Please, Stop The Time (Chapter 2)

Title : Please, Stop The Time (CHAPTER 2)

Author : Hayamira (HayashiMirai)

Genre : Romance, Friendship, Married Life Story

Rating : PG-15

 

Length : Chaptered

 

Cast :

Jung Na Eun/Nana (OCs)

Kris (EXO-M)

Oh Se Hun (EXO-K)

Kim Jong Hyun (SHINee)

Choi Min Ho (SHINee)

Amber Liu ( f(x) )

Onew Lee (SHINee)

Disclaimer : FF ini murni hasil pemikiran author Hayamira, karakternya milik Tuhan. Kalau dapat FF ini atau ceritanya sama persis dengan ini entah itu diganti castnya atau tidak dengan nama author bukan Hayamira, laporkan ke hayashimirai@ymail.com ^^~

Summarize :

Please Stop the time

I wanna be with you always

I looked up the sky searching for you

Note : Halo ^o^ maaf kalau FF ini banyak typonya atau kurang memuaskan, saya juga selaku authornya adalah seorang manusia, yang ga bisa selalu perfect kan? Diharapkan read, comment and likenya sebagai yah hitung hitung saya bisa tahu siapa readers saya yang masih menghargai saya dengan tidak jadi silent readers ^o^ salam hangat, author ^o^

PSTT

 

#AUTHOR POV#

Seorang wanita duduk di sebuah sofa rumah yang cukup mewah, sambil bersantai wanita itu mengerjakan sesuatu. Terlihat sangat asyik.

“Aku pulang,”ujar seorang lakilaki , sambil masuk ke rumah. Wanita itu mendongakan kepalanya, tersenyum cerah dan lebar

“Bagaimana harimu? Menyenangkan?” Kata wanita itu. Lelaki itu tidak memerdulikan wanita itu, berlalu dan meninggalkan wanita itu.

“Haah, sabar,”gumam gadis itu lalu seraya masuk ke kamarnya. dia terhenti di pintu kamar disebelah kamarnya. Dengan keberanian penuh, dia mengetuk pintu kamar tersebut.

“Apa?” sebuah suara muncul dari dalamnya.

“Aku Cuma ingin bilang kalau aku ada janji  besok dengan Onew juga Amber jam 4 nanti, boleh?”kata gadis itu.

“Pergi saja.”

“Aku mungkin agak lama karena ingin beli bahan makanan yang habis, tidak mau,…”

Tiba-tiba, pintu kamar itu terbuka

 

“Kalau mau pergi ya pergi saja! Mengganggu sekali !”bentar laki-laki itu dengan wajah penuh amarah. Gadis itu terdiam membatu ditempatnya.

“Iya, aku mengerti.” Gadis itu menjawab sambil tersenyum dengan berat.  Lalu, gadis itu meninggalkan kamar tersebut.

Sebulir air mata jatuh dipipi gadis itu. Bertambah sebulir, lama kelamaan menjadi deras dan membasahi pipinya.

“Bodoh, Nana jangan menangis,”kata gadis itu menghibur dirinya sendiri. Namun, air matanya masih saja menetes terus-menerus.

“Akh! Jangan menangis,”kata Nana lagi, melap air matanya dengan tissue.

***

Se Hun memasuki toko buku itu. Se Hun melihat sekeliling toko buku itu, dan menangkap sesosok gadis yang sedang membaca buku dengan seriusnya, Se Hun tersenyum cerah. Dia berjalan pelan ke arah gadis itu, mengambil salah satu buku dari depannya dan membacanya. Hanya spekulasi, Se Hun mulai mendekati gadis itu.

“Buku yang bagus, ya?”

Gadis itu hanya menoleh sesaat lalu kembali melanjutkan bacaannya, namun terhenti.

“Oh Se Hun? Annyeoung Haseyo,”kata Nana sambil membungkuk

“Hai, Nana.”kata Se Hun. Gadis itu tersenyum, lalu melihat judul buku yang dia baca dan mengangguk.

“Mana Kris?”kata Se Hun, seketika wajah Nana berubah lesu.

“Dia macam-macam denganmu?”tanya Se Hun serius. Nana menggeleng tersenyum,

“Aku baik-baik saja,”kata Nana.

Se Hun merasa Nana tidak baik-baik saja. Se Hun melihat Nana yang melanjutkan bacaannya. Cara Se Hun memandang Nana berbeda dengan pandangan biasa. Se Hun menyadari, kalau dia memang sudah dari dulu menyukai Nana. Namun, temannya, Kris, mengajak Nana menikah terlebih dahulu.  Andai saja waktu itu dia tidak ke Tokyo, pasti dia bisa mencegah semuanya dan setiap kali memandang gadis ini, hatinya pasti tidak akan sesakit ini. Seandainya waktu bisa dihentikan….

“Se Hun, Se Hun…?”

“Oh, Iya?”

“Kenapa kau melamun?” Se Hun melihat wajah Nana yang sedang mengibas-ngibaskan tangannya.

“Tidak, Aku memikirkan sesuatu”

“Oh, kalau begitu aku duluan dulu, ya. Onew Onii-san dengan Amber sudah menunggu kayaknya”kata Nana

“Iya, sampai Jumpa, Nana-chan

Nana tertawa mendengar Se Hun memanggil dirinya Nana-Chan. Setelah pamit, Nana pun meninggalkan Se Hun.

Se Hun memandang Nana sampai sosok itu hilang.

***

 “Yuhu Nana? Nana?”panggil seseorang. Nana terbelak kaget, ternyata daritadi dia melamun.

“Kau terlihat lesu. Why?”

“Tidak apa-apa, Amber,”ujar Nana.

“Jangan Bohong!”ucap Amber. Nana menghela napas, lalu tersenyum simpul.

“Aku tidak pandai bohong ya?”kata Nana lagi. Amber menggeleng

“Memang iya, kau terlalu jujur,”celetuk sebuah suara lain. Amber mendongak. Onew, datang membawa icecream untuk mereka bertiga.

“Aku benar, kan?”sambung Onew lagi. Onew memberikan icecream ditangannya kepada Amber dan Nana. Nana tersenyum sambil mengucapkan terimakasih, lalu menyantap pelan icecreamnya, begitujuga dengan Amber.

Onew beranjak duduk didepan mereka berdua. Mereka sedang ada ditaman kota di Seoul. Pemandangannya sangat indah, karena sedang musim panas.

“Seperti biasa, masalah rumah tangga.” Nana menjawab sekenanya sambil menyantap ice cream nya, tidak berbohong bukan? Pikirnya. Amber hanya terdiam mendengar jawaban singkat Nana. Amber tahu, Nana menyembunyikan alasan sebenarnya.

“Nana, kau harusnya menceritakan masalahmu dengan kami, benar tidak, Amber?”Onew mengatakan kepada Nana, namun Nana hanya tersenyum simpul.

“Sudah, lebih baik bahas yang lain,”kata Amber mencoba menceriakan suasana. Tiba-tiba, handphone Amber berdering

“Halo? Oh, aku diluar dengan Nana dan Onew…ah? Ah? Iya iya … segera kesana… iya tenang saja… daaah”

“Siapa?”

“Kakakku, minta ditemani ke Mall. Maaf ya, aku pergi dulu. Bye.”

Sisa Nana dan Onew.

“Nana, ayo kita pergi,”ajak Onew sambil berdiri.

“kemana?”

Have Fun melupakan masalahmu…ayo!”

***

Kris menggebrak pintu ruang Karaoke. Dia terlihat sangat sebal. Temannya, Jong Hyun, Se Hun dan Min Ho  kaget melihatnya.

“Hey, Kris, ada apa? Wajahmu begitu ketus. Bukankah kau sedang bersenang senang?”tanya Min Ho

“Tidak sama sekali. Awalnya begitu.”jawab Kris sambil mejatuhkan dirinya ke kursi

“Ini, minumanmu. Minumlah.”tawar Se Hun. Kris mengambilnya, dan meminumnya.

“Kenapa dengan gadis tadi?”tanya Min Ho  lagi. Kris mendengus kesal mendengar pertanyaan Min Ho.

“Dia menggigit lidahku pada saat menciumku. Dia juga memenuhi bibirku dengan liur. Sekarang aku mungkin akan sariawan.”ketus Kris. Kris termenung melap bibirnya yang basah akibat mencium gadis yang tadi datang di tempat Karaoke. Kris langsung mengingat Nana yang tadi malam membuatnya tak karuan. Tiba – tiba ada rasa bersalah di hatinya.

“Ahahahaha, kau bodoh Kris,”ujar Jong Hyun. Se Hun melihat Kris tajam

“Kris, kau mencium gadis lain?”

“Kenapa?”tanya Kris sambil menghapus Nana dipikirannya

“Kau kan sudah beristri. Nana. Pikirkan Nana.”

“Kalau menyukainya, ambil saja. Aku tidak membutuhkannya,”kata Kris.

Se Hun hanya menggeleng. Pada saat taruhan itu, sebenarnya Se Hun tidak ikut karena dia sedang keluar kota. Jadinya, pada saat Se Hun pulang, hatinya cukup kaget karena Kris meminta Nana menikahinya dan Nana mau. Sebenarnya, Se Hun menyukai Nana, hanya Onew yang mengetahuinya.

Se Hun satu-satunya yang tidak suka mempermainkan wanita seperti ketiga temannya. Dia terkenal lembut, kalem dan penuh perhatian.

“Kris, pikirkan perasaan Nana..”

“Yah, kau ini, karena kau tidak ikut taruhan itu kau, makanya kau membela Nana ya?”tanya Min Ho meminum bir.

“Memang. Dan aku kurang setuju. Perbuatan bodoh!”ketus Se Hun.

“Heh, Se Hun, kalau mau menikahi Nana, nikahi saja. Dia baik, juga bodoh.”ujar Kris diselingi tawa Jong Hyun dan Min Ho .

***

Amber berjalan keluar dari ruang karaokenya. Rasanya tenggorokannya pecah karena menyanyi 15 lagu.

Tiba tiba Amber berhenti disebuah ruang karaoke yang terbuka.

“Itu…Kan Kris dengan teman-temannya.”

Sayup sayup namun jelas, Amber mendengar pembicaraan mereka

“Kris, kau kapan menceraikan Nana?”tanya Jong Hyun.

“Secepatnya. Karena aku menikah dengan nya tanpa cinta,”jawab Kris

“Hey…”

“Ya, itu benar. Aku sama sekali tidak mencintai Nana. Aku membencinya.”ujar Kris.

“Kris, kau…”

“Memang benar, Se Hun. Aku menikahi Nana, karena aku bertaruh dengan Jong Hyun dan Min Ho , jika aku bisa mendapatkan Nana maka aku akan mendapatkan gelar Prince of Charisma. Aku menang, dan Nana berhasil jatuh di tanganku. Kenapa, Se Hun, kau marah?”terlihat Kris emosi.

Amber tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan. Kris menikahi Nana karena taruhan? Jadi ini alasan sika Kris yang dingin ke Nana. Tidak disangka, bermain curang dengan wanita lain. Kini, pikirannya melayang ke Nana.

“Nana, malangnya dirimu…”

***

“Aku pulang dulu. Menyebalkan disini,”ujar Kris berpamitan pada temannya.

“Ya, habisnya kau tidak bersenang senang dengan Eun Mi gadis tadi, kan?”ejek Min Ho

Eun Mi, namanya mirip Nana, Na Eun. Apa Nana sudah pulang ya? Sudah masak? Apa dia menunggu ku? Atau dia malah sudah tertidur? gumam Kris dalam hati. Senyum seulas pun terbit di sudut bibirnya.

“Kris?”tanya Min Ho

“Terserah deh dengan Na Eun itu, jangan hubungi aku lagi.”

“Heh, Na Eun?”

“Kau memikirkan Nana ya? Nama lengkapnya kan Jung Na Eun. Kau memikirkan nya kan, Kris?”Se Hun menanyakan kepada Kris.

“Tidak mungkin. Sudah ya, bye. ”ujar Kris sambil berjalan ke tempat parkiran.

“Ingat, Min Ho , jangan suruh dia menghubungiku. Aku benar benar jengkel”pinta Kris sinis. Min Ho terkekeh

“Ya, Ya… Sampai Jumpa, Suaminya Nana”

Kris berjalan ke arah parkiran, dan Se Hun memanggilnya

“Kris.”

Kris menoleh. “Ada yang ingin kubicarakan,”kata Se Hun.

“Apa?”
“tadi Nana menangis,”

Nana menangis? Kris agak khawatir mendengar perkataan Se Hun. Se Hun melirik Kris yang menunjukkan perubahan raut wajahnya.

“Mengakulah, Kris. Kau memang menyukai Nana. Jangan berbohong didepan Min Ho, aku dan Jong Hyun. Aku bisa melihatnya dari wajahmu,”ujar Se Hun lagi. Kris membelak kaget, lalu tertawa sumbang

“Se Hun, itu bukan urusanmu.” kata Kris menatap lurus tajam kearah Se Hun
“Oh, itu urusanku. Nana itu temanku,”balas Se Hun menatap Kris yang sedang menatapnya tajam dengan tatapan yang sama tajamnya.

“Bukan urusanmu, Oh Se Hun”

“Kuperingatkan, jangan sampai kau membuat Nana menangis. Aku tidak tahu apakah aku akan memakai teknik sabuk hitam karate-ku kalau sampai aku mendengar Nana menangis.”ancam se Hun. Kris tak bergeming menanggapinya.

Kris hanya memberikan tatapan sinisnya ke Se Hun, lalu pergi dengan sedan putihnya.

***

#NANA POV#

“Onew Onii-san, Gomawo,”kataku membungkuk. Sungguh, orang yang ada didepanku saat ini adalah orang yang paling baik, untukku.

“Kan sudah kubilang, jangan panggil aku Onii-san. Aku ini masih muda, lihat wajahku chubby bukan?”Onew menggembungkan pipinya , sangat lucu. Aku tertawa melihat Onew seperti itu, wajahnya lucu sekali.

“Iya, Onew.”kataku menahan tawa karena ekspresi Onew sangat lucu.

Bertanya aku sedang dimana? Aku sedang yah, jalan kaki di trotoar kota Seoul bersama rekan kerja Onew, yang notabene adalah seniorku di kampus dulu. Kami dari taman bermain indoor yang baru dibuka di Mall terkenal di pusat kota Seoul. Sungguh, taman bermain itu keren sekali. Permainannya banyak, untuk taman bermain indoor. Mulai dari Roller Coaster mini yang membuat jantungku hampir jatuh, Swing Jet yang membuat Onew menabrak seorang wanita tadi, sampai Biang Lala ada. Senangnya.

Aku dan Onew masih berjalan

“Eh, Nana aku bisa meniru gaya menyanyi Xiah Jun Su loh, seperti ini” lalu dia menyanyi dengan penuh semangat dan gayanya itu, Astaga lucu sekali. Sontak aku berjongkok memegang perutku karena sakit melihat tingkah Onew yang seperti itu.

“Bagaimana?”

“Lucu sekali…Aduh, Onew sudahlah…aku…ahahaha,” Sumpah , Onew tadi lucu sekali.

“Setidaknya kau tidak pernah membayangkan Miss Ahn yang galak itu menari Nobody. Aku dan Amber pernah.”katanya lagi. Aku terdiam sesaat, dan

“Ahahaha….”

Aku mengangkat tangan, tanda menyerah dengan candaan Onew yang melampaui batas untukku menahan tawa. Tawaku lepas.

“Kau sudah bahagia?” Onew bertanya

“Iya.”

“Baguslah, aku sudah berhasil membuatmu melupakan masalahmu itu.”

“Masalah yang mana?”

“Kris manusia es papan seluncur itu.”

Aku terkekeh pelan, lalu melirik ke Onew

“Bukan masalah besar, Kok. Kami baik baik saja.”

Onew melihatku, seakan ingin membaca pikiranku. Aku tersenyum kecil kepadanya, tanda aku-baik-baik-saja-dan-sangat-bahagia

***

#AUTHOR POV#

Kris melihat pagar yang terkunci. Berarti Nana belum pulang. Kris memakirkan mobilnya di garasi, mengambil kunci dan membuka pintu rumahnya.

Benar, Nana belum pulang. Biasanya kalau Nana sudah pulang, akan ada suara ‘Kris, Selamat datang’ yang nyaring itu. Entah kenapa, Kris merindukan panggilan itu.

“Apa yang kupikirkan,”katanya sambil memakai sendal rumah dan masuk ke dalam rumah.

“Mengakulah, Kris. Kau memang menyukai Nana. Jangan berbohong didepan Min Ho, aku dan Jong Hyun. Aku bisa melihatnya dari wajahmu.

Kata-kata Se Hun masih berputar-putar dikepala Kris. Kris mendelik, namun dari hati kecilnya dia mengakui apa yang dikatakan Se Hun itu benar.

“Ah! aku bisa gila kalau begini!”

Kris lalu berjalan keluar untuk mencari hawa segar, menjernihkan pikirannya yang sedang ruwet.

Dia menyusuri jalan yang cukup ramai meskipun sudsh pukul 9 malam. Kota Seoul memang tidak pernah tidur. Kris hanya berjalan tanpa arah, dan sebuah toko makanan kecil khas korea mengalihkan perhatiannya. Setidaknya dia lapar, dan harus makan karena Nana belum datang.

Kris berjalan ke arah kios kecil itu, namun entah karena apa kepalanya berbalik ke arah samping jalanan. Dengan mata kepalanya sendiri, dia melihat Nana dan Onew berjalan bersama, walaupun jelas Nana menjaga jarak dengan Onew. Namun, mata Kris tetap terpaku pada sosok 2 manusia yang sedang berjalan santai.

Dan sekarang, Kris melihat Nana tertawa, sangat lepas. Terlihat dia sangat bahagia, sampai menutup wajahnya. Nana terlihat manis ketika tertawa, pikir Kris. Dan, fakta bahwa Nana tertawa bukan untuk atau dengan kris, membuat hati Kris panas. Hatinya panas, pikirannya kacau melihat Nana terlihat bahagia bukan dengan dirinya, dan semuanya kacau.

“aku ada janji  besok dengan Onew juga Amber jam 4 nanti,”

Kris mengingat Nana sudah meminta izin kepadanya. Namun, Kris marah, sangat marah. Dia marah dan, sedih, melihat wanita diseberang itu tertawa dan terlihat bahagia.

Tertawa dan terlihat bahagia, tapi bukan dengan dirinya. Dan itu membuat hatinya marah dan sedih.
“Aku butuh Soju.”

#NANAPOV#

Rumah sudah terbuka, berarti Kris telah datang. Untung aku sudah membeli bahan makanan, jadinya tinggal memasak. Aku memasuki rumah, namun tidak ada tanda-tanda keberadaan kris. Dikamarnya, tidak ada orang.

“Mungkin dia sedang pergi,”kataku menghibur diri. aku lalu mengambil handuk dan ingin mandi, rasanya lelah namun aku senang, hari ini sangat senang.

Selesai mandi, aku mengatur bahan-bahan makanan yang tadi kubeli ke dalam kulkas dan lemari makanan. Tak lupa, kapur anti semut dan kecoa kugoreskan dulu, supaya makanan lebih terlindung. Maaf, semut, tapi aku juga menjaga kesehatanku dan Kris.

Setelah selesai, aku melirik jam dinding. Sudah jam setengah 11 ternyata. Tapi, kenapa Kris belum pulang? Apa yang dia lakukan? Kemana Dia? Mobilnya sudah ada, kenapa orangnya tidak ada? Aduh, rasanya khawatir sekali dengan Kris. Aku mencoba menelponnya, dan sialnya, dia tidak membawa handphonenya.

“Dimana dia…”kataku berjalan mundar-mandir di rumah.

JDEER

Petir menggelegar. Aku berlari ke jendela, ternyata Hujan keras mengguyur malam ini. Hatiku sontak semakin khawatir melihat Kris, apakah dia membawa payung atau tidak, memakai jaket atau jas atau tidak.

Baiklah, aku akan memanggil Se Hun. Aku mencari di daftar kontak, dan menelponnya

“Yoboseyo? Nana?”

“Se Hun, ada yang ingin kutanyakan.”

“Apa?”

“Kris, kau tahu dimana dia?”

“tidak. Aku memang bersamanya tadi, tapi sudah dari jam 8 dia pulang.”

Yang benar? Jadi, kemana dia. Ahh, dia tidak membawa handphonenya. Malah diluar hujan deras, sangat deras.

“Begitu, terima Kasih, Se Hun”kataku menutup telepon.

Ya Tuhan, Kris dimana? Aku mengkhawatirkannya. Aku tidak bisa tenang, tidak bisa. Mungkin sofa bisa membuatku tenang, dan aku duduk disofa, sambil memegang handphoneku. Sama saja, aku masih sangat khawatir.

BRAAAK!

Pintu rumah terbuka, aku segera berlari melihat siapa yang membukanya. Kris, dengan kondisi basah kuyup dan berjalan sempoyongan.

“Kris…”kataku menariknya masuk ke Rumah. Ya ampun, badannya basah kuyup.

Dia mabuk, terlihat dari cara dia berjalan yang sempoyongan. Terlebih napasnya sangat berbau soju. Oh Tuhan, aku sangat tidak suka bau ini. Namun keadaan Kris sangat tidak baik. Demi dia, kusingkirkan mabuk akan bau soju ini.

“Tunggu disini Kris, bajumu basah dan kau kedinginan. Akan kubuatkan teh jahe untukmu,”kataku khawatir. Kris mengibaskan tangannya,

“Tidak usah…dai…jou…bu

“Kris… Jangan keras kepala, Kumohon dengarkan aku kali ini saja.”

“Aku…bisa…ganti…bajuku…nana…”katanya

Aku memandangnya. Apa yang terjadi dengannya, kenapa dia mabuk seperti itu. Apa dia punya masalah? Atau konflik?

Tanpa pikir panjang, aku membuatkan teh jahe untuk dia. Aku sangat khawatir dia masuk angin, atau akan jatuh sakit karena kehujanan. Mataku panas memikirkan Kris. Aduh, Nana bodoh, jangan menangis. Jangan, Jangan

“jangan Menangis,”kataku menahan air mata. Tidak mempan. Air mataku jatuh, akhirnya. Aku menghapusnya, namun masih jatuh. Masih, dan masih jatuh.

“Ah!” tanganku menutup mukaku, dan aku terisak dalam tangisanku yang entah karena apa aku menangis.

Aku berusaha menyudahi isakanku, membawakan teh jahe untuknya. Kamarnya tertutup. Aku mengetuknya

“Kris, ini teh jahemu. Minumlah.”

Namun tidak ada jawaban. Aku mengetuk lagi, sama, tidak ada jawaban. Aku memutuskan membuka kamarnya, dan apa yang kutakutkan terjadi.

Kris, dengan baju yang sudah terganti, jatuh tersungkur dilantai setengah sadar. Kuletakkan sembarang teh jahenya, lalu aku menghampiri dan berusaha sekuat tenaga mengangkat tubuhnya ke tempat tidur.

Aku menyelimutinya dengan selimut tebal.

“Kau kenapa, Kris?” kataku memandang kris. Aku memegang tangannya. Kenapa dingin sekali? Ini bukan suhu normal manusia, tangannya sangat dingin. Aku menyentuh pipinya, Oh Tuhan, sangat dingin.

Tangannya gemetar. Badannya menggigil. Kris berkeringat dingin, giginya gemeletuk kedinginan. Aku sudah menyelimutinya, apa yang terjadi? Kenapa dia tetap kedinginan?

“apa yang harus kulakukan?”aku benar benar panik sekarang. Aku berlari ke kamarku dan mengambil minyak angin yang sering kupakai, dan kembali ke kamar Kris. Aku menggosokkan sebanyak-banyaknya minyak angin ke tanganku, lalu aku menggosokkan tanganku ke tangan Kris, denga harapan bisa membaik.

Aku juga menggosokkan di lehernya. Aku mengambil teh jahe tadi, dan meminumkannya ke Kris. Aku menyendok teh itu, dan berusaha memasukkannya ke mulut Kris.

Namun keadaannya tidak membaik. Aku sendokkan lagi tehnya, dan aku minumkan ke Kris.

Kris menelan teh itu. Syukurlah, kuharap keadannya membaik. Aku menutup tubuhnya dengan selimut lagi.

“Nana…Nana…Nana…”panggil Kris. Dia mengigau? Diriku? Aku mendekat kepadanya, dia masih saja menggigil. Dan usahaku sia-sia. Badannya masih saja kedinginan.

“Nana…maa…aafkan…aku”dia tetap seperti itu. Kenapa Kris berkata seperti itu? Apa maksudnya ini? Aku yang menyebabkan dia seperti ini?

“Nana…Nana…Nana….”ngigau nya. Aku memegang tangannya,

“Aku disini, disampingmu”bisikku mulai terisak. Mataku mulai panas.

“Nana….Kkajima (Jangan Pergi)”

“Tidak. Aku tidak akan pergi”

“Apa yang kau mimpikan, Kris? Aku saja yang menanggungnya, aku tidak bisa melihatmu seperti ini. Aku tidak bisa melihatmu begini”

Aku mulai menangis lagi. Aku tertunduk ditepi , tetap menggenggam tangannya, dan menangis, membiarkan air mata ini jatuh perlahan. Ya Tuhan, sembuhkanlah Kris. Aku sangat menyayanginya. Sungguh.

#AUTHOR POV#

Kepalanya terputar. Itu yang Kris rasakan pertama kali saat matanya menangkap bayangan kamarnya. Kris bangkit, kepalanya pusing sekali. Dia ingat, dia sudah minum 5 botol Soju tadi malam, karena uring-uringan melihat Nana dan Onew.

Nana

Kris mendengar isakan Nana, dan dia melihat gadis itu menggenggam tangannya sampil menunduk dan terisak.

“Kris…”isaknya. nama Kris disebutkan. Kris mendengarnya. Kris mengangkat tubuh Nana ke tempat tidur, namun Kris tidak berniat melepaskan genggaman tangan Nana.

“Orang ini menangis…karena aku?” Kris bergumam melihat Nana. Antara sedih, dan senang, melihat seseorang menggenggam tanganmu dan menangis karenamu. Sedih, karena kaulah alasan orang ini menangis. Senang, karena dia menangisimu berarti dia menyayangimu.

Namun, Kris merasa menjadi orang terkejam karena membiarkan gadis yang ada dihadapannya, yang notabene istrinya, menangis terisak-isak. Ada sesuatu yang menusuk hatinya melihat gadis ini menangis. Dicabik, itulah rasanya. Tangan Nana masih menegang tangannya, kali ini, Kris tidak ingin dan tidak mau melepaskan tangan Nana. Kris menggenggam tangan Nana erat. Dia melihat Nana lagi yang sedang menangis dalam tidurnya. Apa yang kau mimpikan?

Kali ini, tangan Kris tetap pada Nana. Menggenggamnya, tanpa ingin melepasnya sedetikpun. Kali ini, semua ego dan topengnya didepan Nana runtuh, inilah Kris. Kris yang membutuhkan genggaman hangat seperti ini. Kris tersenyum sinis, mengingat perlakuannya terhadap Nana. Jahat? Iya, sangatlah jahat.

Kris merebahkan tubuhnya disamping Nana, dan memeluk Nana erat. Ada rasa bahagia melingkupi dirinya.

“kris…”Nana masih saja mengigau.

“Aku disini”kata Kris

“Kris….”

“Soba Ni Iru Yo (Aku Ada Disampingmu)”

Kris memandang wajah Nana lagi. Tangannya terangkat, membelai wajah Nana pelan. Wajah itu benar-benar lembut dan penuh kelembutan. Wajah yang selalu memberinya rasa nyaman, walaupun rasa nyaman itu terkurung dengan kenaifan dan kesombongan dirinya. Kris lalu membelai rambutnya, untuk menenangkan tangisannya. Tangisnya mereda. Kris menghapus air mata Nana dengan tangannya, menyentuh pipi Nana sangat pelan, seakan takut melukai Nana.

Kris berpikir,

“Aku tidak mungkin menyentuh seorang wanita secara lembut seperti ini. Nana, kau berhasil membuatku gila dan seperti ini.”

“Mengakulah, Kris. Kau memang menyukai Nana. Jangan berbohong didepan Min Ho, aku dan Jong Hyun. Aku bisa melihatnya dari wajahmu”

Kris tertawa mengingat keangkuhan dan kesombongan dirinya.

“Sehun benar. Aku terlalu naif dan munafik terhadap perasaanku sendiri. Maafkan aku, ya, Nana”kata Kris

“Saranghae…”

Dia, merasa ingin menghentikan waktu. Dia , ingin bersama dengan Nana selamanya, memeluknya mendekapnya dalam kehangatan, merasakan cinta Nana yang diberikan kepada Kris, dirinya. Tidak peduli hanya beberapa hal kecil tentang Nana yang dia ingat, hanya satu hal garis besarnya. Dirinya, kris, Mencintai Nana sudah lama.

Nana, I already in Love with You

Toki wo tomete zutto kimi no sobani itai
Motto kimi wo dakishimetai
Hitotsu hitotsu kimi no koto wo oboe nagara
Eien dake shinjiteta

Make time stop, I want to be with you always
I want to hold you more
As I remembered each and every single thing about you
I simply believed… in eternity

(Tohoshinki- Toki Wo Tomete)

To Be Cintinued

DO NOT PLAGIARISM, SILENT READERS AND COPYCAT. PLEASE RESPECT THE AUTHOR’S IDEA. THANK YOU.

REGARDS, HAYASHIMIRAI

Iklan

9 pemikiran pada “Please, Stop The Time (Chapter 2)

  1. Daebaak ._. cuma itu yang bisa aku katakan (?) *eaaa lebay-_-

    sumpah sedih banget mengingat (?) harus nana orang yg dinikahin kris bukan aku TT^TT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s