Angel (Chapter 3)

Author:

Quidie

Cast:

Song Angel 

Luhan (Exo) 

Kai (Exo) 

Cho Saera 

Kris (Exo)  

Sehun (Exo)  

 ___________________________________

Ya!! Apa yang akan kau lakukan?!”

Orang itu tidak lain adalah Luhan, namja itu sendiri tidak menjawab. Setelah menyalakan keran air,ia lalu membasuh tangan Angel di air yang mengalir hingga bersih dari sabun sepenuhnya.

Auww!!

 

“Kalau sakit kenapa tidak berhenti?! Babo~ya?!” Ucap Luhan seraya menatap Angel tajam.

Mwohaneun geoya?! Sakit apa?! Na gwencana!!” Kata Angel berbohong.

“Hm?! Keurae? Kalau begini..?” Tanya Luhan yang tiba-tiba saja kembali membasuh tangan Angel di air yang mengalir membuat gadis itu sontak memekik kesakitan.  

Akkh!

 

Angel lalu menarik tangannya dari genggaman pemuda itu dan menatapnya kesal.

Keurae!! Jariku memang sakit! Puas?!!” Angel akhirnya mengakuinya. “Keundae..aku tidak akan berhenti. Aku tidak mungkin meninggalkan piring-piring ini berserakan seperti saat ini. Lagipula aku sudah berjanji pada Gaeun ahjumma bahwa aku akan menggantikannya.” Jelasnya. Untuk beberapa saat keduanya saling menatap tajam sampai akhirnya saat Angel kembali ingin melanjutkan pekerjaannya, Luhan tiba-tiba saja menghalanginya membuat Angel kesal seketika.

Neo jinjja waegu..” Ucapan Angel mendadak terhenti saat melihat Luhan yang kini mengambil sepasang sarung tangan pencuci piring dari dalam kotak yang terdapat tidak jauh dari sana kemudian mulai mencuci piring dihadapannya satu per satu. Hal ini tentu saja mengejutkan Angel, gadis itu sebelumnya tidak pernah berpikir mencari sarung tangan dan lagi ia sama sekali tidak menyangka kalau Luhan ternyata mau menggantikan pekerjaannya.

Tidak butuh waktu lama bagi pemuda itu untuk menyelesaikannya. Piring-piring dan perlatan makan lainnya kini tersusun rapi di rak dan Luhan pun langsung beranjak pergi dari sana.

Gomawo..” Ucapan Angel menghentikan langkahnya. Detik berikutnya ia berbalik ke belakang dan menatap yeoja itu datar.

“Kau tau? Sejauh ini yang aku tau kekuranganmu ada 2. Pertama keras kepala, dan kedua..bodoh. Ck..ck..semoga saja tidak ada yang lebih buruk lagi..” Ucap Luhan kemudian berjalan meninggalkan Angel yang kini menatapnya kesal.

Mwo?! Ya!!” Seru Angel namun sama sekali tidak dipedulikan oleh Luhan. “Issh~geu namja! Padahal aku sudah baik-baik ingin mengatakan ‘Terima kasih. Tapi dia malah..?!” Angel menghembuskan nafasnya keras. Sejujurnya walaupun kesal, namun ia juga harus mengakui senang dan berterima kasih pada Luhan. Pemuda itu telah membantunya. Sepertinya ia mulai yakin dengan apa yang dikatakan Gaeun ahjumma. Tentang mereka yang sebenarnya baik.

Gomawo..Luhan~si.

 ♥:♥:♥

 

Ini adalah hari kedua Angel tinggal di rumah itu. Gadis itu baru saja selesai mandi dan berniat membereskan meja makan sampai kegiatannya terhenti saat melihat Gaeun Ahjumma.

Ahjumma! Kau mau kemana?” Tanyanya heran seraya memandangi Gaeun Ahjumma yang kelihatannya ingin pergi ke suatu tempat.

Gaeun Ahjumma menoleh kearahnya. “Barusan tuan Luhan menelpon dan meminta agar seseorang membawakan tugas miliknya ini ke kampus. Karna ia lupa membawanya tadi pagi.”  Tuturnya.

Ahjumma~bukankah kau masih sakit?! Biar aku saja yang membawakan itu untuknya. Kau istirahat saja dirumah.” Kata Angel tiba-tiba.

Mwo?! Ah~keundae..” Gaeun Ahjumma baru saja berniat menolaknya namun kemudian mengurungkannya saat melihat tatapan Angel. Tatapan yang sama seperti saat ia berusaha menolak permintaan gadis itu untuk menggantikannya mencuci piring semalam. Ia hanya dapat menghembuskan nafasnya pelan.

“Baiklah..Ahjumma akan memberikan alamat kampusnya padamu.” Ujarnya membuat Angel langsung tersenyum.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Cukup lama juga bagi Angel untuk menemukan kampus Luhan, ditambah lagi tempatnya tidak dapat dilalui oleh bus membuatnya terpaksa berjalan kaki cukup jauh untuk sampai disana. Tau begini, ia lebih baik naik taksi sebelumnya.

“Woah~pantas saja bus tidak melewati tempat ini. Kebanyakan dari mahasiswa disana ternyata menggunakan kendaraan pribadi.” Ucapnya takjub saat mulai melangkah memasuki universitas tersebut. Tempat itu begitu luas dan besar. Dan Angel yakin, mahasiswa didalam pasti kebanyakan adalah orang-orang kaya.

Brukk!!

 

Aissh~jinjja!! Ya!!” Bentak seorang yeoja yang kesal karna minuman yang dibawanya tadi kini tumpah di pakaiannya karna bertabrakan dengan Angel.

“Oh?! Jeongmal jwiseonghamnida..aku benar-benar tidak sengaja.” Sesal Angel sambil menunduk beberapa kali.

“Kau ini tidak punya mata huh?!! Dasar bodoh!!” Mendengar itu mendadak membuat Angel kesal. Bukankah ia sudah minta maaf? Kenapa juga yeoja itu harus mengatainya seperti itu. Angel kini hanya mampu menahan amarahnya karna biar bagaimanapun ia juga ikut bersalah karna sudah menabraknya.

“Kau..sepertinya bukan mahasiswi disini.” Kata yeoja itu lalu mengamati Angel dari atas sampai bawah. “Ani~kau bahkan bukan seorang mahasiswa. Kelihatannya hanya orang miskin yang kesasar. Apa yang dilakukan orang sepertimu di tempat seperti ini?” Tanyanya dengan nada mengejek.

Rahang Angel mengeras mendengar semua itu. Namun ia masih berusaha menahannya dengan mengepalkan tangannya kuat.

Geumanhae!” Suara seseorang membuat keduanya menoleh.

“Luhan~si..” Ucap yeoja itu.

4 orang namja kini berdiri menatap kearah mereka saat ini. Sebenarnya tadi Luhan dan ketiga sahabatnya itu baru saja menyelesaikan kuliahnya dan tidak sengaja melihat Angel. Mereka melihat semuanya dari awal.

Luhan kini berjalan menghampiri mereka. “Babo~ya?! Kalau denganku, kau bisa berteriak. Tapi sekarang kenapa diam saja?” Tanyanya pada Angel. Gadis itu sendiri tidak mengatakan apa-apa. “Dan juga kau..” Katanya lalu menoleh kearah yeoja disebelahnya. “Kau juga salah. Bukannya ikut meminta maaf malah memaki orang lain.”

Mwo?!” Kata yeoja itu tak terima.

“Tadi aku lihat kau berjalan sambil menelpon. Itu sebabnya kau tidak melihat ada orang yang juga berjalan kearahmu. Lihat, sekarang saja kau bahkan masih memegang hp itu.” Tuturnya membuat yeoja itu terkejut. Apa yang dikatakan Luhan memang benar, sebelum bertabrakan ia memang sedang asik bicara dengan seseorang di telepon. Kini semua mata menatap kearah yeoja itu secara bersamaan.

“Kenapa kalian menatapku seperti itu?!!” Tanyanya namun tidak ada satupun dari mereka yang menanggapi. “Kalian..bisa-bisanya kalian melakukan ini padaku! Hanya karna yeoja menyebalkan ini!! Memangnya apa hubungannya dengan kalian?!!” Serunya kesal.

Luhan sendiri tidak menjawab, jujur saja ia bingung harus mengatakan apa. Tidak mungkin ia mengatakan yang sesungguhnya pada yeoja ini. Karna kalau ia melakukan itu, yeoja ini pasti akan semakin menghina Angel.

Tiba-tiba saja Kai melangkah mendekat kearah Angel lalu mengalungkan salah satu lengannya di leher gadis itu.

“Dia adalah yeojachinguku.”

Baik Luhan maupun yang lainnya sama-sama terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Kai. Terutama Angel, gadis itu bahkan tidak bisa mengucapkan sepatah katapun.

Mwo?!” Kata yeoja itu tidak percaya.

Keurae! Gadis ini adalah kekasihku. Itu sebabnya berhenti menghinanya. Kau tau, aku paling benci dengan orang-orang sombong yang bisanya hanya menghina orang lain. Sepertimu.” Kata Kai santai, namun yeoja itu bisa melihat mata Kai dan sadar kalau pemuda itu berkata serius. Yeoja itu hanya dapat mendengus kesal kemudian beranjak pergi dari sana.

Kkaja!” Kata Kai tiba-tiba membuat Angel memandangnya heran.

Mwo?!”

“Temani aku makan. Aku lapar sekali..” Ucapnya santai

“Kai~ya!! Neo waegurae?!” Tanya Sehun akhirnya, membuat Kai menoleh. “Hyung! Apa dia gila?!” Tanyanya lagi. Kali ini kepada Kris yang belum berkata apapun.

Wae?! Aku kan cuma ingin makan bersama yeojachinguku. Kkaja!!” Katanya tersenyum lalu dengan cepat menarik Angel yang kelihatannya masih bingung dengan semua ini.

“Baiklah! Dia benar-benar sudah gila!” Sergah Sehun cepat.

Tiba-tiba saja Kris tertawa pelan membuat Sehun maupun Luhan memandangnya heran. “Anak itu..selama mengenalnya baru kali ini aku melihatnya bersikap seperti itu.”

“Maksud Hyung?!” Tanya Sehun bingung.

Kai..sepertinya benar-benar menyukai gadis itu.” Ujar Kris.

Jinjja?!” Kata Sehun seolah tak percaya. Detik berikutnya ia malah tertawa “Haha! Tadi waktu kau tiba-tiba tertawa aku sempat berpikir kalau kau juga gila seperti…” Tawa Sehun mendadak terhenti saat melihat Kris yang kini menatap tajam kearahnya. Merasa dirinya terancam bahaya ia pun mulai mundur perlahan.

Neo..kemari kau!” Tepat setelah Kris mengucapkan itu, Sehun dengan cepat berlari pergi diikuti Kris yang mengejarnya dari belakang.

Luhan sendiri belum mengatakan apa-apa setelah mendengar pernyataan Kai tadi. Matanya masih memandang punggung Angel dan Kai yang berjalan menjauh.

 

Kai menyukai Angel..?

 

 

#TBC 

 

33 pemikiran pada “Angel (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s