[EXO PLANET] Time Control (Chapter 5)

Tittle : [EXO PLANET] Time Control

Author : Hye724

Genre : Fantasy, Romance

Ratting : Teeneger

Length : 5 / Chapter / 16P / 3,356W

Main Cast :  – Park Kyung Mi a.k.a Kyungmi (OC)

                   – Do Kyung Soo a.k.a EXO-K Dio (Here)

– Park Chi Hoon a.k.a Mama (Here)

                   – Kim Jong In a.k.a EXO-K Kai

Support Cast :          – Park Myun Hyang a.k.a Putri Park (OC)

                      – Park Chan Yeol a.k.a EXO-K Park (Here)

                      – Xi Lu Han a.k.a EXO-M Xi

                      – Kim Joon Myeon a.k.a EXO-K Suho

                      – Kim Jong Dae a.k.a EXO-M Chen

                      – Wu Fan a.k.a EXO-M Kris

                      – Byun Baek Hyun a.k.a EXO-K Byun

                      – Oh Se Hoon a.k.a EXO-K Oh

                      – Zhang Yi Xing a.k.a EXO-M Lay

                      – Huang Zi Tao a.k.a EXO-M Tao

                      – Kim Min Seok a.k.a EXO-M Xiu

Others Cast : – Super Junior Members (Hope)

                    – Park Jin Young (Maybe)

                    – Lee Soo Man (Maybe)

A.N :  Annyeong.. Yeay, udah sampe chapter 5 dong 😀 rencananya mau sampe chapter 8, semoga Kalian tetep setia baca FF yang panjang dan berbelit-belit ini yaa 🙂 jumlah page nya emang lebih banyak di banding yang sebelum-sebelumnya, tapi word nya sama aja ko. Kebanyakan enternya XD

Disclaimer : Semua milik Tuhan, member EXO juga milik Tuhan. Semua ciptaan Tuhan, FF ini ciptaan Author atas izin Tuhan 🙂

Warning : No Bash! No Plagiat! This story real by Me 🙂

 

Happy Reading~

 ____________________________________

* PROLOG *

“Kyungmi-ah”

“Hmm”

“Kau tahu apa itu cinta?”

“Entahlah, Aku tak begitu yakin”

“Aku ingin membuatmu yakin”

“Aku senang bisa merasakannya”

“…”

* * *

 

Park Kyung Mi Side’s

Terik matahari terpancar sempurna, membungkus setiap sudut planet ini dengan detailnya. Tak ada hentinya peluhku mengalir membasahi seluruh permukaan kulitku. Untuk kesekian kalinya hari ini Aku berlatih dengan ke-12 Dewa EXO Planet. Berlatih untuk mengendalikan kekuatanku. Entahlah, hingga saat ini Aku belum juga menunjukan keberadaan kekuatanku. Aku tak tahu bagaimana melakukannya. Walau pun Mereka sudah mengajarkanku semua cara untuk mengendalikan kekuatanku, tapi Aku tidak bisa melakukannya. Mungkin Aku memang hanya manusia bumi biasa, bukan makhluk EXO Planet seperti Mereka.

 

“Itu dia masalahmu!”

 

Aku mendongakan kepalaku. Menatap pemuda berwajah malaikat yang membawaku hingga ke planet ini. Sudah berapa kali Dia membaca fikiranku hari ini? Aisshi. Seperti yang Ku ketahui, namanya Xi Lu Han. Atau makhluk bumi biasa menyebutnya Xi Shin, Dewa Xi dengan kekuatan telepati. Berkatnyalah Aku bisa berada di tempat ini hingga saat ini. Melalui alam bawah sadarku, dengan kata lain semua ini hanyalah sebuah mimpi. Diriku yang sebenarnya tengah tertidur pulas jauh di dimensi pertama sana. Ya, mimpi bagi seorang manusia bumi biasa. Lalu Aku? Aku berbeda. Takdirku adalah EXO Planet.

“Kau harus yakin atas dirimu sendiri Park Kyung Mi. Ini hanya sebuah awal. Ini hari pertamamu latihan bukan? Kekuatanmu itu sudah terlalu lama dibiarkan begitu saja. Jadi wajar hingga saat ini Kau belum bisa mengendalikan kekuatanmu.”

Aku tertegun. Xi Shin membaca fikiranku lagi. Ya, mungkin itu sebuah kebenaran. Aku harus bisa menerima semua kenyataan disini, semua yang ada di EXO Planet ini adalah takdirku. Takdir lain yang harus Aku terima dan harus Aku jalani. Aku yakin bisa melewati semua ini.

“Ya, Kau harus yakin dengan dirimu sendiri. Langkah pertama untuk mengendalikan kekuatanmu adalah dengan percaya pada dirimu sendiri Kyungmi. Jika langkah pertamamu telah terlewati, langkah selanjutnya akan terasa sangat mudah untukmu.”

Aku tersenyum. Kini laki-laki yang Ku ketahui bernama Kim Jun Myun atau Suho Shin yang angkat bicara. Aku senang mendengar satiap detail kata dari kalimat yang Mereka samua katakan padaku, Aku merasa tenang mendengarnya, seperti memiliki banyak sekali kakak laki-laki. Tapi tidak dengan salah satu atau dua makhluk di antara ke-12 makhluk dimensi kedua di hadapanku ini. Ya, Do Kyung Soo dan Kim Jong In. Mereka berbeda untukku. Aku memiliki takdir lain dengan kedua laki-laki yang berbeda dimensi denganku itu.

“Sepertinya semua sudah lelah”

“Lebih baik latihan hari ini cukup sampai di sini, besok pagi Kita akan latihan lagi. Berkumpul kembali di tempat ini tepat pukul 6 pagi. Arra?”

“Ne, Hyungnim”

“Ne.. Suho Shin”

* * *

Next day~

Angin pagi berhembus laun seirama, mengalun tenang kearah utara EXO Planet. Membawa harumnya kesejukan embun pagi, menyapa lembut bersama nafas yang berhembus. Aku menggeliat, merasakan cahaya matahari menelusup masuk ke ruangan pribadiku melalui setiap celah kecil di sudut kamarku. Sinar matahari menerpa wajahku, memaksa kedua kelopak mataku untuk terbuka.

Eh?

Matahari?

Mwoya? Matahari???

Aku tersentak. Aku mengubah posisi tubuhku menjadi duduk, mencoba mengumpulkan semua nyawaku dalam waktu hitungan detik. Astaga, jam berapa ini? Aku melirik sebuah jam dinding yang terletak tepat di dinding sisi kanan ruangan.

 

06.50 EPT (EXO Planet Time)

 

Mwo? Sebentar lagi jam 7. Astaga, Aku terlambat 1 jam. Babo babo-ya. Matilah Kau Park Kyung Mi.

* * *

 

Do Kyung Soo Side’s

07:00 EPT

Kemana gadis itu? Dia terlambat 1 jam. Apa yang tengah dilakukannya sekarang? Apa dia masih menikmati tidurnya? Park Kyung Mi di Bumi dan Park Kyung Mi di EXO Planet sama saja, tak ada bedanya, gemar membuat orang lain menunggu.

“Hyungnim Aku bosan” Huang Zi Tao, Dewa termuda di EXO-M mulai merajuk. Dia memang yang paling manja di antara si bungsu yang lain, Jongin dan Sehun.

“Aku juga. Sampai kapan Kita menunggu gadis itu Hyungnim?”  kali ini si bungsu Sehun yang merajuk. Astaga, gadis itu benar-benar mencari masalah.

“Kita akan tetap menunggu Park Kyung Mi” balas Junmyun Hyungnim tenang.

“Tak apa Tao, Sehun. Dia masih belum terbiasa” tambah Wufan Hyungnim.

“Mungkin Dia terlambat bangun Hyungnim” ucapku mencoba memberi jawaban yang Ku rasa semua pasti sudah mengetahui mengenai itu.

“Kai, bisakah Kau menjemputnya?” pinta Minsuk Hyungnim, Dewa Xiu.

“Mwo?” tanya Kai sedikit terkejut.

Perlahan wajahnya yang tenang itu berubah menjadi sedikit menakutkan. Kim Jong In atau Kai, Dia menolak takdir Park Kyung Mi. Baginya, kakaknya hanyalah Kim Kyung Mi. Kai hanya terlalu menyayangi Kim Kyung Mi, kematian Kim Kyung Mi adalah puncak kemarahannya. Kai akan menjadi sangat menyeramkan jika ada yang menyinggung mengenai kematian kakak perempuan satu-satunya itu, bahkan Mama sekali pun.

“Biarkan saja Hyungnim. Biarkan gadis itu datang dengan sendirinya” ucap Junmyun Hyungnim menengahi. Pasti Junmyun Hyungnim sudah tahu apa yang akan dilakukan Kai jika Wufan Hyungnim tetap memaksanya untuk pergi menjemput Park Kyung Mi. Ya, Aku rasa akan lebih baik jika Kami menunggu gadis itu.

 

Tap tap tapp~

 

“Maafkan Aku, Aku mohon maafkan Aku!  Jebal…”

 

Park Kyung Mi berlutut tepat dihadapan Kami sesampainya di lapangan latihan Istana ini, menautkan kedua tangannya di atas kepalanya. Astaga, Aku baru sadar kalau gadis di hadapan Kami ini memang benar-benar manusia.

“Aku mohon maafkan Aku”

Gadis itu polos atau bodoh sih? Ku lihat seulas senyuman menghiasi wajah Junmyun Hyungnim yang penuh dengan charisma itu, Aku tahu Dia tak akan marah, tapi bagaimana dengan yang lain?

“Ayo Kita mulai latihan”

Junmyun Hyungnim sudah mengeluarkan perintah. Seketika semua Dewa mengambil posisi Mereka masing-masing. Kyungmi mendongakan kepalanya, menatap Junmyun Hyungnim yang tengah berjalan memunggunginya dengan tatapan bodoh andalannya itu. “Ya! Cepat kembali ke posisimu! Kau mau membuat Kami menunggu lagi hah?” pekik Kai. Sedetik kemudian Kyungmi berdiri dengan tegaknya, berlari kecil menuju posisi latihannya.

* * *

Matahari semakin beranjak kearah barat, teriknya terasa membakar pori-pori tubuhku. Panas sekali. Padahal planet Kami berada di luar sistem tata surya, itu berarti EXO Planet mempunyai jarak yang cukup jauh dengan matahari, tapi karna Chanyeol Hyungnim disini jadi jauh atau tidaknya matahari tidak berpengaruh sama sekali dengan suhu panas di EXO Planet.

Kyungmi duduk dengan kakinya yang di silangkan, menempatkan kedua tangannya di atas kedua lututnya, membiarkan kedua matanya tertutup. Sepertinya Kyungmi mulai terbiasa merilekskan fikirannya, Aku harap tak lama lagi Kyungmi dapat mengendalikan fikiran dan kekuatannya. Aku tahu Kyungmi bisa melakukan itu, Kyungmi hanya membutuhkan waktu.

“Kau tahu? Hidup adalah sebuah pilihan Kyungmi-ah” ucap Luhan Hyungnim. Kyungmi mengangguk sebagai pengganti kata ‘Ya’. Ya, ini adalah tugas Luhan Hyungnim. Membantu Kyungmi memfokuskan fikirannya. Kyungmi masih menutup kedua kelopak matanya, dengan posisi tubuhnya yang masih sama seperti tadi.

“Kau harus memilih satu titik yang sangat Kau sukai, yang Kau yakini bahwa titik itu adalah pilihanmu yang tepat” lanjut Luhan Hyungnim. Kyungmi hanya menganggukan kepalanya, mengerti dengan apa yang di maksudkan Luhan Hyungnim.

‘Gadis pintar’ batinku.

“Titik itu pilihanmu?” tanya Luhan Hyungnim.

“Ya” jawab Kyungmi.

“Jangan biarkan titik itu menghilang Kyungmi-ah, Kau harus menjaganya, itu pilihanmu”

Kyungmi terlihat tenang, semoga ini pertanda baik. Aku tahu Kyungmi pasti bisa melakukannya dengan baik. Eh? Kyungmi menggerakan kepalanya pelan, Dia tampak gusar. Ada apa? Apa ada yang mengganggu fikirannya?

“Kau harus tetap focus”

“Aku..”

“Jangan lepaskan titik itu Kyungmi-ah”

“A.. Aku.. Ah~”

Astaga! Ada apa dengannya? Kyungmi menjatuhkan tubuhnya kasar, memegangi kepalanya dengan kedua tangannya. Sepertinya Dia kesakitan. Aku merasa tubuhku bertindak di luar kendaliku. Kedua kakiku berlari kecil menghampiri gadis yang tengah tersungkur di tanah itu, Ku sentuh lengan kurus gadis bernama Park Kyung Mi ini. “Kyungmi-ah” kataku parau. Aku mengguncang pelan tubuh Kyungmi, berharap gadis itu berhenti terisak. “Itukah pilihanku?” ucapnya lirih. Aku mematung, tak mengerti apa yang diucapkan gadis cantik yang masih terisak dibalik kedua telapak tangannya itu. “Biarkan Dia tenang dulu Kyungsu-ah” ucap Luhan Hyungnim. Aku mengangguk mengerti. Perlahan Kyungmi mengubah posisinya menjadi duduk, Kyungmi menghapus air matanya, mengatur nafasnya yang tak beraturan. Kyungmi tersenyum padaku. Entah mengapa Aku merasa tertampar melihat senyum Kyungmi itu, Aku merasa Kyungmi tengah mengatakan padaku bahwa Dia baik-baik saja, walau Aku tahu keadaannya tidak sedang baik. “Aku baik-baik saja Kyungsu-ah” ucapnya tenang. Aku meneguk ludahku susah payah, melihat Kyungmi seperti ini terasa sangat menyakitkan. Kyungmi tak jujur padaku.

* * *

 

Kim Jong In Side’s

Suara percikan air terdengar ramai mengisi kesunyian sekitarku. Aku tengah berada di tepi aliran sungai kecil yang terletak tak jauh dari luar Istana. Bebatuan kecil menghiasi tepi sungai, dengan beberapa bebatuan besar di tengah sungai kecil ini. Dahulu, saat Aku masih kecil, Aku dan Nuna-ku selalu bermain di atas bebatuan besar itu. Melompat dari batu satu ke batu lain, menari, bercanda, bercerita atau bahkan mengadu kekuatan Kami satu sama lain. Aku selalu merasakan sebuah ketenangan di tempat ini, tempat yang selalu membuatku hanyut akan ingatanku mengenai kakakku, Kim Kyung Mi. Satu-satunya perempuan yang selalu ada untukku, perempuan yang selalu membuatku bangkit disaat semua orang bertubi-tubi menjatuhkanku, perempuan kedua setelah Umma yang memberikan arti kehidupan padaku. Perempuan itu Kim Kyung Mi, kakak perempuanku yang sangat Aku sayangi lebih dari diriku sendiri. Tapi takdir berkata lain, memisahkan Aku dan kakakku di dua dimensi yang berbeda. Sekarang gadis lain bernama Park Kyung Mi muncul di hadapanku. Ya, Aku percaya dia adalah reinkarnasi dari kakakku Kim Kyung Mi. Tapi Park Kyung Mi tetaplah Park Kyung Mi, tidak mungkin baginya untuk menjadi Kim Kyung Mi. Semua orang bisa beranggapan bahwa Dia adalah kakakku, tapi tidak denganku. Kehadirannya hanya membuatku semakin larut akan kematian kakakku, kehadirannya hanya membuat luka lamaku semakin mendalam, Aku merasakan sakit setiap melihatnya, melihatnya yang begitu sama dengan kakakku, Kim Kyung Mi.

 

&*^#*!(*&^!%@

 

“Kau menyukainya?”

“Siapa?”

“Aku akan bicara pada Mama agar membatalkan pernikahan Kami, Aku yakin Mama mengerti”

“Nuna, apa yang Kau katakan?”

“Aku tahu Kau menyukai Putri Park, Aku tak akan menikah dengan Mama, Aku ingin melihatmu menikah dengan Putri Park saja”

“Andwae! Kau tidak boleh melakukan itu Nuna!”

“Waeyo? Kau adikku, Aku ingin melihatmu bahagia. Putri Park adik dari Mama, Aku yakin Mama juga ingin melihat adiknya bahagia, sama seperti Aku”

“Nuna fikir Aku akan bahagia melihat Nuna membatalkan pernikahan Nuna dengan Mama?”

“Jongin-ah~ Kau sudah dewasa eoh?”

“Nuna, Aku akan bahagia jika Nuna bahagia, percayalah”

“Gomawoyo Jongin-ah”

 

&^%@#$%$!^@&^*

 

“Dengar Jongin-ah! Kau tidak boleh jauh dariku saat berperang nanti eoh?”

“Aku mengerti Nuna-ya, Kau sudah mengatakan itu berulang kali semalam”

“Anak pintar”

“Tentu saja!”

“Kau harus menghilang saat terjebak nanti”

“Nuna Aku tidak bodoh”

“Aku sangat menyayangimu Jongin-ah, jangan biarkan orang lain menyakitimu, Aku akan sangat marah jika itu terjadi”

“Benarkah? Aku sungguh penasaran bagaimana ekspresi wajah Nuna saat marah”

“Ya! Kau meledekku eoh?”

“Hahaha”

“Dasar anak nakal!”

 

%@#%#\!%@*$$#*!

 

“Jongin-ah pergi dari tempat itu!”

“…”

“Andwae!!!”

“Nuna awas!”

“Aah~”

“NUNAA!!!”

“Ah.. Jongin-ah gwenchanna?”

“Nuna jangan tinggalkan Aku.. hiks..”

“Kau aah.. b.. be.. nar-benar anak nakal.. eoh?”

“Nuna..”

“Uljima Kim Jong In, Aku aah~ Aku senang Kau selamat. Berjanjilah padaku untuk hidup dengan baik eoh?”

“Nuna-ya.. hiks..”

“YA! Aah~”

“Nuna..”

“Kau ini anak laki-laki atau anak gadis eoh? Berhentilah menangis!”

“Nuna..”

“Aah~ berjanjilah padaku Jongin-ah, berjanjilah padaku, Aku mohon berjanjilah ah.. padaku seperti seorang laki-laki yang tangguh!”

“Aku janji Nuna, Aku janji!”

“Kau aah~ Kau memang adikku yang sangat tampan dan pintar aah~”

“Nuna..”

“Aku menyayangimu Kim.. Jong In…”

“NUNA!!!”

 

#%$#$&^(*>\{%$!

 

Aku merasakan pipiku basah, Aku menangis? Ya, Aku selalu menangis setiap mengingat percakapan terakhirku bersama kakakku itu. Tak ada hal yang lebih menyakitkan dibandingkan menyaksikan kematian kakakku dipangkuanku sendiri, melihat betapa hebatnya kakakku di hari itu. Melihatnya berlari kearahku, menyelamatkanku dari hantaman kekuatan Dewa Minho dengan kekuatan dahsyatnya. Dia yang terhebat, tak ada yang bisa mengalahkannya. Aku tahu itu. Tuhan bisakah waktu terulang kembali? Aku merindukannya. Aku merindukan kakakku, Kim Kyung Mi.

* * *

 

Author Side’s

Park Kyung Mi tengah duduk di bangku taman belakang Istana, menghirup udara sejuk embun pagi yang berhembus bebas. Hari ini hari ketiganya berlatih bersama 12 Dewa EXO Planet. Sedikit perubahan jadwal latihan, hari ini latihan akan di mulai pukul 10 pagi, jadi Kyungmi bisa sedikit bernafas lega pagi ini. “Kau sedang apa?” Sebuah suara mengarah pada Kyungmi, membuat Kyungmi menoleh mencari sumber suara tersebut. “Kyungsu-ah” gumam Kyungmi. Do Kyung Soo duduk di sisi kanan Kyungmi, menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. “Kau lelah?” tanya Kyungsoo. “Ani, Aku senang bisa berada di planet ini” jawab Kyungmi tulus. Kyungsoo tersenyum, merasakan kesungguhan dari kalimat yang di lontarkan oleh Park Kyung Mi. Kyungsoo menggenggam tangan kanan Kyungmi lembut. “Berjuanglah” gumamnya, seolah mentransfer kekuatan pada Kyungmi.

* * *

10:00 EPT

“Semua sudah berkumpul?” tanya EXO-K Suho. Sekarang seluruh Dewa EXO beserta Kyungmi sudah bersiap untuk memulai latihan hari ini. Sejak kejadian Kyungmi terjatuh kemarin,  EXO-M Xi tampak lebih memperhatikan setiap gerak Kyungmi. Baik Kyungmi mau pun EXO-M Xi tak ada satu pun yang berniat membicarakan kejadian di alam bawah sadar Kyungmi kemarin pada ke-11 rekan Mereka yang lain. “Ani, Hyungnim. Kai belum datang” jawab Jongdae, EXO-M Chen. “Baiklah, Kita mulai duluan saja” perintah EXO-K Suho. Semua tampak mengangguk setuju, terkecuali Kyungmi. “Andwae! Kita harus mencari Jongin” ucap Kyungmi. Seketika membuat seluruh pasang mata menatapnya skeptic, heran akan maksud dari perkataan gadis berparas cantik itu. Kyungsoo merasa perasaan ganjal menghampirinya, merasa sedikit sakit ketika Kyungmi mengkhawatirkan Kim Jong In. Khawatir? Ya, itu yang Kyungmi rasakan.

Segumpal asap biru pekat muncul 15 kaki di hadapan ke-11 makhluk EXO Planet dan 1 makhluk Bumi itu. Sedetik kemudian seorang yang tengah menjadi topic pembicaraan itu muncul. “Maaf Aku terlambat” katanya setelah asap biru pekat itu benr-benar menghilang di balik tubuh kekarnya. “Jongin-ah, Kau dari mana?” tanya Kyungmi tiba-tiba. Kai tampak terkejut mendengar pertanyaan yang di lontarkan gadis bernama Park Kyung Mi itu. Enggan menjawab, Kai tetap melanjutkan langkahnya menuju Hyungnimdeulnya. “Jongin-ah…” “Itu bukan urusanmu! Berhentilah bicara padaku, selesaikan tugasmu disini, lalu kembali ke planetmu!” pekik Kai sukses membuat semua terpaku mendengar penuturan Kai yang terdengar sangat kasar, terebih Kai mengatakan itu pada Kyungmi. “Kai!” sentak EXO-K Suho merasa Kai sedikit berlebihan. “Aku tak ingin latihan hari ini” ucap Kai seraya menjentikan jemari kanannya. Perlahan asap biru pekat kembali muncul dari balik tubuhnya, hingga Kai pun menghilang bersamaan dengan asap biru pekat itu. Kyungmi membeku, memikirkan apa yang di katakan pemuda berkulit cokelat tadi. “Kyungmi-ah” Kyungsoo mengguncang tubuh Kyungmi pelan, membuyarkan lamunan Kyungmi. “Aku baik-baik saja Kyungsu-ah” ucap Kyungmi menenangkan laki-laki yang sudah sepantasnya mengkhawatirkan keadaan Kyungmi itu. “Suho Shin ayo Kita mulai latihan” ucap Kyungmi setenang mungkin. Kyungmi tersenyum pada semua mata yang tengah memperhatikannya itu. Semua tahu betapa keras dan kasarnya Kai, tapi tak ada satu pun yang menyangka Kai bisa melakukan itu pada Park Kyung Mi, sekeras apa pun penolakan Kai terhadap takdir Park Kyung Mi.

* * *

 

Park Kyung Mi Side’s

“Park Kyung Mi, coba lihat ini” Xi Shin mengayunkan jemarinya laun, sebuah batu besar tampak bergerak sesuai perintah Xi Shin melalui fikirannya. Fikiran? Ya, Aku bisa membaca fikiran Xi Shin. Ani, bakhan Aku bisa membaca fikiran semua makhluk di hadapanku ini. Setelah Aku perhatikan sebuah titik yang sudah Aku pilih kemarin, Aku melihat sesuatu yang sangat besar akan terjadi padaku, hal yang mungkin akan mengubah seluruh kehidupan di dunia ini, semua itu Aku yang akan melakukannya. Entah bagaimana caranya, Aku bisa mengendalikan kekuatan yang di miliki oleh Xi Shin. Bukan kekuatan hujan yang di miiki Kim Kyung Mi di masanya dulu. “Lihat ini” ucap Xi Shin seraya mengayunkan jemari kurusnya, memerintahkan batu itu untuk segera mendarat.

 

*&*&(%$$#@#$/&^

 

“Aah~”

“Kyungsu-ah…”

“…”

 

$#@$!&^*&@(+][#

 

Sepintas bayangan memenuhi otakku. Astaga, Xi Shin akan melemparkan batu besar itu pada Kyungsoo. “Geumanhae!” teriakku seraya menutup kedua mataku, jemariku mengayun bebas di udara. Sunyi. Aku tak mendengar suara apa pun. Apa yang terjadi pada Kyungsoo? Aku takut membuka kedua kelopak mataku. “Kyungmi-ah” ah, Aku mendengar sebuah suara. Itu suara Kyungsoo, Dia tidak apa-apa? Apa yang terjadi? Aku membuka mataku. Ku lihat semua menatapku, beberapa mengalihkan pandangannya ke sebuah batu besar yang hendak Xi Shin lemparkan pada Kyungsoo tadi. Astaga, apa itu? Batu itu melayang di udara, tak bergerak sedikit pun. Hanya melayang di udara, 5 kaki tepat di atas kepala Kyungsoo. “Kyungsu-ah gwenchanna?” ucapku parau. Aku berlari kecil menghampiri Kyungsoo yang masih membeku di tempatnya itu, Aku menarik tangan Kyungsoo untuk menjauh dari tempat itu, menjauh dari bawah batu besar yang mungkin bisa membunuhnya itu. “Bagaimana Kau melakukannya? Itu Time Control. Tapi Kau hanya melakukan time control pada batu itu, tidak dengan keadaan di sekitarmu. Bagaimana caranya? Cepat beritahu Aku!” ucap Tao Shin antusias. Aku tertegun. Benarkah Aku yang membuat batu itu melayang di atas sana? “Aku.. Aku tidak tahu, itu terjadi begitu saja” jawabku gugup. Sebenarnya apa kekuatanku? Aku bisa mengendalikan kekuatan Xi Shin dan Tao Shin sekaligus? Benarkah? “Kau melakukannya dengan baik Kyungmi” ucap Xi Shin. Dia tersenyum, benar-benar seperti malaikat. Jadi ini tujuannya melemparkan batu besar itu pada Kyungsoo? Idenya benar-benar gila. “Aku tahu Kau tidak bisa melihat orang yang Kau cintai terluka, maka dari itu Aku merencanakan ide gilaku itu. Tapi itu berhasil bukan?” Xi Shin mengeluarkan seringaiannya. ‘Ya, Kau hebat Xi Shin’ batinku. Aku menjawabnya melalui fikiranku. Xi Shin tersenyum.

* * *

 

Do Kyung Soo Side’s

EXO-K dan EXO-M tengah berkumpul di ruangan Singgasana Mama, bahkan Kai sudah ada bersama Kami sekarang. “Bagaimana perkembangan Kyungmi?” tanya Mama. “Sangat baik Mama” jawab Junmyun Hyungnim puas. Mama tersenyum mendengar jawaban Junmyun Hyungnim. “Aku tahu Dia bisa melakukannya dengan baik” ucap Mama. Semua mengangguk turut senang akan keberhasilan yang telah di capai Kyungmi hari ini. “Mama..” Luhan Hyungnim angkat bicara. Sepertinya ada hal penting yang akan Luhan Hyungnim katakan pada Mama, mungkin menyangkut titik yang telah di pilih Kyungmi kemarin. Ya, setiap makhluk EXO Planet yang sudah bisa mengendalikan kekuatannya akan mengalami hal yang sama dengan Kyungmi, memilih satu titik yang akan di jadikan sebagai tujuan hidupnya di EXO Planet ini. Makhluk EXO Planet yang mempunyai titik dengan arti perubahan yang besar akan menjadi Dewa EXO Planet nantinya, seperti Aku dan Dewa EXO Planet yang berada disini sekarang ini. “Katakanlah EXO-M Xi” titah Mama. Seketika Luhan Hyungnim menganggukan kepalanya sebagai pengganti kata ’Ya’. “Kyungmi memiliki kekuatan yang sangat besar, lebih dari yang tertulis pada takdirnya.” Jelas Luhan Hyungnim. Apa maksudnya? Kekuatan yang sangat besar? Bagaimana mungkin? “Lanjutkan!” titah Mama. Sekali lagi Luhan Hyungnim menganggukan kepalanya. “Ku lihat, Kyungmi bisa mengendalikan 3 kekuatan pokok Dewa EXO Planet, dan 3 kekuatan pokok Dewa SJ Planet” lanjut Luhan Hyungnim. Mama tersenyum tenang mendengarnya, semua tampak terkejut mendengar penuturan Luhan Hyungnim. 3 kekuatan pokok Dewa EXO Planet itu berarti Telepathy kekuatan Luhan Hyungnim, Teleportation kekuatan Kai, dan Time Control kekuatan Tao. Lalu bagaimana dengan 3 pokok kekuatan Dewa SJ Planet? Aku tidak mengetahuinya. “Itu berarti Kyungmi bisa mengendalikan telepathy, teleportation, time control, lalu kekuatan keabadian Dewa Leeteuk, kekuatan kematian Dewa Heechul, dan kekuatan Iblis Dewa Kyuhyun” jelas Luhan Hyungnim sontak membuat semua menganga, terkecuali Mama. Astaga, Aku tak menyangka Kyungmi mempunyai kekuatan sebesar itu. Hebat sekali gadis bodoh itu.

“Jangan biarkan orang lain mengetahui semua ini, bahkan Kyungmi dan Putri Park sekali pun”

“Ye, Mama~”

 

THE END 🙂

 

Abis ini Aku publish chapter selanjutnya rada lama ya chingudeul, soalnya Aku mau test minggu depat, jadi ngga akan sempet buat ngetik kayaknya. Mian 🙂

10 pemikiran pada “[EXO PLANET] Time Control (Chapter 5)

  1. Ga masalah sih thor klo km mu ikut test dulu, tapi jangan taro tulisan THE END dulu donk di chapter ini, aku shock tau baca nya!!! >__<

    Next chapter aku tunggu deh, yg penting lanjut!!!
    Tp request donk, jangan terlalu banyak scene romantis D.O-KyungMi, rada kesel, ini sedangkan perang batin sama Kai nya kurang, untung di chapter ini udah ada, hehe *reader banyak mau nya!!*

    Oh iya, semoga test nya lancar ya 🙂

  2. Ampun deh thor!!!
    ff ini keren banget!
    semangat deh thor,semoga tes nya lancar 🙂
    Semangat juga nih buat kyungmi !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s