How to Forgive Me? (Chapter 10)

“… How to forgive me?”

Last Part (Part 10)

 

Author  : @triZa28

Genre   : Romatic, Friendship.

Cast       :

– Lee Yoonhee

– Park Chanyeol

– Xi Luhan

– Do Kyungsoo

– Byun Baekhyun

– Kris

 

Note      : This FF is inspired of K-Dramas ‘Reply 1997’. Selebihnya adalah murni ide dan imajinasi saya ^^. Harap dimaklumi kalau ada typo ya ^^.

 

Selamat membaca… >.<

 

———————————————————-

Astaga, mereka memalukan restaurantku..”.

“Mereka selalu bertengkar sejak SMA tapi ini.. terlalu”

“Seseorang hentikan pertengkaran mereka ini sebelum aku berteriak minta tolong..”.

-oOo-

“Sudah baikan?”, Chanyeol menunggu depan toilet wanita sementara  Yoonhee yang berada di dalam  toilet.

“kurasa aku akan muntah jika aku melihat makanan lagi..”,gumam Yoonhee dari dalam toilet dan Chanyeol bisa mendengarnya. Tiba-tiba saja dia teringat kejadian tadi. Dia pikir setelah pertengkaran mulut antara Yoonhee dan Baekhyun berakhir maka berakhir sudah, anggapannya salah! Memang sudah tidak ada adu mulut antara keduanya tetapi.. kalian tahu apa yang mereka lakukan? mereka malah berlomba-lomba makan terbanyak! Chanyeol membayangkan kalau dia menjadi Kyungsoo, dia pasti sudah stress dan berada di rumah sakit jiwa!

Astaga..

Chanyeol cepat-cepat menghapus ingatannya itu setelah Yoonhee keluar dari toilet.

“Apa yang kau pikirkan? Kelihatannya mengerikan sekali..”, ujar Yoonhee setelah keluar dari toilet.

Chanyeol menggeleng-geleng, “Ani, bukan apa-apa. Ayo pulang, besok kau masih kerja kan, sayang?”

“Tidak, besok aku libur. Besok kan minggu, babo?”, Yoonhee mengetuk pelan dahi laki-laki itu kemudian berjalan keluar sambil tertawa.

-oOo-

“Sudah sampai? Gomawo, Chanyeol-ah..”,ucap Yoonhee yang kemudian turun dari mobil Chanyeol.

Ya!!”, selangkah lagi Yoonhee akan masuk gedung apartemennya tiba-tiba saja laki-laki bersuara besar itu meneriakinya.

Yoonhee berbalik dan mengatakan “Mwo ddo (apa lagi)?”.

Seketika Chanyeol langsung tersenyum, “Kau belum pernah memberitahuku lantai berapa kau tinggal, nomer berapa apartemenmu dan apa password apartemenmu”.

Yoonhee tersenyum, dia tahu kata kata itu pasti akan muncul dari mulut namja itu.

“Aku memang tak berencana memberitahukanmu, karena aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu, Chanyeol-ah! Baiklah aku beritahu, aku tinggal di lantai 4 nomer 58, tapi aku tak akan beritahukanmu passwordnya, aku tahu pikiran kotormu!”. Itu kata-kata terakhir Yoonhee sebelum akhirnya dia masuk kedalam gedung apartemennya meninggalkan Chanyeol yang sedang mengobrol dengan dirinya sendiri.“Pikiran kotor? Aku tidak berpikiran kotor tahu! Kita sudah berpacaran hampir 1 tahun dan kita sudah tidak muda! Sudah waktunya memikirkan masa depan bukan?.. astaga, sejak kapan dia menghilang?”.

 

-oOo-

 

“Huahh..”, gadis yang ada dibalik selimut itu menguap, setelah menguap panjang dia membuka selimutnya, menatap jam beker di dekatnya.

“Oh..masih jam 9..”, ujarnya kemudian sambil menutup wajahnya dengan selimut lagi.

Hmm?? Ada yang aneh. Kenapa tempat tidur yang biasanya agak lebar tapi memang tidak lebar-lebar amat sih, kok pagi ini sempit ya?. Yoonhee yang baru menutup matanya beberapa detik itu langsung membuka matanya lagi. Matanya menatap sosok seseorang yang berada dibawah satu selimut dengannya!!

Oh.. tidak!!!

 

 

“WAAAAAAAA!!!!!!!!!!”

 

Gadis itu berteriak kencang selama.. entah dia tidak menghitungnya. Yang jelas teriakannya cukup membuat sosok yang tidur di sebelahnya itu bangun!

“Kenapa kau teriak-teriak di pagi hari, sayang?”

 

 

Suara berat ini terasa familiar di telinga Yoonhee. Mereka berdua kemudian bertatapan.

Chanyeol!!

 

“Baru jam 9 dan kau sudah teriak-teriak? Biarkan aku tidur lagi..”,kata namja itu sambil menutup selimutnya tak menyadari ekspresi aneh gadis disampingnya itu.

 

 

 

“PARK CHANYEOOLLLL!!!!!!!!!!”

Dan pertengkaran pun tak bisa dielakkan…

-oOo-

Mereka berdua duduk berhadapan di ruang tamu apartemen Yoonhee yang kecil. Keduanya saling diam sambil sesekali melirik satu sama lain.

Keadaan Chanyeol terlihat menyedihkan. Rambutnya berantakan sekali, bajunya juga…Tadi pagi Yoonhee menendang Chanyeol sampai jatuh dari tempat tidur dan memukulinya dengan segala bantal yang ada di kasurnya.

Yoonhee berdeham sebentar kemudian menatap Chanyeol yang duduk di depannya.

“Bagaimana kau bisa masuk apartemenku? Kau mencongkel jendela? Kau menyandera pak satpam agar dia membuka apartemenku dengan paksa atau..”,Yoonhee diam setelah melihat ekspresi wajah Chanyeol yang mengatakan tebakannya salah besar.

“Lalu? Aku tak memberitahumu password apartemenku kemarin! Dan tahu-tahu di pagi ini ketika aku membuka mata, ada sesosok seseorang yang tidur disampingku dan membuat kasurku menjadi sempit daripada biasanya… dan BINGO! Ternyata itu tak lain dan tak bukan adalah Park Chanyeol! Katakan bagaimana kejadiannya, Chanyeol-ah..”,Yoonhee tahu dia itu cerewet tapi pagi ini dia rasa dia menjadi lebih cerewet!

Chanyeol menghela nafas sebelum akhirnya dia membuka mulutnya, “Baiklah-baiklah, aku perlu meluruskan hal ini.. aku tidak mencongkel jendela, kau bisa memeriksa sendiri jendelamu nanti. Aku juga tidak menyandera pak satpam, kau tahu sendiri para satpam-satpam apartemen ini tahu aku pacarmu, gara-gara mereka tahu kita berciuman kemarin, makanya mereka memperbolehkan aku masuk ke dalam gedung.. lalu, aku naik ke lantai 4 dan mencari nomer 58. Dan ya, aku menemukan namamu di depan pintu itu. Aku tak bisa masuk karena apartemenmu berpassword! Ada 4 digit! Pertama, aku menduga itu adalah hari ulang tahunmu 2805, tapi salah! Kemudian karena kau pacarku, aku mengira passwordnya adalah ulang tahunku, dan lagi-lagi bukan! Dan akhirnya aku ingat, kau seorang Lee Yoonhee, seorang penggemar fanatik Super Junior terutama Lee Donghae si ikan mokpo itu, kemudian aku membuka handphoneku, membuka google, mencari nama Lee Donghae, dan aku bergumam pada diriku sendiri bahwa ini tidak mungkin! Tapi ternyata dugaanku benar! Passwordmu adalah ulang tahun ikan mokpo itu kan?”. Mulut Yoonhee ternganga lebar. Astaga…Pikiran Yoonhee salah. Dia memang cerewet tapi namja yang mengaku pacarnya (emang iya) itu lebih cerewet darinya!

Segera Yoonhee menutup mulutnya yang menganga terlalu lebar itu,“Lalu.. lalu.. kenapa kau tidak tidur di sofa atau setidaknya di lantai? Kenapa tidur seranjang denganku?”.

Chanyeol mengeluarkan smirknya, “Wae? Kau kira aku akan melakukan hal yang tidak-tidak padamu?”.

Wajah Yoonhee yang tadinya marah itu menjadi kelabakan dan langsung mengangguk, “Keurom! Semenjak kau dan aku berpacaran kan pikiranmu selalu aneh-aneh, memangnya aku tidak tahu? Ya! pikirkan hal itu setelah kau menikahi aku! Tapi.. tapi belum tentu aku mau menikah denganmu!”, Yoonhee yang kelabakan itu segera beranjak dari duduknya hendak ke kamarnya, tapi terlambat.. tangan panjang itu selalu bisa menariknya. Membuatnya berbalik dan.. jantungnya langsung mencelos saat namja itu menghimpitnya di dinding!!

“Jadi.. kau tak mau menikahiku?”,ucap Chanyeol setelah mengunci gadis itu di dinding membuat Yoonhee semakin kelabakan lagi. Astaga, Yoonhee memang kuat. Dia pernah bertengkar dengan preman-preman sekolahnya dulu tapi.. tapi kenapa di hadapan namja ini dia tak berdaya?

“Aku tak pernah bilang begitu, aku bilang belum tentu. Berbeda kan?”, jawab Yoonhee terbata-bata. Astaga.. kenapa dia harus nervous sekarang?

Chanyeol tersenyum lagi, bukan smirk yang tadi. Tapi senyum lebarnya..

“Baiklah, kulepaskan kau asal kau menciumku..”. Ternyata dibalik senyum lebarnya masih ada rencana-rencana aneh (??). Namja itu menunduk, berusaha menyeimbangkannya dengan tinggi gadis itu, sehingga wajahnya dan wajah Yoonhee sepadan.

“Kenapa menatapku seperti itu? Cium aku..”, Chanyeol harus menahan senyumnya saat menyadari wajah gadis itu benar-benar memerah sekarang!

“Aku tak akan melepaskanmu kalau begitu..”,ucap Chanyeol sambil berekspresi kecewa melihat gadis it uterus saja menata[nya tana berbuat sesuatu. Oh astaga.. apa susahnya mencium namjachingunya sendiri??

 

Arra.. arraseo!!”,ujar Yoonhee pasrah. Dia menatap Chanyeol di depannya dan perlahan wajahnya maju dan YA!! Dia akhirnya mencium namja itu!.

 

Ciuman Yoonhee hanya sekedar menempel bibir. Setelah dirasa sudah cukup, dia melepaskan ciumannya. Kemudian dia melihat wajah Chanyeol, terlihat sekali dia tersenyum kemenangan tapi cepat-cepat dia menghilangkan senyumannya itu.

“Itu yang kau sebut ciuman? Sini, aku akan mengajarimu berciuman..”, dan tanpa aba-aba namja itu sudah menghimpit gadis itu kedinding lagi. Mencium gadis itu sambil memiringkan kepalanya. Menghisap setiap sudut dan inci bibir Yoonhee, bahkan tak sekalipun dia melepaskan tautan bibirnya. Membuat gadis itu yang hanya diam itu hanyut oleh ciuman Chanyeol. Tangan kanan namja itu berada di tengkuk gadis itu seolah tak membiarkan gadis itu cela untuk bernafas, sementara tangan kirinya memeluk erat pinggang gadisnya. Mereka saling berpelukan, saling menghisap bibir satu sama lain, dan menimbulkan suara yang Yoonhee yakin jika ada tetangga yang melewati apartemennya pasti akan langsung mendengar suara ini.

Astaga..

-oOo-

“Oke! Aku butuh penjelasan kenapa hyung ada di rumah sakit dan kenapa aku tak mengetahuinya?”, namja jangkung itu terlihat bingung kemudian bergantian menatap hyungnya yang berbaring di kasur berwarna putih dan gadis yang berdiri di dekat jendela itu.

Kris menatap Yoonhee dengan penuh tanda tanya. Sementara Yoonhee membalas tatapan Kris dengan meringis tersenyum.

“Tadi pagi saat oppa menelponku, aku tak tahu namja itu menguping dan tahu-tahu dia sudah menyeretku kesini.. Mianhae oppa-ya..”, jelas Yoonhee pada Kris yang menekankan kata ‘namja itu’ sambil melirik Chanyeol yang berdiri sambil meliriknya juga.

Kris menatap kedua dongsaengnya itu bergantian. Err, kelihatannya ada yang aneh.. gumam Kris.

“Tu..tunggu, Yoonhee-ah. Tadi pagi saat aku meleponmu bukankah kau mengatakan masih di apartemen lalu kenapa Chanyeol bisa menguping?”

Oppa! Kau pasti tidak percaya dengan ceritaku! Namja itu! Ya! namja itu! Dia tidur seranjang denganku!”

Huk!! Bagaikan tersedak, Kris langsung melototi kedua orang itu bergantian dan sedetik kemudian langsung digantikan dengan suara tawanya yang menggelegar.

Wae..yo? ada yang lucu oppa?”, Kris mengabaikan kata-kata Yoonhee dan masih saja tertawa sambil memegangi perutnya sementara kedua orang tu menatapnya dengan aneh.

Ekhem! Itu tidak benar, Chanyeol-ah! Kau harus menikahi Yoonhee dulu baru bisa seranjang dengannya..”

Yoonhee dan Chanyeol saling bertatapan kemudian menatap Kris yang tampak cool lagi .

 

 

“Jangan memikirkan yang aneh-aneh oppa!!”

Hyung! Aku belum melakukannya!!

-oOo-

Baekhyun yang sedang enak-enak meminum moccachino hangat itu hampir tersedak, Kyungsoo yang sedang membaca laporan catatan tentang pengeluaran uang bulan ini langsung melotot sementara Luhan walaupun kaget tapi masih asyik meminum buble teanya.

Ya! kurasa kalian memang harus secepatnya menikah!”. Kyungsoo, Baekhyun, Chanyeol yang tadinya kaku seperti robot itu langsung menatap Luhan.

5 detik..

10 detik..

 

 

1 menit kemudian..

“Menikah? Kurasa ya.. benar! Kalian harus menikah!”,ujar Baekhyun disertai anggukan Kyungsoo setelah agak lama memproses perkataan Luhan tadi.

“Tapi.. tapi..”, dan sekarang gantian Luhan, Kyungsoo dan Baekhyun menatap Chanyeol.

“Kau tak siap menikah?”, tebak Kyungsoo tapi langsung djawab dengan gerakan tangan menyilang dari Chanyeol.

“Eyy… seolma.. kalian kan tahu sendiri bagaimana aku? Aku sudah memikirkan pernikahan dari dulu..”. Mereka bertiga yang mendengar jawaban Chanyeol itu langsung mengangguk-ngangguk setuju.

“Terus tadi ‘tapi’nya apa?”, tanya Luhan masih bingung.

Chanyeol mendesah pelan, “Aku sih siap-siap saja menikahinya tapi masalahnya adalah Yoonhee. Tentu tanpa penjelasan kalian mengerti maksudku kan?”, jelas Chanyeol dengan wajah sedikit frustasi, mereka bertiga yang tadinya diam dan kaku langsung mengangguk-ngangguk lagi kemudian meneruskan aktivitas mereka yang tadi, seperti tak terjadi apa-apa. Baekhyun yang sedang meminum moccachino hangatnya, Kyungsoo yang sibuk menghitung pengeluarannya serta Luhan yang menikmati buble teanya. Chanyeol menatap ketiga namja itu bergantian sambil menghela nafas.

Luhan yang melihat Chanyeol menghelas nafas panjang disela-sela aktivitas minumnya langsung tersenyum, “Tenanglah Chanyeol-ah.. Jangan terburu-buru. Yoonhee pasti tak akan menolakmu kok”.

 

-oOo-

Yoonhee menghela nafas berat. Entah yang keberapa kali. Dia tak sempat menghitungnya. Dia tak menyangka gossip Chanyeol tidur seranjang dengannya sudah banyak diketahui oleh orang-orang terdekatnya. Err.. sebenarnya itu bukan gossip tapi memang nyata dan memang itu kejadiannya!

Tapi Yoonhee berani bersumpah dia tidak melakukan apapun dengan namja itu! Sungguh! Dan dia berharap Baekhyun dan Kyungsoo berhenti merecokinya tentang pernikahan!

Yoonhee belum siap menikah? Emm, dia sih siap-siap saja menikah. Hanya saja.. entahlah, dia tak tahu apa yang harus dilakukannya. Well, setidaknya Chanyeol belum melamarnya, secara resmi.

“Kau baik-baik saja, Yoonhee-ah?”,  salah sunbae yang dekat dengan Yoonhee,Kim Hyora, menegur gadis itu yang terlihat melamun,

Eoh, sunbae! nde, gwenchanayo

“Kau tau, Yoonhee-ah? Kau sekarang lebih sering melamun, dulu kau tak pernah melamun sesering itu. Beritahu aku.. pasti gara-gara namja bukan?”. Yoonhee melongo melihat sunbaenya yang tersenyum  itu, kenapa sunbaenya bisa tahu?

“Kau tak bisa mengelak berarti iya. Hey, aku sudah berpengalaman tentang cinta, jadi aku bisa tahu perasaan wanita sepertimu..jadi kau mau bercerita denganku? Siapa tahu sunbae-mu ini bisa membantu masalah cintamu?”. Yoonhee yang mendengar kata-kata dari sunbaenya itu tertawa. Kenapa kata-kata sunbaenya mirip iklan promosi di tv?

Mianhaeyo sunbae, tapi kurasa belum saatnya bercerita tentang dia. Mungkin lain kali..”, ujar Yoonhee sambil melambaikan tangannya karena dia baru saja mendapat sms dari Chanyeol kalau dia sudah ada di depan kantornya.

“Siapa? Pacarmu menjemputmu?”, tanya sunbaenya lagi yang dijawab Yoonhee dengan senyuman di bibirnya.

-oOo-

 

“Apa? Kenapa melihatku seperti itu?”, pertanyaan Yoonhee yang bernada galak itu langsung menyadarkan Chanyeol di tengah lamunannya memandang gadis itu.

Chanyeol dengan cepat menggeleng, “Aniyo, bukan apa-apa”, kemudian dia tersenyum lebar menunjukkan serentetan gigi putihnya. Setelah gadis itu kembali menatapi layar laptopnya, Chanyeol menatap gadis itu lagi. Hmm

Baru saja Yoonhee akan menegur namja itu yang menatapnya lagi namja itu berkata, “Kau punya acara akhir bulan ini?”. Yoonhee menatap namja itu dari layar laptopnya, dahinya berkerut samar. “Tidak, kenapa?”. Dan tiba-tiba saja Chanyeol tersenyum mendengar jawabannya, “Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan. Tidak boleh?”. Yoonhee yang melihat namja itu dari layar laptopnya hanya menggumamkan kata “Oh,,”.

Setelah itu Yoonhee kembali ke dunianya. Dia sedang berchatting ria dengan sesama fans Super Junior. Dia tertawa dalam hati, sudah lama dia tak melakukan hal ini, berchatting seperti ini membuatnya seperti reuni mengingat masa mudanya dimana dia sangat-sangat seorang fans fanatik. Mengikuti Donghae oppa seperti seorang stalker, menginap di depan apartemen Super Junior selama beberapa hari hanya untuk melihat Super Junior, melihat konser Super Junior yang ada di seoul sementara rumahnya berada di Busan, pernah hampir menjadi president fanclub ELF Busa tapi gagal dan akhirnya dia hanya menjadi wakil presiden..

hah… mengingat semua itu membuatnya merasa muda.

 

 

Hmm? Kenapa tiba-tiba sepi?

Yoonhee membalikkan badannya, mencari Chanyeol yang tadi tidur-tiduran di sofa tepat dibelakangnya.

 

 

YA! PARK CHANYEOLL!! TURUN DARI KASURKU!!!”

-oOo-

“Jadi… kapan kalian berdua bertemu?”, Yoonhee menatap kedua orang di depannya dengan wajah penasaran. Kris yang mendengar pertanyaan gadis itu langsung tersenyum memandang gadis disampingnya, seakan meminta ijin untuk bercerita.

Kris tertawa sebentar lalu memandang kedua couple dongsaeng di depannya, “Ehmm, sekitar sebulan yang lalu ketika aku masuk rumah sakit..”. Alis Yoonhee dan Chanyeol naik bersamaan, bingung. Kris dengan cepat meneruskan kat-katanya, “Dengarkan dulu oke? Jadi, sewaktu aku sakit Eunhye masuk kamarku secara..err, tak sengaja? Entahlah, saat itu aku sedang dibawah kolong tempat tidur mencari makanan kaleng yang aku suruh Yoonhee membawanya dan menyembunyikannya dan tiba-tiba saja dia masuk.. begitulah..”.

“Kenapa onnie masuk kamar oppa tiba-tiba?”.

Eunhye melirik Kris sekilas, “Waktu itu aku benar-benar.. lelah.. hari itu hari panjang, aku benar-benar stress, tanpa pikir panjang aku masuk kamar Kris, melemparkan high heelsku bahkan…”,Eunhye memotong kata-katanya, berpikir sejenak, “Selanjutnya… rahasia!!”, ujarnya lagi dengan tertawa membuat Chanyeol-Yoonhee yang tadinya antusias menjadi tak bersemangat.

“Ah.. Kalian kan sudah berpacaran lebih dulu daripada kita..Kapan kalian berencana menikah?”, tanya Eunhye kemudian untuk mengalihkan pembicaraan.

 

“Uhuk..uhuk!”

Yoonhee yang sedang enak-enaknya meminum cappucino langsung tersedak mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Eunhye onnie. Dia melirik Chanyeol sekilas yang juga terlihat kaget.

Eyy onnie. Kita kan cuma berpacaran.. belum tentu menikah.. kami bisa saja putus..”.

Chanyeol yang sedang enak-enaknya meminum Caffelatte-nya itu langsung tersedak, kemudian menatap Yoonhee galak. “M..mwo?? putus?? Yaa!!

 

-oOo-

 

Ya.. sejak kapan kau pindah apartemen?”. Yoonhee menatap gedung menjulang di depannya  dibalik jendela kaca mobil Chanyeol. Tak banyak bicara, Chanyeol langsung turun dari mobilnya lalu berjalan menuju gedung menjulang itu. “Ya!! tunggu!!”, akhirnya mau tak mau Yoonhee pun mengikuti Chanyeol masuk kedalam gedung.

 

“Park Chanyeol-ssi? Benar?”, seorang namja berkacamata berumur 30-an menyambut Chanyeol dan Yoonhee didalam gedung sambil menjabat tangan Chanyeol. Mata laki-laki itu mengarah pada Yoonhee yang berada di belakang Chanyeol, “Ah.. anda pasti Lee Yoonhee-ssi, Annyeonghaseyo..”, bungkuk laki-laki itu yang dibalas dengan bungkukan Yoonhee juga yang terlihat kaget karena namja berkacamata itu mengetahui namanya. Kemudian dengan cepat laki-laki itu menuntun Chanyeol dan Yoonhee menuju suatu tempat. Setelah lift berhenti di lantai 3, mereka berjalan lagi. Dan langkah mereka berhenti di depan pintu bernomor 82. “Disini, Park Chanyeol-ssi. Anda boleh mengecek dulu, kalau ada yang anda tanyakan anda bisa menghubungi nomor handphone saya kemarin”, ujar laki-laki itu kemudian membungkuk dan melangkah pergi.

Chanyeol langsung menekan-nekan tombol password di pintu itu kemudian terbukalah pintu berpassword itu. Chanyeol langsung masuk kedalam sementara Yoonhee masih terbengong-bengong di luar.

Ya.. kau tak mau masuk?”, Chanyeol yang menyadari gadis itu tak masuk langsung menegurnya dengan perasaan bingung akhirnya Yoonhee masuk juga kedalam ruangan itu. Dia melihat ke kanan dan ke kiri, “Waahh.. apartemen yang bagus..”, puji Yoonhee. Apartemen itu yang sangat terang benderang karena dindingnya adalah kaca, bergaya minimalis tapi terlihat luas, dan bernuansa putih biru. Biru adalah warna favorit Yoonhee, Chanyeol sendiri yang sengaja mendesain interiornya. Yoonhee mengedarkan pandangan ke-sekeliling dan terkagum-kagum lalu ia mulai berjalan menyusuri apartemen itu sementara Chanyeol mengikutinya dari belakang.

 

Hey.. kapan kau memotretku? Kenapa ada fotoku disini?”.

Mata Yoonhee terpaku pada salah satu pigura meja di ruang tamu.

 

Itu.. Dia..

Itu.. Dirinya..

Foto dalam pigura itu adalah foto dirinya yang sedang membenarkan kacamata. Mata Yoonhee kemudian beralih pada pigura lain. Itu..fotonya saat  mengendarai mobil. Masih dengan tatapan kaget, Yoonhee mengalihkan pandangannya ke pigura yang melekat di dinding. Itu… fotonya yang sedang tersenyum keluar jendela mobil.

 

Yoonhee yang masih terlihat kaget kemudian berjalan kedalam lagi, dia berjalan ke kamar tidur yangberada di samping kiri ruang tamu, dibatasi oleh lemari buku yang besar.

Dan lag-lagi Yoonhee menemukan pigura dinding dan pigura meja yang berisikan fotonya. Foto dirinya yang tertawa terbahak sambil menunjuk sesuatu. Foto dirinya yang sedang menggunting kuku jari tangannya. Foto dirinya yang berkaca di cermin membenarkan kunciran rambutnya. Foto dirinya yang menggigit ibu jarinya dengan alis berkerut. Foto dirinya yang berdiri di tengah keramaian yang seperti menunggu seseorang. Foto dirinya memakai bandana hello kitty sambil berpose V. Foto dirinya yang tertidur dengan mulut terbuka di dalam mobil. Foto dirinya yang terlihat sibuk dengan handphone.

 

Kaki Yoonhee bergerak lagi ke ruang makan dan dapur.

Dan lagi-lagi dia menemukan pigura-pigura yang sama seperti di ruang tamu dan kamar tidur.

Foto dirinya yang menyedot orange juice. Foto dirinya yang terlihat sibuk dengan laptop. Foto dirinya yang menguap lebar. Foto dirinya yang sedang makan ddokbokki dengan lahap. Foto dirinya yang memegang payung di saat hujan deras. Foto dirinya yang sedang meregangkan badan.

 

Astaga..

Yoonhee menutup mulutnya sendiri yang ternganga.

 

Se..sejak kapan??

Dia menoleh kearah Chanyeol masih dengan ekspresi kaget, Chanyeol juga memandang gadis itu,lalu  dia tersenyum, “Aku memotretnya setiap kau bersamaku, bagus kan??”. Namja itu berjalan menuju salah satu pigura di dinding dan menunjuk pigura yang berada di atas tempat tidur, “Semua foto terlihat simpel tapi mengejutkan kan? Well, Aku paling suka yang ini”, ujarnya, Yoonhee melongo melihat foto yang ditunjuk oleh Chanyeol, “Itu.. kapan?”.

Chanyeol tersenyum lagi, “Saat kita masih SMA dulu, waktu itu aku menemanimu melihat konser Super Junior di Seoul, itu kau.. yang sedang membawa balon biru sambil berteriak-teriak. Entahlah, menurutku difoto itu kau cantik..”. Yoonhee menatap Chanyeol tak percaya, “Jadi.. sejak SMA?”. Chanyeol menatap foto sekelilingnya, “Sejak kita bersama kurasa.. itu fotomu saat kita kecil, kau yang sedang menangis karena aku berkata akan pindah..”, Yoonhee menatap foto yang dimaksud namja itu. Astaga.. Itu memang foto masa kecil Yoonhee, mungkin disaat umur 9 tahunan, dia yang menangis di atas ayunan.

Yoonhee menatap Chanyeol lagi, masih terkejut.

“Kau terkejut, berarti aku berhasil”, kata Chanyeol menatap Yoonhee dengan tersenyum puas.

Ya.. benar. Laki-laki di depannya ini memang membuatnya terkejut. Sangat…

Yoonhee mengedarkan pandangan ke sekeliling lagi.

“Jadi..Ini apartemen barumu? Jadi kau akan tidur disini ditemani foto-fotoku?”, tanya Yoonhee sambil memegang pigura yang berisikan fotonya dengan pose memejamkan matanya seperti tertidur di area kamar tidur. Yoonhee sendiri tak ingat kapan dia berpose seperti ini dan kapan Chanyeol memotretnya seperti itu. Well, sebenarnya seluruh foto-foto dirinya yang ada di apartemen ini adalah tanpa sepengetahuan Yoonhee, dia sama sekali tidak tahu dia berpose seperti itu dan kapan Chanyeol memotretnya.

“Bukan dan iya”, jawab Chanyeol singkat. Yoonhee menghentikan aktifitasnya dan menatap Chanyeol, “Bukan dan iya?”.

 

Chanyeol tersenyum kemudian mendekati Yoonhee, menggenggam tangan gadis itu, membuat gadis itu membelalakkan matanya lagi. Kaget.

 

“Bukan karena memang ini bukan apartemenku.. tapi.. apartemen kita”, Yoonhee melebarkan matanya mendengar kata-kata Chanyeol. Yang benar saja?, batin Yoonhee.

“Iya karena ya.. aku akan tidur disini ditemani foto-fotomu.. tapi aku tak sendirian tentu saja…Hey, aku tak pernah main-main saat mengatakan pernikahan..”, ujarnya membuat gadis itu makin terbelalak lagi.

 

 

Chanyeol menarik nafas panjang, kemudian mengeluarkannya dengan perlahan.

 

“Jadi…Bagaimana?”.

Kedua orang itu saling menatap. Laki-laki yang penuh harap dan gadis yang terlihat sedang berpikir.

 

Ya… seolma… ini caramu untuk melamarku?”

Chanyeol membelalakkan matanya.. Astaga.. dia baru sadar sekarang?

 

Eo..”, jawab Chanyeol singkat masih sambil menatap gadis itu dengan penuh harap. Seperti mengabaikan kata-kata Chanyeol, Yoonhee berjalan lagi menyusuri apartemen membuat Chanyeol bingung.

Yaa.. kenapa kau tak menjawabku? Aku sedang melamarmu..”, protes Chanyeol karena merasa gadis itu mencueki kata-katanya. Yoonhee yang sedang menyusuri kamar tidur itu berbalik dan  menatap Chanyeol.

 

“Aku harus menjawabnya?”

Eo!”, jawab Chanyeol hampir frustasi.

“Aku pikir aku tak perlu menjawabnya..”, Chanyeol menaikkan alisnya, menatap gadis itu bingung.

“Karena.. aku pikir aku tak punya alasan..”. Yoonhee masih saja berjalan melihat-lihat isi apartemen sementara Chanyeol menatap Yoonhee bingung.

“Chanyeol-ah.. Aku pikir aku tak punya alasan untuk menolakmu setelah melihat semua ini..”, lanjut Yoonhee menatap Chanyeol dengan senyumnya yang lebar.

Chanyeol menatap gadis itu tanpa berkedip.

“Jadi.”.

 

 

 

“Nikahi aku, Park Chanyeol”.

-zZz-

 

THE END !!

Hahh.. akhirnya ff ini end juga.. kekekeke.. gimana ceritanya readers?? Puas?? Ehmm, pertama, saya sangat berterimakasih kepada Author/Admin yang sudah menge-post ff saya ini. Jenongmal khamsa hamnida.. *bow*. Kemudian saya juga sangat berterimakasih dengan komentar kalian semua, readers-nim! Karena komentar anda membuat saya menjadi lebih semangat dlm mengerjakan ff ini. Jeongmal khamsa hamnida.. *bow*

NB : Kalau mau temenan follow twitter saya ya *promo* namanya : @triZa28 ^^

Yeorobun~ Khamsa hamnidaaa~~

Iklan

17 pemikiran pada “How to Forgive Me? (Chapter 10)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s