Happily Ever After

happily evera cover

Title      : Happily Ever After

Author :  @TFSeptaaa

Cast      :

  • Wu Yi Fan – Kris (EXO-M)
  • Gadis/you – gadis (OC)

Genre  : Family, brothership, Romance, and fluffy slight angsty 😀

Rated  : PG-17

Length : Oneshot (Words: 894)

Summary : Happily ever after only exist in fairy tales.

Disclaimer : Kris belong SM+EXO and Tao and Septa

Warning : Bromance (brother romance) / Brother complex / If you hate this I hope LEAVE now!

 Fic ost : Yesung super junior © It has to be you Or~ just you~ whatever 😀

 

 

HAPPY READING!

AND ENJOY!

Septaaa present®

.

.

.

Kris-Lelaki tinggi berambut blonde– kini berjalan memasuki kamar, beribu kertas kecil tertempel di dinding. Setiap cat tembok mengelupas maka kertas kecil yang menutupinya.

Matanya tertuju pada buku harian kecil di samping nakas ranjang, “Seharusnya kau tidak meletakan disini, dasar ceroboh.” Ia bergumam, menggelengkan kepala dan kembali membuka buku itu.

Buku harian tebal yang di dalamnya ada partitur tangan indah. Kris mencoba membacanya dengan seteliti mungkin saat tangannya bergesek mencoba membaca partitur itu.

Happily ever after only exist in fairy tales. Heck, what if Rapunzel’s beloved prince died? Does that count as happy ending? That’s the reason why I refuse to believe on happily ever after because fuck, them never exist.

 

Kris tersenyum getir. Ia menutup buku itu dan menyimpannya di balik hoodie, ia beranjak keluar dari kamar. Mencoba mencari sang penghuni.

“Hello nak.” Ibunya menyapa.

“Hai mom, melihat adikku?”

“Di taman, dia tadi marah. Bujuklah.” Sang ibu mendorong Kris ke ujung pintu yang mengarah ke taman belakang rumah mereka.

Kris berjalan perlahan, ia menatap gadis remaja berayunan di bawah pohon dengan kaki yang terhentak.

“Selamat siang Mrs. Pemalas.” Kris menghentikan ayunan dan berbisik.

“Hm, selamat siang Mr. Workaholic. Sudahkah anda menghasilkan uang hari ini?” gadis itu menyindir. Kris tersenyum pahit.

Ia berjalan ke depan dan berjongkok di depan gadis itu, “Hey~ dengarkan oppa.” Kris menggenggam kedua tangan gadis didepannya, “Oppa bukan workaholic yang terlalu gila dengan pekerjaan. Oppa tidak. Oppa hanya menjalankan amanat dari Appa. Arra?”

Gadis itu menghela nafas berat, matanya tidak fokus. Ia tidak bisa memusat kepada satu titik terang, “Arraseo,” ucapnya lirih.

“Kau tidak home school hari ini?”

“Em~em.” Gadis itu menggelengkan kepala.

“Ck! tulisan partiturmu masih sangat jelek bodoh.” Kris menyentil dahi gadis itu-adiknya-

“Dari mana oppa tahu? Aku tidak pernah mengukir di sembarang tempat sekalipun.”

“Lalu ini?” gadis itu mengarahkan tangannya mencoba mencari apa yang kakaknya tunjukan, ia menggapai kepala Kris, namun Kris menuntun tangannya ke arah yang tepat.

Gadis itu meraba-raba. “Ya! apa yang oppa lakukan pada diaryku!” gadis itu merebut paksa buku harian yang di pegang Kris lalu memeluknya overprotektif.

Kris menghela nafas, “Tidak. Aku hanya menemukannya di meja.”

Mata gadis itu mulai mengeluarkan butiran-butiran air.

“Hey, jangan menangis.” Kris mengusap air mata adiknya. Kedua tangannya menakup wajah mungil itu.

“Op-pa~ kau membacanya?” ucap sang adik dengan suara bergetar. Kris tersenyum lembut.

“Tidak. Oppa tidak bisa membaca partitur ingat?” ucap Kris berdusta, ia hanya tidak ingin membuat adiknya sedih. Dan tentang pembacaan partitur itu~ tentu saja Kris mempelajarinya dari guru privat adiknya.

Gadis itu menghela nafas lega dan mengusap cairan hidungnya, “Hah~ baguslah.”

Kris tersenyum mengusap pipi sang adik, ia berdiri melangkah ke belakang adiknya dan mulai mengayun ayunan adiknya dengan pelan. Wajahnya menunduk saat ayunan mengarah ke badannya maka ia akan mengecup pipi adiknya yang kini tengah merona.

“Kau tahu? Oppa akan selalu menjagamu sehingga ‘happily ever after’ akan memihak kita dan mengelilingi kita.” Kris berbisik lirih tepat di telinga adiknya.

“Janji?” gadis itu mengacungkan jari klingkingnya, Kris tersenyum dan menautkan jari klingkingnya juga.

“Tentu.”

“Walau aku tidak bisa menjadi yang terbaik? Walau aku tidak bisa melihat oppa saat oppa menangis, tersenyum, tertawa? Walau aku tidak bisa menatap dunia? Dan hingga akhirnya aku bergantung denganmu?”

“Oppa berjanji akan selalu menjadi matamu. Selalu.. Selamanya…”

Setelahnya keheningan menyelimuti di antara mereka, Kris tahu ia telah melakukan hal yang begitu bodoh. Janji yang begitu naif, Berdosa dia. Namun, sesulit apapun jalan yang Kris tempuh, ia selalu yakin akan berujung dengan kebahagiaan. “Hanya percaya dan waktu akan memihakmu! Aku mencintaimu adikku…”

Dan ini sangat berbanding terbalik dengan pemahaman sang adik. Ia cemas, beribu pertanyaan memutari otaknya. “Apa ini? Dosakah ini? Tuhan, apa aku juga akan mendapatkan karma jika aku mencintai kakakku sendiri? Jika jawabannya adalah iya, aku ingin tidak hidup untuk hari esok…”

Gadis itu memejamkan matanya, “Dan jika Tuhan memberiku secuil kesempatan maka aku akan menukarkannya dengan beribu kesempatan. Kesempatan untuk bersuka.. kesempatan untuk menatap dunia.. dan kesempatan untuk bahagia.. bersamanya..”

Kita adalah satu..

Kita terikat.. dan kita tidak akan menjadi satu potongan lain..

Garis telah di tentukan…. Takdirku dan..

Takdirmu..

 

Best regard, Wufan.

.

THE END!

Jadi… apa ini? Ini disebut angst or fluff? Oh I really confused ><

.

Hallo eperibadeh 😀 ketemu septa lagi dengan fic ringan super gaje ._. muahaha septa bromance sama abang Kris :* 🙂 Ide dan plot murni dari otak dodol saya. Credit gambar seperti biasa dari google dan tumblr yang septa edit menjadi tumpukan layer 😀 *alasanyangsama*

Septa lebih suka pake OC/YOU dari pada OC/name. soalnya septa bingung kalau mau ngasih nama sang OC. 😀 Gak tahu kenapa akhir-akhir ini lagi suka buat cerita ringan gitu. oke dari pada ngerocos yang gak jelas~ langsung yuk isi kolom komentar! Thankyou readers!

Well, mari bercuap burung sama septa di kolom bawah ini!

 

R.C.L Please~ 🙂

 

Sign, Septaaa

 

 

17 pemikiran pada “Happily Ever After

Tinggalkan Balasan ke choyuumie Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s