Nuguseyo? (Chapter 1)

Nuguseyo? (Chapter I)

 

Author                  : leejeenki

Cast                       :

–          Choi Sooyoung (GG)

–           Park Chanyeol (EXO)

Other cast           :

–          Kris (EXO)

–          Kwon Yuri (GG)

–          Sooyoung’s and Chanyeol’s family.

–          Etc.

Genre                   : schoollife, romance, comedy (maybe)

Lenght                  : Multi chapter.

 

Thanks for the admin and the readers!^^

>>>

 

kau orang gila dan aku orang bodoh…
akan bersatu”

 

>>>

Sendiri lagi. Aku pulang malam lagi, lagi-lagi Bis habis, lagi-lagi aku jalan kaki. Oh tuhan, kenapa semuanya ‘lagi-lagi’?!!

Kenalkan..

Aku Choi Sooyoung. Yeoja berumur 18 tahun, masih muda dong. Kini aku duduk di kelas 3 Seoul Global High School. Tidak terlalu pintar, tidak terlalu kaya, dan tidak terlalu cantik. Tapi kelebihanku adalah aku terlalu tinggi. Dengan umur-ku yang segini, tinggi-ku saja sudah 172 cm. Itu adalah kelebihan sekaligus kebanggaan ku.

Aku hidup bersama kedua orang tua-ku tapi, appa-ku berada di Busan. Sedangkan umma dan eonni-ku, soojin, berada disini bersamaku. Appaku bekerja di sebuah pabrik. Dan ibuku seorang tukang laundry. Ya, emang inilah hidupku. Aku tinggal ditoko laundry, dilantai 2, kadang soojin eonni membantu umma-ku dan terkadang juga diriku yang menggantikannya.

 

Kringking! –suara pintu toko ketika ada pengunjung-

Terlihat seorang wanita paruh baya sedang menggosok sebuah pakaian yang terlihat mahal. Aku segera menghampirinya, “umma, kau belum tidur?” tanyaku tiba-tiba. Umma-ku pun langsung menatapku.

“aeuh, kau ini yeoja apa? Pulang jam segini! Lihat ini sudah jam 10, darimana saja kau?!” kata umma menjitakku. Aku hanya meringis kesakitan, aku sedang cape begini umma malah membuatku tambah cape.

“aku dari sekolah! Umma ini kenapa tambah membuatku kesal sih” kataku sambil mengelus kepalaku. “kau itu yeoja, lebih baik pulang lebih awal. Kau lihat eonni-mu dia sudah tidur. Yasudah, naik sana” kata Umma melanjutkan pekerjaannya.

“selalu saja eonni, dia kan tidak sekolah sepertiku lagi. Apalagi aku sudah mau tamat, ibu..ingatkan dia untuk segera mencari kerja. Pengangguran saja dia!” kataku segera naik ke atas.

“kau katakan sendiri!” kata umma dari bawah ketika aku sudah setengah naik ke atas. Yang benar saja, eonni sudah tua, dia harus mandiri, masa aku yang mandiri.

 

“kau sudah pulang adikku” kata eonni di depan tv ketika aku sampai diatas. Aku diam sementara melihat pemandangan ini. Terlihat eonniku sedang duduk santai, makan snack, sambil memencet remot tv terus. Bagaimana enaknya hidupnya itu.

“kau ini sangat gila eonnie! Kau ini bukan membantu umma, malah disini!” kataku. Dia menatapku, lalu menoleh ke tv lagi. “aku lelah, aku juga baru pulang tadi. Kau tahu! Hari ini aku sedang menyelesaikan skripsi ku” katanya. Aku tidak peduli lah, yang penting dia membantu ibu.

“teserah dirimu lah! Kau ini” kataku masuk ke kamar. Kudengar dia begumam tidak jelas diluar sambil melemparku dengan bantal. Sudah biasa seperti ini, tenang saja, setelah ini dia akan pergi dengan umma ke Busan.

>>>

Author POV

Pagi yang cerah. Pagi yang sangat nyaman, pasti orang yang merasakan pagi ini tidak mau beranjak dari tempat tidurnya. Walaupun cerah, cuacanya agak dingin dan membuat hal tersebut makin sejuk. Pagi ini, kota Seoul sangat dingin karna bentar lagi akan memasuki musim dingin.

Tapi, hal itu tak membuat sooyoung merasakan nyamannya di tempat tidur. Pagi-pagi buta dia harus mengirim roti, koran, dan susu ke sekitar. Ini memang sudah menjadi pekerjaannya, dia ingin sekali membantu keuangan orangtuanya.

Terlihat ada asap yang keluar dari mulutnya berarti menandakan kalau dia merasakan dingin yang menusuk. Dia mengkayuh sepedanya mengelilingi komplek di Seoul. Bukankah yeoja ini sangat kuat? Ya pasti uri Shikshin<3 –thor sone btw xD

“hohh, akhirnya selesai juga” kata sooyoung ketika sedang mengecek barang-barang-nya yang sudah habis. Dia tersenyum kecut, lalu memandang handphonenya. “oh, 06.00” kata sooyoung lalu pergi naik sepeda kerumahnya.

Pagi ini sooyoung pergi kesekolah. Walaupun terlihat sangat lelah, dia tetap semangat. Dia ingin mendapatkan beasiswa agar ketika masuk kuliah tidak memerlukan uang yang banyak. Itu akan menyusahkan orangtuanya.

“umma, ini gaji-ku mohon diterima” kata sooyoung ketika mampir kerumahnya. Umma-nya tersenyum lebar ketika anaknya mendapatkan uang dari caripayahnya sendiri.

“1,000 won…2,000 won…4,000 won. 4,000 won! Kau hebar shikshin-ah” kata umma menyenggol sooyoung. Sooyoung hanya menggaruk kepalanya malu.

“uang darimana?” tanya soojin ketika turun dari atas. “lihat adikmu haru gaji-an, banyak sekali ini” kata umma.

“wah, kau hebat adikku!” kata soojin sambil memeluk pundak sooyoung. Sooyoung hanya jengkel melihat eonninya lalu tertawa bersama.

“yasudah, aku akan pergi ke sekolah ne! Annyoeng!” kata sooyoung keluar dari toko-nya tersebut. Terdengar dari luar kalau umma dan soojin memberi semangat baginya.

Sooyoung pergi sekolah menggunakan Bis atau sepeda. Jika sedang mood dengan sepeda dia akan menggunakan sepeda, kalau tidak dia pasti menggunakan Bis. Kenapa tidak taksi? Hemat deng, kata sooyoung.

>>>

Pagi ini tumben sekali halte sangat banyak orang. Sooyoung aja sampai tidak bisa melihat tiang haltenya. “aish, bagaimana jika bisnya penuh. Bisa-bisa aku telat. Dasar” kata sooyoung. Dia pun dengan usaha yang kuat, menyelip satu-satu orang sehingga dapat didepan.

Sooyoung tersenyum kecut ketika dia sudah sampai didepan. Dia tidak menyadari kalau orang-orang pada menatapnya kesal. Tapi sooyoung tidak peduli. Untung apa coba, kalau diladeni.

“nona, kau tidak bisa menyelip seperti itu.” Kata seseorang yang berada disebelah sooyoung. Sooyoung tidak tahu siapa yang berbicara, tapi ketika dia melihat kesamping, terlihat seorang namja bertubuh tinggi disampingnya sambil menatapnya intens.

Tampan, batin sooyoung. Tapi, kemudian dia menggeleng. Lalu menatap balik namja tersebut. “jika aku tidak menyelip dan berdiri diam tanpa usaha dibelakang sana, bagaimana aku mau masuk bis dan pergi ke sekolah. Kalau terdiam dan tak ada usaha, orang itu bodoh sekali.” Kata sooyoung mantap. Orang tersebut menatap sooyoung tak percaya, ada benarnya juga, dan ada salahnya juga.

“ya, ya,  aku tahu, tapi, ada salahnya juga kau mengambil tempat orang, nona” kata orang tersebut melotot lalu tersenyum. Sooyoung merasa kalau orang tinggi ini melecehkannya. Ingin sekali menjitak orang ini, kalau saja dia tidak pakai hoodie, bisa saja aku tahu dia sekolah dimana.

Sooyoung tak memperdulikan orang itu. Ketika bis datang dia langsung menaiki bis tersebut. Untungnya dia mendapatkan kursi dengan pintu. Keuntungan hari ini mendapatkan kursi, kesialannya, aku bertemu dengan namja sok tahu, batin sooyoung.

Sooyoung tak merasa kalau namja yang di halte tadi terus melihatnya sambil tertawa. Namja itu tak jauh dari sooyoung duduk. Lucu sekali melihat yeoja itu, naik bis saja sampai tersenyum lebar seperti itu, bodoh, ujar namja itu.

>>>

Sooyoung heran seketika ketika melihat namja itu, mengikutinya dibelakang sedari tadi. Risih, iya, terganggu iya, eh sama aja risih sama terganggu. Namja itu dengan santainya berjalan, tapi ketika sooyoung berhenti. Sooyoung langsung menatap namja itu dengan sinis.

“ya!” panggil sooyoung. Namja itu pun menoleh, lalu menatap sooyoung dengan heran. “ada apa?” tanya namja itu. Sooyoung agak mendekat.

“kau mengikutiku?” tanya sooyoung dengan hati-hati. Seperti menahan tawa, namja itu terlihat menutupi keterjutannnya dengan pura-pura batuk, seperti berdehem. Sooyoung berdecak kesal.

“menurutmu?” kata namja itu dengan santai tapi menantang. Sooyoung membelakkan matanya, dasar dia mencari masalah, batin sooyoung.

“menurutku, kau mengikutiku.” Kata sooyong dengan dingin seperti cuaca pagi itu. Chanyeol mengembuskan nafasnya yang berat itu.

“kau itu seperti orang bodoh, kau tahu” kata namja itu lalu pergi. Sooyoung pun terdiam, lalu membuka sepatunya dan hendak melemparnya.

“ya!! Kau ini kurang ajar sekali! Awas kau!!” teriak sooyoung.

>>>

“kau tahu tidak kalau pagi ini kita ada anak baru?” kata yuri teman sekelas sooyoung. Sooyoung yang mendengar itu hanya menggeleng.

“masa nggak tahu, kau ini kan anak jurnalistik” kata yuri dengan polos. Sooyoung menatap yuri aneh, “apa hubungannya dengan jurnalistik! Kau ini bodoh sekali” kata sooyoung.

Sedang yuri dia hanya menyengir dan berkata, “oh iya, hehe” sooyoung hanya menggeleng.

“aku bertemu orang gila tadi pagi” kata sooyoung. Yuri pun menatap sooyoung sambil mengerutkan dahi-nya. “orang gila? Kok bisa. Sama-sama gila kok ketemu, jodoh kali” kata yuri.

“KAU JANGAN MEMBUATKU KESAL KWON YURI!” kata sooyoung menjitak yuri. Yuri hanya cemberut. Lalu tertawa keras.

Yuri selamat, dia tidak akan menjadi korban sooyoung lagi. Karna sam sudah datang, murid-murid pun langsung duduk dengan rapi. Sam pagi ini senyum lebih semangat. Ada apa?

“pagi!” kata sam. Semua murid menjawab dengan serempak. Kecuali sooyoung, dia masih mengingat bagaimana ‘orang gila’ itu bilang bahwa dia orang bodoh.

“masuklah” kata sam. sooyoung pun tak peduli tapi ketika yuri membisiknya, “kau lihatkan kita ada anak baru” kata yuri pelan. Sooyoung pun menoleh kedepan.

Muka nya langsung merah padam, bukan karna malu atau sebagainya. Dia malah ingin membunuh orang tersebut. Orang yang didepan itu hanya tersenyum creepy gak jelas.

“dia sangat tampan, sooyoung-ah!” kata yuri. Mwo? Tampan?, batin sooyoung. Sooyoung melihat semua teman yeojanya menatap namja itu dengan ‘waw’. Seperti ada yang istimewa.

“annyoenghasseo yeorobeun, Park Chanyeol imnida” kata namja itu akhirnya diketahui itu namanya. Semua tampak bertepuk tangan kecuali –lagi- sooyoung, dia menatap namja itu dengan tatapan membunuh. Ingin saja dia menjitak namja itu. Lalu dia melihat yuri, yuri terlihat gila ketika sedang menatap chanyeol.

“kau duduk di meja, disamping Choi Sooyoung, silahkan” kata jung sam. Sooyoung hanya bisa membelakka matanya, walaupun beda meja, tapi dia enek sekali duduk dekat dengan namja ini.

Ketika berjalan, Chanyeol pun menatap Sooyoung dengan happy. Dasar namja gila, batin Sooyoung. “hai, bertemu lagi” kata chanyeol pelan. Sooyoung tak peduli, malah dia membuka bukunya dengan kesal. Seperti ingin memakan buku ini.

Yatuhan, hamba-mu sial, ujar Sooyoung.

>>>

“sooyoung-ah, ayo ke kantinnn” kata Yuri menarik tangan sooyoung ketika Sooyoung tertunduk lemas di mejanya. “ah, aku malas, kau saja ah” kata sooyoung. Yuri pun mendesis tangan sooyoung, lalu beranjak ke meja chanyeol. Pergerakkan yuri membuat sooyoung penasaran, kemana yeoja itu?

“hai chanyeol, kenalkan aku kwon yuri, panggil aku yu-ri!” kata yuri menekan kata yu-ri, agar jelas. Dan yuri juga ingin menjaba tangan dengan Chanyeol. Chanyeol pun terkejut lalu membalas jaba-an yuri. Dan tersenyum.

“chanyeol, bangapta!” kata chanyeol. Yuri tersenyum, lalu membalas perkataan yuri.

“sooyoung-ah sini!” kata yuri menarik tangan sooyoung. Sooyoung yang sudah tahu kalau dia akan berhadapan dengan namja gila itu pun mendesis tangan yuri. “ya, waeyo?” kata yuri.

Yuri pun tetap menarik tangan sooyoung untuk berkenalan dengan chanyeol. Chanyeol hanya tertawa kecil ketika melihat tingkah sooyoung, orang bodoh ini memang aslinya bodoh, ujar chanyeol.

“ya! Waeyo!” kata sooyoung. Dia kini berhadapan dengan chanyeol. Dia bisa melihat bagaimana chanyeol menatapnya seperti tatapan remeh.

“kenalkan dia choi sooyoung, dia sahabatku!” kata yuri dengan bangga. Sooyoung hanya mengelihkan pandangan ke arah lain. “ya, aku sudah tahu” kata chanyeol.

“maksudmu?” tanya yuri. Chanyeol tertawa, “tadi pagi aku bertemu dengannya. Dan Melihat tag-name nya” kata chanyeol. Sooyoung terkejut, “kau ini tidak sopan!” kata sooyoung.

“jadi, orang gila yang kau temui tadi pagi itu dia?” kata yuri dengan hati-hati. Chanyeol membelakkan matanya. “mwo? Orang gila?” tanya chanyeol lalu dia pun menatap sooyoung dengan sinis.

Sooyoung pun menatap chanyeol dengan tatapan evil. “dasar kau bodoh” kata chanyeol keluar kelas. Sooyoung menggepalkan tangannya lalu berteriak, “kau orang gila!” kata sooyoung. Yuri hanya bingung menatap keduanya.

TBC

 

Iklan

11 pemikiran pada “Nuguseyo? (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s