Bicycle For Two

Author : Miku14

Cast : Kwon Yi Min, Byun Baek Hyun

Genre : friendship, romance, school life

Rating : General.

Leght : ficlet

texture_by_yuleen75

mungkin bagi dirimu hanya teman sekelas

yang jalan pulangnya searah

keberadaan yang seperti angin

******

– Yimin POV –

 

Kring.. Kring..

Bunyi itu terdengar lagi, bunyi yang memang tiap pagi selalu ku dengar. Suara lonceng sepeda milik Byun Baek Hyun. Tiap pagi ia selalu mengajakku bersepeda bersama menuju ke sekolah karena jalan menuju rumah kami searah.

Segeralah aku berlari dan bergegas menenteng sepedaku dan menaikinya menghampiri Baekhyun.

“Sudah sarapan belum, kok sepertinya loyo gitu?” tanyanya.

“Udah sarapan, kok.. tenang saja..” jawabku meyakinkannya.

“Okey, kajja pergi!” ajak Baekhyun.

Kami berdua mengayuh sepeda sekuat tenaga menuju sekolah dengan bersalip-salipan. Ya, aku sedang balapan dengannya. Dan sialnya aku selalu kalah, bukan rahasia lagi jika tenaga yeoja tidak lebih kuat dari namja yang ukuran tubuhnya lebih besar darinya.

“Kok kamu loyo gitu sih, yang semangat donk!” kata Baekhyun.

“aku sedang hemat tenaga, kau juga terlalu cepat jika mengayuh!” balasku menggerutu.

“jeongmal? Ya, aku latihan kemarin untuk mengalahkanmu.” Ujarnya.

“latihan hanya untuk mengalahkanku, padahal juga tidak dapat apa-apa kalau menang..”

“ya ngga itu saja lha, sekalian olah raga..” oh, sekalian olah raga. Ku kira, hampir saja keGRan.

“kajja lanjutin mengayuhnya!” ajak Baekhyun.

Sampailah kami di tempat tujuan, apalagi kalau bukan sekolah. Ku parkirkan sepedaku disanding sepeda Baekhyun. Ya, ini memang sudah kebiasaan.

Jam pelajaran pertama di mulai, tapi sonsaengnimnya tidak masuk dan tidak meninggalkan tugas apapun. Yess! Bisa mengerjakan PR fisika yang lupa ku kerjakan. Tapi baru saja akan menulis ada yang mengajakku bicara, siapa lagi kalau bukan Baekhyun.

“Yimin-ah, kau punya MV terbaru tidak?” tanya Baekhyun.

“tidak punya, yang paling baru B.A.P sudah kau minta lusa kemarin.” jawabku.

“tapi aku sudah bosan menontonnya..” ucapnya.

“kau ini memang namja bosanan..” cibirku.

Setelah melewati berjam-jam waktu pelajaran, akhirnya bel pulang berbunyi, omo~ senangnya, aku sudah benar-benar lelah. Tapi kalau pulang aku harus mengambil sepeda dari tempat parkiran, itu sangat sulit karena kalau tidak hati-hati banyak sepeda yang akan jatuh seperti domina. Mengayuhnya lelah dan jaraknya cukup jauh pula.

“Kajja, kita ambil sepeda!” ajak Baekhyun padaku.

“ah, ne..” balasku mengikutinya.

Sampailah kami di tempat parkiran, diluar dugaan tempatnya sepi, ah~ syukurlah, ternyata aku tidak akan repot.

“Baekhyun-ah, tolong ambilkan sepedaku, entah kenapa aku begitu lelah sejak tadi pagi. Jebbal..” aku memohon dengan lesu.

“kamu ini kenapa sih, hayo.. mengaku, tadi pagi belum sarapan kan?” selidik Baekhyun.

“Aish, ne.. ne.. aku mengaku, aku belum sarapan, aku kesiangan.” jawabku mengaku.

“Yimin-ah.. sarapan itu penting, jangan hanya karena aku yang menjemputmu terlalu pagi kau jadi tidak sarapan. Jika dari awal kau bicara, aku tak keberatan menunggumu sarapan terlebih dahulu.” tutur Baekhyun sambil menyentuh lenganku.

“gomawo, aku tak akan lupa sarapan lagi..”

Baekhyun pun mengambilkan sepedaku dan menuntunnya menghampiriku.

“gomawo..” ucapku.

“ne, cheonmaneyo..” jawabnya disertai senyuman.

Saat asyik mengayuh sepeda bersama Baekhyun tiba-tiba kami berpapasan dengan Baekhee, yeoja yang ‘katanya’ disukai oleh Baekhyun, dan sepertinya itu benar. Baekhyun pun berhenti dan langsung mendekati Baekhee.

“Baekhee-ya.. sendirian aja nih, pacarnya mana?” goda Baekhyun centil dan aku hanya diam.

“Baekie.. kamu apa-apaan sih, aku kan ngga punya pacar..” jawab Baekhee memukul Baekhyun.

“awww, atit! hehehe, ngga punya pacar? Masa sih, kamu cantik gini ngga punya pacar?” oh god.. kenapa engkau ciptakan namja secentil ini?

“ngga percaya? ya udah..”

“eh, eh.. aku percaya kok. Mau pulbar sama aku ngga?” tawar Baekhyun pada Baekhee.

“bareng gimana caranya, kamu bawa sepeda, terus udah ada Yimin lagi.” kata Baekhee. Bagus jika kau berkata seperti itu, Baekhee-ya!

“kamu aku bonceng di depan, mau ngga?” Tanya Baekhyun.

“hmmm.. boleh deh, daripada nunggu angkutan lama.” dan langsunglah Baekhee naik ke sepeda Baekhyun bagian depannya. Lalu Baekhyun meraih stirnya. Seperti.. Baekhyun sedang memeluk Baekhee. </3

Aku bersepeda di belakang ke dua pasangan mesra ini. Aku dicueki sekali, okelah, sabar saja. Seperti angin, walaupun ada tapi tak pernah ditanggapi serius. Mungkin bagi Baekhyun aku hanya teman sekelas yang jalan pulangnya searah, tapi sejujurnya perasaanku padanya melebihi itu, aku mencintainya..

 

Satu-satunya alasan kenapa aku rela tidak sarapan terlebih dahulu dan membiarkan tubuhku lemas, hanya untuk bisa berangkat bersama Baekhyun, tidak membiarkannya menungguku yang hobi bangun kesiangan ini. Walaupun ia bilang tak keberatan jika menungguku, tapi ku yakin itu akan sangat merepotkannya.

Aku masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan sepatah kata apapun pada Baekhyun dan Baekhee, toh mereka juga tak perduli padaku, mereka terus saja mengayuh dan berboncengan tanpa perduli padaku, jadi jika aku perduli pada mereka apa itu akan berguna? ku rasa tidak..

Malamnya, 3 kotak tissue ku habiskan karena air mataku yang tak mau berhenti mengalir. Aku menangis karena kejadian tadi siang. Kenapa ini, kenapa aku jadi cengeng? Cinta membuatku lemah, aku tidak terima ini. Air mata, mau tak mau kau harus berhenti keluar, aku tidak mau tau!

******

Pagi hari, ketika ayam berkokok, burung berkicau, dan matahari terbit, aku terbangun. Tumben sekali aku bangun pagi. Aish, sial.. kenapa aku bangun pagi ketika aku tak mood berangkat bersama Baekhyun. Sudah terlanjur, segeralah aku bergegas ke kamar mandi.

Setelah selesai menyiapkan diri, aku segera sarapan. Ternyata sarapan itu begitu nikmat ya.. aku hampir tak pernah merasakan yang namanya sarapan karena aku harus berangkat pagi. Sebenarnya jika aku minta diantar oleh abeoji menggunakan motor ke sekolah itu akan sangat diperbolehkan. Hanya saja aku memaksa untuk pergi menggunakan sepeda bersama Baekhyun.

Lama sudah aku menunggu kedatangan Baekhyun yang biasa menjemputku, tapi kemana dia? Aku tak melihatnya dari tadi. Apa ia tak menjemputku, tapi kenapa? Apa dia sudah punya Baekhee dan tidak mau menjemputku lagi? Benarkah seperti itu? Ku harap tidak, aku belum siap menerima kenyataan itu.

Karena terlalu lama dan berpikir benar Baekhyun tak menjemputku, akhirnya ku putuskan untuk berangkat sendiri. Mengayuh, merasakan hembusan angin, dan kelelahan sendiri.

Dalam setiap kayuhan yang ku pikirkan adalah faktor kenapa Baekhyun tak menjemputku. Mana mungkin sepedanya rusak, ia kan baru menyervicenya seminggu yang lalu.

Bagaimana jika kemarin adalah hari terakhir Baekhyun menjemputku karena suatu alasan, yang jelas jika itu terjadi, suatu hari akan menjadi kenangan bersama Baekhyun.

Sampailah aku di kelas setelah memarkirkan sepeda. Ku lihat Baekhyun yang duduk melamun dengan tatapan kosong ke arah bawah. Apa yang ia pikirkan? Ku harap ia memikirkan aku, tapi apa itu mungkin?

Aku duduk di sampingnya, karena itu adalah tempatku sebenarnya.

“Eh.. Yimin..” sapanya, tapi aku hanya diam. Entah kenapa lidahku mendadak kelu mendengar ucapan Baekhyun barusan.

“kenapa kau diam?” tanya Baekhyun.

“mian.. tadi ngga bisa jemput, sepedanya dipinjem hyung. Katanya di sekolah ada lomba bersepeda gitu..” ujarnya. Apa perkataan itu bisa dipercaya?

“oh gitu..” jawabku.

“kok gitu sih, kamu kenapa? Kamu kan udah tau alasan jelasnya..”

Bukan itu, jika kau tak menjemputku tadi pagi aku bisa maklum. Yang ku pikirkan sekarang adalah tentang kemarin, tentang hatiku yang tersayat ketika kau membonceng Baekhee dan seakan memeluknya. Aku yang baik padamu, juga ingin kau perlakukan seperti itu.

“iya, aku udah tau kok..” jawabku mendadak tersenyum. Mencoba membuat Baekhyun tak curiga dengan sikap anehku ini.

“terpaksa nanti ngga bisa pulang bareng..” katanya.

“iya..”

******

Bel pulang berbunyi, aku membereskan buku yang berserakan di meja dan langsung pergi berlalu meninggalkan kelas.

Aku masih berkeliling dengan sepedaku di sekitaran taman sekolah, entahlah, apa yang sebenarnya yang ku lakukan ini, menghilangkan stress mungkin..

Ku putuskan untuk pulang saja. Tapi tiba-tiba kedua tangan mendekapku dari belakang, meraih stir yang dilingkari tanganku. Aku menoleh ke belakang karena penasaran dengan siapa yang melakukan ini.

Matanya dan mataku sangat dekat, dia.. Baekhyun.

“Baekhyun-ah.. kamu ngapain?” tanyaku gagap.

“pulang bareng aja yuk, aku males jalan kaki. Rumahku kan lumayan jauh..” jawabnya.

“bareng gimana, sepedaku ngga ada boncengannya di belakang..”

“kamu bonceng depan ya.. biar aku yang kayuh.”

Benarkah aku akan melakukan itu? Benarkah aku akan merasakan pelukan seperti itu darimu?

“Yimin-ah! kok ngelamun, boleh kan? ngga boleh ya..” katanya mengagetkanku.

“oh, eee.. boleh kok, boleh..”

“ya udah, kamu turun dulu, gih.. biar aku naik.”

Setelah ia naik sadelnya, aku pun naik di bagian depannya. Lalu ia melingkarkan kelima jarinya di bagian stir. Hari ini akan jadi hari bersepeda penuh kenangan, ketika tuhan mendengarkan keluhanku yang iri kepada Baekhee, dan akhirnya tuhan memberikan yang sama kepadaku. Aku ingin menanyakan  ada hubungan apa Baekhyun dengan Baekhee. Namun, apakah itu tepat di saat seperti ini? Yang ada aku malah merusak suasana. Aku sudah bahagia seperti ini.

Ketika bayanganku dan Baekhyun menjadi satu karena sepeda yang kami naiki sama, aku benar-benar berharap ini tak akan berakhir, pelukan hangat yang ia berikan lewat stir sepeda ini. Itu sudah membuatku bahagia..

Aku tak ingin ini berakhir…

– END –

FF ini terinspirasi ketika aku denger lagu JKT48 – Futari Nori no Jitensha

Jadi, mungkin ini bisa dibilang songfict, bukan plagiat, oke?? Maaf kalo ada yg ngerasa endingnya gantung atau apa.. Typo banyak juga aku minta maaf.

Pernah dipublish di banyak blog mungkin dengan cover, cast, atau nama author yang beda. #author labil.

Comment sangat dianjurkan, nggak komen = sasaeng fans author

 

18 pemikiran pada “Bicycle For Two

  1. Keren! 🙂
    Ohya, ngomong-ngomong kata-kata yg ini:
    “mungkin bagi dirimu hanya teman sekelas
    yang jalan pulangnya searah”
    itu mirip banget sama salah satu lirik lagu JKT48 yang Futari Nori Jitensha (Bersepeda Berdua) :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s