100 Ducks (Chapter 10)

Tittle    : 100 Ducks

Part  10  :  “I Think…”

Lenght : Chaptered

Rating                                    : T

Genre : School, Comedy and Romance

Author : deeFA (Dedek Faradilla)

Twitter : @JiRa_deeFA

Main Cast : D.O EXO-K (Do Kyung Soo)

                   Song Hye Ji (You)

                   Kris EXO-M (Kris Wu)

                   Yoona SNSD

 

(Di part ini cinta-cintaan ya. hehe Kalau gak suka ataupun punya pendapat lain tolong di sampaikan ya. Maaf juga kayaknya part ini kepanjangan. ^^ Mohon komentar dan sarannya *bow* ^^)

 part 10 (1)

PART  10

‘I Think…’

==================================================================

            “Hyeji!. Hyeji!. YA! SONG HYE JI!!” D.O terus berteriak di depan rumah Hyeji.

“Ya!! Hyeji!. Keluar!.”

“Aish……”

 

@Stasiun Kereta

            “Hati-hati ya!. Jaga rumah. Jangan tidur sendirian. Tidur di rumah nenek Jin. Atau panggil teman-temanmu untuk tidur di rumah. Atau ke rumah Kyung Soo saja, nanti biar ibu yang menelpon ibunya.” Kata ibu Hyeji sambil terus memegang tangan putrinya itu.

“Eomma…, Gwaenchana.” Balas Hyeji dengan tatapan meyakinkan.

Baru saja ibunya mendapatkan telepon, kalau nenek Hyeji jatuh pingsan saat ingin ke kamar mandi.

“Ani, anio. Ingat kamu tidak boleh sendiri di rumah.” Sambung ayahnya.

“Jangan lupa makan ya.” Kata ibunya sambil memeluk Hyeji erat.

“Nuna, misi harus tetap berjalan. Hanya beberapa hari lagi.” Jung Hwa berkata dengan penuh cemas.

Pintu keretapun telah terbuka, orang tua dan adiknya memeluknya dengan begitu erat. Seperti tidak rela meninggalkannya, walaupun hanya beberapa hari.

“Katakan pada nenek aku merindukannya. Dan bilang aku selalu berdoa untuknya. Semoga nenek cepat sembuh ya. Hmm…satu lagi, bilang, aku akan segera menjenguknya juga.” Kata Hyeji yang seperti ingin menangis.

***

@Hyeji’s House

            Sudah hampir satu jam lebih D.O memencet bel dan menggedor-gedor pintu, tapi tidak ada satupun yang menjawab.

“Ayo angkat…” Gumam D.O pada handphonenya.

Saat menoleh ke samping kiri, sosok Hyeji yang mulai mendekat terlihat olehnya membuatnya gemas.

“Aish…, itu dia!.”

D.O langsung memasang langkah besar untuk mendekatinya.

“YA!!. MASALAH KAMU SAMA AKU APA?. GAK USAH SANDIWARA!.” D.O membentak Hyeji sampai beberapa tetangga Hyeji keluar.

Hyeji tidak menjawab ia malah menatap majikannya itu dalam-dalam, lalu memeluknya erat. Mata D.O hanya dapat terbelalak sangking terkejutnya. Dalam frekuensi yang kecil terdengar olehnya Hyeji terisak, ia lalu membalas memeluknya.

“Bego!. Aku mana bisa sandiwara. Aku kan bukan dari klub teater.” Kata Hyeji yang terus memeluk majikannya.

“Nenekku jatuh pingsan. Ibu, Ayah dan Jung Hwa pergi menjenguk selama beberapa hari. Aku gak bisa ikut.” Keluhnya lagi.

“Kenapa?, gak cukup ongkos ya?.” Tanya D.O serius.

Mendengar pertanyaan bodoh dari D.O, Hyeji langsung melepaskan pelukannya, sambil menatap D.O gemas.

“Ya!. Aku harus jaga rumah tau!.”

“Rumahmu kan gak ada barang yang berharga. Jadi, untuk apa di jaga!.” Kata D.O dengan wajah soknya.

“Heh!. Kalau kesini untuk cari gara-gara, pulang sana!. Aku sedang gak mood berantem nih!.” Marah Hyeji yang sudah siap ingin melayangkan sebuah tinju ke muka D.O.

“Hahahaha!. Liat, gemana diri kamu. Gak pernah mandi, gaya acak-acakan, suka marah-marah lagi. Mustahil bule itu mau sama kamu.” D.O membalas dengan mengejeknya.

“Gila!”

Karena kesal, Hyeji masuk kerumahnya dengan membanting keras pagar rumahnya. Hyeji marah, D.O malah tersenyum lega.

“Akhirnya gak nangis lagi.” Gumamnya.

D.O berbalik arah untuk pulang, disampingnya melintas sebuah motor sport berwarna hitam. Ia merasa seperti mengenal postur tubuh itu, ia berhenti dan berbalik. Motor tersebut parkir tepat di depan rumah Hyeji.

“Jangan menatapku seperti itu.” Kata Kris yang tersenyum sambil membuka helmnya.

“Dia tidak ada dirumah. Jadi kau pulang saja.” Singkat D.O yang lalu pergi dari hadapannya.

Kris melipat kedua tangannya dan bersandar di samping motornya.

“Hmm… Taruhan?. 60 hari?.” Pernyataan yang keluar dari mulut Kris membuat langkah D.O terhenti.

“Terkejut?.” Kata Kris sambil tersenyum menyeringai.

“Sepertinya menyenangkan berada di anatara permainanmu dengannya. Hmm…, akan lebih menyenangkan lagi kalau Yoona tahu. Tapi, sebagai laki-laki aku akan terus menjaga rahasia ini.” Sambungnya lagi.

“Ada yang ingin kau sampaikan?.” Tanya Kris.

Tidak tahan, lalu D.O berbalik. Melihat D.O yang berbalik, Kris bangkit dan berdiri tegak.

“60 hari?. Mau kalian taruhan 1000 tahun pun, hasilnya tidak akan berubah. Kau akan tetap kalah.”

Perlahan langkah Kris mendekat ke arah D.O.

“Tanpa dia melakukan apapun, kau sudah kalah. Bahkan sebelum kau memulai taruhan ini.”

Suasana tiba-tiba hening sejenak. Kris menatap bola mata D.O dengan tajam dan berkata, “Aku mencintainya.”

“Jangankan untuk dekat dengannya, bahkan tidak satu orangpun yang berhak menghirup udara yang sama dengannya, kecuali aku.” Tambahnya.

D.O tidak menjawab sepatah katapun.

Tepat di depan wajah D.O, Kris mengeja kata L-O-S-E-R. Senyumanya yang menunjukkan keangkuhan itu membuat D.O jengkel.

Kuping dan wajah D.O sudah mulai memerah. Perlahan ia membalikkan badannya dan berjalan untuk pulang. Langkah kakinya makin cepat, ia terlihat berlari kencang.

Ternyata ia berlari ke arah rumah Yoona. Ia memecet bel berkali-kali, ia meloncat-loncat untuk melihat ke dalam rumah. Karena tidak ada yang membuka, ia pergi dan mencari di tempat lain.

***

@Halte Bus

            Yoona tertidur di halte bus, padahal bus yang ia ingin tumpangi akan segera datang.

“Agassi… agassi…” Seorang wanita paruh baya berusaha membangunkan Yoona, karena bus telah tiba. Beberapa kali di bangunkan, ia tetap tidak terjaga karena takut ketinggalan wanita tadi langsung masuk.

Selang 15 detik kemudian ia terjaga.

“Aish…” Gumamnya saat melihat jam. Ia berusaha mengejar bus, namun sia-sia.

Ia berjalan dan memutuskan untuk mencari taksi.

Tiba-tiba dari belakang ada yang menarik tangan kanannya dengan kencang.

“Kyung Soo?.” Gumam Yoona terkejut melihat D.O yang ngso-ngosan

“Saranghae. Neoreul saranghae. Gak!. Bukan sebagai adik!. Sebagai laki-laki terhadap wanita.” D.O berkata.

“Jangan tersenyum!. Kata-kata itu sulit aku sampaikan. Ini bukan candaan.” Kata D.O seperti orang yang linglung.

Namun Yoona malah tersenyum makin lebar.

“Iya. Aku anggap bercanda.” Sesaat setelah itu raut wajahnya berubah menjadi serius.

“Siapapun lak-laki yang berkata cinta padaku, maka akan aku anggap mereka hanya bercanda. Karena jantung itu hanya ada empat ruang. Pertama untuk keluargaku, kedua diriku, ketiga teman-temanku, dan keempat untuk satu orang laki-laki yang aku cintai. Dan kau hanya akan berada pada ruang ketiga.” Yoona menjawab pernyataan D.O.

“Tidak akan pernah berpindah.” Sambungnya dengan mata yang sendu.

Sontak D.O melepaskan tangannya. Dan Yoona masuk ke dalam taksi, dan berlalu dari hadapannya.

Wajah D.O malah tersenyum kecil, ia seperti sedang menahan sesuatu dalam dirinya.

***

@D.O’s House

Waktu menunjukkan pukul delapan malam saat D.O tiba di rumah. Ia memasukkan password di gerbang rumahnya. Bukannya malah masuk ke dalam rumah, ia malah kebelakang menuju tempat kecil dan sempit tempat ibunya menaruh benda-benda yang tidak butuhkan lagi.

Tanpa menghidupkan lampunya, ia langsung terduduk lemas di balik pintu. Tanpa terasa air matanya jatuh, saat itu juga ia menangis sambil terisak-isak. Ia membekap mulutnya dengan kepalan tangannya agar tidak bersuara. Ia menangis sampai kedua tangannya gemetaran.

“Aku jamin 1000 persen, kamu gak akan bisa dapat si Yoona itu. Dia sukanya sama laki-laki seperti Kris.” Perkataan Hyeji dulu terlintas di pikirannnya.

“Kau hanya akan berada pada ruang ketiga. Tidak akan pernah berpindah.”

 

“Kalau aku pake baju perempuan, jangankan Kris, kamu pasti juga akan jatuh cinta sama aku.”

“Aku mencintainya. Jangankan untuk dekat dengannya, bahkan tidak satu orangpun yang berhak menghirup udara yang sama dengannya, kecuali aku.”

Ia semakin terisak saat harus mengingat bagian, dimana Kris mengatakan bahwa ia mencintai Hyeji. Seluruh sistem di tubuhnya menolak kenyataan itu.

***

Walaupun matahari telah naik dan bersinar terang, Hyeji masih saja berada di balik selimut.

“Hyeji bangun. Bangun.” Kata nenek Jin yang berusaha membangunkannya.

Namun, Hyeji terus bersembunyi di dalam selimut.

“Aaaaaaa…heuk..heuk….” Hyeji menangis di balik selimut. Dengan terpaksa ia bangun, dan balik kerumahnya untuk siap-siap berangkat sekolah.

Karena tidak diijinkan tidur sendirian di rumah, Hyeji tidur di rumah nenek Jin. Nenek Jin adalah orang yang sangat baik. Dirumahnya ia tinggal dengan anaknya yang bungsu berumur 20 tahun dan juga dengan 23 ekor kucingnya. Sebelum makan malam, ia diminta bantu oleh nenek Jin untuk member makan ke-23 ekor kucingnya.

Dan semalam, ia tidak bias tidur karena drama yang di mainkan Song Jong Ki malam itu episode terakhir. Suara tangisan dari nenek Jin dan anaknya sangat kencang. Tidak sampai di situ, sampai tidurpun mereka masih membahas tentang drama itu. Apalagi di tambah, sepanjang malam nenek Jin dan anaknya menghidupkan lagu baru Justin Bieber dari Hp anaknya.

Setelah selesai memakai baju, ia mengambil sepedanya.

“Dasar nenek gaul.” Katanya di depan rumah nenek Jin sambil tertawa menggeleng-gelengkan kepala.

Seperti biasa tugasnya menjemput D.O.

 

@D.O’s House

Saat tiba di depan rumah D.O, tak ada sosoknya yang berdiri menunggunya. Hyeji mengeluarkan hpnya dari dalam saku berusaha menelpon D.O, namun tak ada jawaban. Ia memutuskan untuk masuk kedalam.

“D.O nya mana?” Tanya Hyeji saat melihat ibunya D.O tengah menyiram tanaman.

“Hyeji…, D.O nya sudah berangkat sekalian dengan daddynya. Dia tidak bilang?.”

“Oh…, ada sih. Cuma aku lupa.” Hyeji berbohong dengan ekspresi datar.

“Gamsahamnida, aku pergi dulu ya.” Ia membungkuk hormat.

***

Dari mulai tadi di sekolah D.O tidak mau bicara dengan Hyeji. Hyeji mengikutinya kemanapun dia pergi. Ia tidak merasa punya salah dengannya.

 

Sepulang Sekolah…

            Hyeji buru-buru mengambil sepedanya di parkiran. Ia ingin mengejar D.O.

“Kamu di jemput?.” Tanya Hyeji di depan D.O di depan gerbang sekolah.

D.O tidak menjawab, ia berkutat dengan hpnya. Wajahnya seperti anak TK yang sedang ngambek gak di bolehin makan coklat.

“Kalau mau pergi sendiri, kasih tau aku dulu. Aku capek tau gak, bangun pagi-pagi untuk jemput kamu.”

Tiiit…sebuah mobil terparkir di depan Hyeji dan D.O.

“Sudah pulang sekolah?.” Tanya Kris membuka kaca mobilnya.

Saat Hyeji ingin berbicara langsung dipotong oleh Kris yang telah keluar dari mobilnya, “Sepertinya sepedamu bisa dilipat ya…”

“Iya, memang.” Jawab Hyeji memandang Kris aneh.

“Hmmm, Kaja!!” Kata Kris menarik tangan kiri Hyeji masuk ke dalam mobilnya.

Tiba-tiba tangan D.O menarik tangan kanan Hyeji. Hyeji menoleh dengan terkejut..

“Cepat antar aku pulang. Laper nih!.” Kata D.O tanpa menatap wajah Hyeji.

Kris menatap wajah Hyeji dengan memelas.

“Mianhae, kalau dia lapar, bisa seperti gajah lagi nagamuk.” Kata Hyeji yang hatinya bimbang melepaskan tangan Kris. Mendengar Hyeji berkata demikian, dengan santai D.O melepaskan tangannya.

“Kaja…” Kata Hyeji yang sudah siap mengayuh sepedanya.

D.O lalu duduk dibelakang Hyeji. Sepanjang jalan, ia senyam-senyum sendiri. Kupingnya sudah sangat merah.

“Ya!, kenapa gak ambil kesempatan tadi?.” Tanya D.O sok cool.

“Aku cuma takut, kalau kamu lapar nanti bisa makan orang. Trus kalau aku gak antar, bisa-bisa gaji aku kamu potong. Uang kan lebih penting dari si Bule.”

Setelah babunya berkata demikian, ia malah membekap mulutnya menahan tawa. Entah apa yang membuatnya senang.

“Kita ke Mall sekarang.” Perintahnya.

“Kenapa gak bilang dari tadi!. Jauh banget mutarnya!.”

D.O hanya pura-pura tidak mendengar, terpaksa Hyeji harus mengikuti perintahnya.

***

@Geumpo Mall

            “Wuah…” Hyeji berdecak kagum. Ini pertama kalinya ia datang ke mall ini. Ini lebih dari mall, ini pusat perbelanjaan termewah yang ada di Seoul.

Mereka berkeliling. Hyeji tidak tahu apa yang sedang dicari majikannya itu. Namun Hyeji terhenti pada suatu mannequin perempuan yang memakai baju dress putih selutut yang berlengan tanggung.

“Cantiknya…” Kagumnya sambil memegang bajunya.

D.O lalu menoleh kebelakang, ia melihat Hyeji yang malah berdiri tidak mengikutinya.

“Kenapa?.” D.O menghampiri.

Lalu Hyeji melihat harga baju tersebut, matanya terbelalak. Tulisannya menunjukkan  125.000 won (Sekitar Rp.1.2500.000).

“Jangan mimpi bisa beli ini. Cepat!” Teriak D.O di kupingnya.

Setelah mereka makan di salah satu food court, ya..walaupun hanya D.O yang makan dan Hyeji hanya melihat saja.

“Aku hanya minta diantar kan?.” Kata D.O.

Lalu Hyeji mengangguk.

“Aku pulang dengan supirku. Sudahlah kamu balik aja. Tempat ini gak cocok buat kamu.”

“Cuiiih, Siapa juga yang sudi!.” Hyeji memasang muka kesal.

“Bye…Bye…” D.O melambaikan tangan mengejek.

D.O langsung pindah dari tempat itu. Ia tertawa kecil melihat Hyeji yang sedang turun dengan eskalator. Ia berjalan menuju sebuah box atm, ia memasukkan cardnya, lalu memasukkan pinnya.

“Ah…cukup.” Gumamnya saat melihat jumlah uang yang berada di kartunya.

Ia segera menuju tempat dimana Hyeji berhenti tadi.

***

Wooyoung, G.O dan Eunhyuk heran mengapa Hyeji tiba-tiba minta mereka berkumpul di rumah Wooyoung.

“Palingan dia mau cari makan.” Kata G.O.

Tiba-tiba pintu kamar Wooyoung terbuka. Wajah Hyeji bagaikan banteng yang melihat warna merah. Wooyoung, G.O dan Eunhyuk takut melihatnya, mereka saling berpelukan.

“YA!!!.” Hyeji memegang kerah baju Wooyoung dengan dua tangannya.

“Kamu enakkan makan sendiri. Kamu kira kamu aja yang lapar?. Aku juga punya perut yang harus di kasi makan!. Binatang aja tahu saling berbagi…” Hyeji terus melampiaskan kemarahannya pada Wooyoung. Semenatar Eunhyuk dan G.O turun ke bawah untuk mengambil beberapa makanan.

“Kurang ajar!. Kamu kira aku anak tiri kamu?. Yang bisa kamu siksa?. Heh!, jangan sok gaya deh. Jangan mentang-mentang kamu bayar aku tiap bulan, terus aku ngikutin semua kata-kata kamu. Kamu kira aku setan?, gak lapar?.”

“Ini makan dulu.”

“APA???!!” Hyeji menatap G.O yang memberikannya beberapa makanan dari kulkas Wooyoung. Tanpa peduli apapun ia langsung melahap semuanya.

“Ada apa sih?.” Tanya Eunhyuk di tengah Hyeji meneguk sekotak susu.

“Siapa coba?, saingannya dalam mendapatkan pacar.” Ledek G.O.

Mereka semua tertawa, karena tahu siapa orangnya. Hyeji menatap mereka dengan kesal. Lalu berdiri di hadapan mereka bertiga dengan melipatkan tangannya.

“Besok aku ulang tahun. Kalian mau kasih apa?.” Tanya Hyeji sangar.

Wooyoung, G.O dan Eunhyuk menatapnya aneh.

“Yaaa… mana tahu kalian mau kasih barang yang gak aku suka.” Sambungnya lagi.

“Ngomong-ngomong ulang tahun, besok ulang tahun Yoona juga. Pasti tuh si anak mami uda siapin kado istimewa.” Kata G.O menaikkan alis.

“Kamu gemana?. Mau nge-date sama Kris?.” Kata mereka berbarengan sambil menganggak alis.

***

Bus yang ditumpangi Yoona telah berhenti, ia turun dan berjalan kaki untuk sampai ke kampusnya yang sudah di depan mata. Ia masuk kuliah siang hari ini.

“Yoona….” Panggil seorang laki-laki dari belakang.

Yoona menoleh dan tersenyum, lalu melambaikan tangannya ke arah Kris.

“Kok bisa sih langsung tau aku?.” Tanya Yoona.

“Habisnya cewek kurus yang cantikkan cuma kamu.”

Mendengar pernyataan itu, Yoona malah tertawa.

“Kamu bisa gak bilang itu ke Hyeji?. Gaya selangit. Di depan Hyeji sok cool, sok misterius. Heh, cemen.” Kata Yoona.

“Kurang kerjaan banget muji-muji makhluk kayak dia. Coba bayangin, dari mana dia cantiknya. Eehh…pusing aku mikirinnya.” Kris menggaruk-garauk kepalanya yang tidak gatal.

“Saranghae Hyeji.” Yoona meledek.

“Hahaha, najis. Mending aku bilang Saranghae Yoona sambil gini…” Tiba-tiba Kris memeluk Yoona dari belakang.

“Nado…” kata Yoona.

 

To Be Continued

41 pemikiran pada “100 Ducks (Chapter 10)

  1. thor~ kaga nemuin yang part 9. part 9nya mana ya? kok ngilang? *hhehehe. boleh minta link-nya ga thor?
    buat ff-nya aku suka banget, keren. jempol dah. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s