Real Love (Chapter 3)

Title : Real Love

Author : Nurzaita (@AiYmm257_)

Genre : Romance

Length : Chaptered / Series Fic

Rate : PG-15

Main Cast :

– Xi Luhan – EXO-M

– Oh Sehun – EXO-K

– Park Hyerin (OC)

Others Cast :

– Wu Yifan – EXO-M

– Park Chanyeol – EXO-K

A/N : Annyeong chingu, ini chapter ke-3-nya, maaf kalo tambah jelek, gak nyambung atau apalah itu -_- saya masih amatir dan saya masih baru dalam dunia per-FF-an Korea, mohon maklum. Langsung aja, happy reading ^^

RL_Cover

***

 

Normal POV

 

“Luhan, aku tidur dulu! Selamat malam.” Kris melambaikan tangannya pada Luhan yang masih duduk dimeja makan.

 

Luhan menolehkan kepalanya malas. “Selamat malam.” balas Luhan tersenyum.

 

Kris menganggukkan kepalanya lalu menuju kelantai dua, tempat dimana kamarnya berada. Sebenarnya, Luhan dan Kris tidak saudara hanya saja mereka yang tinggal bersama membuat beberapa orang mengira bahwa keduanya bersaudara. Sudah selama lima tahun ini Kris tinggal bersama Luhan, itu semua karena orantua Luhan yang menyuruh Kris tinggal bersama Luhan setelah kedua oangtua Kris meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat. Orangtua Luhan bekerja di China dan jarang sekali menjenguk putranya yang  tinggal di Seoul. Awalnya Luhan merasa kesepian, tetapi begitu Kris tinggal bersamanya membuatnya tidak kesepian lagi. Oh iya, orangtua Luhan dan Kris itu dulunya juga bersahabat.

 

Luhan menatap jari-jari tangannya yang mengetuk meja dengan gerakan lambat. Sejak kejadian tadi, ia tidak bisa menghilangkan sosok seorang yeoja dari pikirannya. Park Hyerin. Yeoja yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri. Yeoja yang sangat ia sayangi. Entah sejak kapan setiap kali ia berada didekat yeoja bermarga Park itu, jantungnya selalu berdegup kencang, tetapi itu dulu. Ketika ia tidak merasa kesulitan bernafas seperti sekarang, tidak merasakan suatu keganjalan dalam benaknya, sesuatu yang membuatnya sesak. Namun untuk sekarang, rasa aneh itu mulai kembali pada awalnya, jantungnya kembali berdegup kencang, pikirannya selalu kacau karena dipenuhi oleh bayang-bayang seorang Park Hyerin.

 

Cinta. Mungkinkah ia jatuh cinta dengan yeoja itu? Ya, ia memang jatuh cinta dengan yeoja itu, hanya saja…

 

Kali ini ingatannya kembali pada dua tahun yang lalu, dimana dengan bodohnya ia memperkenalkan Hyerin dengan teman baiknya. Ya, teman baiknya yang sudah ia anggap seperti adik juga. Teman baiknya yang merebut yeoja yang ia cintai, teman baiknya yang saat ini telah melukai yeoja yang ia cintai.

 

***

 

Luhan POV

 

“Hyerin-ah, aku ingin mengenalkanmu dengan temanku, kau mau?”

 

Hyerin menatapku, raut wajahnya menunjukkan bahwa yeoja itu sedang tidak ingin digangggu. Aku tahu, dia baru saja mendapat hukuman dari Chanyeol karena tidak memberi makanan untuk kakaknya itu. “Aku tidak mau berteu dengan orang asing hari ini! Aku malas!” jawabnya.

 

“Temanku ini sangat menyenangkan, aku yakin kau pasti langsung menyukainya.” ujarku mencoba untuk membujuknya.

 

“Shireo!”

 

“Wae?”

 

“Pokoknya aku tidak mau, oppa! Aku masih kesal dengan Chanyeol oppa!”

 

“Dia tampan, baik dan menyenangkan.”

 

“Aku tidak peduli!”

 

“Hyerin-ah~”

 

“Lain kali saja kalau perasaanku sedikit lebih baik.” tolak Hyerin. “Kau juga menyebalkan, oppa! Huh, aku kerumah temanku yang lain saja kalau begitu!” lanjutnya.

 

“Hyung!”

 

Aku menolehkan kepalaku dan mendapati Sehun tengah menghampiriku dengan senyum lebarnya. Selama beberapa saat, aku melihat pandangannya tertuju pada sosok Hyerin yang ingin pergi. Kupalingkan wajahku kearah Hyerin dan melihat reaksi dari yeoja itu. Yeoja itu menatap Sehun dengan tatapan yang tidak biasa, Ah, maksudku aku jarang melihat Hyerin menatap seseorang dengan tatapannya yang seperti ini. Tatapannya untuk Sehun. Hatiku mencelos. Mungkinkah Hyerin menyukai Sehun?

 

“Hyerin-ah, dia temanku yang mau kukenalkan denganmu. Namanya Oh Sehun.” aku membuka suara. Jujur, aku tidak menyukai saat-saat seperti ini. Keduanya masih saling menatap satu sama lain. Menyebalkan sekali! Aish..

 

“Oh Sehun.”

 

“Park Hyerin.”

 

***

 

Normal POV

 

Matahari menyeruak masuk ke dalam sebuah ruangan melalui celah-celah jendela berusaha menembus tirai merah muda yang masih menutupi jendela kamar tersebut.  Memberi sinar yang sangat menyilaukan mata untuk seseorang yang masih bergelayut manja diatas tempat tidur. Merasa terganggu dengan sinar matahari, seseorang yang masih berpetualang dengan alam mimpinya itupun akhirnya terbangun. Secara perlahan orang tersebut membuka kelopak matanya, mengedipkan dan mengucek kedua matanya dengan lembut beberapa kali sambil menunggu nyawanya yang sebagian masih ikut berpetualang dalam alam mimpinya kembali hingga akhirnya orang itu benar-benar bangun.

 

Orang itu adalah Luhan. Ia duduk dengan wajah menunduk. Setelah beberapa saat, ia benar-benar bangun dan melirik kearah jam dinding kamarnya. Jam itu menunjukkan pukul sembilan pagi. Namja itu kembali menguap, disaat yang bersamaan ponselnya berbunyi. Luhan menaikkan sebelah alisnya, heran.

 

“Siapa yang pagi-pagi begini menelpon?” gumamnya.

 

Diraihnya ponsel miliknya yang terus berdering minta diangkat. Ia melihat nama yang tertera disana dan langsung tersenyum lebar begitu mebaca  nama disana.

 

My Rinieya calling…

 

Tanpa banyak berpikir, Luhan langsung memencet tombol hijau pada ponselnya. “Yeoboseyo?”

 

“Luhan oppa, kau sedang sibuk tidak?”

 

“Ani, wae?”

 

“Aku ingin jalan-jalan, Chanyeol oppa tidak bisa menemaniku jadi aku menelponmu. Apa kau mau?”

 

“Tentu saja aku mau. Kapan?”

 

“Bagaimana kalau hari ini?”

 

“Baiklah tunggu aku. Sekitar satu jam aku akan kerumahmu.”

 

“Kutunggu oppa, gomawo.”

 

KLIK!

 

Luhan tersenyum samar. Ia mendongakkan kepalanya menatap langit-langit kamarnya. Pandangannya menerawang. Pikirannya melayang.

 

Tinggal satu langkah lagi maka ia bisa mendapatkan Hyerin. Selangkah lagi dan semua harapannya akan menjadi kenyataan. Harapannya untuk memiliki Hyerin. Ya, Luhan memang selalu berharap agar Hyerin menjadi miliknya. Hanya saja saat itu, ia terlambat! Orang lain sudah merebut Hyerin darinya namun kali ini ia tidak akan membiarkan orang lain merebut Hyerin kedua kalinya. Ia harus mendapatkannya. Harus!

 

***

 

Hyerin POV

 

Aku duduk disebelah Luhan oppa dan kami sedang berada di danau dan tempat ini cukup sepi. Hari ini dia sangat tampan. Kenapa aku baru menyadarinya kalau Luhan oppa sangat tampan? Bahkan menurutku Sehun oppa saja kalah. Ah, tunggu. Sehun. Nama itu…

 

Entah sudah keberapa kalinya aku berusaha untuk melupakan namja yang telah menyakitiku itu. Mempermainkan perasaanku yang membuatku sangat kacau dalam beberapa hari. Aku meminta agar aku membenci namja itu tapi sayangnya hatiku menolak. Aku tidak bisa membencinya bahkan aku semakin sangat mencintainya dan aku… mengharapkannya kembali padaku.

 

“Hyerin-ah, jangan melamun terus. Ayo dimakan ice creamnya, nanti meleleh.” Luhan oppa menepuk pundakku pelan.

 

Aku kembali sadar dari lamunanku dan menatap Luhan oppa dengan perasaan bersalah. “Mianhae, oppa, kurasa aku sedikit lelah.” jawabku berbohong.

 

Luhan oppa tersenyum padaku. “Kalau lelah kenapa mengajakku jalan-jalan?”

 

“Aku bosan dirumah, oppa!”

 

“Ne, ne, arasseo.”

 

Aku menarik napas panjang. “Oppa, kita belum pernah foto bersama bukan? Bagaimana kalau kita foto bersama? Kau tidak keberatan kan?” tanyaku. “Eh, tapi aku tidak membawa kamera.”

 

“Tentu saja. Tidak apa-apa, pakai ponselku saja.”

 

Luhan oppa mendekat kearahku dan pipiku dengan Luhan oppa saling menempel. KLIK! Luhan oppa berhasil memoto kami dan tepat pada saat itu pandanganku tersita pada sosok seorang namja yang sedang memperhatikanku dengan Luhan oppa.

 

Dadaku rasanya sangat sesak. Bukankah namja itu Oh Sehun? Ya Tuhan, sunguuh, aku sangat merindukannya. Merindukan suaranya, tatapannya, sentuhannya, semuanya. Aku sangat merindukannya. Kira-kira sudah berapa lama aku tidak bertemu dengannya. Ingin rasanya aku berlari kearahnya dan memeluknya dengan begitu erat. Tapi tidak! Semua itu tidak mungkin kulakukan! Ingatanku kembali pada kejadian beberapa hari yang lalu. Saat dimana dia memutuskanku. Sesak.

 

Tes!

 

Air mataku menetes. Pandanganku juga sudah buram. Samar-samar aku mendengar suara Luhan oppa, aku tidak tahu apa yang dikatakannya karena aku tidak terlalu memperhatikannya. Yang kuperhatikan hanya satu. Namja itu. Oh Sehun. Berjalan mendekatiku dan Luhan oppa.

 

Jangan mendekat!

 

Kumohon jangan mendekat!

 

Jangan membuatku kembali tersakiti!

 

“Sehun!” seru Luhan oppa yang dapat kudengar dengan jelas.

 

“Hyung..” suara lirih Sehun oppa.

 

Aku.. merindukannya. Sangat-sangat merindukannya. Suaranya membuat tubuhku bergetar.

 

“Ada perlu apa? Kalau yang ingin kau sampaikan bukan hal penting lebih baik aku dan Hyerin pergi. Permisi.”

 

Luhan oppa menarik tanganku untuk menjauh dari Sehun oppa. Tapi entah kenapa, aku malah menepis tangan Luhan oppa. Tidak menghiraukan perkataannya dan masih menatap Sehun oppa.  Hei, aku ini kenapa? Tolong jangan membuatku seperti ini. Ini hanya akan membuatku semakin tersiksa.

 

“Sehun oppa.”

 

Aku terkejut. Yang tadi itu, apa benar aku memanggil namanya?

 

“Hyerin-ah.” Sehun oppa menatapku lembut. Tatapan yang sangat kurindukan. “Kumohon, kembalilah padaku.”

 

***

 

Normal POV

 

“Hyerin-ah.” Sehun berkata lirih dan menatap mata yeoja didepannya dengan lembut. “Kumohon, kembalilah padaku.” pintanya.

 

Luhan membelalakkan matanya. Terkejut. Ia menarik kerah baju Sehun dengan kasar dan menatap Sehun dengan penuh kebencian. “Kau! Apa maksudmu berbicara seperti itu? Huh? Kau ingin membuat Hyerin terluka lagi? Kau belum puas menyakitinya?” bentak Luhan.

 

“Hyung, aku menyesal. Yeoja itu hanya mempermainkanku dan aku baru sadar ternyata selama ini aku mencintai Hyerin. Mianhae.” kata Sehun menjelaskan.

 

“Tidak semudah itu, Sehun, dan aku tidak akan membiarkanmu kembali menyakiti Hyerin.” kata Luhan dengan nada tinggi.

 

“Wae? Kau mencintainya? Huh?” balas Sehun.

 

“Ani!” jawab Luhan bohong.

 

“Lalu kenapa kau begitu mempedulikannya? Huh? Kau tidak bisa mengelak lagi, hyung! Katakan saja kalau kau mencintainya!” balas Sehun menepis tangan Luhan yang mencengkram kerah bajunya dengan kasar.

 

“AKU SEPERTI INI KARENA AKU PEDULI DENGANNYA! DIA DONGSAENGKU, BABO!” bentak Luhan.

 

BUGH! BUGH! BUGH!

 

Luhan melayangkan tinjuannya pada Sehun bertubi-tubi. Wajah, dada, punggung, perut dan langsung diikuti dengan tendangan keras pada kaki Sehun. BUGH! BUGH! Luhan memukul Sehun secara membabi buta. Ia terlalu emosi dengan perilaku Sehun yang seenaknya saja.

 

“HENTIKAN!” teriak Hyerin.

 

BUGH!

 

Pukulan terakhir dari Luhan mengenai wajah Sehun sebelum ia menghentikan pukulannya atas permintaan Hyerin. Luhan masih menatap Sehun tajam. Penuh kebencian.

 

Tanpa sadar, Hyerin menghampiri Sehun dan langsung memeluknya. Yeoja itu menangis sejadi-jadinya disana. “Kumohon, jangan pukul  Sehun oppa lagi..” pintanya.

 

Luhan tertegun.

 

“Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. Aku masih mencintainya dan sangat mengharapkannya.” ucap Hyerin lagi.

 

Luhan tersenyum miris. Harapannya mendapatkan Hyerin sudah sia-sia.

 

“Aku mau kembali padanya.”

 

***

 

Chanyeol sedang asyik bermain game ketika suara ketukan pintu terdengar. Dengan terpaksa ia menghentikan gamesnya dan berjalan dengan malas menuju pintu. Ia membuka pintu dan pandangannya bertemu dengan adiknya yang sedang bersama… Sehun!

 

“KAU!” mata Chanyeol membelalak lebar.

 

“Annyeong, hyung.” sapa Sehun ramah.

 

“Untuk apa kau datang kemari? Dan.. Kenapa bisa bersama Hyerin?” tanya Chanyeol sinis.

 

“Oppa, kumohon jangan kasar berbicara dengan Sehun. Aku dan Sehun sudah kembali seperti dulu. Jangan marah padanya lagi. Jebal.” sahut Hyerin.

 

Pandangan Chanyeol berhenti pada adiknya. Ia menatap Hyerin tidak percaya. “Kau dan Sehun kembali bersama? Kenapa bisa?”

 

Hyerin tersenyum lebar. “Akan kujelaskan nanti.” jawab Hyerin tersenyum kecil. “Sehun oppa, ayo masuk!”

 

***

 

BRAK!

Luhan membanting pintu rumah dengan kasar. Kris yang sedang duduk disofa ruang tamu bersama dengan seorang yeoja langsung menoleh kearah sumber suara. Sebelah alisnya terangkat, bingung. Ia menatap kearah si yeoja sekilas. “Sebentar ya. Kau tunggu disini dulu, aku ingin menyusul Luhan.” kata Kris lalu berjalan menghampiri Luhan yang sudah masuk kedalam kamar.

 

“Luhan, gwenchana?” tanya Kris.

 

Luhan diam tidak menjawab. Ia masih merasa sakit hati dengan kejadian tadi siang.

 

“Luhan..” panggil Kris lagi.

 

Luhan menghela napas pendek dan menatap Kris tajam. “Tinggalkan aku sendiri!” pintanya.

 

“Tidak akan sebelum kau menceritakan semuanya padaku.” balas Kris.

 

“Apa yang harus kuceritakan? Huh?”

 

“Tentu saja masalahmu.”

 

“Aku tidak punya masalah!”

 

“Jangan berbohong!”

 

“Aku tidak berbohong, Kris!”

 

“Baiklah, aku akan bertanya pada Hyerin.” Kris merogoh saku celananya, mengambil ponsel.

 

“Jangan!” tahan Luhan.

 

“Jadi?” tanya Kris.

 

“Sehun dan Hyerin telah kembali bersama.” kata Luhan sambil tersenyum masam.

 

Kris tersenyum penuh arti. “Apa gara-gara hal itu yang membuatmu menjadi seperti ini? Hmm?”

 

Luhan mengangkat bahunya. Tidak tahu. “Entahlah, Kris, aku sendiri tidak tahu. Aku hanya merasa kesal denan sikap Sehun yang seenaknya saja. Dia menyakiti perasaan dongsaengku lalu mengajaknya balikan. Bagaimana menurutmu?”

 

“Menurutku  kau cemburu.” jawab Kris seadanya.

 

“Ya! Kau sama sekali tidak nyambung diajak bicara!”

 

“Begitukah?”

 

“…”

 

“Aku tahu kau mencintainya, Luhan.” kata Kris dengan suara pelan.

 

Luhan diam. Ia menundukkan wajahnya dalam-dalam. “Aku… Tidak mencintainya. Mana mungkin aku mencintai dongsaengku sendiri.” Luhan mengelak.

 

“Dongsaeng? Sejak kapan kau menganggapnya dongsaeng? Huh?” tanya Kris.

 

Luhan diam.

 

“Aku melihat dari caramu pada Hyerin. Ketika kau berkata padanya, menatapnya, tersenyum padanya, menyemangatinya dan hal lain yang kau lakukan pada Hyerin selama ini. Berbeda sekali. Kau tahu? Aku baru pertama kalinya melihatmu bersikap seperti ini dan jangan mengira aku tidak melihatmu dengan Hyerin berpelukan beberapa hari yang lalu. Aku melihat wajahmu bahagia sekali malam itu.” Kris menjelaskan panjang lebar.

 

“Aku…”

 

“Yeoja bukan hanya dia saja kan? Kalaupun dia sudah dimiliki oleh namja lain kau bisa mencari yeoja lain. Ya, ya, aku tahu kau mencintainya tapi kau juga tidak boleh hanya bergantung padanya saja. Itu hanya akan membuatmu sakit hati dan kau jangan pernah untuk berpikir merebutnya dari orang lain.”

 

“Lalu, aku harus bagaimana?”

 

“Tetap semangat seperti biasanya. Yakinlah bahwa suatu hari nanti pasti akan ada yeoja lain yang membuatmu melupakan Hyerin.”

 

“Tapi aku sudah terlanjur mencintainya, Kris..”

 

“Aku tahu.”

 

***

 

TO BE CONTINUED

 

Gimana chingudeul?? Maaf kalo jelek dan berantakan 😥 oya, FF ini aku post di BLOG  Pribadiku juga, (nurzaaegyo.wordpress.com) hehehe XD follow twitterku ya @AiYmm257_

Saya sudah kelas 9, bentar lagi UN minta doanya ya chingudeul biar saya dapet nilai bagus, tidak mengecewakan dan pastinya doakan saya lulus ^^

Sebelumnya makasih banget yang udah nyempetin baca FF saya ini ^^

Makasih :*

41 pemikiran pada “Real Love (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan ke wfs Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s