Pangeran Kacamata (Chapter 1)

Pangeran kacamata

 

Title     : Pangeran Kacamata

Author : LAI

Genre  : school,love,romantic

Casts   : -Park Chanyeol

–          Hana Esokari (OC)

–          Zhang Yixing

 cyeol

 

“Cinta yang indah dan mendebarkan itu ada dibalik alat bernama kacamata”

 

 

Tik..tok.. bunyi jam terdengar nyaring dalam kamar Hana. Sesekali ia mengubah posisinya senyaman mungkin. Dia sedang membaca. Itulah rutinitas Hana setiap sebelum tidur. Neneknya dulu sering membacakannya cerita dongeng, hingga sebesar ini pun,Hana jika tidak membaca buku dulu belum bisa tertidur.

 

Kali ini dia tidak bisa tertidur sesuai waktunya. Biasanya dia tidur jam sembilan malam,namun kali ini sudah jam setengah dua belas dia masih sibuk dengan bukunya.

 

Memang lampu sudah dimatikan untuk mengelabuhi kedua orang tuanya. Tapi,buku yang berjudul Megane Ouji masih dipegangnya. Sebenarnya bukan buku novel,namun komik.

 

Dia masih membaca komik itu dengan serius. Menghayati setiap kata kata yang terdapat dalam balon balon pembicaraan. Konflik yang seru membuatnya enggan menutup komik itu dan melanjutkannya esok. Ia berharap dapat menyelesaikannya malam ini dan tertidur ditemani bunga mimpi bertemu dengan Akihiko,sang pangeran kacamata dalam komik itu.

 

“Hoamm” Hana menguap sesekali. Matanya sudah tidak mendukung hasratnya untuk melanjutkan bacaanya. Sesekali ia menutup mata,namun terbangun lagi. Memang gambar komik itu sangat indah untuk dinikmati. Membuat pembacanya seperti melihat adegan aslinya.

 

Namun Hana sudah menyerah. Ia lalu merapikan posisinya dan meletakkan kacamatanya. Ia mulai menggunakan kacamata dua minggu yang lalu. Namun sekarang dirinya sangat tergila gila akan kacamata,bukan,pangeran kacamata.

 

-00-

“Eriiii” Hana berteriak bagai malaikat pembawa kabar baik baru saja turun dari surga. “Aku sudah baca komiknya! Sugoii! Luar biasa!”katanya. teman sebelahnya yang diketahui bersama Eri acuh tak acuh. Menurutnya komik hanyalah suatu karangan fiksi yang memberikan harapan palsu. Namun sikap apresiasinya tinggi. Hidup memang berdampingan,suka dan tidak suka pasti ada,namun harus dihadapi dengan sikap toleransi yang tinggi.

 

“Oh ya? Bagaimana ceritanya?” tanya Eri,mencoba penasaran. “Ahh kamu musti belum baca kan? Padahal baru booming disekolah kita”ucap Hana. “Hana,aku kan sudah bilang aku tidak suka bacaan fiksi”. Menurutnya hidupnya hanya penuh logika yang kadang tidak bisa ditalar lagi. Penuh dengan segumpal rumus matematika dan fisika yang setiap hari dilahapnya itu.

 

Namun Eri masih sempat percaya akan cinta yang kadang kadang tidak berlogika.

“Aku suka tokoh utamanya. Kalau siang hari dia itu jadi siswa biasa,namun sangat cerdas!tapi saat malam hari,akihiko berubah jadi bertender tampan yang bekerja di klub terkenal se kota” cerita Hana panjang lebar. Ekspresinya sesekali berubah manakala akihiko mendapat konflik hebat.

 

Eri daritadi hanya tersenyum,ia sangat tahu saat seperti ini dia harus berbuat apa. Tingkat toleransinya sangat tinggi.

-00-

 

Hana tergopoh-gopoh dan hampir saja terpeleset. Dia berlarian di lorong lorong sekolah,mencari gelangnya. Kalau ditemukan guru bahaya,batinnya. Sekolah tidak melarang muridnya menggunakan gelang tapi,gelang Hana bertuliskan nama seseorang. Kalau ditemukan orang lain,takutnya bakal ketahuan!

 

Looking for it?” seseorang menyodorkan gelang merah muda milik Hana bertuliskan,Park Chanyeol. Hana terkejut segera ia berbalik dan mendapati orang yang menemukan barangnya,Lay,teman sekelasnya. “Y..yes”sahutnya. Hana tertunduk malu. Sangat sangat malu! Namun dia berharap Lay tidak membaca nama itu. “You are fallin’ in love with someone who already has a girlfriend?are you crazy?” Lay melanjutkan perkataanya. Jantung Hana berdetak tak menentu. Dirinya sangat grogi. Dia masih mendekap erat gelangnya itu. “I have to go now. Sorry” tutupnya. Dia menggantungkan pertanyaan Lay. Yang sebenarnya sangat sakit.

 

-00-

 

Di lorong itu,Lay,seorang pria yang baru saja patah hati,  mengutuk perbuatannya tadi. Dengan bodohnya dia menanyakan hal seperti itu pada perempuan yang hatinya bukan untukknya. Dia terlanjur marah duluan. Sudah susah susah ia mencari gelang itu,ternyata yang dia dapat bukanlah ucapan terimakasih.

 

Rasa sakit yang mendalam.

 

Cintanya sudah ditolak sebelum dia menyatakannya. Wanita bernama Hana Esokari itu menyukai Park Chanyeol. Itu cukup memecah kepercayaannya selama ini. Hanya butuh beberapa detik untuknya untuk membenci Park Chanyeol,mantan sahabatnya itu.

 

-00-

 

“Sudah ketemu”kata Hana pada Eri yang sedari tadi juga sibuk mencari gelang itu. “Syukurlah,siapa yang menemukannya?” tanya Eri. “Lay”jawab Hana lemas. Sontak,Eri ikut lemas.

 

“Aku tidak bisa berkata apapun” sambung Hana. “Dia menanyakan hal yang sangat menyakitkan untukku,dia sangat marah. Aku takutnya dia bilang ke Chanyeol. Aku sangat takut Ri,”

Eri berpikir. Kejadian ini sungguh tidak dapat dilogika. Bagaimana bisa Lay yang menemukan gelang Hana,padahal Hana tidak pernah memperlihatkan gelangnya itu kecuali kepada Eri. Dia heran.

 

-00-

 

Hujan membasahi kota Tokyo. Sekolah international ternama di Tokyo itu seakan tak luput akan guyuran hujan yang setia membuat setiap benda basah.

“Hujan..” Hani menadahkan tangannya. Untung saja dia membawa payung merah muda yang setia menemaninya jika hujan datang.

 

“Ahh sialan,aku lupa bawa payung!” seorang pria mengeluh tak jelas disampingnya. Park Chanyeol! Dan dia tidak membawa payung. Kesempatan yang tepat,Hana ingin meminjamkan payungnya,rumahnya juga tidak terlalu jauh,jadi mungkin hanya kehujanan sebentar.

 

“Chanyeol ssi”sapa Hana lembut. Chanyeol menoleh,lalu tersenyum. “Ah Hana apa kabar?”sapa chanyeol ramah. Hana tersenyum lalu menyodorkan payungnya. “Ini kalau kamu tidak malu. Gunakanlah payungku,kamu nggak bawa payung kan?”tanyanya, memastikan.

 

Chanyeol meraih payung itu. “Terimakasih” ia tersenyum simpul,senyum yang sangat indah bagi Hana. “kamu sendiri?”tanya chanyeol balik. Hana tersenyum,”ah aku bawa dua payung kok tenang saja haha”ujarnya bohong.

 

Chanyeol yang tertipu akan senyum ‘baik baik saja’ milik Hana akhirnya membawa pergi payung Hana. “Mau pulang bareng?” ajak Chanyeol. Hana tercekat. Tapi ia hanya membawa satu payung,tidak mungkin kan sepayung berdua. Hana malu jika kebohongannya terbongkar. “Ah tidak,kamu duluan saja. Aku mau ke perpustakaan dulu”kata Hana. Chanyeol sedikit sedih,namun kemudian tersenyum lagi. Dia lalu berpamitan,sesekali dia membenarkan kacamata coklatnya. Pangeran kacamata bagi Hana.

-00-

Di sudut yang lain,Lay dengan seksama menyimak mereka berdua. Walau jarak mereka berjauhan,tapi dia tahu apa yang mereka bicarakan. Sesekali dia cemburu karena senyum mereka berdua yang terlalu sering. Selang beberapa menit setelah chanyeol pergi,Lay berniat juga untuk pergi. Tapi dia tercekat ketika tahu bahwa Hana tidak membawa payung cadangan. Dia menggunakan tasnya untuk meneduhinya.

 

“Anak nekat”katanya,

 

-00-

 

Hana berlari ditengah hujan. Seluruh tubuhnya basah kuyup. Padahal dia baru sampai gerbang sekolah dan seketika ada orang yang berdiri di depannya,membuat mereka bertubrukan. Keduanya jatuh. Membuat badan Si Penubruk yang tadinya kering menjadi basah kuyup. “Maafkan aku” Hana mencoba berdiri. Namun kakinya terluka,sehingga sulit baginya untuk berdiri.

 

Si Penubruk sudah berdiri sigap didepannya. Menjulurkan tangannya,siap untuk membantu Hana berdiri. Hana menoleh ke atas,air hujan membuat kacamatanya jadi basah dan tidak dapat melihat dengan jelas siapa orangnya.

 

Hana lalu dituntun ke halte terdekat. Kacamatanya masih basah dan dia tidak berniat untuk mengelapnya. Dia malah mengkhawatirkan kakinya yang mulai berdarah. “are you okay?” kata Si Penubruk itu. Hana mengangguk,namun lirihannya terdengar jelas oleh Si Penubruk. Ia lalu memanggil taxi. “Itu taximu sudah datang”katanya. Hana menoleh,namun yang dilihatnya hanyalah samar. Si Penubruk itu menuntunnya ke taxi. Sekarang posisi Hana sudah ada didalam taxi. Si Penubruk membisikkan sesuatu ke supir.

Si Penubruk menuju tempat Hana,”kau akan sampai di rumah. Tenanglah dan percayalah padaku”katanya. Suaranya sangat lembut bagi Hana. Belum sempat Hana mengucap terimakasih,taxi sudah meluncur ke tujuan dipanggilnya taxi.

-to be continued-

 

Aloha~

 

Salam kenal ^^ saya LAI. Senang sekali bisa menulis ff untuk pertama kalinya haha. Karena itu jangan lupa tinggalkan komentar,kritikan dan saran J sangat diperlukan lhoo J jeongmal kamsahamnida~

Iklan

15 pemikiran pada “Pangeran Kacamata (Chapter 1)

  1. ahahahay ‘0’)/ akhirnya ketemu cast yang main Bang Chantol (Eh,chanyeol maksudnya) XD Oke sip~ somplak juga ceritanya 😀 i like it ^v^)b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s