How to Forgive Me? (Chapter 9)

“… How to forgive me?”

(Part 9)

 

Author  : @triZa28

Genre   : Romatic, Friendship.

Cast       :

– Lee Yoonhee

– Park Chanyeol

– Xi Luhan

– Do Kyungsoo

– Byun Baekhyun

– Kris

 

Note      : This FF is inspired of K-Dramas ‘Reply 1997’. Selebihnya adalah murni ide dan imajinasi saya ^^. Harap dimaklumi kalau ada typo ya ^^.

 

Selamat membaca… >.<

 

———————————————————-

“Untuk?”, Luhan tak mengerti kenapa kata-kata maaf meluncur dari bibir gadis itu. Kenapa tiba-tiba ada kata maaf?

 

“Untuk… semua yang kau lakukan padaku..”.

 

-zZz-

                Kris sedang sibuk dalam pikirannya saat tiba-tiba terdengar suara ketokan di luar.

Nugu?”.

 

“Ada telepon dari Dokter Lee, Wu Sajang-nim..”.

Kris langsung menekan tombol 1 di telepon ruangannya.

“Hasil kesehatanku sudah keluar, sungsaengnim? Eh? Apa sungsaengim? Operasi?”.

 

-zZz-

“Ehh ?! Oppa ada dirumah sakit? Wae? Eo, arraseo “, Yoonhee langsung menutup sambungan teleponnya dan bergegas pergi dari apartemennya.

 

 

Tak sampai 10 menit, Yoonhee sampai dirumah sakit tempat Kris dirawat.

“Aku mencari ruangan pasien bernama Wu Yi Fan”, resepsionis dengan segera mencari nama pasien di layar computer di hadapannya.

“Wu Yi Fan-ssi berada di ruang VIP nomor 28 di lantai 8b, agasshi..”, setelah membungkuk berterimakasih Yoonhee langsung berlari menuju lift menekan tombol 8b dan lift pun mulai bergerak. Tak lama kemudian dia sampai di laintai 8b.

“28..28..”, gumamnya sambil melihat nomor kamar di kanan dan kirinya.

“28!!”, bergegas Yoonhee masuk ke dalam kamar itu.

 

Oppa!”

Eo, Yoonhee-ah! Kenapa kau datang cepat sekali?”, Kris terlihat berbaring di ranjang putih itu. Tanpa menjawab gadis itu mendekati oppa-nya itu dan duduk disamping kanan ranjang putih itu.

“Kenapa tiba-tiba ada di rumah sakit? Oppa sakit apa? Parah? Kapan di operasi?”

“Ya! bicaralah pelan-pelan. Aisshh.. jeongmal.. sebegitunyakah kau kuatir pada oppa?”,tanya Kris yang dijawab dengan anggukan kepala Yoonhee.

“Karena oppa adalah oppaku.. tentu aku kuatir.. Apa yang dokter bilang?”

“Usus oppa bermasalah dan kata Dokter Lee usus oppa harus dipotong 2 cm, tenanglah, bukan operasi berat kok..”, Kris mengelus pelan kepala Yoonhee.

Gwenchana..ahh, oppa hampir saja lupa bilang jangan beritahu Chanyeol ya ? kau tahu sendiri Chanyeol bagaimana, dia bisa-bisa menceramahiku panjang lebar tentang aku yang lupa makan lah, aku yang telat makan lah.. kadang oppa bingung siapa yang hyung siapa yang dongsaeng?”.

 

-o0o-

Sesuai permintaan Kris, Yoonhee tak memberitahu Operasi usus Kris pada Chanyeol. Jadi Chanyeol sama sekali tak tahu keadaan hyungnya itu.

 

Ya. kenapa akhir-akhir ini kau selalu menolak bersamaku?”, Chanyeol menatap gadis yang sedang makan sup kimchi jjigae itu serius.

“Aku sibuk.. jangan kira co-writers tak sibuk..”, jawab Yoonhee sekenanya padahal dia berbohong, dia tak bersama Chanyeol akhir-akhir ini karena dia menemani Kris oppa dirumah sakit.

“Oh ya?? tapi kemarin aku ke kantormu dan seorang sunbae-mu bilang kau sudah pulang seperti biasanya padahal kau sms aku sedang lembur, mana yang benar?”, Chanyeol semakin mengerutkan alisnya, gadisnya berbohong. Dia tahu itu.

Yoonhee melirik Chanyeol disela aktifitas makannya.

Wae? Kau tak percaya padaku? Aku lembur, tidak di kantor tapi di apartemenku, aku sudah meminta ijin pada sunbae untuk memperbolehkanku pulang .”, untung saja Yoonhee hebat dalam berbicara jadi dia tak membongkar rahasianya.

Chanyeol menghela nafasnya.

“Baiklah, aku percaya..”

“Seorang namjachingu yang baik memang harus percaya dengan yeojanya..”,kata Yoonhee yang langsung membuat Chanyeol tersenyum.

-zZz-

 

Yoonhee tersadar dari kantuknya disaat Chanyeol membuka pintu mobil.

“Sudah sampai di apartemenmu.”, Yoonhee mengangguk pelan lalu keluar dari mobil Chanyeol.

Gomawo, Chanyeol-ah..”, ujarnya sambil melambaikan tangannya.

 

 

Belum saja Yoonhee menaiki tangga gedung apartemennya, tangan hangat itu menariknya, membuatnya hampir kehilangan keseimbangan.Untung saja Chanyeol menahan tubuh gadis itu.

“Apa? Kau membutku kaget saja..”

Chanyeol menatap gadis didepannya itu.

“Boleh aku minta sesuatu?”, tanya Chanyeol serius.

“Apa?”

 

Tiba-tiba saja wajah Chanyeol mendekat dan mendekat sementara Yoonhee diam, terlalu kaget untuk bereaksi.

“Cium aku”

Kata-kata yang terucap dari mulut itu singkat tapi lantang dan terdengar sangat jelas di telinga Yoonhee. Gadis itu membuka matanya lebar-lebar tak percaya. Apa??

 

“Ayolah.. kau yang mengatakannya sendiri aku namjachingu dan kau yeojachingu. Apa salahnya namjachingu meminta ciuman?”

Yoonhee terlalu kaget dan diam saja, sementara wajah Chanyeol semakin mendekatinya.

“Aku yang menciummu kalau kau tak menciumku..”, Chanyeol mengucapkan kata-kata itu cepat sampai-sampai Yoonhee tak menyadari bahwa bibir mereka sudah bertemu!

Reaksi pertama Yoonhee adalah menjauh, tapi tangan panjang Chanyeol menangkapnya. Tangan kirinya memeluk gadis itu, tangan kanannya memegang tengkuk gadis itu agar tak menjauh. Ciuman mereka hanya saling menempelkan bibir, tapi kemudian Chanyeol meminta lebih.Chanyeol menghisap bibir gadis itu. Menghisap setiap sudut bibir Yoonhee dengan lembut walaupun ciuman ini menimbulkan suara. Yoonhee yang awalnya menjauh tadi, perlahan-lahan membalas ciuman Chanyeol, bahkan kedua tangannya memeluk leher laki-laki itu. Ciuman Chanyeol terasa manis dibibir Yoonhee, ciumannya lembut dan berperasaan. Ciuman itu seperti menggantikan kata ‘Aku mencintaimu’, yah.. ciuman yang mengatakan bahwa Chanyeol sangat mencintai Yoonhee… sangat..

 

 

5 menit kemudian, Chanyeol melepaskan ciumannya, menatap gadis di depannya sambil tersenyum.

Wae? Kenapa wajahmu begitu memerah, Yoonhee-ah?”, Segera Yoonhee menyentuh kedua pipinya, astaga.. pipinya hangat..

“Sana masuk apartemenmu.. tidur yang lelap ya, sayang..”. Chanyeol mengacak-ngacak rambut gadis itu setelah mengucapkan kata-kata itu. Kemudian Chanyeol berjalan turun dari tangga gedung apartemen Yoonhee itu dan tiba-tiba berbalik lagi, meneriakkan nama gadis itu.

“Yoonhee-ah!!”

Yoonhee yang baru berjalan 2 langkah menuju pintu masuk apartemennya langsung terpengarah dan berbalik.

Chanyeol mengucapkan kata-kata lagi, tapi kali ini dia tidak berteriak, dia hanya menggerak-gerakkan bibirnya membuat Yoonhee menggerak-gerakkan bibirnya juga mengikuti gerakan bibir Chanyeol. Setelah mengucapkan kata-kata itu Chanyeol melambaikan tangannya dan pergi, meninggalkan Yoonhee yang masih bingung dengan kata-kata Chanyeol tadi.. Apa??

                                                                                                -oOo-

 

“hahaha.. Chanyeol melakukan itu padamu?? Tak kusangka dia sudah tumbuh begitu besar!”

Oppa! Jangan tertawa terbahak-bahak dulu, oppa tak ingat baru dioperasi?”, Kris langsung terdiam mendengar omelan dongsaengnya itu. Dongsaeng, ya perasaan Kris pada gadis itu sudah normal, seperti layaknya oppa pada dongsaeng. Kris sendiri juga tak menyangka perasaannya pada gadis itu menghilang cepat, padahal dia sendiri memperkirakan akan frustasi, depresi atau semacamnya.

“Yoonhee-ah, kau bawa seperti yang aku minta?”, Yoonhee mendengarnya langsung mengerti maksud oppanya, “Tentu, aku sembunyikan di bawah kasur oppa, tapi ingat oppa makan supnya saja ya? perut oppa belum kuat, arraseo?”, Kris tersenyum lalu mengangguk pelan.

Setelah Yoonhee pergi, Kris turun dari tempat tidurnya. Dia memegangi perutnya, sambil meringis menahan sakit. Kemudian dia berjongkok, mencari barang yang dimaksud tadi. Dan bingo! Dia menemukan barang yang dimaksud! Dia hendak berdiri dan tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Kris melihat dari kolong tempat tidur siapa yang datang. Terlihat sepasang kaki putih memakai high heels (jelas ini bukan Yoonhee karena Yoonhee yang ia kenal tak bisa berjalan dengan high heels), kemudian orang yang hanya terlihat sepasang kaki itu membuang high heelsnya begitu saja dan berbaring di sofa kamar Kris. Dan baru dari sana, Kris bisa melihat wajah pemilik sepasang kaki putih itu.

“BROOT!”

Kris melototi wanita yang sedang enak-enakan tidur di sofanya itu. Astaga.. wanita itu kentut!

 

Wanita itu kemudian mengubah posisi tidurnya dengan memiringkan badannya. Dan matanya langsung melotot seketika saat melihat seorang namja di kolong tempat tidur itu!

Jwisonghamnida!”, ujar wanita itu langsung berdiri dan membungkuk. “Aku tidak tahu kalau ada pasien di kamar ini”. Kris yang sedari tadi berjongkok langsung berdiri sambil memegangi perutnya. Tersenyum menahan tawa.

Gwenchana, aku baru saja mau keluar dan tiba-tiba seorang wanita masuk kamarku membuang high heelsnya dan membuang kentutnya sembarangan. Ya, tidak apa-apa. Silahkan kalau mau beristirahat, aku keluar..”, Kris berjalan menuju pintu kamarnya dan keluar dari kamarnya. Astaga, kalau saja jahitan di perutnya sudah tak sakit dia pasti sudah terbahak-bahak sekarang. Astaga, dia bertemu dengan perempuan aneh lagi, baginya perempuan aneh dalam hidupnya tentu saja Yoonhee.

Astaga, sekarang dia mirip seperti orang gila karena terus meringis tertawa!

-oOo-

 

“Yoonhee-ah! Tumben-tumbenan kau datang ke restoranku, ada apa?”, Kyungsoo yang memakai baju ala chef itu menarik kursinya dan duduk di depan Yoonhee.

Yoonhee meringis kecil, “Tentu saja untuk mendapatkan makanan gratis”. Kyungsoo yang awalnya ceria langsung bermuka masam. “Dasar kau selalu saja mencari gratisan..”. Yoonhee tertawa-tawa kecil sambil melihat-lihat menu restaurant ‘D.O RESTAURANT’.

Kyungsoo melihat sekeliling, “Kau tak bersama pacarmu?”. Yoonhee melirik Kyungsoo sekilas di sela-sela aktivitas membacanya itu. “Tidak, aku sendirian.. ya ya ya,Kyungsoo-ah! Aku boleh memesan ini? Sudah lama aku tak makan seafood.. boleh kan?”. Kyungsoo yang tak punya pilihan itu langsung memanggil pelayan dan memesankan gadis itu makanan yang dimaksud.

“Sudah? Kau hanya pesan itu saja?”

Yoonhee tertawa, “Eyy.. seolma.. kau kan tau sendiri perutku seperti apa”.

D.O mengerutkan keningnya. Kalau dipikir benar juga sih. Waktu SMA dulu kan Yoonhee juara bertahan lomba makan tempura, bahkan rekornya sampai sekarang sepertinya belum ada yang memecahkan. Bagaimana bisa dia menghabiskan hampir 70 tusuk tempura dalam waktu 3 menit?? Astaga…Kyungsoo bergidik ngeri ketika mengingat bagaimana rakusnya Yoonhee memakan tempura saat SMA itu. “Terus kenapa cuma pesan itu saja?”.

“Gak seru dong kalau aku langsung pesan banyak. Itu pesanan pertama, nanti kalau udah selesai baru pesen yang lain..”. Kyungsoo menggeleng-gelengkan kepalanya. Astaga.. kenapa Chanyeol dan Luhan bisa suka yeoja seperti ini?

“Kyungsoo-ah, kau sudah punya pacar?”, tanya Yoonhee tiba-tiba. Kyungsoo mengerutkan alisnya lagi.

“Belum, kau tahu aku dengan baik Yoonhee-ah. Aku tak pandai menyimpan rahasia. Kalaupun aku punya pacar pasti kalian bakal tahu.. tapi kenapa kau tanya pertanyaan aneh seperti itu? Jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi antara kau dan Chanyeol? Dia menciummu? Ah, tapi ciuman itu sudah biasa.. jangan-jangan..”. Yoonhee menatap Kyungsoo aneh sementara Kyungsoo menatap Yoonhee penuh selidik, dan pandangan Kyungsoo berakhir pada perut Yoonhee.

 

“Kau hamil?”

 

 

 

 

“PLETAK!!”. Kyungsoo meringis memegangi kepalanya yang terasa terbakar itu.

Ya!! Lee Yoonhee!! Micheonya? Sakit tahu!!”

“Kau yang gila Do Kyungsoo! Aku hanya tanya apakah kau punya pacar tapi kenapa nyangkutnya ke masalah hamil? Kau yang gila!!”

Kyungsoo yang masih memegangi perutnya itu meringis tertawa , “Astaga Yoonhee-ah, aku hanya bercanda! Kenapa kau serius begitu?”

“Bercandamu aneh tahu!!”. Keduanya terus saja bertengkar adu mulut sampai kemudian ada 3 tangan panjang yang menarik kursi disamping Yoonhee, disamping Kyungsoo dan disampingnya lagi.

Eo?? Kalian?”. Dan siapa lagi kalau bukan Chanyeol, Luhan dan Baekhyun?

Astaga, kalian bertengkar keras sekali. Aku bahkan mendengarnya dari lantai bawah”, Baekhyun duduk dikursi yang berada disamping Luhan itu sambil membuka kacamata hitamnya dan topi (item wajib baekhyun karena dia artis).

“Benarkah? Sampai lantai bawah? Astaga..”, Kyungsoo langsung menutupi mukanya dengan mukanya seolah-olah depresi.

“Ini gara-gara gadismu, Chanyeol-ah..”, ujar Kyungsoo kemudian tak memperdulikan Yoonhee yang menatapnya tajam.

Gentian semua arah pandangan yang tadi menatap Kyungsoo sekarang menatap Yoonhee.

“Apa? Kenapa kalian menatapku seperti itu, huh?”, ucap Yoonhee dengan cueknya membuat sahabat-sahabatnya tertawa.

“aaahh!! Makananku datang!!”, teriak Yoonhee senang membuat teman-temannya tertawa lagi.

“Terserah kalian mau ngobrol atau apa yang penting aku makaann!!”, dengan lahapnya Yoonhee memakan lobster pesanannya itu dengan lahap. “Ya! kau tega makan sendiri di depan sahabat-sahabatmu? Bagi dong!!”,baru saja tangan Baekhyun mau merampas salah satu daging lobster itu tangannya sudah buru-buru dipukul oleh Yoonhee. “Bagi? Waduh.. artis beken lagi kere ya?”,ejek Yoonhee sambil menjulurkan lidahnya.

Baekhyun yang tak terima itu langsung memesan makanan yang sama dengan Yoonhee. “Kere? Ya!! kau bercanda denganku Yoonhee-ah? Aku artis terlaris tahun ini!” , kata Baekhyun dengan nada tinggi.

“Kau yang bercanda denganku Baekhyun-ah? Lee Donghae oppa adalah artis terlaris tahun ini!”, balas Yoonhee tak terima.

Sementara kedua orang itu saling menyerang satu sama lain, ketiga namja di samping kiri kanannya itu menutup mukanya masing-masing.

Astaga, mereka memalukan restaurantku..”.

“Mereka selalu bertengkar sejak SMA tapi ini.. terlalu”

“Seseorang hentikan pertengkaran mereka ini sebelum aku berteriak minta tolong..”.

-oOo-

 

 

To be Continue…~

Hayoo.. siapa yang mau lanjut?? Angkat tangannya mana?? Hehe.. Dikomen ya readers!! ^^.Khamsa hamnida.. *bow*.Makasih juga buat admin yang udah ngepost ff saya ini ^^. Neomu-neomu Khamsa hamnida.. ^^ . Ditunggu koment kalian ya readers >.<

 

17 pemikiran pada “How to Forgive Me? (Chapter 9)

  1. kkkkk~ kayaknya seru banget makan²nya bagi napa hahaha… hmmm~ kalo si baek sama yoonhee jadian /di ff story lain maksutnya/ pasti seru kkkk~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s