Stand By Me (Chapter 10)

STAND BY ME CHAPTER 11

TITLE: STAND BY ME ( Last chapter)

AUTHOR: VENUS_228

MAIN CAST

  1. WU YI FAN ( KRIS EXO M)
  2. HAN SOO MI
  3. CHOI SEUNG HYUN ( TOP BIG BANG)

OTHER CAST: CAN YOU FIND IT BY YOUR SELF

GANRE: ROMANCE

LEGHT: CHAPTER

Author talk: Annyeong chigudeul J ini FF pertama yang author buat jadi mian klo banyak kesalahan dan ceritanya gak jelas atau alurnya terlalu cepat. Semoga kalian suka. Satu lagi FF ini murni hasil imajinasi author yang kelewat tinggi dan gak jelas tapi di tulis dengan hati* senyum manis bareng Kris* I hope you like it.

stand by me 11

HAN SOO MI POV

“ Atau begini saja, kalian berdua cari meja yang kosong sementara aku dan Soo mi noona yang akan memesan makanan.”

Aku langsung menoleh saat mendengar namaku disebut oleh Tao. Dan sebelum sempat aku mengatakan apapun anak itu sudah lebih dulu menarikku menjauh dari Seung hyun oppa dan juga Kris. “ Tao.” Panggilku sambil menarik tanganku pelan dari genggamannya.

Tao menoleh dan menatapku sambil tersenyum lebar. “ Wae, noona?”

“ Apa tidak masalah meninggalkan mereka berdua? Aku khawatir, Tao.”

“ Khawatir kenapa, noona? Memangnya hubungan mereka berdua buruk? Bukankah mereka baru bertemu?”

“ Kau benar. Tapi……” aku kembali terdiam. Benar apa yang dikatakan Tao. Untuk apa aku mengkhawatirkan mereka? Toh mereka juga baru pertama kali bertemu. Tapi, kalau mengingat sikap Seung hyun oppa saat kami membicarakan Kris, aku takut Seung hyun oppa akan melakukan hal yang buruk pada Kris.

Astaga!!!! Apa yang sudah ku pikirkan???!!! Seung hyun oppa pasti tak akan melakukan hal yang buruk pada Kris. Walaupun dia orang yang gampang marah tapi aku yakin dia tak akan melakukan hal yang seperti itu.

Ck, kenapa tiba-tiba pikiranku melantur seperti ini? Apa sich yang kutakutkan? Toh ini di tempat umum dan mereka berdua juga sudah dewasa. Ck, kadang-kadang aku bisa menjadi sangat paranoid seperti ini.

“ Noona.” Suara Tao yang memanggilku kembali membuatku sadar dan langsung menatapnya. “Kau ingin memesan apa, noona?”

“ Aku terserah kau saja.” Dia mengangguk mengerti sementara aku menatap ke sekeliling. Lalu ku dengar handphone ku berbunyi dengan keras. Aku langsung mengambil handphone ku dari dalam tas dan menatap nama yang muncul di layar dengan bingung.

Eomma? Kenapa dia tiba-tiba menelponku? Tumben sekali. Apa akhirnya dia sadar kalau dia punya seorang putri dan mulai mengkhawatirkannya?

“ Yeoboseo?”

“ Neo oddigaseyo, Soo mi~ah?”

“ Hah?” aku bingung mendengar suara Eomma yang terdengar panik itu. Memangnya apa yang terjadi? “ Aku sedang bersama teman-temanku di kafe. Wae, eomma?”

“ Datang ke sini sekarang juga. Ppalli!!!”

“ Datang ke mana?”

“ Bandara.”

“ Mwo? Bandara? Untuk apa aku harus ke sana?”

“ Sudahlah!! Tak usah banyak Tanya! Setengah jam lagi kau harus sudah ada di bandara dan menemuiku! Kita akan segera pergi.”

“ Mwo? Pergi??!! Memangnya kita mau ke mana?” tapi tak ada jawaban karena ternyata hubungan telpon itu sudah terputus. Aku langsung menatap handphone ku dengan kesal lalu melemparnya kembali masuk ke dalam tasku. Lalu aku menatap Tao yang juga sedang menatapku dengan penasaran.

“ Wae noona?”

“ Aku harus pergi, Tao. Tolong katakan pada Seung hyun oppa dan juga Kris kalau aku akan segera kembali.”

“ Memangnya kau mau ke mana, Noona?”

“ Bandara.”

“ Untuk apa kau ke sana?”

Aku mengangkat bahu. “ Molla.” Lalu aku segera berbalik dan melangkah pergi. “ Bilang saja pada mereka, aku akan segera kembali begitu selesai menemui eommaku.”

***

Namun aku salah. Kenyataannya aku sama sekali tak bisa menepati janjiku. Karena begitu sampai di bandara aku langsung di paksa eomma ku untuk ikut bersamanya pergi meninggalkan Korea dan semua yang telah ku miliki di sini. Alasannya sederhana, kedua orang tuaku memutuskan untuk bercerai dan eomma ingin kembali ke Negara asalnya denganku.

Dan akhirnya kami pergi. Meninggalkan semuanya di belakang. Tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal pada siapapun.

 

AUTHOR POV

3 month later

Kehidupan Choi Seung Hyun setelah kepergian Han Soo Mi

Dia duduk sambil menatap ke luar jendela. Hanya menatap tanpa melakukan apapun. Setelah cukup lama, dia akhirnya bangkit dan berjalan ke luar sambil mengambil kunci motornya yang terletak di atas meja.

“ Hyung, kau mau ke mana?” dia tetap berjalan keluar tanpa mempedulikan panggilan itu. Seolah panggilan itu tak pernah ada.

“ Ada apa lagi dengan orang itu?” Tanya Seungri sambil menatap tiga orang yang lain.

Kwon jiyong mengangkat bahu sementara Daesung berjalan menuju dapur. Sama sekali tak ingin terlibat dengan pembicaraan itu.  Yong bae menekan tuts-tuts pianonya secara asal lalu kembali terdiam. Dan keadaan kembali sunyi.

“ Ini sudah tiga bulan semenjak Soo mi hilang tanpa kabar.” Jiyong memecahkan kesunyian sambil menyandarkan punggungnya pada sofa. “ Dan keadaan hyung masih tetap sama.”

Lalu keadaan kembali sunyi. Seolah yang lain tak ingin membahas topik sensitif ini. Ya, sensitif. Karena semenjak kepergian Han soo mi yang tiba-tiba, Choi seung hyun berubah menjadi pribadi yang berbeda. Menjadi sosok yang dingin dan tak peduli pada yang lain. Seolah dia memiliki dunianya sendiri. Dan tatapan matanya yang kosong menandakan bahwa dunianya itu telah hancur menjadi berkeping-keping.

Dan perubahan itu dirasakan oleh ke empat member Big Bang yang lain. Walaupun tak tampak dari luar tapi mereka berempat tau kalau hyung mereka itu telah berubah secara drastis.

“ Apa kalian sudah menemukan keberadaan Soo mi?” Tanya Jiyong lagi-lagi memecahkan kesunyian.

Lee seung hyun menggeleng sementara Dong yong bae lagi-lagi menekan tuts-tuts pianonya secara asal lalu kembali diam. “ Aku hanya mendapatkan satu informasi.” Lalu Yong bae kembali diam sesaat. “ Han soo mi berada di Indonesia.” Jawabnya. Dan jawabannya itu berhasil membuat Jiyong dan juga Seungri terkejut. Termasuk  Daesung yang baru saja keluar dari dapur.

***

Choi seung hyun menatap aliran Sungai Han yang tampak tenang. Menatapnya dengan pandangan kosong. Sementara otaknya kembali memutar kenangannya bersama Han soo mi di sini. Saat untuk pertama kalinya dia melihat gadis itu menangis dalam pelukannya. Dan saat untuk pertama kalinya dia merasakan perasaan yang begitu kuat untuk melindungi gadis itu.

Han soo mi. Di mana kau sekarang? Apa kau baik-baik saja? Apa kau bahagia di tempatmu sekarang? Kau tau, semenjak kau pergi tiba-tiba tiga bulan yang lalu dan tak ada kabar sama sekali, aku merasa hidupku berubah. Rasanya hidupku tak lengkap tanpa kau di sisiku Soo mi-ah. Aku bahkan belum sempat mengungkapkan perasaanku padamu.

Tidak bisakah kau sekedar memberikan kabar padaku? Atau mungkin kau sudah melupakankku? Kau tau, aku mulai gila karena tak melihatmu dan mendengar suaramu. Dan aku yakin aku sudah lama mati semenjak kau pergi. Karena aku sama sekali tak bisa merasakan hal lain selain rasa hampa.

Choi seung hyun menghela napas pelan lalu menengadah. Menatap langit biru yang cerah. Yang justru berbanding terbalik dengan hatinya.

***

Kehidupan Wu Yi Fan setelah kepergian Han Soo Mi

Kris kembali berdiri di beranda kamarnya sambil menatap langit malam tak berbintang. Seperti malam-malam sebelumnya semenjak tiga bulan ini. Tak ada apapun di langit kecuali kegelapan. Sama sepertinya.

Hatinya di selimuti kegelapan semenjak kepergian Soo mi. Hari-harinya pun tak lagi sama seperti dulu. Dan dia yakin hatinya telah menghilang bersama dengan perginya gadis itu. Karena dia tak lagi bisa merasakan apapun kecuali kehampaan.

Kris menghela napas. Han soo mi. Dekat dan mengenal gadis itu cukup lama, selalu berada di sampingnya saat kapan pun, melihatnya tertawa dan menangis, melindunginya dengan sekuat tenaga, semua hal itu belum cukup untuk membuat gadis itu tetap berada di sampingnya.

Kris yakin sudah sangat mengenal Soo mi. Yakin kalau dia sudah mengetahui segala hal tentangnya, tapi ternyata dia salah. Masih banyak hal yang belum diketahui oleh Kris. Dan salah satunya adalah perasaan sebenarnya gadis itu kepadanya. Apa Soo mi membalas perasaannya? Atau justru menolaknya?

“ Aku janji akan segera kembali lagi.”

Kris tersenyum miris begitu kata-kata itu kembali terdengar dengan jelas di telinganya. Lalu dia kembali menghela napas untuk yang kesekian kalinya.

Han soo mi, bukankah kau berjanji untuk kembali? Lalu kenapa sampai sekarang kau sama sekali tak ada kabar? Menghilang begitu saja. Bahkan kau sama sekali tak mengucapkan apapun. Apa kau tau aku di sini sangat tersiksa? Tak tau kau di mana dan tak mendapat kabar apapun tentangmu sungguh membuatku gila. Kau betul-betul membuatku frustasi, Han soo mi. Sebenarnya ada di mana kau sekarang?

“ Hyung.”

Kris menoleh begitu mendengar panggilan itu dan juga merasakan sebuah tepukan pelan di bahunya. Dia menatap Tao yang berdiri tepat di sampingnya sekilas lalu kembali menatap langit malam. “ Wae gurea, Tao?”

“ Bersabarlah, hyung?”

“ Apa maksudmu?” Tanya Kris heran sambil melirik sekilas Tao. “ Memangnya untuk apa aku bersabar?”

“ Untuk menunggu kedatangan Soo mi noona. Dia pasti akan kembali.”

Kris tersenyum sinis. “ Tak ada jaminan dia akan kembali, Tao.”

“ Kau tak percaya dengannya?” pertanyaan itu berhasil membuat Kris menoleh dan menatap Tao tajam. “ Tentu saja aku percaya padanya. Aku selalu percaya padanya.”

“ Kalau begitu bersabarlah menunggunya karena dia pasti akan kembali.”

“ Tapi, sampai kapan aku harus bersabar?”

Tao mengangkat bahunya sambil menggeleng. “ Molla. Tapi hyung, kalau kau benar-benar mencintainya kau pasti akan tetap bertahan dan menunggunya walau selama apapun itu.”

Kris tersenyum kecil lalu mengacak-acak rambut Tao dengan gemas. “ Aku tak pernah menyangka kalau kau ternyata sangat dewasa, Tao.”

Tao menyeringai lucu. “ Hanya kadang-kadang, hyung.” Dan kata-kata simpelnya itu berhasil membuat Kris tertawa kecil.

 

AUTHOR POV

5 years later

Indonesia

Gadis itu duduk di bangku taman sambil menatap layar laptopnya yang masih menyala dan sedang memutar MV dari salah satu boyband terkenal asal Korea itu. Dia menyaksikan MV itu dengan serius sambil tersenyum manis. Dan tak menyadari kehadiran orang lain yang juga ikut menyaksikan MV itu di sampingnya.

“ Ya ampun!!! Elo serius banget sich ngeliatin laptop sampai-sampai gue di cuekin dari tadi.”

Gadis itu terkejut dan langsung menoleh. Dan tersenyum begitu menyadari siapa yang berada di sampingnya. “ Sorry, Ra. Gue gak nyadar kalau lo di samping gue. Habisnya lo muncul gak bilang-bilang, sich.”

Flora memutar matanya sambil mendengus kesal. Sementara gadis di sampingnya itu hanya meringis lucu. “ Lo lagi liat videonya siapa, sich? Sampai serius banget gitu.”

Gadis itu tersenyum kecil lalu kembali menatap layar laptopnya. “ boyband korea idola gue.”

Flora mendengus. “ Korea lagi? Apa bagusnya, sich? Kalau gue sich gak suka soalnya gak ngerti mereka ngomong apa. Nah kalau lo sich wajar aja soalnya lo kan memang aslinya orang sana, Soo mi.”

Han soo mi tertawa kecil mendengar temannya itu mengucapkan namanya dan terdengar aneh sementara mereka sudah mengenal lama. Semenjak pertama kali dia menginjakkan kakinya di Negara tropis ini. “ Cara lo nyebutin nama gue masih sama kayak dulu, Ra. Kedengaran aneh. Padahal ini udah lima tahun lho.”

“ Ya gak kayak lo kan yang langsung lancar bahasa Indonesia begitu lo udah tiga bulan di sini.”

Han soo mi hanya tersenyum lalu menutup laptopnya dan menatap jam tangannya. “ Gue harus pergi, Ra. Ada yang harus gue urus.”

“ Pasti tentang kepulangan lo ke korea, kan.” Soo hanya mengangguk. “ By the way kapan lo akan pergi ke sana?”

Han soo mi mengangkat bahu. “ Mungkin tiga hari lagi. Atau minggu depan.”

Flora tersenyum. “ Kalau udah sampai sana kabarin gue ya. Soalnya gue pengen tau banget kelanjutan kisah cinta lo yang terputus itu. Oh ya kira-kira lo bakalan milih siapa? Yang namanya Kris atau Seung hyun?”

Han soo mi hanya tersenyum kecil lalu bagkit dan berjalan pergi. “ Masih rahasia.”

Flora terseyum penuh arti. “ Sepertinya gue tau dech siapa yang bakalan lo pilih.” Teriak Flora sementara Soo mi hanya tertawa keras mendengar hal itu.

***

3 days later

Bandara Incheon Korea Selatan

Gadis itu keluar dari pintu kedatangan luar negeri sambil membawa sebuah koper besar yang di seretnya pelan mengikuti langkahnya. Dia mengamati sekelilingnya sambil menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan.

Dia tersenyum. Ternyata waktu lima tahun sudah membawa banyak perubahan. Dia kembali tersenyum lalu menatap jam tangannya. Lebih baik dia membereskan urusannya dengan ayahnya sekarang agar urusan itu cepat selesai dan dia bisa menikmati kepulangannya dengan tenang.

Dia kembali melanjutkan langkahnya sambil menarik pelan kopernya. Kedua matanya sibuk mengamati sekelilingnya. Tak ingin melewatkan apapun yang telah dilewatkannya selama lima tahun kepergiannya dari tempat kelahirannya ini.

“ Noona.”

Dia menoleh secara reflex mendengar panggilan itu. Alasan lain dia menoleh adalah karena sepertinya dia mengenali suara memanggil itu. Dia lalu menatap wajah seorang pria yang tersenyum lebar padanya dan tatapannnya itu berubah menjadi terkejut.

“ Ternyata benar. Aku pikir aku salah lihat. Ternyata ini memang kau, Soo mi noona. Apa kau masih mengingatku?”

Pria itu semakin tersenyum lebar sementara Han soo mi menatap wajah pria itu dengan terkejut.

 

HAN SOO MI POV

Ternyata benar. Aku pikir aku salah lihat. Ternyata ini memang kau, Soo mi noona. Apa kau masih mengingatku?

Cukup lama aku hanya menatapnya dengan terkejut tanpa mengatakan apapun. Dan aku yakin wajahku terlihat sangat konyol saat ini. Lalu senyum lebarnya itu menyadarkanku dan membuatku ikut tersenyum. “ Huang Zi Tao. Tentu saja aku mengingatmu. Bagaimana mungkin aku bisa melupakan seorang public figure terkenal sepertimu.”

Tao tertawa kecil mendengar perkataanku sambil membetulkan letak kacamata hitam dan juga topi yang digunakannya. “ Apa aku sangat mudah dikenali?”

Aku menggeleng. “ Anii. Aku justru tak akan mengenalmu kalau kau tak menegurku terlebih dulu.” Dia kembali tertawa kecil sementara aku hanya mengamatinya lalu menatap sekeliling. Mencari sosok seseorang yang seharusnya ada bersamanya.

“ Dia tak ada di sini, Noona. Kris hyung dan yang lain sudah kembali ke dorm lebih dulu.”

Aku mengangguk mendengar penjelasan Tao. “ Bagaimana keadaannya, Tao? Apa dia baik-baik saja?”

Tao hanya diam sambil menatap sekelilingnya. “ Bagaimana kalau kita bicara di tempat yang lebih nyaman? Karena aku juga memiliki banyak pertanyaan untukmu, Noona.”

***

Aku terdiam mendengar semua penjelasan Tao. Sementara cappuccino hangat yang tadi ku pesan menjadi dingin tanpa sempat kucicipi sama sekali. Aku hanya menggenggam cangkir cappuccinoku itu dengan kedua tangan sambil mendengarkan semua perkataannya.

Mendengar Tao mengatakan kalau selama lima tahun ini Kris menderita karena kepergianku yang tanpa kabar membuatku merasa sangat menyesal. Aku merasa menjadi orang yang sangat jahat karena telah berjanji akan kembali tapi aku justru pergi tanpa kabar selama lima tahun.

Dan Kris, semua senyum dan tawanya yang kulihat dari layar kaca hanya caranya untuk menutupi keadaaannya yang sebenarnya dari orang banyak. Dan juga dari dirinya sendiri untuk sesaat.

“ Noona.” Suara Tao langsung membuatku tersadar dan menatapnya. “ Jadi selama ini kau ada di mana, noona?”

“ Aku selama ini berada di Indonesia, Tao. Negara kelahiran eommaku.” Jawabku pelan sambil menatap keluar jendela. Menatap orang-orang yang berlalu-lalang di bandara ini.

“ Lalu kenapa kau kembali, noona?”

“ Karena aku punya urusan yang sangat penting di sini.”

“ Dan apa kau akan pergi lagi begitu urusanmu itu sudah selesai?”

Aku diam. “ Mungkin aku akan menetap. Karena aku harus memimpin usaha appaku di sini. Tapi mungkin aku juga akan kembali pergi kalau urusanku yang lain tak terselesaikan.”

Tao menatapku dengan alis terangkat bingung. “ Urusan yang lain?”

Aku mengangguk. “ Dengan seseorang.”

“ Dengan Seung hyun hyung atau Kris hyung?” dan aku hanya tersenyum kecil mendengar pertanyaannya tanpa berniat untuk menjawab sama sekali.

 

AUTHOR POV

“ Hyung.”

Choi seung hyun menoleh dan menatap orang yang memanggilnya dengan pandangan datar. Seolah tak memiliki semangat hidup sama sekali. “ Wae, Jiyong?”

Jiyong menatap sosok hyungnya itu dengan tatapan prihatin yang tak kentara. Sudah lima tahun berlalu tapi Choi seung hyun masih tetap seperti ini. Seperti orang yang tak lagi memiliki jiwa dan kehilangan pikirannya. Yang ada hanya tubuh yang seolah wadah kosong. Hanya karena kepergian seorang gadis.

“ Sudah waktunya kita tampil, hyung.” Dan Seung hyun hanya mengangguk mendengar perkataan Jiyong itu.

Jiyong kembali menghela napas lalu berbalik dan melangkah pergi. Sudah cukup lama dia menyerah menghadapi sikap Seung hyun ini. Dan sekarang dia hanya bisa pasrah sambil berharap suatu keajaiban akan muncul dan membawa kembali sosok Choi seung hyun yang dulu pernah ada.

***

Choi seung hyun kembali menatap pantulan dirinya di cermin. Memastikan kalau penampilannya sudah sempurna sebelum naik ke atas panggung. Dia mengangguk pelan begitu yakin penampilannya sudah sempurna lalu berbalik dan berjalan palan menuju belakang panggung. Dimana teman-temannya sudah menunggunya dari tadi.

Dia menghela napas berat. Berusaha untuk tersenyum dengan wajah yang seramah mungkin di depan para kru dan para fans yang telah menunggunya. Seperti yang selalu dilakukannya lima tahun ini. Memasang ekspresi palsu di wajahnya untuk menipu orang lain. Ekspresi yang menunjukkan seolah-olah dia baik-baik saja. Seolah tak ada yang pernah terjadi dan dia masih tetap sama seperti dulu. Seperti sebelum gadis itu pergi dari hidupnya.

Tapi dia sadar, ada beberapa orang yang tak tertipu dengan eksprsi palsunya. Yaitu keempat temannya dan juga dirinya sendiri. Dia hanya menatap keempat temannya yang sudah menunggu dari tadi tanpa mengatakan apapun.

Jiyong dan Daesung menepuk pelan bahu Choi seung hyun. Berusaha membangkitkan semangatnya walaupun hanya sedikit. Dan Taeyang juga Seungri hanya menatapnya sambil tersenyum. Ikut memberikan dukungan mereka.

“ Kajja. Para fans sudah menantikan penampilan kita dari tadi.” ajak Jiyong dan yang lain hanya mengangguk mengerti. Termasuk Seung hyun. Lalu mereka berlima berjalan keluar menuju panggung.

Teriakan dan jeritan histeris langsung menyambut kehadiran mereka berlima. Membuat studio yang tadinya sempat hening sesaat kembali ramai dengan teriakan dan jeritan-jeritan histeris dari bangku penonton yang didominasi oleh para yoeja.

Jiyong dan ketiga temannya yang lain tersenyum bahagia sambil melambaikan tangan mereka dan menyapa para penggemar. Sementara Seung hyun hanya tersenyum selebar yang dia mampu. Lalu mereka berlima mulai membawakan lagu terbaru mereka yang berjudul Monster dengan sangat serius seperti biasanya. Begitu penampilan mereka selesai, seperti yang dapat diduga tepuk tangan para penonton dan teriakan histeris para penggemar kembali terdengar memenuhi ruang studio itu.

Choi seung hyun tampak lega dan tersenyum. Akhirnya satu lagi tugasnya yang dapat selesai tanpa masalah sama sekali. Berjalan lancar seperti biasanya. Lalu tanpa sengaja dia menangkap sosok seseorang di tengah penonton dengan topi berwarna hitam di kepalanya. Tak ada yang special dari orang itu karena wajahnya tak terlalu terlihat jelas. Yang justru membuat Choi seung hyun tertengun adalah topi yang digunakan olehnya.

Topi itu. Dia sangat mengenal topi hitam polos itu dengan hiasan warna merah dipinggirannya. Tentu saja dia sangat mengenal topi itu karena topi itu adalah miliknya yang sudah lama hilang. Ikut pergi bersama gadis yang juga sudah lama hilang dari hidupnya. Dan sekarang topi itu kembali muncul. Entah ini suatu pertanda atau bukan, tapi yang jelas dia harus bicara dengan orang yang memakai topinya itu sekarang juga.

“ Hyung.” Choi seung hyun menoleh begitu mendengar panggilan itu. “ Apa ada sesuatu yang mengganggumu? Kenapa kau tiba-tiba terlihat terkejut seperti ini?” Tanya Jiyong.

“ Jiyong, aku melihat seseorang menggunakan topi yang kuberikan pada Soo mi diantara penonton.”

“ Di mana?” Tanya Jiyong antusias dan langsung menoleh kearah penonton. Tapi tak berhasil menumukan orang yang dimaksud oleh hyungnya itu. “ Di mana, hyung? Aku sama sekali tak melihat orang yang kau maksud.”

Choi seung hyun kembali menoleh dan menatap kearah para penonton. Dan benar saja, orang yang tadi dilihatnya sekilas telah menghilang. Dia menghela napas pelan sementara Jiyong menepuk pelan bahunya. “ Mungkin kau salah lihat, hyung. Kajja kita kembali ke ruang ganti agar kau bisa beristirahat.” Dan Choi seung hyun hanya mengangguk patuh mendengar perkataan Jiyong.

Begitu sampai di ruang ganti khusus yang disediakan untuk mereka, Jiyong menatap bingung ketiga temannya yang lain yang berdiri berjejer seolah sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Sementara Choi seung hyun hanya menatap kelakuan aneh para dongsaengnya itu dengan tanpa minat sama sekali.

“ Seung hyun hyung.” Choi seung hyun menatap Daesung dengan datar. Sementara Daesung tersenyum sangat lebar hingga matanya yang sipit terlihat seperti garis lurus. “ Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.” Lalu seolah-olah kata-kata Daesung adalah perintah, Young bae dan juga Seungri langsung menyingkir. Menampakkan sosok seorang gadis dengan topi hitam yang ternyata bersembunyi di balik tubuh ketiga orang itu.

Gadis itu tersenyum sementara Choi seung hyun membeku di tempatnya. “ Lama tak berjumpa, oppa.”

 

CHOI SEUNG HYUN POV

“ Lama tak berjumpa, oppa.”

Aku terpaku menatap gadis bertopi hitam itu hingga tak dapat mengatakan apapun. Sementara dia menatapku sambil tersenyum lebar. Dan tanpa bisa kutahan lagi kedua kakiku melangkah menujunya. Dan tanpa kuperintahkan sama sekali, kedua tanganku langsung meraihnya ke dalam pelukanku.

“ Kau tau berapa lama aku mencarimu, Han soo mi?”

Dan dia tertawa kecil sambil membalas pelukanku. “ Mianhae, oppa. Aku sudah membuatmu menungguku terlalu lama. Seharusnya kau melupakanku saja oppa dan kembali melanjutkan hidupmu seperti saat kau belum bertemu denganku.”

Aku langsung melepaskan pelukanku dan menatapnya dengan tajam. “ Apa maksud perkataanmu itu?”

Dia menundukkan kepalanya. “ Aku hanya memberikanmu sebuah solusi.” Jawabnya pelan. Aku mendengus kesal mendengar perkataannya itu lalu menarik tangannya dan mengajaknya pergi bersamaku. “ Kita bicara di tempat yang lebih nyaman.” Dia sama sekali tak membantah dan mengikuti dengan patuh.

***

Dia turun dari motorku dan berlari riang menuju tepi Sungai Han. Sementara aku hanya menatapnya sambil tersenyum lalu menyusulnya dengan perlahan. Dia berbalik dan menatapku sambil tersenyum lebar. “ Sudah lama aku tak ke sini. Tapi tak banyak hal yang berubah.”

Aku hanya tersenyum kecil. “ Jadi, selama lima tahun ini kau berada di mana?”

Dia kembali berbalik dan menatap aliran Sungai Han yang tenang. “ Selama ini aku berada di Indonesia. Menemani eomma ku yang tak ingin kembali lagi ke Korea sekaligus melanjutkan pendidikanku.”

“ Apa kau akan menetap di sini atau kembali ke Indonesia lagi?” tanyaku was-was sementara dia hanya mengangkat bahunya sambil tetap membelakangiku. Membuatku gemas sendiri karena sikapnya itu. Dan satu ide muncul di kepalaku.

 

HAN SOO MI POV

Deg.

Aku langsung membeku begitu merasakan dua tangan kokoh melingkar di pinggangku dengan sangat erat. Dan rasanya jantungku hampir saja copot begitu dia menopangkan dagunya di bahuku.

Hangat napasnya menggelitik kulit wajahku dan membuatku merinding. “ Kau belum menjawab pertanyaanku, Nona Han soo mi.” dia berbisik tepat di telingaku dan membuatku semakin merinding.

“ Pertanyaan yang mana?” tanyaku sambil berusaha menenangkan diriku karena perbuatannya ini.

“ Apa kau akan tetap tinggal atau pergi lagi?”

Aku terdiam beberapa saat lalu mengangkat bahuku. “ Tergantung.”

“ Tergantung apa?”

“ Tergantung keadaan. Apakah ada hal yang sanggup membuatku tetap tinggal atau tidak.” mendengar jawabanku itu dia semakin mempererat pelukannya padaku.

“ Kalau begitu kau memiliki satu alasan untuk tetap tinggal.”

“ Alasan apa?” tanyaku bingung mendengar nada bicaranya yang begitu yakin itu.

“ Alasan kalau aku mencintaimu. Sangat.”

Dan rasanya jantungku benar-benar copot mendengar hal itu. “ Sarangheo, Soo mi~ah. Joengmal sarangheo.”

Mataku memanas saat kembali mendengar kata-katanya yang lembut itu. Mengingatkanku pada kejadian yang sama bertahun-tahun lalu. Yang beda hanyalah tempat dan juga orang yang mengatakan kata-kata itu.

“ Oppa.” Tiba-tiba saja suaraku terdengar serak. Dia langsung menarik kedua tangannya dan bermaksud melihat keadaanku tapi aku menahannya. Aku menahan kedua tangannya agar tetap melingkar di pinggangku. Rasanya aku tak akan sanggup kalau dia melepaskanku saat ini juga.

“ Wae, Soo mi~ah?” suaranya terdengar khawatir di telingaku. Dan dia semakin mempererat pelukannya. Sesuai dengan yang kuinginkan. “Mianhae.”

“ Untuk apa?” dia semakin bingung dengan sikapku.

Aku menarik napas panjang. Berusaha mengisi paru-paruku dengan udara sebanyak mungkin sekaligus menenangkan diriku sendiri. “ Selama ini………., kau telah menjadi orang yang special untukku. Bahkan sebelum aku mengenalmu. Dan kau menjadi orang yang sangat penting bagiku begitu aku mengenal dirimu lebih dekat.”

Dia semakin mempererat pelukannya dan kembali menopangkan dagunya di bahuku. Dan kulihat dia tersenyum lembut. Membuatku kedua mataku semakin memanas sementara hatiku terasa sangat sakit karena hal yang akan kulakukan padanya ini.

“ Aku tak tau kalau kau bisa mengucapkan hal-hal sedalam itu, Soo mi~ ah.” Bisiknya lembut tepat di telingaku.

Aku menatap aliran Sungai Han yang tenang. Berusaha menenangkan diriku lagi sambil memikirkan kata-kata yang tepat untuk kuucapkan. “ Aku sangat menyayangimu, oppa. Sangat. Tapi, hanya itu.”

“ Apa maksudmu, Soo mi~ ah?” dan kali ini dia melepaskan pelukannya dan menjauhiku selangkah. Aku langsung berbalik dan menatapnya dengan perasaan yang bercampur aduk. Antara sedih, menyesal, dan masih banyak lagi yang justru membuat hatiku semakin sakit. “Kau tidak mememiliki perasaan yang sama denganku. Itu yang ingin kau katakan, kan? Kenapa kau tak langsung mengatakannya saja, Han soo mi? Kenapa harus membuatku sempat berharap?” dia menatapku dengan pandangan kecewa dan berbalik lalu melangkah pergi.

Aku terdiam. Tidak. Ini tidak boleh berakhir seperti ini. Tak akan kubiarkan semuanya berakhir seperti ini. Apa gunanya aku kembali ke sini kalau semuanya berakhir seperti ini? Aku langsung berlari menyusulnya. Lalu memeluknya dari belakang. Membuatnya menghentikan langkah tapi tak mengatakan apapun sama sekali.

“ Jebal, oppa. Dengarkan aku dulu.”

 

AUTHOR POV

“ Jebal, oppa. Dengarkan aku dulu.”

Choi seung hyun menghela napas pelan namun tetap tak mengatakan apapun. Dia hanya berdiri diam menunggu penjelasan Han soo mi. Sementara Han soo mi juga hanya diam sambil tetap memeluk tubuh Choi seung hyun dari belakang.

Gadis itu menarik napas pelan lalu menyandarkan kepalanya pada punggung Choi seung hyun. Berusaha mencari kekuatan sambil menyusun rangkaian kata di kepalanya. “ Bagiku…. Kau oppa yang baik. Sangat baik dan juga pengertian. Karena itu aku sangat menyayangimu. Bahkan mencintaimu. Tapi perasaanku ini hanya sebatas perasaan seorang dongsaeng kepada oppanya. Dari dulu aku selalu ingin mempunyai oppa yang menyayangi dan memanjakanku. Dan hal itu kudapatkan saat aku bersamamu.”

Choi seung hyun tetap diam mendengarkan perkataan Soo mi. Sementara gadis itu kembali menarik napas pelan kemudian menutup kedua matanya. “ Kuharap kau mengerti oppa. Kau orang yang sangat berarti bagiku dan aku tak ingin semuanya berakhir seperti ini. Aku tak ingin kehilanganmu.”

“ Kau yakin itu perasaanmu yang sesungguhnya?” Seung hyun bertanya pelan. Membuat Soo mi langsung kembali membuka kedua matanya.

Han soo mi menganggukkan kepalanya. “ Awalnya aku bimbang oppa. Dan sepertinya kepergianku lima tahun ini ada gunanya juga. Aku jadi bisa memikirkan semuanya lagi dan menetapkan hatiku.”

“ Kau menganggapku oppa yang baik kan?” dan Soo mi kembali menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Seung hyun itu. “ Apa kau tetap akan berada di sisiku dan mendukungku?”

Han soo mi kembali mengangguk. “ Tentu saja. Itu yang dilakukan seorang dongsaeng, kan.”

Choi seung hyun tersenyum lembut lalu melepaskan rangkulan Soo mi pada pinggangnya dengan lembut. Dia lalu berbalik, menatap gadis itu dalam kemudian menariknya kedalam pelukannya. “Kalau begitu kau dimaafkan. Yang terpenting untukku kau tetap berada di sisiku.”

Han soo mi tersenyum dan membalas pelukan Choi seung hyun. “ Gomawo, oppa.”
Choi seung hyun kembali tersenyum lembut dan menopangkan dagunya di puncak kepala Soo mi lalu mengelus pelan rambut gadis itu. “ Joengmal saranghae, Soo mi~ah.”

“ Aku yakin kau akan mendapatkan yoeja yang lebih baik dariku, oppa.”

“ Aku meragukannya tapi aku akan tetap berusaha.” Dia lalu melepaskan pelukannya dan menggenggam satu tangan Soo mi. “ Kajja, kita pergi?”

“ Mau ke mana, oppa?” Tanya Soo mi bingung.

“ Aku akan mengantarmu ke tempat namja itu. Memangnya ke mana lagi? Karena kau tak memilihku berarti kau memilihnya, kan.”

“ Tapi, oppa….” Han soo mi tampak enggan.

Choi seung hyun tersenyum lalu mengacak gemas rambut gadis kesayangannya itu. “Kau menganggapku oppamu, kan. Dan sebagai dongsaeng yang baik kau harus mematuhi perkataan oppamu yang tampan ini.”

“ Tapi aku tak yakin, oppa.”

“ Soo mi~ah, kau hanya perlu mengatakan perasaanmu yang sesungguhnya. Dan kau harus langsung menghubungiku begitu dia menerimamu. Tapi kalau dia menolakmu, kau bisa langsung berlari padaku seperti biasanya. Sementara aku akan membuat namja itu sekarat karena berani menolakmu.”

“ Oppa……”

“ Kajja, kita pergi. Aku akan menemanimu.” Choi seung hyun lalu menarik Soo mi kearah motornya. Sementara Han soo mi hanya mengikutinya dengan pasrah. Mereka berdua lalu naik ke atas motor dan pergi meninggalkan kawasan Sungai Han yang tetap tenang itu.

***

Motor hitam itu berhenti tepat di depan gedung di mana dorm EXO berada. Han soo mi turun dari boncengan dan langsung merapikan pakaiannya yang sempat berantakan tertiup angin. Sementara Choi seung hyun melepas helmnya lalu tersenyum melihat gadis itu.

“ Soo mi~ah.” Han soo mi langsung menatap Seung hyun begitu mendengar panggilan pria itu. Dia berjalan mendekat dan menatap Seung hyun dengan polos. “ Wae, oppa?”

Choi seung hyun tetap tersenyum lalu mencium lembut kening Soo mi. “ Sebagai hadiah selamat datang dan jimat keberuntungan.” Lalu dia tertawa kecil melihat wajah Soo mi yang memerah. “Kau tinggal menelponku kalau kau membutuhkanku di sisimu.” Dia kemudian kembali memakai helmnya. Mengacak rambut Soo mi singkat lalu segera pergi melaju dengan kecepatan tinggi.

Han soo mi tersenyum singkat lalu berbalik dan menatap gedung yang berdiri kokoh di depannya itu. Dia menarik napas panjang. Lalu memutuskan untuk masuk. Kalau tidak sekarang maka tak ada lagi kesempatan baginya.

 

HAN SOO MI POV

Aku menatap bel pintu itu dengan ragu sambil menarik napas panjang. Apa aku harus menekan bel itu sekarang? Bagaimana reaksinya saat melihatku nanti? Apa dia masih mengingatku atau waktu lima tahun ini mampu menghapus ingatannya tentangku? Apa…., ck. Sekarang bukan waktunya bertanya-tanya di depan pintu seperti orang bodoh.

Aku kembali menarik napas panjang lalu akhirnya menekan bel pintu itu dan menunggu. Samar-samar terdengar suara orang berjalan dan pintu itupun terbuka. Sempat membuatku menahan napas menunggu sosok yang muncul dari balik pintu.

Dan aku menghembuskan napas pelan saat melihat sosok Byun Baekhyun yang membuka pintu lalu menatapku dengan kening berkerut. Berusaha mengenaliku.

Aku tersenyum. “ Annyeong, Baekhyun~ah. Kau masih mengingatku?”

Dia tampak berpikir beberapa saat lalu tersenyum lebar. Membuat wajah imutnya semakin terlihat imut. “ Tentu saja. Aku tak akan mudah melupakan yoeja yeppo sepertimu, Soo mi noona.” Aku hanya tersenyum kecil mendengar perkataannya itu. “ Noona kau apa kabar?”

“ Aku baik. Kau sendiri?”

“ Lumayan. Kajja kita masuk. Yang lain juga sudah menunggu kedatanganmu.” Aku menatapnya bingung sementara namja itu tersenyum. “ Tao memberitau kami kalau kau sudah kembali dan akan berkunjung dalam waktu dekat. Makanya itu kami menunggumu.”

“ Apa Kris juga tau?” tanyaku sedikit panik.

Baekhyun menggeleng. “ Kami belum sempat memberitaunya.” Dan aku menghela napas lega mendengar perkataannya itu. “ Tapi dia ada di dalam. Aku juga yakin kau ke sini untuk menemuinya kan, noona.”

Aku mengangguk. “ Aku ingin mengatakan sesuatu padanya.” Baekhyun tersenyum lalu menarik tanganku. “ Kajja.” Dan dia membawaku masuk ke dalam apartement. Menemui yang lain yang berada di ruang tengah.

“ Kita kedatangan tamu.” Sepuluh namja yang sedang berkumpul sambil menonton tv itu menoleh begitu mendengar ucapan Baekhyun dan terkejut melihatku.

“ Soo mi.”

“ Noona.”

Aku hanya tersenyum. Sementara seorang namja yang terlihat paling muda diantara kesepuluh namja itu, yang kukenali sebagai Oh Sehun, langsung berhambur kearahku dan memelukku erat. “Noona, lama tak berjumpa. Kami sangat merindukanmu.”

Aku kembali tersenyum lalu mengacak rambut namja itu dengan gemas. Sedikit sulit karena dia lebih tinggi dariku. “ Aku juga sangat merindukan kalian semua.”

“ Selama ini kau berada di mana, Soo mi~ah?” Aku langsung menoleh dan menatap Xiumin sementara Sehun sudah melepaskan pelukannya dariku.

“ Aku berada di Indonesia. Tao belum memberitau kalian?”

Xiumin dan yang lain langsung menatap Tao yang sedang duduk dengan santai di depan tv. “Dia sama sekali tak memberitau kami. Dia hanya bilang kau sudah kembali.”

“ Memangnya harus ya aku bilang selama lima tahun ini Soo mi noona ada di mana? Yang pentingkan dia kembali.” Dan perkataan Tao itu berhasil membuatnya menerima lemparan bantal oleh teman-temannya.

Aku tertawa kecil. Sementara Suho, namja yang terkenal dengan senyum malaikatnya itu menepuk pelan bahuku. “ Kau ingin menemuinya, kan. Dia ada di beranda bersama seseorang.”

“ Lebih baik kau jangan menemuinya dulu, noona.” Mendengar saran Tao itu membuatku sedikit bingung. Memangnya kenapa kalau aku ingin menemuinya sekarang?

“ Gwenchana, Tao. Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padanya. Lalu aku akan pergi.” Aku lalu berjalan menuju beranda belakang. Dan terdiam saat melihatnya sedang berbicara pada seorang yoeja yang berwajah familiar. Sepertinya aku pernah melihat yoeja itu di suatu tempat.

Yoeja itu bergelayut manja di lengan Kris sambil tersenyum lebar. Sementara Kris menatap lurus keluar dan membelakangiku hingga dia tak sadar dengan kehadiranku.

“ Jadi kau sudah melupakan yoeja itu? Baguslah. Kalau begitu aku masih punya harapan untuk mendapatkanmu. Lagipula memang lebih baik kau melupakan yoeja yang sudah hilang selama lima tahun itu entah ke mana.”

Deg…

Aku terdiam mendengar ucapan yoeja itu. Kris sudah melupakanku? Kalau begitu apa gunanya aku datang ke sini? Aku hanya membuang-buang waktuku. Lebih baik aku segera pergi.

Lalu yoeja itu menoleh dan menatapku dengan bingung. “ Maaf, kau siapa?” tanyanya heran.

“ Ada apa, Krystal?” Lalu Kris ikut menoleh dan menatapku.

Aku tersenyum.. “ Maaf. Sepertinya aku salah tempat. Aku sedang mencari toilet.”

“ Kau siapa?” Tanya yoeja yang bernama Krystal itu. Sementara Kris mematung sambil menatapku.

Aku berusaha tersenyum. Dan berharap senyumku tidak terlihat aneh. “ Aku hanya pengantar surat para penggemar. Mm… lebih baik aku pergi sekarang. Maaf mengganggu kalian.” Lalu aku segera berbalik dan berlari pergi.

Sempat kulihat yang lain menatapku dengan bingung dan berniat mengejarku tapi di tahan oleh Tao. Sementara dia menatap tajam Kris yang masih terdiam. Setelah itu aku tak tau lagi apa yang terjadi. Yang penting sekarang adalah berlari sejauh mungkin.

 

WU YI FAN POV

Aku menatap lurus pemandangan yang terlihat dari beranda apartement ini. Tak ada yang berubah dan hal itu membuatku merasa jenuh. Sementara Krystal terus berbicara dengan riang sambil bergelayut manja di lenganku. Aku sama sekali tak mendengar apa yang dikatakannya. Aku hanya ingin hari ini cepat berlalu agar aku bisa tidur dengan tenang.

“Jadi kau sudah melupakan yoeja itu? Baguslah. Kalau begitu aku masih punya harapan untuk mendapatkanmu. Lagipula memang lebih baik kau melupakan yoeja yang sudah hilang selama lima tahun itu entah ke mana.”

Aku hanya diam mendengarkannya mengucapkan hal itu. Melupakan Han soo mi? Bagaimana mungkin aku bisa melupakan gadis itu kalau sampai sekarang hanya bayangan tentang dirinya yang ada di kepalaku? Bagaimana aku bisa melupakan gadis yang sudah lama ada di hatiku? Rasanya aku ingin mengatakan semua itu pada gadis yang ada di sampingku ini tapi aku mengurungkan niatku. Biarkan saja dia berpikir sesukanya.

“ Maaf, kau siapa?”

Aku bingung mendengar pertanyaannya itu. Memangnya ada orang lain selain kami dan anggota EXO yang lain di sini? “ Ada apa, Krystal?” tanyaku dan ikut menoleh. Lalu aku merasakan tubuhku membeku sementara otakku tiba-tiba saja berhenti bekerja.

“Maaf. Sepertinya aku salah tempat. Aku sedang mencari toilet.”

“ Kau siapa?”

. “ Aku hanya pengantar surat para penggemar. Mm… lebih baik aku pergi sekarang. Maaf mengganggu kalian.”

Aku masih tetap membeku mendengar percakapan kedua gadis ini. Dan masih tetap diam saat melihat gadis itu berlari pergi.

“ Memangnya suarat penggemar kalian diantar oleh kurir?” Tanya Krystal sambil menatapku. Sementara aku tetap diam. Rasanya sekarang aku benar-benar menjadi patung. Aku tak tau harus melakukan apa.

“ Kau ingin membiarkannya pergi lagi, hyung? Kau ingin semuanya berakhir seperti ini?” pertanyaan Tao itu membuatku tersadar. Tapi aku tetap diam. Aku tak tau harus melakukan apa. Otak ku sama sekali tak bisa digunakan untuk berpikir saat ini.

“ Kejar dia, pabo!!! Kalau aku jadi kau, aku akan mengejarnya dan tak akan membiarkan dia pergi lagi.” Bentakan Min seok membuatku benar-benar tersadar. Aku langsung melepaskan gengaman tangan Krystal pada lenganku secara paksa lalu segera berlari mengejarnya. Sama sekali tak kupedulikan teriakan Krystal yang terus memanggil namaku.

Sekarang yang penting adalah mengejarnya. Semoga aku tidak terlambat seperti biasanya.

AUTHOR POV

Han soo mi terus berlari tanpa tujuan dan baru berhenti saat tiba di sebuah taman kota. Cukup jauh dari dorm EXO yang tadi sempat dikunjunginya. Dan itu yang penting. Tujuannya untuk berlari sejauh mungkin sudah terwujud.

Dia duduk di bangku taman sambil mengatur napasnya yang tak beraturan habis berlari. Lalu dia menatap ke atas. Ke arah langit biru yang cerah. Apa yang harus kulakukan sekarang? Pikirnya. Dan dia kembali diam.

Lalu dia mengambil handphonenya dari dalam saku jaketnya dan menghubungi sebuah nomor yang terpikir olehnya.

“ Yeoboseo?” suara seorang namja terdengar dari ujung telpon.

“ Appa, bisakah kau memesankanku tiket pesawat? Aku ingin kembali ke Indonesia sekarang.”

“ Wae gurae, Soo mi~ah? Bukannya kau akan menatap di sini dan membantuku mengurus perusahaan?”

“ Aku bisa melakukannya dari Indonesia, Appa. Lagipula aku tak ingin menetap di sini. Tak ada alasanku untuk tetap berada di sini.”

“ Siapa yang bilang kau tak memiliki alasan untuk tetap di sini?”

Han soo mi langsung menoleh dan mencari pemilik suara yang baru saja menyahuti perkataannya. Sementara tangannya langsung memutus hubungan telpon dengan ayahnya itu tanpa sadar. Dan dia menemukan sosok Kris yang sedang menatapnya sambil mengatur napasnya yang tak beraturan.

Dia berlari mengejarku. Pikiran itu terlintas di benak Soo mi dan membuat kedua mata gadis itu memanas. Tapi gambaran tentang kejadian yang dilihatnya tadi di beranda dorm EXO membuatnya mengalihkan pandanganya dari sosok Kris yang terlihat lelah itu.

“ Siapa yang bilang kau tak memiliki alasan untuk tetap di sini?” Kris mengulang pertannyaannya sambil berjalan perlahan menghampiri gadis itu.

“ Aku yang mengatakannya barusan. Sebelum kau mengganggu pembicaraanku dengan appaku.” Jawab Soo mi pelan tanpa menatap Kris sama sekali.

Kris menghela napas pelan melihat sikap dingin Soo mi itu. Dia lalu duduk di samping gadis itu sambil ikut menatap lurus ke depan. Memperhatikan pemandangan yang cukup indah di taman itu. “ Kapan kau tiba?”

“ Tiga hari yang lalu.” Soo mi menjawab pelan.

“ Dan kau sama sekali tak menghubungiku?”

“Untuk apa?” pertanyaan Han soo mi itu membuat Kris menoleh dan menatap wajah gadis di sampingnya itu. Mengamati ekspresi datarnya dan juga tatapan dingin kedua matanya yang menampakkan kesedihan.

“ Han soo mi.” panggil Kris lembut. Tapi gadis itu sama sekali tak menoleh. Han soo mi justru bangkit dari duduknya lalu melangkah pergi tanpa menatap Kris dan tanpa mengatakan apapun.

“ Apa kau ingin mengakhiri semuanya seperti ini?” Tanya Kris sambil bangkit dan menatap Soo mi yang telah menghentikan langkahnya karena mendengar pertanyaannya itu. “ Kalau begitu untuk apa kau muncul di dorm tadi?” Kris kembali bertanya sambil melangkah mendekati gadis itu.

“ Aku hanya ingin menyapa. Tapi sepertinya tindakanku tadi sedikit mengganggu mu.” Han soo mi menjawab tanpa berbalik sama sekali. “ Jadi kita akhiri saja semuanya di sini. Akan mudah bagimu karena kau sudah melupakanku.”

“ Siapa yang bilang kalau aku sudah melupakanmu?”

 

HAN SOO MI POV

“ Siapa yang bilang kalau aku sudah melupakanmu?”

Aku hanya diam mendengar pertanyaannya itu. Dan terkejut saat dia memelukku dari belakang. “Apa yang kau lakukan, Kris?”

“ Siapa yang bilang kalau aku sudah melupakanmu?” bukannya menjawab pertanyaanku dia justru mengulang lagi pertanyaannya tadi.

Aku berdecak kesal. Dia sebenarnya pura-pura tak mengerti atau memang dia berubah menjadi orang bodoh selama aku pergi? “ Tentu saja yoeja yang bersamamu di dorm tadi. Memangnya siapa lagi?”

“ Maksudmu, Krystal?”

“ Aku sama sekali tak peduli dengan nama yoeja itu.”

Kris tertawa kecil lalu mempererat pelukannya padaku. “ Kau salah mengartikan situasi, Soo mi~ah. Dia mengatakan hal itu hanya karena dia pikir aku telah melupakanmu. Tapi aku sama sekali tak menjawabnya tadi.”

“ Jadi, apa kau benar-benar sudah melupakanku atau belum?” tanyaku sedikit berharap.

“ Bagaimana mungkin aku bisa melupakan yoeja yang telah lama mengisi hatiku? Bagaimana mungkin aku melupakan yoeja yang wajahnya terus ada di pikiranku dan hadir di setiap mimpiku?”

Aku terdiam mendengar perkataannya itu. Sementara kedua mataku memanas. Mungkin sebentar lagi aku akan menangis. Ya ampun!! Aku ini benar-benar konyol.

Kris semakin mempererat pelukannya lalu menopangkan dagunya di bahuku. “ Jadi, bisakah kau jelaskan caranya untuk melupakanmu?” bisiknya.

Aku tersenyum lembut. “ Sepertinya memang tak ada cara bagimu untuk melupakanku.”

Dia tertawa kecil. Dan kedua mataku semakin memanas karena mendengar suara tawanya yang sudah lama tak kudengar. Oh astaga!!! Ternyata aku sangat merindukan namja ini. Dan kenyataan ini akhirnya membuat air mataku jatuh juga meskipun sudah kutahan sekuat tenagaku.

Kris terkejut melihatku menangis dan langsung melepaskan pelukannya. Dia lalu membalikkan tubuhku menghadapnya dan langsung menghapus air mataku dengan kedua tangannya. “Kenapa kau tiba-tiba menangis? Apa aku membuat kesalahan?” tanyanya lembut sambil menatapku dalam.

“ Aku merindukanmu.” Kataku pelan sambil menundukkan kepalaku.

“ Nde?”

“ Aku merindukanmu.”

“ Mm.. kau bilang apa? Aku tak mendengarmu, Soo mi~ah.”

Aku mengangkat kepalaku dan menatapnya kesal. “AKU MERINDUKANMU, PABO. AKU MERINDUKANMU. AKU MERINDUKANMU.” Dan dia langsung menarikku ke dalam pelukannya.

 

WU YI FAN POV

“Kenapa kau tiba-tiba menangis? Apa aku membuat kesalahan?” tanyaku lembut sambil mengahapus air matanya dan menatapnya lekat-lekat.

“ Aku merindukanmu.”

“ Nde?” apa yang dia bilang tadi? Dia merindukanku? Apa aku tak salah dengar?

“ Aku merindukanmu.” Dia kembali mengatakan hal itu. Berhasil membuatku harus menahan diri untuk tak langsung berteriak karena rasa bahagia yang kurasakan ini. Tapi aku masih belum yakin dengan yang dikatakannya. Bisa saja aku salah dengar, kan.

Jadi aku memutuskan untuk memastikannya lagi. “ Mm.. kau bilang apa? Aku tak mendengarmu, Soo mi~ah.”

Dia langsung mengangkat kepalanya dan menatapku dengan kesal. Sepertinya aku sudah membuatnya marah. Tapi tak masalah. Karena aku sudah lama tak melihat ekspresi kesalnya yang menggemaskan itu.

“AKU MERINDUKANMU, PABO. AKU MERINDUKANMU. AKU MERINDUKANMU.” Aku terkejut mendengarnya berteriak seperti itu. Dan tanpa pikir panjang lagi aku langsung menariknya ke dalam pelukanku. Karena aku juga sangat merindukannya. Sangat merindukannya sampai rasanya aku akan mati kalau tak melihatnya. Hal itu sudah terjadi selama lima tahun ini. Dan aku tak ingin mengulanginya lagi sekarang.

“ Kau tau berapa lama aku menunggumu?” tuntutku dan kudengar isakan pelannya. Dan hal itu membuatku mempererat pelukanku.

“ Mianhe. Mianhe. Mianhe.” Sekarang dia meminta maaf sambil tetap menangis. Aku langsung membenamkan wajahnya di dadaku sementara dia membalas pelukanku.

“ Aku juga sangat merindukanmu, Soo mi~ah. Jadi, jangan pernah pergi lagi dari sisiku, arra?”

Dia mengangguk pelan. “ Aku tak akan pergi lagi.”

Aku langsung melepaskan pelukanku dan menghapus air matanya dengan kedua tanganku. “Jinja? Bukannya tadi kau sudah menelpon appamu untuk memesankanmu tiket pesawat?”

“ Aku tak akan pergi kalau kau ingin tetap aku tinggal.”

“ Kalau begitu jangan pergi. Karena aku melarangmu untuk pergi. Kau harus tetap berada di dekatku dan tetap dalam jarak pandangku agar aku dapat langsung menemukanmu.” Dia mengangguk dan aku kembali memeluknya.

“ Saranghae, Soo mi~ah. Joengmal saranghae.” Bisikku lembut.

“ Nado, Kris.” Dan kata-katanya itu membuatku kembali melepaskan pelukanku lalu menatapnya. “ Tadi kau bilang apa?”

Dia tersenyum lembut. “ Nado saranghae, Kris.” Dan tanpa pikir panjang lagi aku langsung menciumnya. Melumat bibirnya dengan lembut sambil menarik tubuhnya untuk semakin rapat dengan tubuhku. Dan dia membalas ciumanku sambil melingkarkan kedua tangannya di leherku.

Aku melepaskan tautan bibir kami dan menatapnya dalam. “ Aku tak akan pernah membiarkanmu pergi lagi.”

“ Dan aku juga tak akan pernah pergi dari sisimu lagi.”

Lalu aku kembali melumat bibirnya dengan lembut. Tanpa mempedulikan sama sekali kalau sekarang kami berada di tempat umum.

 

THE END

Author talk:

Akhirnya ff stand by me ini tamat juga * prok…prok…prok* gimana chigudeul? Apa akhirnya sesuai dengan harapan kalian? Author yakin jawabannya pasti iya.

Author ingin mengucapkan terima kasih pada admin yang udah berbaik hati buat ngepost ff ini. Juga buat teman-teman dekat author yang selalu setia memberikan inspirasi buat author walaupun mereka sama sekali gak sadar. Juga buat para reader yang sudah membaca ff ini dan setia menunggu kelanjutannya. Terima kasih juga untuk komentar dan sarannya yang udah banyak membantu author untuk membangkitkan semangat author.

Mian karena author gak pernah balas komen-komen kalian soalnya author gak punya waktu dan uang buat  ke warnet *hehe… jadinya curcol dech J*

Buat yang gak ninggalin komentar ( silent readers) terima kasih juga. Yang penting kalian udah meluangkan waktu untuk membaca ff ini.

Sekali lagi terima kasih banyak untuk semuanya. Author sangat bahagia kalau kalian juga bahagai membaca ff author ini * makin lama kok kayak berasa lagi pidato ya?*

Terima kasih sekali lagi dan sampai jumpa lagi dengan author di lain waktu dengan cerita yang baru.

Love you guys and see you J

 

Iklan

30 pemikiran pada “Stand By Me (Chapter 10)

  1. Akhirnya ….*hela napas* selesai juga thor. Ketar-ketir waktu tao dateng ke tempat kris-top tanpa soo mi(chapter 10) aku kira soo mi diserang fansfanatik top, ternyata suruh ke bandara. Untung sama kris thorr…. FFnya daebak banget… Mian baru komen chapter terakhir… Hehehe…. 😀

    Hwaithing !! 😉

  2. Kyaaaa,,, ak terharu,,, akhirnya setelah perjuangan panjang mereka,,, pd akhirnya mereka bs bersatu,,, smoga nanti stlh mrk bersatu g ada lagi halangan dan cobaan,,, kasian mereka,.., huaaaaaaaaa
    Debak author,,, ff nya keren bangettt,,, mian,, mianhe ak baru comment,, ak bnr” penasran,, jdnya bacanya ngebut deh,,, hehehhehhe mav ya thorr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s