seorang kekasih, gadis yang tidak merasakan keadilan di keluarganya, gadis yang dekat dengan Yoon Junghwan adik lelaki di keluarganya, dan gadis yang membantu Sehun mengingkat tali sepatu Sehun saat Sehun ingin mengikuti dance battle  serta gadis yang mengatakan kalau ia kuat walaupun dunia ini meninggalkannya, tapi gadis itu tidak bisa tegar saat ia meninggalkan Sehun.  Tuhan, jika memang saatnya Jisoo bahagia, buatlah dia bahagia, tapi jauh di dalam hatiku aku sangat ingin gadis itu bahagia bersamaku. Bersama Oh Sehun.

Sampai akhirnya Yoon Jisoo pergi meninggalkan Sehun saat mereka sudah menerima kelulusan. “Oh Sehun..!!” Panggil Jisoo dengan senyumannya yang indah mendekati Sehun saat bersama temannya,”Sehun-ah, selamat sudah menjadi siswa dengan nilai terbaik nomor 3. “

“Heii Jisoo-ssi, apa tidak mencium Sehun dulu.” Olok Baekhyun dan hanya mendapatkan gelakan tawa, Jisoo membungkuk dalam, ia mendekati Sehun yang tertawa dengan tampannya, ia memberikan bunganya kepada Sehun dan Sehun menerimanya dengan wajah bingung,”Sehun-ah,” Jisoo mengecup bibir Sehun singkat dan sukses membuat Luhan menggaruk tengkunya yang tidak gatal, Kai menaikkan alisnya, Kyungsoo menurunkan wajahnya karena malu, Tao menundukkan kepalanya, Lay menatap Kris dan Suho dengan senyuman, Xiumin dan Chen langsung tertawa tidak jelas, berbeda dengan Baekhyun dan Chan Yeol yang mengolok,”Ehhhh, ini sekolah..!”

“Gomawo Jisoo-ya.” Jawab Sehun dengan imutnya.

“Baiklah, Oh Sehun. Senang bisa mengenalmu lebih dekat lagi.” Jisoo menyunggingkan senyumannya dan membungkuk sekali lagi, ia berjalan mundur sambil melambaikan tangan,”Sehun Hwaiting.!” Bisiknya dan menghilang bersama di kerumunan orang dan membuat 12 mereka menatap tidak percaya, hati Sehun begitu remuk dan hancur saat ia sadar kecupan itu adalah goodbye kiss. Dadanya sesak dan membuat air matanya jatuh dari matanya, Luhan langsung memegang bahunya,”Dia pasti akan senang melihatmu sukses nantinya.”

“Aniya~”

END

=Hopeless In Joy of Love =

Gimana-gimana ? Jelekkan. Pasti, saya saja sudah tahu hasilnya bakalan begini. Hhehehe, Jangan lupa kunjungi blog saya fanfictioncokelat.wordpress.com, ditunggu like dan komennya. Terimakasih.

24 pemikiran pada “Hopeless in Joy of Love

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s