The Legends Of EXO Planet (Chapter 1)

THE LEGENDS OF EXOPLANET

Author : CA a.k.a Choi Amanda

Gender : Fantasy, Family, friendship, mistery, and Little romance

Ranting : 15-PG

Main cast :

-Son Yeon hee a.k.a Princess Flora (CA self, OC)

-Cho Ham Riin a.k.a Princess Fauna (OC)

-all member EXO

Support cast :

–          Coming soon XD

________________________________

Author POV

Di sebuah planet yang jauh dari Bumi, Exoplanet namanya. Sebuah planet yang di huni dengan manusia berkekuatan luar biasa, mereka dikenal dengan EXO, mereka lah 12 namja yang diutus oleh dewa pohon kehidupan untuk menjaga 2 orang putri menerus kerajaan yang berada di Exoplanet. Merekalah yang akan menjadi penjaga dan pemegang 2 sumber kehidupan di seluruh antariksa.

“Flora, fauna! Kalian di mana?”  teriak namja berparas tampan dan tidak terlalu tinggi dengan nada berpura-pura mencari2 putri kecil asuhan 12 namja berkekuatan itu, dia lah sang pengendali air, dialah Suho.

“hihihihihi..” terdengar kekehan kecil nan lembut dari 2 orang yeoja kecil yang berumur sekitar 5 tahun itu, sedang bersembunyi di balik tingginya pohon buah-buahan di ladang rumput nan luas itu. Sebenarnya Suho tahu dimana mereka bersembunyi, akan tetapi agar 2 putri ashuanya dan teman-temanya senang, ia berpura-pura tidak tahu,

“Kena kalian!” teriak Suho saat berpura-pura menemukan kedua putrinya. “Kyaaa!” teriak keduanya dan langsung berlali menghindar dari Suho,

Hap!

Putri pertama ternyata tertangkap oleh Suho, dengan mudahnya Suho mengendong tubuh mungil yang beraroma aneka bunga itu dan berputar-putar bersama (Author : readers ngerti kan? Bayangin aja kalo bule-bule main sama anaknya. Arra?). tertawa, bercanda, dan seyum bahagia dari kedua putri itu selalu terlihat sejak mereka membuka mata mereka dan menginjakan kaki mereka di planet ini, dan sejak itu pula kekuatan terpancar dari kedua putri mungil itu,

Fauna,

Putri yang sangat hyper active dan lincah, seyumnya yang sangat lucu membuat siapa saja ingin mencubitnya, dia putri yang tomboy, tidak suka memakai gaun, kekuatanya adalah satwa, baik satwa darat, satwa laut, dan satwa air pun dapat dia kendalikan, hal ini yang membuatnya tomboy, terlahir dengan sayap dari bulu burung yang cantik layaknya burung surga,

Flora,

Sifatnya bertolak belakang dengan Fauna, ia feminin dan mempunyai seyum yang manis hingga membuat siapa saja ingin mengkecup bibir manisnya, kekuatanya adalah flora, tanaman hias, sayur-sayuran, tanaman obat, pohon buah, bahkan tanaman lautpun dapat ia kendalikan, ia terlahir dengan sayap bak kelopak bunga yang sangat cantik layaknya kelopak bunga mawar putih,

Biarpun kedua putri itu bersifat tak sama, tapi keduanya saling melengkapi, bagaikan otak kiri dan otak kanan, jika tak ada 1 maka takkan sempurna.

“Suho hyung! Fauna! Flora! Waktunya makan siang!” teriak seorang namja dengan sikap dewasa dan keibuan, dialah Kyung soo, si pengendali tanah yang kerap disapa ‘eomma’ oleh penghuni planet itu. 3 orang itupun berlari menuju pohon kehidupan yang biasa dijadikan oleh mereka sebagai tempat piknik, dan tempat itulah tempat pertama kalinya Flora dan fauna membuka mata mereka.

“D.O eomma, hari ini kita makan apa?” tanya Fauna dengan wajah polos dan mata berbinar melihat hidangan makanan yang beda dari biasanya

“ini namanya Ramyeon, chagi. Ini masakan dari korea ^^” jawab D.O –Kyung soo- dengan seyum manisnya. Dengan wajah berbinar-binar, kedua gadis itu pun menyantap makanan yang mereka makan dengan sangat lahap, antara mereka memang menyukai masakan yang di buat oleh sang eomma atau mereka kelaparan setelah bermain *plakk-_-* dan akhirnya mereka pun memakan ramyeon itu dengan lahap dan sangat serius pada makanan (?)

“Annyeong princess!”

“KYAAAAA!!” teriak kedua yeoja muda yang sedang sibuk memakan ramyeon mereka, ternyata yang mengagetkan mereka adlah si ahli teleportasi alias Kai, yang selalu mereka anggap kakak mereka yang jail, tetapi baik hatinya. Ia pun duduk di antara Flora dan Fauna yang sedang menatap sinis sang kakak.

“Kai oppa! Kalau makananku tumpah bagaiman?! Oppa mau mengantinya?! Tidak kan?! Makanya jangan seperti itu!” tegur Fauna dengan sangar dan galak di sebelah Kai, dan yang sedang ditegur hanya terkekeh pelan melihatadik kesayanganya marah,

“aigoo~! Ampuni aku tuan putri yang baik hati dan tidak sombong! Maafkan aku !” kata Kai dengannada meminta ampun ditambah dengan muka yang berpura-pura bersalah, di sebelahnya, Flora, hanya terseyum dan berkata dengan lembut “sudahlah Fauna-ah, lagi pula ,makananmu belum tumpah kan? Kajja! Teruskan makanmu^^” ucap si kecil Flora dengan seyum manisnya yang terkesan lembut dan cantik layaknya malaika, bahkan jika seorang namja melihatnya, ia akan berkata bahwa Flora lebih cantik dari pada Dewi Aphrodite sekali pun.

Acara makan-makan pun berlangsung ramai karena semuanya terlah berkumpul, tapi kenapa hanya 13 orang yang berkumpul? Bukanya harusnya ada 14? Pasti kalian bertanya seperti itu bukan? Baik biar author beri tahu. Sebenarnya yang tidak ada itu Kris, seperti biasa, ia pasti sedang bertugas menggelilingi planet, tetapi tidak biasanya ia datang terlambat saat makan siang..

Dan seketika,wajah ceria mereka berubah ketika Kris datang dengan keadaan mengenaskan..

BRUUK!!

Kris dan Naganya terjatuh dari langit, tubuh Kris di penuhi luka hitam dan naganyapun juga terluka parah, mengenaskan.

“Omona! Kris oppa!” teriak Flora dengan sangat terkejut sehingga mengalihkan semua pandangan pada Kris yang tergeletak lemas dengan penuh luka,

“Ommo!! Gege!!” “Hyung!!” semua berlari ke arah ladang bunga yang menjadi tempat dimana kris jatuh dari langit,

“Lay! Cepat sembuhkan Kris!!” teriak Xiumin pada Lay. Seketika Lay mengerakan kedua lenganya untuk menyembuhkan kedua makhluk tak berdaya itu, biarpun tak sembuh total, tetapi mereka sedah lebih baik dari pada yang tadi.

“Kris, jelaskan kenapa kau bisa seperti ini!” tanya Suho pada Kris yang sudah bisa terduduk, terlihat kedua yeoja kecil itu sedang menangis karena melihat Kris jatuh dan kesakitan begitu di pelukan D.O

“hyu..hyung.. pa-pasukan black god.. datang menyerang..” kata kris dengan terbata. Semua memandang dengan tidak percaya. Tunggu dulu! Apakah kalian tahu siapa black god? Mungkin kalian belumtahu siapa dia, akan author jelaskan lagi. Black god adalah dewa yang lebih kejam dari pada Dewa Hades sekali pun, ia sangat ingin menguasai Antariksa layaknya kedua putri itu, tapi bukan semata ia ingin menguasai antariska karena ingin menguasainya saja, tapi ia ingin memperbudak segala mahluk antariksa dan akan memperkerjakan mereka untuk memberikan hasil kerjanya untuk ia sendiri, sungguh kejam memang, di tambah lagi ia sangan licik dan pelit, ia tak akan memberi hartanya pda siapaun termaksuk anaknya sendiri, bahkan orang tuanya sendiri mungkin.

“ya tuhan, demi Exoplanet! Ini tak boleh terjadi! Apa yang harus kita lakukan?!” kata Luhan pada semuanya, ia tahu betul bagaimana ketika pertama kalinya planet damai itu bertempur dengan Black god, saat itu terjadi sekitar 70 tahun yang lalu, tepatnya 20 tahun sebelum kedua putri itu dilahirkan,

“kalau begitu, mau tidak mau kita harus meninggalkan planet ini..”

Semua mata menatap Tao dengan tidak percaya, yang benar saja! Mana mungkin mereka meninggalkan Exoplanet yang merupanakan pusat alam antariksa, dan pusat tengahnya adalah pohon kehidupan, dan bagaimana jadinya kalau mereka meninggalkan pohon kehidupan? Jika pohon itu tidak dijaga oleh mereka, pohon itu akan jatuh ketangan kotor nan keji milik Black God! Dan itu mempermudah ia untuk memanfaatkan antariksa! Dan pohon itu pula yang merupakan separuh jiwa Flora dan Fauna,

“Pabbo! Kau gila apa?! Kau mau Flora dan Fauna mati?!” teriak Kai (bayangain mukanya kaya waktu di MV MAMA, pas lagi teriak-teriak kaya orang kesurupan pake oli gitu._.v/plakk/) pada Tao, Tao hanya menatap datar Kai dengan mata panda kelamnya itu.

“ck, asal kau tahu saja, aku sudah tahu apa yang akan terjadi jika kita pergi meninggalkan planet, dan itu lebih baik daripada kita hanya diam di planet ini” jawan Tao dengan sinis “dan sekarang yang harus kita lakukan adalah..”

“melakukan rituwal itu..” jawab Kris sebelum Tao selesai berbicara, Kris sudah tahu apa yang akan terjadi jika mereka akan mengkosongkan planet kecil itu, tapi rituwal itu bukan rituwal sembarangan, karena saat melakukan rituwal itu, semua penghuni planet wajib memindahkan setengah kekuatanya, dan pohon itu akan terbagi menjadi 2, dan berubah menjadi bola kecil sehingga memudahkan mereka untuk membawanya..

.

.

.

Persiapan rituwal pun sudah siap dengan matang, sekarang para EXO segera mengelilingi pohon itu, semua telapak tangan mereka di arahkan pada akar pohon kehidupan, di mulai Flora dan Fauna, dengan sekuat tenaga, mereka ulurkan kekuatan mereka, lalu di ikuti dengan semuanya hingga yang terakhir, lama kelamaan, pohon itu mengecil dan dan terbelah menjadi 2. Dengan cepat, Kris dan Suho mengambil pohon itu dan berlari pergi. Saat mereka hendak berlari, Flora dan Fauna hanya terdiam dan berpegangan erat, seakan tahu ini terakhir kalinya mereka bertemu, mereka menangis sejadi-jadi karena tak mau berpisah. Dengan tatapan iba dan tak tega, Suho mengendong Flora dan Kris mengendong Fauna, dan membuat mereka tambah menangis sejadi-jadi, dan dengan agak kasar kedua pemimpin itu menarik paksa mereka sehingga mereka terpisah. Terdengar teriak lihir 2 orang gadis kecil yang saling memangin nama mereka satu sama lain. Dan merekapun pergi meninggalkan planet itu dengan rasa menyesal.

.

.

.

.

110 tahun kemudian, di Bumi

BEIJING, CHINA 08:28 AM

 

“ Nona Ham riin, pakaian anda sudah kami siapkan”

“iya, xie xie Lay gege”

Seorang yeoja berjalan menuju ruang ganti yang berada di sebuah rumah yang berupa gedung yang sangan tinggi menjulang, di ruang itu terlihat lah ratusan pasang baju dan aksesoris hingga sepatu di ruang ganti, semua terbuat dari kulit dan tulang hewan yang indah nan pemsona.

Cho Ham riin

Sosok Fauna yang sudah beranjak dewasa, di asuh oleh 6 orang dari EXO di China, ia di asuh oleh Kris, Xiumin, Luhan, Lay, Tao, dan Chen. Kepribadiannya tetap tidak berubah, hanya ia lebih dingin dari biasanya. Senyum bebasnya pun sedikit pudar karena masih merasa kehilangan kebahagiaanya.

“Nona Riinnie?” tanya seseorang namja berparas cantik yang seenak jidatnya memanggil nama nona mudanya dengan sebutan sayang begitu.

“hm, apa?” Ham riin tersadar dari lamunannya dan berkata dengan nada datar dan sinis, sungguh ia benci di panggil dengan sebutan sayang begitu oleh Luhan, sejak kecil ia selalu di perhatikan oleh luhan dengan sangat over.

“maaf nona, bukanya saya bermaksud untuk berbuat salah pada nona karena telah menegur nona pagi ini, tapi bisakah nona tidak berkata dengan nada sinis begitu? Akan lebih sopan dan anggun jika nona mau berbicara dengan lembut.” Kata seorang namja tinggi dan tampan yang sangat menghormati nona muda-nya itu, namja yang biasa di panggil Kris itu berbicara dengan sedikit membungkukan badanya, sungguh terlihat sopan.

“ah, maaf kalau begitu, aku hanya sedang tidak mood di panggil begitu.”

“kalau begitu kita pergi jalan-jalan saja nona!” kata seorang namja yang biasa di panggil Tao dengan bersemangat. Tao sangan senang jalan-jalan di pagihari hingga sore,

“hmm, not bad. Kajja! Siapkan barang-barang!” hanya dengan 1 perintah dari Ham riin, semua orang di rumah besar itu bergegas membereskan barang mereka. Dan seperti biasa, mereka akan pergi ke pusat kota untuk bermain di sana, berhubung Ham riin libur sekolah di karenakan ia akan pindah beberapa hari lagi, jadi ia memutuskan untuk tidak sekolah untuk beberapa hari kedepan. Kris mulai memanggil Naga hitamnya dan nagaitu berubah bentuk menjadi Lomosin (author males nulis yang benernya._.v) hitan nan mewah itu.

Sesampainya di kota, Ham riin menjadi pusat perhatian karena kecantikanya dan betapa mewahnya dia karena di kawal oleh 6 namja berparas luar biasa tampan bagai lukisan atau patung buatan manusia. Mulai dari toko baju, saat Ham riin hampir tertubruk pintu karena kecerobohanya, Tao menghentikan waktu dan memindahkan Ham riin ke pintu sebelah yang terbuka. Lalu di sebuah taman, saat Ham riin sedang bermain dengan Tao dan Luhan, dan ia terjatuh, Lay langsung mngobatinya dengan kekuatannya. Di sebuah rumah makan bertemakan makanan eropa, Xiumin membantu Ham riin yang berusaha mendinginkan capuccino panasnya itu.dan semua itu terjadi hingga sore hari.

.

Di tempat berbeda, pada pagi hari..

SEOUL, KOREA SELATAN 09:28

Tok Tok Tok..

“Nona Yeon hee, ireonna. Sebentar lagi waktunya sarapan”

“…”

“nona, ini sudah lebih dari 2000 kali dalam ratusan tahun aku membangunkan nona seperti ini”

Seorang namja menganbil nafas lalu menhentakan kakinya dengan amat pelan, dan alhasil..

“KYAA!!!”

BRUUK!!

Seorang yeoja yang tengah tertidur di sebuat kasur yang sangan indah karena di perindah dengan ratusan bunga di setiap sisi kamar besar ini.

“aigoo! Kyunggie oppa! Biasa kah kau membangunkanku seperti Suho oppa? Dengan cara lembut? Kau tidak lihat betapa sakitnya bokong mulusku jika tiap hari harus merasakan jam weker gempa begitu?!” teriak yeoja yang jatuh dengan sangat tidak elit begitu, tepatnya dengan posisi bokongnya yang menyentuh ujung meja kayu akibat gempa kecil yang hanya di rasakan di rumah besar bagai Istana para putri kerajaan di tengah hutan. Kyungsoo –namja itu- hanya terkikik kecil melihan Yeonhee –Yeoja itu- kesakitan untuk kesekian kalinya.

“mianhae nona, tapi ini kebiasaan burukmu kalau libur sekolah”

“aish! Ini kan hari libur!” yeonhee mem-pout kan bibirnya dan membuatnya terkesan imut

“tapi kau melewatkan sarapan pagi di pagi hari nona, kau juga belum mandi pagi, dan kau juga melewat kan senam pagi mu, dan alhasil ‘ini’mu akan menumpuk” kata Kyungsoo sambil menuntun Yeonhee ke sebuah meja rias yang terletak di sudut barat kamar dan mencubit pinggang ramping Yeonhee yang belum terlihat jelas lemak di pinggang rampingnya itu.

“o..omona! baik lah habis ini kita olahraga!” Yeonhee tampak tegang begitu mendengar soal ‘lemak’, baginya lemak adalah 1 hal paling menakutkan di dunia mau pun luar angkasa.

.

.

(SKIP! DI KAMAR MANDI)

“Air hangatnya sudah siap nona”

“hmm, hangatnya masih kurang, Chanyeollie oppa, tolong hangatkan airnya”

“segera nona” dengan sedikit hati-kati, Chanyeol mulai memanaskan air yang ada di bathup besar beraroma violet itu,

“eh, Chanyeollie oppa, anu.. eh.. bisa kah oppa..pe-pergi se-sekarang? A-aku mau ma-mandi sekarang” kata Yeonhee sedikit gugup karena melihat seyum cerah Chanyeol yang sedaritadi melihat apa saja yang dilakukan Yeonhee,

“ah, tentu saja!”Chanyeol pun melangkah menjauh dari kamar mandi dan menutup pintunya dari luar.

Yeonhee pun mulai melepas gaun tidurnya dengan terlahan dan..

“Annyeong Yeonhee!”

“KYAAAAAA!!” Yeonhee dengan refleks yang bagus memakai kembali gaun itu dengan sangat cepat, ia terlalu kaget karena bagaimana bisa ada orang lain selain ia yang bisa masuk dari kamar mandi padahal pintu telah di kunci dari luar.

“KIM JONG IN!! APA YANG KAU LAKUKAN PABBO!! PERGI KAU JELEK!!”  teriak Yeonhee dengan sangat kencang sambil melempar kan batang kayu yang keluar begitu saja dari lenganya, dengan tawa yang keras, Kai pergi begitu saja dengan santainya. Dan saat itu juga, semua orang di rumah bak istanaitu langsung mendobrak kamar mandi dengan wajah panik gak karuan,

“omona! Nona! Gwenchana yo?!” seru Kyungsoo dengan wajah panik di ikuti oleh 4 orang di belakangnya,

“Oppadeul! Kurung Kai di suatu tempat yang tak bisa ia lewati danjangan sampai dia bisa masuk kamar mandi lagi! SEAKARNG! Dia hampir melihat tubuhku yang polos!!” teriak Yeonhee dengan wajah super merah, dan seketika membuat Suho dan D.O panik,

“KIM JONG IN!!! APA YANG LAKUKAN PADA NONAMU YANG HARUSNYA MASIH POLOS INI!!” seketika Bumi seperti kiamat tapi tak hancur (?)

.

.

Sementara itu,di luar hutan, di sekitar pantai..

“Hyuuuung!!” teriak seorang namja berparas tampan memasuki sebuah ruangan di rumah besar di daerah pantai,

“ada apa Kyuhyunnie?” tanya beberapa namja yang ada di dalam ruangan itu menanggapi teriakan namja bernama Kyuhyun itu.

“hyung lihat tidak?! Tadi ombak laut meninggi dan tadi ada gempa?! Hyung merasakannya tidak?” Kyuhyun tampak sangan heboh dengan kejadian yang baru mereka alami.

“ah, ne. Hyung merasakanya, tapi kok getaranya berbeda?” salah satu dari mereka berkata,

“Siwon-ah. Sepertinya mereka masih hidup dan tinggal disini..” namja berparas tampan dan bersuara merdu itu berkata dengan nada curiga,

“mereka? Siapa hyung?” tanya Kyuhyun dengan polosnya..

PLETAK!!

“aaw!! Appo, Yesung hyung!” bentak Kyuhyun dengan sangar ketika kepala mulusnya di jitak dengan bayangan hitam,

“Kau bodoh atau apa?! Jelas-jelas mereka musuh kita bodoh! MUSUH! Kau ingat tidak?” bentak Yesung dengan sangat sangar melebihi sangarnya Kyuhyun tadi,

“ooh, iya.. EH?! MASIH HIDUP?! BERARTI TUNANGAN LEETEUK HYUNG MASIH HIDUP DONG!” Kyuhyun bertambah heboh karena Tunangan Ketua mereka masih hidup.

“Tunanganku memang masih hidup, tapi aku juga baru merasakan keberadaanya sekarang, sepertinya dia dekat dengan tempat kita berada..” tiba-tiba munculah sang Leeteuk-Ketua dengan wajah tenang, tetapi terdapat kilatan hitam pada matanya yang menandakan ia adalah sang kegelapan, Black God..

.

.

.

TBC

Iklan

25 pemikiran pada “The Legends Of EXO Planet (Chapter 1)

  1. waaa~~ keren thor keren.. Lanjut!!! nggak nyangka juga sih leeteuk oppa jd black god,secara dia kn trkenal dg malaikat tnpa sayap’a.. BAGUS!!! dari tadi kok rasanya nama baekhyun oppa nggak muncul2 ya..?? 😦 huwaaaaaa T.T

  2. THOR kenapa super junior jd pmeran antagonis ,,,
    klo bang yeye si pntes dngan aura hitamnya #dirajamclouds ,,
    tp klo teeukie oppa wew ,,,
    angel mnjdi iblis ommoo ,,, wewewew ,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s