Thank You, Kyungsoo (Chapter 3)

Author: tasya / @funtasya

 

Main Cast: Do Kyungsoo, Jung Mirae, Kim Minseok (Xiumin)

 

Other Cast: Zhang Yixing, Park Chanyeol, Ahn Sohee

Genre: Romance / Friendship / Multichapter

 

 ________________________________________

“Karena apapun itu, kamu harus ikut aku ke lapangan. Ada yang lebih buruk,”

 

“Chanyeol! Chanyeol! Chanyeol!”

 

“Kyungsoo! Kyungsoo! Kyungsoo!”

Terdengar sorakan dari orang-orang yang mengerumuni lapangan. Aku menghampiri kerumunan tersebut dengan Sohee.

 

Mwo?!

Tidak. Apa yang mereka lakukan disini? Chanyeol, Kyungsoo, mengapa kalian…

Buk!
Tonjokan mendarat di pinggang dan perut Kyungsoo. Tak terima, ia membalas dengan menonjok leher Chanyeol hingga ia mental beberapa langkah ke belakang. Chanyeol maju dan membalas mendorong bahu Kyungsoo dengan kasar . Entah apa sebab mereka begini, tidak semestinya mereka saling menyakiti!

“Ya! Kamu benar-benar cari masalah denganku, hah? Dasar *******!!!!!” bentak Chanyeol kemudian menonjok perut Kyungsoo.

 

“Kau yang *******! Bisanya cuma mainin perempuan!” bentak Kyungsoo sambil membalas menonjok wajah Chanyeol. Chanyeol membalas lagi dengan menonjok keras pipi Kyungsoo dan bibirnya hingga berdarah. Kyungsoo jatuh ke tanah dan tak berdaya.

 

“Hentikan!!!!!” aku berteriak, menghentikan Chanyeol yang baru saja akan menghabisi Kyungsoo lagi. Aku maju dan melerai mereka berdua. “Dia yang memulai, Mirae-ah! Dia yang cari masalah denganku!” Chanyeol mencari alasan.

 

“Keumanhae Chanyeol-ah! Sekarang kamu pergi dari sini!” aku mengusirnya. Dengan terlihat ogah-ogahan Chanyeol pergi, setelah menendang pelan tubuh Kyungsoo yang semaput.

*

Aku membawa Kyungsoo ke ruang perawatan. Mengobati luka yang baru saja ia dapat dari Chanyeol.

 

“Aw!” rintih Kyungsoo, saat aku menitikkan obat merah pada luka di sekitar bibirnya dengan kapas. Sesekali ia merintih juga saat aku mengobati pipi lebamnya.

 

“Jangan manja. Sebentar lagi selesai,” ujarku pada Kyungsoo, menanggapi rintihannya. Aku menempelkan plester pada luka di sekitar bibirnya.

 

“Kamu sudah mempermalukan dirimu sendiri, Kyungsoo. Untuk apa kamu berantem di lapangan dengan Chanyeol seperti itu? Apa masalah kalian sehingga kalian harus saling menyakiti?!” ketusku.

Kyungsoo menjawab, “Mirae-ah, dia itu namja brengsek. Dia udah bikin kamu sedih dan sekarang dia mau mempermainkan kamu dengan ngajak balikan. Apa kamu nggak kesel?!”

 

“Hah, tahu apa kamu soal masalahku dengan Chanyeol?! Kamu hanya orang baru yang tiba-tiba datang ke kehidupanku, dan kini kamu mencampuri urusanku. Apalagi caramu mencampuri urusanku sangat tidak pantas. Kalian dimataku tak lebih dari namja yang……”

“Mirae-ah!” Kyungsoo berteriak dan menghentikan omonganku.

 

“Semua itu kulakukan untuk melindungimu. Karena…………….. aku mencintaimu.”

Suasana hening kemudian.

 

***

 

“Semua itu kulakukan untuk melindungimu. Karena…………….. aku mencintaimu.”

 

Kalimat itu masih membayangi pikiranku.

 

Do Kyungsoo, kamu nggak bercanda kan? Secepat itukah kamu merasakannya?

 

Aku membenamkan wajahku di kedua telapak tanganku. Ya Tuhan, jika benar ia mencintaiku, haruskah aku bahagia? Atau sebaliknya? Selama ini aku hanya menganggapnya teman. Bukan bukan, lebih tepatnya teman dekat. Yang membangkitkan moodku disaat aku sedang bad mood, yang menjejeliku masakannya yang enak ketika aku sedang ngidam masakannya, yang selalu membantuku melupakan Chanyeol dan kembali bahagia tanpanya.

 

Tapi tadi, baru saja ia mengatakan perasaan sebenarnya padaku. Eottokhae??

“Kau sendirian?” tanya seseorang sambil menghampiriku yang memang sedang duduk sendirian di kelas. Zhang Yixing si namja charming. Namja yang selalu datang tiba-tiba. Aku hanya meliriknya datar.

 

“Lihat siapa yang ada dihadapanku. Seorang yeoja manis yang sedang sedih karena melihat dua orang namja yang dekat dan pernah dekat dengannya bertengkar bagaikan sapi yang sedang diadu,” oceh Yixing yang kini duduk di hadapanku. Sapi diadu? Aku baru tahu sapi bisa diadu. Tapi, kenapa dia tiba-tiba mengatakan hal itu? Mengatakan soal 2 namja itu?

 

“Jelas lah, Chanyeol memang pernah dekat denganmu, bukan dekat lagi, bahkan dia pernah pacaran denganmu. Sementara namja yang satu lagi, akhir-akhir ini kalian kemana-mana kan berdua. Ke kelas, ke perpustakaan, ke kantin, ke toilet………..” oceh Yixing. Namja ini ternyata bawel juga ya, seperti Kyungsoo.

 

“Kau bisa diam tidak sih?! Aku sedang tidak mood untuk mendengar ocehanmu!” ketusku pada Yixing. Emosiku benar-benar tidak terkontrol.  Yixing terlihat kaget dan menghindar beberapa cm dariku.

 

“Mi….mianhae. Jangan banting tubuhku seperti kamu membanting Kyungsoo, ya. Aku kesini hanya ingin mengambil buku yang ketinggalan, kok.” Yixing mengambil sebuah buku yang ada di kolong meja dan mengacungkannya padaku.
“Sebelum aku pergi, kamu harus tahu kalau Kyungsoo memang tidak main-main denganmu, Mirae-sshi,” ujar Yixing sebelum ia mundur lebih jauh dariku.

 

“Apa maksudmu main-main denganku?” tanyaku.

“Kamu juga akan tahu. Aku sedang tidak mood memberi tahu!” ujarnya kemudian benar-benar enyah dari kelas.

 

“Yixing-sshi! Apa maksudmu! Malhaebwa!!!” aku menyahut, berharap dia kembali lagi. Dan dia tidak kembali.

Oke, apa maksud Yixing dengan mengatakan ‘Kyungsoo tidak main-main’?

 

**

 

Ah, memang Yeouido Park selalu menjadi tempat favoritku. Dari SMP, aku sering mengunjungi taman ini untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman atau bahkan sendirian. Seperti saat ini. Sepulang kuliah aku menyambangi taman ditemani dengan kamera DSLR-ku yang mengalungi leherku. Fotografi. Ya, itu adalah salah satu hobiku, dan sangat tepat untuk kulakukan disaat seperti ini.

Kunikmati semilir angin dan hangatnya udara musim semi sambil menjepret objek yang ada. Hasil jepretanku lumayan juga, tak sia-sia Appa membelikanku kamera ini. Kulihat setiap hasil foto di kameraku, yang mencapai 400an lebih. Kulihat sampai habis, sampai aku melihat fotoku dengan seorang yang baru saja membuatku seperti ini.

 

Flashback..

“Kyungsoo! Mirae! Sekarang giliran kalian yang difoto, ya!” kata Xiumin Sunbae saat kami baru saja melakukan foto bersama para mahasiswa China itu.

“Eo?” aku dan Kyungsoo menyahut berbarengan. Xiumin Sunbae mengangguk mantap. “Ayolah, masa tidak ada foto kalian berdua sih? Kajja!” suruh Xiumin Sunbae. Kami terpaksa saling mendekat, dan tersenyum.

“Hana…dul…set!” Xiumin Sunbae memotret kami. Hingga 3 kali jepretan dengan senyum dan gaya yang beda tipis yang aku dan Kyungsoo lakukan.

“Wah, bagus juga hasilnya! Kalian seperti happy couple ya,” kata salah satu mahasiswa China saat melihat hasil fotonya. Dan yang lain mengiyakan, termasuk Xiumin Sunbae.

….

 

 

Happy couple. Sebutan itu kembali teringat. Sejak kami foto berdua, orang-orang dikampus sering memanggil kami dengan sebutan itu. Sebutan yang jika didengar bagaikan sebutan untuk dua pasangan yang sedang ikut variety show seperti WGM, atau Running Man. Tapi ini dunia nyata. Tiba-tiba terlintas di benakku, bagaimana jika Happy Couple benar-benar ada?

 

“Kamu suka kesini juga ternyata. Sama dong,”sahut seseorang tiba-tiba dari sebelahku. Membuatku tersentak dan menoleh.

 

Aigo, dia ada disebelahku sekarang! Aku pasti tidak salah lihat. Namja itu, duduk mengangkat kaki kirinya yang ditumpu sikunya dan kaki kanannya selonjoran. Ia menoleh ke arahku. Makin jelas wajah dan mata bulatnya.

 

“Apalagi disaat musim semi seperti ini. Udaranya hangat,” lanjutnya lagi. Aku hanya diam menanggapinya.

“Kenapa diam saja? Jangan bilang kau masih kepikiran Chanyeol!”

“Enak saja! Aku sudah lupa sama dia,” jawabku. Suasana hening sejenak. Dari aku maupun dia tak ada yang melanjutkan pembicaraan.

 

“Kurasa, kalimatku tadi siang sangat frontal.” Akhirnya ia berbicara. Oh bagus, kau sadar. Dan kutunggu kau minta maaf padaku, Kyungsoo.

“Tapi aku tidak bohong soal perasaanku, Mirae-ah…..” ia berkata, sambil mendekatkan tubuhnya padaku. Kini jarak kami berdua kurang lebih satu jengkal .

 

Deg!

 

“Jung Mirae, adalah yeoja pertama yang membuatku sadar kalau aku ini namja yang payah. Yang membuatku rela bertekuk lutut dihadapannya.” kata Kyungsoo. “Dan jatuh cinta pada wanita seperti Jung Mirae kurasa adalah tindakan yang tepat, sangat tepat.”

Kini hatiku berdebar tidak jelas.

 

“Kyungsoo-ya, kau terlalu…”

“Frontal?” Kyungsoo memotong ucapanku. “Aku ingin sekali saja menjadi frontal, hanya untuk menyatakan perasaanku ini.” lanjutnya. Kini kami berdua saling pandang. Mata bulatnya memandangi mataku dan membuatku luluh, jujur saja. Tatapan Chanyeol tak pernah membuatku seperti ini tapi Kyungsoo…..

 

Aku memalingkan wajahku dari hadapannya. Ia terlihat bertanya mengapa aku seperti itu. “Maaf,” ucap Kyungsoo. Aku memakluminya. Mungkin begini kalau namja sedang jatuh cinta.

“Kyungsoo-ah, terima kasih. Terima kasih atas perlindunganmu yang kau berikan untukku, terima kasih karena selalu menghiburku disaat aku unmood. Terima kasih telah mengizinkanku menyicipi masakanmu yang enak.” Entah mengapa kalimat ini terucap dari bibirku. Ini mungkin berlebihan.

“Kau sungguh teman yang baik, Kyungsoo-ah. Maaf aku pernah kasar sama kamu,” ucapku lagi.

“Gwenchana. Kini yang aku butuhkan hanya jawaban darimu, jawab perasaanku,” ujar Kyungsoo.

Dan aku tidak mampu berkata-kata lagi.Aku bangun, melangkahkan kaki dari Yeouido Park dan berniat menuju kerumah. Kyungsoo mengejarku.

 

“Mirae-ah, tunggu! Kenapa kau tidak jawab?!” Kyungsoo menarik tanganku dan mencegatku.

Aku hanya bisa diam dan menahan airmata.
“Mianhae, Kyungsoo-ah.” gumamku kemudian pergi, berjalan makin jauh dan jauh menuju jalan pulang.

Keputusan yang salah. Kenapa kau tidak menjawabnya, Mirae?! Dia sudah rela jujur akan perasaannya dan kau, kau malah melengos begitu saja.

 

Batinku terus bergolak, terus menyalahkan diriku sendiri selama perjalanan pulang kerumahku dari Yeouido Park. Aku meneteskan air mataku, merasa bersalah pada Kyungsoo.

 

***

 

Keesokan harinya…

“Kau lulus ujian? Wah, chukkhae Sohee-ah! Sekarang pasti tidak ada yang berani macam-macam denganmu.” sahutku pada Sohee yang baru mengabarkan jika dirinya berhasil naik tingkat menjadi sabuk hitam. Sohee tersenyum bangga.

 

“Gomawo, Mirae-ah.” balas Sohee. Tak lama kemudian dari belakang Sohee datang seseorang sambil mengagetkan Sohee. Sohee menoleh, kemudian mendapati Sunbaenya sedang tersenyum imut. Sunbaenya yang tak lain adalah Xiumin Sunbae.

 

“Ah, Oppa! Ngagetin aja sih.” Kata Sohee. Ia membalas senyuman Sunbaenya itu. Senyuman yang berbeda dari biasanya. Tunggu, dia panggil Sunbae dengan Oppa?

 

“Kalian pacaran tidak bilang-bilang! Sunbae, berterimakasihlah padaku karena kau telah mendapatkan yeoja idamanmu ini,” ucapku basa-basi. Xiumin Sunbae hanya tertawa kecil, diikuti oleh Sohee. “Jadi, kapan kamu akan menyusul kami?” tanya Sohee padaku tiba-tiba, membuat mulutku kembali tertutup.

 

“Sudah tak usah banyak memikir. Terima dia, terima cintanya. Jangan buat dia menunggu kelamaan, betul kan Oppa?” tanya Sohee pada Oppa barunya, disambut anggukan dari Oppanya.

 

“Kelas udah selesai, pulang yuk chagi. Mirae-ah, selamat menerima Kyungsoo menjadi pacarmu ya! Bye!” Xiumin Sunbae menyebut nama orang yang dimaksud. Ia pamit kemudian menggandeng tangan Sohee dan pulang.

 

Benar juga kata Sohee dan Xiumin Sunbae. Kini aku bergegas mencari dimana Kyungsoo dan mengatakan apa yang harus kukatakan padanya. Biasanya, selesai kuliah ia berkumpul bersama teman sesama mahasiswa China di halaman belakang. Itu membuatku memutuskan untuk menuju kesana, dan sesampainya disana, bukan Kyungsoo yang aku temui.

“Yixing?” panggilku saat melihat sesosok namja tengah berdiri di ambang pintu keluar yang letaknya persis di depan halaman. Tampak sedang memandangi sesuatu. Ia menoleh ke arahku, dan tersenyum tipis.

 

“Akhirnya kau datang juga,” ucap Yixing dengan lembut. Dia menungguku? Aku mendekatinya dan berdiri di sebelahnya. Mencari tahu apa yang ia lakukan.

“Lihat itu. Namja itu tengah menunggu yeojanya. Dan yeoja itu adalah kamu, Jung Mirae,” ucap Yixing lagi, dengan aksen yang sudah membaik. Namja yang dimaksud Yixing, apakah itu namja yang sedang kucari? Aku ikut memandangi dari belakang seorang namja yang sedang duduk sendirian di rerumputan halaman itu.

 

“Dia….. menungguku?”

“Tentu saja. Kubilang kan dia tidak ‘main-main’ denganmu. Dia menunggu kehadiranmu, menunggumu mengisi relung hatinya.” Kata Yixing dengan puitis. Aku masih diam, dan menangkap perkataannya barusan.
“Tunggu apalagi? Katakan padanya,” Yixing menolehkan kepalanya ke arah dimana namja itu masih duduk. Ia bahkan mendorong bahuku pelan sehingga membuatku harus, dan memang ingin, segera menghampiri namja yang menungguku itu.

“Yixing-ah, gomawoyo,” ucapku sebelum aku melangkah lebih jauh darinya. “Karena tanpa sadar, kau membantuku bertemu dengan Kyungsoo. Kau sering mengatakan hal-hal tentang Kyungsoo yang membuatku semakin penasaran dengannya hingga akhirnya kami bisa berteman. Terima kasih kau sudah memperhatikan kami berdua,”

 

Yixing hanya tersenyum menanggapiku. “You deserve it.” ujar Yixing. Aku mengangguk yakin dan menghampiri Kyungsooo. Kini aku berada lebih dekat di belakang namja itu.

 

“K…Kyungsoo-ah..” aku memanggil namanya. Ia tidak menoleh sedikitpun. Aku melangkahkan kakiku kedepan, membuat jarak kami lebih dekat lagi.

 

“Jeongmal mianhae. Mianhae kemarin aku tidak mempedulikanmu. “ aku mulai berbicara. “Kurasa aku harus menerimamu dan perasaanmu. Aku yakin itu keputusan tepat. Nan joahanikka.”aku memberanikan diri untuk jujur.

 

Ia masih tidak menoleh. Aku tidak sabar, sehingga kini aku duduk tepat di sebelahnya. Kulihat wajahnya, ia benar Kyungsoo. Lihat saja mata bulatnya yang menarik itu.

“Kenapa…kau tidak menjawab?Apa aku salah mengatakannya?” tanyaku masih dengan gugup.

 

“Kau salah. Sungguh salah,” ucapan pertama Kyungsoo membuatku tersinggung. “Karena aku sudah tidak menyukaimu lagi sekarang,”

 

Crack!
Serasa ada palu besar yang memukul hati dan pikiranku dan emosiku saat Kyungsoo mengatakan itu.  Air mataku mulai menetes. Aku terlambat jujur padanya. Dan kini aku yang merasakan akibatnya.

 

“Tapi aku sangat mencintaimu dan menyayangimu,” Kyungsoo kembali bersuara.

Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan disaat seperti ini. Saat hatiku kembali berdebar dan masih tidak percaya akan apa yang baru saja terjadi.

Suasana hening. Kami saling pandang.

“Kau kira kau akan lebih cantik jika menangis?!” ujar Kyungsoo meledek. Aku kemudian memukulnya pelan dan membuatnya merintih dan sesekali terkekeh.

 

“Oh iya Mirae-ah, ini untukmu.” Kyungsoo memberikan kotak yang lumayan besar dengan motif beruang di luarnya. “Ige mwoya?” tanyaku yang tidak tahu apa isi dari kotak tersebut. Melihat Kyungsoo diam, aku membuka tutup kotak tersebut.

 

Seketika mataku membesar dan aku terkejut. Sepatu pumps lace yang sewaktu itu menjadi rebutan antara kami berdua kini ada di depan mataku.
“Tadinya ingin kuhadiahi adik sepupuku sepatu itu. Tapi kurasa, pemilik kaki indah sepertimu lebih pantas memakainya dan pasti akan terlihat lebih cantik,” Kyungsoo menggombal.

 

Kyungsoo-ah kau baik sekali. Terima kasih. Bukan hanya karena sepatu ini, kebaikanmu telah membuatku benar-benar mencintaimu.

 

“Kalau gitu, sekarang kita resmi menjadi Happy Couple, kan?” tanya Kyungsoo, sambil meraih jemariku dan menggenggamnya. Ia tersenyum padaku, membuatku luluh dan tak kuat memandangnya lama-lama. Aku menyandarkan kepalaku di bahunya, lama sekali. Sangat nyaman rasanya berada di dekat orang yang selama ini kusayang. Terima kasih, Kyungsoo.

_end_

Akhirnya selesai juga kisah Happy Couple! Hahahaha, makasih ya buat semua readers yang udah bersedia baca, terutama yang ngasih komen, kritik dan saran. Makasih udah setia nunggu FF ini terbit tiap saatnya. Maafin jika masih ada yang kurang puas, kesempurnaan hanya milik Allah swt dan Kyungsoo milik author semata *apasih*. Tunggu cerita karya author selanjutnya yaa readers! *bow

 

Iklan

10 pemikiran pada “Thank You, Kyungsoo (Chapter 3)

  1. Thor, Daebak ih… aku jadi ngiri sama author,… soalnya aku gak bisa bikin ff >< *curhat
    bener ini cuma 3 chapter??? :/
    hmm,… bikin yg kayak gini lagi ya thor ^o^

  2. Endingnya bagus banget ><
    Lucuu, jarang2 loh nemu ff kaya gini alurnya, ga monoton, ga berlebihan, pas deh pokoknya ^^
    Keep writing ya thor ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s