Angel (Chapter 5)

Title: Angel

Author: Quidie

Cast: Kai, Luhan, Sehun, Kris (EXO)

Genre: Romance, bit Comedy

Length: Chapter

 ____________________________________

Luhan dan Angel kini sedang dalam perjalanan pulang. Namun perjalanan itu mereka lalui dengan kesunyian. Itu karna tidak ada satupun dari mereka yang bicara sejak tadi.

Ciitt!!

Entah kenapa tiba-tiba saja laju mobil sesaat berubah aneh hingga akhirnya Luhan menginjak rem membuat keduanya sempat terhempas kecil ke depan.

Akkh~sial!” Rintih Luhan pelan.

“Mianhae..” Kata Angel tiba-tiba membuat Luhan menatapnya.

“Mwo?!” Tanya Luhan mencoba memastikan sesuatu

“Aku melihatnya. Tadi saat aku tidak sengaja menabrakmu dan hampir terjatuh, kau sengaja membalikkan tubuhmu cepat agar aku tidak jatuh langsung ke lantai.”

Luhan seolah terpaku di tempatnya, dan bahkan tidak dapat berkata apa-apa. Ia sama sekali tidak tau kalau gadis itu ternyata menyadarinya. Padahal tadinya ia pikir tidak ada yang tau sama sekali. Ia bahkan tidak berharap ada orang lain menyadarinya.

“Kau sengaja melakukannya untuk menolongku. Tapi yang ada..kakimu malah terkilir karnaku. Mianhae..aku benar-benar minta maaf.” Ujar Angel merasa bersalah membuat Luhan menatapnya dalam.

Dwaesso~na gwencana..”

“Apanya yang tidak apa-apa?! Kakimu pasti sangat sakit. Jadi biar aku saja yang menggantikanmu menyetir!” Sergah Angel.

“Memangnya kau bisa menyetir mobil?” Tanya Luhan tak yakin.

“Dulu aku pernah sesekali disuruh mengantar pesanan makanan ke beberapa rumah saat masih bekerja di sebuah rumah makan.” Terang Angel, namun nampaknya Luhan masih belum yakin sepenuhnya. “Percayalah padaku.” Kata Angel lagi membuat Luhan menatapnya dalam lalu akhirnya mengizinkan gadis itu.

Hari sudah malam saat mereka sampai dirumah. Melihat keadaan Luhan yang berjalan masuk kedalam rumah dengan keadaan sedikit terpincang membuat Angel memberanikan diri untuk memapahnya.

“Ap..apa yang kau lakukan?!” Tanya Luhan gelagapan karna terkejut dengan apa yang tiba-tiba gadis itu lakukan.

“Membantumu masuk kedalam..”

“Dwaesso~na gwenca..Aakkh!!” Luhan yang tiba-tiba saja melepaskan lengannya dari pundak Angel langsung terjatuh karna tidak mampu menahan ngilu di kakinya.

Melihat itu Angel dengan cepat menghampirinya. “NEO WAEIRAE?!! Kenapa kau begitu keras kepala?! Aku kan hanya ingin membantumu! Lagipula semua ini tidak akan terjadi kalau bukan karnaku! Karnaku!! Jadi biarkan aku membantumu! Dengan begitu rasa bersalahku padamu bisa berkurang!” Seru Angel kesal seraya menatap namja dihadapannya saat ini. Luhan sendiri bisa melihat mata gadis itu mulai berkaca-kaca lalu akhirnya memalingkan wajahnya dan membiarkan gadis itu memapahnya.

DEG!!

Entah kenapa Luhan tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang aneh terjadi padanya saat menatap mata Angel. Ia benci jika melihat gadis itu sedih seperti tadi.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: 

Mereka akhirnya tiba di kamar, Luhan pun langsung merebahkan tubuhnya ditempat tidur.

“Omo!! Waegurae?! Luhan~ah..kakimu kenapa?!” Tanya Nyonya Haeri yang tiba-tiba saja masuk kedalam kamar.

“Chogi..”

“Terkilir saat latihan dance. Aku kurang berhati-hati makanya jadi seperti ini.” Sergah Luhan cepat sebelum Angel sempat mengatakan yang sebenarnya.

“Keurae?! Aiish~anak ini! Lain kali berhati-hatilah! Apa kau tau bagaimana khawatirnya Eomma kalau sampai kau terluka?!” Ujar Nyonya Haeri seraya mengelus pelan rambut anak satu-satunya itu.

“Mianhaeyo Eomma~lain kali aku janji akan lebih berhati-hati.”

“Arra~sekarang beristirahatlah.” Kata Nyonya Haeri seraya tersenyum lalu berbalik kearah Angel. “Kau juga..istirahatlah. Kau pasti lelah.” Ucapnya pada gadis itu kemudian berjalan meninggalkan kamar. Kini hanya tinggal Angel dan Luhan berdua di kamar tersebut. Bingung tidak tau harus melakukan ataupun mengatakan apa, Angel pun berniat keluar kamar.

“Jangan khawatir!” Kata Luhan tiba-tiba, membuat langkah gadis itu terhenti. “Nan gwencana” Mendengar itu membuat Angel merasa sedikit lega.”Dan juga..gomawo.” Kata itu cukup membuat Angel tertegun sesaat lalu akhirnya tersenyum seraya berjalan meninggalkan tempat itu.

Na do gomawo..

♥:♥:♥

 

Hari masih sangat pagi namun Luhan sudah berjalan keluar kamar dan menuju halaman yang terdapat di belakang rumah ini.

“Oh?! Apa yang kau lakukan disini?!” Tanya Angel yang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu. Gadis itu sebenarnya berniat kembali ke kamarnya setelah selesai membantu Gaeun Ahjumma namun saat melihat Luhan ia mengurungkan niatnya dan malah mengikuti pemuda itu dari belakang.

“Aku memang sering disini kalau pagi. Karna aku menyukai udara pagi hari.” Jawab Luhan lalu menggerakan pelan ayunan putih yang dinaikinya saat ini.

“Hm..benar juga! Udara pagi begitu sejuk dan menyegarkan. Na do joaha~” Kata Angel seraya menghirup pelan udara dengan mata tertutup. Namun ditengah melakukan itu sesuatu yang tak diduga tiba-tiba saja terjadi. Hujan.

Spontan gadis itu langsung menghentikan kegiatannya lalu cepat-cepat berteduh. Berbeda dengan Luhan yang tetap duduk diayunan.

“Mwohaneun geoya?!! Cepat masuk!” Seru Angel namun karna melihat Luhan yang tidak beranjak sama sekali ia pun berlari menghampiri pemuda itu. “Ya~neo waeirae?!”

“Wae? Aku menyukainya. Aku suka hujan.” Jawab Luhan santai.

Tiba-tiba saja Angel ikut masuk ke ayunan dan duduk dihadapan Luhan, membuat pemuda itu terkejut. “Ya! Apa yang kau lakukan?!!”

“Naneun?! Aku akan menemanimu disini. Aku juga suka dengan hujan.” Tutur gadis itu santai membuat Luhan menatapnya tak percaya. “Oh?! Ini…” Ucapnya tiba-tiba seraya mengambil sebuah rubik yang terdapat di sebelah Luhan. “Boleh aku pinjam tidak?! Aku selalu ingin memainkan ini tapi selalu tidak sempat.” Tanyanya pada Luhan yang menatapnya sebentar lalu akhirnya mengangguk mengiyakan.

“Jinjja?! Gomawo!!” Seru Angel tersenyum lalu mulai memainkan rubik tersebut.

Cukup lama gadis itu memainkannya, namun sampai kini ia sama sekali belum bisa menyelaraskan satu baris warna yang sama sekalipun. Luhan yang sejak tadi mengamatinya, hanya dapat melongo.

“Ya!! Sejak tadi kau hanya memutarnya secara acak! Kau tidak akan bisa menyelesaikannya jika seperti itu terus!” Seru Luhan yang mulai frustasi melihat cara bermain gadis itu. Angel sendiri tidak menanggapi dan mencoba kembali memutarnya.”Ya!! Usahakan untuk tidak mengubah warna yang sudah selaras.” Kata Luhan lagi.

Ya!! Neo jinjja..sejak tadi kau terus saja memarahiku! Kau pikir ini mudah?! Coba saja mainkan kalau bisa! Iiissh~namja menyebalkan!” Kali ini giliran Angel yang memekik kesal lalu memberikan rubik tersebut pada Luhan.

Betapa terkejutnya gadis itu saat Luhan mulai memainkannya. Tangan pemuda itu begitu cepat memutar-mutar tiap bagian hingga akhirnya dalam 2 menit berhasil menyelesaikannya. Angel sendiri hanya bisa melongo di tempatnya saat ini. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Luhan ternyata bisa secepat itu menyelesaikannya.

Ottheyo?!” Tanya Luhan yang kini menatapnya.

Mwo?! It..itu pasti karna kau sudah menandai tiap bagiannya jadi itu sebabnya kau bisa menyelesaikannya dengan cepat. Atau mungkin karna dewi fortuna sedang bersamamu saat ini..keuronikka..” Ucapan Angel mendadak terhenti. Gadis itu sama sekali tidak tau apa yang dibicarakannya saat ini. Kesal sekaligus malu kini bercampur aduk dalam dirinya saat ini. Ia hanya mampu memalingkan wajahnya.

Tiba-tiba saja Luhan tertawa kecil membuatnya menoleh kearah pemuda itu.

Neo jinjja..babo~ya?! Mana mungkin aku menandai bagian-bagian rubiknya. Dan juga dewi fortuna..mwoya~ige?!” Serunya sambil tertawa.

Tanpa Luhan sadari, Angel ternyata menatapnya saat tertawa seperti itu. Gadis itu sempat tertegun di tempatnya, ini pertama kalinya ia melihat Luhan tertawa seperti saat ini.

DEG!!!

 

Sesuatu mendadak terjadi pada gadis itu, entah mengapa sesaat jantungnya tiba-tiba saja berdetak kuat. Ia menatap Luhan yang kini juga memandanginya membuatnya seolah menyadari sesuatu. “Maldo andwae..”Ucapnya pelan lalu mendadak berjalan pergi dari sana. Selama berjalan gadis itu terus saja teringat dengan apa yang baru saja terjadi hingga tidak menyadari bahwa dirinya sedang berjalan di pinggiran kolam renang. Karna hujan, pinggiran kolam yang licin akhirnya membuat Angel terpeleset dan nyaris terjatuh kedalam kalau saja Luhan tidak cepat menariknya.

Brukk!!

Sekali lagi pemuda itu berhasil menyelamatkan Angel namun bersamaan dengan itu kakinya pun akhirnya semakin sakit karna gadis itu jatuh menimpanya. Wajah keduanya kini begitu dekat, dan selama beberapa saat tatapan keduanya sempat bertemu.

DEG!!

Angel yang bisa merasakan jantungnya berdegup begitu kencang saat ini langsung bangkit dari tempatnya.

“Neo jinjja!! Kenapa kau selalu saja melakukan itu?!! Kenapa harus membiarkan kakimu semakin terluka?!!” Seru Angel kesal lalu berjalan pergi dari sana namun akhirnya menghentikan langkahnya. Luhan sendiri tidak mengatakan apa-apa dan hanya memandangi punggung gadis itu.

Detik berikutnya Angel akhirnya berbalik dan kembali ke belakang. Tanpa berkata apa-apa Ia lalu membantu Luhan berdiri kemudian memapah pemuda itu berjalan masuk kedalam rumah.

Tidak lama kemudian mereka akhirnya sampai di dalam kamar. Angel yang selesai membantu Luhan duduk di ranjangnya langsung berjalan keluar tanpa mengatakan apapun, meninggalkan Luhan yang menatapnya datar.

Angel sendiri hanya dapat bersandar di pintu saat berhasil keluar dari kamar Luhan. Gadis itu lalu menaruh salah satu telapak tangannya di dada. Detakan itu ternyata belum berhenti.

Aku menyukainya.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

“Kau sedang apa, Angel~ah?!” Tanya Nyonya Haeri yang tanpa sengaja melihat Angel yang sepertinya sedang memasak sesuatu di dapur.

“Oh?! Annyeong haseyo!” Sapanya ramah seraya tersenyum begitupula sebaliknya dengan Nyonya Haeri. “Anii~aku hanya memasak sup untuk Luhan. Karna saat ini kakinya sedang sakit jadi mungkin tidak akan bisa turun untuk makan bersama.”

“Benarkah?! Hm..Luhan pasti senang kau membuatkannya sup! Gomawo~yo..”

“Aniya Ahjumma..justru aku yang seharusnya berterima kasih karna selama ini sudah mau mengizinkanku tinggal disini. Neomu gamsahaeyo..”

Nyonya Haeri hanya tersenyum melihat gadis itu. “Keurae~sana naiklah!” Ucapnya pada Angel. Gadis itupun berjalan menaiki tangga menuju kamar Luhan.

Angel baru saja tiba di depan pintu kamar Luhan dan berniat masuk sampai tiba-tiba dari celah pintu yang terbuka ia melihat ada orang lain selain Luhan didalam sana. Seorang yeoja.

Detik berikutnya Angel berubah terkejut saat yeoja itu tiba-tiba saja mengecup bibir Luhan. Hati Angel serasa mencelos saat menyaksikan hal itu.

PRANKK!!

Pegangan Angel pada nampan yang melemah membuat benda itu jadi tidak seimbang hingga akhirnya menjatuhkan sup beserta gelas kaca yang tadi dibawanya. Angel yang baru menyadarinya cepat-cepat membereskan pecahan mangkuk dan gelas tersebut. Saat gadis itu tengah sibuk membereskannya, pintu dihadapannya mendadak terbuka.

“Song Angel..?!” Kata yeoja itu pelan

Angel yang sepertinya mengenal suara itu lalu menoleh dan berubah terkejut saat menemukan sosok dihadapannya.

“Sae..Saera~ya..”

 

#To Be Cont.

 

Iklan

29 pemikiran pada “Angel (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s