We Were in Love

“WE WERE IN LOVE”

  • Title: “We were In Love”
  • Author:            Radtnha Anggraini (facebook.com/ bbuingbbuing.virus)

에피아 (facebook.com/JoUpin.stoleMyheart)

  • Main Cast:

               – Kim Jong In

                      – Park Chanhee (OC)

                     – Kim Yae In (OC)

                     – Park Chanyeol

                     – Byun Baekhyun

  • Support Cast: EXO member
  • Genre: Romance
  • Length: Chaptered
  • Rating: Teen

Author : No Author POV xD

 SONY DSC

Part 10…

 

Chanyeol POV

 

Ahh…aku lupa mengambil kameraku yang tertinggal di studio. Tak apalah ku ambil walau sudah malam. Aku tak ingin besok harus terlambat ke pernikahan Chanhee hanya untuk mengambil kamera itu. Entah mengapa jalanan terlihat sepi. Jadi kuputuskan untuk mengendaria mobilku dengan pelan.

 

Mataku terbelalak saat melihat dua sosok, namja dan yeoja yang sangat ku kenal sedang berdua di depan studio tempatku bekerja. Mereka berdua terlihat sangat akrab, tak pernah se akrab ini malah jika didepanku dan Chanhee. Tak berapa lama Baekhyun –pria itu- mendapatkan sebuah telepon. Dan Yae In hanya memandangnya dengan harap harap cemas yang disusul dengan senyuman kemenangan. Sebenarnya apa ini ?

 

“Apa yang sedang kalian lakukan disisni ?” Yuppp dengan bodohnya aku menghampiri mereka berdua.

 

“N..neo ?” Yae In tergagap. Got u sepertinya ada yang mereka sembun yikan dariku.

 

“Tumben kau kesini Chanyeol-ah. Bukankah kau sedang tak ada jadwal ?” aku bukan anak kecil yang akan terkecoh mendengar pertanyaanmu Baekhyun-ah.

 

“Tak usah basa-basi, sebenarnya ada hubungan apa kau dengan calon adik iparku  ?” tanyaku kembali.

 

“Sepertinya kita harus memberitahunya sekarang, karena tak ada pilihan lain” Ucap Yae In memandang Baekhyun.

 

“Kau mau menghancurkan acara aku besok, huh ?!!” kali ini Baekhyun yang menentang Yae In.

 

“Dia..” kata Yae In menuding wajahku “Dia sudah melihat kita berdua sekarang, bukankah sia – sia jika kita menutupinya” aku benar benar geram mendengar perselisihan mereka berdua. Banyak pikiran negative berkelebat di benakku.

 

“Byun Baekhyun berani kau menyakiti adikku, kubunuh kau sekarang juga.!” Kecengkeram kerah bajunya dan mengangkatnya sedikit. Raut wajahnya terlihat sangat panik.

 

“Park Chanyeol Lepas!!! Kau yang akan kubunuh jika berani menyakitinya!” ku lepas cengkraman ku di kerah baju Baekhyun dan menatap tajam pada Yae In.

 

“Kau..kenapa kau senang menghancurkan hubungan adikku HAH!!” bentakku.

 

“Diam!! Kau…diam saja jika kau tak mengerti apapun!” tatapannya seolah marah mendengar apa yang aku tuduhkan padanya.

 

“Kau pikir aku peduli dengan pembelaanmu! Semua yang kau katakan hanyalah omong kosong!” tanpa diperintah kakiku berjalan kearahnya dan hendak melayangkan satu tamparan keras, tapi sebuah tangan menahanku.

 

“Cukup, jangan sakiti dia! Aku juga tak akan menyakiti adikmu. Sebiknya kau pulang, pernikahan akan tetap berlangsung jika kau bisa diam dan tak menceritakan hal ini pada Chanhee”

 

Belum sempat aku menyahut Baekhyun dan Yae In sudah berlalu dari hadapanku. Benarkah yang ada dipikiranku ? jadi ini alas an mengapa tempo hari Baekhyun sangat marah karena aku tak menyelamatkan Yae In ? tapi sejak kapan ? onje ??

 

“ARRRGGHHHH!!!” ku acak rambutku frustasi.

 

 

Saat sampai dirumah dengan cepat ku berlari menuju kamar Chanhee dan memberitahunya apa yang baru saja terjadi.

 

Ceklekk…..

 

Ku hampiri tubuhnya yang sudah terbalut selimut hangat. Wajahnya menyiratkan kebahagiaan sekarang ini. Haruskah aku memberitahunya sekarang ? membuatnya kembali menangis karena gagal menjaga hubungannya. Dan sanggupkah diriku mendengar isak tangisnya. Tidak, aku tak sanggup sama sekali. Cukup biar aku yang tau dan menahan semuanya. Tak akan kubiarkan adikku merasakan sakit lagi.

 

“Kau…harus bahagia mulai sekarang” ucapku sebelum  pergi meninggalkan kamarnya

 

 

Ku sapa semua tamu yang hadir hari ini. Sungguh aku ikut bahagia melihat adikku akan menikah hari ini meskipun aku masih belum menemukan pendamping hidupku.  Ah ngomong ngomong aku belum menemui adik iparku sama sekali. Bagaimana keadaannya ya ? apakah dia berniat kabur ?

 

Ku telusuri lorong yang menghubungkan antara gereja dengan ruangan dimana Baekhyun berada.

 

“Sudah jam berapa sekarang ?” sayup-sayup kudengar suara perempuan dari dalam.

 

“Aku tak ingin semuanya kacau, jadi tenanglah!” kini suara Baekhyun yang terdengar.

 

“Tapi..bagaimana jika..” perkataan sang wwanita sedikit berhenti di tengah jalan.

 

“Jika sudah waktunya dan….aishh aku akan ke altar!”

 

“Kau gila! Sampai matipun aku tak akan membiarkanmu melakukannya!”

 

Brakk terlihat Yae In sedang menatap garang pada Baekhyun.

 

“Apa maksudmu dengan kalimat terakhirmu Yae In-sshi ?” ucapku penuh penekanan pada setiap kalimatnya. Mereka berdua saling memandang bingung. “KUBILANG APA MAKSUD KALIAN!!” sudah habis kesabaranku  melihat kepalsuan diantara mereka.

 

“Tak ada apa-apa. Bukankah sang pria harus segera bersiap benarkan? Op..ahhh sunbae aku permisi dulu. Chanyeol-sshi tidakkah kau ingin membiarkan sang mempelai pria bersiap diri ?”

 

“Apa rencanamu kali ini ?” tanyaku langsung saat kami hampir keluar dari lorong ini dan hendak menuju sisi lainnya yang terletak Chanhee di dalamnya.

 

“Aku ?? kenapa tak kau tanyakan pada calon adik iparmu itu ?”katanya saat hendak memasuki ruangan Chanhee. Ku ikuti dirinya, dia tersenyum. Cihh aku tau itu hanya sebuah acting. Kau benar-benar berbakat Yae In-sshi.

 

“Chanyeol-sshi bisa kau ambilkan gambar kami berdua ?” sergah Yae In saat aku tengah mengamati tingkah lakunya. Dia berdiri dari tempatnya duduk bersama Chanhee tadi dan menyodorkanku kameranya.

 

“Jika kau memang ingin menghancurkan pernikahan adikku dan membuatnya kembali masuk rumah sakit. Kusarankan kau melakukannya!” seringaiannya muncul ssesaat sebelum dia berbalik dan berpose dengan Chanhee.

 

“Chanyeol-sshi kuharap kau melakukannya dengan baik!” perkataannya tak hanya menjurus pada gambar yang akan ku ambil tapi juga mengarah pada perkara tadi. Maaf Chanhee oppa tak sanggup mengatakannya karena oppa sangat menyayangimu.

 

“Eooh, sudah hampir waktunya. Chanhee-sshi FIGHTING!!” wanita ini seakan memberinya semangat untuk melangkah menghadapi jurang yang akan dilewatinya.

 

“Oppa, kau tak menyusulnya ?” aku mengangguk dan berbalik mengejarnya. Berjalan dengan perlahan dibelakangnya. Wanita ini apakah di sama sekali tak memiliki perasaan ? Setega itukah dia pada sahabatnya sendiri ? dulu bahkan adikku rela melepas Jong In hanya agar dia bisa bersamaku, tapi balasannya adalah dia bertunangan dengan Jong In.

 

Sekarang, benarkah dia mencoba merebut Baekhyun kembali ? apakah dia iri dengan apa yang dimiliki Chanhee sehingga membuatnya seperti ini ? bahkan dia masih bisa berjalan dengan santainya seakan tak mempunyai beban.

 

Aku sengaja mengambil tempat duduk disebelahnya. Agar bisa mengawasi tingkah laku wanita ini. Dia mengetahui keberadaanku dan tak mencoba untuk mengusirku. Sang mempelai pria sudah ada di tengah altar. Tinggal menuggu mempelai wanita yang tak lain adalah adikku sendiri yaitu Chanhee.

 

“It’s show time” ujarnya sambari tersenyum lebar. Perasaanku sedikit tak enak melihat senyumannya yang sulit diartikan.

 

——

 

Chanhee POV

 

Kulangkahkan kakiku perlahan di atas karpet  merah ini. Penuh keraguan dan kebimbangan. Ku tatap sekilas pria paruh baya yang kini menggandeng tanganku menuju altar. Puluhan orang kini menatapku sebagai orang spesial hari ini. Hari dimana pernikahanku dan Baekhyun oppa di langsungkan.

 

Aku menunduk, sedikit menyembunyikan kesedihan di hati kecilku. Satu tetes air mata berhasil menetes di gaun putihku. Ku pandangi lantai berbalut karpet merah yang kini adalah tempatku berpijak. Aku akan segera melepaskan semua setelah aku tiba disana, tepat di tempat langkah kakiku harus berhenti.

 

Entah bahagia atau sedih yang harus kurasakan. Hari ini..hari dimana aku harus melupakan orang yang paling berpengaruh dalam hidupku. Orang yang mampu mematikan hatiku untuk orang lain, kini aku harus melupakannya karena aku akan menjadi milik orang lain.

 

Ku lirik perlahan punggung seorang pria jangkung yang mengenakan pakaian senada denganku sekarang. Dia hanya menatap lurus ke depan tanpa menyadari kehadiranku, hingga aku kini sudah berdiri tepat di sampingnya. Aku tak mampu menatap wajahnya. Aku tak bisa.

 

“Apakah kau, Kim Jong In..menerima Park Chanhee sebagai istrimu dalam keadaan suka mau pun duka, bersama hingga maut memisahkan?” m-mwo? Kim…Jong In? sontak ku toleh pria jangkung di sampingku kini. Dia? Kenapa?

 

Dia hanya melengkungkan segaris senyum di bibirnya, senyum khasnya yang sudah menjadi favoritku sejak pertama aku mengenalnya. Aku mengerjap – kerjapkan mataku berusaha meyakinkan diriku sendiri, apa ini benar? Apa benar pria di sampingku kini adalah dia?

 

“Saya bersedia menerima Park Chanhee dalam keadaan suka mau pun duka, bersama hingga maut memisahkan.” Ucapnya langtang. Aku masih penuh dengan kebingungan hingga dia menoleh ke arahku dan memberikan senyuman itu untukku.

 

Aku sedikit menoleh kearah lain, dan akhirnya ku temukan Baekhyun oppa yang menggenakan jas hitam sedang berdiri di samping Chanyeol oppa dan Yae In. Mereka pun tersenyum jahil ke arahku. Ada apa ini?

 

“Dan kau, Park Chanhee…apakah kau menerima Kim Jong In sebagai suami mu dalam suka maupun duka, bersama hingga maut memisahkan?”

 

“Eh?!”

 

“Ehheem…” sang pendeta sedikit berdehem.

 

“Ah ne…” Aku merasa seperti orang bodoh sekarang. Permainan apa ini sebenarnya?

 

“Maaf? Bisakah anda mengucapkan janji dengan benar?” Tiba – tiba riuh suara gelak tawa seluruh tamu undangan membuyarkan lamunanku. Dan dia? Pria jangkung di sampingku kini justru terkekeh memandang tampang bodohku.

 

“Dasar bodoh!” bisiknya hampir tak terdengar.

 

“Jeoseonghamnida…” aku sedikit menundukkan kepalaku kearah pendeta.

 

“Park Chanhee…apakah kau menerima Kim Jong In sebagai suami mu dalam suka maupun duka, bersama hingga maut memisahkan?”

 

“Saya bersedia…” jika ini mimpi jangan pernah bangunkan aku dari tidurku. Biarlah semua seperti ini. Sedetik kemudian Jong In meraih tanganku dan menautkan sebuah cincin di jemariku, dan aku pun melakukan hal yang sama. Tanpa terasa, aku juga tersenyum kearahnya.

 

Tak menunggu lama hingga saat dia mendekatkan wajahnya padaku. Aku menutup mataku. Takut, aku takut menatap tatapan matanya. Jantungku berpacu cepat seiring hembusan nafasnya yang terasa di pipiku. Dan chu~ dia mencium pipiku, bukan…tapi lebih mendekati sudut bibirku. Ada rasa berbeda yang kurasakan walau dia tak mencium bibirku layaknya orang – orang menikah pada umumnya.

 

——

 

Jong In POV

 

“Ige Mwoya ?” Chanhee membuka suara terlebih dahulu setelah beberapa saat kami semua hening. Ya acara resepsi pernikahan sudah usai, dan sekarang aku bersama Yae In, Baekhyun hyung dan Chanyeol hyung berkumpul di kediaman Keluarga Park.

 

Aku, Yae In dan Baekhyun pun hanya saling pandang. Sedangkan Chanhee dan Chanyeol hyung diam mengamati bingung“Bwahahahahaa” sontak kami bertiga tertawa di saat yang bersamaan.

 

“Ya….Kenapa kalian tertawa” kini Chanyeol hyung yang mulai angkat bicara.

 

“Bagaimana ya kami memulainya”

 

Flashback On

 

“Kau yakin akan mengunjungi mereka sekarang ?” aku bertanya pada Yae In yang sekarang berada di depan area pemakaman orang tuanya.

 

“Bukankah aku harus meminta restu dari mereka dulu ?” Yae In hanya mengeratkan pegangannya pada bunga lili, langkahnya terlihat sedikit ragu.

 

“Jika kau masih ragu lebih baik kita kembali lain waktu”

 

“Bukan..bukan ragu. Aku hanya merasa gugup” aku hanya mengikuti langkahnya dari belakang. Selama ini baru kali ini dia mau mengunjungi makam mereka.

 

Langkahnya berhenti, dapat ku lihat ekspresi wajahnya kaget ku ikuti arah pandangnya dan dapat kulihat seorang pria tengah berdiri diantara dua pusara.

 

Ku tajamkan penglihatanku. Kurasa aku mengenalnya.

 

“Baekhyun sunbaenim” Yae In sudah menyebutkan namanya terlebih dahulu. Apa yang dia lakukan disini ?

 

“Yae In-sshi Annyeong” sapanya ramah

 

“Makam siapa itu tadi ?” Tanya Yae In penasaran

 

“Ah~ itu makam kedua orang tua ku. Lalu, kalian ?”

 

“Kami mencari makam orang tua Yae In” jawabku singkat

 

“Byun…Byun….Jinyeong apakah itu nama orang tuamu ?”

 

“Ne ?” aku dan pria yang bernama Byun Baekhyun menoleh ke arah Yae In

 

“Bagaimana kau tahu nama ayahku ?”

 

“MWO ?” Kali ini aku yang berteriak kaget.

 

“Byun Jinyeong tewas terbakar saat berlibur dengan istri dan anak perempuannya” Yae In menatap kami sendu “Mayat suami istri itu di temukan, tetapi mayat anak perempuannya tak ditemukan sama sekali” Yae In terus berucap seolah dia benar benar mengetahui peristiwa itu

 

“Maksud dari perkataan mu adalah…”

 

“Aku Byun Jihyun, adik perempuanmu yang hilang itu” air mata yang sudah ditahannya kini menyeruak keluar. Pria bermarga Byun itu langsung memeluk Yae In. yang kulakukan hanyalah mencoba mencerna perkataan yang tadi diucapkan Yae In.

 

“Dunia ternyata memang sangat sempit. Bahkan aku tidak mengetahui bahwa kau adalah adikku. Ya Tuhan….”

 

“Oppa, mianhaeyo aku juga tak tau hal itu”

 

“Uhmb, bolehkah aku ikut berpelukan dengan kalian ?” tanyaku polos

 

“YA!! Jangan macam-macam kau” Yae In mengangguk pertanda mengiyakan kata-kata dari kakak kandungnya itu.

 

“Ppffftt….Ara, nan galkkaeyo” aku hanya bisa menggerutu sendiri. Bagaiman tidak, mereka sudah satu jam berpelukan seperti itu.

 

—–

 

Yae In POV

 

Kami bertiga terus bercerita tentang bagaimana kami merencanakan hal ini. Aku tak menduga bahwa ini akan berhasil. Aku sempat berangan-angan bahwa acara hari ini akan kacau karena pertengkaran antara Chanhee dan Kkamjong.

 

“Chanhee-ya mianhae. Aku tidak memberitahumu dari awal, tapi kurasa saran Yae In tentang hal ini sudah benar” Baekhyun oppa hanya tertawa polos.

 

“Kalian benar-benar tega mempermainkan perasaan orang lain” sahut Chanhee

 

“Mianhae…kau hanya terlalu takut untuk mengakui siapa yang ada di hatimu. Kami melakukan ini hanya untuk meyakinkanmu” ujarku sambil memeluknya dari arah samping.

 

“Kau malah membuatnya semakin gila” aku sempat melupakan pria yang duduk dipaling sudut itu. Ya….dia adalah Park Chanyeol.

 

“Ahahaha, sebegitu berartinyakah diriku ?” kali ini dengan nada angkuh Kkamjong sembari menepuk bahunya. Dan tada…..satu ah ani dua buah bantal kursi melayang tepat ke wajahnya.

 

“Chanhee-ya seharusnya kau menceraikan Kkamjong dan menikahlah dengan kakakku Byun Baekhyun”

 

“Ya…ya…ya..Kim Yae In kau sebenarnya ada dipihak siapa huh!” kami semua hanya tertawa melihat tingkah laku Kkamjong.

 

“Tentang Kematian itu, siapa yang merencanakannya huh ?” ucap Chanhee memandangku, Jong In dan Baekhyun oppa sarkrartis.

 

“Aniya…” aku dan Kkamjong hanya bergeleng. Karena ini memang bukan ideku.

 

“Hehehe…mianh. Sebuah ide muncul begitu saja. Dan aku hanya ingin memanfaatkan keadaan” Jawab oppaku dengan nada polosnya.

 

“Aku bahkan baru mengetahui rencana itu saat aku sampai di Seoul. Lebih tepatnya kemarin” jawabku membela diri.

 

“Jadi yang dirumah sakit itu bukan mimpi ?” Tanya Chanhee. Semua orang diruangan ini otomatis memandang pasangan pengantin itu.

 

“Aku…tak melakukan apapun” Jawab Jong in sembari mengalihkan pandangannya dari kami.

 

“Dasar otak mesum!!” runtukku. “Chanhee-yya hati-hati saat dengannya pikirannya terkadang sangat mesum, kau tahu ?” lanjutku.

 

“Baiklah, aku pamit pulang dulu ya kawan-kawan” Baekhyun oppa sudah berdiri dan hendak pergi.

 

“Ya oppa aku ikut….”

 

“Andwae! Aku sedang ingin menghibur pria patah hati satu ini. Kau, pulanglah dengan Chanyeol. Yeoli-ah tolong jaga adikku ne!” ucap baekhyun oppa sembari menunjuk dirinya sendiri

 

“Tentu saja!!” mwo ? aku hanya melotot kearahnya “aku tak akan membuatmu masuk rumah sakit lagi. Jadi tenanglah” Chanyeol-sshi hanya tersenyum lebar menampakkan wajah polosnya lagi.

 

“Terserah kalian saja” jawabku pasrah, tanpa ba bi bu dia menarik tanganku untuk pergi.

 

“Ya, mau kemana kalian semua?” Chanhee berteriak kepada ku

 

“Bukan urusan kalian! Cepat buatkan aku keponakan ya, hehehe” ujar Chanyeol-sshi dengan suara lantang. Aku hanya terkekeh mendengarnya.

 

“Jangan mengganggu pengantin baru, kkaja” bisiknya di telingaku, aku hanya bisa mengangguk pelan dan mengikutinya keluar. Tak kami pedulikan teriakan Chanhee yang tak rela kami tinggal dan ucapan terima kasih Kkamjong karena memberi mereka kesempatan berdua. Hahaha ada ada saja mereka berdua.

 

——-

 

Chanhee POV

 

Apa – apaan mereka semua meninggalkanku berdua disini dengan setan yang satu ini. Aku sedikit melirik kearah Jong In. Dia sedang tersenyum penuh kemenangan kali ini. Aku  hanya menggembungkan pipiku sembari mengangkat gaun yang kukenakan karena terlalu berat memakai gaun panjang ini. -____-

 

“Apa yang kau tertawakan, huh!”

 

“Kau terlihat aneh dengan gaun yang begitu besar…tak sesuai dengan tubuhmu yang kecil itu!” ledeknya. Segera saja kusambut dengan death glare ku.

 

“Kau pikir kau pantas menggunakan pakaian seperti itu? Kau terlihat seperti seorang ahjussi.”

 

“M-mwo?”

 

“Dan lihat penampilanmu! Kau benar – benar terlihat sangat tua. Jasmu tidak cocok dengan warna kulitmu.”

 

“Hey Chanhee~yaa!”

 

“Lihat sepatumu yang ..iissh, aku saja bisa berkaca disana. Kau terlihat seperti rentenir (?). xD”

 

“Diam!” dia pun berhasil membungkam mulutku dengan tangannya itu.

 

“Mmmph..KIM JONG mmmp..IN!!!” segera kugunakan cara andalan ku yaitu menggigit tangannya.

 

“AAAAKKH!!” dia melepaskan bungkamannya dan terus mengaduh kesakitan. RASAKAN KAU! Aku tersenyum puas melihat penderitaannya (?).

 

“Berani sekali kau…menggigit tangan suamimu~ kau mau aku adukan pada HAM? (?) xD”

 

“INSANE!!”

 

“Hay, aku benar – benar akan mengadukanmu dengan tuduhan penganiayaan dalam rumah tangga…” dia terus berceloteh seperti burung ..hmm..burung kenari yang terjepit jendela rumahku tahun lalu. Haha

 

“Jeoseonghamnida Mr.Kim..” aku membungkuk ke arahnya tentu dengan tawa jailku. Dia hanya menghela nafas, mungkin setelah ini dia akan gila hidup bersamaku.

 

“Kemarilah…” ucapnya kemudian.

 

“…..” aku masih berdiam diri di tempatku semula. Bingung.

 

“Iiishh…” Dia kemudian menghampiriku dan memelukku. Kami terdiam, seolah hati kamilah yang berbicara. Aku merasakan rindu yang teramat sangat padanya. Bagaimana tidak? Lebih dari 2 tahun aku tidak bersamanya. Dia mengusap rambutku pelan dan mencium keningku.

 

“Kau tahu? Aku akan benar – benar gila jika kau menikah dengan Byun Baekhyun.”

 

“Nado…aku akan lebih gila lagi jika kau menikahi adikmu..” dia hanya tersenyum simpul mendengar jawabku. Sedetik kemudian dia melepaskan pelukannya.

 

“Ahaha..ternyata aku memang begitu berarti bagimu xD” what?! Sifat percaya dirinya itu masih terasa kental di dalam dirinya. Dia masih sama dengan Jong In-ku dulu. Masih dengan Jong In yang selalu tertawa. Mungkin dulu dia lahir bukannya menangis, justru tertawa lebar (?)  xD.

 

“DASAR!!!” kujitak kepalanya. Dia meringis sembari mengusapnya pelan, kucium puncak kepalanya, sayang. Aku benar – benar merindukannya.

 

——

 

Chanyeol POV

 

“Yae In~ahh…”

 

“Huumm?”

 

“Rencana mu benar – benar gila. Bagaimana jika tadi Chanhee marah dan menendang Jong In saat dia tahu kalau yang disampingnya bukan Baekhyun?”

 

“Hahaha…aku sudah hafal betul seperti apa reaksi yang akan dilakukan Chanhee ketika tahu yang disampingnya adalah Jong In dan bukan Baekhyun..”

 

“Aku lega…akhirnya…”

 

“Akhirnya? Kenapa hum?”

 

“Hey! Jangan pura – pura bodoh!” aku menjitak kepalanya pelan. Lama sekali aku tidak melakukan ini. Aku merindukan saat – saat menjitak kepalanya itu xD. Eh? Bukannya membalasku seperti biasanya dia justru sibuk dengan binatang mungil di depannya itu.

 

“Yae In~ah…”

 

“Hum?”

 

“Hey, lihat aku…” aku menyengol lengannya. Dia masih tak menatapku dan lebih memilih bermain bersama kucingku yang tadi sengaja ku bawa ke taman bersama kami.

 

“Ya! Kim Yae In!!!” aku menyengolnya sedikit keras. Sontak dia pun berhasil tersungkur di tanah.

 

“YAAAA!! PARK CHANYEOL!!” Aku menelan ludah dengan susah payah, terasa berhenti di tenggorokanku. Babo! Kau akan mati hari ini Park Chanyeol. Aku membantunya berdiri. Dia menatapku sangat….andwae! >.<

 

“Mianhae Yae In~ah…tolong jangan bunuh aku! Aku mohon!” aku berlutut sembari memegang tangannya. Aku menutup mataku, takut akan death glare-nya.

 

“Ya! Yae In, aku mohon maafkan aku!! Aku masih ingin hidup! Aku juga belum melamarmu…!! uuuppss” sedetik kemudian, dengan tampang cengo aku menatapnya takut – takut. Paboya! Aku keceplosan. Dia mencubit pelan pipiku lalu menarikku untuk ikut berdiri bersamanya.

 

“Apa yang kau lakukan, hum?” tanyanya. Images aura iblisnya sudah mulai melembut.

 

“Kau~ Kau tak marah lagi?”

 

“Memangnya aku tadi marah padamu?” aku bernafas lega.

 

“Jadi bagaimana?” tanyaku kemudian.

 

“Apanya yang bagaimana?”

 

“Kau mau….”

 

“Yaaa! Monggu~yaa! Kau mau kemana? Berhenti!” belum selesai aku mengatakan sesuatu dia sudah terlebih dahulu mengejar kucingku yang berlari entah kemana. Sial!

 

“Ah Monggu~yaa..aku kira kau akan menghilang. Bisa – bisa Chanhee marah besar kalau Monggu-nya hilang.” Dia terus saja berceloteh dengan kucingku. Bahkan mungkin dia lupa kalau aku ada di belakangnya dengan badan penuh lumpur karena harus mengambil kucing nakal itu di atas pohon di tengah – tengah kolam lumpur (?).

 

—–

 

“KIM YAE IN!! kenapa kau malah berselingkuh dengan kucingku!” teriakku frustasi. Hampir 4 jam berlalu. Dia hanya bermain dan berbicara dengan kucing itu.

 

“Ne??” jawabnya polos.

 

“Ah ani! Lupakan saja!” aku duduk membelakanginya.

 

“Park Chanyeol?”

 

“……” dia menghampiriku dan tiba – tiba menyelipkan setangkai bunga rumput berwarna putih di telingaku.

 

“Park Chanyeol neomu yeoppeo! aku suka ^^” tiba – tiba dia sudah melingkarkan tangannya pada tubuhku. Ya, dia memelukku dari belakang. Dapat kurasakan nafasnya yang lembut pada tengkukku, membuat hatiku sedikit berdesir.

 

Dia selalu melakukan hal yang mengejutkan. Dasar yeoja yang satu ini! Aku berganti posisi kini balik menghadapnya. Kutatap matanya yang bulat itu, perlahan ku angkat dagunya. Dia mulai menutup matanya. Ku dekatkan wajahku perlahan. Kubisikkan kata saat aku hendak menciumnya, “Yae In~ahh…sa….”

 

“YAA!! PARK CHANYEOL!!” sontak aku terbangun. Mencoba mengangkat kepalaku yang terasa berat.

 

“KENAPA KAU MALAH TIDURAN DISINI!! PABO~~ Jja! Kita harus pulang.” Ku kerjap – kerjapkan mataku berusaha menyadarkan diriku dari apa yang baru saja kualami. Akh! Ternyata hanya mimpi. -____- dia ternyata masih saja bermain bersama Monggu sampai – sampai aku tadi tertidur.

 

“Jja!” aku tarik tangannya segera meninggalkan tempat ini. Akh! Kenapa hanya mimpi? -__-

 

“Hey…”

 

“Apa?”

 

“Kau tadi memimpikanku, hum?” aku sedikit melirik ke arahnya.

 

“Aniya~”

 

“Jinjja…?”

 

‘Akh! Sudahlah lupakan! Kita harus segera pulang!” aku berjalan sedikit lebih dulu darinya.

 

“Park Chanyeol…”

 

“Sudahlah…jangan mengajakku untuk menemanimu membeli sesuatu atau sekedar mampir ke sebuah toko, aku ingin segera pulang…”

 

“Chanyeol…”

 

“Aku sedang bad mood sekarang. Aku lelah. Besok kita jalan – jalan lagi.”

 

“YAAA!! PARK CHANYEOL!!”

 

“Iiishh…apa?”

 

“Ini bukan jalan pulang, bodoh!”

 

“M-MWO?!” aku membulatkan mataku. Jinjja! Aku melihat sekitarku. Ini jalan menuju pemakaman kan? Aku segera menariknya dan berjalan sedikit lebih cepat karena baru saja aku merasa hawa dingin menyentuh tubuhku. Membuatku sedikit…merinding (?).

 

—–

 

Yae In POV

 

“YA PARK CHANYEOL KAU SUNGGUH MENYEBALKAN…!!!!” pekikku padanya. Ku putuskan untuk berjalan mendahuluinya.

 

“Ya! Eodiga?” pertanyaannya sama sekali tak kuhiraukan. “Sudah hampir gelap, ayo pulang.” Pintanya sekali lagi dengan nada yang sangat lembut.

 

Satu deathglare-ku berhasil mendarat padanya. Helaan nafasnya pun terdengar, menandakan dia menyerah.

 

“YAAA!!! IGE MWOYA?! TURUNKAN AKU SEKARANG!!!” apa dia pikir aku kucingnya? Seenaknya saja dia menggendongku. Ku pukuli punggungnya dengan keras.

 

“Ssstt…diam dan jangan membantah.”

 

“Monggu-ya..tolong aku.” Ucapku memelas pada kucing yang sedang dibawa Chanyeol.

 

Meeeooow…” hanya itu jawaban dari si empunya suara.

 

“Chanyeollie…mwohaneungoya?” suara yang sangat familiar bagiku membuat Chanyeol menurunkan diriku.

 

“Baekhyunnie…ini bukan seperti yang kau lihat.” Baekhyun oppa? Kubalikkan badanku dan bingo! Sontak ku langsung bersembunyi di balik punggung oppaku ini.

 

“Bisakah kalian jelaskan ini?” Baekhyun oppa mulai memandangi kami –aku dan Chanyeol- bergantian. Aku hanya menggeleng cepat dan menunjuk Chanyeol dengan daguku.

 

“Heemm…bagaimana ya aku memulainya? Hehe.” Dia hanya tertawa innocent dan menggaruk tengkuknya.

 

“Mwo?” apa oppa marah pada Chanyeol? “Katakan padaku yang sejujurnya.”

 

“Sudahlah oppa. Kajja, kita pulang!” aku menarik tangan Baekhyun oppa untuk pergi.

 

“Jangan pergi dulu.” Aku hanya menatap Chanyeol dengan tatapan –ada apa lagi?-

 

“Eeehmm…itu..aku…” aku berbalik lagi dan hendak pergi.

 

“Ya!! Jangan pergi dulu. Aku mau menyatakan perasaanku…!!” deggh. Kini dirinya sudah berdiri di hadapanku. “Kim Yae In atau Byun Jihyun, saranghae…” tubuhku membeku mendengarnya. Sedangkan oppaku hanya terkekeh sambil menutup mulutnya.

 

“Bukankah itu yang kau tunggu?” ucap oppaku menggodaku. Saat hendak berbalik tangannya dengan sigap menahanku.

 

“Wajahmu memerah…ppfft” oh sial..!! kini yang ada dia sedang menertawaiku.

 

“Jiji-ya..oppa kali ini tidak bisa membantu, nan galkkaeyo”

 

“Ya! Oppa..!!!” teriakanku terabaikan.

 

“So?”

 

“What?!” jawabku datar.

 

“Do you love me or not?”

 

“If I said not what you gonna do?” Dia memelukku, apa dia kecewa? “Maaf…tapi dihatiku sudah penuh dengan namamu. Dan kau harus bertanggung jawab.” Lanjutku.

 

“Heehehe…gomawo.” Ujarnya sambil mengecup keningku.

 

 

THE END

Author : makasih buat yang baca ya….hahaha para author seneng banget baca komennya :D. Pengennya sad ending tapi ada beberapa perselisihan dan akhirnya di putuskan happy ending. Makasih 😀

29 pemikiran pada “We Were in Love

  1. Aku shock setengah mati saat tau Jong In masih hidup-,_,- ceritanyaa keren thor!!! Bikin sesak,senang,senyum2 sendiri ga jelas sambil baca ff ini. Sequel dongg thorr~

  2. Sumpah,ini ff keren bgt thor^^ seneng bgt rasanya kkamjong balik lagi sama chanhee:3 dan yeollie sama Yae In.. Baekkie oppa nya sama siapa dong thor?._. *abaikan-_-* ini ff daebak!♥

Tinggalkan Balasan ke kimasshiyffa Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s