The First and Last Winter with Him

Author      : Krista (@sitaainin)
Genre      : romance, sad-ending
Main cast      : Park Na Mi (OC)
Zhang Yi Xing a.k.a Lay
Support cast: Chanyeol             (Na Mi’s brother)
Huang Zi Tao            (Lay’s friend)
Wu Yi Fan a.k.a Kris    (Lay’s friend)
Xi Lu Han            (Lay’s friend)
Baekhyun            (Na Mi’s friend)
Do Kyung Soo a.k.a D.O(Na Mi’s friend)
Kim Ne Ra (OC)        (Na Mi’s friend)
Length      : oneshoot
***
Annyeong readers :), Author balik lagi. kali ini Author bikin
FF yang sad-ending. gak tau dech kenapa. WARNING !!! Don’t be plagiat,
and Don’t be silent readers. HAPPY READING ALL !!!!

 

***

Na Mi POV
HOAM……..!!!!
Selamat pagi dunia !!!. hari ini adalah hari pertama winter, wah…
rasanya SESUATU CETHAR MEMBAHANA BADAI *alay banget sich authornya,
siapa sich authornya ? #plakk*. Oiya aku lupa memperkenalkan diri,
annyeong !!! Park Na Mi imnida. Aku adalah anak ke-2 dari 2
bersaudara. Nae, aku punya oppa, namanya Park Chanyeol si Happy Virus.
Sudahlah aku jangan menceritakannya. Aku segera masuk ke kamar mandi
untuk bersih bersih diri. Setelah 15 menit, aku keluar dari kamar
mandi, aku segera berganti baju. Hari ini aku ada janji dengan ke-3
sahabatku. Setelah berganti baju, aku cepat-cepat menuju ruang makan,
dan ternyata di sana sudah ada oppa-ku yang asyik memainkan PSP-nya.
“Annyeong oppa” sapa ku ceria
“Hem” jawabnya yang masih focus memainkan PSP-nya
“YAK ! oppa ! jangan bermain PSP terus!” teriakku sambil mengambil PSP-nya
“YAK! Kembalikan PSP ku!” ucapnya
“SHIREO !!!” teriakku
“come on ! kembalikanlah PSP ku itu, aku tidak bisa hidup tanpa PSP ku” mohonnya
“Baiklah, akan aku kembalikan, aku masih sayang padamu oppa” ucapku
sambil mengembalikan PSP-nya
“YEY gomawo, aku juga sayang pada Dongsaengku yang cerewet ini”
ucapnya sambil menarik hidungku
“YAK, appo oppa” rengekku
“ultjima, katanya kau mau menjemput Ne Ra ?”tanyanya
“Nae, ya sudah, aku pergi dulu nae, bye oppa” ucapku yang langsung
keluar dari rumah, dan aku langsung memasuki mobilku, dan melajukannya
menuju rumah Ne Ra. Nae, dia adalah sahabat perempuanku, karna dia
tidak bisa menyetir, jadinya dia selalu menebengku.
Setelah 10 menit perjalanan akhirnya sampai di depan rumahnya, dan
ternyata dia sudah menungguku di depan rumahnya. Langsung saja dia
masuk kemobilku.
“YAK! Apa kau ingin membunuhku ?” tanyanya
“Maksudmu ?” tanyaku polos
“kau tau, aku sudah menunggumu sejak tadi, aku hampir mati kedinginan
karnamu” omelnya
“siapa suruh nunggu di luar” ejekku
“Eh iya juga ya, Ne Ra pabo” ucapnya
“Ya udah, sekarang kita jemput si Baekhyun ma D.O nae” ucapku. Yaps,
baekhyun dan D.O adalah sahabatku juga.
Lalu aku dan Ne Ra menuju ke rumah Baekhyun. Setelah 15 menit
diperjalanan, terlihat mobil Baekhyun sudah stand by di depan
rumahnya, ketika mobilku berhenti disebelah mobilnya, kaca mobil ku
turunkan, begitu juga dengannya. Ternyata dia sudah bersama D.O.
“sekarang kita kemana ?” tanya Baekhyun
“ketempat biasa” ucapku
Lalu aku melajukan mobilku menuju ke café dekat Kampus kami, disanalah
kami biasa nongkrong. Setelah 10 menit perjalanan, akhirnya sampai.
Lalu kami langsung masuk ke café itu, dan mencari tempat duduk, kami
memilih tempat duduk yang ada di pojokan.
“kira-kira bakalan seru gak ya musim salju tahun ini ?” tanya D.O
“kayaknya enggak dech” ucapku lesu

Author POV
“kayaknya enggak dech” ucap Na Mi lesu
“kenapa sich Nam ? keliatannya setiap winter kamu gak seneng” ucap Baekhyun
“kalian tau sendiri kan, setiap winter orang tua aku gak pernah ada
dirumah, mereka berdua Cuma sibuk sama pekerjaannya” jelas Na Mi
“yang sabar ya Nam, orang tua kamu kan kerja buat kamu sama oppa kamu”
ucap Ne Ra sambil mengelus pundak Na Mi
“Eh, denger denger lho ya, bakalan ada senior baru di kampus” ucap Baekhyun
“senior baru ? siapa ?”tanya Na Mi
“kalo gak salah sich mereka dari China” ucap D.O
“Hah ? China!!!” ucap Na Mi dan Ne Ra bersamaan
“Serius ?” tanya Ne Ra
“He’em, gak percaya banget sich” ucap Baekhyun
“jadi gak sabar, aku pengen tau, siapa sich seniornya” ucap Ne Ra gak sabaran
“kalau dari kabar yang aku dapet, katanya sich senior yang baru ada 4
orang, kece kece lagi” ucap Baekhyun
“Kece’an mana sama kamu ?” tanya Na Mi
“Ya jelas kece’an aku dong” ucap Bekhyun PD sambil bergaya sok cool.
Tiba-tiba pandangan Na Mi tertuju pada pintu café yang dibuka oleh
seseorang namja. Jantung Na Mi langsung berdegup kencang melihat namja
itu.

Na Mi POV
Gak tau kenapa, rasanya pengen banget ngeliatin pintu café itu,
tiba-tiba ada seseorang namja membuka pintu itu. ketika aku
meliahatnya, jantungku berdegup dengan kencang, melihat senyumannya
yang dihiasi lesung pipinya, membuatku…….. membuatku…… jatuh cinta
padanya, tiba-tiba…
“Na Mi” panggil ke-3 temannya
“Hah ? wae ?” tanya Na Mi
“ngeliatin apa sich ?” tanya Ne Ra
“Anniyo, aku tidak melihat apa-apa” ucapku yang masih melihat namja
tadi, sekarang dia duduk di seberang meja kami bersama teman-temannya.
“Owhhhh, namja itu” ucap Ne Ra sambil menengok kearah yang aku tuju
“Jangan-jangan kamu jatuh cinta ya sama dia ?” tanya D.O
“maybe” ucapku begitu saja
“Cie…… Na Mi” sorak mereka bertiga yang sangat keras, dan akibatnya
seluruh mata yang ada di café itu melihat ke arah kami
“HUSTTTTT !!!! jangan berisik dong ini café” ucap Na Mi
“Ya, iyalah aku tau ini café, siapa juga yang bilang ini lapangan”
ucap Baekhyun. Haduhhhhh, dasar namja satu ini, benar-benar membuatku
naik darah. Setelah puas berada di café, akhirnya kami berempat
pulang. Seperti biasa, aku mengantarkan Ne Ra pulang. Setelah aku
mengantarkannya, aku langsung pulang ke rumahku. Ketika aku
memarkirkan mobil di garasi rumahku, terlihat ada truk besar di
sebrang rumahku. Ahhhh, apa itu. lupakanlah. Lalu aku masuk ke rumah.
“Oppa……, oppa…. !!!!!” panggilku
Mwoya, kenapa dia tidak menjawab, kemana dia ?. apa jangan –jangan
dia sedang pergi, tapi mobilnya ada di garasi. Lalu aku memutuskan
masuk ke kamarku.

Author POV
Ketika Na Mi masuk ke kamar, dia langsung ke kamar mandi untuk mandi
dan berganti pakaian. Setelah selesai, dia langsung merebahkan diri di
kasurnya. Ketika dia ingin menutup matanya, ada suara suara yang
mengganggunya.
“AISHHHH, suara apa itu ?” tanyanya
Lalu dia menuju balkon kamarnya, terlihat masih ada truk besar
disebrang rumahnya.
“kenapa masih ada truk besar ?” tanyanya
“apa ada yang baru pindah ?” tanyanya lagi
Lalu dia sangat kaget melihat namja yang ada di café tadi tengah
berbicara dengan oppanya.
“Apa ? jadi…. Jadi namja itu tinggal di seberang rumah, dan dia bakal
jadi tetangga aku, yes yes”ucap Na Mi Gembira
Lalu oppanya, dari bawah melihat kalau dongsaengnya sedang memperhatikannya.
“Yak, Na Mi-ah” panggil oppanya
“Mwoya ?”tanya Na Mi
“We have new neighbours” ucap oppanya
“nae, arraseo” ucap Na Mi
“Annyeong” sapa namja itu
“YAK, NA MI~ah CEPAT TURUN” teriak Oppanya
“Nae” ucap Na Mi gembira
Lalu Na Mi mengambil sweaternya, dan langsung turun ke bawah, dan
keluar dari rumahnya, Lalu menghampiri oppanya.
“Annyeong” sapa Na Mi sambil senyum senyum gak jelas
“Annyeong, Zhang Yi Xing imnida, tapi panggil saja aku Lay” ucap namja
yang telah membuat Na Mi jatuh cinta
“Annyeong, Wu Yi Fan imnida, panggil saja aku Kris” ucap namja sebelah Lay
“Annyeong, Huang Zi Tao imnida, panggil saja aku Tao” ucap Namja di Sebelah Kris
“Annyeong, Xi Luhan imnida” ucap namja di sebelah Tao
“Owh, annyeong, Park Na Mi imnida” ucap Na Mi
“dia ini dongsaengku” ucap Chanyeol
“Owh” ucap ke-4 namja itu
“Baiklah kalau begitu, sepertinya perkenalannya sudah cukup, aku dan
dongsaengku akan kembali ke rumah kami, jika butuh apa-apa jangan
sungkan untuk kerumahku nae ?” ucap Chanyeol panjang lebar, lalu
mengajak Na Mi kembali ke rumah.
Sesampainya di rumah, Na Mi langsung masuk ke kamarnya, dan
merebahkan dirinya di kasur.

Na Mi POV
Ini adalah Winter yang paling membahagiakan dalam hidupku. Mungkin
memang benar, aku jatuh cinta padanya, semoga saja, dia bisa membuat
hari-hariku lebih berwarna.

Lay POV
Jadi, nama yeoja itu adalah Na Mi, benar tak kuduga, dia adalah
tetanggaku. Apa ini yang disebut jodoh ?. pertama kali melihatnya di
café tadi, hati berdegup kencang melihatnya. Mungkinkah aku jatuh
cinta padanya ?, semoga itu benar adanya.
***
Author POV
Keesokan harinya, Na Mi bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Dan untuk
kali ini, oppanya nebeng bersamanya, bisanya sich oppanya naik motor
sendiri, dan dengan sangat terpaksa, Na Mi menyuruh Ne Ra untuk naik
taksi. Setelah 15 menit perjalanan, akhirnya Na Mi dan oppanya sampai
di kampus mereka, “Kirin University”. Yaps, mereka berdua satu kampus,
dan satu jurusan, yaitu jurusan tekhnik vocal. Ketika sudah sampai,
mereka langsung keluar mobil.
“Hey, lihatlah, kau sudah ditunggu teman-temanmu” ucap Chanyeol sambil
menunjuk kearah teman-teman Na Mi
“Baiklah, apa kau ingin masuk dulu ?” tanya Na Mi
“Nae, aku ke kelas dulu” ucap Chanyeol yang langsung berjalan menjauhi
Na Mi. lalu Na Mi menhampiri teman-temannya.
“Morning” sapa Na Mi ceria
“Morning juga” balas ke-3 temannya
“Kok tumben sich, ceria banget ?” tanya Ne Ra
“kalian harus tau sesuatu” ucap Na Mi gembira
“Apaan ?” tanya Baekhyun dan D.O bersamaan
“kalian masih ingat gak, namja yang kemarin aku lihatin terus” ucap Na Mi
“OWH, yang itu, emangnya kenapa ?”tanya D.O
“ternyata oh ternyata, dia sama teman-temannya itu tetangga baru di
sebrang rumahku”jelas Na Mi
“Mwo ? Jinjja ?” tanya Ne Ra gak yakin, Na Mi hanya mengangguk
“Masa sich, kok bisa kebetulan banget ? aku gak percaya” ucap Baekhyun
“kalau kalian gak percaya, aku bisa buktiin kalau aku gak bohong” ucap Na Mi
“Caranya ?” tanya D.O dan Ne Ra bersamaan
“Nanti, sepulang kuliah, kalian bakal aku ajak ke rumahku, buat
ngebuktiin, gimana ?”  tantang Na Mi
“Oke kita setuju” ucap ke-3 temannya bersamaan
“Ya udah dech, kita ke kelas aja yuk” ajak Ne Ra.
Lalu mereka berempat menuju ke kelas mereka. Sampai dikelas, terlihat
belum ada dosen yang datang, dan kelas pun RAMAINYA MASYAALLAH…..
!!!!!! kayak pasar minggu. Lalu mereka berempat duduk di pojok kelas.
5 menit kemudian Mr. kangta sang dosen datang, dan akhirnya semua
mahasiswa duduk di tempat masing-masing. Pelajaran berjalan selama 2
jam. Setelah 2 jam berlalu, kelas hari ini ditutup.
“Eh, kita ke kantin yuk, laper” ucap Baekhyun sedikit merengek
“Ya udah dech, ayo” ucap D.O
Akhirnya, mereka berempat menuju ke kantin. Setelah sampai di kantin,
Na Mi dan Ne Ra mencari tempat duduk, sedangkan Baekhyun dan D.O
memesan makanan.
“Ini dia pesanan kalian” ucap Baekhyun, meletakkan baki makanan bersama D.O
“Gomawo” ucap Na Mi dan Ne Ra bersamaan
“eh Na Mi~ah, itu oppamu bersama siapa ?” tanya D.O sambil menunjuk
kearah Chanyeol yang duduk di meja seberang bersama 4 orang namja.
“Hah ?” ucap Na Mi bingung, sambil meonoleh kearah oppanya.
Karena oppanya tau, Na Mi melihat ke arahnya, oppanya memanggil Na Mi
“Hei Na Mi” teriak Chanyeol, lalu  4 namja yang bersama Chanyeol
menoleh kea rah Na Mi
“Na Mi~ah, bukankah itu namja yang kemarin ?” tanya Ne Ra terkejut.
Ternyata, 4 namja itu adalah Lay, Kris, Tao, dan Luhan. Lalu 4 namja
itu bersama Chanyeol, menghampiri Na Mi dan teman-temannya.
“Hai Na Mi, ternyata kau kuliah disini juga ?” tanya Luhan
“Nae” ucap Na Mi sambil tersenyum
“Apa kalian tetangga baru Na Mi ?” tanya Baekhyun tiba-tiba
“Nae” ucap ke-4 namja itu
“Wah, jadi Na Mi nggak bohong” ucap D.O
“Na Mi kenalin dong” bisik Ne Ra
“Oiya, kenalin ini teman-teman aku” ucap Na Mi
“Hai, Ne Ra imnida” ucap Ne Ra
“Baekhyun imnida” ucap Baekhyun
“D.O imnida” ucap D.O
“kita, sahabatnya Na Mi” ucap mereka bertiga bersamaan
“Nae, Lay imnida” ucap Lay
“Kris imnida” ucap Kris
“Tao imnida” ucap Tao
“Luhan imnida” ucap Luhan
“D.O aku bingung” bisik Baekhyun ke D.O
“bingung kenapa ?” tanya D.O
“sebenernya, luhan hyung namja atau Yeoja ?” bisik baekhyun ke D.O
“YaK, jelas jelas dia namja” bisik D.O ke Baekhyun
“coba dech, kamu lihatin wajahnya” bisik Baekhyun lagi
“Emangnya kenapa wajahnya ?” bisik D.O
“Kalau dilihat sepintas, dia itu cakep, tapi kalo diliat sepintas
lagi, dia itu cantik” bisik Baekhyun.
Tanpa sepengetahuan mereka berdua, ternyata Luhan dengar yang
dibicarakan Baekhyun dan D.O
“YAK !!!! jangan berpikir macam-macam tentangku” teriak luhan di depan
telinga Baekhyun dan D.O
“Mianhae” ucap Baekhyun dan D.O bersamaan
“Yak, sudah lah, jangan bertengkar” lerai Chanyeol
“Ehm, Na Mi~ah, bisakah kau mengajak Lay keliling taman ?” sambung Chanyeol
“Nae oppa” jawab Na Mi semangat sambil berdiri dari kursinya
“Kesempatan bagus” bisik Ne Ra
“Kajja Lay” ajak Na Mi
“nae” ucap Lay singkat
“Na Mi~ah” panggil ke-3 teman Na Mi, lalu Na Mi menoleh kearah mereka
“hwating….!!!!” Seru mereka ber-3 sambil mengepalkan tangan ke udara
Akhirnya Na Mi mengantarkan Lay berkeliling taman. Selama berjalan,
mereka berdua hanya diam saja, tidak ada yang memulai pembicaraan.
Akhirnya, Lay memutuskan untuk berbicara dahulu.
“Na Mi~ah” panggil Lay
“Nae ?” ucap Na Mi
“Lebih baik kita mencari tempat duduk, aku lelah berkeliling taman” ucap Lay
Kemudian mereka melihat ada tempat duduk yang tidak jauh dari tempat
mereka berdiri, dan mereka segera duduk disana.
“Mianhae” ucap Lay lirih
“Waeyo ?” tanya Na Mi
“Karena aku megajakmu ke taman, padahal disini sedang turun salju” ucap Lay
“Gwaenchana, aku sudah terbiasa” ucap Na Mi sambil tersenyum
***
Sudah selama 1 bulan Na Mi dan Lay selalu bersama, sampai-sampai
teman –teman mereka menyuruh mereka untuk berpacaran. Tapi, bagi Na
Mi, Lay menganggapnya hanya sebagai sahabat. Suatu hari, Na Mi dan Lay
sedang berada di rumah Na Mi. Na Mi sengaja memanggil Lay untuk datang
kerumahnya.
“Mengapa kau menyuruhku kesini ?” tanya Lay
“Aku kesepian” ucap Na Mi
“Kenapa bisa ? dimana oppamu ?” tanya Lay
“Dia sedang pergi dengan teman-temannya” ucap Na Mi
“Owh, dimana orang tua kalian ? kenapa aku tidak pernah melihat mereka
?” tanya Lay lagi
“Seperti ini lah Lay, setiap winter mereka gak pernah dirumah, mereka
selalu ke luar negeri” jelas Na Mi yang tiba-tiba meneteskan air
matanya
“Hei, ultjima, tenang saja, ada aku disini, ada oppa mu juga, ada
sahabat-sahabatmu, kita pasti akan terus bersama kamu” ucap Lay sambil
merangkul pundak Na Mi
“Gomawo” ucap Na Mi, sedangkan Lay hanya tersenyum.
Tiba-tiba, Lay menggenggam tangan Na Mi. Lalu mereka berdua saling bertatapan.
“Na Mi, aku mungkin bukan orang yang romantis, aku gak punya banyak
kata-kata untuk mengungkapkannya, aku Cuma mau kamu tau, kalau
sebenarnya aku……” ucap Lay yang tiba-tiba terputus
“aku kenapa ?” tanya Na Mi
“Aku cinta sama kamu semenjak kita pertama kali ketemu di café” ucap Lay
“Terus, mau kamu ?” tanya Na Mi
“Would you be my girlfriend ?” tanya Lay
“Lay, sejujurnya aku juga cinta sama kamu semenjak kita ketemu di
café” jelas Na Mi
“Jadi jawabannya ?” tanya Lay, sedangakan Na Mi hanya mengangguk dan tersenyum
“Gomawo” ucap Lay, sambil memeluk pacar barunya itu, dan Na Mi
membalas pelukan dari Lay
***
Makan malam tiba, Na Mi hanya makan malam berdua dengan oppa-nya.
“Hei, aku tau sekarang perasaanmu sangat bahagia” ucap Chanyeol
“How do you now ?” tanya Na Mi
“From Lay” ucap Chanyeol, sedangkan Na Mi hanya bisa tersenyum
“Semoga saja, Lay bisa mengembalikan semangatmu di saat winter” ucap Chanyeol
“Oppa, mianhae” ucap Na Mi
“Wae ?” tanya Chanyeol
“Karena aku lebih dulu berpacaran dari pada kau” ucap Na Mi
“Owh, itu…… tidak masalah bagiku” ucap Chanyeol
“Oppa, tell me, why you don’t have girlfriend ?” tanya Na Mi
“Because…..” ucap Chanyeol terputus
“biar aku tebak, karena…………… tidak ada satu yeoja pun yang…..” ucapan
Na Mi terputus
“Yang apa ?” tanya Chanyeol
“Yang tertarik sama oppa ,wekkkk” ucap Na Mi yang langsung berlari ke
kamar, takut-takut kalau oppa nya akan membunuhnya.
“YAKKKKKK, jangan asal bicara kau, banyak yeoja yang ingin dengan ku,
AISHHHH dasar” teriak Chanyeol yang suaranya CETHAR MEMBAHANA BADAI
OLALA.
***
Keesokan harinya, Na Mi menunggu Lay di depan rumahnya. Memang terasa
dingin, tapi tidak untuk Na Mi. Menurutnya. dia akan melakukan apapun
demi namjachingu-nya. Walau sampai titik darah penghabisan -_- .
setelah menunggu 5 menit, Lay muncul dengan motor sport putihnya, lalu
Na Mi menghampirinya,
“Kajja kita berangkat” ucap Lay sambil menyodorkan sebuah helm putih
“Naik motor ?” tanya Na Mi
“Nae, waeyo ?” Lay balik bertanya
“Kan dingin oppa” ucap Na Mi
“Percayalah, jika kau bersamaku, tidak akan terasa dingin” ucap Lay
“Sudahlah Na Mi, ikutlah saja dengannya, biar aku bisa memakai
mobilmu” ucap Chanyeol yang tiba-tiba muncul
“baiklah” ucap Na Mi yang langsung mengambil helm
Akhirnya, Na Mi pasrah, dia ikut bersama Lay. Selama di perjalanan,
Na Mi terlihat kedinginan. Tiba-tiba, tangan kiri Lay memegang tangan
kiri Na Mi dan melingkarkannya di pinggangnya.
“Jika kau kedinginan, peluk aku, kau akan merasa hangat” ucap Lay,
lalu Na Mi memeluk Lay
“Ini benar-benar sangat hangat” ucap Na Mi, sedangkan Lay hanya tersenyum.
“Na Mi aku ingin bertanya sesuatu padamu” ucap Lay
“Oke, mari kita dengarkan” ucap Na Mi
“Misalnya, kamu punya pacar, terus pacar kamu itu punya penyakit yang
sangat Kritis, dan divonis oleh dokter hidupnya sekitar tinggal 2
bulan lagi, apa yang akan kamu lakukan ?” tanya Lay panjang lebar
“WOW, Lay… aku…. Aku….” Ucap Na Mi terbata-bata
“Nggak dijawab sekarang juga gak apa kok” ucap Lay

Na Mi POV
Apa yang dia maksud ? kenapa dia bertanya seperti itu, aneh !

Author POV
Setelah sampai, mereka berdua langsung turun dari motor, dan masuk ke
kelas. Karena kelas mereka berbeda, akhirnya mereka harus berpisah.

@kelas Na Mi
Setelah Na Mi sampai di kelasnya, ternyata teman-temannya sudah menunggunya.
“Wah wah, ada yang bahagia banget nich” ucap Ne Ra, sedangkan Na Mi
langsung duduk disebelah Ne Ra
“PJ dong PJ…..”ucap Baekhyun
“HAH ! PJ, apaan tuh ?” tanya Na Mi
“Yah, Na Mi NDESO…….” Ucap D.O berlagak seperti soimah
“Na Mi~ah PJ itu Pajak Jadian” ucap Ne Ra
“Owh jadi itu” ucap Na Mi polos

@kelas Lay
Setelah Lay sampai di kelasnya, ternyata teman-temannya beserta
chanyeol sudah menunggunya.
“Woi bro, selamat ya !” ucap Kris
“Maksudnya ?” tanya Lay polos
“Hei, jangan kau kira, kita nggak tau, kalau kamu udah jadian sama
dongsaengnya Chanyeol” ucap Tao
“Dari mana kalian tau ?” tanya Lay yang benar-benar polos, lalu
teman-teman Lay langsung melirik kearah Chanyeol
“Heheheheh” ucap Chanyeol cekikikan
***
Setelah jam pelajaran berlangsung 3 jam, kelas bubar. Na Mi dan
teman-temannya segera menuju ke kantin, begitu pula dengan Lay dan
teman-temannya. Ketika Na Mi dan teman-temannya sampai di kantin,
ternyata Lay dan temannya belum sampai. Akhirnya Na Mi dan
Teman-temannya mencari tempat duduk dahulu.
“Aku, merasa aneh dengan Lay” ucap Na Mi
“Aneh kenapa ?” tanya Ne Ra
“tadi waktu perjalanan ke sini, dia bertanya aneh kepadaku” ucap Na Mi
“Bertanya apa ?” tanya Baekhyun
“Ssst ssstt Lay datang” ucap D.O
Akhirnya mereka memberhentikan percakapan mereka, Lay dan
teman-temannya menghampiri Na Mi dan teman-temannya.
“Kayaknya lagi ada yang ngegosip nich” ucap Luhan tiba-tiba
“Enngak kok, sok tau” timpal Baekhyun, sedangkan Lay dan
teman-temannya segera duduk.
“Mau pesen apa ?” tanya Ne Ra
“Aku terserah dech” ucap Baekhyun dan D.O bersamaan
“Kamu mau pesen apa ?” tanya Na Mi pada Lay
“Aku terserah kamu aja” ucap Lay, dan Na Mi membalas dengan senyuman
“kita sama, ramen” ucap Chanyeol, Kris, Tao, dan Luhan bersamaan
Lalu Na Mi dan Ne Ra memesankan makanan untuk mereka semua.
***
Sebulan berlalu, hubungan Na Mi dan Lay semakin dekat. Tapi, sekitar
seminggu terakhir, sifat Lay benar-benar berubah. Suatu hari Na Mi dan
Ne Ra sedang berada di perpustakaan.
“Na Mi, kamu kenapa sich ? kok sekitar seminggu ini kamu gak
bersemangat banget” ucap Ne Ra
“Aku bingung sama sifatnya Lay akhir-akhir ini” ucap Na Mi lesu
“Emangnya kenapa sama Lay ?” tanya Ne Ra
“Seakan-akan dia ngejauhi aku, aku gak tau apa alasannya. Dia gak
seperhatian dulu, sekarang dia cuek, masa bodoh, pokoknya sifatnya
beda 100%” jelas Na Mi sambil menatap Ne Ra dengan tatapan kosong
“Ya Ampun, ada apa ya sama Lay, kok dia bisa kayak gitu” ucap Ne Ra,
sedangkan Na Mi hanya terdiam
“Ya udah, kita pulang yuk” ajak Ne Ra
Akhirnya mereka berdua, keluar dari perpustakaan. Selama perjalanan
menuju parkiran, semuanya biasa-biasa saja. Tiba-tiba, Na Mi
menggenggam lengan Ne Ra, dan terlihat dari raut wajahnya kalau dia
sedang kesakitan.
“Na Mi~ah gwaenchana ?” tanya Ne Ra, tetapi Na Mi hanya diam sedangkan
tangan kanannya terus menggenggam kepalanya, dan alhasil Na Mi
pingsan, wajahnya benar-benar pucat, badannya panas.
Lalu Ne Ra berteriak minta tolong, dan semua mahasiswa segera
mengerubungi Ne Ra dan Na Mi.

Chanyeol POV
HEMMMMMM….!!! Akhirnya, pelajaran yang membosankan itu sudah selesai.
Aku dan teman-teman ku cepat-cepat keluar dari kelas. Sepertinya aku
juga harus berbicara dengan Lay. Aku tidak tega melihat dongsaengku
murung hanya gara-gara dia.
“Lay, tunggu” teriakku
“Waeyo ?” ucap nya datar, AISHHHH kenapa dia menjadi seperti ini, jika
dia bukan namjachingu dari dongsaengku, mungkin dia sudah aku hajar
dari tadi…. #sabar ya oppa
“Kau ada masalah apa dengan Na Mi ?” tanyaku to the point
“Gak ada masalah apa-apa” ucapnya yang lagi-lagi datar
“Tapi….”ucapku terpotong karenanya
“Sudahlah, aku ingin pulang” ucapnya yang langsung ngeluyur pergi dari hadapanku
“Ada apa dengannya ? kenapa dia berubah seperti itu ?” ucapku
sendirian seperti orang gila
“Hei, ada apa denganmu ? kenapa berbicara sendiri ?” tanya Kris
tiba-tiba muncul disebelah ku
“OMONA……!!!!” jeritku
“YAK !!!! kenapa kau berteriak di kupingku hah ? kau ingin kupingku
ini jadi tuli ?” omel Kris
“Mianhae, salahnya sendiri kau tiba-tiba muncul disebelahku” omelku
“Sudahlah jangan berdebat, ayo kita pulang” ucap Tao melerai kami berdua
Akhirnya kami menuju parkiran, belum sampai parkiran aku melihat para
mahasiswa sedang mengerubungi sesuatu.
“Hey ada apa itu ?” tanyaku penasaran
“Aku juga tidak tau” ucap Kris
“Hey, lihat bukankan itu Na Mi ?” tanya Luhan. Apa ? Na Mi ? tanpa
basa basi aku langsung menghampiri kerumunan mahasiswi, setelah aku
mencoba menerobos, dan ternyata benar yang kulihat adalah Na Mi
“Ne Ra, apa yang terjadi ?” tanya ku panic
“Aku juga tidak tau Oppa, tiba-tiba Na Mi memegangi kepalanya dan
jatuh pingsan” jelas Ne Ra
“Sudahlah jangan banyak bicara, ayo kita bawa Na Mi ke rumah sakit” ucap Tao
Akhirnya, aku, teman-temanku dan Ne Ra mengantarnya kerumah sakit.

Author POV
Setelah sampai di rumah sakit, Na Mi langsung dibawa ke UGD. Seketika
itu juga, Ne Ra menelpon Baekhyun dan D.O agar segera ke rumah sakit,
dan tak lama kemudian mereka berdua sampai. Setelah dokter  menangani
Na Mi, dokter keluar dari UGD.
“Keluarga Park Na Mi ?” tanya dokter
“Nae dok saya oppa-nya” ucap Chanyeol
“Tidak ada yang perlu di khawatirkan, semuanya baik-baik saja. dia
pingsan karena dia sedang mengalami tekanan yang sangat berat, jadi
saya sarankan, dia harus dirawat di sini selama beberapa hari” jelas
Dokter panjang lebar
“Nae dok, gamsahamnida” ucap Chanyeol
“Setelah ini, Na Mi akan dipindahkan ke ruang inap” ucap dokter
“Nae dok” ucap Chanyeol
***
Akhirnya Na Mi dipindahkan ke ruang inap. Sudah 4 hari Na Mi dirawat
dirumah sakit, tetapi tetap saja Lay tidak mau datang. Kris mencoba
membujuk Lay untuk datang ke rumah sakit, tetapi Lay tidak mau. Ketika
semuanya sudah mencoba membujuknya, akhirnya dia mau datang ke rumah
sakit. Sesampainya Lay di rumah sakit, dia langsung menuju ruangan Na
Mi. terlihat di depan ruangan Na Mi sudah ada Chanyeol,
teman-temannya, dan teman-teman Na Mi.
“Aku sudah datang” ucapnya datar
Langsung saja, Chanyeol memberikan satu tonjokan di wajah Lay.
BUGHHHH !!!!#readers, anggap itu suara tonjokan
Alhasil, Lay tersungkur dilantai, dan disudut bibirnya keluar darah
segar. Semuanya benar-benar kaget melihat Chanyeol menonjok Lay.
Ketika Chanyeol ingin menonjok Lay lagi, tangan kris segara menahan
tangan Chanyeol.
“Chanyeol, hentikan” ucap Kris
“Kris, lebih baik kau minggir, ini urusan aku sama dia” ucap Chanyeol
“Aku gak akan minggir” tentang Kris, melepaskan tangan Chanyeol
“Kenapa ? apa karna kamu temannya, terus kamu ngebelain dia” ucap
Chanyeol yang emosinya benar-benar sangat WOW !!!
“Aku bukannya ngebelain dia, tapi ini rumah sakit, jangan bertengkar
disini, lagipula kasian Na Mi juga” jelas Kris yang sangat sangat
bijaksana
“Kalau kamu bukan namjachingu-nya Na Mi, aku udah bunuh kamu dari
tadi” ancam Chanyeol sambil menunjuk ke Lay
“Sudahlah oppa” ucap Ne Ra
“Ayo Lay, ikut aku, Na Mi need you” sambung Ne Ra
Akhirnya, Lay dan Ne Ra masuk ke dalam ruangan Na Mi. Lay merasa
sedih, dia merasa bersalah, dan dia segera duduk disamping kanan Na
Mi.
“Ne Ra, bisakah kau tinggalkan kami berdua ?” pinta Lay
“Nae” ucap Ne Ra yang langsung keluar

Lay POV
Aku benar-benar sangat bersalah, mengapa aku harus meninggalkan Na
Mi, aku benar-benar egois. Aku genggam tangan kanannya, lalu kucium
telapak tangannya. Lalu, ia tersadar dari tidurnya.
“Lay” panggilnya lirih
“Nae, aku disini” ucapku sambil mengelus kepalanya
“jangan…. Tinggalin aku…..” ucapnya lirih dan terbata-bata
“Nae, aku gak akan ninggalin kamu” ucap Lay
Lalu tangan kirinya memegang pipiku, yang habis  diberi tonjokan oleh Chanyeol
“Awww” aku agak merintih, karena rasanya agak sedikit sakit
“Kenapa bisa seperti ini ?” tanyanya
“Gwaenchana, aku baik-baik saja” ucapku berbohong
“Pasti, Chanyeol Oppa” tebaknya
“Gwaenchana, oppa mu melakukan ini karena dia khawatir padamu” ucapku
menenangkannya agar emosinya tidak memuncak
“Tapi, Lay oppaku sudah menyakitimu” ucapnya khawatir
“Gwaenchana” ucapku sambil tersenyum

Author POV
Tiba-tiba, Chanyeol masuk ke ruangan tanpa izin, dan membuat Na Mi
dan Lay terkejut.
“Ada apa oppa ?” tanya Na Mi
“Ehm, aku dan yang lainnya ingin beli makan sebentar, eummm Lay, kau
bisakan menjaganya” jelas Chanyeol
“Nae, tentu saja aku bisa” ucap Lay
Lalu Chanyeol keluar dari ruangan itu. sekarang tinggal Na Mi dan Lay
yang ada di ruangan itu. lalu Lay melihat jam tangannya, dan dia
merasa sangat gelisah. Na Mi yang mengetahui hal itu menjadi
penasaran.
“Lay, ada apa ? kelihatannya kamu gelisah” ucap Na Mi
“Eumm, sebenarnya aku ada janji dengan seseorang, tapi aku janjiannya
di rumah sakit ini, sekarang aku harus menemuinya, tapi aku kan harus
menjagamu” jelas Lay panjang lebar
“Owh, jadi gitu, gak apa kok kalau aku ditinggal, kan disini juga ada
suster” ucap Na Mi memperbbolehkan Lay pergi
“jinjja ?” tanya Lay dan Na Mi membalas dengan senyuman
“Aku janji aku bakal balik lagi kesini, aku tinggal dulu” ucap Lay
yang langsung mencium kening Na Mi, dan langsung keluar dari ruangan

Na Mi POV
Kenapa perasaanku berkata kalau Lay bohong ? kayaknya dia bukan
nemuin orang di rumah sakit dech. Aku Harus mengikutinya. Lalu ku
lepaskan suntikan infuse yang ada di tangan kiriku, walaupun aku tau
rasanya akan sakit tapi aku tahan. Lalu aku keluar dari ruanganku, dan
untung saja Lay masih dapat kulihat. Diam-diam aku mengikutinya dari
belakang, tiba-tiba dia masuk di salah satu rungan rumah sakit. Ketika
aku lihat, ternyata itu adalah ruangan dokter.
“Apa yang dilakukannya disana ? mengapa dia ke ruangan dokter ?
memangnya dia sakit apa ?” tanyaku sendirian
Setelah kira-kira aku menunggu selama 15 menit, Lay keluar dari
ruangan dokter itu, dan untung saja dia tidak melihatku. Lalu
cepat-cepat aku masuk ke ruangan dokter itu.
“Silahkan duduk” ucap dokter itu mempersilahkan aku duduk
“Park Na Mi imnida” ucap Na Mi
“Nae, Oh Sehun imnida, ada yang bisa saya bantu ?” tanya dokter itu
yang ternyata bernama Sehun
“eum, begini dok, saya mau tau, apa pasien dokter yang bernama Lay
itu, sedang sakit ?” tanyaku panjang lebar
“Nae, waeyo ?” tanya dokter itu
“Begini dok, saya anggota keluarganya, saya mau tau dia terkena
penyakit apa” ucapku bohong pada dokter itu
“Jadi begitu, baiklah akan saya beri tau. Sebenarnya Lay mengalami
penyakit kanker otak stadium 4” jelas dokter itu
“Apa dok ? kanker….. otak stadium 4 ?” tanya ku terbata-bata

Author POV
“Apa dok ? kanker….. otak stadium 4 ?” tanya Na Mi terbata-bata. Dan
Na Mi sudah tidak bisa membendung air matanya lagi, butiran-butiran
ait matanya menetes tiada henti-hentinya.
“Dan kemungkinan, dia hanya bsa bertahan beberapa minggu lagi” ucap dokter
“Tapi dok, bukankah penyakit kanker bisa disembuhkan lewat operasi ?”
tanya Na Mi
“Kalau masih stadium 1 atau 2 masih bisa, tapi kalau stadium 4 itu
sudah tidak ada harapan lagi” jelas dokter
“baiklah dok, kalau begitu, gamsahamnida” ucap Na Mi yang langsung
keluar dari ruangan dokter, dan dia segera kembali ke kamarnya. Selama
di perjalanan di tidak berhenti menangis.
Ketika dia membuka pintu kamarnya, ternyata oppa-nya sudah ada di
kamarnya, dan oppa-nya benar-benar sangat mengkhawatirkannya. Ketika
Chanyeol tau kalau Na Mi sudah kembali, Chanyeol langsung menghampiri
Na Mi.
“Hey, kau habis dari mana saja” ucap Chanyeol langsung memeluk
dongsaengnya, tapi Na Mi tidak menjawabnya, Na Mi semakin menangis di
pelukan oppa-nya
“Apa kau disakiti Lay ?” tanya Chanyeol melepas pelukannya, Na Mi
hanya menggeleng
“Lalu ada apa ?” tanya Chanyeol tambah heran
“Lay…. Lay terkena…. Penyakit kanker otak stadium 4” ucap Na Mi terbata-bata
“Apa? Kanker otak stadium 4 ?” tanya Chanyeol heran
“kata dokter, umurnya tinggal beberapa minggu lagi” ucap Na Mi yang
menangisnya semakin menjadi-jadi
“Sudah, tenang. Besok kamu harus ngomongin masalah ini sama Lay, toh
besok kamu juga udah boleh pulang” ucap Chanyeol sambil memeluk Na Mi
***
Keesokan harinya, Na Mi pulang ke rumahnya. Semenjak kejadian
kemarin, seharian Na Mi selalu dikamar terus. Dan akhirnya, Chanyeol
menghubungi Lay, dan memintanya untuk datang kerumahnya. Tak lama
kemudian, Lay datang di rumah Chanyeol. Lalu langsung saja, Lay
menemui Chanyeol.
“Chanyeol, ada apa ?” tanya Lay panic
“Na Mi dari tadi gak mau keluar dari kamar” jelas Chanyeol
“Kenapa dia bisa seperti itu ?” tanya Lay
“Lebih baik, kau segera menemuinya” saran Chanyeol
Tanpa basa-basi lagi, Lay langsung menuju ke kamar Na Mi, setelah
sampai, dia langsung masuk ke kamar Na Mi dan langsung duduk di
pinggiran tempat tidur Na Mi. Lay tersenyum melihat wajahnya Na Mi
yang begitu polos ketika sedang tidur. Tiba-tiba, Na Mi terbangun.
“Lay” ucap Na Mi
“Nae” balas Lay
Tiba-tiba Na Mi langsng memeluk Lay sambil terisak. Lay bingung
kenapa Na Mi tiba-tiba menangis.
“Hei, ada apa ?” tanya Lay, sambil mengelus rambut Na Mi
“Kenapa kamu harus bohong sama aku ?” ucap Na Mi yang masih menangis
dipelukan Lay
“Bohong apa ?” tanya Lay, lalu Na Mi melepaskan  pelukannya
“Kenapa kamu gak bilang, kalau kamu punya penyakit kanker otak stadium
4 ?” tanya Na Mi
“Dari mana kamu tau ?” tanya Lay
“Gak penting aku kasi tau kamu dari mana aku tau, kamu kenapa gak
bilang sama aku ?” tanya Na Mi lagi
“Aku Cuma…. Aku Cuma gak mau ngelihat kamu sedih mikirin aku” jelas Lay
“Apa sikap kamu yang berubah itu gara-gara….” Ucapan Na Mi terpotong
“Ya, kamu bener, aku merubah sikap aku jadi kayak gitu, supaya kamu
benci sama aku, supaya kalau aku udah gak ada, kamu gak nyesel pernah
deket sama aku” jelas Lay
“Lay, aku akan nerima kamu apa adanya” ucap Na Mi
Lalu, Lay langsung memeluk Na Mi erat, begitupun Na Mi. Lalu Lay
melepaskan pelukannya. Mengusap air mata Na Mi dengan tangannya, lalu
Lay dan Na Mi saling berpandangan. Tiba-tiba wajah Lay mendekati wajah
Na Mi, dengan spontan Na Mi menutup matanya. Semakin dekat…. Semakin
dekat…. Semakin dekat….. dan
CHU~~
***
Keesokan harinya, Lay dan Na Mi berangkat ke kampus bersama.
Sesampainya di parkiran, terlihat teman-teman mereka sudah menunggu
mereka, dan disana juga ada Chanyeol yang memang berangkatnya lebih
dulu daripada Na Mi dan Lay.
“Annyeong” sapa Lay dan Na Mi bersamaan kepada teman-temannya, tetapi
teman-temannya tidak ada yang menjawab sapaan mereka. Lay dan Na Mi
mulai bingung, lalu tiba-tiba Kris menepuk pundak Lay
“Kenapa sich gak kasi tau kita” ucap Kris sambil menunjukkan wajah dinginnya
“Tentang apa ?” tanya Lay polos
“Udah dech Lay, jangan bohong lagi, kita tau kok kalau kamu sakit
kanker otak stadium 4” ucap Tao
“Siapa yang kasi tau kalian ?” Tanya Na Mi
“Tuh….” Ucap teman-teman mereka bersamaan, sambil menunjuk kearah
Chanyeol, sedangkan Chanyeol masih sibuk dengan PSP-nya.
“Aishhhh, dasar gak bisa jaga rahasia” gerutu Na Mi
***
Ketika pulang kuliah, Lay dan Na Mi berjalan bersama. Terlihat dari
wajah mereka kalau mereka sangat senang sekali. Tiba-tiba keluar darah
dari hidung Lay.
“Lay, hidung kamu” ucap Na Mi
“Hidung aku kenapa ?” tanya Lay, lalu Na Mi membersihkan darah itu
dengan tisu yang ada di tas-nya.
“Mianhae, gak seharusnya kamu yang ngebersihin” ucap Lay
“Gwaenchana, tapi kamu gak apa-apa kan ?” tanya Na Mi, Lay hanya
menggeleng. Tiba-tiba Lay mencium bibir Na Mi sekilas dan langsung
lari.
“YAK…..LAY…..TUNGGU !!!!” teriak Na Mi sambil mengejar Lay. Mereka
kejar-kejaran sampai di parkiran. Setelah sampai, lay langsung
bersandar disamping mobil Na Mi.
“Aduh…. Lay aku capek” keluh Na Mi, tapi tidak ada jawaban dari Lay,
setelah Na Mi menyadari kalau perkataannya tidak ditanggapi oleh Lay
dia langsung melihat kearah Lay. Dan ternyata, Lay sedang merintih
kesakitan memegangi kepalanya.
“Lay….. Gwaenchana ?” tanya Na Mi, tapi Lay tetap tidak menjawabnya.
“Lay, aku antar ke rumah sakit ya” ucap Na Mi, tanpa persetujuan dari
Lay, dia langsung membopong Lay masuk ke mobilnya, dan seera menuju
rumah sakit.
***
Sudah hampir seminggu Lay di rumah sakit, dan sudah seminggu pula Lay
tidak sadarkan diri. Setiap hari, Na Mi menemani Lay. Sampai akhirnya
Lay terbangun dari pingsannya.
“Na Mi”panggil Lay lirih
“Nae” balas Na Mi
“Gomawo” ucap Lay
“Untuk ?” tanya Na Mi
“Karena kamu, udah mau nungguin aku” ucap Lay, dan Na Mi hanya
membalas dengan senyumannya.
Kata dokter, umur Lay tinggal seminggu Lagi, dan itu membuat hati Na
Mi benar-benar sakit.
“Na Mi aku punya suatu permintaan” ucap Lay
“Apa itu Lay ?” tanya Na Mi
“Aku ingin melihat musim salju terkahir sama kamu, sambil berdansa” ucap Lay
“Aku pasti bakal kabulin permintaan kamu” ucap Na Mi
***
Hari yang ditunggu-tunggu Lay tiba, hari ini adalah hari terakhir
musim salju. Dan untung saja keadaan Lay sudah agak membaik, jadi Na
Mi agak tidak khawatir dengan kondisi Lay. Mereka berdua sama-sama
mengenakan baju tebal, ya… walaupun musim salju terakhir tapi tetap
saja hawanya dingin. Lay membawa Na Mi, ke sebuah tempat yang sudah ia
siap kan. Sebenarnya tempat itu hanya hall biasa, tapi Lay menyuruh
teman-temannya untuk mendesain Hall itu menjadi tempat yang sangat
indah.
“Waw, Lay tempat ini benar –benar bagus” ucap Na Mi takjub
“Maukah kau berdansa bersama ku ?” tanya Lay

(Backsound : Daydream – Super Junior)

Gwireul makgo geudaereul deureobonda
Du nuneul gamgo geudaereul geuryeobonda
Geudaen heulleoganneunde geudaen jinaganneunde
Imi japhil su jochado eomneun gieok sogeseo

Lalu tanpa basa-basi, Na Mi menerima ajakan Lay. mereka berdansa
sambil menghayatinya. Na Mi merasa, kalau Lay akan meninggalkannya.

Nan meomunda (meomunda) nan meomunda (meomunda)
Saranghaetdeon gieokdeuri nareul gajigo nonda
Dasi han beon one more time
Ireoke kkeutnandani mideul suga eomneun geollyo
Gojak i jeongdoro geu su manhatdeon yaksokdeureun eotteoke eotteoke

Lalu mereka berdua ingat, ketika mereka berdua pertama kali bertemu
di café, dan ternyata mereka juga bertetangga. Dimana mereka bercanda
tawa bersama.

Sumeul chamgo geudaereul deurikinda
Jumeogeul jwigo geudael sseudadeumneunda
Geudaen heulleoganneunde geudaen jinaganneunde
Ijen gajil su jochado eomneun chueok sogeseo

Lalu mereka berdua, berpelukan erat. Na Mi memeluk Lay erat, dia
merasa, setelah dia melpaskan pelukan itu, dia tidak bisa memeluk Lay
lagi.

nan meomunda (meomunda) nan meomunda (meomunda)
Saranghaetdeon gieokdeuri nareul gajigo nonda
Dasi han beon one more time
Ireoke kkeutnandani mideul suga eomneun geollyo
Gojak i jeongdoro geu su manhatdeon yaksokdeureun eotteoke eotteoke

Lalu, mereka berdua mengingat kembali masa lalu mereka, ketika Lay
menyatakan cintanya pada Na Mi, ketika Lay tiba-tiba berubah, ketika
Lay memberikan First Kiss kepada Na Mi. menurut mereka, kenangan itu,
adalah kenangan terindah dalam hidup mereka.

Apado dachyeodo nan neo isseoya sal su isseo
Neo eomneun sarmeun naegen jugeumgwado gata
Apeurodo dwirodo gal su eomneunde naneun eotteoke eotteoke

Tiba-tiba, Lay terjatuh, tubuhnya melemah, dan wajahnya sangat
pucat. Na Mi sangat bingung, dia bingung apa yang dia lakukan.
“Lay, gwaenchana ?” tanya Na Mi sambil menangis, tapi tidak ada jawaban dari Lay
“Lay, aku akan bawa kamu ke rumah sakit” ucap Na Mi
“Aku gak mau, aku……Cuma…. Mau ngomong…. sesuatu” ucap Lay terbata
sambil memegang pipi Na Mi
“Apa Lay ?” jawab Na Mi sambil terus meneteskan air matanya
“Na Mi……. Sarang……SARANGHAEYO” ucap Lay terbata-bata

MEOMUNDA… JEOMUNDA…….

Lay menghembuskan nafas terakhirnya dipelukan Na Mi. Na Mi
benar-benar tidak percaya…..

Niga tteonan geu nalbuteo nan)
Nan jeomunda (nareul beorin geu nalbuteo nan)
Niga tteonan geu nalbuteo jogeumssik churakhanda
Dasi han beon one more time
Ireoke kkeutnandani mideul suga eomneungeollyo
Gojak i jeongdoro geu su manhatdeon yaksokdeureun eotteoke eotteoke

“LAY…….. !!!!!!” teriak Na Mi sambil menagis
“Lay… ireona…. Ireona Lay……” ucap Na Mi yang menangisnya semakin menjadi-jadi
“Lay….. jangan tinggalin aku….” Ucap Na Mi
***
Na Mi POV
Sudah 2 minggu Lay tidak ada disisiku. Aku benar-benar sangat
terpukul dengan kepergiannya. Aku hanya bisa berdoa semoga dia disana
tenang dan bahagia, Lay….. tunggu aku disana, aku yakin kita akan
bertemu kembali. And 3 months ago, that is my first and last winter
with him.

-THE END-

***

      Gimana readers ? nge-feel gak ? kalau gak nge-fill, mian.
author tunggu Comentnya. Gomawo, Xie Xie. 🙂

6 pemikiran pada “The First and Last Winter with Him

  1. Menurut saya ceritanya terlalu ringkas dan menggunakan bahasa alay. Makanya tidak terlalu menonjol dan lebih sering berbasa-basi.

  2. nyesek thor… tapi ko alurnya cepet yah? ato hanya perasaan saya saja???
    ko lay kenapa peran mu menyedihkan??? hiks hiks T_T
    … keep writhing thor,,,

Tinggalkan Balasan ke Claudia Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s