We Just Simply Meant To Be!

We Just Simply Meant To Be !

 

Title                        :               We Just Simply Meant To Be !

Author                  :               Mee-icha

Length                   :               One-Shot

Genre                     :               Romance,

Main Cast              :               Marsya Dryanstan

                                                Kim Jong in a.k.a Kai

Support Cast         :               Min Se Young, and others (find when you read it ^_^)

Warning                :               Typo!!!!

Gadis itu sedang termenung bosan menatapi keadaan sekitarnya karena kebiasaan tidur larut malam. Kebiasaan yang didapatkannya karena selalu berurusan dengan tugas kuliah dan tugas-tugas organisasi yang diikutinya selama ini. Kini dia sedang berada dikorea, menikmati liburan musim panasnya bersama temannya asal korea, Min Se Young. Temannya itu kini tengah tertidur lelap setelah tadi siang puas berkeliling menikmati pemandangan kota seoul yang tidak dikunjunginya selama setahun lebih itu.

Gadis yang bernama Marsya Dryanstan itu, benar-benar merasa suntuk padahal jam sudah menunjukkan pukul 11.20 PM KST. Kakinya mulai bergerak kesana-kemari mengitari ruangan. Kini terbesit dalam pikirannnya untuk keluar sejenak melepas suntuknya.

“Se younga, aku keluar sebentar ya?” ucap marsya sambil menggoyang tubuh se young yang sudah terbalut selimut.

“hmmm.. ne” balasnya dengan gaya khas orang tidur. “hati-hati, pulangnya jangan terlalu malam” lanjutnya lagi sambil mempererat balutan selimutnya. Marsya  hanya cekikikan mendengar kallmat balasan temannya itu. Aku tak akan pulang malam, aku  hanya akan pulang pagi, pikirnya sambil beranjak pergi dari kamar itu.

Marsya keluar dengan membawa sebuah novel dan handphone untuk menemaninya selama diluar. Dia hanya berencana duduk menghabiskan waktunya di coffee  shop yang terletak dekat dengan perumahan komplek ini.  Hanya butuh sekitar 5 menitan baginya untuk sampai di coffee shop itu. Coffee shop itu buka 24 jam jadi tidak perlu khawatir diusir saat minum nanti.

Kriiiing…

Bunyi hiasan dipintu masuk coffee shop ini saat marsya memasukinya. Sepi, hanya ada 2 orang customer  dan 2 penjaga disini. Kakinya segera dilangkahnya kearah meja yang terletak disudut kanan ruangan yang terletak disamping dinding kaca yang mengelilingi bagian depan bangunan ini. Alunan musik membuat suasana di coffee shop ini terasa lebih santai dan tenang,

Kini secangkir capucinno hangat sudah terseduh didepannya  ditambah dengan snack  tambahan telah dipilihnya tadi. Marsya meletakkan  hp nya dimeja dan mulai membuka novel yang sedari tadi dibawa. Matanya mulai meyusuri setiap kata yang tertera disana dan hanyut dalam alur cerita novel yang dibacanya, sambil sesekali menyeruput capucinno-nya.

Saat dia sedang terhanyut dengan novel yang dibaca olehnya, pintu utama caffee shop itu kembali terbuka dengan masuknya 2 orang namja yang menggunakan topi. Sekilas ia mengangkat kepalanya melihat sosok yang masuk ke  coffee shop  ini kemudian kembali dipusatkan perhatiannya pada kata-kata yang terhampar didalam novel itu.

Kedua namja langsung memesan minuman yang mereka inginkan kemudian segera duduk disalah satu meja yang kosong ada.

“hyung, menyenangkan kalau suasana setiap hari seperti ini, tenang. Lama sekali rasanya sejak terkahir kali bisa menikmati ketenangan duduk di coffee shop seperti ini. Sebelum kita debut kayaknya?”

“hmmm.. bener juga. Iya, sejak kita mulai debut , hampir tidak ada waktu untuk menikmati ketenangan seperti ini.”

Kedua namja tersebut diam dan terhanyut menikmati suasana disekitar mereka. Hingga pelayan datang mengantarkan pesanan mereka. “ini ice café latte dan ini caramel mocchiato-nya. Selamat menikmati.” Ucap pelayan itu memecah keheningan diantara mereka.

“kai-ah, showcase kita tadi menurutmu gimana? Tadi benar-benar penampilan yang seru menurutku” ujar namja baekhyun itu.

“iya hyung, benar-benar seru.”ucapnya merespon kalimat baekhyun, namun pandangan menatap pada gadis yang berada 3 meja dari tempatnya. Baekhyun yang  mengikuti pandangan kai yang tidak  tertuju padanya saat merespon kalimatnya, namun pada sosok yeoja yang duduk sendiri sambil membaca novel itu.

“kai-ah, ada apa? kenapa kau melihatnya seperti itu”

“anniya, hanya saja aneh melihat seorang yeoja dengan santai duduk di coffee shop tengah malam seperti ini.”

“iya juga sih, ini terlalu malam untuk sekedar bersantai-santai sendiri, apalagi dia seorang wanita.”

Saat baekhyun mengeluarkan pendapatnya, marsya mengangkat kepala yang tertunduk sejak tadi karena terlalu larut dengan novelnya, sedikit mencoba meregangkan otot lehernya sebelum pandangannya tertuju pada namja yang menatapnya sejak tadi, kai. Pandangan itu hanya terjadi beberapa detik, namun cukup intens hingga bunyi suara deras hujan yang tiba-tiba turun mengalih pandangan marsya dari tatapannya.

Tatapan mata marsya kosong saat melihat namja itu. Dia tidak pernah mau berurusan serius atau terikat dengan namja manapun, setidaknya sampai saat ini. Semua itu karena hal buruk yang terjadi pada teman baiknya yang meninggal bunuh diri karena terlalu tergila-gila pada seorang namja yang lebih memilih yeoja lain karena sudah bosan dengan temannya itu. Tidak sedikit namja yang pernah menyatakan cinta pada diri marsya tapi tak pernah satupun yang diterima olehnya. Cantik, pintar, dan perawakan menarik menjadikannya mempunyai pribadi yang menonjol dibanding teman-temannya tapi semua itu seakan hilang saat dia mulai tenggelam dengan aktifitas organisasi dan buku-buku kuliahnya.

“hujan…???” marsya mengguman sambil melihat jendela yang mulai basah. Tidak tertarik memperhatikan namja tadi kemudian langsung larut kembali dengan novelnya dengan sedikit menyeruput minuman dihadapannya.

Setelah melirik sekilas hujan yang mulai turun itu, pandangan kai kembali pada sosok gadis tersebut yang sekarang telah kembali membaca novel ditangannya. Ada rasa penasaran dalam dirinya yang saat melihat gadis itu.

“gadis itu sepertinya bukan orang korea, ya kan kai?” baekhyun kembali membuka suara

“mmm… iya hyung. Biasanya orang kalo melihat kita belakangan ini pasti histeris, apalagi seorang gadis seumuran dia, tapi dia tidak. Kurasa dia tidak tahu kalau kita artis hyung.”

“iya, benar juga. Dia santai sekali, bahkan setelah menatapmu seperti tadi, dia tidak melakukan apa-apa, bagiku tatapannya tadi itu kosong.”

“iya, hyung. Tapi kenapa aku jadi penasaran ya?”

“kai… kai… kai… kau tidak sedang jatuh cinta kan ?”

“apaan sih hyung, aku kan Cuma bilang aku penasaran bukan jatuh cinta.”

“hei, santai saja, kenapa kau jadi emosi.”

“ah, aku ga emosi kok hyung”

“iya,iya, ga emosi Cuma sedikit labil.. hahahaha” sergah baekhyun cepat dengan cengiran menang diwajahnya.

***

“Akhirnya bisa juga datang dan melihat sendiri betapa besarnya Shinsegae Departemenr Store di Busan. Marsya makasih ya, aku jadi punya alasan ke busan. Hehe” ujar  se young setelah mereka kembali ke rumahnya yang berada di seoul.

“tapi aku heran kenapa kau bisa mempunyai tenaga yang begitu besar saat sedang shopping mengelilingi department store itu tapi begitu tidak bersemangat kalau aku ajak memasuki Kyobo Book Centre. Huh!” ujar marsya santai.

“apa enaknya melihat tumpukan buku disetiap sudut ruangan?? Apa sih yang menarik dari tempat itu, buku dimana-mana. Aku mengajakmu ke korea buat santai, bukan buat datang ke toko buku.uhh,” sergah se young tak mau kalah.

department store juga banyak dimana-mana, apa bedanya dengan yang ada di busan itu?”

“itu salah satu department store terbesar di dunia, dan  itu tidak berada dimana-mana, Cuma di busan, korea selatan. Hehe”

“ahhh, sudahlah aku tak kan pernah menang kalau berurusan denganmu tentang tempat shopping. Kau dewa nya” ucap marsya yang kini merebahkan diri diatas tempat tidur sambil memeluk salah satu boneka teddy bear berwarna pink.

“eonni…eonni… eonni…” teriak min hye jin, dongsengnya se young dari luar kamar sambil berlari saat mengetahui eonni-nya sudah kembali dari busan. “eonni, aku kira tidak akan pulang sampai minggu depan. Besok jadikan menemaniku ?” ucapnya tanpa basa basi saat sudah berada tepat didepan se young.

“besok? Kemana?” ujar se young bingung  dengan pertanyaan hye jin.

“aaahhh, eonni pasti lupa. Besok kan eonni janji mau menemani ku datang ke acara fan sign EXO yang di Time square, yeongdeungpo-gu. Pokoknya eonni harus nemenin aku, eomma ga akan ngasih izin aku pergi keacara itu sendiri.”

“hah? besok? Emangnya kapan aku janji ? eonni baru saja sampai dirumah dan kemaren itu habis mengelilingi department store terbesar didunia, kau tahu betapa besarnya itu? kaki eonni benar-benar tidak kuat lagi kalau besok disuruh berdiri seharian menemanimu ke acara seperti itu.”

“tapi eonni kan udah janji, dan aku juga ga boleh pergi kalau sendiri. Eonni tahu kan? “hye jin kini mulai cemberut dan hampir menangis

Se young sebenarnya tak tega melihat dongseng kesayangannya itu seperti itu, tapi kakinya benar-benar capek seharian mengelilingi department store itu. Dia benar-benar lupa dengan janjinya pada adiknya itu. Sekilas diliriknya marsya yang tengah terbaring dikasur dan mendekatinya sambil berkata “marsya, can you help me? Hehe” se young sambil cengengesan.

“hmmm… ????“ sambil kembali ke posisi duduk

“besok, kau temani hye jin ya ke acara fan sign?” ujar se young

“ne marsys eonni, temani aku ya, se young eonni ga mau menemaniku, katanya kakinya sakit. Aku benar-benar ingin bertemu dengan sehun oppa. Eomma tak akan mengizinkan aku pergi sendiri.” ujar hye jin dengan poppy eyes nya.

“iya, kau kan tidaka banyak jalan saat disana, Cuma aku sendiri yang keliling sedangkan kau lebih memelih duduk di salon untuk creambath.” Tambah se young cepat

Kalau sudah ditekan kedua belah pihak seperti ini, marsya memang tak punya pilihan lain selain menuruti kemauan mereka. Sambil melirik keduanya, kemudian dia berkata pelan “ne, baiklah. Aku akan menemanimu hye jin-a”

“jinjayo??? Gumawo eonni… marysa eonni jjang!! Hehehe” ucapnya sambil berlompat bahagia. “eonni besok kita berangkat jam 10 ya. hehehe.. aku mau siapin semua yang mau aku bawa besok. Marsya eonni, selamat istirahat. Se young eonni, wek “hye jin menghambur pergi keluar kamar setelah menjulurkan lidahnya kearah se young.

fan sign siapa?” tanya marsya yang kini kembali merebahkan badannya.

“EXO. Aku juga kurang tahu. tapi cukup terkenal kok katanya. Ah, sudahlah aku jelaskan juga ga ngaruh, kamu ga ngerti. Besok lihat saja dan bersiap-siaplah capek. Haha”

“huh, dasar kakak tak bertanggung jawab”

“aku bukan tak bertanggung jawab, tapi memang capek. Dari pada aku pingsan disana, malah merepotkan orang jadinya. Ya kan?? Sudahlah, istirahat saja,,siapkan saja tenagamu buat ‘bertempur’ besok.”

 ***

Matahari pagi itu bersinar cerah, hari yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu diluar rumah. Hye jin sudah siap dengan segala perlengkapan dan kebutuhannya untuk acara fan sign yang akan dihadiri bersama marsya. Senyum terus menerus mengambang diwajah hye jin karena dia akan segera bertemu dengan idola, EXO. Sehun oppa adalah salah satu member favoritnya. Sejak tadi malam tak henti-hentinya mulut menceritakan hebatnya EXO baginya. Kini hye jin dan marsya sedang berada didalam mobil yang mengantarkan mereka ke tempat berlangsungnya fan sign.

“marsya eonni, kajja. Ntar keburu ramai, kita bisa-bisa  tidak  dapat tempat” ucapnya bersemangat saat baru turun dari mobil setelah berpamitan dengan eomma-nya

“marsya, tante titip hye jin ya, kalau dia bandel dimarahi saja. Hye jin, jangan jauh-jauh dari eonni, kalau terjadi apa-apa denganmu kasian marsya eonni dan eomma tidak akan mengizinkanmu lagi datang ke acara fan sign seperti ini? Mengerti?” eommanya mengingatkan

“ne eomma. Kajja eonni” ucapnya sambil menarik marsya.

“ne, kajja. Tante, marysa pergi dulu. Annyeong.” Ucapnya sambil membungkukkan badannya.

“ne, hati-hati kalian berdua.”

Saat telah tiba di venue acara, ternyata sudah cukup banyak yang  datang untuk menghadiri acara ini. Antrian untuk masuk pun telah cukup panjang. Marsya dan hye jin segera mengambil langkah cepat untuk masuk dalam barisan antrian yang entah kapan dimulai ini. Acara ini masih akan dimasih sekitar 1.5 jam lagi tapi antriannya udah kayak antrian sembako.

Saat sedang berdiri diantara ratusan orang yang mangantri, marsya sekilas melihat banner dan spanduk yang memperlihatkan wajah member EXO. Awalnya tidak ada yang menarik perhatian marsya, sampai matanya tertuju pada satu wajah yang menurutnya cukup familiar di ingatannya. Matanya sontak melotot saat menyadari ingatan kejadian dimana dia melihat wajah itu.

“hye jin-a, mereka semua EXO?” ucapnya sambil menunjuk pada spanduk besar yang ada dipintu masuk vanue.

“ne, marsya eonni. Mereka sebenarnya ada 12 orang, tapi terbagi menjadi 6 orang EXO K dan 6 orang EXO M. dan yang hadir saat ini hanya EXO K. dan yang ditengah berkulit putih susu itu adalah  sehun oppa.” Jawabnya sambil sumringah melihat wajah sehun di spanduk. “oh ya eonni, ini. Nanti eonni mintakan tanda tangan su ho oppa buatku yah, aku nanti akan minta tanda tangannya sehun oppa.” Lanjutnya sambil memberikan post card dan poster  wajah orang yang bernama suho pada marsya.

Sejenak marsya menghela nafas panjang karena dia bersyukur orang yang bertemu dengannya saat itu bukan yang difavoritkan oleh dongsaeng sahabatnya ini.

“hye jin-a, itu orang yang nomor 2 dari sebelah kanan itu siapa?” lanjut marsya dengan menujuk ke wajah orang yang pernah  ditemuinya.

“oh, itu kai oppa. Dia lead dancer di group ini. Kalau dia udah mulai nge-dance, semua kalah deh. Tapiiii aku tetap sukanya sama sehun oppa dan suho oppa aja. Sehun oppa  itu…. bla….bla… su ho oppa itu… bla… bla…” jelas hye jin panjang lebar yang namun tidak terlalu diperhatikan oleh marsya karena pikirannya kini tertuju pada orang yang bernama kai.

Marsya mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri tentang apa yang akan dikatakannya dan dilakukannya kalau dia bertemu langsung dengan orang tersebut. Tanpa disadari kini dia dan hye jin sudah hampir tiba didepan tempat pendaftaran. Disini mereka diminta mengisi sedikit data dan kemudian dibagikan pin sebagai merchandise-nya. Pin tersebut bergambar anggota EXO dan ada nomor urut yang digunakan untuk door prize dan permainan yang akan dilakukan antara fans dan idolanya.

Ini adalah pertama kalinya bagi marsya untuk berada diacara fan sign seperti ini. Memang benar apa kata  se young harus kuat mental datang ke acara seperti ini. Acara pun dimulai dengan penampilan para anggota EXO menyanyikan lagi History. Gemuruh dan teriakan para fans ini benar-benar bisa memekakkan telinga menurutnya, lagu apapun yang dinyanyikan EXO di depan sana tidak begitu terdengar jelas olehmarysa karena dikanan dan kiri marysa masing meneriakkan nama idola mereka termasuk hye jin.

Setelah para anggota EXO selesai menyanyikan 2 lagu andalannya, kemudian langsung dilanjutkan dengan acara tanda tangan, masing-masing orang berada pada barisan sesuai dengan idola yang difavoritkan.

“eonni, antri dibarisan itu, barisan su ho oppa ya” ujar hye jin langsung pada marsya saat diumumkan acara tanda tangan akan dimulai.

“ok. Oh ya, nanti Cuma minta tanda tangan aja kan, tidak akan ditanya apa-apa kan? Eonni tak tahu apapun tentang EXO” tanya marsya

“hmm.. iya. Palingan nanti ditanya namanya siapa. Nanti eonni tanya dulu pada su ho oppa, nama itu untuk ditulis di postcard dan posternya atau nama eonni yang ditanya. Kalau untuk ditulis di postcard atau poster, eonni kasih nama lengkapku yah. Gumawo eonni. Hehe” ucapnya sambil cengengesan khas anak umur 15 tahun.

“oh, ok, tapi nama lengkapmu gimana nulisnya. Hehe.. eonni takut salah. Kamu tulis aja dikertas  terus kasih ke eonni.”

“ok, eonni. Sebentar ya.”ucapnya cepat sambil mengeluarkan note kecil dan menuiskan sesuatu disana. Sambil menunggu, marsya melihat keadaan sekitar yang terlihat heboh hanya untuk urusan tanda tangan. Aneh.

“eonni, ini. marsya eonni jinja gumawo. Hehe. aku mau langsung antri yah. Dahhh”

“oooohh, hati-hati. Kalau sudah selesai jangan kemana-mana. Langsung berdiri dekat banner itu saja, nanti kita ketemu disana dan jangan matikan HP mu. Oke?”

“ok eonni. Fighting !!!”

Ooohhhh… jadi nih yah rasanya ikut fan sign.  Ga lagi-lagi deh. Pikir marsya sendiri pada saat sudah berada dalam barisan antrian su ho.  Antrian masih panjang hingga dia mencapai suho namun marsya tidak tahu harus melakukan apa, dia benar-benar tidak mengerti atau tahu menahu tentang boy band korea satu ini meskipun mereka sangat popular hingga bisa menghasilkan fans sebanyaknya ini. Orang-orang diantrian depan sibuk berbicara satu sama lain dengan temannya, hanya dirinya sendiri yang diam menatap keadaan sekitar hingga ada yang menegurnya dan mengajaknya bicara.

“chogiyo, kamu datang kesini sendiri?” sapa orang itu

“ah, oh aniya. Aku kesini dengan dongseng temanku. Dia memintaku mengantarkan dan menemaninya diacara fan sign ini.”jawab marsya

“oh, namaku eun ge, shin eun ge dan ini temanku han jye hi”

“oh, hai, maksudku annyeonghaseyo. Hehe. namaku marsya dryanstan, panggil saja marsya” ucap marsya sambil memperkenalkan dirinya.

“ ne, annyeonghaseyo” sapa jye hi.

“oh, kamu bukan orang korea ya?” tanya eun ge

“ne, aku bukan orang korea. Aku kesini hanya datang untuk liburan musim panasku dan ini adalah pertama kalinya aku ke korea”

“pantas saja namamu cukup aneh kalau untuk nama orang korea. Tapi bahasa koreamu cukup bagus padahal kau baru pertama kali disini.” Ujar jye hi

“oh itu karena nenekku dari pihak ibu adalah orang korea dan teman disamping kamarku diasrama juga orang korea. Aku terbiasa berlatih dan mengobrol dengannya menggunakan bahasa korea.” Jawab marsya sambil melangkah maju kedepan  mengikuti urutan antri.

“oohhh” ujar eun ge dan jye hi serentak sambil menganggukkan kepalanya.

“jadi, kau suka dengan suho oppa  sejak kapan?” tanya eun ge

“iya, ini kan baru pertama kali dikorea, apa EXO terkenal diluar negeri?”tanya jye hi berurutan.

“sebenarnya aku tak tahu menahu apapun tentang EXO, acara ini bisa dibilang pertama kalinya aku melihat EXO tampil dan tahu tentang mereka. Aku kan kesini karena dongseng temanku itu.  Dia suka dengan lehun, eh, sohun, eh,,, siapa sih namanya, nah yang itu orangnya” jawab marsya sambil menunjuk gambar wajah yang dimaksud

“sehun oppa” seru jye hi

“ne, sehun oppa, tapi dia juga suka dengan suho dan ingin mendapatkan tanda tangan kedua. Seharusnya eonni-nya yang menemaninya tapi  karena sakit jadi aku yang menemaninya.” jelas marsya sambil kembali melangkah.

“ooohhh.. berarti kau belum tahu apapun tentang member EXO?” tanya eun ge dan marsya hanya menggeleng.” Nah, keberi tahu urutan fan sign ini dari kanan ke kiri, itu  chanyeol oppa, baekhyun oppa, suho oppa, kai oppa, sehun oppa dan DO oppa” ucapnya sambil menunjuk kearah meja tempat duduk pada idola itu.

Matanya sejenak tertegun dan berhenti disosok yang bernama kai. Oh my god, kenapa dia harus duduk disamping suho sih? Ada apa dengan hari ini? Kenapa perasaanku jadi ga nyaman seperti ini? Pikir marsya sendiri. Kembali dia berusaha memusatkan perhatiannya pada kedua teman barunya ini.

“kau bilang tadi kau menemani dongseng temanmu, kalau aku boleh tahu kau kelahiran tahun berapa? Mungkin saja kau eonni bagi kami juga.” Ujar jye hi

“umurku sekarang 19 tahun, tapi kalau umur korea berarti 20 tahun.”

“oh ya, berarti kami juga harus memanggilmu eonni, hehehe.. mianhe eonni. Aku tak menyangka kau sudah berumur segitu” Seru eun ge cepat

“hehehe,, santai saja. biasa juga tidak apa-apa kok. Aku tidak masalah.”

“oh ya, eonni.. jadi setelah kau melihat EXO, siapa yang kau suka?”

“hah? aku tak tahu. Mereka semua hebat dalam bidang masing-masing ya kan?” marsya meyakinkan mereka karena tidak tahu mesti pilih siapa karena tidak mengenal satu pun

“hmmmm.. biar aku kasih tau ya eonni, suho oppa itu leader di kelompok ini, dia bla…bla…bla… , kalau baekhyun oppa itu bla.. bla…bla…” eun ge berusaha menjelaskan dengan semangat tentang karakter masing anggota EXO kepada marsya tapi seperti dia tidak terlalu memperhatikan karena orang-orang yang ada dibarisan depannya begitu berisik. Sejenak marsya menoleh karena ingin tahu dan mendengar kalimat dari beberpa orang didepannya.

“lihat itu, lihat!! kai oppa melihat dan tersenyum kearah kita. Hmmmm… kai oppa memang keren. Apa aku harus pindah barisan ke antriannya kai oppa saja?” tanya cewek berambut pendek pada temannya

“iya, aku juga ingin. Tapi liat sebentar lagi giliran kita dapat tanda tangan suho oppa, gimana dong?” sahut cewek berambut ikal.

Marsya yang memperhatikan pembicaraan dua orang itu pun segera menoleh kearah yang dibicarakan oleh mereka dan melihat ternyata kai sedang menatap dirinya. DEG …!!! Aku rasa dia sadar kalau aku yeoja yang malam itu menatap padanya di coffee shop. Apa yang harus kulakukan sekarang? Pikirnya panik. Segera saja marsya memalingkan wajahnya dari tatapan kai dan kembali menghadap kebelakang berusaha memperhatikan perbincangan eun ge dan jye hi.

****

Baekhyun yang diduduk dua bangku dari kai menyadari satu hal saat fans silih berganti meminta tanda tangannya. Dia melihat seseorang yang pernah dilihatnya beberapa hari yang lalu saat minum di coffee shop bersama kai. Yeoja itu kan yang ada di coffee shop yang beradu tatapan dengan kai, yang bikin kai jadi penasaran… hmmm… dia berada di barisan suho hyung, apa dia fans-nya suho hyung? Batinnya.

“kai, kai-ah.” Baekhyun berusaha memanggil kai namun tidak direspon oleh kai.

Saat sedang pergantian fans yang ingin minta tanda tangan, baekhyun langsung menuliskan sesuatu dikertas dan segera minta suho hyung untuk menyerahkannya pada kai yang beda tepat disampingnya.

“kai-ah, ini dari baekhyun. Sepertinya penting, sampai dia menuliskannya dikertas.” Ucap suho sambil sedikit berbisik pada kai.

“oh ne, terima kasih hyung” jawabnya dan segera membuka lipatan kertas itu

“Lihat yeoja yang memakai baju biru dan celana jeans abu-abu dibarisan suho hyung”

Jidad kai berkerut saat membaca pesan dari baekhyun hyung, namun segera mencari objek yang disebutkan olehnya dan DEG..!!!  Dia kan yeoja  yang waktu itu, yeoja yang membuatku penasaran dan membuatku diejek oleh baekhyun hyung. Dia fans EXO, suho hyung? Batinnya sambil sesekali memperhatikan suho hyung dan yeoja itu bergantian.

Ada fans yang menyadari pandangan kai itu dan segera tersenyum supaya tidak menimbulkan kecurigaan pada yang lain. Karena kehebohan yang ada didekat yeoja itu akhirnya dia menoleh sehingga pandangan mereka berdua kembali bertemu tapi yeoja itusegera mengalihkan pandangannya dai kai. Karena sikapnya itu kai menjadi semakin penasaran padanya. Menurutnya dia terlihat berbeda hari ini.

Akhirnya kini tiba giliran marsya untuk meminta tanda tangan suho.

“annyeonghayeso, tolong tanda tangan disini.”ucap marsya sambil menyerahkan postcard dan poster pada suho.

“oh, nama mu?” kata suho sambil menanda tangani poster dihadapannya

“maksudmu namaku atau nama yang akan kau tulis diposter itu?”

“memangnya beda?”

“hmmm…” marsya mengangguk “tolong tulis nama ini diposter dan postcard itu. Gumawo.”

“ok kalau begitu…?” ucapnya menggantung sambil menunggu konfirmasi nama dari yang meminta tanda tangan.

“oh, marysa, marsya dryanstan.”ucap marsya cepat.

“kamu bukan orang korea? Terima kasih sudah menyukai dan support EXO.”

“hmmmm… sebenarnya ini pertama kalinya aku tahu EXO, aku kesini menemani dongseng temanku. Dia menyukaimu dan…” marsya berhenti sebentar sambil menoleh kesamping “Se..hun, ya sehun, tapi dia ingin dapat tanda tangan kalian berdua. Jadi aku yang membantunya karena eonni yang seharusnya menemaninya sedang sakit. ” Jelas marsya “dan ini adalah pertama kalinya aku datang ke korea selatan ini. Maaf kalau aku tidak terlalu tahu tentang EXO” tambahnya

“oh begitu. Selamat datang di seoul, semoga kau menikmati acara ini, dan salam buat dongsengmu itu” ucap suho sambil memberikan kembali postcard dan poster kepadanya.

“ne, akan kusampaikan. Gumawo .” ucapnya namun ada telpon masuk di hpnya

Kriing..kring,,,

hallo daddy. I’m in crowded place, I call in a minute okay? Bye daddy.” Ucap marsya. “ saya permisi, gumawo.” Lanjutnya pada suho tanpa mau sedikit pun menoleh kearah kai. padahal dia menyadari betul bahwa kai dari tadi memelirik terus kearahnya tapi tak dippedulikan karena takut akan reaksi yang mungkin terjadi antara kedua. Mereka tidak saling tahu satu sama lain tapi merasa seperti sudah mengenal cukup lama namun ada kecanggungan diantaranya.

***

“baiklah, ini adalah salah acara yang paling kalian tunggu kan? Game dan door prize bersama EXO.. yeeeee” seru MC acara tersebut.

“yeeeeeeeeee…”seru para fans tak kalah hebohnya

“baiklah siap-siap yah, para member EXO akan mengambil secara acara nomor didalam toples ini secara acak dan kalian dengan nomor yang terpilih harap maju ke panggung yah.”

“neeeeeeeeeeeeeeee…”

“baiklah, suho yang pertama… jeng… jeng… 0205, silahkan naik ke panggung dengan memperlihatkan nomor di pin kalian” ucap MC dengan lantai

“waaaaa.. aku.. aku,..” ucap seorang yeoja berambut panjang lurus sambil mengacungkan telunjuknya ke udara.

 “Kemudian, DO 2901, baekhyun 0760, sehun 4018, kai  1505 dan chanyeol 3897, nomor-nomor yang sudah dipanggil harap maju kedepan”

Terdengar kehebohan saat satu persatu fans dengan nomor yang disebutkan naik ke panggung. Marsya yang kini bersama hye jin dan eun ge dan jye hi tidak terlalu peduli dengan hal tersebut sedangkan ketiga orang itu Cuma bisa mendengus kesal karena bukan nomor mereka yang dipanggil. Sudah 5 orang fans berdiri diatas panggung dan tinggal menunggu satu orang lagi dan itu adalah nomor yang dipilih oleh kai.

“ayo satu orang lagi, nomor 1505 siapa? Apa sudah pulang orangnya? Ayo 1505” seru MC kembali namun belum ada yang menyahut.

“baiklah saya hitung sampai 3, kalau tidak ada, kai harus memilih ulang. Oke kai?”

Kai mengangguk sebagai jawabannya dan si MC segera menghitung

“satu…dua… ti…”

“tunggu, ini…ini..” teriak eun ge cepat yang kemudian membuat semua orang menoleh dan menunjuk kearah marsya yang sedang mengetik pesan di HP nya.

“eonni, itu nomormu. Cepat naik ke panggung. Jangan urusin HP saja. kau beruntung eonni” marsya kaget dengan mendengar suara eun ge dan menoleh kearah pin yang berada dipasang dilengan kirinya, seketika matanya melotot menyadari nomor yang dipanggil sejak tadi itu adalah nomornya. Pandangannya langsung memandang kearah kai yang berada diatas panggung kemudian melihat kesekelilingnya sambil membungkuk minta maaf dan segera naik ke panggung. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Kenapa bisa nomorku yang keluar saat dia mengambilnya? Apa yang akan dilakukannya diatas sana nanti? Marsya membantin sambil berjalan kearah panggung dan menyadari kini kai benar-benar tidak takut untuk memandangnya langsung seperti tadi.

“baiklah, semua peserta sudah ada diatas panggung. Permainan yang akan kita mainkan akan dilakukan secara pasangan dan setiap pasangan harus menyebutkan jawaban yang sama dari pertanyaan yang diberikan pada saat yang bersamaan, soalnya kalian harus memikir satu angka misalnya saja, antara 1-10 dan menyebutkan dengan lantang. Jika jawabannya sama kalian akan dapat hadiah.oke? mengerti semua?”seru sang MC

“neee…”ucap para peserta beserta idola.

“tadikan para member EXO sudah memilih fans yang akan ikut sebagai peserta tapi untuk permainan ini. Sekarang supaya adil,  para pesertalah yang akan memilih pasangannya dan cara sama seperti tadi, setiap peserta akan mengambil kertas yang ada didalam toples ini yang berisi nama anggota EXO. Oke? Baiklah kita mulai ya? silahkan ambil satu persatu tapi jangan dibuka dulu ya” ucap MC seraya mendekatkan toples berisi gulungan kertas pada peserta.

“sekarang, peserta pertama, nam ji hyun dengan…..jeng…jeng…jeng…  chanyeoooooool. Silahkan chanyeol berdiri disamping ji hyun. Lanjut perserta kedua, oh hye ra dengan… jeng…jeng…jeng…D.O. silahkan DO berdiri disamping hye ra.  Lanjut lagi, peserta ketiga, kamu seperti bukan orang korea ya? dan namamu?” tanya MC yang melihat marysa

“ne, aku sedang liburan disini dan menemani dongseng temanku. Aku marsya.”

“baiklah, marsya, buka kertas dan perlihatkan siapa yang menjadi pasanganmu”

Saat membuka gulungan kertas tersebut dan membaca nama yang tertera disana, mata marsya langsung melotot tak percaya. Dia menarik nafas panjang dan menghadapkan kertas tersebut supaya bisa dibaca sang MC acara.

“siapa dia? Jeng…jeng…jeng… kai. baiklah kai silahkan berdiri disamping marsya.”seru sang MC lagi. “eeiiiittt.. tunggu dulu, bukankah yang memilih kau (marsya) adalah kau (kai)???”ucap MC sambil menunjuk-nunjukkan jarinya bergantian kearah mereka berdua. “wah, ada apa ini, dari sekian peserta baru kalian berdua yang pasangannya tetap. Takdirkah?” lanjutnya sambil tersenyum menggoda.

Kai dan marsya yang berdiri bersebelahan Cuma bisa tersenyum canggung kearah MC dan para fans yang ada. Tinggi badan mereka yang cenderung hampir sama, membuat keduanya serasi berdiri bersebelahan. Ada bermacam-macam tanggapan dari para fans dibawah panggung tapi mereka Cuma bisa tersenyum tanpa berani memandang satu sama lain.

“baiklah, kita liat apa akan pasangan tetap lagi? Atau hanya mereka ? lanjut ke peserta ke empat… bla…bla…bla…”

Dan ini lah peserta kita, ji hyun-chanyeol,  hye ra- DO, marsya-kai, eun ji-sehun, na ra-baekhyun, sekyung-suho.

“Permainannya kita mulai, kita mulai dari pasangan pertama, beri tepuk tangan pada ji hyun dan chanyeol….”

Semua orang sibuk berteriak dan dan memberi support pada idolanya masing-masing, tapi berbeda dengan marsya dan kai, keduanya terlihat canggung satu sama lain. Marsya tak memungkiri lagi bahwa degup jantung benar-benar bekerja diluar normal setiap kali dia berinteraksi dengan kai. Entah itu sekedar menatap matanya, melihat senyumnya atau mendengar namanya dipanggil. Keadaan pada kai tidak jauh berbeda, dalam jarak sedekat itu bahkan dia belum berani melihatnya secara langsung. Yang kai lakukan dari tadi hanya meliriknya dari sudut matanya sambil berusaha terus tersenyum lurus kedepan menaggapi para fansnya.

Marsya berusaha sebisa mungkin mengatur degup jantungnya. Dia tidak biasanya seperti ini, dirinya tidak mudah nervous karena pengalaman berorganisasinya benar-benar telah melatihnya untuk berhadapan dengan banyak orang. Mencoba mengumpulkan keberanian yang ada, marsya menggerakkan wajahnya kearah kai dan ternyata kai juga melakukan hal yang sama dan akhirnya pandangannya mereka kembali bertemu.  Untuk sepersekian detik mereka berdua diam dengan pandangan dan pikiran masing-masing, kemudian marsya cepat mengalihkan kembali pandangan kearah lain, tak terlihat nervous dihadapannya. Tanpa disadari masrya, ternyata kai mengambil satu langkah mendekat kearahnya

“hai” ucap kai. Marysa yang kaget mendengar kalimat itu ditelinga kirinya segera menoleh kearah kai yang sedang melihatnya dari sudut mata tanpa menata menolehkan kepala kearahnya.

“hai” jawab marsya kembali meluruskan pandangannya. “kenapa bisa aku yang kau pilih?” lanjutnya

“mana aku tahu” diam sejenak “dan kenapa bisa kau yang jadi pasanganku?” tanya kai tak mau kalah

“aku tak tahu.”

“mungkin kita takdir” gumam kai.

“hah? apa?” tanya marsya yang sambil sedikit menyerngit.

“ah,aniya. aku harap kita bisa menang untuk game ini” ucap kai lagi

“ne.” balas marsya tanpa berusaha membuka pembicaraan lebih lanjut lagi ditengah permainan ini.

“hei, pasangan kai dan marsya. Apa yang sedang kalian lakukan? Kalian tidak sedang jadi pasangan benerankan??” goda sang MC pada mereka berdua, yang membaut anggota lain langsung menoleh kearah mereka.

“baiklah, pasangan ji hyun dan chanyeol sudah gagal, sekarang DO dan Hye ra. Kalian siap-siap ya.”

“ne” ucap mereka berdua serentak.

“ayo mulai membelakangi satu sama lain. Pikirkan dan sebutkan secara lantang satu nomor antara 15 sampai 25, sekarang! 1…2…3… sebutkan!”

“17” ucap DO dan “22” ucap hye ra serentak, yang berarti mereka gagal karena tidak sama.

“Talla” ucap sang MC. “oke lanjut ke pasangan kai – marsya, satu-satunya pasangan yang tetap sejak awal apakah mereka beneran takdir? Kita lihat saja” lanjutnya sambil melirik menggoda kearah mereka berdua.

“baiklah kalian berdua, ayo mulai membelakangi satu sama lain. Angka yang harus kalian pikir adalah antara 50 sampai 60. Oke? 1…2…3… sebutkan!”

Marsya terlihat sedikit ragu dengan pilihan angkanya sedangkan kai berusaha menggenggam erat mic ditangannya meyakinkan satu angka dikepalanya dan mereka berdua mendekatkan mic kearah mulut mereka dan secara bersamaan menyebutkan masing-masing angka yang ada diotaknya.

“55!” ucap kai dan marsya serentak.

“wow… wow… wow.. deabak. Kalian berdua berhasil.”kata sang MC kaget dengan hasil tersebut begitu juga para peserta lain dan fans yang melihat mereka. “kalian ini memang takdir sepertinya. Hahahahahaha.. hebat.. hebat. Selamat buat kalian berdua…”

Marsya dan kai yang juga kaget, sekarang saling memandang satu sama lain.

“selamatnya, kau hebat kai” ucap DO

“iya,, hebat, bagaimana kalian bisa melakukannya“ ucap chanyeol

“aku tak tahu, hyung.” Kemudian kembali memandang marsya yang masih tak percaya dengan hasil tersebut.

“kita berhasil” ucap marsya “kita beneran berhasil” ucapnya sedikit senyum terulas di bibirnya namun tak melihat kearah matanya kai

“iya, kita berhasil.” Balas kai

“ tapi, bagaimana bisa ini terjadi? Mulai dari kau memilihku, aku memilihmu dan barusan kita menyebutkan satu angka yang sama. Bagaimana mungkin bisa?” ucap marsya yang kini telah menatap langsung kemata kai dengan degup jantung yang semakin cepat.

“….” Tak ada kata selama beberapa detik dari keduanya

“aku tak tahu. Mungkin hanya satu kalimat yang bisa menjelaskannya. WE JUST SIMPLY MEANT TO BE !” jawab kai.

END

Iklan

8 pemikiran pada “We Just Simply Meant To Be!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s