I Want To Dream With You

Title : I Want To Dream With You

Author : Tazzqu

Main cast : Kai,Park Chanyeol dan Wyu Seolung

Suport cast : Oh Sehun,Park Nara dan D.O aka Dio

Length : Oneshot

Genre : Romance,angst dan Friendship

Rating : +15

Disclaimer : Semua cast milik siapa saja yang pingin punya tapi permanennya hanya milik tuhan. Tapi ff ini adalah milik saya.

A/N : Hai,ini adalah sequel dari ff Intro My Love. Sebelumnya saya berterima kasih sama readers yang uda ngasih reviewnya maaf ga bisa bales,email lagi eror~ mungkin ini ff bakal ada tambahan konflik dari pasangan Sehun-Nara. Oh iya buat yang minta penambahan cast BaekYeolHo,saya cuman datangin Happy Virus,maaf yah ga bisa menuhin request dan kali ini ratingnya naik,ingat yang punya umur di bawah 15 tahun. Typo masih saja ngambang di mana-mana dan alur ff juga random. Selamat membaca J

 

 

“Sudah ku bilang aku tidak menyukaimu!” Kai membentak seorang siswi yang ada di depannya. Mereka berdua hanya ada berdua saja di ruang tari. Tidak sengaja seseorang lewat ke ruang tari dan diam-diam menguping pembicaraan mereka.

 

“Tapi Kai aku benar-benar mencintaimu,lebih dari cinta Seolung! Aku rela memberikan apa pun yang kau mau termasuk harga diriku” siswi itu memohon pada Kai. Dia segera bersujud di kaki Kai “Heh apa yang kau lakukan” ingin rasanya Kai menendang orang ini tapi dia sadar itu akan menyakiti hati siswi ini. Saat keadaan Kai terlihat lengah,siswi itu segera bangkit dan mencium bibir Kai.

 

Plaak

 

Sebuah tamparan keras dari Kai mendarat mulus di pipi siswi itu “Kau!” Kai sudah kehilangan kesabaran sekarang. Matanya terlihat memancarkan amarah yang besar,siswi itu pun menangis ketakutan.

 

“Apa yang kau lakukan pada seorang gadis Kai?” Seolung masuk ke ruangan itu. Kai terlihat kaget,apa Seolung melihatku kasar pada seseorang? Pikir Kai. Seolung melewati Kai dan menghampiri sisiwi itu. “Kau tidak apa-apa?” Seolung berusaha melihat wajah siswi itu. Saat siswi itu mendongakan wajahnya ke Seolung barulah Seolung tau jika siswi itu adalah Nara. Tunangan Oh Sehun.

 

“Nara” ucap Seolung kaget,Nara menatap tajam Seolung dan sedetik kemudian dia menampar Seolung. “Kau perempuan murahan! Kau tidak pantas untuk Kai!” Nara dengan mudahnya menjambak rambut panjang Seolung. Tapi Seolung tidak melawan perlakuan Nara,dia hanya diam.

 

Kai menjauhkan badan Nara dari Seolung,Kai melihat Seolung yang kacau dengan rambut yang acak-acak-acakan dan ada cakaran di pipinya.“ Kita obati lukamu” Kai merangkul bahu Seolung dan membawanya pergi dari ruangan ini menuju ke UKS.

 

“Pelan-pelan Kai” Kai sedang mengobati luka cakaran di pipi Seolung

 

“Iya ini aku juga pelan” Kai menatap intens wajah Seolung.

 

Seperti ada dorongan naluri seorang laki-laki yang merasuki jiwanya saat menatap bibir Seolung. Kai berusaha menghilangkan hal negativ itu tapi tidak bisa. Kenapa kau begitu menggoda,batin Kai. Dia tidak fokus pada luka Seolung,dia hanya memperhatikan bibir Seolung. “Kai kau” seperti biasa,Kai selalu mencuri ciuman Seolung tanpa meminta ijin dari Seolung.

 

Tidak ada balasan ciuman dari Seolung,bibir mereka hanya saling menempel lama. Kai merasakan ada air yang membasahi pipinya,Seolung menangis. Kai melepaskan ciumannya,dia merasa bersalah pada Seolung sekarang. Selalu saja dia tidak bisa bersifat lembut pada kekasihnya padahal Seolung selalu lembut padanya. Seolung menundukan wajahnya “Maafkan aku Kai,aku pikir aku bukan orang yang pantas untukmu”.

 

Kalimat Seolung berhasil membuat Kai memulatkan matanya “Kenapa kau bilang seperti itu Seo?” Kai segera memegang kedua bahu Seolung. Dipeluknya gadis yang kini tengah menangis itu “Jangan berbicara seperti itu lagi ku mohon,kita sudah menjalani hubungan ini hampir dua minggu. Dan selama itu kau bisa membuat hidupku berubah menjadi baik”. Seolung menggeleng,dia melepaskan pelukan yang diberikan oleh Kai. “Kau tidak tau siapa aku Kai! Kau hanya tau aku sebagai kekasihmu yang bekerja paruh waktu! Dan miskin! Kau hanya tau aku itu saja kan tidak lebih?!” baru kali ini Seolung berkata keras pada Kai. Kai menatap Seolung penuh tanya “Apa ada masalah? Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?” tanya Kai penuh selidik.

 

Jujur saja sebenarnya Seolung takut dengan Kai sekarang. Kai menatapnya tajam,bukan tatapan bad boy tapi tatapan seseorang yang curiga. Drrrt… getaran ponsel Seolung membuat Kai beralih pada saku baju Seolung,dimana ponsel itu di letakan di dalamnya. Tanpa ragu,Kai segera mengambil ponsel itu,untunglah dia tidak menyentuh sesuatu yang ada di dalam baju Seolung.

 

Kai membaca pesan masuk dari ponsel Seolung,selesai membaca pesan. Kai beralih menatap Seolung “Sejak kapan kau menadapat pesan seperti ini?” Kai menunjukan layar ponsel yang menampilkan pesan masuk tadi. Seolung menggeleng takut “Jangan berbohong Seo,kenapa kau tidak bilang jika kau selalu diancam dan dicaci oleh murid perempuan di sini?” Kai membelai rambut Seolung dan segera ditepis dengan kasar oleh Seolung.

 

“Aku tidak sebaik dengan apa yang kau lihat Kai,jangan lagi bersifat baik padaku!” Seolung beranjak dari ruang UKS. Meninggalkan Kai yang masih heran dengan sifat Seolung yang tiba-tiba berubah.

***

Untuk pertama kalinya Kai datang ke club malam ini tanpa Seolung. Gadis itu memilih untuk tidak berangkat bekerja sebagai DJ malam ini. Dan untuk pertama kalinya sejak Kai menjadi kekasih Seolung,dia kembali meminum alkohol lagi sebagai pelarian dalam masalah hidup.

 

Kai memutar gelas winenya “Permisi tuan apa aku boleh bertanya sesuatu?”  tanya seorang laki-laki yang terlihat dua tahun lebih tau dari pada Kai. Kai melihat orang yang ada di depannya itu “Aku lihat kau yang masih sadar di sini dan juga tidak sibuk,jadi aku ingin bertanya padamu. Apa kau mengenal orang ini” laki-laki itu memberikan selembar foto ke Kai. Karena Kai belum sepenuhnya terpengaruh alkohol dia masih bisa melihat siapa yang ada di foto itu.

 

“Ada urusan apa kau dengan dia?” Kai mengajukan pertanyaan pada laki-laki itu,pertanyaan yang terdengar dingin. Rahang Kai terlihat mengeras,matanya menatap tajam laki-laki itu dan tangannya mengepal menunggu jawaban laki-laki itu.

 

“Dia tunanganku yang kabur,anak buahku melihatnya di Seoul dan bekerja di club ini” setelah mendengar jawaban dari laki-laki itu. Kai segera meninju keras pipi laki-laki itu sampai terjatuh di lantai. Kai meraih kerah baju laki-laki yang masih terkulai di lantai “Kau jangan berbohong!” lagi-lagi Kai melayangkan tinjunya tidak ada balasan dari laki-laki itu.

 

Sehun yang baru datang ke club bersama Dio segera memisahkan Kai dengan laki-laki itu,Kai sudah menjadi tontonan sekarang. “Kai sudahlah hentikan” Sehun menjauhkan Kai dari orang yang sudah berdarah di ujung bibirnya itu. Dio berusaha menolong laki-laki itu “Siapa namamu?” tanya Dio.

 

“Park Chanyeol,sebelumnya terima kasih” Chanyeol menyeka darah yang masih keluar dari ujung bibirnya. “kau!” Kai ingin menghampiri Chanyeol tapi dengan cepat Sehun mencengkram tangan kai kuat. “Dio bawa dia pergi” Sehun memberi komando pada temannya itu untuk membawa pergi Chanyeol dari club.

 

Sehun dan Dio hanya melihat kai yang meminum wine berkali-kali. “Ada apa dengan anak ini?” tanya Dio yang hanya melihat Kai dengan cepatnya mengahbiskan tiga botol wine. Sehun menggelengkan kepalanya melihat perilaku Kai “Mungkin dia punya masalah dengan Seolung” tebak Sehun. Dio menunjukan seringainya “Dia kan baru pertama kali ini menjalin hubungan,cih childish sekali temanmu ini Sehun haha” Dio menertawakan Kai.

 

Karena sudah 1 jam lebih ke dua orang itu menunggu temannya yang hanya duduk dengan meminum winenya. Mereka memutuskan untuk pulang dari club “Kai kami pulang dulu,ingat jika kau tidak bisa menyetir telpon saja aku” Sehun menepuk bahu Kai dan bergeags pergi bersama Dio.

 

***

 

Kai menatap sebuah bangunan apartemen yang sederhana. Dia berjalan dari club ke tempat ini sendiri,meninggalkan mobilnya di parkiran club. Kakinya melangkah masuk ke dalam menuju sebuah kamar apartemen seseorang yang di kenalnya.

 

Seolung membuka matanya yang sudah terpejam,dia mendengar bel apartemennya berbunyi. “Eung jam 2 malam,siapa yang berkunjung semalam ini?” gumam Seolung. Dia meraih sweater untuk menutupi tanktopnya kemudian berjalan menuju pintu.

 

“Kai” Seolung melihat kai berdiri di depan pintunya dengan keadaan mabuk. Kai segera memeluk tubuh Seolung,Seolung berusaha mendorong tubuh Kai. Ini bahaya,batin Seolung.

 

Tenaga Seolung tidak cukup kuat untuk melawan Kai yang masih saja memeluknya. Kai meraih tengkuk Seolung sedetik kemudian dia mencium dengan kasar bibir Seolung. Tidak dihiraukannya Seolung yang berusaha memberontak,Kai tetap memberikan ciumannya pada Seolung. Bahkan dia ingin melepas sweater yang dikenakan Seolung.

 

Bukkk

 

Sebuah pukulan keras berhasil mendarat di punggung kai. Kai tersungkur di lantai,dia melihat orang yang tadi mengaku sebagai tunangan Seolung tengah memeluk kekasihnya. Park Chanyeol.

 

“Kau tidak apa-apa?” tanya Chanyeol berusaha menenangkan Seolung. Gadis itu masih takut dengan apa yang baru dialaminya. Chanyeol menyibakan rambut yang menutupi wajah Seolung,ada sedikit darah yang keluar dari bibir Seolung. Chanyeol membebarkan sweater Seolung  “Ya tuhan anak itu” Chanyeol melepaskan pelukannnya denagn Seolung.

 

“Bangun kau” tantang Chanyeol,Kai segera berdiri. Menatap Chanyeol acuh dan memalingkan wajah dari Chanyeol “Kau tidak berhak memperlakukan dia sekasar itu!” bentak Chanyeol pada kai.

Dia segera membalas perlakuan Kai yang menghajarnya di club. Jadilah mereka berdua saling meninju satu sama lain “Hentikan!”. Seolung lelah melihat kekasihnya dan tunangannya berkali malam-malam di apartemennya.

 

Seolung memisahkan keduanya untuk berhenti berkelahi. Seolung melindungi Chanyeol yang kalah dari perkalahian ini,dia berdiri di depan Chanyeol. Lukanya jauh lebih banyak dari pada Kai “Kai pergilah dari sini” titah Seolung. Kai mencibir “Cih,jadi benar jika dia tunanganmu? Dan kau membela dia sekarang?!” Seolung menangguk. Chanyeol tersenyum sinis pada Kai “Kalian berdua! Argh!!!” Kai keluar dari apartemen Seolung dengan luka di wajah dan di hatinya. Kekasih yang baginya sudah menjadi bagian hidupnya kini mengkhinatinya dengan laki-laki lain.

 

Dengan hati-hati Seolung mengompres luka di wajah Chanyeol. “Aku sudah menemukanmu lagi,apa kau akan pulang?” tanya Chanyeol. Seolung masih saja fokus untuk mengobati luka Chanyeol,Chanyeol melihat bibir Seolung yang masih terlihat kissmark dari Kai. Berarti dia yang sudah mendapatkan first kiss Seolung,batin Chanyeol.

 

“Sudah selesai,nanti kau mau tidur dimana?” Seolung duduk di kursi depan Chanyeol. Mereka berdua saling berhadapan satu sama lain. “Mungkin di sini” Seolung terlihat kaget dengan perkataan Chanyeol,tidakkah dia menyadari rasa takut Seolung sekarang? Yang masih trauma dengan perlakuan Kai. “Aku tidak akan macam-macam padamu Seo,percayakan semuanya padaku” Chanyeol melemapar senyuman pada Seolung.

 

Malam ini Chanyeol tidur di samping Seolung,berbagi ranjang dengan tungannya. Rasa senang memenuhi hati Chanyeol sekarang,dia kini bisa dekat kembali dengan Seolung. Tunangnya yang melarikan diri darinya setelah acara pertungan mereka,tunangan yang tidak mencintainya dan tuangan yang menjalin cinta dengan laki-laki yang dua tahun lebih muda darinya.

 

“Kau tau Seo,saat aku tau jika dia kekasihmu. Ingin rasanya aku mengakhiri pertunangnan ini tapi saat aku melihat kejadian tadi. Aku memutuskan untuk pertahan untuk pertunangan ini,aku akan keras kepala untuk hal yang satu ini karena aku sadar aku mencintaimu dan tidak ingin kehilanganmu” Chanyeol membelai rambut Seolung yang sudah terlelap. Secarik senyum tidak pernah Chanyeol hilangkan saat memandangi Seolung yang terlelap. Dengan penuh kelembuatn Chanyeol mencium kening Seolung dan itu membuat Seolung hampir terbangun. Chanyeol buru-buru pura tertidur agar Seolung tidak mengetahui jika dia barusan menciumnya.

 

***

 

“Selamat pagi Chanyeol,kau sudah bangun?” tanya Seolung yang menyisir rambutnya. Dia sudah mengenakan seragam sekolah “Eung ini jam berapa? Huaah ” tanya balik Chanyeol yang diakhiri dengan uapannya yang lebar. Seolung dengan tiba-tiba menutup mulut Chanyeol dengan tangan kanannya.

 

“Tidak sopan jika menguap di depan orang,ini sudah jam 9.15 pagi” Chanyeol terkekeh dengan kelakuan Seolung.

 

Chanyeol menyingkirkan tangan Seolung “Baiklah nona,aku tidak akan melakukan hal itu lagi”.

 

Seolung beranjak dari ranjang,mengambil rompi sekolahnya “Umm aku akan berangkat dulu,sarapanmu sudah ku siapkan di meja. Hanya sepotong sandwich”. Seolung bercermin melihat apa ada yang kurang rapi pada dirinya. Senyuman itu terlukis di bibir Chanyeol menyadari bahawa Seolung adalah orang yanga ada di sampingnya di pagi hari ini. bukankah ini indah,batin Chanyeol. Chanyeol segera bangun dan berjalan menghampiri Seolung “Apa perlu ku antar?” tanya Chanyeol. Seolung dengan cepat menggeleng dan memberikan senyuman pada Chanyeol.

 

“Tidak perlu,aku berangkat dulu” Seolung langsung mengecup kening Chanyeol,sedikit berjinjit untuk melakukan hal itu karena tinggi badan Chanyeo,yang terlalu tinggi bagi Seolung.

 

“Annyeong” pamit Seolung yang keluar dari kamarnya. Dia berjalan keluar menuju sekolahnya denagn jalan kaki. Chanyeo masih belum sadar dari apa yang barusan terjadi. “Seolung menciumku? Tanpa aku yang menyuruhnya?” gumam Chanyeol dan sedetik kemudian dia meloncat kesenangan.

 

***

 

Kai tidak masuk sekolah,dia absen tanpa ada alasan yang jelas. Sehun dan Dio sekarang sedang mengintrogasi Seolung di ruangan pribadi mereka. Seolung di dudukan di sofa sedangkan Sehun dan Dio duduk di sofa yang ada di depan Seolung.

 

“Apa kai semalam datang ke tempatmu?” tebak Sehun yang menatap Seolung intens. “Hey kau jangan menatapnya seperti itu Sehun,dia akan takut” ujar Dio yang melihat Seolung menunduk ketakutan.

 

“Tidak apa-apa Dio,bagaimana kau tau jika Kai datang ke tempatku?” oh ternyata Seolung tidak ketakutan dia hanya menyembunyikan sesuatu yang baginya bahaya jika dilihat Sehun dan Dio. Kissmark.

 

“Mmm…kissmark mu itu Kai yang membuatnya kan? Tadi malam dia pasti datang menemuimu” tebakan Sehun memang selalu benar. Dia sudah melihat kissmark di bibir Seolung tadi saat di kelas. Dio menahan tawanya karena melihat kissmark Seolung. Seberapa kasarnya Kai semalam dengan Seolung? Pikir Dio yang membuat dia harus menahan tawa.

 

“Kau mau tertawa Dio?” Seolung melihat wajah Dio yang merah dan bahu yang bergetar “Eh tidak aku tidak mau tertawa. Sepertinya aku harus keluar,kalian berdua saja yang bicara. Aku keluar” pamit Dio yang keluar dari ruangan ini.

 

Setelah keluar dari ruangan itu Dio tertawa keras “Haha yang benar saja kai memberikan kissmark yang jelas haha menjijikan err” Dio bergisdik ngeri sendiri.

 

“Sekarang hanya ada kita berdua di sini,kau ceritalah padaku. Mungkin aku bisa mencari jalan keluar untuk kalian berdua” Sehun tersenyum pada Seolung. Sekarang wajahanya yang polos mulai terpasang,membuat Seolung tidak ragu untuk bercerita semuanya.

 

“Tadi malam Kai datang ke tempatku,dia melakukan hal yang tidak sewajarnya padaku. Tapi untunglah Chanyeol datang menolongku dan ternyata mereka berdua justru berkelahi di tempatku malam-malam” jelas Seolung. Sehun nampak berpikir,sepertinya aku pernah mendengar nama Chenyeol sebelumnya? Tapi dimana? Ah di club! Pikir Sehun.

 

“Chanyeol,siapamu? Tadi malam dia bertanya pada Kai di club dan tiba-tiba saja Kai memukulinya” mata Seolung membulat. “Jadi mereka sudah bertemu di club? Sebelum mereka datang ke tempatku?” pertanyaan Seolung dijawab dengan anggukan Sehun.

 

“Umm dia tunanganku”

 

“Apa?!! Bagiamana bisa? Kau sudah bertunangan dengan Chanyeol itu? Ya tuhan pantas saja Kai seperti itu semalam” Sehun menggeleng tidak percaya.

 

“Aku ke Seoul karena aku kabur,setelah lulus sekolah rencannya aku akan menikah dengan Chanyeol. Aku akan membalas semua uang yang dia berikan untuk membantu ekonomi keluarga selama ini denagn menjadi istrinya nanti.” penjelasan Seolung berhasil membuat Sehun bangga pada kekasih sahabatnya ini.

 

“Jadi kau akan meninggalkan Kai setelah ini? Kembali ke Incheon? Menikah bersama Chanyeol itu? Heh yang benar saja,apa kau tidak mencintai Kai? Dia sudah berbuah karena dirimu” tanya Sehun beruntun Sehun. Seolung sendiri bingung akan apa nanti yang harus dia lakukan. Melanjutkan pertungannya dengan Chanyeol yang merupakan mahasiswa yang dua bulan lagi akan lulus S1 perkantoran dengan harta keluarganya yang kaya raya. Atau melanjutkan hubungan dengan Kai,seorang siswa yang juga anak dari seorang konglomerat Seoul.

 

“Sehun maafkan aku,mungkin aku akan menyakiti dia”

 

“Jadi kau akan memilih pilihan yang itu?” Sehun sudah tau keputusan Seolung sekarang

 

Seolung mengangguk yakin “Ah aku akan melihat dia jadi bad boy lagi ck” Sehun mendesah

 

“Aku akan pindah nanti sore” ucap Seolung lirih

 

“Hah secepat itu?! Wyu Seolung kau ini angel atau devil huh? Datang seperti seorang angel dan pergi seperti seorang devil” Sehun menonyor kening Seolung. “ Sehun kau ini!” Seolung membalas perilaku Sehun,jadilah mereka berdua bercanda bersama.

 

“Apa yang kalian berdua lakukan?” Nara berdiri melihat pemandangan yang ada di depannya. Sehun dan Seolung yang  saling berbalas pukulan kecil. Seolung segera berdiri,dia menatap sinis pada Nara. Tatapan mata yang berkata ‘Tega sekali kau berkhianat pada Sehun?’.

 

“Nara,tadi kami berdua hanya bercanda saja dan kau datang” Sehun menjelaskan semuanya. Apa anak ini tidak tau siapa Nara sebenarnya? Pikir Nara.

 

“Aku pergi dulu” pamit Seolung saat dia melewati Nara. Bahunya sengaja menyenggol bahu Nara,cukup keras hingga Nara mundur beberapa langkah.

 

Setelah Seolung pergi,Nara mengambil temapt duduk di samping Sehun. Sehun hanya diam,kalian tau jika mereka pandai bersandiwara?.

 

“Kemarin gagal lagi bukan?” tanya Sehun,terlihat sekali ekspresi kekecewaan di wajah Nara. “Dia menolakku lagi dan kemarin Seolung mengetahui semuanya,aku benar-benar mencintai Kai! Oh Sehun bantu akuuu” rengek Nara. Gadis itu dengan lihainya memeluk tubuh Sehun,tidak ada penolakan dari Sehun.

 

Dan saat seperti inilah yang membuat Sehun semakin sakit hati. Park Nara,tunangannya yang dia cintai tapi lebih memilih mencintai Kai. Sehun bisa dengan mudahnya atau bahkan dengan bodohnya membiarkan Nara mengejar cinta kai bahkan memohon pada kai untuk dicintai. Asalkan itu bisa membuat Nara aku akan bahagia juga,itulah pandangan Sehun.

 

Oh Sehun memang buta dengan cinta seorang Nara dan Nara dengan teganya menyakiti ketulusan cinta Sehun

 

***

 

Sore hari yang teduh,Seolung berdiri di tepian sungai Han untuk menunggu Kai dan memandangi sungai Han yang indah di sore hari. Kali ini dia yang menunggu Kai,bukan Kai yang menunggu seorang  Wyu Seolung.

 

“Sudah menunggu lama?” tanya Kai yang sudah datang,dia berdiri di samping Seolung sekarang

 

“Tidak begitu lama,kau baru saja menghabiskan rokok berapa bungkus?” Seolung bisa menebak seorang Kai yang habis merokok walaupun dia tidak melihat wajah Kai

 

“Baru satu bungkus saja” Seolung tersenyum miris mendengar jawaban Kai. Bagaimana nanti jika dia meninggalkan Kai? Apa Kai akan merokok lebih dari satu bungkus setiap harinya. Seolung mantap wajah Kai,ada perasaan tidak rela dalam hati Seolung jika dia harus meninggalkan kekasihnya ini. “Aku tau jika aku ini mempesona haha” Kai menunjukan tawanya.

 

“Euung Kai aku ingin semuanya berakhir” ucapan Seolung dapat menghentikan tawa Kai. Kai melihat Seolung yang menatapnya dengan tegas tanpa ada niatan untuk bercanda. “Ku pikir kau sudah tau apa maksud dan alasanku mengambil keputusan seperti ini. aku benar-benar tidak pantas lagi untukmu”

 

“Iya kau tidak pantas untukku tapi pantas untuk Chanyeol” sambung Kai.

 

Seolung menggeleng,dia meraih satu tangan Kai “Tidak bukan seperti itu,aku mencintaimu tapi aku tidak bisa bersamamu, maafkan aku Kai” tidak terasa Seolung menangis sekarang.

 

Kai langsung menarik tubuh Seolung ke dalam pelukannya,entah apa yang mendorong Kai untuk ikut menangis bersama. Rasa sakit hati,rasa takut kehilangan dan rasa kekecewaanlah yang membuat keduanya menangis sekarang.

 

Biiip….

 

Bunyi klakson mobil Honda X-V1 membuat Seolung sadar jika dari tadi Chanyeol menunggunya di trotoar jalan. Dengan pelan Seolung melepas pelukan Kai “Aku harus pergi Kai,jaga dirimu baik-baik. Aku mencitaimu”

 

Dengan enggan Kai melepas pelukannya pada Seolung,dia menatap sendu Seolung “Ku mohon tetaplah di sini Seo” Seolung menggeleng. Meninggalkan Kai yang masih berdiri di tepi sungai Han,Kai menatap punggung Seolung yang semakin jau darinya.

 

“Arrrgh…!” teriak Kai keras.

 

End

 

Weh gimana sequelnya? Mengecewakan yah? Minggu ini lagi ngadat ide buat bikin ff juga lagi sibuk ngurusin ternak kalajengking bareng Chen. Sibuk ngurusin air yang tumpeh-tempeh juga bareng Suho. Sibuk ngurusin lampu mati di Pekalongan bareng baekhyun. Sibuk lagi service jam bareng tao,deelel. Yang terakhir itu alasan khayalan yang ga bakalan terjadi *salam edaners :p

Iklan

18 pemikiran pada “I Want To Dream With You

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s