Angel (Chapter 2)

ANLAST

Author :

Quidie

Cast:

Song Angel 

Luhan (Exo) 

Kai (Exo) 

Cho Saera 

Kris (Exo)  

Sehun (Exo)  

Neo..ikutlah denganku.” Ucap namja itu seraya menatap Angel dalam.

Angel tertawa kecil mendengarnya. “Mwo?! Untuk apa?! Agar kau bisa kembali menghinaku seperti tadi?! Kau pikir kau ini siapa?!!”

“Aku sudah melihat semuanya.” Perkataan namja itu membuat Angel menatapnya tak mengerti. “Mianhae..”

Ya~kau pikir semua masalah di dunia ini bisa diselesaikan dengan kata maaf?!”

“Mwo?!” Namja itu menatap Angel kesal. “Neo jinjja..kalau bukan karna Eommaku yang menyuruhku untuk kembali membawamu pulang kerumah aku pasti tidak akan..”

“Kalau begitu pulang saja.” Seru Angel santai.

Ya~neo waegurae?! Aku kan sudah baik-baik mengajakmu dan meminta maaf, tapi kenapa sikapmu keras kepala seperti ini?! Lagipula kau sendiri sudah tidak punya tempat tinggal lagi!”

“Kau pikir aku ini apa?! Tadi pagi dengan santainya kau menghinaku, hanya karna aku orang miskin kau dengan seenaknya menginjak-injak harga diriku. Dan sekarang, kau tiba-tiba saja datang dan memaksaku untuk kembali ke rumah itu. Atas dasar apa kau melakukan semua ini?!”

“Kau masih sakit kan?!” Pertanyaan namja itu membuat Angel sedikit terkejut. Ia sama sekali tidak menyangka kalau ternyata pemuda itu bisa melihatnya.

Na gwencana.”

Geotjimal. Kau bahkan tidak punya arah tujuan saat ini” Sergah namja itu.

Aniya. Tadinya aku berniat pergi kerumah temanku untuk tinggal bersamanya sementara tapi karna hujan aku terpaksa harus berteduh lebih dulu.” Jawabnya berbohong.

Keurae?! Baiklah..terserah padamu!” Kata namja itu kesal lalu berlari masuk kedalam mobil dan melajukannya meninggalkan tempat itu.

“Dasar namja menyebalkan!!! Aiisssh!!!” Seru Angel kesal.

Hari sudah beranjak sore dan tanda hujan akan berhenti belum juga terlihat, rasa dingin sekaligus pusing dikepala Angel yang semakin menjadi membuat gadis itu semakin lama semakin lemah hingga akhirnya jatuh pingsan di depan sebuah toko.

Seseorang mendadak menghampiri Angel yang kini tak sadarkan diri. Orang itu tidak lain adalah namja tadi. Sebenarnya ia sama sekali tidak pergi dari sana, sejak tadi ia terus mengamati Angel dari dalam mobilnya yang letaknya cukup jauh dari sana. Dan saat ia melihat ada yang aneh dari gadis itu, ia pun dengan cepat menghampirinya.

Babo.” Ucap namja itu lalu mengangkat tubuh Angel dan membawanya masuk kedalam mobil.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Angel membuka matanya perlahan kemudian mulai mengamati ruangan sekitarnya. Detik berikutnya ia berubah terkejut. “Tempat ini..Bagaimana..?”

“Jangan banyak bergerak dulu.” Ucapan seseorang membuat Angel sontak menoleh dan akhirnya mendapati seorang wanita paruh baya yang kini berjalan menghampirinya.

Chogi..kenapa aku bisa kembali ke tempat ini?” Tanya Angel heran

Wanita itu tersenyum pelan. “Luhan yang membawamu kesini.”

“Lu..Luhan?!” Angel menatap wanita itu bingung

“Dia adalah anak Ahjumma. Namja yang sudah membuatmu kesal sepanjang hari ini.” Mendengar jawaban wanita itu membuat Angel menghela nafasnya pelan. Ia tau siapa orang yang dimaksud itu. “Mianhae..Ahjumma tau ucapannya tadi pagi pasti menyakiti hatimu. Tapi percaya atau tidak, dia sebenarnya anak yang baik dan perhatian pada orang lain. Hanya saja terkadang menyebalkan memang.” Canda wanita itu membuat Angel ikut tersenyum kecil. “Oh iya..Ahjumma juga sudah mendengar semuanya, tentang apa yang terjadi padamu.”

Raut wajah Angel mendadak berubah mendengar hal tersebut. “Kau bisa tinggal disini untuk sementara kalau kau mau..”

Aniyo Ahjumma..aku..”

“Kalau kau merasa keberatan karna tidak ingin dikatakan sebagai orang yang hanya ingin menumpang gratis dirumah ini kau bisa membayarnya dengan tubuhmu.”

Ucapan Ahjumma itu membuat Angel membelalakkan matanya. “Mwo?!”

Melihat respon Angel yang seperti itu membuat Ahjumma itu tertawa kecil. “Haha! Jangan salah paham, maksud Ahjumma membayar dengan tubuhmu. Kau bisa bekerja membantu pekerjaan rumah ini sebagai bayaran selama kau tinggal disini. Otthe?!”

Mendengar itu membuat Angel lega seketika. Gadis itu tidak langsung menjawab. Tinggal bersama dengan namja itu?! Maldo andwae! Keundae..untuk sekarang sepertinya ini satu-satunya jalan terbaik untuknya. Ia mungkin bisa tinggal ditempat ini sampai Ayahnya kembali.

“Aku akan melakukannya.”

♥:♥:♥

 

Seperti kesepakatan yang mereka buat sebelumnya, Angel kini benar-benar tinggal di rumah itu.

Chogi..” Angel berjalan ke dapur menghampiri pengurus rumah yang kelihatannya sedang sibuk memasak.

“Gaeun Ahjumma..” Kata orang itu tiba-tiba membuat Angel cukup terkejut. Tadi ia  memang bingung harus memanggilnya apa. Namun ia sama sekali tidak menyangka kalau Ahjumma itu tau apa yang dipikirkannya.

Nde..? Ah~Gaeun Ahjumma..apa yang harus kulakukan disini?” Tanyanya

Gwencana. Kau tidak perlu melakukan apa-apa.” Jawab Gaeun Ahjumma

Ahjumma..apa Haeri Ahjumma yang memintamu agar tidak membiarkan aku bekerja?” Pertanyaan itu cukup membuat Gaeun Ahjumma nampak terkejut. Dan melihat perubahan itu membuat Angel yakin apa yang dikatakannya barusan tepat sasaran. “Ahjumma..jebal, biarkan aku membantu melakukan pekerjaan dirumah ini. Aku sama sekali tidak ingin hanya terlihat sebagai benalu dirumah ini.”

Gaeun Ahjumma menatapnya cukup lama, lalu akhirnya tersenyum sambil menghela nafasnya.”Baiklah..kau boleh membantuku.”

Jinjja?! Oh~gomawoyo Ahjumma..” Seru Angel senang.

Karna ada Angel yang membantu Gaeun ahjumma pekerjaan memasak itu jadi lebih cepat selesai.

Nyonya Haeri dan Luhan baru saja tiba di ruang makan saat mereka melihat Angel dan Gaeun sedang menyiapkan makanan diatas meja.

“Angel~ah..apa kau ikut memasak semua ini?!” Tanya Nyonya Haeri tiba-tiba.

Ne..” Melihat Nyonya Haeri yang mendadak menatap kearah Gaeun ahjumma membuat Angel cepat-cepat menjelaskannya. “Ah~ahjumma..itu bukan karna Gaeun ahjumma yang menyuruhku. Tapi aku sendiri yang ingin melakukannya. Jinjjaro..”

Keundae Angel~ah..”

Ahjumma~bukankah kita sudah sepakat. Tolong jangan mengubahnya, sekalipun menurutmu itu untuk kebaikanku.” Sergah Angel cepat. Nyonya Haeri kini menatap gadis itu dalam. Sampai akhirnya tersenyum kecil.

Keurae..terserah padamu saja.” Ucapnya. Angel sendiri ikut tersenyum melihatnya.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Angel baru saja selesai mandi saat ia berjalan menuju dapur. Rambutnya yang habis dikeramas saja masih terlihat basah. Gadis itu lalu membuka kulkas dan mengambil air minum dan bersiap meneguknya.

“Wangi..” Ucapan seseorang dari belakangnya spontan membuat gadis itu terkejut hingga akhirnya tersedak.

Uhuk..uhukk!!

Angel lalu berbalik dan akhirnya mendapati orang itu. Seorang namja. Namun ia sama sekali tidak mengenalnya. “Rambutmu wangi..” Ucap namja itu mengedipkan matanya sambil tersenyum. Kemudian berjalan menaiki tangga sambil membawa minuman kaleng ditangannya. Meninggalkan Angel yang nampaknya masih terpaku ditempatnya karna terkejut.

DEG!

 

Bayangan saat tadi pemuda itu bicara dibelakangnya kembali terlintas. Ia sadar, saat pemuda itu bicara dirinya pasti sangat dekat dari wajahnya. Hal itulah yang membuatnya terkejut. Gadis itu sama sekali tidak menyadari kehadirannya disana. Geu namja..nuguya?

“Angel~ah..” Teguran seseorang sontak membuat lamunan gadis itu buyar. Gaeun Ahjumma kini sedang menatapnya heran.

Nde..waegurae Ahjumma?” Tanya Angel yang sudah kembali kesadarannya.

“Ani~Ahjumma ingin meminta tolong. Bisa tidak kau antarkan minuman ini ke kamar Tuan Luhann? Sebenarnya tadi aku ingin mengantarnya tapi perutku mendadak sakit, jadi..”

Gwencanayo Ahjumma..biar aku saja yang mengantarkan minuman-minuman ini.” Kata Angel seraya mengambil nampan yang telah berisi banyak gelas berisi minuman.

Gomawo..” Ucap Gaeun Ahjumma lalu beranjak pergi.

Angel kini berjalan pelan menaiki tangga. Dalam perjalanan ia sempat berpikir, “Untuk apa minuman sebanyak ini? Jangan bilang kalau Luhan yang ingin meminum semua ini? Namja itu benar-benar diluar dugaan rupanya..” Gumamannya mendadak terhenti saat ia berada didepan kamar Luhan. Beruntung pintu kamar itu sedikit terbuka jadi ia bisa masuk dengan mendorongnya saja, karna kedua tangannya sedang memegang nampan.

Chogi..” Ucapan Angel mendadak terhenti berganti keterkejutan saat memasuki kamar itu. Didalamnya ternyata terdapat 4 orang namja yang sepertinya juga sama terkejutnya dengan dirinya.

Omo! Namja itu..? Bukankah dia..?!. Mata Angel langsung membulat saat menangkap sosok yang sedang mendengarkan musik diatas tempat tidur. Namja yang tidak lain adalah orang yang ditemuinya di dapur.

Ya!! Sampai kapan kau mau berdiri disana!” Ucapan Luhan membuat gadis itu menoleh seketika. Namja itu menatapnya tajam tidak jauh dari sana.

“Ini..aku harus menaruhnya dimana?” Tanya Angel.

Babo~ya! Kau tidak lihat ada meja disana?!” Kata Luhan lagi. Angel sendiri hanya bisa menahan kekesalannya, kalau saja namja itu bukan anak pemilik rumah ini dia pasti sudah membalas ucapannya. Menyebalkan!

Akhirnya dengan kesal, ia pun membawa minuman itu dan menaruhnya diatas meja disamping tempat tidur.

Annyeong!”

“OMO!” Pekik Angel saat namja yang berada ditempat tidur tiba-tiba muncul didepannya sambil tersenyum. Membuat wajah mereka begitu dekat.

DEG!

“Rambutmu wangi~seperti kataku sebelumnya..” Kata namja itu seraya semakin mendekatkan wajahnya kearah Angel.

“Kai~ya..geumanhae! Jangan mengganggunya.” Ucap salah seorang namja yang sedang bermain play station.

“Oh?! Jinjjaro..” Kata namja lain yang ikut-ikutan mendekat kearah Angel.

Gadis itu baru saja ingin pergi sampai namja bernama Kai tiba-tiba saja menarik tangannya. “Mau apa kalian..?!” Tanya Angel khawatir.

“Ya~Kim Jongin..Oh Sehun!! Mwohaneun geoya?! Geumanhaeji. Kau tidak lihat dia sudah ketakutan?” Akhirnya seorang namja dengan tubuh paling tinggi membantu Angel dengan melepaskan genggaman tangan Kai serta menariknya menjauh dari kedua orang itu.

Eiiy~Kris hyung..kau ini sama sekali tidak asik.” Kata Sehun kesal.

Mwo?! Katakan sekali lagi..” Ujar Kris membuat Sehun langsung cepat-cepat memasang senyum lebarnya.

Hehe..bercanda Hyung~” Kekehnya lalu kembali memainkan play station begitupula dengan Kris. Kai sendiri tidak mengatakan apa-apa dan hanya menatap Angel yang kini berjalan keluar kamar.

Gadis itu akhirnya berhasil keluar dari sana, seolah baru saja mengalami hal hebat membuat Angel langsung bersandar di dinding lalu menghela nafas berat.

Namja-namja menakutkan.”

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Angel sudah mendengar semuanya dari Gaeun Ahjumma. Ia baru tau kalau ternyata namja-namja yang tadi pagi berada dirumah ini adalah sahabat-sahabat Luhan. Kai, Kris dan Sehun. Mereka semua bertemu dan saling berkenalan dalam sebuah audisi dance yang mereka ikuti saat 4 tahun yang lalu.

Sejujurnya, menurut Angel baik Luhan maupun ketiga sahabatnya itu sama-sama menakutkan. Terutama pemuda yang bernama Kai. Apalagi setelah apa yang terjadi seharian ini, itu benar-benar membuatnya resah. Beruntung ada Gaeun ahjumma yang berani menjamin kalau mereka semua sebenarnya adalah anak-anak yang baik. Walau belum yakin, Ia tetap akan mempercayai ucapannya.

Hari sudah malam dan orang-orang dalam rumah juga baru saja selesai makan malam.

Prankk!!

Sebuah suara mengejutkan Angel yang baru saja berniat menuju kamarnya namun akhirnya berbalik menuju dapur. Rupanya Gaeun Ahjumma baru saja memecahkan sebuah gelas saat mencuci piring.

Ahjumma~gwencana?!!” Tanyanya saat melihat pecahan gelas di lantai.

“Ne..Ahjumma tidak apa-apa..” Jawaban Ahjumma yang aneh membuat Angel seolah menyadari sesuatu.

Ahjumma~Apa kau sedang sakit?! Wajahmu pucat dan kau juga..kelihatan lemah.” Kata Angel khawatir.

Aniya~saya hanya pusing sedikit..”

Dwaessoyo..sekarang Ahjumma istirahat saja. Biar aku yang akan menggantikanmu.”

Keundae..”

Ahjumma..bukankah aku sudah pernah mengatakannya.” Seolah mengerti apa yang dimaksud Angel, Gaeun Ahjumma pun akhirnya mengalah.

Arra, gomawoyo Angel~ah..” Katanya lalu berjalan pergi meninggalkan dapur.

Angel menatap pecahan kaca dibawahnya saat ini lalu kemudian berjongkok untuk memungutnya. Namun saat gadis itu hampir mengumpulkan seluruhnya tiba-tiba saja jari tengahnya tergores salah satu pecahan kaca hingga mengeluarkan darah.

Akkh~jinjja..” Ringisnya seraya menghisap darah dari jarinya agar dapat berhenti dan ternyata berhasil. Setelah selesai mengumpulkan semua pecahan tersebut ia lalu membuangnya ke tempat sampah dan kembali bersiap melanjutkan pekerjaan Gaeun Ahjumma yang tertunda.

Mwoya~ada barang yang pecah kah?!” Tanya Luhan yang mendadak muncul di dapur. Pemuda itu membuka kulkas lalu mengambil salah satu minuman kaleng didalamnya.

“Hm!” Angel mengangguk pelan. “Gaeun ahjumma tidak sengaja menjatuhkannya, itu karna ia sedang tidak enak badan saat ini. Itu sebabnya aku menggantikannya.” Lanjutnya sambil mulai mencuci piring didepannya. Namun saat gadis itu baru saja menggosok piring dengan sponge jarinya mendadak terasa sakit membuatnya sontak memekik pelan.

Akkh!!

Angel kini memandang tangannya. Rupanya jari tengah yang tadi tergores terasa perih saat karna terkena sabun. Angel tau jika ia melanjutkannya perihnya mungkin akan semakin menjadi tapi mau bagaimana lagi, ia harus tetap melakukannya.

Sesuai apa yang dipikirkannya, gadis itu kembali mencuci piring-piring tersebut. Dan benar saja, perih di jarinya kini semakin terasa namun ia tetap saja melanjutkan pekerjaannya.

Bertahan..Tinggal sedikit lagi..” Katanya dalam hati.

Tiba-tiba saja seseorang dari samping muncul kemudian menarik tangan kanannya.

Ya! Apa yang akan kau lakukan..?!!”

#TBC

Iklan

24 pemikiran pada “Angel (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s