Saranghae… Ice Princess… (Chapter 5)

Part 5
Title : Saranghae Ice Princess
Author : ZeyVhii Kim
Main cast : EXO-K SeHun, Kim Ryuki, EXO-K
BaekHyun
Other cast : Super Junior RyeoWook, Park JaeKyung,
other member EXO-K, other member EXO-M, other member Super Junior, SM Artists
Genre : romance, friendship, family, comedy
(?)
Length : chapter
Rating : general
Anyeong haseyo chingudeul ^_^*bow bareng BaekHyun dan SeHun*…
ini ff pertama aku di blog ini. Thanks
untuk semua komentar yg chingu berikan. Gomawo juga buat admin yg mau
ngeposting ff abal-abal ini. Mianhae kalau diff ini
banyak kata-kata yang kasarkarena ini kan
baru pertama kali, tapi inilah imaginasiku. Kalau gitu
tidak usah banyak bicara aja deh…jgn
lupa comment ya!let’s check it out… happy reading
chingudeul…^_^

**

Kai dan SeHun sudah sampai di dorm
mereka.
“KAMI PULAAAANNGG!!”teriak mereka
kompak.
Mereka lalu masuk ke dalam dorm
dan mendapati para hyung mereka sedang makan siang.
“yaa hyung! Kenapa kalian tidak
menunggu kami dulu?”protes SeHun.
“ne. Kalian sudah makan siang
lebih dulu.”tambah Kai.
“kalian lama sekali tadi. Kami
sudah kelaparan, jadi kami makan lebih dulu.”jawab Chanyeol.
“memangnya kalian darimana saja?
Ryuki saja sudah sampai daritadi di dorm!”sahut D.O.
SeHun langsung menatap garang
kearah Ryuki, sedangkan Ryuki terlihat cuek. Kai yang tahu masalah itu,
langsung menjawab.
“tadi ada sedikit kegiatan di
sekolah. Kami dan Ryuki kan beda kelas jadi dia pulang lebih dulu.”jawab Kai
agak kaku.
D.O mengangguk. “ya sudah lebih
baik kalian berdua ganti baju kalian dulu, barulah kalian makan siang.”
“ne hyung.”jawab SeHun dan Kai
serempak lalu masuk ke dalam kamar masing-masing.
“Ryuki-ya, nanti kami mau
berkunjung ke dorm EXO-M. Kau mau ikut?”tanya SuHo.
“dorm EXO-M?”tanya Ryuki bingung.
“kau… belum tahu kalau kami
sebenarnya ada 12 orang?”tanya BaekHyun.
Ryuki menggeleng polos.
Keempat member EXO-K menunduk
pasrah mengingat pergaulan Ryuki yang tidak terlalu luas.
“kau akan segera tahu nanti. Jadi
sekarang habiskan makan siangmu lalu kita akan ke dorm mereka nant.”ujar SuHo.
Ryuki hanya mengangguk lalu
melahap kembali makanannya.
“sepertinya kami harus banyak
bersabar kali ini.”gumam BaekHyun.
Setelah selesai mengganti seragam,
SeHun dan Kai bergabung dengan para hyung mereka juga Ryuki untuk makan siang
bersama. Selama makan siang, SeHun selalu mencuri pandang terhadap Ryuki,
sekali-kali melirik kearah Ryuki yang sedang melahap makanannya tanpa diketahui
oleh Ryuki, sambil tersenyum tipis. Namun disadari oleh BaekHyun.
**
SeHun POV
Kami telah selesai makan siang.
Aku kembali ke kamar untuk bersiap-siap karena aku akan mengunjungi LuHan hyung
juga member EXO-M yang lain.
“SeHun-ah, kau sudah siap?”tanya
BaekHyun hyung.
“sebentar lagi hyung.”jawabku
sambil memakai jeans.
“kalau begitu cepatlah sedikit.
Mereka sudah menunggu kita.”
“ne.”
BaekHyun hyung keluar lebih dulu.
Ketika dia sampai di depan pintu, dia berpapasan dengan seseorang.
“eoh, Ryuki-ya. Kau sudah siap
rupanya. Kajja.”seru BaekHyun hyung.
Mendengar BaekHyun hyung sedang
bercengkerama dengan Ryuki, aku langsung bergegas keluar kamar.
“dia ikut bersama kita? Ke dorm EXO-M?”tanyaku.
“ne. Kita tidak mungkin membiarkan
Ryuki sendirian di dorm.”jawab BaekHyun hyung. Sementara Ryuki hanya diam saja.
Gadis ini ternyata pendiam sekali.
“untuk apa dia ikut? Bukankah dia
tidak mengenal kita?”
“justru itu kita mengajaknya
dengan tujuan dia bisa lebih mengenal EXO secara serempaak. Sudahlah, lebih
baik sekarang kita keluar. Nanti Suho hyung bisa marah besar. Kajja Ryuki.”ajak
BaekHyun hyung sambil menarik tangan Ryuki.
Kulihat Ryuki pasrah saja ditarik
tangannya oleh BaekHyun hyung. Kenapa dia tidak melawan? Entah mengapa, melihat
BaekHyun hyung berjalan bersama Ryuki aku merasa sedikit sakit dan sesak di
dadaku. Tunggu dulu? Ada apa denganku? Aku tidak mungkin merasa cemburu?
“ani. Ani.. ani.. aku tidak boleh
merasakan hal itu. Lagipula, aku tidak mungkin menyukai Ryuki. Yeoja dingin dan
tertutup seperti dia bukan tipeku.”
Aku menyangkal semua perasaan yang
ada dalam hati dan pikiranku. Dengan mantap, aku lalu berjalan keluar dorm.
**
Kami telah sampai di dorm EXO-M.
Suho hyung lalu mengetuk pintu.
“chingudeul, apa kalian ada di
dalam?”seru Suho hyung.
Tak lama kemudian, pintupun
terbuka.
“ah, kalian sudah datang rupanya.
Masuklah.”seru Tao hyung.
Kami lalu masuk ke dalam. Bisa
kulirik dari mataku, Tao hyung pasti memperhatikan Ryuki.
“anyeong haseyo.”seru kami
serempak, kecuali Ryuki. Aku langsung mendudukkan badanku di sofa samping Luhan
hyung. Sementara member yang lainnya juga Ryuki duduk di sofa yang agak
berjauhan dariku.
“anyeong.”balas member EXO-M
serempak juga.
“kenapa kalian baru datang? Kami
sudah menunggu kalian daritadi.”seru LuHan hyung
“mian hyung. Aku dan Kai baru
pulang sekolah, setelah makan siang kami baru kemari.”jelasku.
Tunggu dulu! LuHan hyung sedang
memperhatikan siapa? Aku melihat di sekelilingku, ternyata member EXO-M juga
sedang memperhatikan… Ryuki?
“Suho-ya, nuguseyo?”tanya Kris
hyung penasaran sambil menunjuk Ryuki dengan dagunya.
“eoh? Ah, ini Dongsaengnya
Ryeowook sunbae.”jelas Suho hyung.
“MWO??? Dongsaeng Ryeowook
sunbae?”seru member EXO-M serempak kaget.
“ternyata Wookie sunbae punya
seorang dongsaeng rupanya!”celetuk Xiumin hyung.
“namanya Kim Ryuki. Dia seumuran
dengan SeHun dan Kai, tapi ia juga adalah hobae mereka di sekolah.”jelas
BaekHyun hyung.
Aku langsung merasa kesal.
Lagi-lagi Ryuki yang dibahas!
“lalu kenapa Ryuki bisa bersama
dengan kalian?”tanya Chen hyung.
“Super Junior sunbae menitipkan
Ryuki pada kami karena mereka sedang world tour untuk promo album baru mereka.
Mereka takut akan terjadi apa-apa pada Ryuki jika tinggal sendiri di dorm
maupun di apartemen.”jelas Chanyeol hyung.
Member EXO-M tampak tertarik
dengan Ryuki, sementara Ryuki malah asyik dengan ponselnya. Benar-benar yeoja
yang tak tahu tata krama!
“Ryuki-ya, kau sudah mengenal
kami?”tanya Lay hyung.
Ryuki mendongakkan kepalanya yang
tadi tertunduk kemudian memasukkan ponselnya ke saku celana jeansnya, lalu
menatap member EXO-M satu persatu.
“nuguya?”tanyanya polos.
Member EXO-M melongo parah,
sementara kami member EXO-K hanya bisa menahan tawa.
“kau tidak mengenal kami?”tanya
Tao hyung kaget.
Ryuki menggeleng polos.
“bwahahahaha…”tawa kami meledak,
sementara Ryuki menatap kami datar. Tapi kami langsung berhenti tertawa saat
Kris hyung menatap garang pada kami.
“kalau begitu, kami akan perkenalkan
diri kami saja. Naneun Wu Yi Fan imnida, EXO-M leader. Panggil saja aku Kris
oppa. Senang bisa bertemu denganmu Ryuki-ya.”ujar Kris hyung sambil tersenyum
ramah. Aneh, baru saja dia menatap kami dengan tatapan tajamnya, dia langsung
bisa merubah ekspresi wajahnya menjadi ramah!
“aku Xi LuHan, tapi kau boleh
memanggil LuHan atau Lulu oppa.”ujar LuHan hyung riang.
Aku langsung melotot kaget
kearahnya. Hyung, itukan panggilanku untukmu hyung, hanya aku yang boleh
memanggilmu dengan nama itu. (reader: kok Sehun bilang gitu ya?, author: gak
tahu. Tanya aja si Sehun itu!)
“kau kenapa SeHun-ah?”tanya LuHan
hyung seolah tahu.
“molla. Gwenchana hyung.”jawabku
datar. Luhan hyung mengendikkan bahu acuh, lalu kembali menatap Ryuki.
“aku Kim MinSeok tapi panggil saja
aku Xiu Min oppa, kau imut sekali Ryuki-ya. Aku jadi ingin mencubit
pipimu.”seru Xiu Min gemas sambil melayangkan kedua tangannya ke pipi Ryuki
lalu mencubit kedua pipi Ryuki.
Pipi Ryuki yang semula merah alami
menjadi semakin memerah karena bekas cubitan Xiumin hyung, membuat Ryuki
menjadi lebih… manis dan cantik? Tunggu dulu, apa yang aku pikirkan?
“hentikan itu Xiu Min hyung. Kau membuat Ryuki
kesakitan.”ujar Chen hyung lalu melepaskan tangan Xiu Min hyung dari pipi
Ryuki. “aku Kim Jongdae, tapi panggil saja aku Chen oppa. Bangapta
Ryuki-ya.”tambah Chen hyung sambil tersenyum senang.
“anyeong. Aku Huang Zhi Tao, panggil
saja aku Tao. Tapi aku lebih tua darimu Ryuki-ya, jadi kau harus memanggilku
Tao oppa.”ujar Tao hyung.
Apa-apaan mereka semua ini?
Berusaha mencari perhatian Ryuki? Takkan mempan hyung! Aku bergumam dalam hati
sambil tersenyum kecil.
“aku Zhang Yi Xing, panggil saja
aku Lay oppa.”ujar Lay hyung tenang. Mungkin diantara semua member EXO-M, Lay
hyung yang paling tenang.
“bangapta.”ujar Ryuki singkat.
Mwo? Dari semua perkenalan, dia
hanya menjawab sesingkat itu? Benar-benar di luar dugaan.
“yaa! Kenapa kau menjawab
sesingkat itu? Setidaknya kau tunjukkan rasa hormatmu pada mereka.”ujarku
kesal.
“SeHun-ah, kau ini berkata apa?”bisik
LuHan hyung.
“lalu kau ingin aku menjawab apa? Mereka
sudah mengetahui nama dan asal-usulku. Jadi untuk apalagi aku
menjelaskannya?”sahutnya cuek.
Aku hanya menatapnya garang. Kau
boleh bertindak seperti itu padaku, tapi tidak dengan hyung-hyungku! Benar-benar
membuatku kesal saja.
“sudahlah. Kalian berdua tidak
usah bertengkar. Bagaimana kalau kita mengadakan pesta barbeque, mumpung kita
tidak ada jadwal hari ini! Bagaimana?”usul BaekHyun hyung.
“ide yang bagus. Kajja, kita ke
halaman belakang.”ajak Kris hyung.
Kami lalu berjalan menuju halaman
belakang dorm.
**
Kamipun sudah sampai di halaman
belakang dorm EXO-M. Sebelumnya kami sudah membagi tugas masing-masing. D.O
hyung, Chen hyung, XiuMin hyung dan Lay hyung bertugas untuk memasak, Kris
hyung, Suho hyung, Tao hyung dan Chanyeol hyung bertugas untuk mempersiapkan
alat-alat yang dibutuhkan. Jadi sekarang tinggal aku, Kai, BaekHyun hyung,
LuHan hyung, dan Ryuki yang belum kebagian tugas.
“apa yang harus kami
lakukan?”tanya BaekHyun hyung.
“BaekHyun hyung lebih baik pergi
membeli bahan-bahan saja, karena jika kulihat bahan-bahannya kurang
cukup.”jawab D.O hyung.
“geureuyo. Ryuki-ya, sekarang kita
pergi berbelanja bahan-bahan barbeque di supermarket sekarang.”ajak BaekHyun
hyung riang lalu menarik tangan kanan Ryuki dan mulai beranjak. Namun,,,,
Grep!
“aku ikut.”seru LuHan hyung sambil
menahan tangan kiri Ryuki yang tidak dipegang oleh BaekHyun hyung.
“apa yang kau lakukan
hyung?”tanyaku kaget.
“eobseo. Aku hanya ingin ikut
dengan BaekHyun dan Ryuki membeli makanan.”jawab LuHan hyung santai.
“kalau begitu aku mau ikut juga.
Sekalian aku juga ingin membeli snack.”tambah Kai.
Mereka bertiga lalu mulai beranjak
meninggalkan aku yang masih terbengong. Aku tidak akan membiarkan Ryuki
mengambil alih perhatian LuHan hyung!
“CHAKKAMAN!!”teriakku membuat
langkah mereka berhenti dan berbalik.
“waeyo SeHun-ah? Kau mau menitip
sesuatu?”tanya LuHan hyung.
“ani. Aku juga ingin ikut dengan
kalian. Kajja!”seruku lalu berjalan beriringan dengan LuHan hyung. Aku sengaja
melakukannya agar LuHan hyung tidak berdekatan dengan Ryuki.
**
Kami berlima berjalan santai
sepanjang toko. Kami tak memakai penyamaran karena kami berada dekat dengan
kawasan SM building. Jadi takkan ada paparazzi atau netizen yang bisa
macam-macam (?) dengan kami.
Sepanjang perjalanan, aku terus
memperhatikan Ryuki yang berjarak beberapa langkah di depanku dan LuHan hyung,
sementara Ryuki bersama dengan BaekHyun hyung dan Kai. Tangan BaekHyun
hyung  terus saja memegang tangan Ryuki
tanpa mendapat penolakan dari empunya. Melihat pemandangan itu, membuat
jantungku agak sedikit sesak. Entah mengapa aku merasa tidak suka melihat
BaekHyun hyung melakukan itu pada Ryuki. Apa yang terjadi denganku?
“SeHun-ah, kau kenapa?”tanya LuHan
hyung.
“aniyo.”jawabku singkat, masih
memperhatikan kedua manusia itu.
“kau tidak suka BaekHyun memegang
tangan Ryuki?”
Aku menoleh kaget. “apa maksudmu
hyung?”
“kau sedari tadi memperhatikan
Ryuki dan BaekHyun. Kau cemburu?”tebak LuHan hyung.
“a..a..a..ani.. apa maksudmu
hyung? Aku tak mungkin cemburu. Untuk apa aku cemburu? Aku tak menyukai yeoja
seperti dia. Dingin, tertutup dan menyebalkan.”sanggahku.
“kau yakin? Ucapanmu bisa menusuk
dirimu sendiri.”ujar LuHan hyung lalu ikut mensejajarkan langkahnya dengan
Ryuki, BaekHyun hyung, dan Kai.
Ucapan LuHan hyung membuatku
bingung. Apa maksudnya ucapanku menusuk diriku sendiri?
**
Kami lalu memasuki sebuah
minimarket. Ryuki, BaekHyun hyung dan Kai mulai mencari bahan-bahan apa saja
yang dibutuhkan. Sebelum kemari, D.O hyung sudah memberikan secarik kertas pada
BaekHyun hyung berisi apa-apa saja yang dibutuhkan untuk pesta barbeque nanti.
“Ryuki-ya, aku mau ke bagian
daging dulu. Kau tunggulah disini.”ujar BaekHyun hyung.
“ne.”jawab Ryuki singkat. Ckckck!
BaekHyun hyung lalu berjalan menuju tempat daging.
“aku mau ke bagian snack dulu.
LuHan hyung, bantu aku memilih snack yang enak. Kajja.”ujar Kai. Tanpa meminta
izin dari LuHan hyung, ia langsung saja menarik tangannya.
“yaa! Apa yang kau lakukan Kai?
Aku ingin bersama Ryuki.”protes LuHan hyung tidak terima. Apa? Dia ingin
bersama Ryuki? Aku langsung melotot kearahnya.
“hyung, kau pergi dengan Kai saja.
Biar aku yang bersama Ryuki disini. Ka yo!”usirku pada Luhan hyung. Mianhae
hyung, aku melakukan ini karena aku tidak terima kau dekat dengan yeoja dingin
itu.
“yaa!”tanba babibu lagi, Kai
langsung menarik tangan LuHan hyung.
Hening. 15 menit kami –aku dan
Ryuki- berdiam diri. Aku sibuk melirik-lirik Ryuki sambil mencuri pandang
kearahnya, sementara Ryuki sibuk mendengarkan musik dari ponselnya. Yeoja ini
masih sempatnya mendengarkan musik, padahal kami sudah kewalahan membagi tugas.
Lagipula, aku baru menyadari. Kenapa aku harus berduaan dengan Ryuki disini?
Ryuki POV
Hening. Tak ada pembicaraan yang
keluar dari mulutku dan SeHun. Mungkin sekarang ini ia kesal karena aku
memasang headphone di kepalaku dengan tujuan mendengarkan musik, padahal aku
tidak mendengarkan musik sama sekali. Aku hanya tidak ingin terlibat pembicaraan
dengannya. Menurutku itu hanya buang-buang waktu saja membicarakan hal yang
tidak penting dengan namja cerewet di sampingku ini.
“hmm.” Dia berdehem cukup keras,
hingga membuatku melepas headphone. Aku menoleh kearahnya dengan tatapan
bertanya tanpa berbicara.
“k..kau tidak mau mencari makanan
seperti yang lainnya?”tanyanya kaku.
Aku tahu, sebenarnya kau tidak
ingin mengajakku bicara.
“ani.”jawabku singkat lalu kembali
memasang headphone. Bisa kudengar dia pasti mendengus kesal. Mian SeHun-ah,
sebenarnya aku tak bermaksud seperti ini tapi aku memang harus melakukannya.
“Ryuki-ya…”teriak BaekHyun lalu
agak berlari menuju kearahku dan SeHun.
“aku sudah menemukan bahan-bahan
yang diinginkan untuk barbeque nanti. Apa kau ingin sesuatu?”tanya BaekHyun.
Namja ini… selalu saja mencari
perhatian padaku. Tapi entah mengapa aku merasa nyaman dengan perhatiannya,
seperti Wookie yang selalu memperhatikanku.
“aku mau susu cokelat.”jawabku
singkat.
“assa. Kalau begitu, ayo kita
mencari susu cokelat bersama-sama. Sepertinya minum susu cokelat saat barbeque
dan sebelum tidur nanti kelihatan menyenangkan. Kajja!”ajaknya riang lalu
menarik tangan kananku. Aku hanya menurut saja dan mengikutinya. Dapat kulihat
dari ekor mataku, SeHun memandangku dengan tatapan… sedih? Entahlah…..
End Ryuki POV
**
Author POV
Ryuki, BaekHyun, SeHun, LuHan dan
Kai sudah kembali dari minimarket dengan membawa berbagai macam belanjaan yang
mereka beli. Mereka kemudian berjalan menuju taman belakang tempat mereka akan
pesta barbeque.
Saat para member EXO yang lain
melihat kedatangan mereka, Chanyeol langsung menghampiri mereka, tapi lebih
tepatnya menghampiri Ryuki.
“yaa, kenapa kalian lama sekali?
Ryuki-ya, neo gwenchana?”tanya Chanyeol agak khawatir. Sementara yang ditanya
hanya mengernyit bingung.
“kenapa kau hanya menanyakan
Ryuki? Memangnya ada apa dengannya?”tanya LuHan.
“aku hanya khawatir saja kalau
kalian akan melakukan hal-hal yang bisa melukai Ryuki. Ryuki-ya, kajja temani
oppa memasak daging.”jawab Chanyeol santai lalu dengan segera menarik tangan
Ryuki meninggalkan BaekHyun, SeHun, Luhan dan Kai kebingungan.
“yaa, Park Chanyeol! Kemarikan
Ryuki padaku!”teriak BaekHyun lalu agak berlari mengejar Chanyeol dan Ryuki.
Sementara SeHun, LuHan dan Kai hanya menggelengkan kepala. Mereka bertiga lalu
berjalan menuju tempat yang disediakan (?).
**
Para member EXO sedang menikmati
pesta barbeque pertama mereka dengan Ryuki. Tak sedikit dari mereka yang saling
menjahili, terutama BaekHyun, Chanyeol dan SeHun yang notabene merupakan
pelawak di member EXO.
Tak lama kemudian barbeque yang
mereka buat akhirnya selesai dan siap untuk dihidangkan. Mereka lalu mencari
tempat yang strategis untuk menyantap makanan, hingga mereka menemukan sebuah
tempat yang dikelilingi oleh pepohonan teduh dan rindang serta berbagai macam
bunga-bunga hias yang bisa menenangkan hati bagi orang yang melihatnya.
Setelah mengambil bagian
masing-masing, mereka lalu berpencar dan saling bersaing untuk mencari tempat
yang paling indah. Sementara Ryuki lebih memilih untuk memakan makanannya
sendiri.
Ia menemukan sebuah kursi yang
berada jauh dari kerumunan member-member EXO. Ia kemudian duduk di kursi itu
lalu menyantap makanannya dengan tenang.
BaekHyun POV
Dasar Chanyeol menyebalkan, dia
mengambil bagian makanannku lagi. Benar-benar menyebalkan! Tunggu dulu, aku
tidak melihat Ryuki.
Aku mengedarkan pandanganku dengan
tujuan mencarinya. Sesaat kemudian pandanganku berhenti pada salah satu sisi
dari taman ini. Aku melihat seorang yeoja yang tengah memakan makanannya dengan
tenang. Tanpa berpamitan dengan member EXO yang lain, aku mendekati yeoja itu yang
tak lain dan tak bukan adalah Ryuki. Aku melangkahkan kakiku menuju kearahnya.
“Ryuki-ya…”panggilku. ia agak
sedikit kaget lalu menoleh kearahku sejenak lalu kembali memalingkan wajahnya
ke depan, menatap bunga-bunga hias yang terhampar indah di depannya.
“apa yang kau lakukan disini
sendirian?”tanyaku. aku lalu duduk disampingnya.
“kau tidak lihat apa yang ku
lakukan?”dia bertanya balik sambil melahap makanannya. Aku menghela nafas
kesal. Aku harus bersabar untuk menghadapinya.
“kenapa kau makan sendirian
disini? Kau tidak bergabung dengan kami disana, bersama oppa-oppamu yang lain?”
“aku tidak terbiasa dengan
keramaian. Aku terbiasa makan sendiri dan tenang.”jawabnya santai lalu kembali
melahap makanannya.
Aku tak lagi menjawab. Aku
mengikuti arah pandangannya ke depan. Benar saja, pemandangan disini indah dan
menenangkan. Cukup lama kami berdiam diri. Aku benar-benar tidak suka dengan
suasana hening seperti ini.
Aku lalu menoleh kearahnya. Ia
terlihat sangat menikmati makanannya hingga melahapnya dengan tenang.
Benar-benar anggun, bahkan saat makanpun ia sangat menghayatinya. Entah
mengapa, aku merasa bahwa yeoja ini sebenarnya adalah yeoja yang hangat dan
ramah karena aku merasakan kenyamanan saat berada di dekatnya. Jantungku selalu
berdetak tidak normal jika berada di dekatnya seperti olahragawan yang
melakukan lari marathon. Apa ini? Apa yang kurasakan sebenarnya? Apakah ini
yang dinamakan… cinta? Aku juga tidak tahu.
Aku terus memandangi wajahnya.
Kulit putihnya, rambut kemerahannya, bulu matanya yang lentik, pipinya yang
agak chubby, alisnya yang tebal, hidungnya yang mancung, serta bibir kecilnya
yang berwarna merah benar-benar membuatku tak bisa memalingkan pandanganku
darinya. Tak sadar, aku terus tersenyum memandangnya. Dia benar-benar mirip
dengan RyeoWook sunbaenim.
“apa ada yang aneh dengan wajahku
sampai kau terus menatapku tanpa berkedip?”tanyanya datar. Aku langsung
memalingkan wajahku ke depan.
Sial!! Aku ketahuan memandangnya.
Wajahku sekarang pasti sudah semerah tomat.
“a..a..a..ani. wajahmu tidak
aneh.”jawabku gugup. Kenapa aku harus ketahuan?
Kulirik dia sedikit. Aku agak
tercengang melihatnya. Dia tersenyum! Sungguh pemandangan yang langka, dan senyumnya
itu ternyata sangatlah manis. Senyumnya indah hingga memperlihatkan lesung
pipinya.
Deg! Entah mengapa jantungku
kembali berdegup kencang. Aku mengikuti arah pandangnya kedepan. Sebuah
pemandangan yang indah terpampar disana. Angin bertiup agak kencang hingga
menerbangkan beberapa kelopak bunga. Dedaunan dari pohon-pohon ikut
melayang-layang diterbangkan  oleh angin.
Pantas saja membuatnya tersenyum.
“kau tahu, aku selalu ingin
mengajak Wookie ke taman dengan bunga yang beterbangan seperti ini jika ditiup
oleh angin.”ujarnya.
Aku menoleh kearahnya dengan
tatapan tercengang. Tercengang karena selama aku mengenal Ryuki, ia tak pernah
berbicara jika bukan kami yang mengajaknya berbicara lebih dulu. Tapi sekarang
aku mendengarnya berbicara, bahkan ia yang mengajakku berbicara lebih dulu.
“lalu, kenapa kau… maksudku
kalian tidak ke tempat yang kau maksud?”tanyaku penasaran, yah aku penasaran
dengan kisahnya.
Ia menoleh kearahku sejenak lalu
kembali menatap kedepan.
“ia tidak pernah punya waktu untuk
menemaniku. Ia selalu sibuk dengan urusan Super Junior dan berbagai macam
konsernya. Aku bahkan jarang menemuinya dan bertemu dengannya jika aku
berkunjung ke dorm.”
Aku terdiam.
“kadang, aku merasa dia tidak
pernah memperhatikanku, mengucilkanku, dan tak peduli padaku. Jika saat seperti
itu, aku selalu merasa kesepian dan merindukan orang tuaku. Tak ada yang
menemaniku, mendengarkan ceritaku, aku merindukan saat-saat ia selalu ada
disisiku. Tapi sepertinya itu tak akan terjadi lagi.”ujarnya sedih.
Aku terus menatapnya yang mulai
terlihat sedih, namun anehnya ia tak menangis. Ryuki-ya, aku ingin kau tahu
kalau aku akan selalu menjadi tempat untukmu bercerita.
“kau tahu, aku sebenarnya tidak
ingin membiarkan ia pergi untuk tour. Bukan hanya Wookie saja tapi para member
Super Junior juga. Aku tidak rela mereka pergi meninggalkan aku. Tapi aku tidak
bisa mengatakan itu semua. Aku tidak bisa memprotes apa yang mereka lakukan.
Aku tidak bisa… aku hanya bisa diam ketika mereka mengatakan ingin pergi
world tour.”ia menundukkan kepalanya sedih tapi tak menangis.
Aku memberanikan diri memegang
tangannya. Hangat. Meskipun aku selalu menarik tangannya untuk ikut denganku,
tapi ini rasanya berbeda saat aku menarik tangannya diwaktu lampau. Hangat dan
nyaman.
“kau tidak perlu bersedih lagi
Ryu-ya. Kau tahu, kami selalu disini bersamamu, menemanimu bahkan menghiburmu
meskipun kau tidak pernah menganggap itu ada. Kadang kami kesal karena sikapmu
yang sedingin itu pada kami, tapi kami tetap merasa untuk selalu melindungi dan
menyayangimu.”
Ia lalu menoleh kearahku.
“saat pertama aku bertemu
denganmu, aku langsung merasa sangat dekat denganmu. Aku langsung merasa bahwa
aku sudah lama mengenalmu, lewat tatapanmu itu. Meski kau sangat tertutup, tapi
aku selalu yakin bahwa kau adalah pribadi yang hangat dan ramah. Untuk itu, aku
selalu ingin dekat denganmu.”
“kau tidak perlu khawatir. Kami
selalu disini denganmu. Bahkan aku mau jika kau menjadikanku sebagai tempatmu
untuk bercerita dan menyampaikan seluruh kekesalanmu padaku. Aku mau, Ryuki-ya
asalkan kau selalu tersenyum pada kami semua.”jawabku tenang sambil menunjukkan
senyum manisku.
Ia tak menjawab. Ia hanya diam
sambil menatapku. Aigoo, Ryuki-ya, jangan menatapku seperti itu. Kau membuat
jantungku semakin berdegup kencang dan hendak keluar. Ia lalu melepaskan
tangannya dari tanganku. Entah mengapa aku kecewa karena genggaman tangannya
lepas dari tanganku.
“lupakan tadi apa yang baru saja
ku katakan padamu.”ujarnya lalu bangkit berdiri dan mulai berjalan.
Aku menatap bingung kearah
punggungnya. Kenapa dia seperti ini?
“dan satu lagi, jangan beritahu
SIAPAPUN apa yang baru saja ku bicarakan padamu. Aku tak mau ada orang lain
tahu tentang itu, jika saatnya sudah tiba baru aku akan memberitahu kalian
semua bagaimana sebenarnya aku.”ujarnya dingin lalu berjalan meninggalkan aku
yang terbengong sendiri.
Tunggu dulu! Apa maksud
kata-katanya itu? Jika saatnya tiba, dia akan memberitahu semuanya tentang dia?
Aku tidak mengerti sebenarnya apa yang dia sembunyikan dari kami semua.
***
Author POV
Dorm EXO-M, 7.30 p.m
Para member EXO juga Ryuki sudah
berada di dalam dorm. Mereka lalu melakukan kegiatan mereka masing-masing. D.O,
Lay, Chen dan Xiumin berada di dapur untuk bereksperimen lagi, sementara Kai,
Kris, Chanyeol dan Suho sibuk bermain games, Tao sedang berada di dalam kamar,
dan LuHan, SeHun, BaekHyun serta Ryuki sedang duduk di sofa sambil
memperhatikan Kai bermain games.
Selama di dalam dorm BaekHyun
selalu memperhatikan Ryuki yang berubah murung sejak selesainya acara barbeque
mereka. Para member yang lain tak memperhatikan Ryuki, tapi hal itu pula
disadari oleh SeHun yang juga sedari tadi mencuri pandang pada Ryuki.
“yeoja itu kenapa? Sejak acara
selesai, ia menjadi murung begitu?”gumam SeHun dalam hati sambil terus melihati
Ryuki yang masih terdiam sambil menatap lantai dorm dengan pandangan kosong.
“Ryu-ya, ada apa denganmu
sebenarnya? Jangan membuatku khawatir Ryu-ya…”batin BaekHyun sambil memandang
sendu Ryuki.
LuHan yang merasakan adanya aura
(?) panas saat memperhatikan SeHun yang sedari tadi menatap Ryuki beranjak dari
tempat duduknya dan berjalan mendekati Ryuki.
“Ryuki-ya, kau mau kutunjukkan
sesuatu?”ujar LuHan sambil merangkul pundak Ryuki.
Ryuki sedikit tersentak dan
menoleh tanpa menjawab pertanyaan LuHan.
“kajja.”ajak LuHan riang lalu
menarik tangan kanan Ryuki.
“yaa, hyung. Kau mau membawa
kemana Ryuki? Biarkan dia disini saja bersama kita.”ujar Kai yang sadar bahwa
Ryuki sudah hampir dibawa pergi oleh Luhan. Sedangkan BaekHyun hanya terdiam
sambil menatap Ryuki sendu, dan SeHun menatap kesal Ryuki karena akan pergi
dengan hyung kesayangannya itu.
“aku ingin ke teras dorm saja. Aku
hanya membawanya sebentar. Nanti kami akan kembali lagi. Kajja Ryuki-ya.”seru
LuHan sambil berjalan menuju teras dorm dengan diekori Ryuki dari belakang
tanpa berbicara.
“yah, padahal aku ingin Ryuki
mendukungku.”ujar Kris kecewa.
“sudahlah hyung. Ayo kita
lanjutkan saja permainan kita.”ujar Chanyeol disusul anggukan Kai. Mereka
bertiga lalu kembali sibuk bermain games.
BaekHyun masih menatap pintu yang
menghubungkan teras dorm EXO-M dengan ruang istirahat mereka dengan tatapan
sendu.
“aku merasa Ryuki sedang sedih.
Apa yang membuatmu sedih Ryuki-ya?”batin BaekHyun sedih.
SeHun pun hanya merasa kesal,
namun sangat penasaran dengan tingkah Ryuki yang aneh hari ini.
“kenapa Ryuki jadi aneh hari
ini?”batin SeHun.
At balcon,
LuHan mengajak Ryuki ke teras
dorm. Malam ini sangat cerah, bintang-bintang terlihat bersinar dihiasi dengan
cahaya bulan purnama yang terang, membuat setiap pasang mata yang melihat
fenomena ini akan takjub akan kebesaran Sang Maha Pencipta.
Begitu pula yang dirasakan LuHan.
Ia menutup matanya dan tersenyum sambil meregangkan kedua tangannya ke samping,
merasakan angin sepoi-sepoi yang membiarkan rambut cokelatnya sedikit beterbangan.
Namun tidak dengan Ryuki. Ia tetap terdiam sambil menatap pemandangan di
depannya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Perlahan Luhan membuka matanya
lalu menatap Ryuki yang masih terdiam.
“Ryu-ya, kau ada masalah?”tanya
LuHan pelan sambil memegang pundak Ryuki lembut.
Ryuki menggelengkan kepalanya
pelan tanpa menatap LuHan.
“Ryu-ya, kalau kau punya masalah
kau bisa bercerita padaku atau oppa-oppamu yang lainnya. Jangan kau pendam
sendiri. Aku adalah pendengar yang baik, dan aku akan berusaha untuk membantu
masalahmu.”ujar LuHan sambil tersenyum tulus.
Ryuki tetap tak mau bicara. LuHan
menghela nafas panjang.
“kau… merindukan Wookie
sunbae?”tanya LuHan lembut.
Kali ini Ryuki menoleh dengan
tatapan sendu membuat LuHan terhenyak dan tercenung, mengingat Ryuki yang
selalu memberikan tatapan datarnya.
“ne. Aku merindukannya…”gumam
Ryuki pelan sekali, hingga hampir terdengar seperti bisikan di telinga LuHan,
namun masih dapat ia dengar.
LuHan lalu memeluk Ryuki.
“tenang saja. Oppamu akan kembali,
Ryu-ya. Tidak lama lagi mereka akan selesai tour dan kau akan bertemu dengannya
lagi.”ujar LuHan menenangkan sambil membelai rambut panjang Ryuki.
Ryuki pun merasakan kehangatan
saat dipeluk LuHan, sama dengan kehangatan yang diberikan Wookie dan BaekHyun.
Tanpa sadar, ia tersenyum dalam pelukan LuHan tapi tak membalas pelukan LuHan.
Aku menyayangimu, LuHan oppa… sebagai oppaku yang
ketiga… gumam Ryuki dalam hatinya.
**
BaekHyun POV
Sudah 30 menit Ryuki berada di
luar bersama Luhan hyung. Apa yang mereka lakukan ya?
Tak lama kemudian, keluarlah orang
yang kubicarakan. LuHan hyung masuk ke ruang keluarga tempat kami berada, tapi
ia tak bersama Ryuki. Aku langsung menghampirinya.
“hyung, dimana Ryuki?”tanyaku.
“oh? Dia masih ada di teras, tadi
aku menyuruhnya untuk masuk tapi ia masih ingin tinggal. Jadi ia masih ada di
luar, katanya dia masih ingin melihat bulan.”jawab LuHan hyung.
“lalu kenapa kau meninggalkannya?
Aissshh, kau itu..”ujarku gusar lalu berjalan keluar dengan maksud menemui
Ryuki.
“yaa! Kau mau kemana, Baeki-ya?”
Samar-samar ku dengar LuHan hyung
memanggilku. Apa-apaan Luhan hyung malah meninggalkan Ryuki sendirian?
Aku melihatnya sedang menatap
bulan. Mungkin ia tak menyadari kehadiranku, karena ia masih terlihat menghadap
ke depan. Kuputuskan untuk menghampirinya.
“Ryuki-ya,,,”panggilku lembut, dan
berhasil. Ia menoleh sebentar padaku lalu kembali menatap langit. Aku sudah
berdiri di sampingnya.
“kenapa kau tidak masuk? Nanti kau
bisa kedinginan dan sakit.”ujarku halus.
“aku masih ingin disini.”jawabnya
singkat tanpa mengalihkan pandangannya.
Aku menghela nafas panjang. Sampai
kapan kau akan seperti ini Ryuki-ya? Walau aku tidak tahu kepribadianmu yang
sebenarnya, tapi aku yakin kau bukan yeoja yang seperti kelihatannya.
Aku mengikuti arah pandangnya.
Malam ini memang sangat indah sekali. Bulan berbentuk bulat total, tanda sedang
purnama ditemani dengan kehadiran bintan-bintang kecil di sekitarnya menambah
ketenangan malam ini. Angin sepoi-sepoi bertiup ringan menyentuh wajahku juga
Ryuki.
Hening. Aku sungguh tidak suka
dengan suasana yang hening seperti ini. Aku menoleh kearah Ryuki, dan terkaget.
Dia… menangis?

TBC
eotteo, chingudeul? kepanjangan ya? ^_^ jangan lupa comment ya…

Iklan

11 pemikiran pada “Saranghae… Ice Princess… (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s