Goodbye

Title: Goodbye

Author: abcdefg

Genre: romance, angst

Length: Oneshoot

Casts: EXO-M’s Luhan, Hyomi (aku), WG’s Ahn Sohee

==============

now playing; Zhou Mi – Goodbye

Aku terdiam, untuk beberapa saat merasakan diriku yang perlahan-lahan mulai hancur. Aku bingung dengan kata orang yang berkata bahwa hati mereka hancur, tetapi aku merasa bahwa tubuh ini juga ikut hancur.

Aku memandang setiap kata-katanya yang semakin lama mungkin akan membuat mataku rusak karena terlalu banyaknya air mata yang mengalir.

Ini semua berakhir, tetapi inilah yang namanya permulaan.

The diary stays open on its first page, it’s empty, ending when it just began

Sudah berapa kali aku mengela napas? Bagaimana bisa aku menahan rasa ini? Kenapa rasa sakit didadaku tak kunjung hilang? Mengapa aku tahan dipermainkan olehnya seperti ini?

Tanganku bergetar, ingin rasanya aku segera mengambil ponselku lalu meneleponnya, tidak dengan cara Direct Message di Twitter seperti ini. Ini terlalu menyakitkan. Bahkan untuk sesuatu yang tidak nyata.

The dairy stays open on its last page, it’s empty, the end is like a beginning

Benarkah dia berkata begitu untukmu? Dia bahkan tidak tahu apa-apa tentang kita.

Tidak, kau salah. Dia tahu ‘semuanya’. Termasuk kata keji yang ia tujukkan kepadaku.

Perebut milik orang.

Who’s choosing, who’s indecisive, we agreed to never see each other again

Aku yang memilih, aku yang menentukan. Memang seharusnya.

Jelas saja. Bukankah aku sudah pernah bilang padamu, tentang hal yang sama? Dengan masalah yang berbeda?

Aku menunggumu untuk berpikir, sampai kapanpun aku akan menunggu.

Apakah kau benar-benar yakin? Aku bilang biarkan saja apa kata mereka, mereka tidak tahu apa-apa! Jangan kau jadikan beban yang akhirnya membuatmu bersikap seperti ini kepadaku,”

Who’s still enduring, who’s dragging it on, why can I not let go?

dan jangan kau pedulikan apa kata mereka, mereka tidak punya hak untuk mengaturmu. Biar ini menjadi masalah kita berdua… dan Sohee.”

Nama itu keluar juga pada akhirnya, aku sudah menduganya.

Aku menghela napas, lagi. Masalah ini secara cepat atau lambat, Sohee pasti akan terlibat juga. Sudah cukup mereka yang berkata keji seperti itu kepadaku, jangan ditambah lagi.

Air mataku merembes lagi, semakin lama semakin sulit untuk melepasnya.

Bukan seperti itu, Luhan. Aku menyadari bahwa memang aku yang salah, tidak seharusnya aku bersikap seperti ini kepadamu, seharusnya aku menyadari kalau kau bukan milikku.—ralat. Aku ‘tidak akan pernah’ menjadi milikmu.”

Can I say goodbye now? Why do I still miss him?

“Siapa bilang? Jadi kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan padamu, huh? Kau masih menganggap diriku bercanda?”

Apakah kau tidak tahu Sohee menegurku, hum?

It seems I was the weak one, your profile still surfaces in my memories

-flashback-

Ini aku; Sohee. Kalau aku hanya menjadi tembok besar diantara hubungan kau dan Luhan, aku mundur. Selama ini aku diam saja karena aku kira kau bahkan memikirkan aku. Kau sudah tahu bagaimana akhirnya, kan? Luhan takkan pernah menjadikanmu yang pertama baginya, untuk apa kau tetap keukeuh berusaha?”

Tidak, aku bukan pilihan keduamu, Luhan. Tidak saat kau adalah yang pertama bagiku.

Kau bahkan tidak mengetahuinya, kan? Kalau Luhan hanya menjadikanmu pelariannya saja. Disaat ia sedang bertengkar denganku, ia akan mencarimu. Kelihatan sekali bahwa kau hanya menjadi pelariannya saja, bukan?”

Sohee berkata seperti itu seolah-olahnya ia sedang mengejekku benar. Seolah dia menatapku dengan tatapan jijiknya. Ok.

Selama ini kau selalu menemaninya, aku hanya ingin berterimakasih karena kau sudah mau menemaninya selama ini, terutama disaat aku tidak punya waktu untuk sekedar berbicara dengannya. Aku berpikir, mungkin ada sesuatu yang Luhan tidak bisa dapatkan dari diriku, yang mungkin ia bisa atau sudah dapatkan dari kau.”

I still want to hold you tightly, what I’ve lost, my wound will eventually heal

Aku tidak ingin berkata apa-apa lagi. Jaga Luhan dengan baik, ok?” ketikku dengan perasaan campur aduk. Jadi selama ini aku hanya pelarian?

Definisi pelarian yang aku tahu adalah, menjadikan orang lain sebagai pelampiasan atas apa yang dilakukan kepada orang yang melakukan pelarian itu. Seperti inilah.

Tanpa harus kau suruh, aku pasti akan menjaganya, Hyo, terima kasih.

Untuk apa kau berkata terima kasih? Toh aku tidak melakukan apa-apa untukmu.

Aku menyenderkan tubuku di sandaran bangku, pikiranku kacau. Yang terakhir kurasakan adalah bulir-bulir airmataku yang jatuh.

-flashback end-

Lebih baik, kau jangan menghubungiku lagi, jangan berbicara denganku lagi, apapun itu. Aku sadar ini semua salah, aku sudah membuat cerita yang salah. Bukan akhir seperti ini yang aku inginkan,” mataku memanas, air itu turun lagi, menetes hingga membasahi celanaku.

How can the story end here? If I stop writing maybe it’ll stop hurting

HYO! Apa yang kau bicarakan, hah?! Harus berapa kali aku katakan, jangan jadikan omongan mereka tentangmu sebagai beban untukmu! Ucapan mereka cukup kau dengar dan kau tahu saja, jangan kau anggap itu sebagai beban!

Kalau kau dikatai seperti itu, benar karenaku. Aku meminta maaf. Bila itu yang kau inginkan, aku turuti.”

Aku yang seharusnya minta maaf.

Maaf, karena selama ini aku terlalu agresif. Aku takkan pernah mengganggumu lagi, aku janji. Anggap saja aku tidak ada. Anggap saja aku hanyalah hembusan angin lalu, yang tidak bisa kau raih atau rasakan lagi. Cukup sampai disini.”

They’re the tears floating into my past, I can’t think about this anymore

Kau… tidak membenciku, kan, Hyo?” tanyanya. Aku tersenyum tipis.

Tentu saja tidak. Terimakasih untuk… semuanya.

Aku mencintaimu. Mungkin kau tidak tahu seberapa dalam rasanya, tapi, sungguh, kau juga tidak akan bisa menghitung berapa banyak atau dalamnya perasaan ini.

Dan tanpa kau ketahui pula, aku mencintaimu. Bahkan lebih dari dia mencintaimu, mungkin. Berbahagialah.”

Autumn’s fallen leaves, so far away

Aku memulai lagi.

kalau kau berubah pikiran, aku ada disini. I’m your home. Aku tidak akan pergi kemana-mana, dengan sabar selalu berada disini.”

Lagi-lagi aku menangisi orang ini, sebatang tubuh yang bahkan tak pernah memberikan ataupun mengorbankan apapun untukku, termasuk hatinya.

From now on, I’m not leaving behind any of this love

7 pemikiran pada “Goodbye

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s