Don’t Touch My Heart (Chapter 2)

Don’t Touch My Heart

Author : CherrisMatics

Main Cast :

–          Jung Ha Joon (Ha Eun)

–          Byun Baekhyun (Baekhyun)

–          Wu Fan (Cris)

–          Oh Hye Rin (HyeRin)

Support Cast :

Ha Eun Classmeet :

–          Jung Rae Hoon (Rae Hoon) as Ha Eun’s Best Friend

–          Oh Se Hun (Se Hun) as Ha Eun Classmeet

–          Park Chan Yeol (Chanyeol) as Ha Eun Classmeet

–          Kang Hye Mi (Hye Mi) as Ha Eun Classmeet

–          Kim Joon Myeon (SuHo) as Ha eun Classmeet

 

Cris Classmeet :

–          Do Kyung Soo (D.O) as Cris Classmeet

–          Zang Yi Xing (Lay) as Cris Best Friend

 

Baekhyun Classmeet :

–          Kim Jong In (Kai) as Baekhyun’s Bestfriend

–          Kwon Na Ya (Naya) Baekhyun’s Classmeet

–          Kim Min Seok (XiuMin) Baekhyun’s Bestfriend

 

 

–          You Can Find

Genre : Romance, School Life, comedy (maybe)

Lenght : Chaptered

Line : 13Line

Episode Sebelumnya :

Aku memasang sabuk. Sabukku sepertinya ada masalah. Cris bilang “Permainan hampir dimulai, ada masalah?” Aku jawab “Aniyo”. Aku gemetar 5 detik setelah pemainan dimulai. aku yang tadinya tidak pernah teriak karena permainan, kali ini aku berteriak “Ahh,, sudah,, aku tidak mau,, sudah”. Tak lama aku berteriak, Cris yang ada di sebelahku Memegang tanganku. Ia menatapku dan ia mengatakan . . .

Chapter 2 : Aku takut

Ha Eun POV

Cris mengatakan “Kau . . . . ” saat dipermainan . Aku tidak mendengarnya, akupun tidak bisa berkata apa – apa selain berteriak. Tak lama permainan berakhir. Aku tidak bisa apa – apa selain berdiam diri. Cris menatapku dan ia melepaskan sabukku lalu membantuku berdiri.

“Cris, aku benar benar tidak bisa.”

“Tidak bisa?”

“iya, aku benar benar tidak bisa mengendalikan perasaanku.”

“Maksudmu, maksudmu kau?”

“aku apa? Aku bilang aku benar benar tidak bisa mengendalikan perasaanku, aku benar benar pusing.”

Cris sebenarnya bicara apa, aku sendiri tidak mengerti

Cris POV

Tak lama aku dan Ha Eun berpisah, karena aku ingin bersama teman temanku. Apa maksud Ha Eun ‘aku apa? Aku bilang aku benar benar tidak bisa mengendalikan perasaanku, aku benar – benar pusing.’  Dia benar – benar membuatku lebih pusing. Apa dia mendengar apa yang aku katakan tadi? Aku bilang aku . . .

“Cris – ah”

“Ah, anyyeonghaseo Soo Yeon-ah.” Jawabku pada seseorang yang memanggilku dari belakang. “Cris-ah, aku mau membeli sesuatu, maukah kau menemaniku?” tanya Sooyeon, Sooyen adalah temanku, teman terindahku. “ne” jawabku dengan senang hati.

Aku mengikuti Soo Yeon dari belakang, baru sadar tali sepatuku lepas, aku menundukkan badan membenarkannya. Saat aku selesai membenarkan, aku langsung berdiri, didepanku lihat masih ada Soo yeon berjalan, aku memalingkan kepalaku kesebelah kanan. Ha Eun. Iya, Ha Eun, sedang duduk dikursi bersama SeHun. Apa yang SeHun lakukan, ia sedang mengelus rambut Ha Eun. Sekarang apa ini. Kenapa wajah SeHun menekat kewajah Ha Eun, aku harus menghentikan mereka.

“Cris-ah” Soo Yeon memanggilku.

“ah, ada apa Soo yeon?”

“Kau bilang mengikuti ku dari belakang kenapa kau diam saja disini?”

“Ah, a aku, tadi membenarkan ali sepatuku yang lepas, ayo lanjutkan perjalannya” aku mendonrong Sooyeon dengan pelan dari belakang, aku menoleh kekananku, mereka berdua terlihat tertawa bersama, apa mereka sudah melakukannya?

“Cris –ah, Cris, Cris, CRIS.” Teriak soo yeon

“ah, ne, ada apa? Kenapa kau berteriak?”

“Cris? Aku tanya apa yang ini bagus? Kau sebenarnya kenapa? Ada yang kau pikirkan?”

“Aniya, menurutku lebih bagus yang itu.”

Ha Eun POV

Selepas aku  berpisah dengan Cris, aku bertemu SeHun dan lainnya, untung saja oppa ku ini sangat peduli kesehatan, ia membawa obat kemana mana, jadi aku duduk di kursi yang ada di depan toko permen. Yang lain masuk kedalam toko permen, tapi aku dan SeHun duduk dikursi diluar.

“Ha Eun-ah, sepertinya kau benar benar sakit.”

“Tentu saja, untuk apa aku berbohong.”

“Bukan, maksudku, apa kau benar benar memakan obatnya?”

“Oppa, tentu saja.”

“Sini aku lihat.”

SeHun, mendekatkan wajahnya kewajahku seperti akan menciumku, tentu saja tidak akan ku biarkan, tapi, SeHun hanya akan melihat apa aku benar benar memakan obat yang diberikatnnya. Tentu saja aku memakannya, entah kenapa kami berdua setelah itu tertawa bersama seperti ada seusatu yang lucu. Benar benar kami berdua. Teman – temanku belum juga keluar dari toko permen, aku dan SeHun mendatangi mereka. Tak sengaja aku menabrak seseorang. Ia ternyata Byun Baekhyun. Kepala kami bertabrakan. Rasanya pusing sekali. Setelah itu semuanya hitam.

“Ha-Eun, kau bisa mendengarku”

“Ah,ne.” Aku berusaha duduk dari kasur

“Apa kau sudah baik? Jeongmal Mianhae.”

“Wae? Lagipula yang menabrakmu itu aku Baekhyun.”

Aku pikir aku hanya berdua dengan Baekhyun diruangan yang serba putih itu, apa aku disurga? Aku mencubit pipi ku. “aww” benar benar sakit, ini bukan mimpi juga bukan Surga.

“Baekhyun, kita ini dimana?”

“Aku tidak tahu, yang pasti hanya tempat ini yang bisa dipakai untuk beristirahat.”

Tak lama seseorang datang

“Hey, Kalian sedang apa disini? Ini bukan tempat bermain petak umpet. Kau tahu ini bangunan setengah jadi, cepat keluar, keluar, dasar anak- anak nakal”

Ternyata ini tempat bangunan setengah jadi, mungkin akan membangun wahana baru. Aku dan Baekhyun berlari keluar.

“Baekhyun” seseorang dari belakang memanggil baekhyun.

“Ha Eun, itu disana teman – temanmu, aku kesana dulu ya, Bye.”

Aku tidak menjawab, Baekhyun langsung pergi, aku ingin sekali menjawab ‘jangan pergi, sebentar lagi, aku ingin sebentar lagi bersamamu’ . uh, sudahlah, segini saja aku sudah bahagia.

Oh iya, Cris ingin berbicara apa padaku, dia bilang ‘Kau’ kau apa?

Author POV

Ha Eun, tidak menemui teman – temannya, tapi ia malah pergi mengikuti Baekhyun, tunggu, bukan Baekhyun tapi lebih sedikit kedepan ketoko souvenir, disana ada Cris.

“Cris-ah” panggil HaEun. Cris melambaikan tangan nya kearah HaEun pertanda ia mendengar HaEun. Cris berlari kecil menuju HaEun.

wae geu raeh (ada apa) Ha Eun-ah.”

“Aku Cuma mau tanya, kau tadi bilang apa saat aku bilang aku pusing.”

“Ah, itu, aku mau bilang.” Dialog Cris Terpotong karena ada seseorang yang menabrak HaEundengan tidak sengaja, ternyata itu Baekhyun.

“HaEun, Mianhannayo.” Baekhyun meminta maaf pada HaEun karena ia tadi menabrak HaEun.

“Apa Kepalamu masih sakit?” tambah Baekhyun. HaEun mengangguk dengan wajah aegyonya tanda kepalanya sudah tidak sakit. “Baekhyun-ssi, kau belum menyapa temanku.” Kata HaEun masih dengan wajah aegyonya. “ah,ne, Baekhyun imnida.” Menjulurkan tangannya. Tangan Baekhyun dibalas oleh Cris “Cris” dengan wajah dan suara datar dan menatap tajam Baekhyun. “ah, Cris, maaf mengganggu kalian, sebaiknya kau pergi dulu.” Baekhyun pergi dengan berjalan kebelakang sebentar dan setelah itu berlari kecil kedepan. “Hajima(jangan)” HaEun mengatakan itu dengan berbisik. “Ah, ne, Cris-ah kau ingin bilang ap.” Terpotong karena Cris langsung menyambar “HaEun-ssi, siapa dia? Apa maksudnya dengan ‘kepalamu masih sakit’ apa kau terluka?” dengan nada sedikit tinggi. “Cris-ah, aniyo, aku baik baik saja.” Jawab HaEun. “Baiklah, aku tadi mau bilang, kalau kau itu, Kau, apa kau.” Cris dengan terbata bata. “Aku apa?” dengan mata yang berbinar dan sangat ingin tahu. “Kau apa tadi kau ken – tut?” Kata Cris sedikit ragu. “WHAT? Kentut.” HaEun menjawab dengan Nada sedikit tinggi dan agak malu. “Aniyo Cris-ah, aku tidak. Ah, sudahlah aku pikir sesuatu yang sangat penting, sudahlah. Annyong.” HaEun Pergi buru – buru dengan wajah terlihat kecewa.

 

Baekhyun POV

Siapa itu Cris? Kenapa mereka berdua terlihat sangat akrab, aku pikir HaEun tidak punya teman dekat lain selain dikelasnya. Apa mungkin Cris itu menyukai HaEun. Omo, untuk apa aku memikirkan hal ini. Tidak berguna.

“Baekhyun.”panggil seseorang. “HaEun-ah.” “huh, HaEun, aku HyeMi, Baekhyun.” Ternyata dia HyeMi. Tentu tidak mungkin HaEun. “Baekhyun, bagaimana kalau kita main wahana itu?”HyeMi mengajakku, tentu saja akanku jawab iya. “Apa hanya kita berdua?” tanyaku pada HyeMi. “Ani, banyak ada SeHun, Suho, RaeHoon, D.O, Cris dan Chanyeol.” Hanya mereka, sedikit sekali. “Apa hanya mereka, tunggu, kau bilang siapa? Cris? Lalu siapa itu D.O” aku bertanya lagi. “iya, hanya mereka, kau bisa ajak Kai juga XiuMin. D.O itu teman dekat Cris. Kau tahu Cris dia murid 2G.”  Jelas HyeMi. “Iya, akan ku ajak mereka. Aku tahu Cris, ternyata anak 2G. Cepat kewahananya pesan tiket nanti antrian semakin panjang, aku cari Kai dan XiuMin dulu.”   “Yap, captain.” HyeMi memberi hormat padaku.

Hanya mereka, biarlah, aku ingin tahu memangnya Cris itu seperti apa. “Kai, XiuMin.” Panggilku. “Hey,Baekhyun kemana saja kau.” Jawab Kai “aku tidak kemana mana, bagaimana kalau kita main wahana disana itu.” “Ide Bagus, itu wahana yang mengerikan, fantastis. Ayo kita kesana.”

Aku, Kai dan XiuMin pergi kewahana itu, antrian mereka adalah antrian paling belakang jadi aku mudah menemui mereka. “HyeMi.” Sapaku menepuk punggung HyeMi. Hyemi berbalik dan ternyata itu bukan HyeMin tapi itu Rae Hoon, teman baik HyeMin. “yya aku bukan HyeMi.” Teriaknya. “HyeMi didepan.” Lanjutnya. “Santai saja lah Rae hoon.” Ucap XiuMin menenangkan Raehoon. Lalu Kai kebarisan depan untuk menemui SuHo. Tinggal lah aku paling belakang, kebetulan satu tempat antrian itu bisa memuat dua orang, disebelahku ada Cris.

Cris, aku dan dia sama sama diam dalam keadaan canggung. Kecanggungan kami akhirnya terhenti sejak seseorang menepuk punggungku dan dia. “Kenapa kalian tidak mengajakku, aku sendirian di toko permen itu, aku melihat kalian disini, banyak sekali. aku ingin ikut boleh?” seseorang itu yang ternyata adalah HaEun. HaEun bicara sedikit terengah engah mungkin iya habis berlari. “Sangat Boleh.” Aku dan Cris menjawab bersamaan. “Wah, aku pikir tadi tidak dibolehkan. Ngomong – ngomong kalian kompak ya.” Lagi lagi dengan wajah aegyonya HaEun menjawab. “Tidak, siapa bilangang aku kompak dengannya.” Kami menjawab bersamaan.Lagi. “sudah ku bilang kalian kompak, buktinya.” Kata HaEUn pasti. Aku dan Cris saling menatap malu. Antrian berjalan kami menduduki antrian nomor 5.

HaEun POV

Ku Pikir Cris akan mengatakan sesuatu yang ingin aku dengar ternyata, ia mengatakan itu, aku sama sekali tidak kentut, dasar Cris bodoh. ‘Noona, aku memesan ice cream moccacino satu.’ Aku sedang berada di toko permen sekaligus ice cream sebenarnya toko permen tapi ada depot ice cream. Ice cream ku datang aku memakannya, karena aku sedang marah aku pesan lagi satu. Semua teman – temanku kemana, bahkan RaeHoon tidak ada, apa mereka kewahana Horor yang satunya lagi, aku dengar mereka ingin mancoba wahana itu. Wahana itu lebih mengerikan lagi dari pada wahana yang pertama kali kami datangi. Karena hantunya bergerak, hantunya juga bisa memegan tangan dan kaki, wuaahh seram. Ya mereka pasti ada disana. Aku bergegas menghabiskan ice cream moccacinoku. Lagu pergi kesana.

Sudah kubilang aku benar. Mereka berada diantrian terakhir bergegas aku mendatangi mereka. Diurutan paling belakang ada Cris dan Baekhyun. Astaga, apa yang harus aku lakukan. Wajahku akan memerah lagi nantinya, huh. Tak apa lah bersikap seperti yang dibilang RaeHoon, ‘bersikaplah seolah – olah mereka aku’. Aku coba ternyata berhasil, aku sama sekali di kelihatan gugup, padahal jantungku berdebar 200x lebih kencang dari pada biasanya.

Lama sekali antriannya akhirnya rombongan kami lah yang akan bermain. Wahana ini tidak mau jika satu rombongan ada 4-5 orang, peraturannya adalah setiap lorong hanya akan diisi maksimal 3 orang. Dair barisan awal HyeMi dengan Suho. Kai dengan SeHun. XiuMin dengan D.O. dan Raehoon dengan Chanyeol. Aigoo. Aku dengan siapa? Apa Baekhyun dan Cris mau membawaku.

“Cris, Baekhyun kalian tidak akan berdua saja kan menyusuri lorong yang terakhir?” tanyaku

“Tentu saja tidak akan.” Jawab Baekhyun seperti biasa, lembut dan mempesona. Aku mengangguk dengan senang. Kami mendapat lorong terakhir yaitu lorong ke-8. Kami bertiga masuk perlahan. Wajahku, aku terlihat agak sedikit takut. Wajah Cris, seperti biasa santai dan agak tegang. Sedangkan wajah Baekhyun, dia tenang dan santai, seperti itulah. Sudah beberapa hantu kami lihat dan semuanya tidak ada yang menakutkan. Lalu, ‘Arggghhhh’ teriakku takut. Ada hantu yang memegang kakiku. Cris dan Baekhyun terlihat cemas. Aku mengibas – ngibaskan kakiku, lalu hantu itu melepasnya. Syukurlah. “ini.” Baekhyun memberiku sapu tangan. Aku bingung. Aku diamkan saja sambil menatap nBaekhyun dan mengangkat alisku, pertanda aku bertanya untuk apa. Kami semua hening. Lalu Baekhyun dan Cris tiba – tiba mencium pipiku. Bersama. Pipiku.

 

Next Chapter

“Kalian ini kenapa? Sudah gila ya?”

“Aku tidak sengaja, maafkan aku.”

“Sudah lah kau pergi saja dengannya.”

“Tidak, aku ingin bersamamu Baekhyun.”

“Sudahlah jangan lagi. Aku tidak ingin melihat mu lagi.”

 

TBC

Jeongmal Gomawoyo, karena sudah membaca FF yang Kurang bagus ini. Jangan lupa komentar ya

 

 

 

2 pemikiran pada “Don’t Touch My Heart (Chapter 2)

  1. Ceritanya Kurang di pahami thor, mungkin penyusunan katanya kali ya thor? Hehe.. Nice FF! KEEP WRITING and FIGHTING!d(>.<)b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s