1000 years

Untitled-2

Tittle : 1000 years

Author : Cocolollipop~

Leght : Ficlet (1,315 words)

Cast :
– Do Kyungsoo (EXO-K)
– Byun Baekhyun (EXO-K)

Genre : Sad, friendship, AU

Rated : PG-13

***

Note : Semua cast di cerita ini 100% bukan punyanya author v(.___.)v , mereka punya diri mereka sendiri, orang tua, dan juga Tuhan YME. Ide ini murni semurni-murninya dari ide yang tiba-tiba lewat. Jika ada unsure yang mirip, cerita mirip, cast mirip,  saya bener-bener nggak ngerti sama sekali. Typo, kata-kata berantakan, sulit dipahami maksudnya, mohon dimaklumi, ini juga masih dalam tahap belajar. Saya juga manusia biasa ‘-‘) .

Dan, tolong berikan ketikan indah kalian ^.^)

***

FF ini sudah pernah diterbitkan(?)di blog pribadi : https://cocolollipop.wordpress.com/

***

Terinspirasi dari : SHINee – 1000 years always by your side

***

~~Happy reading~~

***

.2 years ago.

 

“Baekhyun-ah,”

“Ehm?”

“Kita… akan terus bersahabat bukan?”

“Tentu! Wae? Apakah kau meragukan persahabatan kita? Atau mungkin kau menginginkan lebih? Seperti… kau tahu kan?”

“Aish! Aku masih normal bodoh! Aku masih ingin mempunyai seorang yeojachingu, bukan seorang namjachingu!”

“Haha… aku hanya bercanda kyungsoo sayang..,”

“Stop! Jangan memanggilku dengan panggilan menjijikkan itu! Itu terdengar begitu … tidak normal!”

“Baiklah.. baiklah… lalu, mengapa kau menanyakan tentang persahabatan kita? Apakah kau bosan denganku?”

“Ani.. ani… bukan itu yang kumaksud.         Pernahkan kau mendengar sebuah lagu yang berjudul ‘1000 years always by your side’ ?”

“Ah… ya… milik sebuah grup bukan? Hm…SHINee? Wae?”

“Ne… dan, saat mendengar lagu tersebut aku memikirkan sesuatu…,”

“Tentang persahabatan kita, kau ingin kita terus bersama sampai 1000 tahun yang akan datang, begitukah?”

“Bagaimana kau bisa mengetahuinya? Bahkan aku belum sempat mengucapkannya,”

“Kyungsoo-ah, aku sudah menjadi sahabatku sejak kita dilahirkan. Kita ditakdirkan terus bersama, bagaimana aku tidak dapat menebak maksud pembicaraanmu? Dan tentang itu, bagaimana jika kita membuat sebuah janji?”

“Janji? Janji, bahwa kita akan terus bersama sampai 1000 tahun mendatang, apapun yang terjadi?”

“Yup! Begitulah maksudku! Kita memang sehati kyungsoo sayang..”

“Sekali lagi kau panggil aku depan sebutan itu, bersiaplah kau kudepak dari bangku sebelahku!”

“Hya >o<)! Baiklah.. baiklah.. bagaimana? Apakah kau setuju? Yaksok?!”

“Yaksok!”

Dua jari kelingking terikat manis diiringi sebuah senyum lebar dari kedua pemiliknya.

Baekhyun dan Kyungsoo

***

 

.Kyungsoo.

 

“Yoboseo…,”

Hening sesaat. Butuh waktu yang cukup lama bagiku untuk mencerna informasi yang baru saja kudapat. Butuh waktu lama, setelah aku menyadari bahwa…

Baekhyun kecelakaan.

Tanganku bergetar hebat dan dengan mulusnya handphoneku jatuh begitu saja dari genggamanku. Tak kupedulikan lagi benda kotak itu. Aku terlalu shock dengan apa yang barusan kudengar dari benda kotak itu.

Kedua bola mataku perlahan memburam, sebuah cairan menggumpal muncul dan siap untuk diluncurkan sewaktu-waktu.

Mulutku sibuk berkomat-kamit bahwa yang baru saja terjadi hanyalah sebuah ilusi semata, atau candaan Baekhyun yang terlampau sukses.

Sungguh, saat ini badanku benar-benar terasa begitu ringan. Kepalaku berputar-putar, menciptakan rasa pening yang luar biasa. Keseimbangan tubuhku-pun akhirnya runtuh..

Bruk!

Tubuhku terjatuh ke lantai, saat kakiku benar-benar tak sanggup lagi harus menahan tubuhku. Wajahku tertunduk ke bawah, dan dengan derasnya, dua aliran sungai mengalir tanpa henti. Dan sangat sulit untuk di hentikan.

Baekhyun. Kecelakaan. Darah. Koma.

Aku berani bersumpah aku benar-benar tak tahu apa yang kulakukan. Pikiranku benar-benar telah kosong, seakan-akan aku baru saja terhipnotis oleh sebuah kenyataan pahit yang begitu menggores batin.

Terlintas sebuah kalimat yang dikatakan oleh si penelepon..

“Saat ini Baekhyun benar-benar membutuhkan darah yang cukup banyak, sedangkan persediaan darah kami tidak cukup untuk menutupi banyaknya darah yang keluar…”

Darah. Baekhyun butuh darah.

Darah… golongan darah.

Ya! Golongan darah kami sejenis alias sama.

Aku harus memberikan kesempatan Baekhyun untuk hidup!

Aku tahu apa yang harus kulakukan! Aku harus melakukannya!

Tepat saat aku akan beranjak, sebuah foto ku dengan Baekhyun tertangkap ekor mataku. Sebuah perasaan hangat akan persahabatan, menyelimuti batinku. Aku telah mendapatkan lagi kekuatanku. Aku tersenyum, meski bukanlah senyum yang bahagia, ini lebih baik dibandingkan menangis.

Bukankah begitu?

Baekhyun…tunggulah sebentar lagi. Berikanlah aku kesempatan untuk memberikanmu harapan untuk hidup kembali.

Tunggulah Baekhyun..

***

Maafkan kami, tapi pemuda tersebut tersebut terlalu banyak kehilangan darah, dan detakan jantung-nya pun sangat lemah. Kami tidak dapat berjanji dapat memberikannya kesempatan lagi untuk hidup, hanya Tuhan yang dapat menentukan.. kami hanya dapat berusaha..

Darah yang kuberikan untuk Baekhyun masih sangat kurang untuk mengembalikan darahnya yang telah meluncur keluar karena kejadian kecelakaan tadi. Apa yang harus kulakukan?

Ya, aku hanya dapat menunggu hasil usaha dokter untuk memberikan Baekhyun hidupnya kembali. Hanya menunggu dan menunggu… sambil terus berharap bahwa masih ada kesempatan, meskipun itu sangat kecil.

Sebelum kejadian ini terjadi, Baekhyun mengajariku untuk terus optimis terhadap sesuatu, tidak mudah menyerah, dan tetap berjuang. Berulang kali ia mengatakan hal itu kepadaku, namun, apa yang terjadi adalah, ialah yang harus melakukan apa yang ia katakan.

Ia harus berjuang untuk tetap dapat melihat indahnya dunia, menghirup udara segar taman, dan bergerak bebas untuk mengelilingi dunia.

Harus… Baekyun harus bisa. Aku dapat menjalani apa yang disarankannya, mengapa ia tak bisa?

Harus.

***

Sekarang, aku berada di depan ruang operasi, ruang dimana di dalamnya ada seseorang yang begitu kusayangi, seseorang yang berada dalam keadaan koma parah dan terjebak diantara hidup-mati. Seseorang yang… seseorang yang…

Krreett….

Dua orang perawat serta seorang dokter keluar secara bersamaan. Tubuhku refleks mendekat ke arah mereka, dan mulutku langsung meminta keterangan keadaan sahabatku.

Perasaan tidak enak yang terus menyelimutiku sejak aku menunggu hasil operasi, makin lama makin kuat, bahkan seperti-nya perasaan ini akan menjadi kenyataan.

“Dok.. bagaimana keadaan Baekhyun?!”

Dokter itu perlahan membuka masker yang menutup mulut dan hidungnya, dan menghela nafas pelan. Ia menepuk pundakku halus, dan berusaha untuk menenangkanku. Ck! Tak akan berhasil! Aku tak akan bisa tenang jika belum mengetahui hasilnya!

Ia juga menatapku sayu,tatapan matanya seakan-akan berkata bahwa.. aku harus bersabar. Tatapan mata kasihan? Aku tak suka tatapan seperti itu!

Seperti tatapan mengartikan bahwa..

“Nak, sabar ya nak, temanmu akan selalu berada di sini,” telapak tangan dokter itu menepuk dada bagian kiriku, dan tangan satunya lagi mengelus pundakku.

Berarti… Baekhyun…

Lepas sudah pertahananku sebagai seorang pria. Air mata ku tumpah begitu saja seakan-akan sulit untuk berhenti, dan pundakku bergetar hebat. Tubuhku jatuh ke lantai dan kutelungkupkan wajahku ke dalam kedua telapak tanganku. Jantung ku serasa ingin lepas, hati.. hatiku… terasa begitu sakit.

Sakit…

Kutepuk-tepuk dadaku, berusaha mencairkan segumpal es yang bersarang di jantung dan hatiku.

“Uhuk.. uhuk.. uhuk…” sakiit… terlalu sakit… bahkan rasanya seperti nafasku diambil secara perlahan-lahan.

Pandangan mataku yang benar-benar buram sewaktu aku menangis, makin lama makin buram, dan.. berputar?

Kuremas rambutku frustasi… kepalaku rasanya seperti dipukul oleh batu besar yang terus memukul tanpa henti.

“Arrghh…,” duniaku berputar-putar, kepalaku benar-benar pening saat ini.

“Berhenti…,”

Ingin rasanya aku menyuruh dunia untuk berhenti berputar, namun, jangankan untuk berteriak, untuk berkata halus pun rasanya begitu berat

Seperti belum cukup dengan tadi, sekarang..

Ada apa ini? Mengapa pandanganku sangat buram? Berulang kali kucoba untuk menfokuskan pandangan, namun hasilnya nihil.

Dokter.. dokter… kemana perginya dokter tadi? Hei, aku benar-benar kesakitan sekarang!

Seseorang tolong jernihkan pandanganku.. aku tak dapat melihat apa-apa…

Gelap… sekarang apalagi ini? Makin lama, keburaman tadi berubah menjadi warna gelap yang makin lama merambat menutupi pengelihatanku.

Cahaya! Aku butuh cahaya!

“Ba..baek..baekhyun…?” ucapku lirih, saat kulihat sebuah cahaya terang yang begitu menyilaukan pandangan. Ya, benar, Baekhyun datang..

Cahaya yang berada di belakang tubuh Baekhyun begitu menyilaukan mata, tapi anehnya aku dapat dengan jelas melihat tubuhnya yang berlari ke arahku. Warna gelap yang tadi mendominasi mataku, sekarang sudah hilang tak berbekas.

“Kyungsoo.. ikutlah denganku…,” tangan kanan Baekhyun terulur ke arahku, ia pun tersenyum tulus ke arahku.

Ini rasanya seperti mimpi, Baekhyun masih hidup! Ck, ternyata, dokter tadi telah menipuku. Dokter! Lihatlah! Baekhyun masih hidup!

“Ne…,” kuulurkan tangan kananku, dan iapun menarik tanganku untuk mengikutinya ke sebuah tempat. Senyum tak pernah lepas dari wajahku saat aku bersamanya. Aku begitu senang mendapati bahwa aku dapat bertemu dengan Baekhyun lagi.

Jika ini mimpi, bagaimana bisa aku merasakan tangan Baekhyun yang begitu nyata? Berarti, inilah sebuah kenyataan yang bahagia…

“Kita akan kemana?” tanyaku disela-sela perjalanan kami.

“Di sebuah tempat di mana kita akan terus bersama selama 1000 tahun… bahkan lebih… kita akan terus bersama Kyungsoo..”

“Seperti janji kita dulu?”

“Ya..”

Dan akhirnya akupun tahu, aku dan Baekhyun memang ditakdirkan selalu bersama…

***

Author POV

“Nak… nak… nak!! NAK!! Bangun !!” dokter tadi menggoyang-goyangkan tubuh Kyungsoo yang sudah begitu lemas. Tangisannya telah berhenti, mulutnya begitu pucat, begitu juga dengan wajahnya.

Dengan hati-hati,jari telunjuk dokter itu didekatkan ke arah hidung Kyungsoo, untuk memastikan bahwa Kyungsoo tidak…

“Meninggal,” suara lirih dokter itu direspon dengan kekagetan para suster yang berada di dekatnya. Segera dibopong tubuh Kyungsoo untuk dibawa ke sebuah ruangan khusus.

Shock.. sebenarnya dokter itu juga sangat kaget dengan hal ini. Namun… apa yang dapat ia lakukan? Mungkin inilah yang terbaik untuk pemuda yang berada bersama nya saat ini..

“Berbahagialah dengan sahabatmu…”

***

I want to tell someday
As if I took 1000 years
But much to my side

***

COMMENT, PLEASE
\(^O^)/
______________

Iklan

39 pemikiran pada “1000 years

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s