LIKE A STAR

Tittle                                     : LIKE A STAR

Author                                 : Erica Kim / @k_hyerin17

Cast                                       : Park Chanyeol

Kim Hyerin

Genre                                    : Romance, Sad

Author Note                      : ini FF aku yang pertama. Semoga reader suka sama karya aku ya…

 

Theme song       : SNSD TAEYEON FEAT THE ONE – LIKE A STAR

 

Hyerin pov

“sebaiknya hubungan kita sampai disini saja Hyerin-ah”

DEG

“k..k…ken..keunde wae, oppa?” aku mencoba untuk berani menatap mata yang biasanya selalu menatapku hangat tapi sekarang yang kudapatkan hanya tatapan dingin dari matanya.

“aku mencintai Ji Sun dan kami akan minggu depan” katanya. aku hanya menunduk berusaha menyembunyikan air mataku. “Jadi, aku tidak ingin menjadi namja jahat yang harus mencintai dua yeoja sekaligus. Aku harus memilih Rinnie-ah. Jadi aku harap kau mengerti itu.” Sambungnya.

“ne, kau memang tidak boleh menjadi namja jahat, oppa. Aku mengerti kau harus memilih salah satu dari kami. Jadi, kau harus menjadi suami Ji Sun eonni yang baik. Jangan sekali-kali membuatnya menangis. Arra?” kataku sambil mencoba untuk tersenyum. Aku melirik jam tanganku sudah menunjukkan jam setangah delapan malam. “oppa, sudah malam. Sebaiknya aku pulang saja. Annyeong.” Pamitku

“aku antar” katanya

“tidak usah aku bawa mobil sendiri” bohong. Mana mungkin aku membawa mobil sedangkan mobilku dibawa pergi oleh Junsu oppa.

Aku terus berjalan tanpa tahu arah setelah keluar dari cafe itu meninggalkan semua kenangan menyedihkan yang baru saja aku alami beberapa menit lalu. Namja itu memutuskan hubungan kami begitu saja setelah 3 tahun kami bersama.

Tiga tahun lalu saat aku baru saja memasuki kelas. Dimana kelas itu masih sangat sepi, hanya ada aku seseorang. Aku melihat setangkai bunga lily putih terletak diatas meja belajarku bersama sepucuk surat. Setelah membaca surat itu aku langsung pergi ketaman sekolah dimana seseorang menungguku.

Flashback

kau datang, Hyerin-ah” kata orang itu.

ada apa, sunbae menyuruhku datang kesini sambil membawa bunga ini” kataku.

kau suka bunganya?” tanyanya sambil berjalan kearahku.

tentu saja aku suka, ini kan bunga kesukaanku. Jadi, mana mungkin aku tidak suka. Ini bunga dari sunbae?” tanyaku.

ne, syukurlah kalau kau suka dengan bunga pemberianku. Hyerin-ah ada yang ingin aku bicarakan padamu” katanya lagi.

hmm. Malhaebwa” kataku.

Saranghae” katanya. hanya dengan satu kata. Satu kata itu dapat membuat jantungku berhenti sejenak. Satu kata itu dapat membuatku berhenti bernapas sejenak. Satu kata yang begitu aku inginkan keluar dari mulutnya. Satu kata itu yang sangat aku nantikan setelah beberapa lama aku memerhatikannya diam-diam. Sekarang satu kata itu keluar dari mulutnya untukku.

Tidak hanya satu kata itu yang membuatku membeku. Aku semakin membeku saat aku merasakan sesuatu yang basah menempel dibibirku dengan sempurna. Namja ini mencuri ciuman pertamaku. Setelah bibirnya menjauh dari bibirku, namja itu menatapku hangat. Tatapan yang selalu aku dapatkan setiap aku melihatnya dari jauh.

“would you be my girlfriend?” katanya.

“ne, oppa” kataku.

Flashback end

SARANGHAE. Kata itu sudah tidak akan bisa kudengar lagi. Senyumnya tidak akan bisa kulihat lagi. Tatapan hangatnya tidak akan bisa kudapatkan lagi. Sentuhan hangatnya tidak akan bisa kurasakan lagi. Dirinya sudah bukan milikku lagi.

Aku terus berjalan menyebrangi jalan tidak peduli dengan lampu yang menunjukkan warna merah untuk pejalan kaki. Aku tidak peduli dengan semua teriakan-teriakan yang menyuruhku kembali ketempat penyebrangan. Aku tidak peduli dengan mobil-mobil yang berlalu lalang dijalan.

TIIIINNNN… TIIIINNNN….

“HYERIN-AH, AWAS” teriakan itu suara itu. Chanyeol oppa. Aku berniat membalikkan tubuh untuk memastikan itu suara namja itu. Tapi…

BRRRAAKKK

“HYERIN-AH” samar-samar masih bisa kudengar suara itu.

“HYERIN-AH, IREONA. IREONA, JEBAL” suara itu, sentuhan itu masih bisa kurasakan.

“o..op…oppa?” kataku terbata-bata.

“ne, ini aku. Bertahanlah sebentar lagi ambulance akan datang.” Katanya. aku merasakan sesuatu jatuh menyentuh pipiku. Namja ini menangis.

“op..oppa… kk…kau m…me..menangis?” tanyaku

“tidak… aku tidak menangis. Karena itu bertahanlah”katanya.

“op…opppa…akkh….kau…t..t…tidak….bb…b.o..l..llle…h…..m…e..n….na..n.n.g..i..is”kataku.

“aku tidak menangis, Hyerin-ah. Mianhae jeongmal mianhae. Aku berbohong kalau aku mencintai Ji Sun. Aku hanya mencintaimu Hyerin. Karena itu kau tidak boleh meninggalkanku. Kau ingat janjimu dalu kalau kau selalu ingin bersama denganku, menikah denganku. Karena itu kau harus bertahan dan menikah denganku.”aku tersenyum mendengar perkataannya, mendengar suaranya. Terima kasih tuhan karena kau sudah memberiku kesempatan untuk terakhir kalinya mendengar suaranya.

“na…do”

Hyerin pov end

Chanyeol pov

“na…do” hanya kata itu sebelum akhirnya dia menutup matanya.”

“Rinnie-ah, rinnie-ah, rinnie-ah ireona. Ireona.” Kataku sambil memukul pipinya yang berlumuran darah. Tapi, tidak ada reaksi dari yeoja ini. Tidak lama setelah itu ambulance datang.

Aku duduk lemas didepan ruangan dimana yeoja yang sangat aku cintai berada. Yeoja yang sudah kusakiti dan menderita karenaku.

DRRRAP…DRRRAP

“Chanyeol-ah bagaimana keadaan Hyerin?” tanya eommaku. Mendengar itu aku langsung memeluk eomma.

“semua salahku eomma, seandainya aku tidak menerima perjodohan itu. Seandainya aku tidak memutuskan hubungan kami. Pasti semua ini tidak akan terjadi.” Kataku frustasi seperti orang gila.

“ani, ini semua bukan salahmu Chanyeol-ah. Semua sudah ditakdirkan. Kita berdoa saja semoga Hyerin baik-baik saja.” Kata eomma. Tidak lama terdengar pintu UGD terbuka dan seorang berjas putih keluar dari ruangan itu dengan ekspresi yang sulit ku artikan. Hyerin-ah semoga kau baik-baik saja.

“Dokter, bagaimana keadaan Hyerin?”tanyaku mendahului mereka.

“maaf, nona Kim tidak berhasil kami selamatkan. Nona Kim sudah pergi sebelum sampai kerumah sakit. Kami sudah berusaha sebisa kami.” Kata dokter itu.

“Ahh… ini pasti bohong, ini pasti lelucon. Hyerin adalah yeoja yang kuat. Jadi, tidak mungkin dia tidak bisa bertahan. Dia berjanji akan menikah denganku. Dia berjanji tidak akan meninggalkanku. Dia berjanji akan selalu berada disamping. Kau pasti bohong. Minggir biar aku sendiri yang melihatnya.” Kataku langsung berlalu meninggalkan mereka.

“apa yang kalian lakukan, kenapa semua peralatannya dilepas? Hyerin masih membutuhkan itu.” Kataku saat melihat suste-suster itu melepas semua alat-alat medis yang melekat pada tubuh yeoja itu.

“tapi tuan, nona Kim sudah…” perkataan mereka terpotong olehku.

“sudah apa? Sudah meninggal? Hyerin tidak mungkin meninggalkanku. Dia hanya tidur. Sebaiknya kalian keluar, kalian hanya mengganggu tidurnya.” Kataku seraya mengusir suster-suster itu.

Suster-suster itu keluar dari ruangan ini meninggalkan kami berdua. Ku lihat wajahn cerahnya kini berubah menjadi pucat, bibirnya yang merah berubah menjadi kebiruan, mata yang selalu menatapku dengan ceriah kini tertutup.

“Hyerin-ah, kau benar-benar meninggalkanku? Kau marah padaku karena telah berbohong padamu dan memilih untuk kembali kepangkuan tuhan? Kalau memang iya, aku mohon maafkan aku dan kembalilah padaku. Aku tidak bisa hidup tanpamu hyerin-ah. Bangunlah. Jebal ireona.” Kataku namun tidak mendapatkan jawaban darinya.

Aku mencium bibirnya untuk terakhir kalinya. Airmataku terus mengalir membasahi kedua pipiku. “saranghae” hanya kata itu yang bisa aku katakan padamu, Hyerin-ah.

 

END

 

Selesai… maaf ya kalau pendek… jangan lupa tinggalin jejak lho… annyeong.

Iklan

19 pemikiran pada “LIKE A STAR

  1. Thor…. ………..FFnya kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen bangeeeeeeeeeeeeet!!!! Uaaaaah aku seneng bisa ngebaca ff kayak gini. Dari dulu nyari-nyari gak ketemu sampe sekarang akhirnya ketemuuu*loh kok malah curhat???
    Ditunggu ff selanjutnyaaa

Tinggalkan Balasan ke Failaa Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s