Can I? (Chapter 3)

“Can I?”

Chapter 3

 

Author  : @triZa28

Genre   : you will know if you read this ^^

Cast       :

  • Lee Yoonhee
  • Park Chanyeol
  • Kim Minhee
  • Xi Luhan
  • Do Kyungsoo
  • Byun Baekhyun
  • Zhang Yixing

Note      : Halo.. apa kabar readers?? I Back!! >.< . udah penasaran sama lanjutan ff ‘Can I’?? Kalau gitu lanjut aja ya ^^.

NB          : Harap dimaklumi kalau ada typo ^^

Happy reading… ^^

 

 

(***)

 

Apakah dia sekarang…boleh berharap?

Bolehkah dia?

 

 

Cepat-cepat Yoonhee menghapus pikirannya tersebut.

“Tidak, tidak boleh. Dia suami Minhee..”, gumamnya pelan.

(***)

Sajang-nim.. anda yakin baik-baik saja? Anda terlihat sangat pucat..”, suara pelan dan kuatir Hyerin membangunkan Yoonhee dari lamunannya. Hari ini dia memang merasa tak sehat, hari ini sedari pagi hujan turun dengan deras seharusnya menjadi hari yang dingin bukan? Tapi dari pagi Yoonhee berkeringat banyak, dan tambahan… perut bagian bawahnya terasa sakit.

“Ah, aku baik-baik saja.. mungkin hanya kelelahan”, ucap Yoonhee seadanya. Dia berdiri dari kursi kerjanya keluar dari ruangan kerjanya melenggang masuk kedalam lift yang berada di tengah-tengah lobby. Dia ingin udara segar..

Uh?? Apa ini? Kenapa rasanya berputar?

Yoonhee tiba-tiba saja merasakan pusing yang luar biasa. Keringatnya bertambah banyak. Tangannya memegangi perutnya yang sakit. Ahh..

Untuk berdiri saja rasanya dia tak kuat.

Uhh..

Dia memejamkan matanya seolah siap terjatuh ke lantai lift.

Hh??

Pelan. Yoonhee membuka matanya..

“Anak bodoh..”, itulah suara terakhir kali yang didengarnya sebelum benar-benar tak sadarkan diri.

(***)

Chanyeol bertekad akan menemui Yoonhee siang ini. Dia ingin bertemu dengan wanita itu. Sudah lebih dari seminggu, Yoonhee sama sekali tak membalas SMSnya dan teleponnya.

 

Dia kuatir.. sangat kuatir..

 

Tak perlu waktu yang banyak, lift yang ia ditunggunya akhirnya datang juga.

Matanya langsung membulat kaget melihat seseorang di depannya!!

Itu Yoonhee!!

 

Betapa kagetnya dia mengetahui Yoonhee ada didalam lift itu!

Betapa mencelosnya jantungnya saat dia mengetahui gadis itu hampir saja jatuh ke lantai kalau saja ia tak reflek menyeret wanita itu ke dalam pelukannya!

“Anak bodoh..”, gumamnya frustasi sebelum akhirnya dia menggendong wanita tak sadarkan diri sambil berlari  ke dalam mobilnya.

(***)

“Anda.. teman Lee Yoonhee-ssi atau keluarga?”, Chanyeol yang sedari tadi meratapi Yoonhee yang tergeletak lemah tak berdaya langsung menoleh ke Dokter disampingnya.

“Sahabat lama tepatnya.. seonsaeng-nim, mengenal Lee Yoonhee?”, tanya Chanyeol balik. Dokter yang diyakini Chanyeol hanya tua beberapa tahun darinya itu tersenyum ramah, “Lee Yoonhee-ssi adalah pasienku. Dia selalu datang akhir bulan untuk cuci darah. Dia juga sering berkonsultasi denganku”. Urat wajah Chanyeol sedikit menegang mendengar kata-kata ‘cuci darah’ yang dikatakan Dokter tadi dan sepertinya Dokter itu menyadarinya, “Ah, maafkan aku..”.

Buru-buru Chanyeol menggelengkan kepalanya, “Aniyo seonsaengnim, gwenchanaseubnida..”.

(***)

Bukan sahabat biasa… batin Yixing yang melihat pria itu menatap Yoonhee yang tak sadarkan diri. Yixing yakin jika ada orang lain selain dirinya yang ada diruangan ini, orang lain itu pasti akan mengira pria jangkung itu punya hubungan lebih dengan Yoonhee.

Dia terlihat sangat kuatir..batin Yixing lagi.

Untung saja Yoonhee hanya kelelahan. Dia terlalu bekerja keras sehingga membuat tubuhnya drop. Tapi tak terlalu mempengaruhi ginjalnya.

Hah..

(***)

Perlahan, tangan yang terdiam dari tadi akhirnya bergerak.

Perlahan, mata yang tadi mengatup rapat itu akhirnya terbuka pelan-pelan.

Yoonhee terbangun..

Bau rumah sakit yang khas. Dan.. tak perlu waktu lama baginya untuk menyadari dia sekarang ada di Rumah Sakit.

 

“Kau bangun?”. Suara berat ini…

 

“Chanyeol…”, gumam Yoonhee pelan tapi Chanyeol masih bisa mendengarnya. Pria itu tersenyum.

“Kau mengingatku, aku senang..”, ucapnya.

“Kau menungguku dari kapan?”, tanya Yoonhee lagi. Lagi-lagi pria itu tersenyum lebar.

“Dari kemarin..”.

“Kau tak pulang kerumah? Bagaimana dengan Minhee?”. Senyum Chanyeol yang sedari tadi terpampang sedikit semi sedikit memudar, “Aku mengkuatirkanmu. Tak bisakah lihat dari wajahku? Lihat! Bahkan mataku sembab gara-gara menunggumu semalaman. Aku takut kau tiba-tiba bangun. Aku takut tiba-tiba kau mimpi buruk..”.

Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Chanyeol. Yang tanpa sadar membuat wanita itu menatap Chanyeol tanpa henti.

“Tak perlu mengkuatirkan Minhee. Dia tahu aku disini. Dia malah menyuruhku menjagamu.. tapi syukurlah kau bangun.. aku kan sudah bilang jangan terlalu over bekerja. Akhirnya? Ini yang terjadi. Tolong, jangan membuatku cemas, Yoonhee-ah..”.

 

Masih bisakah??

Masihkah ada harapan untuknya?

 

(***)

Minhee tahu dia salah. Sangat bersalah..

Dia memandang foto kelulusan SMA Chanyeol, Yoonhee, Luhan, Baekhyun, Kyungsoo dan dirinya yang tampak bahagia. Minhee ingat hari itu..

Matanya kemudian berhenti menatap foto Chanyeol dan Yoonhee yang saling merangkul dan berpose V.

“Maafkan aku, Yoonhee-ah.. aku merebut Chanyeol darimu.. maafkan aku..”, suaranya bergetar. Dia tak tahu akhirnya bakal seperti ini.

Sebenarnya Minhee dari dulu tahu Chanyeol dan Yoonhee saling menyukai. Tapi mereka sama-sama menyembunyikannya. Minhee waktu itu buta karena cintanya pada Chanyeol, dengan percaya dirinya dia mengatakan dia menyukai Chanyeol. Tentu saja membuat Chanyeol kaget. Karena pernyataan Minhee waktu itu, akhirnya Yoonhee mundur menghindari Chanyeol. Bukan hanya itu saja, dia juga membuat rencana licik agar membuat hubungan Chanyeol-Yoonhee merenggang. Dan begitulah akhirnya, hubungan mereka berdua yang dulu dekat menjadi jauh karena kesalah pahaman dan akhirnya Chanyeol menikahi Minhee.

Walau Minhee tau, jauh dari lubuk hati Chanyeol yang terdalam. Perasaanya pada Yoonhee tak akan pernah hilang. Meskipun dia menikahi Minhee.

(***)

Luhan mengerutkan keningnya. Dia menatap layar HPnya tak senang.

“Kenapa mereka berdua begitu bodoh?”, gumamnya pelan. Tersirat sedikit rasa frustasi di dalam kata-kata itu.

Dari dulu, Luhan tau perasaan Chanyeol dan Yoonhee sama. Sama-sama saling menyukai. Tapi bodohnya adalah mereka sama-sama menyembunyikannya.

Dan karena itupula, Luhan tak menyukai Minhee.

Minhee yang waktu itu jelas-jelas tahu Chanyeol dan Yoonhee saling menyukai malah berada di tengah-tengah mereka berdua dengan muka tak berdosa. Karena itu Luhan sama sekali tak dekat dengan Minhee. Ia malah cenderung menghindari Minhee jika wanita itu mendekatinya.

Luhan masih tak menerima keadaan…

 

Kenapa yang berada di samping Chanyeol bukan Yoonhee? Kenapa malah wanita itu?

 

(***)

“Aku.. bisa sendiri..”, ujar Yoonhee sambil melepaskan tangan Chanyeol yang menuntunnya berjalan.

Ya, Lee Yoonhee! Aku ini kuatir sekali denganmu tahu! Setidaknya aku ingin membantumu berjalan. Diam dan pegangan pada pinggangku saja!”. Yoonhee membelalakkan matanya tatkala pria itu menyeret tangan kanan Yoonhee untuk berpegangan pada pinggangnya.

Astaga..

 

 

“Hati-hati..”, ucap Chanyeol seraya memegangi kedua pinggang Yoonhee untuk menaiki mobilnya. Setelah menutup pintunya. Chanyeol bergegas berlari kesisi lain mobilnya, ke pintu pengemudi. Dia membuka pintu, duduk dan menutup pintu mobilnya. Matanya melirik Yoonhee yang berada disampingnya.

“Pakai sabuk pengamanmu..”. Yoonhee yang seolah baru sadar dari lamunannya buru-buru mencari sabuk pengamannya.

“Sini..”.

 

“DEG!!”

 

Dan seketika itu pula mata Yoonhee dan Chanyeol bertemu.

Yoonhee terdiam menatap Chanyeol tak bernafas.

 

Sementara, Chanyeol yang wajahnya hanya berjarak 1 jengkal dari wajah Yoonhee menatap Yoonhee tanpa kedip.

 

Mereka saling menatap satu sama lain..

Menatap..

Dan menatap…

 

Tak jelas berapa lama mereka saling menatap.

 

“Biar.. ehem..aku pakaikan..”. Chanyeol yang terlihat gugup langsung mengalihkan matanya dari mata Yoonhee mencari sabuk pengaman, dan kemudian memasangkannya. Setelah menghela nafas sebentar, tiba-tiba saja dia tersenyum…

 

“Wajahmu tadi.. sangat polos..”, gurau Chanyeol untuk mencairkan suasana yang aneh.

Mwo?? Yaa, Park Chanyeol!!”, dan detik itu pula dia merasakan pukulan Yoonhee.

Astaga.. dia lupa kalau tenaga Yoonhee itu hampir sama dengan laki-laki!!

 

 

 

“Yoonhee-ahh!! Sakitt!!”.

(***)

Sesampainya dirumah, Chanyeol langsung disambut wajah serius dari Minhee.

“Ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?”, tanya Chanyeol sambil mengganti sepatunya dengan sandal rumah.

“Bagaimana keadaan Yoonhee?”

Chanyeol yang sudah berjalan melewati Minhee itu berbalik, “Dia baik-baik saja, Seonsaeng-nim hanya mengatakan dia terlalu lelah..”.

“Kau mengkuatirkannya?”

Chanyeol yang baru berjalan beberapa langkah itu terdiam di tempatnya.

 

 

“Kau mencintainya bukan?”

 

 

 

(***)

To be Continue~~~~

Hayo.. siapa yang mau lanjut?? Ditunggu komentarnya ya ^^. Khamsa hamnida >.<

29 pemikiran pada “Can I? (Chapter 3)

  1. Poor YiXing-nim…
    Harus melihat momen pasangan YoonHee-ChanYeol. Bagaimanapun juga, saya menyukai pasang YoonHee-ChanYeol karena perasaan mereka yang tulus. Walaupun sedikit gemas juga karena tingkah keduanya yang masih tertutup.

    Waa~ Romantic moment here. Love it! ^^ Bagaimana dengan kelanjutannya, ya?

  2. Wah knp pendek kali ???
    Tp gpp thor Daebak..
    Ni daebak mulu di stiap comment ,,
    Coz udh gx bsa ngegambarin semangat 45 ku baca ni FF #Plak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s