Please Don’t Be Her!

Author                  : Pejeha20

Tittle                      : Please Don’t Be Her!

Main Cast            : – Lee Hyun Ji (OCs)

–  Byun Baek Hyun (EXO K)

–  Xi Luhan (EXO M)

–  Choi Jin Ri (f(x))

Support Cast      : – Oh Sehoon (EXO K)

–  Park Ji Hyun

–  Nam Rin Rin

–   And others~

Genre                   : Romance

Rating                   : Teen

Length                  : One Shoot

Disclaimer           : This plot is mine. Lee Hyun Ji is my friend’s OCs and EXO’s member is SM’s.

Note                      : Hash, 2nd ff akhirnya jadi juga.. this ff is belong to my friend, Fauziah Azhaar. Heh baca nih yaaak!! Udah saya bikinin nih sesuai janjinya.. tapi maaf, saya tidak kuat untuk mempairingkan dirimu dengan suami saya si Sehun-_,- jadinya sama Luhan dan Baekki saja yap._.v maaf-maaf kalo tidak sesuai dengan keinginan anda huh;-;

WARNING!!!!!!!! TYPO BERTEBARAN BAGAIKAN TOMKET DI SIANG HARI(?) JADI HARAP MAKLUMI^^

HAPPY READING!

                                                                                ‘-‘)—-<(>,<)’’                   

2012, 09, 26 – 07.30 AM

Aku terbangun dari lelapku semalam. Mengerjapkan mata beberapa kali untuk beradaptasi dengan matahari yang sudah berdiri tegak ditempatnya. Sang mentari menyambut pagiku dengan cerah. Berharap hatiku juga tertular dengan kecerahannya di hari ini.

Kini ku melihat keadaan ponselku yang semalam sudah aku banting akibat berita tentangnya. Byun Baek Hyun. Main vocal dalam boyband rookie keluaran SM Entertainment, EXO K. Siapa yang tak mengenalnya? Wajah yang imut, Baby face, King Of Eye-liners, suara yang merdu dan happy virus.  Aku adalah wanita beruntung karena dapat memilikinya. Aku masih tidak menyangka dapat memiliki hatinya.

f(x)’s Sulli is EXO K’s BaekHyun’s.’

Kurang lebih berita itulah yang aku dapatkan semalam di internet. Aku sangat menyesal telah membrowsing di malam itu. Tapi, setidaknya mereka sudah tidak menjalin hubungan. Ingat, BaekHyun sudah menjadi milikku.

“Kenapa harus ada selcanya juga sih? Dan juga selcanya masih baru! Byun Baek Hyun….. Awas kau!”

Tak ada pesan masuk dan tak ada panggilan masuk juga darimu. Sudah beberapa hari ini kau tidak memberi kabarmu. Sedang pendekatan dengan Mantanmu itu ya? Semoga kau dapat memikat hatinya kembali, Baekhyun.

Aku membanting ponsel ku dengan kasar ke atas kasur dan segera beranjak ke kamar mandi untuk menyikat gigi dan cuci muka. Meskipun matahari cerah, cuaca di Seoul tetap saja dingin. Aku jadi malas mandi. Toh, aku juga tidak pergi kemana-mana untuk apa aku mandi.

Baru saja akan melangkahkan kaki ku, ponselku tiba-tiba bergetar. Aku baru ingat kalau semalam ponsel ku aku getarkan. Berharap Baekhyun yang akan menelfon, tapi ternyata Luhan Oppa yang menelfonku.

“Yeoboseyo, Oppa?” Jawab ku setelah aku menjawab panggilannya.

‘Kau pasti baru bangun ‘kan?’ Tanya Luhan Oppa. Darimana dia tau kalau aku baru bangun tidur. Dia tidak memata-mataiku kan?

“Darimana Oppa tau? Oppa tidak sedang memata-mataiku kan?” Tanya ku kembali. Aku hanya mendengar sebuah kekehan kecil diseberang sana. Siapa lagi kalau bukan Luhan Oppa?

‘Aroma badanmu kecium sampai kesini tau. Kkkk.’

Baru bangun tapi sudah diledek-_,-. Hiks

“Ya!! Aku tetap wangi walau tidak mandi! Lagipula kan cuaca sedang dingin, buat apa aku mandi Oppa?’

‘Hahaha ne, Oppa hanya becanda sayang.. memangnya kau tidak ada acara dengan Bacon dihari ini?’

Pertanyaannya kenapa harus tentang Baekhyun sih? Mengirimi pesan saja tidak, apalagi menelfon dan mengajakku untuk jalan. Tunggu dulu. Tadi… Luhan Oppa memanggil aku dengan apa? ‘sayang’? Omo… Bisa ku pastikan pipi ku sudah memerah seperti cumi rebus. Mengingat dia adalah bias ku dan dia juga pernah menyukai ku. Sayang, waktu itu aku sudah menjalin hubungan dengan Baekhyun. Kalau tau begitu aku lebih baik menjalin hubungan dengan Luhan Oppa aja deh.

‘Hey.. Kau melamun ya? Memikirkan Bacon?’ Tanya Luhan Oppa membuyarkan lamunan ku tadi. Aku juga baru sadar kalau-kalau tadi aku melamun. Jinjja.

“Ani. Aku tidak ada acara apa-apa. Hanya melamun sedikit. Wae?”

‘Kenapa jadi ketus sih?’

Memangnya tadi nada bicara ku ketus ya? .__. Aku juga baru sadar –lagi.

“Ketus? Masa sih, Oppa?”

‘Ya~ aish.. Makanya jangan memikiran Bacon terus! Mau jalan dengan Oppa tidak? Kebetulan Oppa sedang free schedule hari ini. Daripada Oppa harus berdiam diri di Dorm, lebih baik Oppa jalan-jalan kan?’

Aku hanya mengangguk mendengar ucapan Luhan Oppa diseberang sana. Bodohnya aku, pasti dia tidak akan melihatkan sampai kapanpun tidak akan bisa.

‘Tuhkan.. Melamun lagi’ omel Luhan Oppa

“Aku tidak melamun lagi Oppa! Aku tadi hanya mengangguk!” kilah diriku terhadap Luhan Oppa. Sudah kupastikan dia akan meledekku.

‘Kau mengangguk? Sampai Sooman mempunyai abs seperti Siwon Hyung pun, Oppa tak akan bisa melihatnya HyunJi-ya~ makanya jangan terus-terusan memikirkan Bacon!’

Tuhkan. Diledek.

“Aish.. Ne!” jawabku ketus

‘Jadi.. Kau mau atau tidak?’

Oh iya, tadi dia mengajakku jalan ya. Pastilah aku mau. Dan dengan refleks…

“MAU!!! AKU MAU!!!”

Sudah dipastikan aku akan diomeli.

‘YA!! Jangan berteriak! Kau mau kuping Oppa jadi tuli hanya karena suaramu yang temasuk cempreng itu?’

“Aku hanya refleks Oppa.. Hehe. Dan suara ku juga tidak cempreng! Suaraku merdu tau! Bacon sudah menyatakannya sendiri kalau suaraku itu merdu!”

‘Terserah kau saja. Oppa tidak peduli Bacon sudah menilai suaramu itu atau tidak. Oppa tidak mau tau. Lebih cepat lebih baik.’

Kenapa jadi ketus ya? Dan seperti mengalihkan topik pembicaraan.

“Maksud Oppa?” Tanya ku heran dengan maksud Luhan Oppa barusan.

‘Oppa akan menjemputmu satu jam lagi. Jadi kau mandi saja sekarang! Tidak ngaret yaa! Saat Oppa datang, kau sudah harus wangi. Ok?’

“Seharusnya aku yang bilang seperti itu kepadamu, Oppa! Jangan ngaret. Bukan kau yang bilang. Huh.”

‘Sudah sana cepat mandi!’ perintah Luhan Oppa.

“Aish.. Iya iya iya. Aku akan mandi!”

Pip.

Terdengar nada sambung sudah diputuskan dari seberang sana. Luhan Oppa yang memutuskan sambungannya.

Segera aku beranjak ke kamar mandi untuk mandi. Meskipun pada niat awalnya aku hanya ingin menyikat gigi dan cuci muka –sebelum Luhan Oppa menelfonku dan meminta untuk jalan bersama.

….

Apa aku sudah wangi? Kalau belum, aku tinggal menggunakan minyak wangi saja. Kira-kira aku pakai baju yang seperti apa ya? Yang casual? Dress? Atau apa? Setelah mengacak-acak isi seluruh lemari pakaianku. Akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan Crop Tee dengan Jaket levis dipadu padankan dengan hotpans. Apa tidak terlalu dingin ya nantinya? Ah biarkan saja.

Saat akan memakai sepatu, terdengar ada yang memencet bel apartmentku. Bisa kupastikan itu Luhan Oppa. Segera aku membukakan pintu untuknya. Aku lupa kalau tadi aku baru memasang sepatu yang sebelah saja.

“Hyun Ji?” Tanya Luhan Oppa

“Ye?” Tanya ku balik. Semoga dia tidak mengomentari sepatu ku.

“Kenapa kau pakai satu sepatu?”

Nah! Benar.

“Tadi.. Aku buru-buru saat Oppa memencet bel hehe.” Kilah ku

“Pakai sepatu mu yang sebelah lagi sana!”

“Iya ish”

Aku melanjutkan kegiatanku –yang sempat terhenti untuk memakai sepatu Adidasku.

“Cha~ sudah siap!” Ucap ku girang sambil menepuk-nepuk beberapa bagian bagai ada debu. Saat aku kembali menghadap Luhan Oppa, aku baru tersadar kalau dia menggunakan pakaian yang sangat keren. Kaus putih polos dengan jas hitam disertai celana selutut. Ditambah dia menggunakan sepatu converse yang biasa digunakan member EXO jika sedang tampil –terutama Kai dan Sehun. Dan dia menggunakan jam tangan berwarna hitam dengan topi yang sepertinya pernah dipakai Sehun di I Am Showcase beberapa waktu yang lalu. Dia sangat…….. Tampan dibanding Baekhyun.

Menyadari aku yang melamun tentangnya, Luhan Oppa meledekku –lagi. Sepertinya dia tidak mempunyai kerjaan lain selain meledek diriku. Apa salahku, Tuhan….

“Kau memerhatikan ku sampai segitunya ya? Hati-hati, nanti kau khilaf. Menduakan Bacon dengan diriku. Kau tidak ingat ya memang kalau aku pernah menyukai mu?” Ledeknya.

Sampai kapanpun aku akan mengingatnya, Oppa..

“Ih, tidak mungkin! Aku itu tipe wanita yang setia! Merong” ledekku kembali dengan memeletkan lidahku ke arahnya. Bisa kulihat dari wajahnya kalau dia terlihat sedang….. Cemburu? Huh, salah sendiri dia menyangkut pautkan dengan Baekhyun.

Meskipun aku mau, aku tetap memikirkan perasaan Baekhyun, Oppa. Mianhae kalau kau sedikit tersinggung dengan perkataan ku barusan. Aku tak bermaksud. Sungguh.

“Tunggu apalagi? Ayo kita jalan!” Ucapnya mengalihkan topik.

“He?” Tanya ku heran saat tiba-tiba dia merangkulku. Aku merasa akan berkencan dengannya sekarang. Baekhyun maafkan aku..

“Apa? Tidak boleh ya memangnya kalau Oppanya merangkul dongsaengnya?” Godanya dengan kekehan yang dipaksakan sedikit.

“Aku ingin mengambil tas ku dulu, Oppa.”

Aku melepaskan rangkulannya walaupun dengan sedikit terpaksa. Aku juga tidak mau melepaskan rangkulannya, jarang-jarangkan dirangkul oleh bias sendiri. Di EXO-M aku memang menyukai Luhan Oppa dan Baekhyun juga mengetahuinya. Hihi.

Kembali ke kamar dengan tujuan mengambil tas selempang dan menenangkan jantung serta pikiran ku yang sudah sangat kacau akibat Luhan Oppa. Baru disini saja sudah kacau begini apalagi kalau nanti? Mungkin aku akan menduakan Baekhyun. Masih kemungkinan.

Saat aku keluar dari kamar, aku kaget melihat Luhan Oppa berada tepat di depan kamarku. Jantung… apa kabar dirimu, jantungku?

“Lama sekali sih”

“Oppa ngapain di depan kamar? Bikin kaget aja!”

“Salah dirimu yang terlalu lama. Huh” Luhan Oppa mengambek? Sangat lucu. Aku mencubit pipinya dengan refleks.

“YA!!” Pekiknya

“Apa?” Tanyaku dengan muka tanpa dosa

“APPO!” Gerutunya

“Hehehe maaf” Aku hanya bisa menyengir saat  ia berteriak. Semakin lucu.

“Ayo kita berangkat.” Ajaknya

“Daritadi ayo ayo melulu. Tapi tidak jadi mulu.” Gerutu ku balik sambil berjalan mendahuluinya –bermaksud menenangkan jantungku.

“Kau nya yang terlalu lama. Ya~ tunggu Oppa hey!” teriaknya diiringi larian kecil untuk mensejajarkan langkahnya denganku. Langkah namja kenapa begitu besar……

‘-‘)—-<(>,<)’’

Luhan Oppa menyuruhku untuk menunggu dilobby sedangkan ia mengambil mobilnya yang diparkir cukup jauh.

Tak sengaja aku melihat televisi yang ada di lobby, mataku sungguh memanas melihat berita yang ada di tv itu. Ingin rasanya aku membanting tv itu hidup-hidup (?). Siapa yang tidak panas? Bahkan yang hanya fans pun sudah panas apalagi kekasihnya? Terkutuklah paparazzi itu.

EXO K’S Baekhyun is dating with F(x)’s Sulli

Kenapa harus berita itu sih… Muak? Sangat muak.

Tintin…

Kau memang malaikat, Luhan Oppa. Saranghamnida.

Ketika aku memasuki mobil Luhan Oppa, aku tak tau kenapa ia selalu saja tau dengan tindakanku.

“Pasti tadi hampir menangis” Celetuknya

“Oppa tau darimana?”

“Matamu”

“Oh”

Hening.

Sepanjang perjalanan kami, tidak ada yang mengucapkan sepatah katapun. Yang ada hanya alunan lagu dari mp3 yang berada di dashboard mobil milik Luhan Oppa. Siapa yang tidak akan bosan coba?

Mencoba untuk memecah keheningan diantara kami berdua akhirnya aku angkat bicara, daripada kami diam-diaman seperti ini terus bagaikan sedang berada di kuburan. “Oppa, kita akan kemana?” aku juga bingung sebenarnya dia akan mengajak ku pergi kemana. Mungkinkah Namsan Tower? Atau Lotte World? Atau Evergreen Land? Kalau Carribean Bay sih tidak mungkin. Dia kan tidak menyuruhku untuk membawa baju renang._.

“MyeongDong-Gu” Jawabnya singkat. Mungkin dia sedang berkonsentrasi dengan jalanannya.

Aku hanya membulatkan mulutku sambil mengangguk beberapa kali. Setelah itu aku mengembungkan pipi, saking bosannya.

“Kau terlihat seperti ikan lohan kalau seperti itu, HyunJi-ya~” ledeknya disertai kekehan yang meledek juga.

Tanpa sadar aku malah melotot masih dengan mengembungkan pipi dan menatapnya.

“Semakin aneh. Kenapa aku malah menyukaimu ya?”

“YA! AISH..” ucap ku dengan meninju lengan atasnya

“Nama Oppa juga seperti ikan Lohan!” Ledekku. Rasakan pembalasanku, Oppa!

“Enak saja! Oppa lebih tampan dibanding dengan ikan Lohan!”

“Tapi lebih tampan Sehun!” Candaku. Dia akan mengomeli ku tidak yaa kalau aku menyangkut pautkan dengan Sehunnya? Hihi.

“Andai saja Jihyun mendengar ucapanmu itu, mungkin dia akan mengamuk. Kkkk”

Oh iya, Jihyun pasti akan mengamuk denganku kalau aku mengucapkan hal itu didepannya. Ngomong-ngomong aku jadi kangen RiTujiRa –singkatan keempat nama sahabatku. RinRin, MinRae dan Jihyun-Hyunji. Terdengar kembar bukan antara Jihyun-hyunji? Tapi padanya aku dan Jihyun tidak kembaran. Marga kami saja berbeda. Park Ji Hyun dengan Lee Hyun Ji.

“Cha~ kita sampai!” ucapnya menyadarkanku. Huh sudah sampai rupanya.

“Ayo kita turun!” Ajaknya

“Eh? Oppa tidak menggunakan penyamaran?” Tanya ku heran karena ia terlihat tidak menggunakan penyamaran apapun. “Hanya masker saja kok.” Ucapnya sambil mengelus-elus kepalaku lembut. Aku jadi rindu Baekhyun. “Yakin?” Tanyaku meyakinkannya. Dia hanya mengangguk. Setelah itu kami turun dari mobil. Dan berjalan menyusuri Myeongdeong.

Sayup-sayup aku mendengar beberapa remaja membicarakan Sulli-Baekhyun. Huh, aku ini kekasihnya hey! Hm, kami berdua –aku dan Baekhyun, sangat pintar menyembunyikan rahasia hubungan kami sehingga media tidak ada yang mengetahui. Tidak seperti Sehun-Jihyun yang baru-baru ini terungkap. Akibat Sehun yang nekat tidak menggunakan penyamaran apapun saat berkencan dengan Jihyun beberapa waktu yang lalu. Dibash? Tentu. Tapi RiTujiRa dan member EXO lainnya terutama Sehun mensupport Jihyun untuk tetap kuat dalam menghadapi bashing para fans Sehun. Aku juga takut seperti itu. Dibash oleh fans Baekhyun sendiri.

Kalau aku dan Baekhyun pergi berkencan, lebih sering ke café yang ada ruang vip nya. Kalau seperti di MyeongDeong atau lainnya. Baekhyun agak sedikit merombak penampilannya, seperti Baekhyun yang tidak ku kenal. Sangat beda. Tapi tetap normal. Atau dia datang ke apartment ku ataupun sebaliknya, dia menyuruhku untuk datang ke dormnya tapi dengan Jihyun. Hanya kedok saja sebenarnya jika aku juga mengajak Jihyun, agar tidak ada yang curiga.

Mungkin Luhan Oppa juga mendengar ucapan itu kali ya, sehingga ia berani untuk merangkul ku. Matilah kau Lee Hyun Ji. Tidak dibash oleh fans Baekhyun tetapi dibash oleh fans Luhan. Ngomong-ngomong…… Fansnya Luhan Oppa kan banyak…………… Dibanding Baekhyun mungkin.

“Bukankah itu Luhan EXO M?” terdengar ada yang menunjuk Luhan Oppa dan menanyai tentang kebenaran kalau orang itu Luhan atau bukan.

“Iya. Bukankah itu Luhan? Lalu siapa gadis itu? Yeoja-chingunya kah? Sangat cantik. Mereka serasi”

“Eomma!! Aku cemburu dengan gadis itu!”

“Ternyata Luhan Oppa sudah mempunyai Yeojachingu. Pupus lah harapanku.”

Aku merasa pipiku sudah memanas sekarang. Kalian tidak tau ya kalau Luhan Oppa adalah bias ku hihi. Btw, terima kasih atas pujian kalian terhadap diriku dan Luhan Oppa.

“Siap-siap Bacon melihat berita kita berdua, HyunJi-ya~” ucap Luhan Oppa membuat aku berfikir kalau dihitung-hitung aku semacam balas dendam dengan apa yang dilakukannya.

Rasakan ini Byun BaekHyun!

Kami melanjutkan acara jalan-jalan kami disekitar Myeondeong. Luhan Oppa sangat baik, membelikan ku beberapa barang dan mentraktirku banyak. Seperti kencan beneran. Ah iya, dia juga membelikan ku couple-necklace. Spesifiknya bukan couple, hanya liontinnya saja yang couple. Punya dia bertuliskan L dan punya ku juga L. Hanya beda sedikit motif. Aku menanggapnya Luhan dan dia mungkin menganggap sebagai Luhan juga. Padahal aku berharap dia menggapnya Lee Hyun Ji. Marga ku.

‘-‘)—-<(>,<)’’

09.30 PM

“Hah… Hari yang melelahkan~” Gumamku seraya merenggangkan otot dan persendian saraf ku setelah seharian berjalan dengan Luhan Oppa.

Aku baru tersadar kalau aku lupa membawa ponselku ketika aku melihat kearah nakas –disamping tempat tidur. Jelas saja tidak ada yang mengirimiku pesan. Biasanya teman-temanku suka mengirimu ku pesan.

Setelah aku meng-unlock papan kunci ponsel, sudah terlihat 45 inbox. Sekejap mataku langsung membulat ketika melihat isi inbox yang didominisi kan oleh Byun BaekHyun. Kekasihku.

“Tumben.” Sindirku.

From     : Bebaek Jelek:*

Kau dimana?

From     : Bebaek Jelek:*

Ya! Kau ada dimana, ha?

From     : Bebaek Jelek:*

Elhaje babo! Kau dimana?!

From     : Bebaek Jelek:*

HyunBo!!!!!!!! Sedang dimana??????

From     : Bebaek Jelek:*

Kau ingin mati rupanya!

From     : Bebaek Jelek:*

KAU KENCAN DENGAN LUHAN HYUNG?!

From     : Bebaek Jelek:*

BALAS PESANKU LEE HYUN JI!

From     : Bebaek Jelek:*

JADI BENAR APA YANG ADA DI BERITA? KAU BERKENCAN DENGAN HYUNGKU SENDIRI?

From     : Bebaek Jelek:*

Kau akan menanggung akibatnya!

From     : Bebaek Jelek:*

YA!! Aku tak suka melihat kau berkencan dengan hyungku sendiri!

From     : Bebaek Jelek:*

Jawab telfonku, babo!

From     : Bebaek Jelek:*

Sms tak dibalas, telfon tidak diangkat. Sedang asik dengan biasmu itu ya?

From     : Bebaek Jelek:*

Nikmati kencanmu itu!

“Buahahahahahahahahah… Kau cemburu dengan hyungmu sendiri? Sangat lucu, bebaek……”

Ah dia tetap memanggil ku HyunBo. Hyunji Babo. Ish Bebaek jelek. Bebaek itu sebenarnya Bebek, nama hewan dalam bahasa Indonesia. Waktu itu aku sedang belajar bahasa Indonesia dan menemukan kata ‘bebek’ dan terbesitlah sebuah ide untukku memanggil Baekhyun dengan Bebaek. Aku juga sudah tau bentuk hewan itu seperti dia. Lucu. Persis dengan sifat Baekhyun. Lucu. Tapi sayangnya dia pecemburu. -_-

Masih banyak lagi pesan yang ia kirimkan kepadaku. Isinya omelan ia semua. Dia cemburu sepertinya.

Sedang asik-asiknya tertawa, ada pesan masuk –lagi.

Aku berhenti dari tawaku. Mataku serasa memanas setelah membaca pesan barusan.

Bisakah kau melihatku sebagai diriku?

From     : Bebaek Jelek:*

Masih belum mau membalas pesanku? Terserah dirimu saja. Kau berbeda dengan Jinri. Jinri suka mengiriku kabar tidak seperti dirimu.

Dengan kilat aku membalas pesannya.

To           : Bebaek Jelek:*

Mian, tadi aku lupa membawa ponselku. Terserah engkau mau percaya atau tidak dengan ku. Aku benar-benar lupa. Tadi pagi, Luhan Oppa memang mengajak ku untuk berjalan karena dia bosan di dorm. Kebetulan aku juga bosan di apartment, jadi tidak salahkan kalau aku menerima tawarannya itu? Salahmu sendiri yang tidak memberi ku kabar, Byun Baekhyun. Kau berbeda dengan Luhan Oppa. Dia lebih sering memberiku kabar dibanding dirimu.

Sesak. Sangat sesak.

Tak lama kemudian ponsel ku bergetar kembali menunjukkan adanya pesan masuk.

From     : Bebaek Jelek:*

Sudah bahagia ya berkencan dengan biasmu sampai lupa bawa ponsel? Sejak kapan kau memanggilnya ‘Oppa’? Sedangkan aku yang statusnya NAMJACHINGU mu saja tidak pernah kau panggil Oppa! Kau tau kan kalau aku sibuk? Seharusnya kau maklumi saja Lee Hyun Ji. Jangan samakan aku dengan Luhan Hyung!

To           : Bebaek Jelek:*

Ani! Itu murni kesalahanku yang lupa membawa ponsel! Untuk apa aku memanggil mu oppa? Kita hanya berbeda 2 tahun kan? Aku tidak suka memanggil mu oppa karena banyak yeoja yang memanggil mu oppa! Oh, sibuk ya? Tapi kenapa Luhan Oppa masih sempat untuk memberikan kabarnya kepada ku ya? Dia lebih perhatian dibandingkan dirimu! Kau yang mulai untuk membandingkan diriku dengan Jinri!

From     : Bebaek Jelek:*

Murni? Hah. Lalu bagaimana dengan Chanyeol? Kau memanggilnya Oppa juga bukan? Begitu? Karena banyak yeoja yang memanggilku oppa? Alasanmu saja bukan? Kalau begitu berpacaran dengan dirinya saja kalau begitu! Memang nyatanya kau berbeda dengan Jinri!

To           : Bebaek Jelek:*

TERSERAH! AKU TAK PEDULI!

Tess..

Tess..

Akhirnya, air mata ku jatuh juga dari pelupuk mataku setelah melihat jawaban yang diberikan Baekhyun. Kau tega, Baekhyun. Arah mata pandangku tiba-tiba tertuju pada kalender yang berada di nakas samping tempat tidur ku ini.

3 hari lagi.

Iya, 3 hari lagi kami berdua akan merayakan 1st anniversary. Kalau jadi. Tapi, melihat keadaan hubungan kami berdua yang seperti ini, tidak mungkin untuk merayakan anniversary.

Terima kasih Byun Baekhyun yang telah mengisi waktu ku selama kurang dari setahun ini. Semoga kau bisa mendapat yang lebih baik daripada diriku. Seperti Jinri. Yang kau inginkan. Haruskah kita berakhir seperti ini? Byun Baekhyun… Buat aku membenci mu! Aku sudah terlalu jauh untuk menyayangi mu. Sangat jauh. Tolong aku Baekhyun.. Tolong. Buatlah aku membenci mu seperti pertama kali aku melihatmu.

***

First Sight.

“Argh!! Jihyun sangat menyebalkan! Kenapa tiba-tiba menyuruhku untuk datang ke Kona Beans dan buru-buru? Jadi makin berantakan kan.”

Drrttt..

Drrttt..

“Aigo~ anak itu.. memang menyebalkan. Untung saja tadi digetarkan saja.”

Aih dimana sih ponselku itu. CHA! DAPAT!

DDUK.

“Aw..” Sepertinya aku menabrak seseorang barusan.

“YA!! Kalau sedang jalan, lihat-lihat! Kau ini sangat ceroboh!” Omel orang yang ku tabrak barusan.

“Mi-Mian.. Aku tidak sengaja. Sungguh.” Dia sepertinya menyeramkan. Lihat saja dari matanya. Apa itu hanya Eye-Liner?

“Tsk.” Ucap orang itu lalu pergi dari hadapanku. Sangat menyebalkan!

“Cish. Menyebalkan sekali sih! Sudah bagus-bagus minta maaf, tapi tidak mersepon. Terserah saja. Yang penting aku sudah berbaik hati kan untuk minta maaf.” Gerutu ku, dan tampaknya dilihat oleh banyak orang. Jadi malu kan haft.

Drrttt..

Drrttt..

Ku touch dengan kasar Android S II itu. Dan menjawab sang pemanggil dengan kasar.

“AKU BERADA DI PARKIRAN. SABAR!”

Hash. Anak itu….. Dengan polosnya ia melambaikan tanganya dari dalam café ke arah ku.

Second Time.

Ini adalah Sabtu! Waktu yang pas untuk bersantai ria dengan teman-teman atau saudara mungkin dengan kekasih. Aku memutuskan untuk jalan dengan RiTujiRa-ku. Karena aku tidak punya kekasih, jadi lebih baik jalan dengan mereka saja. Akan lebih terasa senang kan? Kami berempat sama-sama membeli Bubble Tea.

Kami tertawa bebas disekitar jalanan Dongdaemun hingga aku tak sadar kalau aku menabrak orang lagi dan menumpahkan sebagian Bubble Tea ku ke orang tersebut.

“Mian. Mianhae! Aku sangat amat tidak sengaja. Sungguh.” Aku membungkukan diriku saat meminta maaf saat aku menengok wajahnya, rupanya dia adalah orang yang waktu itu.

“Kau? Kenapa aku harus dipertemukan kembali dengan orang seperti mu! Sudah dua kali kau menabrakku!” Bentaknya.

“Kau kira aku mau menabrakmu terus hah?!” Bentakku kembali

“Jihyun?” ternyata ia mengenali Jihyun juga. Tau darimana?

“Baek…” Kalimat Jihyun terputus karena Ia meletakkan jari telunjuk didepan bibirnya pertanda Jihyun untuk membungkam.

“Ssstt….”

“Err.. Byun. Yakan?” Pria itu hanya menjawab dengan anggukan.

“Aku pergi dulu. Semoga kita tidak bertemu lagi gadis ceroboh!” ucapnya sinis terhadap ku.

“Kau kenal dengannya?” Tanya ku berintrograsi ke Jihyun.

“Dia temannya Oseha.” Aku mengerti maksudnya. Oh Sehun. Oseha adalah Oh Sehun.

Third Meets.

Jihyun mengajakku dan RinRin untuk pergi ke dorm EXO. Karena Minrae sedang ada acara keluarga jadinya tidak bisa ikut. Sayang sekali. Yang jelas Jihyun akan menemui Sehun-nya itu. Dan aku pasti akan menjadi obat nyamuknya. Tapi tidak apa-apa, aku jadi bisa bertemu dengan Xi Luhan! Biasku! ^^. Eh tapi  mereka kan belum debut ya.

“ANNYEONG!!!!!!!!” Teriak Jihyun begitu ia masuk ke dalam dorm EXO. Haish… Suaranya sangat mengganggu sekali saat berteriak. Uwoooo Jihyun dipeluk Suho Oppa! Sang leader EXO K! ITU! ITU! Jihyun juga dipeluk Luhan! AHHH!!! AKU JUGA MAU!

“Lulu Hyung, sepertinya ada yang mau dipeluk dirimu juga.” Canda Jihyun ke Luhan Oppa diiringi kekehannya. Eih.. Jihyun memanggilnya ‘hyung’? Tidak salah kan?

“Jinjja? Nugu?”

Ahh!!! Luhan Oppa sangat imut! Lihat saja saat dia berbicara barusan! Sangat lucu! Seperti aegyo! Omo!! Aku masih tidak percaya kalau aku berada di dorm EXO. Ditambah Jihyun adalah kekasihnya Sehun.

“Tuh!” Jihyun menunjuk-nunjuk diriku yang sedang menatap Luhan Oppa.

“Eh? Aku?” tanyaku ragu dengan menunjuk diriku sendiri.

“Siapa lagi memangnya?” Jihyun sangat ketus sih. Jadi kesal aku. Tapi… setelah itu Luhan oppa datang ke arah ku dan memelukku.

HUWA!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Aku tidak mimpi kan?!!!!!

“Kau tidak bermimpi Lee Hyun Ji!” Ledek RinRin. Ah~ pasti dia melihat raut wajahku sekarang. Sekarang ia juga pasti sedang senang karena bertemu dengan biasnya. Kim Jong Dae.

“Kau juga sedang tidak bermimpi karena kau bertemu dengan Chen!” ledekku kembali. Bisa kulihat kalau dia menjadi malu sekarang.

“CHAGI!~ Akhirnya kita bertemu lagi!” Ucap seorang namja yang pastinya bukan Sehun. Lalu siapa? Bukankah kekasihnya Jihyun adalah Sehun? Ataukah itu hanya godaan?

“YA! BAEKHYUN HYUNG! DIA GADISKU!” Teriak Seorang namja. Nah.. Ini baru Sehun.

Melihat tingkah laku sang maknae EXO K ini, para member lain meledek Sehun dan Jihyun. Rasanya sangat senang sekali jika jadi mereka. Seperti melengkapi satu sama lain. Aku jadi iri.

“Uuuu~ uri maknae sedang marah karena gadisnya direbut oleh baekki. Kekkeke~”

“Aish… Sini kau!” Sehun menarik paksa Jihyun dari pelukan…. Siapa tadi namanya? Aku lupa. Hey! Bukankah dia orang yang aku tabrak beberapa hari yang lalu? Matanya sangat mirip.

“Ya sudah. Ayuk kita tinggalkan dua insan ini untuk melepas rasa rindu mereka. Kami tinggal dulu ya~ jangan berbuat hal yang aneh-aneh!” Suho Oppa memberi nasihat dan menyuruh member lain termasuk aku dan Rinrin untuk pergi ke ruang makan. Ternyata persediaan bahan makanan sedang abis, jadinya kami bermain kertas, batu, gunting. Siapa yang kalah jadinya dia akan membeli bahan makanan di Supermarket.

“BAEKHYUN DAN HYUNJI! KALIAN KALAH! Kekeke~ daftar makanan yang akan kalian beli sudah tersedia. Jangan lupa beli makanan ringan ya. Kami sangat sering kelaparan akhir-akhir ini. Kalau uangnya kurang, tolong kalian berdua tambahkan ya. Kuharap kau tidak pelit lagi Baekhyun.” Chanyeol sepertinya sedang berceramah.

Dengan muka yang lesuh aku dan…. Baek…. –apalah itu aku lupa. Padahal dia member EXO tapi aku lupa. Karena aku terlalu focus terhadap Luhan jadi tidak mengetahuinya, hanya tau Suho, Chen, Sehun, Kai, Kris, Chanyeol  dan Luhan Pastinya. Lagipula mereka juga baru akan debut.- segera pergi ke supermarket terdekat untuk membeli bahan makanan. Sebelumnya ia menggunakan penyamaran terlebih dahulu.

“Siapa nama mu? Aku Baekhyun. Byun BaekHyun.” Ia memperkenalkan dirinya saat kami sedang dalam perjalanan.

Dia… Orang si menyebalkan itu kan? Benar kan?

Ah namanya Baekhyun.

“Aku Lee Hyun Ji.” Ucapku ketus.

“Kau sahabat kekasihnya Sehun?”

“Iya.” Tetap ketus.

“Aku tau kalau kau adalah gadis ceroboh yang telah kutemui selama dua kali.” Terangnya kemudian. Ternyata ia mengenali ku juga. Aku masih kesal dengannya.

Selesai dari acara belanja –paksaan ini. Kami beristirahat di taman dekat supermarket tadi. Dan Baekhyun membelikan aku minuman. Setelah baekhyun menenggak habis minumannya ia mengajakku untuk pulang. Padahal minum saja belum. Jadilah aku minum sambil berjalan. Masa bodohlah, aku sedang sangat kehausan sekarang. Malah kantung belanjaannya juga banyak. Jadi susah minum.

Saking susahnya aku untuk minum, jadinya aku menumpahkan minuman itu lagi ke Baekhyun karena tiba-tiba ia berhenti didepan ku dan bertabrakkan dengan ku.

“KAU. SELALU. CEROBOH!” bentaknya membuat aku emosi. Sudah tiga kali mungkin dia bilang seperti itu kepadaku.

“Awalnya aku ingin membantumu, tapi karena kau ceroboh jadinya aku tidak jadi membantumu!” bukannya daritadi saja jika ingin membantu. Terlambat.

“TELAT!” Kini ku bentak kembali si Baekhyun.

AKU. BENCI. BYUN. BAEK. HYUN.

Fourth Destiny.

Setelah kejadian itu ia menjadi kesal denganku dan para member lain yang mengatahui cerita kami. Menyuruh Baekhyun untuk meminta maaf kepadaku. Ok, aku maafkan dia. Setelah itu ia meminta nomer ponsel ku. Akhir-akhir ini kami jadi sering mengirim pesan satu sama lain. Saling memberi kabar dan mengingatkan untuk makan. Aku tidak mengerti ada apa dengan Baekhyun yang tiba-tiba menjadi baik. Ditambah lagi para member EXO dan Ketiga sahabatku meledekki aku dengan Baekhyun. Aku ingin menyumpal mulut mereka, terutama Jihyun-Sehun-Suho-RinRin-Chanyeol. Dan kini aku juga sudah hafal seluruh member EXO! Yuhuuu~

Hari ini Baekhyun mengajakku untuk bertemu di N Tower. Tidak tau untuk apa yang jelas dia menyuruhku untuk datang dengan pakaian yang cantik, kalau perlu menggunakan dress. Aku tidak peduli dengan ucapannya, jadi aku menggunakan pakaian  yang sesuai dengan cuaca dan keadaan serta tempat tujuan saja.

Ketika di N Tower, dia mengajakku untuk jalan-jalan ke tempat yang jauh dari N Tower. Untung saja aku tidak menggunakan dress. Rupanya aku dikerjai. Dia malah mengajakku ke taman yang waktu itu kami duduki untuk beristirahat setelah kami berbelanja. Ada apa sih sebenarnya?

“Aku akan mengucapkan ini sekali dan tidak ada reka ulang!” Ucapnya singkat, jelas dan padat.

Diriku pun memasang pendengaranku dengan baik-baik takut ketinggalan satu katapun.

“SaranghamnidaLeeHyunJi!”

Aku terperangah karena ucapannya. Aku takut salah dengar, karena ucapannya tanpa jeda satupun.

“Would you be my girlfriend?” Ungkapnya

“HA? Tadi kau bilang apa dulu?” Tanya ku memastikan

“SARANGHANDAGO!” Ucapnya mengulang dengan tanpa jeda lagi.

“Otte? Kau menerima ku?” Tanyanya ulang.

Aku hanya mengangguk sebagai jawabannya. Aku sangat malu…. Aku juga menyukainya. Mungkin karena kedekatan kami akhir-akhir ini.

“JEONGMAL?”

Aku hanya mengangguk lagi. Masih malu dengan pernyataannya.

“SARANGHAE!!!!!” Dia memelukku.

“NADO!!!!!” Teriakku dengan lantang masih dalam pelukannya. Hitung-hitung melepas rasa senang yang ingin ku ungkapkan.

Tiba-tiba ia menarik tanganku dan mengajakku ke Dorm EXO. Entahlah dia ingin berbuat apalagi. Aku masih tidak bisa berfikir jernih semenjak kejadian tadi.

“Uri Bacon membawa HyunJi rupanya~” Ledek D.O Oppa.

“Hyung, dia adalah yeojachinguku” Baekhyun mengucapkan hal tersebut dengan lantang dan tegas. Seperti ada maksud tertentu. Entahlah~

“Ah~ Nae Hyunji rupanya sudah ada yang punya ya. Oppa jadi cemburu. Kekeke~” Goda Luhan Oppa terhadapku. Oh bias… Maafkan aku jika aku mengkhianatimu.

“Hyung! Jangan menggodanya!” Uwwoooh~ Baekhyun mengomeli Luhan Oppa kekeke.

6th Months.

Uhh~ tak terasa kami berdua sudah 6 bulan. 6 bulan lagi kami akan setahun!^^. Kini Baekhyun mengajak ku untuk berjalan-jalan di sekitar Dongdaemun. Tapi tidak sampai seharian karena dia dikejar waktu untuk latihan.

“Bagaimana dalam memperingati satu tahunnya kita, nanti kita jalan-jalan seharian?” ajaknya.

“JEOHA! Aku menginginkannya! AYUK!!” Ucapku dengan girang.

***

Sekelibat memoriku dengan Baekhyun berputar layaknya film lama. Tangisku semakin lama semakin pecah akibat mengingat semua hal yang berbau Baekhyun. Terkutuklah waktu. Aku membenci hal ini semua ketika mengingat masa lampau.

“Hiks..”

Aku melempar ponsel ku ke sembarang arah meskipun dengan hati yang segan. Demi pelampiasan, bantal dan guling pun juga aku lempar ke sembarang arah.

Terdengar nada dering telfon masuk dari ponselku. Ternyata masih hidup. Yang ada dibenakku sekarang hanyalah Baekhyun. Baekhyun yang telah membuatku tersenyum dan tersakiti. Mengetahui lebih banyak warna hidup. Karenanya aku merasakan hal yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Dengan cara apapun aku tak bisa mendeskripsikan bagaimana senangnya diriku saat dia mengutarakan perasaannya pada saat itu. Namun, hanya karena aku berjalan dengan Hyungnya yang tertulis sebagai oppa ku saja dia menjadi cemburu dan marah-marah? Bagaimana dengan aku yang melihat ia berfoto dan berjalan bersama mantannya?

Bisa saja bukan benih-benih cinta mereka hadir kembali diantara mereka, apalagi mereka sama-sama berada di satu naungan yang sama. Baekhyun sangat egois. Apakah ia tak memikirkan perasaanku?

Lelah menangis, mataku terpejam tiba-tiba. Semoga kejadian ini hanyalah mimpi belaka. Kalau bukan, kuharap Tuhan memberikan ku jalan keluar untuk masalah ini.

‘-‘)—-<(>,<)’’

2012, 09, 27 – 08.30 AM

“JAM SETENGAH SEMBILAN?” Pekik ku setelah melihat jam alarm diatas nakas.

“Pasti karena semalam. Aku sudah lelah menangis dan akhirnya begini, jadi keterusan tidurnya. Tidak peduli.” Gumam ku.

Hah… Ternyata bukan mimpi. Ini nyata.

Pletuk! Plentang!

Der! Dor! Bder! *anggep bunyi panic dsb ya.____.*

“Euh, suara apa itu? Tikus? Berasal dari dapur. Apa mungkin tikus sedang memasak ya? Omo! Kamar ku sudah rapih? Siapa yang membersihkannya?” Tanya ku heran melihat keadaan kamar yang sudah bersih daripada tadi malam.

“JIHYUN! JANGAN MELEMPARI AKU BANTAL LAGI!”

“SUKA-SUKA DIRIKU!! MERONG~”

Jihyun? Kalo ada Jihyun pasti ada RinRin dan Minrae.

Aku segera beranjak ke ruang tamu untuk melihat ada siapa dalam apartment ku ini. Dan ternyata benar ada Jihyun, RinRin dan Minrae. Kenapa mereka kemari? Aku memang sudah tidak heran kalau melihat mereka yang tiba-tiba berada di apartment ku seperti sekarang karena mereka mengetahui kode pintu apartment ku ini. Tapi biasanya mereka bilang kepadaku dahulu tidak seperti sekarang. Tiba-tiba sudah ada didalam apartment tanpa memberitahu ku dulu.

“Jihyun? RinRin? Minrae? Sedang apa kalian disini?”

“Bukannya kami sering berkunjung kesini kan?” Tanya Jihyun kembali. Seharusnya aku jangan menanyai hal seperti itu. Pasti Jihyun akan menyerang kembali. Anak itu menyebalkan.

“Maksud ku tiba-tiba ada disini. Tanpa memberitahu ku dulu” Jelas ku pada yang lainnya.

“Kemarin Baekhyun Oppa menelfon Jihyun dan memberitahu kami kalau kau sedang bertengkar dengannya. Jadi kami datang kesini saat pagi buta. Untuk melihat keadaanmu. Dan ternyata kau sangat mengerikan. Kamarmu sudah seperti kapal pecah.” RinRin menjelaskan kepadaku. Ternyata Baekhyun masih peduli –atau sekedar pura-pura peduli? Tapi aku merasa ada yang janggal.

“Jihyun? Baekhyun menelfonmu Jihyun?” Selidikku mengingat Baekhyun juga pernah menyukai Jihyun.

“Ah? Iya, hanya sekedar memberi tau saja kok. Tidak ada yang lain.” Elak Jihyun.

“Sehun tau?”

Jihyun hanya mengangguk. Aku iri dengan mereka berdua, meskipun awalnya sering bertengkar tapi akhir-akhir ini mereka sangat romantis. Meskipun romantisnya sangat lucu. Mereka berdua sama-sama polos kalau hal seperti ini. Yang aku tau mereka baru hanya berpegangan tangan dan merangkul saja. Tapi aku suka gaya mereka berpacaran. Lucu dan konyol. Sama-sama gengsi.

“Ternyata dia masih peduli” Ucapku dengan senyuman semiris mungkin.

“Dari nada bicaranya bisa aku pastikan kalau dia sangat khawatir dengan keadaanmu, Hyunji~” Ucap Jihyun menenangkanku

“Dia sudah tertular virus gengsinya Sehun!” Celetuk ku. Jihyun pasti akan mengomeli ku.

“Kau bilang apa?! Sehun tidak gengsian!” bela Jihyun.

Jihyun sangat tidak suka kalau kekasihnya itu dibilang suka gengsi. Tapi memang nyatanya Sehun itu gengsian-_,-.

“Kalau bukan gengsian lalu apa?” Goda Rinrin

Ah… RinRin! Kau membantuku! Aku cinta padamu! Muah!

“Tau ish. Dia tidak gengsian!” Kilah Jihyun sekali lagi.

Jihyun segera melanjutkan kegiatan memasaknya lagi. Setelah tadi sempat terhenti karena ulah kedua temannya.

Baby don’t cry, tonight

Eodumi geodhigo namyeon

Baby don’t cry, tonight

Eobseotdeon il-I dwell geoya

Terdengar nada panggilan dari ponsel Jihyun. Ternyata Jihyun meletakkan ponselnya di atas meja tamu.

‘Baekki’

Deg.. Deg.. Deg..

Untuk apa? Untuk apa Baekhyun menelfon Jihyun?

Jihyun yang tadi sedang berada di dapur kini terlihat berlari kecil untuk menjawab panggilan masuknya. Terlihat sekali dimukanya, ia gelisah. Entahlah, aku tak bisa mendeskripsikan tentang Jihyun.

“Yeoboseyo?” Ucap Jihyun.

‘………..’

“Ah ye, ia bersama ku kok. Tenang saja. Kau ingin bicara?”

‘……..’

“Akan kusampaikan”

Pip. Sepertinya Jihyun yang memutuskannya.

“Cek inboxmu, Hyunji.” Apa ia bisa melihat raut wajah seseorang jika sedang heran ya? Jihyun tau saja kalau aku ingin menanyai kenapa Baekhyun menelfonnya.

Merasa diperintah, kaki menuju kamar dan mencari ponsel –yang semalam aku lempar entah kemana. Gotcha! Benar apa yang Jihyun katakan, inbox ku penuh –kembali dengan Baekhyun.

From     : Bebaek Jelek:*

Temui aku ditempat biasa. Aku menunggu.

Cih, maksudnya apa? Semalam  mengajak ku berdebat, kini mengajak untuk bertemu. Ingin memperjelas hubungan kita yang akan berakhir? Baguslah. Dengan begitu kau bisa mendekati Jinri atau merebut Jihyun dari Sehun dengan sesuka hatimu. Jihyun? Mana mungkin ia mau menerima Baekhyun. Tapi kalau Jinri? Pasti mau.

Apakah aku harus mandi?

Seolah-olah bisa membaca pikiran, ada pesan masuk lagi dari Baekhyun.

From     : Bebaek Jelek:*

Jangan lupa untuk mandi!

Helaan nafas yang hanya menjadi jawaban ku sekarang. Dengan langkah yang gontai aku bergerak ke kamar mandi dan mandi seadanya karena aku memang dalam keadaan mood yang sedang tidak baik. Siapa lagi kalau bukan Baekhyun penyebabnya.

Selesai mandi, aku memilih asal pakaian yang akan ku pakai untuk menemui Baekhyun. Bukan berkencan kan sekarang? Untuk apa rapih-rapih. Aku hanya menggunakan kemeja hijau yang ukurannya sangat pas ditubuhku dengan celana jeans panjang. Disertai jaket hijau juga, cuaca sangat dingin dibandingkan kemarin. Aku hanya membawa ponsel dan uang didalam saku jaket ku. Simple memang, tapi aku tak peduli.

“Akan menemui Baekhyun?” Tanya Minrae begitu aku keluar dari kamar.

“Yap, untuk mengakhiri hubungan.” Jawabku pasrah dengan tawa yang meremehkan.

“HyunJi? Kau tidak apa-apa kan?” RinRin memastikan keadaan ku. Ah iya, ngomong-ngomong Jihyun kemana ya?

“Jihyun tadi dijemput oleh Sehun. Mereka sedang ada perlu. Ia tadi ingin pamit tapi kau sedang mandi, dan Sehun sudah kebelet untuk mengajak Jihyun pergi jadinya Jihyun juga ikut buru-buru deh” Ucap Rinrin seolah membaca fikiran ku tentang Jihyun.

Jihyun-Sehun? Pergi? Ada perlu? Perlu apa? Tumben sekali. Biasanya mereka tidak begitu. Semoga Sehun tidak memutuskan hubungannya dengan Jihyun, aku takut kalau Baekhyun masih menyukai Jihyun juga.

Argh….. Karena Baekhyun, cara berfikirku jadi rusak begini kan. Kenapa aku malah memikirkan kalau Jihyun dan Sehun akan putus sih?

“Tenang saja, mereka sedang tidak bertengkar kok. Mereka tidak akan kenapa-kenapa” Ucap RinrRin sekali lagi –seperti membaca pikiranku –kembali.

“Pikiranku terbaca ya?” Tanya ku heran terhadap perlakuan RinRin.

“Terlihat dari raut wajahmu” Jelas RinRin

“Buruan sana! Baekhyun sudah menunggu mu! Kami numpang dahulu di apartment mu” Ucap Minrae.

Ah aku lupa.

“Annyeong” Ucapku dengan melambaikan tangan dan pergi menuju tempat biasa aku bertemu dengan Baekhyun.

“FIGHTING!” Ucap Rinrin dan Minrae serempak bermaksud menyemangatkan diriku. Mereka benar-benar sahabat yang baik. Andaikan ada Jihyun juga.

‘-‘)—-<(>,<)’’

Park.

Itu dia, sosok yang meminta aku untuk datang ke tempat ini. Byun Baekhyun. Tempat ini memang sejarah bagi kami. Ah, mungkin bagi ku saja untuk sekarang.

“Hyun Ji!” Panggilnya

Aku melangkahkan kakiku menuju Baekhyun dengan gontai. Tak ada niat untuk bertatap muka dengan King Of Eye-Liner ini.

“Hai.” Sapa ku canggung tanpa menatapnya.

“Kau tidak menggunakan penyamaran?” Tanya ku heran setela berani menatapnya dan melihat ia tidak menggunakan penyamaran apapun.

Ia terlihat mengambil sesuatu dari saku jaketnya. Dan mengibaskan-ngibaskan benda itu di depan muka ku. Masker. Seperti Luhan Oppa. Kenapa aku jadi memikirkan Luhan Oppa ya? Aku mengendikkan bahu ku dengan tak sadar. Baekhyun yang melihat perilaku ku tadi menjadi heran.

“Ya? Ada yang salah?”

“Ha? Apanya?” Jawabku bingung setelah mendengar pertanyannya.

“Tadi kau mengendikkan bahu. Ada yang salah?”

“Oh. Ani.” Jawab ku singkat.

“Hm.. Aku minta maaf atas kesalahan ku semalam. Aku sangat cemburu dengan Luhan Hyung yang pergi berkencan dengan mu.”

“AKU TIDAK PERGI BERKENCAN DENGAN LUHAN OPPA!” Teriak ku setelah ia menuduh bahwa aku pergi berkencan dengan Luhan Oppa.

“Kalian pergi berdua dan berjalan-jalan di MyeongDeong. Apakah itu bukan berkencan? Kecilkan volume suara mu itu jika kau tidak mau ada yang tau kalau kita berada disini.”

“Hanya Oppa dan Dongsaeng! Arra?” Ketus ku.

“Terserah dirimu saja. Tapi persepsi ku tetap sama kalau kalian berdua berkencan!”

“Apa ada yang lain? Kalau tidak ada, aku ingin pulang.” Aku segera berbalik dan akan beranjak dari tempat aku berdiri sekarang. Percuma berada disini, yang ada hanya akan membuat  diriku menangis didepannya nanti. Tapi sebuah lengan menahan tangan kiri ku membuat aku mau tak mau  menatap pemilik si lengan tersebut.

“Apalagi, Byun BaekHyun?” Tanya ku dengan nada yang ketus.

“Kita bicarakan baik-baik hal ini. Kumohon.” Pinta Baekhyun

Aku hanya menghela nafas dengan gusar. Dan mengikuti keinginan Baekhyun. Akankah kami segera berakhir sekarang?

Baekhyun mengajak ku untuk duduk dibawah pohon. Agar lebih tersembunyi sepertinya.

“Aku akan mengubah diriku seperti Jinri.” Putusku. Entah kenapa aku menjadi berfikir untuk mengubah diriku seperti Jinri. Hal yang konyol memang.

“M-maksudmu?”

“Kau bilang aku dan Jinri berbeda kan? Aku tau kalau ia suka mengirimu kabar dibandingkan dengan diriku. Aku berbeda jauh dengan dirinya. Dia cantik dan bertalenta. Mungkin ini cara satu-satunya agar kau tetap disisi ku, Baekhyun. Aku sudah terlalu dalam untuk mencintaimu. Awalnya aku berharap kau akan mengakhiri hubungan kita dan kau kembali ke pelukan Jinri. Tapi.. Aku yakin aku tidak akan bisa. Aku —“

Baekhyun menarik ku kedalam pelukannya. Aku semakin yakin untuk mengubah diriku seperti Jinri. Aku semakin terjerat.

“Jangan berfikir aku akan meninggalkanmu demi Jinri, Hyunji-ya~. Aku juga tidak sanggup jika aku meninggalkanmu. Hembusan nafasmu bagaikan oksigen ku, nada bicara mu seperti alunan lagu yang merdu dan menenangkan batin. Mata mu layaknya pemandangan yang tak bisa dideskripsikan dengan apapun. Pandanganmu begitu menyejukkan. Aku sangat membutuhkanmu. Membutuhkan mu disisiku. Didalam relung hatiku. Kau adalah bagian dari kepingan hatiku yang harus ditemukan. Hati hanya diciptakan satu oleh Tuhan, sedangkan kaki, tangan, mata, jantung, paru-paru dan ginjal diciptakan sepasang. Karena itu kita harus mencari sebagiannya lagi. Dan aku telah menemukannya. Dirimu. Jadi jangan mencoba untuk mengubah dirimu seperti Jinri. Aku menyukai apa yang ada dirimu.” Aku terharu mendengar ucapan Baekhyun barusan. Ingin aku menangis. Ternyata aku dibutuhkan oleh dirinya. Sangat…. Senang.

“Tapi kau kan menyukai yang seperti Jinri” ucapku memastikan.

Baekhyun melepaskan pelukannya dan menatap ku dalam.

“Aku memang suka, tapi itu dulu. Aku tidak mau jika kau melakukan hal yang sama seperti Jinri. Apalagi kalau kau yang sengaja mengubahnya. Kalau aku mencintaimu karena kau mirip dengan Jinri karena ubahanmu itu, berarti aku mencintai topengmu yang bertindak seperti Jinri. Aku menyukai dirimu karena kau adalah Lee Hyun Ji. Selamanya kau harus tetap menjadi Lee Hyun Ji yang aku kenal, arra? Aku suka dengan tingkah konyolmu mungkin kecerebohan itu. Maka dari itu aku memilihmu menjadi kekasihku. Dua hari lagi kita setahun kan? Hubunganku dengan Jinri tidak selama itu. Hanya dua bulan. Berarti aku lebih mencintaimu dibandingkan Jinri.”

Aku tersenyum mendengar segala ucapan Baekhyun. Dia benar, Jinri dan dirinya hanya menjalin hubungan selama dua bulan. Sedangkan dirinya sudah hampir setahun. Aku dan Baekhyun sama-sama dibutakan oleh cemburu. Sama-sama salah paham. Ah iya, aku masih ada yang mengganjal di pikiranku sampai sekarang.

“Kenapa kalian selca bersama?”

“Siapa?” Tanya Baekhyun

“Engkau dengan Jinri, tentu saja.”

“Oh itu, para sunbaenim menyuruhku untuk kami foto bersama. Seperti biasa.. Aku kalah. Mian.” Jelas Baekhyun

“Kalau Jihyun?”

“Jihyun? Ada apa?” Tanya Baekhyun kebingungan.

“Engkau… Tidak suka juga padanya kan?”

“Dulu.”

Singkat namun jelas, kalau ternyata ia juga pernah menyukai Jihyun.

“Sudahlah~ biarkan apa yang berlalu tetap berlalu. Kini hanya ada cerita tentang kita. Arra?” Ucap Baekhyun.

“Iya.”

“Dua hari lagi kita akan berbuat apa?” Pertanyaan Baekhyun membuat aku menjadi bingung dengan apa yang dimkasud olehnya.

“M-m-maksudnya?” Tanya ku heran dan bingung.

“Lupakan. Intinya dua hari lagi kita setahun. Pesanku hanya Please Don’t be Her! Engkau tetap engkau sampai kapanpun.”

“Saranghae. Nan jeongmal saranghaeyo, Lee Hyun Ji. Haruskah aku mengubah margamu menjadi Byun Hyun Ji?” Godanya.

Pipi. Pipiku. Pasti merah. Pasti. Aku bisa merasakannya. Aku malu! >,<.

Chu~

Mataku membulat secara tiba-tiba tanpa harus repot-repot beroperasi plastik. Pipiku mungkin sudah seperti tomat yang sangat matang. Baekhyun… Menciumku.

Perlu kutegaskan lagi.

BYUN BAEKHYUN MENCIUM KU! AAAHHHH!!!!!!! HAENGBOKKHAE!

JEONGMAL SARANGHAMNIDA! BYUN BAEKHYUN!

“Aku akan menunggumu dua tahun lagi. Dan kita kan menikah!” putus Baekhyun sepihak. Yaa meskipun tak usah ku katakana ‘iya’ pun dia juga sudah tau apa jawabanku.

I LOVE YOU SO MUCH BYUN BAEKHYUN, MY BEBAEK JELEK! I LOVE YOU TILL THE END OF TIME. I DON’T NEED A TIME MACHINE TO BRING ME TO THE PAST TIME. I’LL BE MY SELF, JUST FOR YOU, BAEKHYUN!

‘-‘)—-<(>,<)’’

Two Days Later…

“HAPPY FISRT ANNIVERSARY CHAGI!!!!!~”

Aku membuka mataku secara tiba-tiba ketika mendengar seseorang berteriak didekat ku. Baekhyun. Ia menginap di apartment ku sejak dua hari yang lalu. Dan aku sangat senang ketika ia meminta aku untuk mengizinkannya menginap di apartmentku.

“Happy first anniversary too, Chagi” Ucapku sambil tersenyum yang tidak pernah aku tujukan ke namja manapun.

“Where is my morning kiss?” Ucapnya mendadak.

“MWO?” Tanya ku memastikan kalau ia tadi salah bicara.

“Morning Kiss!”

Ternyata ia tidak salah bicara. Otteokhae? Aku tak berani T________T

“Jangan sampai aku yang menciummu lagi, Nona Lee….” Ucapnya memaksa.

Aku hanya menarik selimut hingga menutupi tubuhku. Bermaksud untuk menghindar dari Baekhyun. Bukan Baekhyun kalau apa yang ia mau tidak dapat terwujud. Ia pemaksa. Baekhyun menarik kasar selimutku dan mendekatkan wajahnya ke diriku. Ingin rasanya kabur, tapi tangan kekar Baekhyun mengunci tubuh ku rapat-rapat. Eomma…. Maafkan anakmu ini… T____T.

Hembusan nafas Baekhyun terasa menderu di hidung ku, hidung kami sudah bersentuhan tinggal beberapa sentimeter lagi jarak antar tubuh kami. Hingga……

“OMO!!! HYUNJI? BAEKHYUN?” Pekik Jihyun setelah ia membuka pintu kamarku, rupanya ia bersama Sehun. Hah, pasangan itu seperti sandal jepit.

Aku melihat posisiku dengan Baekhyun sekarang, pandangan mata kami pun bertemu. Dan aku menyadari apa yang membuat Jihyun berteriak seperti itu.

“KAMI TIDAK MELAKUKAN APAPUN! SWEAR!” Kilah ku

“Kami yang sudah setahun lebih saja tidak berani untuk melakukan hal seperti itu. Tapi kalian malah berani” Nasihat Sehun

“Salahkan Baekhyun!” Titahku.

“Aku jadi iri.” Celetuk Sehun

“YA? KAU BILANG APA TADI?” Teriak Jihyun sambil meninju lengan Sehun dan menjitak kepalanya.

“Kalian sangat mengganggu!” Omel Baekhyun

“Berterima kasih lah kepada kami, Byun Baek Hyun!” omel Jihyun balik.

Baekhyun menatap ku kembali –masih sama dengan posisi yang tadi. “Someday, but sure we will do it.”

Aku mengerti dengan apa yang dibilang Byun Baekhyun. Muka ku seketika merah karena perkataannya.

                                                                               END!

Yes! Akhirnya berakhir juga ff ini. *dipeluk Sehun* Hanya dalam waktu 8 jam pake pending dikit. Huhuhuhu maaf kalau rada terburu-buru plotnyya. Agak sengaja hihi^^ Hey, Fauziah aku sudah menepati janjimu!:p jodohkan aku dengan Oh Sehun!._. *serasa Nyi Roro Jongin*-_-v. Rasanya bikin one shoot tuh rada labil yak.. pengen plotnya panjang tapi jatuhnya kayak chapter juga. Serba salah huh. Biarkan. Yang penting one shoot pertama ku ini sukses aku selesaikan^^. Author nyempil dikit ya itu.. hoho. Eotte? Ora jelas ya? Duh aduh maaf segede-gedenya.. aku adalah author amatiran soalnya-_,-. CE O CO EM EM E EN TE. COMMENT. Hikhik. Bubay~~ *catwalk sama Sehun pake baju nikahan* *auhtor ditimpuk massa* moah bgtz.-.

17 pemikiran pada “Please Don’t Be Her!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s