Valsheid (Chapter 4)

Title: Valsheid ~Chapter  4~

Author: Niki Pinastika Fahira (cym121)

Genre: Action, Thriller, Friendship, a bit Romance

Rating: PG-18

Length: Chapter

Main Cast:

~ EXO

~ SNSD

Other Cast: temukan sendiri!

Twitter: @nikipfff

Disclaimers: Semua cast punya Tuhan dan orangtuanya masing-masing! *member EXO punya author juga XD*

 

WARNING!! A BIT EXOSHIDAE MOMENT IN HERE!!!

IF YOU DISLIKE THE CAST, PLEASE DON’T READ!!

 

Perhatian, tolong dibaca ya.

  1. Karena disini banyak bahasa asing yang diucapkan, author mohon maaf kalau ada yang ngga ngerti.
  2. Memang banyak bahasa yang digunakan tapi bahasa nasional *?* mereka sebenarnya hanya Korea. Jadi jangan khawatir. Bahasa asing selain korea ga bakal dimunculin terlalu banyak.
  3. Author sengaja menyamakan umur-umur mereka jadi 20 tahun (Int. A)  semua biar easy aja. Enak dibaca juga. Jadi, kalau misalnya ada yang gasuka, mianhae ne?

 

Happy Reading^.^

exo_hd2

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Beijing, China 11:00 PM

 

Ya! Oh Sehun, coba lihat kesana!” ucap Tao

“Apalagi?” tanya Sehun

“Aish~ lihat dulu!” Tao menengokkan kepala Sehun kearah yang ia maksud.

“Bukankah itu Kim Jongdae?” ujar Tao. Sehun tersenyum.

“Bagus kau Tao. Tunggu apalagi? Kajja!” ujar Sehun

 

Mereka bertiga mendekati gerombolan Chen, Seohyun, Xiumin dan Soonkyu.

“Mereka berempat” bisik Hyoyeon

“Lalu? Itu bukan masalah Hyoyeon” ucap Sehun

 

Ya! Jongdae! Kau lihat tiga orang yang mendekati kita?” tanya Xiumin seraya menunjuk ketiga orang yang sedang mendekati mereka. Ya, itu Sehun, Tao dan Hyoyeon.

“Lalu? Biarkan saja” ucap Chen seraya meneguk minuman kalengnya

Annyeonghaseyo” ujar Tao saat mereka bertiga telah berada di depan Chen dan kawan-kawan.

“Oh, hanguk? Annyeonghaseyo” ucap Seohyun, Xiumin dan Soonkyu.

“Apa ada yang bisa kami bantu?” tanya Seohyun

“Tentu, aggashi” ucap Sehun disertai smirk nya. Tanpa dikomando lagi, Hyoyeon dan Tao mengeluarkan Heckler & Koch USP mereka, masing-masing memiliki dua.

Ya! Jangan macam-macam pada kami. Apa mau kalian?” tanya Xiumin geram. Sehun menunjuk Chen dengan dagunya.

“Kalian menginginkanku? Hah, sudah kuduga” ujar Chen. Xiumin, Soonkyu dan Seohyun sudah siap dengan senjata mereka.

“Lakukan” ucap Sehun. Hyoyeon dan Tao memulai tembakan mereka. Tembakannya diarahkan pada Seohyun, Xiumin dan Soonkyu.

“Kita bertarung di tempat yang lain, Kim Jongdae-sshi” ucap Sehun. Chen mengangguk dan mereka menuju ke sebuah lapangan yang sangat luas.

 

“Kau tak ingin menembakku?” tanya Sehun

“Kau mau seperti itu?” tanya Chen. Kini FN Five-Seven telah berada di tangan Chen dan siap ditembakkan kearah Sehun. Tak ingin kalah, Sehun pun mengeluarkan senjata yang setipe dengan milik Chen.

“Hebat” ucap Chen. Sehun menembakkan pelurunya yang pertama tetapi Chen berhasil menghindar.

Pertarungan saling tembak menembak terus berlanjut dengan waktu yang cukup lama. Beberapa kali mereka harus mengisi ulang senjata mereka.

“Menyerahlah Kim Jongdae!!” seru Sehun

 

Sebuah peluru melesat dengan cepat dan tepat mengenai jantung Soonkyu.

“Soonkyu!!” seru Xiumin seraya menghampiri Soonkyu yang kini terduduk di tanah dengan berlumuran darah. Soonkyu tersenyum.

Mianhae….nan..pabo saram..” ucap Soonkyu putus-putus.

Ya! Minseok! Jangan pedulikan dia, bantu aku!!” seru Seohyun

Michyeosseo? Soonkyu terluka!” seru Xiumin

Shit!” umpat Seohyun. Seohyun menembakkan pelurunya pada Hyoyeon dan di saat yang sama Tao juga menembakkan pelurunya pada Xiumin yang masih mengurusi Soonkyu yang sudah tak sadarkan diri, ah tidak sudah tak bernyawa.

“Minseok!! Wiheom!!” seru Seohyun. Dengan saat yang bersamaan, baik Hyoyeon maupun Xiumin sudah tertembak. Seohyun berlari ke tempat Chen dan Sehun berada. Begitu pula dengan Tao. Sepanjang perjalanan, Seohyun dan Tao saling tembak-menembakkan pelurunya.

 

Ya! Kenapa kau kesini?” tanya Chen saat Seohyun tiba-tiba berada di dekatnya.

“Yang tersisa hanya kita sekarang” ujar Seohyun

“Jadi, Xiumin dan Soonkyu..” “Tentu” potong Seohyun

Aksi tembak-menembak berlangsung kembali. Tao berhadapan dengan Seohyun, sedangkan Sehun dengan Chen. Tao menatap tajam Seohyun dan memberikannya sebuah senyuman yang  tak bisa ditebak oleh Seohyun.

“Apa maksudnya?” gumam Seohyun.

Maksud dari tatapan tajam Tao pada Seohyun itu baru terbaca saat Tao memindahkan arah tembakannya pada Chen. Seohyun melihat Tao menembakkan pelurunya.

“Chen!!” Seohyun kini berada di depan Chen untuk melindungi lelaki itu. Alhasil, Seohyun terkena dua tembakan sekaligus, satu dari Sehun dan satu lagi dari Tao. Seohyun ambruk.

Ka!! Ka!! Chen ppaliwa ka!!” seru Seohyun. Chen mengangguk dan menuruti Seohyun. Tao berusaha mengejar Chen tapi ditahan oleh Sehun. Sehun menghampiri Seohyun.

“Kau melindungi lelaki itu” ucap Sehun seraya mengangkat dagu Seohyun agar melihatnya.

“Apa salah aku melindunginya?!” bentak Seohyun

“Salah besar, aggashi” Sehun meletakkan FN Five-Seven nya di pelipis Seohyun.

“Ini balasan untukmu karena kau telah menghalangiku” ujar Sehun. Bunyi tembakan terdengar sangat keras di telinga Sehun dan Tao.

“Wow, cool” ucap Tao ketika Sehun menembakkan pelurunya.

Kajja, kita sudah tidak berurusan dengan mayat ini” ujar Sehun

“Kita kejar Kim Jongdae” lanjut Sehun

 

07:00 AM

 

“Akh!” rintih seorang lelaki

Senpai, gwaenchana?” tanya seorang wanita yang sangat khawatir akan keadaan lelaki itu.

“Ah, nan gwaenchana Sooyoung-ah” jawab lelaki itu

Ni hao ma?” tanya seorang lelaki yang menghampiri Sooyoung dan lelaki yang disebut Sooyoung senpai itu. Luhan.

“Aku baik-baik saja, Luhan-sshi” jawabnya

“Suho-senpai, jangan banyak bergerak dahulu. Kau masih sakit” ujar Sooyoung yang masih khawatir.

“Sudah kau jangan khawatir padaku. Ohya, Kai dimana anak itu?” tanya Suho seraya tersenyum kearah Sooyoung.

Eo? Dia..dia…Kai..” “Dia sudah mati” Luhan memotong perkataan Sooyoung. Raut wajah Suho berubah seketika.

“Suho-sshi..mianhae” ucap Luhan

Anio. Untuk apa kau meminta maaf? Kau tidak salah. Tapi, kenapa..bukankah kalian berdua..ah sudahlah lupakan” ujar Suho

“Aku tak bisa membunuhnya” ujar Luhan

“Aku juga tak bisa, Suho-senpai” Suho dan Luhan menengok kearah Sooyoung dengan tatapan heran.

“Kenapa kalian sama-sama tak bisa membunuh satu sama lain?” tanya Suho. Baik Luhan maupun Sooyoung tak menjawab.

“Baiklah, itu bukan pertanyaan yang penting” ucap Suho

 

 

Shenzhen, China

 

Ya! Akh, pelan-pelan honey” ucap Baekhyun ketika Tiffany sedang mengolesi luka tembaknya dengan obat merah. Chanyeol berdeham keras.

“Ah, aku iri pada kalian. Honey honey honey” ucap Chanyeol seraya menirukan suara Baekhyun saat memanggil Tiffany honey.

“Ah, Ya!!” seru Baekhyun pada Chanyeol.

“Makanya cepat memiliki yeojachingu, Chanyeol” ujar Tiffany

“Mana ada yang mau dengan Chanyeol” ucap Baekhyun

Ya! Sialan kau Baekhyun”  gerutu Chanyeol

“Sst~ dia diam saja daritadi” ucap Baekhyun

“Paling Jung Sooyeon” bisik Chanyeol

“Hah, Ya! Apakah kau sudah tergila-gila pada Jessica Jung Sooyeon? Berhentilah memikirkannya! Seperti tidak ada wanita yang lebih cantik darinya saja” seru Tiffany. Orang yang ia ajak bicara tak kunjung membalas seruannya.

“Haish! Menyebalkan!” Tiffany melampiaskan kekesalannya dengan menekan keras kapas yang sudah diolesi obat merah di luka Baekhyun.

“Ah ya! Appo” rintih Baekhyun

“Eh? Mianhae” ucap Tiffany seraya membentuk huruf V dengan jari telunjuk dan tengahnya.

 

Ya! Kevin, bagaimana dengan luka di kakimu itu?” tanya Tiffany dengan nada sedikit khawatir. Kris hanya menggeleng.

“Biar kulihat” ujar Tiffany seraya melihat luka tembak di kaki kanan Kris.

“Sudah biarkan!!” bentak Kris dan itu membuat Tiffany terkejut.

Ya! Wu Fan! Dia hanya khawatir dengan lukamu, bodoh!!” seru Baekhyun tak terima atas perlakuan Kris pada Tiffany.

“Sudah, aku tak apa Baekhyun” ujar Tiffany

“Sekali lagi kau membentaknya kau takkan kuampuni Wu Fan!” ancam Baekhyun

 

 

1 month 20 days later

 

Daegu, South Korea

 

“Pesan apalagi? Target lagi? Bahkan kita belum membunuh Kim Jongdae” tanya seorang namja bertubuh tinggi. Tao.

“Bukan target. Coch sonsaengnim meminta kita untuk datang ke markas” jawab Sehun

“Untuk apa?” tanya Tao lagi. Sehun menggeleng.

 

Osaka, Japan

 

“Joonmyeon-senpai!” seru Sooyoung

“Haish! Kau memanggil nama asliku lagi? Waegeurae?” tanya Joonmyeon yang tak lain adalah Suho.

“Ehehe~ kita diminta untuk ke markas di Seoul” ucap Sooyoung

“Sekarang?” tanya Suho

“Bukan! Nanti kalau senpai sudah mati. Ya sekarang lah” ujar Sooyoung sebal.

“Tapi..Luhan kau bagaimana ditinggal disini?” tanya Suho. Ya, Luhan ikut bersama Suho dan Sooyoung ke Osaka beberapa minggu yang lalu.

“Ah, aku juga dipanggil ke Seoul” jawab Luhan

Keurae, kalau begitu kita berangkat bersama-sama” ucap Suho

 

 

Seoul, South Korea

 

“Ini bukan Wu Fan yang kukenal!” ucap Chanyeol

“Jessica Jung mengalihkan dunianya. Ck~ miris sekali. Padahal target Jessica Jung adalah dia sendiri” ucap Baekhyun

Ya! Kita diminta untuk ke markas” Tiffany tiba-tiba datang seraya menunjukkan pesan dari atasan mereka.

“Untuk apa?” tanya Chanyeol. Tiffany mengangkat bahunya dan melirik kearah Kris.

“Dia masih seperti itu?” tanya Tiffany ketus. Chanyeol dan Baekhyun mengangguk bersamaan.

“Kevin, stop thinking about her!” ujar Tiffany. Kris menoleh dan menatap Tiffany.

I’m not thinking about her” ucap Kris

Bullshit!” ucap Tiffany

“Sudahlah Fany” ucap Chanyeol

Hurry up, Kevin. Kita harus pergi ke markas” ujar Tiffany

 

 

Incheon, South Korea

 

“Lama tak bertemu, nona Jung” ucap seseorang seraya mendekati wanita yang dipanggilnya Jung itu yang sedang berlatih tembak. Wanita itu menghentikan aktivitasnya dan menoleh pada sumber suara.

“Oh, kau Chen” ucap wanita itu pada lelaki yang bernama Chen dan kembali menjalankan aktivitasnya.

“Taeyeon sudah mati?” tanya Chen dan sekali lagi lelaki itu berhasil membuat wanita itu menghentikan aktivitasnya lagi.

Ne” jawabnya. “Seohyun, Xiumin dan Soonkyu kemana?” tanya wanita itu

“Mereka mati juga” jawab Chen santai.

“Oh ya Jessica, kita dititah Jin sonsaengnim untuk berkumpul di markas. Hanya anehnya alamatnya berbeda dari yang sebelumnya” ujar Chen

Mwo?” Jessica menghampiri Chen dan menatap layar iPad yang sudah menampilkan pesan dari Jin sonsaengnim.

“Ayo, kita harus cepat kalau tak ingin dimarahinya” ucap Chen

 

 

Seoul, South Korea

 

“Jadi kau mau kemana Luhan?” tanya Suho saat mereka sudah tiba di Seoul.

“Ah, ini ke alamat ini” Luhan menunjukkan alamat yang ia tuju pada Suho yang sedang mengendarai Ferrari F430 yang diberikan atasannya saat ia di Beijing.

“Tunjukkan pada Sooyoung, aku sedang menyetir Luhan” ucap Suho

“Ah, du bu qi. Ini” Luhan memperlihatkannya pada Sooyoung.

“Oh!” seru Sooyoung

Wae?” tanya Suho pada Sooyoung.

Ani, hanya saja..alamatnya ini, bukankah ini markas kita?” ujar Sooyoung bingung

Mwo?” Suho pun ikut bingung. Apalagi Luhan, ia sama sekali tak menyangka kalau itu markas kedua orang yang sedang bersamanya saat ini.

 

Sesampainya di markas yang mereka tuju, Luhan mengeluarkan iPadnya. Begitu pula dengan Suho. Mereka lalu memasuki markas yang tersembunyi itu bersama-sama. Luhan mengikuti petunjuk arah yang tadi diberikan atasannya.

“Luhan, kau mau kemana?” tanya Sooyoung saat melihat Luhan berbelok tak searah dengannya dan Suho.

“Petunjuk disini menyuruhku untuk belok kesini. Mungkin kita berbeda” ucap Luhan

“Ah, baiklah” ucap Sooyoung.

 

“Kau terlambat 40 detik, Luhan” ucap atasannya saat Luhan baru saja memasuki sebuah ruangan yang sangat luas.

“Ah, dui bu qi” ucap Luhan. Luhan mengedarkan pandangannya dan ia melihat temannya dan tentu saja secret agent juga.

“Luhan!” seorang lelaki menghampiri Luhan dan memeluknya.

“Chen! Lama tak bertemu” ucap Luhan “Dimana teman sepermainanmu?” tanya Luhan kemudian.

“Mereka mati” jawab Chen

Hi Luhan” sapa seorang wanita yang kemudian menghampiri Luhan dan Chen.

“Ah, hi Jess” balas Luhan pada wanita yang tak lain adalah Jessica.

“Ah, maaf aku terlambat” seseorang masuk ke dalam ruangan itu.

“Xiumin?!” Luhan, Chen  dan Jessica terlihat sangat kaget.

“Kau terlambat 1 menit 20 detik, Xiumin” ucap atasannya itu.

“Kau masih hidup?” tanya Chen dengan kagetnya.

“Aku belum mati bodoh. Aku hanya tertembak saja dan saat aku bangun aku terkejut karena aku sudah ada di rumah sakit. Kupikir kau yang membawaku, ternyata bukan. Kau jahat sekali meninggalkanku di Beijing” jawab Xiumin panjang lebar.

“Eh, aku kan tak tahu. Seohyun bilang kau dan Soonkyu sudah mati. Yasudah, aku jadi beranggapan begitu juga” ujar Chen.

“Semua sudah terkumpul. Kita keluar dari sini, ada yang ingin aku tunjukkan pada kalian” ucap bos mereka yang tiada lain adalah Jin.

 

“Maaf kami terlambat” ucap Sooyoung dan Suho bersamaan

“Kim Joonmyeon!” seru dua orang lelaki seraya menghampiri Suho.

“Ah ya! Kalian jangan memanggil nama asliku, Baekhyun! Chanyeol!” protes Suho

“Tiffany!” Sooyoung menghampiri Tiffany dan mereka saling berpelukan.

How are you?” tanya Tiffany dengan bahasa Inggrisnya.

Fine. You?” ucap Sooyoung

Na do” jawab Tiffany lalu mereka tertawa bersama. Sooyoung menoleh kearah lain dan ia melihat seseorang yang ia kenal.

“Oh Sehun!” Sooyoung tersenyum dan senyuman itu dibalas oleh Sehun.

“Apa kabar?” tanya Sehun seraya menghampiri Sooyoung.

“Baik. Kau sendiri?” ucap Sooyoung. Sehun mengangguk.

Ya! Tao, kau sombong sekali” ucap Suho

“Ahahaha~ kau akhirnya melihatku juga” ucap Tao

“Hey, ada apa dengannya?” tanya Suho seraya menunjuk Kris dengan dagunya.

“Dia jatuh cinta pada targetnya, ya seperti itulah” jawab Chanyeol

“Semuanya ayo keluar, ada yang ingin kuperkenalkan” ucap atasan mereka yang tak lain adalah Coch.

 

Semuanya mengekor dibelakang Coch sonsaengnim. Begitu pula dengan kelompok yang diketuai oleh Jin sonsaengnim. Semuanya berjalan kearah yang sama. Akhirnya mereka bertemu di sebuah ruang tengah yang sangat luas. Coch dan Jin saling berpandangan dan tersenyum sinis.

 

Sonsaeng, bukankah itu musuhmu?!” tanya Xiumin sedikit heran

“Kenapa kita berada disini?” tanya Chanyeol

Dengan tak sengaja, pandangan Jessica dan Kris saling bertemu. Jessica shock seketika melihat Kris yang ternyata anak buah dari musuh atasannya.

“Hah! Jessica Jung” ujar Tiffany ketika melihat Kris dan Jessica yang saling berpandangan.

Tak hanya Kris dan Jessica, pandangan Luhan dan Sooyoung pun bertemu dan menatap heran satu sama lain. Disisi lain, memang Luhan sangat membenci musuh atasannya ini yang tak lain adalah Coch karena orang itu telah membunuh adiknya dan juga orangtuanya. Tapi, Luhan sama sekali tak berpikiran kalau Sooyoung adalah anak buah dari Coch. Ia bingung, apakah ia harus membencinya sekarang atau tetap menyukainya.

“Semuanya berikan salam” ucap Coch. Semuanya menundukkan badannya 90 derajat member hormat.

“Apa maksudnya ini?” tanya Chen

“Chen, Xiumin kau maju” ucap Jin sonsaengnim

“Apa?” tanya Chen kebingungan. Jin menarik lengan Chen dan memposisikannya di depan dirinya. Begitu pula dengan Coch. Ia menarik Sehun dan Tao ke depannya.

“Apa ini?” tanya Sehun. Coch menaruh FN Five-Seven di tangan Sehun dan Tao. Jin juga menaruh senjata yang setipe di tangan Chen.

“Mulai” ucap Jin. Kini sebuah kaca yang besar membatasi ruang antara Chen, Sehun dan Tao dengan kelompoknya masing-masing. Itu dilakukan agar orang selain Chen, Tao dan Sehun tak terkena peluru.

 

“Matilah kau Jongdae!” Sehun memulainya dengan menembakkan peluru kearah Chen. Tapi Chen berhasil menghindar dari pelurun itu. Tembak menembak terus terjadi. Jessica, Sooyoung dan Tiffany yaitu wanita yang melihat pertempuran itu hanya menatapnya dengan shock.

“Ah!!” seru ketiga wanita itu saat kedua orang diantara lelaki yang sedang saling tembak menembak itu tertembak.

“Tao!!” seru Sehun “Shit!!” umpat Sehun.

“Xiumin!!” seru Chen. Tak lama kemudian peluru mereka habis bersamaan dengan kaca besar itu diturunkan.

Jin, menarik lengan Jessica dan Luhan. Sedangkan Coch menarik lengan Kris, Tiffany dan Sooyoung dan Suho. Kedua lelaki paruh baya itu menempatkan jenis senjata yang sama seperti sebelumnya di tangan anak buahnya masing-masing kecuali Kris. Kini kacanya memang sengaja tak dinaikkan kembali oleh Jin dan Coch.

“Tembak target kalian” ucap Jin dan Coch bersamaan.

“Apa?!” seru Sooyoung kaget seraya menoleh pada Coch sonsaengnim-nya. Coch hanya memberikan sebuah senyuman sinis pada Sooyoung dan Sooyoung menolehkan kembali kepalanya dan ia melihat Luhan yang sudah mengarahkan senjatanya pada Sooyoung dan Suho yang sudah mengarahkan senjatanya pada Luhan kemudian. Dengan tangan gemetar dan tatapan nanar Sooyoung mengangkat tangannya dan mengarahkan senjatanya pada Luhan.

 

Tiffany yang pertama mengarahkan senjatanya pada Jessica dan setelah itu dengan gemetar Jessica mengarahkan senjatanya pada Kris. Kris hanya menatap Jessica dengan pasrah. Menerima kalau ia memang benar targetnya.

“Tembakkan!!” bentak Coch dan Jin ketika mereka sudah menunggu lama untuk apa yang mereka harapkan.

Ya! Kenapa kalian tak menembakkannya?” tanya Coch yang sudah kehilangan kesabaran. Sooyoung menurunkan lengannya dan bersamaan dengan itu suara tembakan terdengar dan ia menoleh ke sampingnya. Suho sudah terkapar dengan darahnya yang mengalir.

Senpai!!” seru Sooyoung seraya menghampiri Suho, begitupun dengan Luhan yang segera menghampiri Suho.

“Suho-sshi” ucap Luhan. Sooyoung menoleh pada Coch sonsaengnim-nya yang ternyata adalah orang yang menembak Suho.

“Lakukan apa yang kuperintah Sooyoung!!” seru Coch sonsaengnim.

 

“Tiffany cepat lakukan!!” seru Jin

If you dare, you will die” ancam Kris.

“Apa yang kau bicarakan Kris? Tiffany, cepat lakukan atau-“ “Atau apa?!” seru Tiffany memotong pembicaraan Jin sonsaengnim.

“Atau ini” Jin menarik Baekhyun dan meletakkan senjatanya di pelipis Baekhyun.

How dare are you” gumam Tiffany. Bibirnya sudah bergetar dan matanya sudah memerah menahan tangis. Tiffany menoleh pada Kris dan Kris hanya menunduk.

 

Keumanhae!!” seru Chen

“Kalian berdua tak bisa mempermainkan kami seperti ini!” seru Sehun

“Kami sudah tau apa yang kalian berdua mau” ucap Chanyeol

Mwoya?” tanya Coch dan Jin heran.

“Ini apa huh? Ini bukan rencana yang kalian buat?” Chanyeol memperlihatkan iPadnya yang menampilkan sebuah informasi tentang kedua pemimpin secret agent.

Shit!” Jin mendorong Baekhyun sampai terjatuh dan menghampiri Chanyeol lalu ia membanting iPad yang menampilkan informasi tersebut sampai rusak. Ia memukul Chanyeol tetapi Chanyeol sama sekali tak melakukan perlawanan.

“Chanyeol..” gumam Tiffany lirih

Chen dan Sehun berlari keluar dari ruangan itu dan menuju ruang komputer. Jin yang melihatnya memukul Chanyeol lebih keras sehingga membuat Chanyeol pingsan dan mengejar Chen dan Sehun. Ia tahu jika mereka berdua masuk ke ruangan itu mereka akan lebih tau informasinya lebih lengkap.

 

Tiga buah peluru berhasil ditembakkan oleh Coch dan mengenai kaki Sooyoung, Jessica dan Baekhyun. Setelah itu ia menyusul mengejar Chen dan Sehun untuk membantu Jin.

“Baekhyun!!” seru Tiffany seraya menghampiri Baekhyun dengan khawatir.

“Ah, eotteokke?” ucap Tiffany saat melihat luka Baekhyun.

Geokjeongmalyo, Fany-ah. Nan gwaenchana” ucap Baekhyun berusaha menenangkan Tiffany.

Pabo, bagaimana kau baik-baik saja? Kau terluka!” seru Tiffany khawatir.

 

“Sooyoung, gwaenchana?” Luhan mendekati Sooyoung yang sudah terduduk di lantai dan kakinya mengeluarkan darah.

“Biar kulihat” ucap Luhan.

“Ah!” rintih Sooyoung

Mianhae” ucap Luhan

 

Jessica menyentuh lukanya dan merintih. Ia tak sadar kalau Kris sudah berada di depannya.

Gwaenchana?” tanya Kris. Jessica mendongakkan kepalanya dan ia melihat Kris yang sudah berjongkok di depannya.

Gwaenchana. Hanya luka ringan” jawab Jessica

“Kau masih mau membunuhku? Bunuhlah sebelum aku berubah pikiran lagi” ucap Kris kemudian.

Huh? N…no. I can’t kill you, Kris” jawab Jessica gugup

Why?” tanya Kris seraya tersenyum.

I think..you know my alibi” ujar Jessica

You like me?” tebak Kris. Pipi Jessica bersemu merah dan mengangguk kecil.

Me too” ucap Kris

Huh?” Jessica menatap Kris bingung.

 

“Chanyeol! Ya! Chanyeol! Ireona!!” seru Tiffany. Chanyeol perlahan membuka matanya dan menatap Tiffany.

“Ada apa?” tanya Chanyeol

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Ada apa? Maksudku apa yang kau temukan tadi?” tanya Tiffany.

“Informasi tentang kedua orang itu” jawab Chanyeol seraya terbatuk-batuk.

“Apa? Ceritakan pada kami!” ucap Tiffany

 

“Sehun-sshi, kau hacker yang handal?” tanya Chen

“Aku bisa menghack tapi harus membaca buku panduannya. Eheheh~” jawab Sehun

“Aish~ jadi bagaimana ini? Passwordnya kan kita tidak…tunggu mungkin aku tau passwordnya” ujar Chen. Chen mengetikkan password komputer tersebut dan benar. Semua dokumen terbuka.

Good job!” puji Sehun

BRAK! Pintu ruang tersebut berhasil dibuka paksa. Kedua orang yang tak lain adalah pemimpin mereka menyodorkan senjatanya pada Chen dan Sehun.

“Kami tak akan membiarkan kalian tahu lebih banyak!” ujar Coch. Tanpa berlama-lama lagi Sehun mengeluarkan FN Five-Seven miliknya dan menembakkannya pada Coch.

“Sial!” seru Jin. Jin segera menembakkan pelurunya kearah Sehun. Tetapi tiba-tiba Chen muncul dihadapan Sehun dengan membawa sebuah kaca berukuran sedang dan menempatkannya di depannya dan itu membuat peluru tersebut memantul.

“Pintar” gumam Jin. Baru saja Jin akan menembakkan pelurunya lagi sebuah tembakan terdengar sangat keras dan mengenainya. Peluru itu berasal dari seorang lelaki bertubuh tinggi. Chanyeol.

 

“Jadi bagaimana?” tanya Tiffany

“Mereka berdua itu bersahabat. Mereka mendirikan organisasi rahasia ini secara bersama-sama dan mereka mengumpulkan anggota secret agent berdasarkan orang yang pernah mereka hianati. Jadi Jin mengambil orang yang dihianati Coch dan begitu pula sebaliknya. Setelah terkumpul, mereka membuat secret agentnya itu saling bunuh-membunuh. Setiap 6 tahun sekali, mereka mempertemukan secret agentnya masing-masing seperti sekarang ini dan setelah itu jika secret agentnya tersebut tak bisa membunuh targetnya maka secret agentnya itu mereka bunuh. Setelah semuanya mati mereka akan mencari yang baru lagi untuk dijadikan boneka mereka. Informasi disini menyatakan kalau mereka berdua memang sedikit tidak waras alias gangguan jiwa. Mereka adalah korban dari peperangan antara Korea Selatan dan Utara serta korban perang antara China dan Nepal. Mr. Coch adalah orang Nepal sedangkan Mr. Jin adalah orang Korea Utara. Mereka benar-benar pintar memilih secret agent. Memilih orang yang dijadikan secret agent dan orang yang dipilih itu adalah warga negara dari negara yang paling mereka benci” jelas Chanyeol panjang lebar

“Tapi apa maksudnya dikhianati?” tanya Jessica bingung

“Mereka sengaja mengkhianati setiap orang yang berada di dekat target mereka yang akan dijadikan secret agent. Aku beri contoh diriku sendiri, Mr. Coch tadinya berpura-pura menjadi bawahan ayahku di kantor. Tetapi beberapa lam kemudian, Mr. Coch datang ke rumahku dan membunuh ayah dan ibuku serta adikku. Lalu ia pergi begitu saja” jawab Luhan

“Oh, aku mengerti sekarang” ujar Tiffany dan Baekhyun bersamaan.

“Orangtua dan adikmu dibunuh olehnya?” tanya Sooyoung hati-hati. Luhan mengangguk lemah.

“Tapi, bagaimana bisa mereka memasuki Korea Selatan ini?” tanya Jessica

“Imigran gelap” jawab Sehun “Mereka pernah ketahuan oleh pemerintah Korea Selatan dan dipenjara. Tapi mereka berhasil kabur dari penjara dan beginilah” lanjut Sehun

“Eh, mereka manusia atau bukan sih?” ujar Baekhyun

 

“Luhan!” seru Sooyoung. Luhan baru menyadari kalau Sooyoung tidak disampingnya lagi. Ia menoleh kearah suara Sooyoung dan ia mendapatkan Sooyoung yang sedang membantu Suho bangkit.

“Suho-sshi, kau baik-baik saja?” tanya Luhan. Suho mengangguk seraya memegang luka tembaknya yang berada di dada.

“Tao!” seru Sehun ketika melihat Tao yang masih bergerak.

“Sebaiknya kita bawa Suho dan Tao ke rumah sakit lalu kita laporkan semua ini ke pihak berwenang” ucap Kris.

“Uwoo~ Kris is back! Wassup Kris!” ucap Chanyeol seraya merangkul Kris. Kris hanya tersenyum.

 

1 year later…

 

“Waaaa!! I really miss you all!!” seru Tiffany ketika memasuki sebuah halaman belakang yang tengah dikunjungi beberapa orang teman lamanya.

“Hwang Miyoung!” seru seorang perempuan bertubuh jangkung pemilik halaman belakang serta rumah tersebut.

Ya! Sekali lagi kau menyebut Miyoung kau akan mati Sooyoung” ujar Tiffany.

“Ahaha, baiklah. How’s life, Fany?” tanya Sooyoung

“Yea~ you know lah. I’m very very fine. Haha” jawab Tiffany

 

Sooyoung mengajak Tiffany untuk bergabung dengan yang lainnya. Ya, yang lainnya adalah Kris, Suho, Luhan, Chanyeol, Baekhyun, Jessica, dan Sehun. Tiffany berdeham.

So, how’s life?” tanya Tiffany pada semuanya. Tak ada yang menjawab, Sooyoung pun ikut kebingungan mengapa ketika Tiffany datang mereka semua mendadak diam.

Ya! You’re looking for die huh?!” Tiffany mulai kesal.

Ok, I’ll go! You all underestimate me!” ucap Tiffany kemudian

“Hwang Miyoung, nan jeongmal bogoshippeoyo” ucap lelaki bersuara merdu. Tiffany membalikkan badannya dan menatap lelaki itu dengan mata yang sudah berair.

“Huwaaa!! Kalian jahat!!” Tiffany berlari menghampiri lelaki itu dan memeluknya.

“Kau jahat sekali Baekhyun” gerutu Tiffany

“Ahaha, maafkan kami” ucap yang lainnya.

 

“Ya! Bau apa ini?” tanya Suho

Omo!! Daging asapku!!!” seru Sooyoung seraya berlari menghampiri daging asapnya. Luhan bangkit dan berlari mengejar Sooyoung. Mungkin ia ingin membantu Sooyoung.

Oh my god! Rasanya dia tak berubah dari dulu” ucap Tiffany. Tiffany berdeham.

So, K.Li..” ucap Tiffany. K.Li yang tak lain adalah Kris menoleh pada Tiffany.

How can you be quiet?” tanya Tiffany

Me? Oh no” jawab Kris singkat

Bullshit! What’s wrong?” ujar Tiffany

Nothing. I’m fine, Fany. Don’t say what I say is a bullshit” ucap Kris

Ya! Ya! Ya! Hentikan! Aku tak mengerti kalian mengatakan apa” ucap Suho

“Ah, untung saja daging asapnya selamat” Sooyoung dan Luhan datang bersama beberapa piring berisi daging asap. Semua orang langsung menyerbu daging asapnya ketika piring-piring itu sudah ditaruh di depan mereka. Disela mereka memakan daging asap, Tiffany berdeham sekali lagi.

So, bagaimana kau dengan Jessica Jung, Kris?” tanya Tiffany. Kris hampir tersedak mendengar pertanyaan Tiffany.

“Apa maksudmu?” tanya Kris

“Aku hanya bertanya, apa aku salah?” ujar Tiffany seraya melirik pada Jessica dengan tatapan ‘apa-aku-salah-?’

“Tak ada hubungan apapun antara aku dengan dia. Jadi berhentilah bertanya!” jawab Kris ketus.

 

Tiffany menatap Jessica dengan heran, tapi Jessica mengabaikan Tiffany lalu kembali menyuapi daging asapnya.

“Kau jangan bertanya seperti itu padanya” bisik Chanyeol

“Ah, wae?” tanya Tiffany dengan berbisik pula

Na do molla, dia tak mau mengatakan alasannya padaku” bisik Chanyeol

“Ah, dimana Tao dan Chen?” tanya Tiffany

“Mereka kembali ke China, katanya ingin meneruskan hidup disana saja” jawab Luhan

“Sehunnie, kau belum menyentuh daging asapnya?” tanya Luhan kemudian

“Aku menunggumu  duduk disampingku” jawab Sehun

Luhan tertawa “Kau ini, baiklah aku akan duduk di sampingmu” Luhan menghampiri Sehun dan duduk di sebelahnya.

“Entah perasaanku atau memang Luhan dan Sehun itu mirip?” kata Baekhyun

“Mereka jodoh” ucap Chanyeol

“Mereka sesama jenis Chanyeol” ucap Suho

“Ah iya aku lupa” Chanyeol tertawa kecil “Maaf Sooyoung” ujar Chanyeol kemudian.

“Heh? Kenapa meminta maaf padaku?” tanya Sooyoung heran

“Kau kan menyu..” “Itu masa lalu! Bisakah kau tak mengungkitnya!” potong Sooyoung

“Kau yakin?” tanya Suho dengan tatapan evilnya

Ya! Joonmyeon kau menyebalkan!!” seru Sooyoung

“Kemana embel-embel senpai nya?” tanya Baekhyun

“Ngilang ditelen sama Chanyeol” jawab Sooyoung

“Jadi disini tak ada pasangan lagi selain aku dan Tiffany? Oh, ayolah!” ucap Baekhyun

 

Tiffany tiba-tiba mengeluarkan sebuah FN Five-Seven seraya memasang tatapan sinis dan juga dingin.

“A-apa yang kau lakukan Fany?” tanya Chanyeol tekejut. Begitu pula dengan yang lainnya sama terkejut seperti Chanyeol.

Tiffany mengeluarkan eye-smilenyaJust kidding” lalu ia tertawa

Ya!! Tiffany Hwang!” seru Sooyoung, Suho, Chanyeol, Baekhyun dan Kris.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

-The End-

Iklan

8 pemikiran pada “Valsheid (Chapter 4)

  1. Keren keren kereeennn bangettt.. (y) setelah sekian lama nungguin akhirnya baca jugaaa hahah, endingnya top deh 😉 seruuu walau udh beberapa yg mati *termasuk Kai (˘̩̩⌣˘̩ƪ)* eh tp napa ga dilanjutin thor, kisah cinta LuhanSooyoung sm JessicaKris -___- sequel dehh (•̯͡.•̯͡)

  2. gak sia-sia aku nungguin ff ini lamaaaa banget
    hah, aku lega my lulu masih hidup
    walaupun, kai mati T,T *adek aku nangis beneran, thor*

    thor, kok luhan sm sooyoung gak jadian? kris sm jessica juga?
    ada hunhan couple juga pula

    squel dong, thor hehehe

  3. Akhirnya tamat juga! *lap keringet* jujur aja deh thor! Aku suka banget FFnya ^^ aku kira Fany eonnie udah nikah sama Baekkie -___- eh SooYoung eonnie temenan sama Tiffany ya? *loncat-loncat gaje* jadi Chanyeol sama SooYoung nih? Cieee…
    Thor minta sequelnya dong!!!! *maksa*

  4. Bagus thor,jadi cuma baekfany yg hubungannya jelas,sedangkan krisica dan luyeong ngegantung.ditunggu karya selanjutnya y thor,klo boleh minta castnya exofany

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s