Regret Message

Regret Message

Title                 : Regret Message sequel Servant of Evil

Author             : Wu Mei Yi

Rating             : PG-17

Length             : Oneshoot/Ficlet

Genre              : Family, Hurt, Sad, Tragedy, Romance

Main Cast        : • Kim Jong Ra (OC

• Kim Jong In

Summary         : “Tulislah permohonanmu dan masukkan kedalam botol kecil, lalu hanyutkan botol itu. Tuhan pasti akan mengabulkan segala permohonanmu, Ra-ya” “Tuhan kumohon, izinkan aku menebus segala kesalahanku pada Jongin oppa. Tolong pertemukan kami di kehidupan yang selanjutnya, sebagai seorang anak kembar yang bahagia”

***

Aloha readers^^ Adakah yang masih ingat FF Servant of Evil? Nah, ini author bawakan sequelnya. Kalau yang kemaren partnya Kai, kalo yang ini partnya Jongra. Disini dia menyesal sama semua perbuatannya. Mau tahu kelanjutannya? Ya, baca aja 😛 Oke, Happy Reading^^

***

JONGRA P.O.V

Masih terekam dengan jelas di ingatanku bagaimana Jongin oppa harus menjalani hukumannya hari itu. Hukuman mati dengan cara dipenggal kepalanya. Masih terekam dengan jelas senyuman manis terakhir yang terukir di wajah tampannya dan juga bagaimana kepala itu terpisah dari tubuhnya. Dan kalian tahu? Itu semua karena aku. Jongin oppa seperti itu karena aku. Seharusnya akulah yang harus menjalani hukuman itu, bukan Jongin oppa.

Flashback ON

“HUKUMAN DIMULAI!!!”

TENG TENG TENG

SRIIINGGG  ZRAAAKK!!!

“ANDWAEEEEE!!!!!!” teriakku. Tangisku pecah saat itu juga. Aku sudah tak kuat menahan segala rasa sakit ini. Oppa yang kusayangi, yang kucintai, yang selalu ada disaat aku membutuhkannya, kini telah tiada dan sekarang sepertinya tidak ada alasan lagi untukku hidup dan bertahan.

“Hiks… hikss… oppa….hiks….Jongin oppa…. waee?? Hiks…” ucapku disela-sela tangisku. Disaat orang-orang sudah pergi, aku masih terduduk disitu. Menangis dan menangis.

“hiks….kenapa tidak aku saja oppa….wae oppa? hikss… dorawayo jeball”

Aku terus menangis sampai seseorang menyentuh bahuku pelan. Dengan enggan aku memutar kepalaku. Kulihat 2 orang namja sedang tersenyum ke arahku, namja dengan tubuh tinggi dan berambut kuning pasir dan namja imut dengan kantung mata seperti panda.

“Mianhae aggashi, sepertinya kau menjatuhkan sesuatu” kata namja imut itu sementara aku hanya memandang mereka miris sambil sesekali sesenggukan.

Namja imut itu memberikanku sebuah jam rantai emas. Oh, iya, itu jam pemberian Jongin oppa. kenapa aku sampai menjatuhkannya, dasar Jongra pabbo!

“Gomawo sudah menemukan dan mengembalikannya, ini benar-benar sangat berharga” kataku pada mereka sambil memegang erat jam itu. Sementara kedua namja itu kembali tersenyum

“Sebaiknya kau berhenti bersedih. Dia sudah memberikanmu yang terbaik, dia menginginkanmu bahagia. Jadi, lebih baik kau menjalani hidupmu dengan baik” ujar namja tinggi itu dan aku mengerti siapa yang dia maksud

“Tidak bisa, aku tidak bisa” ucapku dengan suara kecil

“Wae?”

“Karena hanya dia yang membuatku hidup sampai sekarang, dan sekarang hiks…dia..sudah…hiks” aku kembali menangis lagi, membuat namja bermata imut itu memelukku.

“Sebaiknya kau memanfaatkan pengorbanannya, Jongra-ssi” jawab namja tinggi itu lagi, membuatku tersentak.

“Baiklah, sepertinya kami harus pergi. Annyeong^^” kata namja imut itu dan kemudian mereka berdua berlalu dari hadapanku. Sementara aku menatap kepergian mereka dengan pandangan miris.

Flashback OFF

Sekarang aku disini, pantai di Pulau Jeju. Dulu, saat liburan musim panas, Jongin oppa pernah mengajakku kesini. Aku teringat saat Jongin oppa memberitahukanku tentang pesan botol.

Flashback ON

“Apa yang sedang kau lakukan oppa? Untuk apa kertas itu oppa masukkan ke dalam botol?” tanyaku sambil mengamati Jongin oppa yang berjalan ke pinggir pantai sambil membawa botol

“Tulislah permohonanmu dan masukkan kedalam botol kecil, lalu hanyutkan botol itu. Tuhan pasti akan mengabulkan segala permohonanmu, Ra-ya” katanya

“Orang-orang percaya kalau menghanyutkan botol berisi surat permohonan, maka permohonan kita akan dikabulkan” lanjutnya lalu mulai menghanyutkan botol itu

“Oppa, apa kau yakin?” tanyaku seakan tidak percaya

Jongin oppa membalikkan tubuhnya, dan menatapku seolah berkata ‘hah?’

“Mana mungkin permohonan kita dikabulkan hanya dengan menghanyutkan pesan botol” lanjutku sambil berjongkok di pinggir pantai, mengamati oppa tercintaku itu.

“Kau tidak ingin mencobanya, chagi?” Tanya Jongin oppa

“Ya ampun oppa, itu hanya kisah dongeng untuk anak-anak kecil. Aku tidak perlu mencobanya kan?” ucapku sambil melipat kedua tanganku didepan dada.

Jongin oppa hanya terdiam beberapa saat sambil memandangi botol permohonannya yang semakin lama semakin menjauh karena dihempaskan ombak.

“Oppa tahu…”

“Lagipula, oppa kan sudah mengabulkan semua permohonanku” kataku membuatnya menatapku sementara aku hanya tersenyum penuh arti

“Ngomong-ngomong, apa yang oppa tulis di surat permohonan itu?” tanyaku penasaran

“Heumm,,, mau tahu apa mau tahu banget? Hahahaha” candanya

“Oppa aku serius” balasku dengan memasang wajah pura-pura marah

“Hahaha,, arra,, oppa meminta pada Tuhan supaya kau cepat dewasa dan tidak terus menjadi anak-anak hahahahaha”

“Aishhh,, yak!! Oppa!!” pekikku, dan kuyakin wajahku sudah memerah karena malu sementara dia masih tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya, padahal itukan tidak lucu.

“Ahahaha,,, hanya bercanda” ucapnya setelah selesai menghabiskan tawanya lalu memasang tanda peace di jarinya. Dan aku hanya menghembuskan nafas kesal.

“Oppa berharap, supaya Jongra selalu bahagia dan gembira selamanya” lanjutnya dan memandangku dalam, sementara aku membalas tatapannya lalu berjalan kea rah Jongin oppa

“Jinjja? Tentu saja aku akan bahagia selamanya”

“Karena Jongin oppa akan terus menemaniku. Jongin oppa akan selalu ada untukku, iya kan oppa? Itu saja sudah cukup, karena oppalah kabahagiaanku” ucapku riang

Jongin oppa terdiam beberapa saat sambil terus memandangiku, kemudian dia tersenyum sambil mengacak rambutku pelan “Tentu saja, Jongra-ya”

Flashback OFF

Aku berjalan menuju pinggiran pantai. Tanganku menggenggam erat botol kecil berisi sebuah kertas permohonan. Kupandangi lekat-lekat botol itu, lalu kulemparkan arah pandangku menuju pantai indah itu. Tentu saja indah, karena akan mulai sunset. Tapi itu semakin melebarkan luka dan sara bersalah di hatiku. Karena kenangan indahku bersama Jongin oppa terukir jelas di pantai ini.

Perlahan-lahan aku berjongkok dan menghanyutkan botol kecilku itu lalu memandanginya yang terbawa ombak sampai akhirnya hilang dari pandanganku.

Sekelebat memori tentangku dan Jongin oppa mulai terputar di otakku

Flashback ON

“Oppa, aku lelah sekali. Kita beristirahat di bangku yang ada di sana saja ya oppa?”

“Arra, sepertinya adik kecilku ini kelelahan sekali”

Aku dan Jongin oppa lalu duduk di bangku di bawah pohon.

“Ra-ya, kau mau semangka?” Tanyanya

“Tentu saja oppa. aku kan suka semangka”

“Tunggu ya, oppa ambilkan dulu”

Kemudian Jongin oppa pergi ke kedai buah didepan kami ini, tudak lama, dia pun kembali, membawa dua potong semangka besar.

“Nah, ini untukmu, Ra-ya”

“Gomawo oppa” ujarku sambil tersenyum

Akupun segera memakan buah tersebut, biji-biji semangka yang ada di dalam mulutku langsung kubuang ke sembarangan arah. Tak lama, seorang kakek tua datang menghampiri kami.

“Omo, kau ini masih muda tapi sikapmu jorok sekali. Dasar anak muda jaman sekarang” ujar kakek itu dan kemudian lewat. Karena kesal, biji semangka yang ada di dalam mulutku ini, langsung kuarahkan ke kakek itu dan kemudian kusemburkan seperti peluru.

Tak tak tak tak tak tak

Kulihat Jongin oppa tertawa melihatku dan juga kakek itu yang berputar arah mendatangiku.

“Dasar anak kurang ajar! Tidak punya etika sama sekali! Dimana sopan santunmu terhadap orangtua hah?!” bentak kakek itu

Sementara aku hanya bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Setelah berhasil menghentikan tawanya, Jongin oppa langsung berdiri dan membungkukkan badannya 900

“Mianhae aggashi, sepertinya adik saya tidak sengaja melakukannya” kata Jongin oppa sopan

“Ajarkan adikmu itu sopan santun!” sentak kakek itu pada oppaku

Dasar tua Bangka! Ingin sekali aku melemparkan kulit semangka ini tepat di wajahnya. Tapi aku tidak mau merepotkan Jongin oppa lagi

“Arraseo aggashi. Mianhae” ujar oppa sambil membungkuk berulang kali.

Sampai kemudian kakek gila itu pergi dari hadapan kami. Aku fikir Jongin oppa akan langsung mengomeliku tapi..

“Hahahaha,,, Jongra-ya, kau lucu sekali. Apa kau lihat ekspresi kakek tadi? Hahaha,, kau benar-benar hebat mengerjai orang” tawanya sementara aku hanya menganga

Bukannya memarahiku, oppa malah memujiku. Dasar aneh. Tapi itulah dia.

Flashback OFF

Aku tersenyum mengingat kenangan itu. Betapa indahnya saat-saat bersamanya. Tapi yang ada aku malah mengacuhkannya. Sekarang aku tahu betapa besarnya kesih sayang Jongin oppa.

Lama kelamaan senyum itu menjadi senyuman miris, dan usahaku agar tidak menangis, gagal. Tetes demi tetes air mata ini membasahi pipiku, dan kemudian semakin deras.

Kujatuhkan diriku, terduduk di pinggiran pantai. Tak kupedulikan tubuhku yang basah.

“Hiks,,, hiks,,, oppa,, hiks,, hiks,,, Jongin oppa… hiks, jeball” rintihku

“Kau benar-benar lucu, Ra-ya”

Sakit. Hatiku sakit.

“Hiks, hiks,, oppa,,, dorawayo oppa,, hiks,, jebal”

“Kau harus menjadi dewasa, chagi”

Sangat sakit.

“Hiks,, JONGIN OPPPAAAA!!!! AAAAAAAAHHHHH!!!!” teriakku

Maafkan aku

“Ayo bangun, kue pagi ini kue brioche, kue kesukaanmu, Ra-ya”

Maafkan aku yang bodoh ini

“Cepatlah menjadi dewasa, Ra-ya. Hahahaha”

Tuhan

Kumohon

“Kalau kau sakit, sebaiknya kau beristirahat”

Kumohon, kalau kami dilahirkan kembali, jadikanlah kami sebagai anak kembar, lagi.

Aku akan menyayanginya sepenuh hatiku, dan tak akan kusia-siakan lagi

“Aku ingin kau bahagia, Ra-ya. Maka, tersenyumlah dan tertawalah untuk oppa”

Hanya kaulah kebahagiaanku, oppa. tawaku, candaku, senyumku, nafasku, belahan jiwaku, hidupku, permohonanku,

Dan kembaranku tercinta

“Aku mencintaimu Kim Jongra, adikku yang paling kusayangi di dunia ini”

 

Tangisku masih saja terdengar sampai aku mendengar teriakan orang-orang pantai,

“HEI!! KAU YANG ADA DI PINGGIR PANTAII!! MENYINGKIRR!!!”

“CEPAT MENYINGKIR!!!”

Entah kenapa, telingaku serasa tuli, aku terus saja menangis,

DOR DOR DOR

Sampai 3 buah peluru bersarang di tubuhku.

Sekarang aku sadar, Jongin oppa benar tentang botol permohonan ini.

Tuhan mengabulkan permohonanku.

Inilah saatnya

Darah mengucur deras dari tubuhku, bahkan dari mulutku. Dengan sisa-sisa tenagaku, aku berdiri, kemudian menengadahkan kepalaku kepada sunset yang indah.

Kulihat wajah Jongin oppa yang tersenyum padaku

Tampan

Pandanganku mulai mengabur

Aku tersenyum membalas senyuman Jongin oppa.

Sampai akhirnya gelap.

***

SEVERAL YEARS AGO

Aku membuka mataku yang terasa berat

‘Kim Jongra’ is Now Activated. Status : Normal

Yang pertama kali kulihat adalah seorang namja dengan baju putih. Sepertinya dia adalah seorang ilmuwan.

”Annyeong. Senang bertemu denganmu. Apa kau tahu namamu?” Tanya namja itu

Aku baru tahu, kalau sekarang aku menjadi seorang cyborg

Aku menatap namja itu dengan pandangan kosong, sampai aku akhirnya menjawab

“Kim…. Jongra..?” ucapku pelan

“Itu benar. Namamu Kim Jongra. Kajja, akan kukenalkan kau pada seseorang”

Aku mengikuti langkah namja itu, sampai aku melihat seorang namja

Dengan tinggi dan postur tubuh yang sama sepertiku

Rambutnya yang berwarna emas sama sepertiku

Senyum yang menawan

Senyum yang selalu aku rindukan

Tampan

“Nah, Jongra, perkenalkan, dia adalah…”

“Kim Jongin imnida. Kau bisa memanggilku Kai oppa, Ra-ya”

Thank you God

“Oppa…..”

-END-

Mianhae FF-nya pendek banget >_<  Tapi ini lanjutan dari Servant of Evil ._.v

RCL-nya ya^^

16 pemikiran pada “Regret Message

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s