LOVE SICK : Close To You (Sequel)

Title : LOVE SICK : Close To You (Sequel)
Author : Minchan Song (@Minchan321)
Cast :
– Wu Yi Fan / Kris
– Song Hye Min / You
– Others
Genre : Romance, School Life.
Lenght : 1 – ?

Note :
Annyeong! Ini saya (?)
Masih inget sama FF Love Sick yang dulu? Moga masih. Kkkk
Ini Sequelnya. Ini hasil jerih payah saya memeras otak, banting otak, dan menyisir jari-jari. #halah Asli, FF pertama dari November taun kemaren, baru saya cek, dan ternyata ada yg komen, jadi langsung bikin sequelnya. Terhura.. T_T

Sebelumnya :
Aku suka senyumannya. Entah kenapa, setiap melihat senyumnya selalu membuatku tenang, dan tersenyum sendiri. Senyumnya yang menawan, wajahnya yang manis namun terlihat dingin, dan pembawaannya yang berwibawa itu. Dia dapat tersenyum dengan bebas, tertawa bersama, bermain basket bersama teman-temannya, dan itu membuatku iri. Iri? Mungkin terdengar aneh. Tapi, itulah yang kurasakan. Dia Wu Yi Fan, teman-temannya lebih sering memanggilnya, Kris.
Aku, Song Hye Min. Murid tingkat 3 juga, aku ditingkat yang sama dengan orang yang kucintai itu. Hanya seorang gadis biasa, tidak populer, tidak cantik, aneh, dan jelek? huh! Terserahlah apa kata kalian, toh aku tidak sejelek yang kalian pikirkan. Bahkan, aku tidak mempunyai teman, saking tidak-bisanya-aku-bergaul. Hmm, tapi terkadang ada juga yang menyapaku. Itu bisa disebut teman tidak ya? Sepertinya, jalan hidupku jelek sekali…
Kejadian itu, kejadian yang membuatku mencintai pangeranku. Kris, andai kau tahu perasaanku. Setidaknya aku ingin sekali menyatakan perasaanku ini. Tapi, aku tidak bisa… Tidak bisa saat kau seperti ini…

***

– Song Hye Min POV. –

Hai, kalian masih mengingatku? Aku Song Hye Min, gadis yang menurut sebagian siswa di sekolah, sama-sekali-tidak-cantik-dan-tidak-bisa-bergaul. Kurang ajar sekali mereka. Tapi, aku tidak terlalu peduli.
Saat ini, aku sedang duduk di bangku ku yang berada di kelas. aku duduk sendiri di bagian belakang, walaupun kadang tidak terlalu terdengar apa yang sedang guru terangkan di depan saat pelajaran. Namun, aku nyaman duduk disini, karena aku sendiri yang memilih tempat ini. Setidaknya, aku bisa mencuri-curi waktu tidur jika sedang bosan.
Pelajaran sedang berlangsung. Semua siswa memberikan perhatiannya pada pak guru Kim yang sedang menerangkan pelajaran bahasa inggris di depan sana. Melihat guru itu kadang membuatku kesal, dia mengajar dengan sangat keras, bisa dibilang dia guru yang galak, sangat galak. Maka dari itu, tak ada siswa yang berani main-main di pelajarannya.
Pelajaran ini membuatku sakit kepala dan bosan. Sambil memainkan pulpen yang ada di jari kananku. Aku mengalihkan pandanganku ke jendela yang tepat berada di samping kiri mejaku. Aku mengedarkan pandanganku secara meluas, melihat ke arah lapangan. Terlihat beberapa orang sedang bermain basket disana. Lama aku melihat keadaan dan muka-muka orang yang sedang bermain basket tersebut. Namun, aku tidak melihat Kris. Tentu saja, karena jam pelajaran olahraganya kan bukan hari ini. Aku mendesah kecewa. Aku rindu jika sehari tak melihatnya.

“Song Hye Min! Apa yang kau lihat di luar sana?!” mati aku! Kulihat beberapa siswa lainnya terkikik senang melihat guru Kim itu membentakku.
“Maafkan aku, songsaengnim.”
“Keluar sekarang juga!”

***

Guru Kim sial! Baru kali ini aku dihukum, mencabuti rumput liar di halaman belakang! Ingin rasanya kumasukan namanya ke Death Note, sayangnya aku tak punya. Panas, dan lututku pegal jongkong mencabuti rumput ini. Sedang asyiknya aku meratapi nasibku. Terdengar suara lembut rumput yang diinjak, lebih tepatnya langkah kaki yang lembut. Sepertinya, itu pak Kim. Grrrr… Kufokuskan acara mancabut rumputku. Pasrah, jika dia ingin meneriakiku atau menyuruhku hal yang lain. Sampai tiba-tiba suara berat menghampiriku.

“Eoh? Ada orang.. Hmm.. Kau… sedang apa kau disini?”
“Hah??” aku menengok dan mendapati sesosok siswa laki-laki tinggi, yang selama ini membuat hidupku jungkir balik dengan senyumannya. Sekarang, ia berdiri di hadapanku dan tersenyum tipis! Itu Kris! Kuulangi lagi! Itu Krisss!! Aku berteriak dalam hati. Ya tuhan, panjangkanlah umur hamba-Mu ini!
“Dan, kau sendiri sedang apa?” bodoh! Kenapa aku malah ketus begini?! Arrgghhh!
“Hey! Bukankah aku yang pertama kali bertanya padamu?” oh tuhan! Baiklah. Okey. Hyemin-ah, tenangkanlah dirimu. Aku tahu ini sulit, ayo tarik nafas, dan buang. Rasanya seperti aku ingin melahirkan anak kembar.
“Umm, kau lihat. Aku sedang mencabuti rumput liar. Ini hasilnya jika tidak memperhatikan guru Kim itu. Dia menyebalkan, ingin rasanya kucabuti juga kumisnya satu persatu.” upss! Sepertinya bicaraku agak berlebihan.
“Pfttt. Hahahahahaha.”

– Song Hye Min POV. End –

– Wu Yi Fan POV –

“Pfftttt. Hahahahahaha.” aku tertawa geli mendengarnya. Baru kali ini aku mendengar ada yang menghina guru Kim dengan entengnya. Padahal, jika aku mendengar yang lain menghina guru Kim, mereka akan berbisik-bisik, bahkan ada yang saling mengirim selembaran kecil untuk memaki-makinya.
“Kenapa kau tertawa? Memangnya ada yang lucu, ya?” dia bertanya dengan tampangnya yang sedikit ketus itu, sambil tetap mencabuti rumput. Dia terlihat lucu dengan kacamata tipis yang membingkai di kedua matanya, serta peluh yang menetes tanpa henti di dahinya. Sepertinya, aku mengenalnya.
“Hey! Bukankah kau yang waktu itu ku tolong saat jatuh di lapangan ‘kan? Bagaimana keadaan lukamu? Apa sudah tidak apa-apa?” aku ingat dia. Dia yang waktu itu kugendong ke UKS saat jatuh. Dia terlihat sedikit heran dengan apa yang kukatakan barusan, ditandai dengan mengerut dahinya itu. Kenapa?
“Uummm… Krisss… Tentu saja lukaku sudah tidak apa-apa. Kejadian itu ‘kan sudah satu tahun yang lalu.” aku terkejut. Ah, apa iya? Sepertinya belum lama. Tak kusangka sudah satu tahun. Ah, sudahlah. Dia terlihat lelah. Apa sebaiknya aku membantunya? Baiklah, akan kubantu toh aku sedang tidak ada kerjaan saat ini. Nona, kau harus berterima kasih padaku.
“Aku akan membantumu. Sebaiknya, kau istirahat saja sebentar.”

– Wu Yi Fan POV. End –

***

– Song Hye Min POV. –

Senangnyaaa…
Kemarin dia membantuku mencabuti rumput-rumput liar di halaman belakang. Siapa lagi kalau bukan Kris? Kekeke. Rasanya jiwaku melayang-layang kesana kemari. Yuhuu~ Semalam aku bermimpi indah tentangnya. Xixixi
Aku melangkahkan kakiku menuju ke kelas, sambil sedikit bersenandung kecil. Aku melewati kelas demi kelas, dan aku melewati kelas 3-1, kelas Kris. Kulihat ia sedang bercanda bersama dengan teman-temannya. Dan, disana juga aku melihat ia sedang merangkul gadis yang berada di sampingnya. Itu pacarnya. Son Na Eun, kau membuatku iri.
Aku melanjutkan perjalananku yang tertunda. Yah, kau tahu. Menyakitkan rasanya ketika melihat orang yang kau sukai sudah dimiliki orang lain, bukan? Rasanya dadaku sesak. Aku berjalan cepat menuju kelas 3-3, kelas ku. Aku menjatuhkan diri di kursiku, menaruh tasku di atas meja, mengepalkan tangan menandakan kekesalaanku atas ketidakberdayaanku, dan menarik nafas dengan kasar. Rasanya aku ingin menangis, tapi sungguh memalukan jika aku harus menangis disini, kelas sudah dipenuh dengan siswa-siswi. Sepertinya, aku harus menunda tangisanku ini.

– Song Hye Min POV. End –

***

– Son Na Eun POV. –

Aku Son Na Eun, siswa kelas 3-1 di sekolah ini. Aku mempunyai seorang kekasih, namanya Wu Yi Fan. Namun, teman-temannya sering memanggil dengan sebutan Kris. Aku sekelas dengannya. Dia tampan, baik, perhatian, terkenal dan lumayan kaya. Pokoknya, dia sempurna! Banyak gadis yang menyukainya, bahkan masih banyak yang mengejar-ngejarnya, padahal dia sudah punya kekasih cantik dan terlihat polos sepertiku. Kris milikku. Dasar gadis-gadis bodoh.
Saat ini, waktunya beristirahat setelah terdengar suara bel yang agak panjang tadi. Aku sedang duduk di kantin bersama beberapa temanku. Suasana kantin agak sepi, mungkin banyak siswa yang sedang melihat latihan basket di gedung olahraga. Kau tahu? Tentu saja, kekasihku dan teman-temannya yang bermain. Aku sedang malas melihat latihannya, jadi aku duduk saja di bangku kantin ini.

– Son Na Eun POV. End –

***

– Song Hye Min POV. –

Aku tak bisa menangis, padahal tadi aku menginginkannya. Sudahlah, mau bagaimana lagi jika dia memang sudah ada yang punya. Aku tetap akan jadi secret admirer-nya saja. Sepertinya, ini lebih baik, daripada aku harus merindukannya terus jika tidak melihatnya.
Sekarang, aku ingin ke gedung olahraga, melihat Kris dan teman-temannya latihan basket untuk kejuaraan tingkat SMA se-kota Seoul. Aku pun melangkahkan kakiku masuk ke gedung tersebut. Dan sepertinya, latihan telah usai. Kulihat siswa yang lain mulai meninggalkan gedung olahraga ini. Sial! Ini gara-gara aku terlalu fokus pada komik yang kubaca tadi. Argh! Namun, kulihat Kris dan teman-temannya sedang istirahat di pinggir lapangan, mengelap peluh dan sedang menenggak air botol mineral yang ada di tangannya. Terlintas di pikiranku, ternyata dia juga terlihat keren dan seksi?
Argh! Makin kacau saja pikiranku! Sudahlah, aku pergi saja!
“Hei, nona rumput liar berkacamata!”
– Song Hye Min POV. End –

– Wu Yi Fan POV. –

“Hei, nona rumput liar berkacamata!” aku memanggil gadis yang kubantu kemarin. Namun, dia sepertinya tidak mendengar teriakanku, karena aku tak tahu namanya jadi kupanggil saja seadanya. Kupanggil lagi dia hingga dia menengok ke arah ku dengan tatapan bingung dan menunjuk dirinya sendiri.
“Iya! Kau! Kemari!” dia mulai berjalan menghampiriku.
“Ada apa kau memanggilku? Dan kenapa kau memanggilku ‘Nona rumput liar berkacamata’? Aku punya nama kau tahu.” dia menunjuk ke arah nametag yang terpasang di sisi kanan blezer yang dipakainya, dan akupun mengikuti arah jarinya menunjuk. Dia terlihat kesal karena aku memanggilnya dengan sebutan itu. Kekeke
“Maaf maaf, aku kan tidak tahu namamu. Haha. Umm… Ku ingin melihat latihan kami ya? Yah, latihannya sudah selesai. Maaf ya.” aku sedikit meledeknya.
“Siapa juga yang ingin melihat pertandinganmu. Aku hanya tersesat tadi”
“Hah? Tersesat?” -__-’

“Hei! Kris! Siapa dia?” temanku, Lay, bertanya lalu menghampiriku dan Hye Min yang sedang berbincang ringan tadi. Beberapa temanku menghampiri kami dengan tas yang terselempang di bahu mereka, dan sebagian sedang memakai sepatu mereka.
“Woah! Duizhang! Pacar barumu ya?” Tao, apa-apaan dia bicara seperti itu.
“Kris, kau sudah putus dengan Na Eun ’ya? Kalau begitu, dia boleh buatku?” ini lagi Kai, ingin kuhajar apa.
“Aigo.. Aigo.. Aigo.. Leader, sekarang seleramu sudah berubah ‘eoh? Kau suka yang berkacamata? Dan dia, ummm.. Tidak berstyle sama sekali?” Baek Hyun, kau mau mati huh? Aku menoleh ke arah Hye Min. Dia menunduk sambil memainkan jari-jari tangannya. Entah kenapa tatapan matanya terlihat sedih. Teman-temanku sungguh keterlaluan.
“Eh Hey! Teman-teman– Dia bukan–”
“Hmm… Maaf, teman-temannya Kris. Aku Song Hye Min. Aku bukan pacar barunya Kris. Lalu, kurasa Kris juga tidak putus dengan Na Eun siapalah itu. Dan, kau laki-laki ber-eyeliner di kedua kelopak matanya. Aku tidak tahu selera Kris gadis yang seperti apa, dan maaf saja jika aku tidak berstyle seperti katamu tadi. Oh iya, eyeliner-mu luntur, sepertinya terkena keringatmu yang membanjir itu.”
“Ehhhh??” aku terpaku dengan ucapannya tadi, sangat panjang dan lebar? Aku menatap ke arah teman-temanku, mereka juga sepertinya sedikit shock. Ok, aku sedikit khawatir, khawatir jika mereka akan marah dan terjadi baku hantam dengan Hye Min di gedung ini.
“Apaaa??!! Apa tadi kau bilang??!!” gawat! Ba… Baekhyun, dia marah.
“Eyeliner-ku luntur??!! Serius??!! Hyemin-sshi, apa kau bawa cermin?! Kau serius eyeliner ku luntur?!” Heee???
“Hah? A.. Aku tak bawa benda yang seperti itu”
“Kkamjong! Kalian! Kalian bawa cermin tidak?! Pinjami aku!”
“Aku tidak bawa Baekhyun-ah. Mana mungkin laki-laki yang sudah tampan dari sananya seperti aku bawa-bawa cermin”
“Huaaa!! Ya, sudah aku ingin ke kamar mandi dulu!” aku dan yang lain semakin terpaku tak berdaya di tempat kami, sedangkan Baekhyun lari dengan tunggang langgangnya menuju kamar mandi seperti yang ia teriakkan tadi.
Byun Baek Hyun, dimana harga dirimu?? -_-

– Wu Yi Fan POV. End –

– Song Hye Min POV. –

Apa-apaan itu tadi? Bukankan aku berbicara secara ketus dengan sepenuh hatiku. Ok, ketus ku ini memang tidak bisa hilang. Tapi, Baek Hyun tadi– Sungguh– Rasanya aku ingin tertawa. Aku tak bisa menahannya.
“Ahahahahahahahaha.” aku tertawa sambil memegang perutku, sungguh tadi itu agak memalukan. Namun, setidaknya dia sedikit menolongku dari suasana horror tadi. Aku tak dapat berhenti tertawa sampai mengeluarkan air mata begini. Sedangkan yang lain menatapku heran, lalu beberapa detik kemudian mereka juga ikut tertawa.

“Oh, Hye Min. Bagaimana dengan hukumanmu kemarin? Apa guru berkumis itu puas dengan hasil kerjamu mencabuti rumput liar seharian?” Kris menanyakan hal tentang kemarin saat aku dihukum oleh guru Kim, aku sedikit tersenyum.
“Guru berkumis?” laki-laki berlesung pipi manis yang kuketahui bernama Lay, bertanya dengan tampang polosnya.
“Iya, guru Kim. Kemarin dia dihukum olehnya. Hahaha.”
“Hei hei, kenapa sepertinya kau senang sekali menceritakan tentang dihukumnya aku. Yah, setelah aku mengusirmu agar tidak ketahuan kemarin, sepertinya dia puas. Terima kasih ya atas bantuannya.”
“Ya, sama-sama. Hanya seperti itu saja sih aku bisa. Semoga kau tidak akan dapat hukuman darinya lagi. Kekeke.” Dia tersenyum! Ah! Sungguh menawan! Entah kenapa aku merasa selangkah lebih dekat dengannya karena kejadian kemarin. Aku ingin lebih dekat lagi dengannya. Sungguh! Jika ini mimpi, maka jangan bangunkan aku, selamanya!
“Umm, semoga saja. Aku juga tidak ingin berurusan dengan si kumis itu. Dia menyebalkan. Setiap melihatnya terkadang membuat kepalaku pusing. Wajahnya juga menyeramkan. Pantas saja banyak siswa yang tidak suka dengannya. Aku rasa dia harus mengubah sedikit sifatnya itu.”
“Hye– Hye Min-ah. Dibelakangmu—”
“Apa?”
“Song Hye Min-sshi, memangnya saya semenyeramkan itu ya?”
Aku menengok.
Shimatta!

TBC

Gimana? Bagus gak? Kayanya nggak. .____.
Entah kenapa malah jadi ngalor ngidul (?) gini.
Jangan lupa komen, yang komen saya doa’in pahalanya bertambah dan besoknya dilamar bias masing-masing. Arigacchu~ :*

34 pemikiran pada “LOVE SICK : Close To You (Sequel)

  1. Ini tuh cerita horor banget asli._.

    Ngeliat mr.eyeliner ngamburadul gitu rasanya pengen ketawa._.

    Seru thor masa.-. lanjutt yaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s