EXO PLANET (Chapter 4) What is Love?

Tittle : [EXO PLANET] What is Love?

Author : Hye724

Genre : Fantasy, Romance

Ratting : T

Length : 4 / Chapter / 12P / 3,151W

Main Cast :  – Park Kyung Mi a.k.a Kyungmi (OC)

                   – Do Kyung Soo a.k.a EXO-K Dio (Here)

– Park Chi Hoon a.k.a Mama (Here)

                   – Kim Jong In a.k.a EXO-K Kai

Support Cast :          – Park Myun Hyang a.k.a Putri Park (OC)

                      – Park Chan Yeol a.k.a EXO-K Park (Here)

                      – Xi Lu Han a.k.a EXO-M Xi

                      – Kim Joon Myeon a.k.a EXO-K Suho

                      – Kim Jong Dae a.k.a EXO-M Chen

                      – Wu Fan a.k.a EXO-M Kris

                      – Byun Baek Hyun a.k.a EXO-K Byun

                      – Oh Se Hoon a.k.a EXO-K Oh

                      – Zhang Yi Xing a.k.a EXO-M Lay

                      – Huang Zi Tao a.k.a EXO-M Tao

                      – Kim Min Seok a.k.a EXO-M Xiu

Others Cast : – Super Junior Members (Hope)

                    – Park Jin Young (Maybe)

                    – Lee Soo Man (Maybe)

A.N :  Annyeong.. Udah nyampe part 4 dong 😀 eh eh ada kisseu nya .__.V Saya ngga ada niat buat bikin adegan itu sumpah, tapi suasana mendukung, di lanjutkan deh XD rada panjangan dikit, rada bosenin banyak. Ya, nilai sendiri aja lah 🙂

Disclaimer : Eh eh Obin milik Saya, BangJok milik Saya, Chanyurr dan Krisseu milik Saya, Yoo Ahjussi milik Saya, Dongie milik Saya, Youngie milik Saya, dan terakhir intinya kesimpulan dari keseluruhannya adalah They are is mine, OKE? 🙂 #always stay wkwk ^^V

Warning : No Bash! No Plagiat! This story real by Me 🙂

Happy Reading~

* PROLOG *

“Kyungmi-ah, berjanjilah padaku” ucap Kyungsoo. Aku mengangkat kedua alisku, tak mengerti dengan arah pembicaraan Kyungsoo. “Berjanjilah Kau akan tetap di sisiku” Kyungsoo mengalihkan pandangannya yang sejak tadi terpaku pada langit kearahku. Deg… Aku merasa nafasku sesak, degup jantungku tak terkendali, Aku merasa seakan ada aliran listrik di setiap tetes darahku.


Kyungsoo-ah Kau membuatku khawatir akan perasaanku padamu..

* * *

 

Do Kyung Soo Side’s

Aku menatap lekat gadis cantik di sisi kananku yang tengah tertelungkup itu, hanya sedikit jarak di antara Kami, dan itu membuat setiap garis wajah Kyungmi terlihat sangat jelas olehku. Gadis bernama Park Kyung Mi ini hanya mematung setelah pengutaraanku padanya tadi. Aku pun tak mengerti apa maksud dari kata-kataku tadi, Aku hanya merasa ingin mengatakan itu padanya, hanya ingin menuruti apa kata perasaanku. Apakah ini sebuah kebodohan? Mungkin setelah ini Kyungmi akan marah padaku. “Mian..” gumamku seraya mengalihkan pandanganku kearah langit biru yang terbentang luas di atas sana. “Aku berjanji” ucap Kyungmi. Aku membulatkan mataku, menatap lekat kearah gadis yang tengah tersenyum padaku ini. Astaga, manis sekali Dia. “Gomawoyo” kataku seraya membalas senyuman Kyungmi tulus.

* * *

Next day…

Pagi yang indah. Udara sejuk menyapu kulitku lembut, bau harum embun pagi seakan memberi sensasi tersendiri mengawali hari ini, gumpalan-gumpalan awan altocumulus menghiasi hamparan langit biru yang cerah. “Ku harap ini awal yang baik untuk hari ini” sebuah harapan konyol terlintas di benakku. Harapan? Aku merasa semakin mirip dengan manusia, ck. Aku melangkahkan kakiku menuju salah satu ruangan di Istana. Pagi ini EXO-K dan EXO-M di minta untuk menemui Mama. Hal apa yang akan di bicarakan oleh Mama? Apakah menyangkut Park Kyung Mi? Entahlah, hal sekecil apapun akan Mama katakan pada Kami, EXO-K dan EXO-M.

“Dio-ah!” sebuah suara mengarah kepadaku. Aku menoleh, mencari sang pemilik suara. Aku melihat sesosok laki-laki bertubuh jangkung tengah berlari kecil kearahku, dengan dua pasang kaki panjang miliknya, membuat perjalanannya kearahku terasa lebih cepat. “Hyungnim, Kau telat bangun lagi kah? Baekki Hyungnim meninggalkanmu lagi?” serbuku pada laki-laki bernama Park Chan Yeol ini. “Iya, si Byun Bacon sialan itu meninggalkanku lagi. Menyebalkan!” runtuknya sebal, Aku terkekeh pelan. Chanyeol Hyungnim ini memang sangat manja pada Baekhyun Hyungnim, bahkan Chanyeol Hyungnim seakan ketergantungan pada Baekhyun Hyungnim. Ketika Chanyeol Hyungnim mendapat tugas untuk menemani Mama di Bumi menjadi Oppa-nya Kyungmi, Chanyeol Hyungnim sedikit ragu untuk menerima tugasnya itu, karna itu artinya Dia akan sering melewati detik tanpa Baekhyun Hyungnim di sisinya. “Kita jalan bersama ya?” pinta Chanyeol Hyungnim seraya membenarkan posisi poninya yang sedikit tak beraturan. “Hmm, kaja Hyungnim” ajakku seraya mulai melangkahkan kedua kakiku bergantian, di ikuti Chanyeol Hyungnim di sisi kananku.

EXO-K dan EXO-M sudah berkumpul di depan pintu besar kokoh yang menjulang tinggi, pembatas antara koridor Istana dengan ruangan Singgasana Istana. EXO-K adalah kelompokku, Kami bertugas memimpin para prajurit Istana untuk menjaga keamanan seluruh Istana. Sedangkan EXO-M bertugas memimpin para prajurit luar Istana untuk menjaga keamanan di luar Istana, menjaga keamanan pemukiman makhluk EXO Planet. Tak ada Kai di antara Kami, karna sejak kepergian Putri Kim Kyung Mi yang tak lain adalah Park Kyung Mi sekarang, Mama tidak pernah mengizinkan Kai berada jauh darinya. Ku lihat asap biru pekat mengebul di depan pintu besar yang kokoh itu. “Hyungnimdeul, Mama meminta Kalian segera masuk” sedetik kemudian Kai muncul dari balik asap biru pekat itu. “Astaga Kai-ah, Kau mengejutkanku!” sentak Kris Hyungnim, Pemimpin EXO-M. “Haha” Kai tertawa kecil, menunjukan seringaiannya yang terlihat menyeramkan itu. “Ayo cepat Hyungnim” lanjut Kai seraya menjentikkan jemari kanannya. Perlahan asap biru pekat itu kembali muncul dari balik tubuh Kai, sedetik kemudian Kai sudah tak terlihat dari hadapan Kami. “Dia itu Dewa atau jelangkung sih?” pekik Tao yang terlihat lebih terkejut dari Kris Hyungnim. Aku hanya terkekeh menanggapi gurauan si bungsu EXO-M itu.

Kami berlutut dengan kepala yang menunduk dalam sesampainya di hadapan Singgasana yang tengah di tempati Mama dan Putri Park. Tak ada Kyungmi disana. Dimana gadis itu? “Ireonna” titah Mama, seketika Kami berdiri tegak menghadap Mama. “Ada hal menyangkut Perang Kedua Dimensi Kedua yang ingin Aku bicarakan dengan Kalian” ucap Mama bijaksana. Bagiku, Mama adalah Raja muda terhebat di seluruh dimensi dunia. Mama memiliki kekuatan yang luar biasa, Mama bisa mengubah musim di seluruh dunia, dan Mama bisa mengendalikan semua Element kekuatan yang di miliki semua Dewa EXO. Tak ada makhluk EXO Planet lain yang bisa mengendalikan kekuatannya untuk seluruh dunia, hanya Mama yang memiliki kekuatan itu. Mungkin jika seluruh Pemimpin Dimensi berkumpul, Mama adalah Raja termuda, tertampan dan terhebat di seluruh dimensi. Tak ada satu hal pun yang membuatku ragu akan kehebatannya. “Ye, Mama” ucap Suho Hyungnim. Seperti biasa, semua jawaban atas pertanyaan Mama yang menyeluruh kepada Kami, pasti Suho Hyungnim yang akan menjawab. “EXO-K Dio, Aku tahu Kau belum mencertitakan mengenai SJ Planet pada Kyungmi. Aku harap Kau akan menceritakan semuanya pada Kyungmi hari ini” Mama menyebut namaku. Sejak kehadiran Park Kyung Mi di EXO Planet, namaku lebih sering disebut oleh Mama saat tengah berkumpul seperti saat ini. “Ye, Mama. Joesonghabnida Mama” Aku membungkukan tubuhku 90 derajat. Astaga, Aku benar-benar lupa. “Gwenchanna, ireonna” titah Mama. Aku kembali menegakan tubuhku. Aku merasa benar-benar bodoh. “Aku akan mengatakan semuanya pada Kalian setelah Kyungmi mengetahui semuanya” jelas Mama seraya tersenyum pada Kami. Mama benar-benar greatest. “Kalian bisa pergi sekarang. Ini tugasmu EXO-K Dio” lanjut Mama seraya mengalihkan pandangannya kearahku. “Ye, Mama” jawabku singkat.

* * *

 

Park Kyung Mi Side’s

Udara pagi ini benar-benar sejuk, Aku tidak boleh menyia-nyiakan sejuknya pagi hari di EXO Planet ini. Sayang sekali tak ada ponsel atau kamera. Mungkin jika ada, Aku akan selca lalu menjadikan foto selca-ku itu sebagai ava di akun Cyworld-ku, kekeke. Tak ada tempat lain yang ingin Ku kunjungi selain taman belakang Istana ini. Ya, Aku tak tahu tempat lain di Planet ini, jadi Aku tidak bisa keluar dari Istana ini. “Eonninim, Kau disini rupanya” sebuah suara memecahkan ketenangan di taman ini. Sontak Aku menoleh, Ku dapati sesosok gadis cantik bergaun biru muda dengan renda putih menghiasi gaunnya. Wajahnya yang cantik membuat Ia tampak sangat sempurna. “Tuan Putri” gumamku seraya tersenyum kearah gadis cantik yang tengah berjalan menghampiriku itu. “Aku mencarimu Eonninim” katanya sesampainya di hadapanku. Dia tersenyum, Aku merasakan sebuah kehangatan membalut tubuhku ketika Ia tersenyum, rasanya seperti tengah di peluk Umma, hangat sekali. Astaga, Tuhan Aku rindu Umma. “Benarkah? Ada apa Tuan Putri?” tanyaku. Aku tak bisa untuk tak membalas senyumnya yang sangat tulus itu, Dia benar-benar cantik dan baik hati. “Ani, Aku hanya ingin bermain denganmu” jawabnya ramah. Aku tersenyum mendengar jawabannya. Bermain? Aku mengingat satu hal yang mungkin bisa membuat Putri Park Myun Hyang sedikit terhibur. “Kyunggyu..” gumamku. Aku melihat satu hal yang tengah Aku fikirkan itu. Ya, Aku fikir Putri Park Myun Hyang akan menyukai Kyunggyu. “Kyunggyu?” Putri Park menatapku bingung. Astaga, pasti Dia mengira Aku memanggilnya dengan nama itu. “Eh? Ani, maksudku itu Kyunggyu” kataku bodoh. Aku mengarahkan jari telunjukku kearah kelinci putih berbulu lebat yang tengah menikmati sarapan paginya dengan rerumputan segar hijau yang masih berselimut embun. “Ah, kelinci itu Kyunggyu?” tanya Putri Park. “Ne” jawabku singkat seraya melangkahkan kakiku menuju Kyunggyu.

“Kelinci ini milik Eonninim?” tanya Putri Park. Kami beranjak menuju bangku taman tempat yang biasa Ku duduki. Aku meletakan Kyunggyu di atas pangkuanku. “eoh, namanya Kyunggyu” jawabku senang. Putri Park tersenyum mendengar jawaban antusiasku. “Boleh Aku memegangnya?” pinta Putri Park lembut. Aku mengangguk sebagai pengganti kata ‘Ya’, sedetik kemudian Putri Park mengambil Kyunggyu lalu meletakan Kyunggyu di pangkuannya. “Astaga, lucu sekali Dia” ucap Putri Park seraya mengusap lembut bulu lebat Kyunggyu. Aku hanya tersenyum menanggapinya, Aku senang melihatnya senang. “Dari mana Kau mendapatkannya? Aku mau Eonninim” pintanya dengan nada merajuk. Aisshi, Putri Park manis sekali, bahkan Kyunggyu pun kalah.

Eh? Apa itu? Aku melihat asap biru pekat mengebul lima kaki dari hadapan Aku dan Putri Park, apa ada kebakaran? Omo~ “Oppa” gumam Putri Park. Aku menoleh kearahnya, sepertinya Dia mengetahui sesuatu. “Sedang apa Kau disini?” Aku melonjak kaget. Seorang laki-laki tampan berkulit cokelat muncul dari balik asap biru pekat tadi. Tunggu, Dia bukankah laki-laki yang ada di bayanganku waktu itu? Jong.. Jong.. in? Jongin? “Oppa” gumam Putri Park. Oppa? “Menjauh darinya!” pekik laki-laki yang Ku ketahui namanya adalah Jongin itu. Aku merasa bingung, laki-laki itu sedang berbicara padaku atau Putri Park? Kenapa nada bicaranya meninggi seperti itu? Tidak sopan bukan jika Dia berkata seperti itu pada Putri Park? “Bukankah sudah Ku katakan berkali-kali agar Kau tak mendekatinya, huh?” kali ini Jongin mendekat. Ku lihat Jongin melingkarkan jemarinya di pergelangan tangan Putri Park, sedetik kemudian Jongin menarik kasar Putri Park untuk berdiri. Astaga! Kyunggyu terjatuh. Kyunggyu kan sedang berada di pangkuan Putri Park tadi. “Ya! Kau melukai Kyunggyu” sentakku seraya menggendong Kyunggyu dalam pelukanku. “Putri, Kau tidak tahu kan, bagaimana jika wanita ini adalah jelmaan Prince Evil Kyu? Itu mungkin saja kan?” sial! Jongin mengabaikan sentakanku. “Ya! Dengarkan Aku Kim Jong In! Pertama entah apa bedanya wanita dengan gadis. Yang jelas Aku ini masih seorang gadis, bukan wanita! Kedua Aku ini Park Kyung Mi bukan iblis!” pekikku. Bagaimana pun juga, pengertian ‘Evil’ di Bumi dan EXO Planet sama saja bukan? Sial. Aku tidak percaya Dia benar adikku dulu. “Aisshi jjinjja..” Ku lihat Jongin mengepalkan tangannya, sedetik kemudian Putri Park menahan langkah Jongin kearahku. Aku.. Aku tidak takut. Tapi.. bisakah panggilkan Kyungsoo untukku sekarang? Hyaa Kyungsoo. “Oppa, apa yang Kau katakan? Dia itu Kim Kyung Mi, kakakmu..” “Hentikan! Dia bukan kakakku!” sentak Jongin memotong pembicaraan Putri Park. Astaga, Dia benar-benar kasar. “Kai, Kau tidak boleh seperti itu” suara lain muncul menengahi pertengkaran kecil ini. Aku mengenal suara itu, Do Kyung Soo. “Bukan urusanmu Hyungnim” pekik Jongin seraya menunjukan deathglare-nya pada Kyungsoo. Aku tak mengerti ada apa dengannya, kenapa Dia tampak sangat membenciku? Apa salahku padanya? Jongin yang ada di hadapanku dengan Jongin yang ada di bayanganku waktu itu sangat berbanding terbalik, Aku benar-benar tidak menyangka. “Oppa geumanne, Uri kaja” Ku lihat Putri Park mengusap lembut lengan kekar laki-laki berkulit cokelat itu. Perlahan asap biru pekat muncul dari balik\tubuh Jongin. “Annyeong” salam Putri Park lalu detik berikutnya Dia dan Jongin sudah menghilang dari hadapanku dan Kyungsoo. Aku mematung, mengutuk laki-laki berkulit cokelat itu dalam hatiku. Laki-laki itu benar-benar menyebalkan, apa Dia tidak bisa menjaga perasaan perempuan? Aisshi jjinjja.. Apa benar Dia itu adikku dulu? Aku rasa para Dewa EXO Planet salah perhitungan atas takdirku. Mungkin Park Kyung Mi yang Mereka maksud bukan diriku, pasti Mereka salah perhitungan, cih. “Kyungmi-ah gwenchanna?” Aku tersadar dari lamunanku, Kyungsoo menyentuh lembut kedua sisi bahuku dengan kedua tangannya. Astaga, berapa jarak di antara Kami sekarang? Aku semakin membeku, Kyungsoo menatapku lekat. Aku.. Aku merasa lidahku kaku. “Kyungmi-ah?” Kyungsoo mengguncang bahuku pelan, Aku kembali tersadar dari lamunanku. Astaga, ada apa denganku? “Eh? Wae?” jawabku gagap. Aku pasti tampak sangat bodoh. “Kau tidak apa-apakan? Jangan sakit hati padanya” ucap Kyungsoo seraya tersenyum tulus padaku. Mata bulatnya benar-benar teduh, seketika Aku lupa akan kejadian menyebalkan tadi. Do Kyung Soo, hanya Dia yang dapat meruntuhkan perasaan dan dinding pertahananku. “Baiklah” jawabku singkat seraya membalas senyum Kyungsoo.

“Kelinci ini milikmu?”

* * *

Udara hangat menerpa kulit wajahku, bisa Ku rasakan kedamaian setiap belaian lembut sang angin, membawa kehangatan yang membalut tubuhku. Disini, di sisi kanan dan kiriku, hamparan bunga warna-warni bersatu memancarkan wangi-wangian dan memamerkan setiap keindahan yang Mereka miliki. Sesekali bunga-bunga cantik itu menari seirama dengan hembusan angin, memperkuat keindahannya di mataku. Kupu-kupu dan kumbang-kumbang kecil ikut mengalun di atas angin dan permukaan dedaunan hijau, benar-benar memanjakan pandanganku. Di tambah sesosok laki-laki tampan yang tengah bersamaku sekarang ini, semakin mengindahkan hariku. Do Kyung Soo mengajakku berkeliling Istana dengan seekor kuda hitam yang tengah Aku tunggangi, sementara Kyungsoo menuntun kuda hitam ini berjalan laun. Aku merasa seperti dalam drama, Kyungsoo benar-benar memperlakukanku seperti seorang Putri. Jika Aku seorang Putri, maka Kyungsoo lah Pangerannya. Eh? Aku kenapa sih?

Do Kyung Soo menghentikan langkah kakinya, detik berikutnya kuda hitam yang Ku tunggangi pun ikut menghentikan langkahnya. Aku tertegun, hamparan ladang rerumputan hijau yang terbentang luas kini memenuhi seluruh pandangan mataku. Apa ini surga? Astaga, Aku kira tempat seperti ini hanya ada dalam dongeng, atau cerita saja. Ini sungguhankah? Sepertinya Aku benar-benar dalam mimpi yang sangat panjang. “Kau tidak mau turun?” Aku tersentak, Kyungsoo membuyarkan lamunanku. “Kyungsu-ah” gumamku seraya tersenyum penuh arti pada laki-laki yang tengah mendongakan kepalanya menatap kearahku itu. Kyungsoo membalas senyumku, lalu Ia memegang kedua sisi pinggulku kuat, membantuku menuruni kuda hitam ini. Deg.. kakiku menapak rerumputan hijau bersamaan dengan menyempitnya jarak antara Aku dan Kyungsoo. Dengan kedua tangan Kyungsoo yang memegang kuat kedua sisi pinggulku, dan kedua tanganku yang terlingkar di bahu Kyungsoo tanpa sengaja. Perlahan Aku merasakan perubahan posisi tangan Kyungsoo di tubuhku. Kyungsoo menarik tubuhku dengan lingkaran tangannya di tubuhku. Aku merasa aliran darahku mengalir deras, degup jantungku benar-benar abnormal. Astaga, Aku merasa jarak antara Aku dan Kyungsoo perlahan menghilang. Reflex Aku menutup kedua mataku, merasakan hangatnya hembusan nafas Kyungsoo menyapu permukaan kulitku.

* * *

 

Author Side’s

Hamparan ladang rerumputan hijau tercipta dengan semurna, dengan hembusan angin yang membelai setiap helai rerumputan hijau, membuat seluruh rerumputan hijau itu menari seirama. Tak banyak yang mengetahui tempat ini, dan tak banyak yang bisa mendatangi tempat ini. Hanya penghuni Istana yang mempunyai peran penting dalam Istana saja yang bisa menikmati indahnya pemandangan lapang hijau yang luas ini.

Do Kyung Soo memegang kuat kedua sisi pinggul gadis cantik berambut panjang yang hendak menuruni seekor kuda hitam. Detik berikutnya gadis itu berhasil menapakan kakinya di atas permukaan rerumputan hujau itu dengan pelan, seiringan dengan menyempitnya jarak wajah dan tubuh kedua makhluk yang berbeda dimensi itu. Kyungsoo mengubah posisi tangannya menjadi melingkar di tubuh kurus gadis bernama Park Kyung Mi itu. Perlahan jarak antara keduanya menghilang, hingga akhirnya kedua makhluk itu menautkan bibir Mereka.

Merasa Kyungmi tak memiliki sisa nafas lagi, perlahan Kyungsoo melepaskan tautan bibir Mereka tanpa melepaskan lingkaran tangannya di tubuh kurus Kyungmi. “Mian..” kali ini Kyungsoo melepaskan lingkaran tangannya dari tubuh Kyungmi perlahan. “Gwenchanna..” jawab Kyungmi gugup. Sunyi. Untuk beberapa saat tak ada suara yang di keluarkan oleh keduanya, hanya hembusan angin yang terdengar.

Park Kyung Mi duduk di atas rerumputan hijau yang terbentang luas, Do Kyung Soo duduk tepat di sisi kanan gadis berambut panjang itu. Keduanya memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong, tak ada percakapan di antara Mereka sejak kejadian beberapa menit yang lalu. Keduanya hanya diam membisu, entah memikirkan kejadian itu atau takjub dengan suguhan yang di tawarkan hamparan ladang yang indah ini. “Kyungmi-ah” Kyungsoo mulai membuka mulutnya. Untuk beberapa detik pertama Kyungmi tertegun, mengatur nafas dan degup jantungnya yang abnormal. Mendengar suara Kyungsoo saja membuat jantung Kyungmi hampir meledak, sepertinya itu sangat berlebihan. “Hmm” gumam Kyungmi. “Aku ingin menceritakan padamu mengenai para Dewa SJ Planet” ucap Kyungsoo. Kyungsoo tak berani menatap wajah Kyungmi, Kyungsoo hanya berbicara dengan tatapannya yang masih lurus kedepan. “Ohya, Aku juga lupa. Ceritakanlah!” pinta Kyungmi lembut. Kyungsoo memberanikan diri untuk menatap gadis di sisi kirinya itu. “Kyungmi-ah, dengarkan Aku baik-baik” pinta Kyungsoo. Kyungmi menoleh. Kyungmi menatap dalam kedua mata bulat Kyungsoo, merasa semua ini akan sedikit mengejutkan. Kyungmi mengangguk pelan.

“Aku hanya akan menceritakan mengenai kekuatan para Dewa SJ Planet, selebihnya akan Ku ceritakan nanti”

“Aku mengerti”

“Dewa SJ Planet ada 13”

“13? Astaga, EXO Planet ada 12, lalu SJ Planet ada 13. Adakah Dewa dari Planet lain yang mencapai 15?”

“YA!”

“Aisshi mian.. mian..”

“Pemimpin Mereka bernama Leeteuk, Dia memiliki kekuatan keabadian. Dia yang terkuat di antara yang lain”

“Kyung~ bisakah Kau tak berbelit-belit menceritakan ke-13 Dewa itu? Sepertinya akan sangat panjang jika Kau menjelaskan semuanya”

“Kau ini, dengarkan saja!”

“Aigoo~ Aku pasti akan pegal mendengarnya Kyungsu-ah”

“Neo jjinjja~”

“Aisshi, baiklah! Aku akan dengarkan!”

“Bagus! Yang pertama adalah Leeteuk, Dewa keabadian. Lalu Heechul, Dewa kematian. Donghae, Dewa kehidupan. Sungmin, Dewa bulan. Kibum, Dewa salju. Siwon, Dewa kegelapan. Eunhyuk, Dewa langit. Yesung, Dewa malam. Shindong, Dewa lautan. Kangin, Dewa udara. Hankyung, Dewa dimensi. Ryeowook, Dewa api. Dan yang terakhir adalah Cho Kyuhyun atau biasa di sebut Prince Evilkyu, Pangeran Iblis, dia adalah Dewa Iblis. Ku dengar Cho Kyuhyun tengah di persiapkan untuk menjadi Raja selajutnya di SJ Planet, menggantikan Raja Mereka, Lee Soo Man.”

“Aku harus melawan Mereka semua? Kyungsu-ah..”

“Ani, hanya ada satu yang harus Kau lawan”

“Yang mana?”

“Prince Evil Kyu”

“Ehm apa wajahnya sangat menyeramkan?”

“Ani, wajahnya tak semeramkan julukannya. Ku dengar Dia yang tertampan di antara yang lain.”

“Benarkah? Apa kekuatannya?”

“Dia bisa berubah menjadi apapun yang Dia mau, hanya dengan sekali jentikan tangannya. Sama seperti Kai”

“Apa Dia bisa membunuhku?”

“Kau ingin mengetahuinya?”

“Sudahlah, Aku lelah mendengarnya”

Park Kyung Mi menyandarkan kepalanya di bahu kiri Kyungsoo. Sekian detik Kyungsoo mematung, ini bukan kali pertama Kyungmi menyandarkan kepalanya pada Kyungsoo, tapi dahulu dan sekarang keadaannya berbeda. Perlahan tangan kiri Kyungsoo bergerak di luar kendalinya, mengusap lemut puncak kepala Kyungmi. Kyungmi menggeser kepalanya, menguasai seluruh permukaan bahu kiri Kyungsoo,  mencari posisi nyaman untuk sandaran kepalanya di bahu kiri Kyungsoo.

“Kyungmi-ah”

“Hmm”

“Kau tahu apa itu cinta?”

“Entahlah, Aku tak begitu yakin”

“Aku ingin membuatmu yakin”

“Aku senang bisa merasakannya”

“…”

Sunyi. Do Kyung Soo membenarkan posisi kepala Park Kyung Mi yang perlahan merosot. Do Kyung Soo menolehkan kepalanya perlahan, mencoba melihat wajah Kyungmi sedekat ini. Kyungmi memejamkan matanya, melayang jauh di alam bawah sadarnya. Kyungsoo terkekeh melihat wajah cantik Kyungmi di tengah tidurnya. “Tidurlah” gumam Kyungsoo seraya mencium kilat puncak kepala Kyungmi.

“Jika Kau ingin tahu apa Kyuhyun bisa membunuhmu atau tidak. Jawabannya tentu saja tidak, karna Aku tak akan membiarkan itu terjadi Kyungmi-ah. Tidak akan…”

To be continue…^^

 

Hyaa pengen nangis T.T itu kekuatan member SJ nya ngga nyante banget ya? T.T Aku bingung, tak ada bantuan datang, huaa 😥 pasrah aja deh denger kritikan Kalian T______T

3 pemikiran pada “EXO PLANET (Chapter 4) What is Love?

  1. Keren kok thor…. LANJUUUUTTT
    penasaran….hehe xD
    ~i’msoCuriousyeahhh~

    kok sehunnya blom muncul yaaa???
    T-T
    *waitingforsehun
    tapi daebak thorrr…

  2. Kekuatan dewa SJ Planet maruk pisan!!!
    Kai kenapa gitu sih sikap nya sama Kyungmi??? Mian, aku lupa sama chapter sebelum nya, soal nya publish chapter ini kelamaan >____<

    Ayo chapter selanjut nya jangan kelamaan!!! Hehe ^^v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s